• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab III Runtuhnya Kepangeranan-Kepangeranan Rus Kiev pada masa Invasi Mongol Kedua ( )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab III Runtuhnya Kepangeranan-Kepangeranan Rus Kiev pada masa Invasi Mongol Kedua ( )"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Bab III

Runtuhnya Kepangeranan-Kepangeranan Rus Kiev pada masa

Invasi Mongol Kedua (1237-1240)

3.1. Asal Mula Bangsa Rus’

Suku bangsa Slav pertama kali disebutkan dalam catatan sejarah pada awal abad ke-1 masehi.1 Catatan mereka banyak muncul pada abad keenam ketika mereka mulai berhubungan dengan Byzantium*. Hubungan yang terjalin antara bangsa Slav dengan Byzantium pada awalnya merupakan hubungan perdagangan. Hubungan perdagangan ini muncul karena kerajaan Byzantium membutuhkan komoditas bulu yang banyak diperoleh di daerah bangsa Slav. Hubungan ini kemudian berkembang menjadi hubungan politik kekuasaan terutama ketika bangsa Slav mulai mengadopsi agama Katolik Ortodoks dari Byzantium.

Pada masa pembentukan Rus’ Kiev, suku Slav timur menyebar ke dalam daerah sebagai berikut:

Suku Polyane tinggal di tengah lembah sungai Dnieper dan pusat kegiatan mereka berada di kota Kiev, suku Drevlyane tinggal diantara sungai Ros dan Pripyat, suku Dregovichi tinggal di bagian atas dari sungai Bug, suku Slovenye tinggal di sekitar danau Ilmen, dan suku-suku lainnya.2

Suku-suku ini sering berperang satu sama lain dan bersaing memperebutkan pengaruh. Perang antarsuku ini mulai mereda ini ketika bangsawan dari Varangian*, Ryurik diundang oleh para tetua suku di kota Novgorod untuk menyelesaikan peselisihan antarsuku ini. Setelah ia berhasil

1

I.I. Smirnov dkk., ed., A Short History of USSR. Moscow: Progress Publisher. 1965. hlm. 32 2

ibid., hlm 32-33.

* Byzantium merupakan kerajaan Romawi Timur yang didirikan oleh kaisar Constantinus Agung (324 -337 M).pada tahun 330 M. lihat A.A. Vasiliev. History of Byzantine Empire 324-1437. Wisconsin: University of Wisconsin Press. 1959. hlm. 59.

* Varangian merupakan salah satu suku Skandinavia yang tinggal di sekitar danau Ladoga. lihat Smirnov, op. cit., hlm 37

(2)

Universitas Indonesia

31

menyelesaikan perselisihan tersebut, Ryurik diangkat menjadi knyaz (pangeran) kota Novgorod. Knyaz Ryurik menyatukan suku-suku slav timur ini dan mendirikan kepangeranan Novgorod yang pertama.

Kepemimpinan knyaz Ryurik kemudian dilanjutkan oleh knyaz Oleg. Ia merebut kota Kiev dari knyaz Askold dan Dir pada tahun 882.3 Ia menjadikan kota Kiev sebagai pusat pemerintahan kepangeranan Rus’. Posisi kota Kiev yang terletak di antara sungai Ros dan Dnieper membuat kota ini memiliki posisi yang strategis dalam menghubungkan kepangeranan Rus’ Kiev dengan negara-negara tetangga seperti Byzantium. Kota ini pada abad ke-13 menjadi kota terbesar di antara semua kota-kota yang ada di daerah Rus’ sehingga mendapat julukan “ibu dari kota-kota Rus.”

3.2. Sejarah Pembentukan Kepangeranan Rus’ Kiev

Kepangeranan Rus’ Kiev terbentuk dari kota-kota dagang yang dibentuk pada abad ke-9 dan ke-10.4 Kota- kota tersebut yakni Kiev, Chernigov, Smolensk, Polotsk, Pskov, Novgorod, dan Ladoga. Kota-kota ini di abad selanjutnya menjadi kota pusat kepangeranan-kepangeranan di masa Rus’ Kiev.

Dimulai dengan sejarah berdirinya kota Kiev dimulai ketika munculnya tiga bersaudara bangsa Polyane*. Mereka adalah Kiy, Shchek, dan Koriv.5 Mereka menemukan daerah yang strategis dan subur di tepi sungai Dnieper. Mereka kemudian menamakan tempat ini dengan nama Kiev, yang diambil dari kakak tertua, Kiy sebagai tanda penghormatan. Kota Kiev yang mereka dirikan pada awalnya merupakan sebuah gradok (kota kecil). Pangeran Askold dan Dir yang berkuasa pada akhir abad ke-9 menjadikan kota sebagai pusat kepangeranan Kiev. mereka menjadikan kota ini sebagai pusat kepangeranan Kiev karena lokasinya yang memberikan akses jalur perdagangan yang lebih mudah ke arah

3

A. Fahrurodji. Rusia Baru Menuju Demokrasi Pengantar Sejarah dan Latar Belakang Budayanya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 2005. hlm. 28.

4

M. Tikhomirov. The Town of Ancient Rus. Moscow: Foreign Language Publishing House. 1959. hlm. 11.

* lihat hlm. 1 5

op. cit. hlm. 15.

(3)

Laut Hitam melalui sungai Dnieper. Pada perkembangan selanjutnya, Kiev menjadi pusat perdagangan yang penting di daerah laut hitam pada abad ke-9 dan ke-10.

Kota Kiev dikenal pusat pertanian yang cukup besar. Posisi kota ini ynag dialiri tiga sungai besar membuat pertanian tumbuh pesat di daerah ini. Menurut Rybakov, selain tanaman pangan, tanaman industri, seperti kapas juga tumbuh di daerah ini. Pengaruh pertanian yang kuat dalam budaya masyarakat Rus’ kiev ditunjukkan dengan penamaan bulan yang berdasarkan rotasi kegiatan pertanian. Bulan pertama saat pohon ditebang untuk dibakar dinamai sechen, bulan kedua ketika pohon mengering dinamai sukhy, Bulan ketiga beryozozol, dan bulan selanjutnya traven, kveten, serpen, dan vresyen.6 Penamaan bulan ini menandai pertanian menjadi unsur penting dalam budaya masyarakat Rus’ Kiev.

Kota selanjutnya merupakan pusat kepangeranan Novgorod yaitu kota Novgorod. Novgorod terletak di antara danau Ilmen dan sungai Volkhov. Posisi kota ini membuatnya menjadi salah satu kota terbesar pada masa Rus’Kiev. Danau Ilmen menjadi titik penting jalur air. Jaringan sungai dan danau yang melalui danau ini menghubungkan kota ini dengan daerah utara Rus, seperti Danau Beloye, Sukhona, dan Onega. Kota ini didirikan oleh suku Slovenye pada abad ke-9.7 Pendiri dinasti Ryurik, Knyaz Ryurik pernah menguasai kepangeranan Novgorod. Ia dianggap sebagai salah satu pendiri kota tersebut. Kepangeranan Novgorod pada abad ke-13 tumbuh menjadi kepangeranan terkuat di antara semua kepangeranan Rus’ Kiev dan mengantikan posisi Kiev sebagai pusat pemerintahan kepangeranan Rus’ Kiev.

6

Boris Grekov. Kiev Rus. Moscow: Foreign Language Publishing House. 1959. hlm. 67. 7

(4)

Universitas Indonesia

33

3.3. Struktur Masyarakat dan Sistem Sosial di masa Rus’ Kiev

Bagan Sistem Pemerintahan Rus’ Kiev

Ket: * Starshaya Druzhina terdiri dari para Boyar dan orang-orang dekat Pangeran

* Mladshaya Druzhina terdiri dari: Gridi : Pengawal pangeran

Otroki: Pasukan yang terlibat dalam pertempuran, pengumpulan upeti, serta menjalankan perintah-perintah pangeran.

* Veche memiliki posisi kuat di kota-kota kepangeranan.

Disadur dari buku Rusia Baru Menuju Demokrasi Pengantar Sejarah dan Latar Belakang Budayanya.karya A. Fahrurodji halaman 22.

Sistem pemerintahan Rus’ Kiev terbagi dua yakni knyaz dan veche.Knyaz

merupakan pemimpin suku dalam suku slav.8 Pemimpin suku ini menguasai lahan-lahan pertanian dan seringkali bertempur untuk memperluas daerah kekuasaannya Kekuasaan knyaz didukung oleh kesetiaan druzhina menjalankan kekuasaan di Rus’ Kiev berdampingan dengan veche. Druzhina sendiri terbagi

8

A. Fahrurodji, op.cit., hlm. 12

Knyaz

Veche (Dewan Rakyat)

Druzhina Starshaya Druzhina (Boyar, Orang-orang dekat pangeran) MladshayaDruzhina (Gridi, Otroki)

(5)

dua golongan besar yakni starshaya druzhina dan mladshaya druzhina. Starshaya druzhina terdiri dari para boyar dan orang dekat pangeran sedangkan mladshaya druzhina terdiri dari gridi dan otroki. Gridi merupakan pengawal pangeran sedangkan Otroki merupakan pasukan yang terlibat dalam pertempuran, pengumpulan upeti, serta menjalankan perintah-perintah pangeran. Dalam menjalankan tugas pemerintahan Knyaz sering berkonsultasi dengan Veche, terutama dalam mengadakan perang. Veche* bertumbuh seiring dengan perkembangan kota dan kemunculan kekuatan baru berupa kota yang beranggotakan perdagang dan pengrajin. Veche bertugas memilih knyaz, mengadakan perjanjian (ryad) dengan Knyaz, menyelesaikan masalah administrasi dan hukum, serta masalah peperangan. Pembentukan veche didasari atas kekuasaan Knyaz yang terbatas sehingga membutuhkan dukungan dari rakyat. Praktek veche ini bertahan hingga masa ekspansi Mongol ke Rus’ Kiev pada abad ke-13 (1237-1240).

Strata sosial di masa Rus Kiev juga dikenal berkembang seiring dengan perluasan daerah kekuasaan knyaz. Perluasan daerah kekuasaan memicu perkembangan kelas sosial baru. Kelas-kelas sosial baru seperti smerd, kholop, zakup, dan boyar ditentukan oleh kepemilikan lahan pertanian dan harta benda. Kelas sosial boyar memiliki hak kepemilikan tanah yang paling besar diantara ketiga kelas sosial diatas. Boyar merupakan tuan tanah lokal yang memiliki pasukan sendiri dan biasanya membayar upeti kepada knyaz.9 Smerd merupakan petani bebas yang tinggal di daerah kepangeran (knyaz).10 Zakup merupakan

smerd yang terikat dengan perjanjian dengan tuan tanah dan kholop merupakan budak. Selain ketiga kelas sosial di atas terdapat beberapa kelas sosial lain seperti

ryadovich, orang yang berkerja di lahan orang lain berdasarkan ryad

(perjanjian).11

* Veche merupakan dewan masyarakat yang bertugas untuk berdebat dan menyelesaikan masalah publik. lihat. Grekov, op. cit., hlm. 479

9

A. Fahrurodji, op. cit. hlm. 12. 10

op.cit. hlm. 286. 11

(6)

Universitas Indonesia

35

Dalam perkembangannya, strata-strata sosial ini memberi legitimasi bagi

knyaz dalam menjalankan kekuasaannya. Boyar yang ditaklukkan diwajibkan

membayar pajak dan upeti kepada pangeran. Hasil dari upeti ini dipergunakan untuk memperkuat pasukan dan memperluas wilayah kekuasaaanya. Pasukan dari kaum boyar sering digunakan oleh Knyaz untuk berperang. Boyar juga mendukung kekuasaan kepangeranan dengan ikut mengurus pemerintahan dan mengatur administrasi negara.

Bagan Struktur Masyarakat Rus’ Kiev

Disadur dari L. B.Yakover. Posobiie po Istoriii Otecestva. Moscow: SFERA. 1997. hlm 33.

Smerd bekerja di luar kekuasaan Boyar dan bertanggungjawab kepada

knyaz. Kelas sosial ini diizinkan untuk menggarap tanah di tanah milik kepangeranan. Smerd sendiri terbagi menjadi dua golongan besar yakni smerd bebas dan smerd yang terikat dengan Knyaz. Smerd dapat digunakan sebagai pasukan pada saat peperangan. .

Zakup dan Kholop bekerja di bawah kekuasaan boyar (tuan tanah lokal).

Zakup terikat dalam perjanjian dalam jangka waktu tertentu dengan tuan tanah. Masyarakat yang tergantung pada tuannya Smerd Penduduk miskin kota Ryadovich Zakup Izgoi Kholop Chelyad

(7)

Perjanjian itu berupa pembayaran utang kepada tuan tanah dan hasil pembayaran utang tersebut digunakan untuk membebaskan diri dari tuan itu. Zakup

merupakan smerd yang telah kehilangan hak miliknya dan terpaksa memenuhi kebutuhannya dari pemilik lahan yang besar.12

Kholop merupakan istilah untuk budak dalam masyarakat Rus’ Kiev.13

Dalam masyarakat Rus’ Kiev, kholop menempati kelas sosial terbawah. Kholop

tidak memiliki hak sama sekali dan dianggap sebagai hak milik dari tuan tanahnya. Kholop pada umumnya terikat pada tuannya hingga kematiannya.

Kholop biasanya berasal dari tawanan perang, petani bebas yang hartanya habis dijual untuk membayar hutang, dan perkawinan dengan sesama kholop. Di sisi lin, Chelyad merupakan sebutan untuk semua orang bekerja di lahan tuan tanah yang muncul pada masa Rus’ Kiev.14

Masuknya agama Kristen Ortodoks pada abad ke-10 (988) memunculkan kelas sosial baru dalam masyarakat Rusia yakni rohaniawan.15 Kaum rohaniawan diberikan konsesi tanah yang luas oleh kepangeranan dan tumbuh menjadi pemilik lahan yang luas. Kelas sosial yang lain seperti pushchenniks dan izgoi

terikat kepada kelas sosial ini.16 Izgoi merupakan orang yang kehilangan status sosialnya dan tidak memiliki hak untuk berusaha secara mandiri sedangkan

pushchenniks merupakan orang yang telah lepas dari status kholop dan menjadi pekerja terikat.

Kelas sosial pedagang juga berkembang dengan pesat di Rus’ Kiev. Kelas pedagang di masa Rus’ Kiev disebut kupets, gost, dan torgovets.17 Kupets

merupakan pedagang yang melakukan kegiatan perdagangan dalam skala besar di satu kota. Gost merupakan pedagang yang berdagang di kotalainnya dan negara-negara asing sedangkan torgovets merupakan kelas pedagang kecil. Kelas pedagang ini memperdagangkan lilin, bulu binatang, dan budak ke banyak negara. Yunani dan Byzantium menjadi konsumen utama ketiga produk

12

B. Grekov. op. cit. hlm. 275. 13

op. cit. hlm. 224. 14

op. cit. hlm. 206. 15

Tikhomirov, op. cit., hlm. 176. 16

Grekov, op. cit. hlm. 333. 17

(8)

Universitas Indonesia

37

perdagangan ini. Dalam melakukan kegiatan perdagangan dengan kota maupun negara lain, para pedagang biasanya berkumpul dalam jumlah yang besar dan dikawal oleh pasukan kepangeranan (grid} untuk mencegah perampokan dan serangan dari pedagang saingan.

Dalam perkembangannya, perdagangan Rus. Kiev menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Rus’ Kiev selain pertanian yang menjadi perekonomian utama Rus’Kiev. Perjanjian dagang juga dibuat antara kepangeranan dengan negara tetangga. Proses perdagangan antar bangsa ini berlangsung secara bebas. Pedagang tidak dapat diadili oleh peraturan knyaz dan diberikan perlindungan penuh oleh pasukan Knyaz..

Di sisi lain, struktur kemiliteran Rus’ Kiev juga berkembang dengan pesat. Militer Rus’ Kiev dipimpin oleh pemimpin militer, dalam hal ini Knyaz yang berbagi kekuasaan dengan dewan rakyat dan dewan tetua-tetua suku. Militer Rus’ Kiev secara garis besar terbagi menjadi dua golongan besar, yakni:

Druzhina dan Voi.18 Voi merupakan pasukan sukarela yang dibentuk dari smerd

sedangkan Druzhina merupakan pasukan pengawal knyaz atau boyar yang diberikan hak-hak khusus dalam konsesi lahan sebagai bentuk pembayaran pajak.

Druzhina secara bertahap menjadi tuan tanah dan menjadi boyar baru melalui hak-hak khusus dalam pemilikan tanah ini. .

Sistem administrasi pada masa Rus’ Kiev ditangani oleh tysyatskiye dan

sotskiye.19 Kedua lembaga ini merupakan perwakilan masyarakat kota yang

mendiami kota-kota di kepangeranan-kepangeranan pada masa Rus’ Kiev.

Tysyatskiye mengurusi kota besar sedangkan sotskiye mengurusi kota-kota kecil. Mereka memiliki kekuatan politik yang cukup kuat dalam masalah kepangeranan. Mereka terlibat dalam pemilihan knyaz dan masalah pertahanan kota melawan musuh dari luar.

Daerah administrasi dalam kepangeranan-kepangeranan pada masa Rus’ Kiev dibagi ke dalam Volost yang terdiri dari Daerah Kepangeranan (Knyazhesky

18

Tikhomirov. ibid., hlm. 428. 19

ibid, hlm. 241. berasal dari kata tysyats yang berarti seribu dan kata sot yang berarti seratus.

(9)

Udel’) dan Daerah Kepemilikan Boyar (bangsawan).20 Volost ini dipimpin oleh

volostitel yang bertanggung jawab terhadap knyaz. Pembagian daerah

administrasi dilakukan untuk memudahkan kepangeranan mengatur wilayah kekuasaannya.

Sebagaimana kerajaan-kerajaan di Eropa pada zaman pertengahan, kota pada masa Rus’ Kiev biasanya berbentuk benteng dan dilindungi oleh tembok pertahanan. Tembok pertahanan pada masa Rus’ Kiev dibangun dari balok-balok kayu besar yang diisi dengan tanah. Tembok pertahanan ini dipilih karena ancaman senjata api dan senjata pengepung berat yang tidak ada pada masa itu.dan ancaman yang dihadapi hanya pemanah dan pasukan berkuda biasa Kota-kota pada masa ini biasanya dibangun lebih tinggi dari daerah di sekitarnya untuk memberikan posisi pertahanan terbaik dalam menghadapi musuh.

3.4. Kepangeranan Rus’ Kiev pada tahun 1200-an

Pada abad ke-13, sedikit daerah yang dulunya merupakan bagian dari kepangeranan Kiev yang menunjukkan situasi politik yang stabil seperti kepangeranan Suzdal, Vladimir, dan Rostov. Di daerah Rus’ Utara, kekuasaan kepangeranan Suzdalia di bawah knyaz Vsevolod III dikenal luas di antara kepangeranan-kepangeranan Rus’ Kiev.21 Ia menguasai semua daerah Suzdalia dan daerah kota Novgorod yang agung. Keturunan Vsevolod III kelak akan menambahkan daerah tetangga sebelah timur kepangeranan Kiev ke dalam daerah kekuasaannya dan menjadikan Knyaz Murom dan Ryazan sebagai daerah jajahan.

Berbeda dengan daerah utara Rus’ yang mengalami masa kekuasaan yang stabil, daerah selatan Rus’ mengalami masa konflik kekuasaan yang berlangsung hingga masa invasi Mongol. Persaingan di antara tiga kepangeranan besar mewarnai perang memperebutkan kekuasaan di daerah Rus’ Selatan

20

Fahrurodji, op. cit., hlm. 32. 21

John Fennell. The Crisis of Medieval Russia 1200-1304. New York: Longman Inc. 1983. hlm. 4.

(10)

Tabel Genealogi Keturunan Yaroslav Mudry

Yaroslav Mudry

Vladimir Svyatoslav Izyaslav dari Kiev Vsevolod I

Rostislav dari Galicia Oleg dari Chernigov Yaroslav dari Ryazan Volodar Svyatopolk dari Kiev Vladimir II Monomakh Vsevolod II Svyatovslav dari utara Igor dari Novgorod Utara Vladimirko

Mstislav Agung Yuri I Dolgoruki

Rostislav dari Smolensk Vsevolod dari Novgorod Izyaslav dari Volynia Andrei Bogolyubskiy Mikhail Vsevolod Berhati Besar Yaroslav Yaroslav Yuri II

Bertemu di moskow pada thn 1147

Mstislav Pemberani Mstislav Ksatria Mstislav Roman dari Galicia -Volynia Daniil Vladimir Bersatu dalam kepangeranan Galicia -Volynia Andrei Aleksandr Nevsky Yaroslav bersaing memperebutkan Kiev dan Novgorod

bersaing memperebutkan Kiev

bersaing memperebutkan Kiev

bersaing memperebutkan Kiev Keterangan → : garis konflik : garis kerjasama

Disadur dari Yakover, L.B. Posobiie po Istoriii Otecestva.

Moscow: SFERA. 1997. hlm. 44.

39

(11)

Tiga kepangeranan memperebutkan supremasi atas daerah selatan Rus’ yakni keluarga Kepangeranan Smolensk yang berasal dari keturunan knyaz Rostislav Mstislavich (Rostislavichi), Kepangeranan Chernigov yang dikuasai oleh keturunan dari knyaz Oleg Svyatoslavich (Ol’govichi), dan Kepangeranan Volynia di bawah kekuasaan knyaz Roman Mstislavich.22

Ketiga kekuatan itu saling memperebutkan dominasi terhadap keseluruhan daerah Rus’ Selatan, termasuk mengontrol ibu dari semua kota Rus’, kota Kiev.

Pada masa ini, kepangeranan Kiev mengalami kemunduran dalam bidang ekonomi dan politik karena munculnya pusat kekuasaan yang baru, kota Vladimir pada daerah Klyaz-ma yang diakui oleh ketiga kepangeranan yang berkuasa di daerah Rus’ Selatan. Kepangeranan Suzdalia menguat dan kekuasaan pangeran agung dari kota Vladimir mulai diakui oleh semua pangeran Rus’ selatan.

Penguatan kekuasaan Kepangeranan Suzdalia dipicu oleh visi dan kemampuan Knyaz yang memimpin kepangeranan.ini. Kepangeranan Suzdalia pada awalnya merupakan bagian dari daerah Pereyaslavl’ Selatan yang diwariskan kepada knyaz Vsevolod oleh ayahnya, Yaroslavl’ I. Knyaz ini memperoleh daerah Pereyaslavl’ Selatan, kota Rostov, Suzdal, Beloozero, dan Povol’zhe. Ia berhasil mempertahankan daerah kekuasaan dari serangan musuh dan meletakkan dasar kepemimpinan pada kepangeranan.Suzdalia. Penerusnya, Vladimir Monomakh mendirikan kota Vladimir di Klyaz’Ma pada tahun 1108.23 Kota ini kelak akan menjadi ibukota kepangeranan ini. Ia kemudian menunjuk anaknya Yury Dolgorukiy untuk mengantikannya. Di bawah kepemimpinannya, Suzdalia berhasil melepaskan diri dari Kepangeranan Kiev.

Pada perkembangan selanjutnya, kepangeranan ini dipimpin oleh tiga knyaz yang tangguh. Mereka adalah Yury Dolgoruky (1120-1157) dan kedua anaknya, Andrey Bogolyubskiy (1157-1174) dan Vsevolod III (1176-1212).24 Yury Dolgorukiy melakukan kolonisasi di daerah perbatasan dengan Chernigov

dan Novgorod .Ia mendirikan kota-kota baru dan membangun gereja serta biara.

22

Fennell, ibid., hlm. 1. akhiran -ichi menandakan keluarga kepangeranan. 23

Fennell, ibid., hlm. 3 24

(12)

Universitas Indonesia

41

Pengantinya, Knyaz Andrey Bolgoyubskiy diakui oleh boyar-boyar lokal Rostov, Suzdal’ dan Vladimir. Ia memanfaatkan dukungan ini untuk memperkuat kekuasaan kepangeranan Suzdalia. Ia memperluas daerah Suzdalia ke arah timur, terutama di sepanjang Klyaz’ma untuk menekan agresi kaum Bulgar. Ia juga menduduki kota Kiev pada tahun 1169 dengan bantuan kedua anaknya, Rostislav Mstislavich dan Svyatoyslav Vsevolodovich.25 Pendudukan kota Kiev tidak dibarengi dengan pemindahan ibukota kepangeranan ke kota Kiev. Ia mati terbunuh pada tahun 1174.26 Kematiannya menimbulkan kekacauan di Suzdalia selama 2 tahun.

Setelah dua tahun mengalami masa kekacauan, kepemimpinan pada kepangeranan Suzdalia dipegang oleh Vsevolod III Ia merupakan Knyaz pertama yang diberi gelar Pangeran Agung (Velikiy Knyaz) karena keberhasilannya menyatukan seluruh kepangeranan di Rus’ Selatan. Vsevolod III berhasil melakukan kerjasama dengan kepangeranan Novgorod untuk berkuasa bersama di kota Torzhok dan Volok-Lamskiy. Di masa pemerintahannya, Kepangeranan Suzdalia mengalami masa kejayaan dan menikmati situasi politik yang stabil dibandingkan kepangeranan di Rus’ Selatan lain.

Di sisi lain, kepangeranan Kiev mengalami pelemahan pada abad ke-13. Latar belakang perpecahan dimulai pada awal abad ke 12 ketika Knyaz Vladimir Monomakh (1113-1125) dan anaknya, Mstislav Agung (1125-1132) berkuasa.27 Daerah kekuasaan kepangeranan Kiev di masa mereka berdua berkuasa meliputi daerah yang pada abad ke 13 menjadi daerah kepangeranan Kiev dan Volynia, Turov-Pinsk, Smolensk, dan Pereyaslavl Selatan. Istilah Rus’ Kiev muncul pada masa ini karena Kepangeranan Kiev berhasil menguasai sebagian besar Rus’ Selatan dan memiliki pengaruh yang kuat diantara kepangeranan-kepangeranan lain terutama dalam masalah penunjukan Knyaz. Knyaz yang memimpin kepangeranan-kepangeranan di Rus’ Selatan berasal dari keturunan (maupun bawahan) dari knyaz Kiev.

25

Fennell, ibid. hlm. 6 26

Fahrurodji, op. cit. hlm. 29 27

op. cit. hlm. 5

(13)

Masalah mulai datang ketika Knyaz Yaropolk menggantikan kekuasaan saudaranya, Mstislav Agung. Di masa pemerintahannya, Kepangeranan Kiev mengalami perpecahan dan perseteruan di antara tiga kubu yakni: anak dari Mstislav Agung yang tidak menerima pengangkatan Yaropolk menjadi penguasa Kiev, Yaropolk dengan saudaranya yang berusaha mempertahankan kekuasaan,

dan knyaz Chernigov, Vsevolod yang turut campur dalam masalah ini sebagai

musuh lama. Perang saudara pun terjadi di Kepangeranan Kiev. Sejak perseteruan ini terjadi, Kepangeranan Kiev terpecah-pecah menjadi kepangeranan-kepangeranan yang lebih kecil dan Pusat kepangeranan di Rus’ Selatan mulai berpindah ke kota Vladimir, terutama sejak masa Vsevolod III berkuasa.

Di kepangeranan Novgorod, tiga keluarga kepangeranan juga memperebutkan kekuasaan di kepangeranan ini. Mereka adalah knyaz dari kepangeranan Suzdalia, keluarga Rostislavichi dari kepangeranan Smolensk dan keluarga Ol’govichi dari kepangeranan Chernigov.28 Mereka didukung oleh kelompok boyar-kelompok boyar yang berdomisili di kota Novgorod. Keluarga Rostislavichi didukung oleh boyar dari konets* Nerevskiy dan bagian administratif “Pihak Pedagang” (kebanyakan dari Slavenskiy konets). Masyarakat Novgorod memiliki kebebasan untuk menyingkirkan pangeran mereka dan meminta penguasa dari luar. (dari Vladimir dan Kiev). Di sisi lain, pangeran yang kuat di dalam maupun luar kepangeranan Novgorod mampu memaksakan keinginan mereka secara mandiri tergantung dari kelompok boyar yang sedang naik pada saat itu. Knyaz Vsevolod III pernah menggunakan kemampuan warga Novgorod ini untuk menyingkirkan faksi-faksi anti kepangeranan Suzdal.

Kepangeranan-kepangeranan Rus’ Kiev tahun 1200-an menunjukkan tanda perpecahan yang cukup kuat. Perpecahan ini biasanya ditandai dengan persaingan-persaingan di antara keturunan-keturunan knyaz sebelumnya. Motif dibalik perebutan kekuasaan ini biasanya ditujukan untuk meningkatkan pengaruh di antara kepangeranan lain dan memperluas wilayah kepangeranannya.

28

Fennell, ibid., hlm 51.

(14)

Universitas Indonesia

43

Prestise kepangeranan pada masa ini ditentukan oleh luas wilayah dan hubungan perkawinan dengan keluarga kepangeranan maupun dengan keluarga kerajaan di luar kepangeranan Rus’ Kiev.

3.5. Kepangeranan-Kepangeranan Rus’Kiev pada masa Invasi Mongol

Invasi Mongol ke Rus’ Kiev dilakukan dalam dua gelombang. Serangan gelombang pertama dilakukan pada tahun 1223 sedangkan serangan gelombang kedua dilakukan pada tahun 1237-1240.29 Serangan yang dilakukan pada tahun 1223 merupakan serangan penjajakan untuk mengetahui seberapa besar kekuatan militer kepangeranan Rus’ Kiev sedangkan serangan yang dilakukan pada tahun 1237-1240 merupakan serangan besar yang menghancurkan seluruh daerah kepangeranan Rus’ Kiev kecuali kepangeranan Novgorod yang menjadi salah satu vassal Mongol.

3.5.1. Invasi Pertama Mongol ke wilayah Rus’ Kiev (1223)

Serangan pertama dipimpin oleh dua jendral Genghis Khan, Subedey dan Jebe. Mereka menyerbu kerajaan Georgia*, lalu bergerak menuju stepa Cuman. Pada pertengahan tahun 1222, mereka berhadapan dengan pasukan suku Alan (Ossetia) dan Cuman (suku Polovtsian nomaden).30 Dalam menghadapi kedua suku ini, jendral Mongol menjalankan taktik memecah belah persatuan di antara kedua suku itu. Pertama mereka mengirimkan mata-mata ke suku Polovtsian untuk menyuap mereka dan memaksa mereka memisahkan diri dari suku Ossetian atas dasar Mongol dan Polovtsian memiliki “kesamaan darah” (kesamaan keturunan) sedangkan Ossetia merupakan suku yang berasal dari keturunan asing. Pasukan Polovtsian yang terhasut oleh pengaruh Mongol ini

29

Stephen Turnbull. Genghis Kahn & The Mongol Conquest 1190-1400. Oxford: Osprey Publishing. 2003. hlm. 45.

30

Fennell, op. cit., hlm 63.

* Kerajaan Georgia merupakan kerajaan yang didirikan oleh ratu Tamara (1184-1213) dan terletak di sepanjang laut hitam dan Azerbaijan. lihat John Man. Kunti Saptoworini, terj.. Jenghis Khan Legenda Sang Penakluk Dari Mongolia. Jakarta: Pustaka Alvabet. 2009. hlm. 267.

(15)

kemudian memisahkan diri dari pasukan suku Ossetian. Mongol kemudian menghabisi suku Ossetia yang telah ditinggalkan sekutunya kemudian dilanjutkan dengan menghabisi suku Polovtsian yang . Mongol merebut Stepa Cuman dari tangan mereka dan dijadikan basis untuk menyerang lebih jauh ke arah barat.

Suku Polovtsian yang selamat dari serangan bangsa Mongol ini kemudian meminta bantuan kepada kepangeranan-kepangeranan di Rus’ Kiev untuk merebut tanah mereka kembali dan memperingatkan bahaya invasi Mongol.

Knyaz Galich Barat, Mstislav Mstislavich menerima kedatangan pengungsi suku

Polovtsian dan segera mengadakan pertemuan dengan dua Knyaz lainnya, Mstislav Romanovich dari Kiev dan Mstislav Svyatovslavich dari Chernigov.31 Dalam pertemuan itu, mereka memutuskan untuk membantu suku Polovtsian merebut tanah mereka kembali. Mereka juga memutuskan untuk langsung bergerak ke arah timur menuju stepa Cuman.

Pasukan Mongol mengirimkan perwakilannya untuk melakukan negosiasi dengan Kepangeranan Rus’ Kiev. Mereka mencoba untuk tidak berperang dengan kepangeranan Rus’ dan tidak menginginkan daerah dari Kepangeranan Rus’ Kiev. Perwakilan itu berusaha untuk menyakinkan knyaz-knyaz bahwa mereka tidak mengincar kepangeranan Rus’ melainkan suku Polovtsian. Ketiga

knyaz tidak percaya akan alasan yang dikemukakan utusan itu dan memutuskan

untuk membunuhnya.

Pasukan Mongol mengirimkan utusan kembali ke pasukan kepangeranan. Utusan itu menyampaikan kabar bahwa Pasukan Mongol akan berperang dengan bangsa Rus’ dan Polovtsian karena membunuh utusan mongol yang pertama. Utusan itu dibiarkan hidup dan pulang dengan selamat ke kamp pasukan Mongol. Kepangeranan Rus’ Kiev dan suku Polovtsian berperang melawan pasukan Mongol berperang selama sembilan hari. Pertempuran puncak mereka terjadi di sungai Kalka pada tanggal 31 Mei.32 Dalam pertempuran itu, dua knyaz, Mstislav Romanovich dari Kiev dan Mstislav Svyatovslavich dari Chernigov.

31

Fennell, op.cit., hlm 65. 32

(16)

Universitas Indonesia

45

ditangkap oleh bangsa Mongol. Mereka kemudian dieksekusi dengan diikat dan dibaringkan rata ke tanah kemudian dijadikan pondasi panggung kayu berat, tempat Subedei dan Jebe bersama perwira mereka bersantap bersama. Knyaz Mstislav bersama sekutunya mati lemas di bawah mereka.

Invasi Mongol pertama ini tidak menimbulkan kerusakan yang berarti bagi daerah kepangeranan Rus’ Kiev karena perang yang terjadi antara kepangeranan Rus’ Kiev dan Polovtsian dengan .Mongol terjadi di luar wilayah Kepangeranan dan pasukan Mongol menarik diri dari wilayah itu sejak kemenangan di Sungai Kalka. Kekalahan yang dialami kepangeranan Rus’ Kiev pada pertempuran itu diakibatkan oleh perpecahan yang dialami ketiga knyaz yang memimpin perang melawan Mongol ini. Sebelum pertempuran besar itu,

knyaz Mstislav Mstislavich memindahkan pasukan Daniil dari Volynia ke

seberang sungai Dnepr tanpa sepengetahuan kedua Knyaz lainnya. Tindakan yang dilakukan knyaz dari Galich ini menimbulkan kecurigaan di antara kedua knyaz lainnya. Kecurigaan ini kemudian tumbuh menjadi perpecahan di antara knyaz-knyaz yang memimpin perang melawan pasukan Mongol ini.

Komando yang terpisah antara pasukan gabungan Rus’ Kiev dan Polovtsian juga menyebabkan kekalahan di pertempuran Kalka. Komando yang terpisah menyulitkan koordinasi di antara pasukan gabungan dan memudahkan musuh memecah belah kekuatan pasukan. Pasukan Rus’ Kiev terbiasa bertempur di dalam benteng yang ditopang tembok pertahanan yang kuat dan menggunakan baju besi yang berat. Di sisi lain, Pasukan Mongol diperlengkapi dengan senjata pengepungan dan baju zirah ringan yang mendukung pergerakan pasukan.

Pasukan Mongol menarik diri daerah itu untuk menyusun kekuatan kembali dan baru kembali menyerang kembali 15 tahun kemudian. Pasukan Mongol mendapatkan pelajaran berharga mengenai cara-cara menguasai Eropa Timur dan membawa informasi berharga mengenai sumber daya alam dan kekuatan pasukan Eropa Timur yang memiliki komando yang terpisah. Mereka kelak menggunakan pelajaran berharga ini untuk menguasai Eropa Timur dan menggunakan pasukan yang lebih besar dari invasi pertama.

(17)

3.5.2. Periode Damai Sebelum Invasi Mongol Kedua (1223-1237)

Pada masa damai selama lebih kurang 15 tahun ini, Rus’ Kiev mengalami perpecahan kembali. Kepangeranan Kiev berpindah tangan tujuh kali dari tahun 1235 sampai 1240. Perpindahan kekuasaan itu terjadi dalam lima tahun itu didominasi oleh empat kepangeranan. Perpindahan kekuasaan itu dilakukan tiga kali oleh keluarga Rostislavichi, dua kali oleh keluarga Ol’govichi, sekali oleh

knyaz Yaroslav dari Pereyaslavl Utara, dan sekali oleh knyaz Daniil dari

Galicia.33 Mereka saling berperang satu sama lain memperebutkan kota Kiev dan daerah di sekitarnya. Perang ini menghabiskan sumber daya dan membuat kepangeranan-kepangeranan di Rus’ kiev melupakan ancaman dari serangan Mongol. Pertahanan benteng di sebelah timur dan selatan kota kiev terabaikan dan pasukan kepangeranan lebih banyak digunakan untuk berperang melawan kepangeranan lain. Lemahnya pertahanan di sebelah timur dan selatan kota kiev ini memudahkan pasukan Mongol untuk menyerang kota Kiev dan daerah sekitarnya tanpa dibatasi oleh tembok pertahanan yang kuat di kota-kota di Rus’ Utara.

Secara umum, Kepangeranan-Kepangeranan di Rus’ Kiev pada masa damai ini tidak mempersiapkan diri melawan Mongol dan menghabiskan sumber daya hanya untuk melakukan perang saudara. Serangan bangsa Mongol dianggap sebagai serangan biasa dari suku nomaden, seperti halnya serangan suku Polovtsy terhadap bangsa Rus’. Bangsa Rus’ sebenarnya terbiasa menghadapi suku nomaden namun di sisi lain, kondisi internal bangsa Rus’ yang terpecah belah dan sering berperang satu sama lain menjadi halangan utama dalam memperkuat pertahanan melawan bangsa Mongol yang memiliki kesatuan komando dan persenjataan yang lebih kuat. Kurangnya penjagaan di wilayah timur dan selatan kepangeranan menjadi faktor penting mudahnya pasukan Mongol di bawah komando Batu dan Subedey masuk ke wilayah kepangeranan Rus’ Kiev pada invasi kedua pada tahun 1237-1240. Pengalaman invasi pertama Mongol yang diikuti oleh jenderal Subedey mengajarkan bahwa untuk menyerbu kepangeranan

33

(18)

Universitas Indonesia

47

Rus’ Kiev yang luas, ia membutuhkan pasukan yang lebih banyak dari invasi pertama. Ia bersama dengan Batu berhasil mengumpulkan pasukan sebanyak 120 ribu pasukan. Pasukan itu dikumpulkan dari jatah pasukan yang dimiliki Batu, Subedey beserta keturunan Jenghis Khan lainnya.dan pasukan tambahan yang berasal dari suku-suku Turki yang menjadi bawahan bangsa Mongol. Pasukan itu dipimpin oleh Batu sebagai pemimpin invasi dan Subedey ditunjuk sebagai penasehat utama karena pengalamannya yang luas dalam medan perang Rus’ Kiev.

3.5.3. Invasi Mongol Kedua ke Kepangeranan Rus’ Kiev (1237-1240)

Setelah berhasil mengumpulkan pasukan, Batu bersama dengan Subebey kemudian bergerak ke arah barat. Dalam invasi Mongol yang kedua, pasukan Mongol mulanya menyerang kerajaan Volga Bulgar* dan Cuman. Penyerangan ini dilakukan untuk mengamankan jalur komunikasi dan barisan belakang pasukan Mongol. Untuk menyerang dua kerajaan ini, mereka membagi pasukan menjadi dua resimen. Resimen pertama dipimpin oleh Mongka dan resimen kedua dipimpin oleh batu dibantu oleh Subedey. Resimen pertama ditugaskan untuk menyerbu suku Cuman sedngkan resimen kedua ditugaskan untuk menyerang bangsa Volga Bulgar. Kedua bangsa ini merupakan bangsa nomaden yang berasal dari suku-suku keturunan Turki. Bangsa Volga Bulgar berhasil mengusir Pasukan Mongol dari wilayahnya saat invasi pertama Mongol ke arah Eropa Timur. Kekalahan ini dibalas dengan penyerangan besar-besaran pada tahun 1236-1237. Bangsa Bulgar sendiri memiliki kebudayaan yang tinggi dan memiliki dua kota besar, Bulgar dan Suvar dalam daerah kekuasaannya. Kota Bulgar sendiri menjadi salah satu kota terbesar di wilayah timur Sungai Volga. Pasukan Mongol menggunakan senjata-senjata pengepung untuk mengempur dua kota besar itu. Kota itu akhirnya jatuh pada tahun 1237 dan dihancurkan tidak bersisa oleh pasukan Mongol.34

34

George Vernadsky. The Mongol and Russia. New Haven: Yale University Press. 1953.hlm 50.

(19)

Penaklukan Volga Bulgar yang berlangsung cepat membuat pasukan Rus’ Kiev terlambat mengantisipasi kedatangan pasukan Mongol. Komando yang terpisah pada kota-kota Kepangeranan. Pasukan ini mula-mula menundukkan kota Ryazan dan Moscow. Kedua kota ini dijadikan basis penyerangan ke kota Vladimir dan kota Novgorod yang merupakan basis ekonomi dari kepangeranan Suzdalia. Pengepungan kota Ryazan berlangsung selama 5 hari. Dua jendral Suzdalia, Roman dan Eremey mati dalam pertempuran di daerah utara Kota Ryazan sedangkan Vsevolod, anak dari Iuri II knyaz Vladimir berhasil melarikan diri. Kota Moskow kemudian diserang pada hari berikutnya. Vladimir, anak dari Iuri II ditangkap oleh pasukan Mongol.

Batu dan Subedey kemudian mempersiapkan diri menyerang kota Vladimir. Iuri II memutuskan untuk meninggalkan kota dan menyusun pertahanan di tepi sungai Sit’. Ia menugaskan voevoda* Petr Olsyadyukovich menjaga istri dan kedua anaknya, Vsevolod dan Mstislav di dalam kota. Iuri II memanggil bantuan kedua saudaranya, Yaroslav dan Svyatoslav. Dia merencanakan untuk mengambil posisi pertahanan dengan menggunakan seluruh pasukan Suzdalia yang tersedia dengan sungai Volga dan Mologa sebagai benteng pertahanan alami.

Berbeda dengan invasi sebelumnya, pasukan Mongol menyerbu daerah Rus’ bagian timur laut terlebih dahulu. Penasehat militer Mongol, Subedey menyadari bahwa kemenangan pasukan Mongol di Sungai Kalka pada invasi pertama lebih dikarenakan tidak aktifnya gubernur agung Vladimir, Yury Vsevolodovich. Gubernur agung Vladimir merupakan pangeran terkuat dari semua pangeran di Rus’ Kiev. Ia memutuskan untuk menyerang kepangeranan Vladimir untuk mengamankan ekspansi lebih jauh ke arah barat. Uniknya dalam menyerang kepangeranan Vladimir, pasukan Mongol memilih musim dingin sebagai waktu yang tepat untuk menyerang. Pemilihan waktu didasari atas kemudahan jalur transportasi yang disediakan lewat sungai dan danau yang membeku. Patut diingat pemilihan waktu penyerbuan ini tergolong tidak lazim

* Bangsa Volga Bulgar merupakan bangsa keturunan Turki yang tinggal di sebelah timur sungai Volga

(20)

Universitas Indonesia

49

karena musim dingin di wilayah ini tergolong keras dan sering meminta korban jiwa yang tidak sedikit. Prestasi pasukan Mongol ini belum bisa ditandingi sampai saat ini karena pasukan yang lain seperti pasukan Prancis di bawah kepemimpinan Napoleon dan Pasukan Nazi Jerman dibawah pimpinan Hitler gagal menyerbu Rusia pada saat musim dingin. Kesuksesan pasukan Mongol ini ditunjang oleh faktor pasukan mongol yang terbiasa menghadapi iklim musim dingin yang keras dan pakaian serta jubah perang tentara Mongol yang dilapisi bulu sehingga tahan terhadap musim dingin. Kuda yang digunakan pasukan mongol juga terbiasa menghadapi musim dingin yang keras dan bila salju tidak terlalu tebal, ia mampu mencari rumput di bawahnya untuk makan..

Pasukan Mongol tiba di tembok kota Vladimir pada tanggal 3 Februari 1238.35 Batu mendirikan markas di bagian barat tembok kota dan membangun pagar pengepungan di sekeliling kota. Pasukan Mongol mulai membombardir kota tersebut dengan ketapel batu dan senjata pengepungan lainnya pada tanggal 7 Februari, pagi hari. Tembok kota Vladimir akhirnya runtuh dan perlawanan yang dilakukan berakhir pada tanggal 8 Februari 1238.36 Seluruh penghuni kota dibantai, termasuk istri dan kedua anak Yuri II.

Setelah menguasai Kota Vladimir, Batu memerintahkan jendral Burunday melanjutkan serangan ke tepi sungai Sit’. Pertempuran ini berlangsung pada tanggal 4 Maret 1238 dan Pasukan Mongol berhasil mengalahkan pasukan Yuri

II.37 Knyaz Yuri II terbunuh dalam pertempuran ini. Setelah menguasai kota

Vladimir, pasukan Mongol melihat terbukanya kesempatan untuk menguasai kota Novgorod. Mereka kemudian bergerak ke arah kota tersebut. Operasi untuk menguasai kota Novgorod kemudian dibatalkan ketika pasukan Mongol telah mencapai enam puluh lima mil dari tapal batas kota Novgorod karena pertimbangan musim semi telah datang dan es yang mencair membuat jalan

35

John Fennell. The Crisis of Medieval Russia. New York: Longman Inc. 1983. hlm 79. * Voevoda merupakan gelar jendral pada masa Kiev Rus’ lihat ibid. hlm. ix

* Tamga merupakan pajak yang dikenakan kepada penduduk kota. lihat, Michael Cherniavsky. The Structure of Russian History Interpretive Essay. New York: Random House. 1970. hlm. 29. dalam artikel The Mongol Tribute According to the Will and Agreements of the Russian Princes yang ditulis oleh Michel Roublev

36

Vernadsky, ibid. hlm. 51. 37

Fennell, op. cit. hlm. 80.

(21)

menuju kota Novgorod tidak bisa dilewati. Kota Novgorod selamat dari invasi bangsa Mongol namun Kepangeranan Novgorod tetap diwajibkan untuk membayar pajak (tamga*) dan upeti kepada bangsa Mongol. Kewajiban ini muncul karena kepangeranan Novgorod menyetujui perjanjian penyerahan diri kepada bangsa Mongol. Melihat kondisi musim yang tidak menguntungkan di wilayah Rus’ bagian utara, mereka kemudian melanjutkan serangan dengan menguasai kota di daerah Rusia bagian selatan hingga musim panas 1238.

Ekspansi Mongol ke Rusia dihentikan oleh Batu pada musim panas 1238 untuk menjaga kebugaran pasukan dan menyusun kekuatan penyerangan kembali. Periode damai ini berlangsung hingga bulan Februari 1239. Setelah Batu berhasil menyusun kekuatan pasukan, Ia memerintahkan Mongka, cucu dari Ghenghis Khan untuk menyerang kota-kota di Pereyaslavl selatan dan Chernigov. Setelah menguasai kota-kota tersebut, Batu bersama dengan pasukannya mulai menyerang kota Kiev. Mongka mengirim perwakilan ke Kiev untuk meminta Kota Kiev diserahkan ke tangan Mongol. Permintaan ini ditolak dan perwakilan Mongol itu dibunuh. Pasukan Mongol di bawah kepemimpinan Batu mulai mengepung kota tersebut dan membombardir kota tersebut dengan ketapel batu dan senjata pengepungan lainnya. Pengepungan kota itu berakhir pada tanggal 6 Desember 1240.38 Pasukan Mongol mengalahkan upaya perlawanan dari pasukan kepangeranan Kiev dan membantai penduduk kota Kiev beserta keluarga kepangeranan. Kota itu juga dihancurkan sampai tidak bersisa oleh pasukan Mongol.

38

Fennell, ibid. hlm 83.

* Tamga merupakan pajak yang dikenakan kepada penduduk kota. lihat, Michael Cherniavsky. The Structure of Russian History Interpretive Essay. New York: Random House. 1970. hlm. 29. dalam atrikel The Mongol Tribute According to the Will and Agreements of the Russian Princes yang ditulis oleh Michel Roublev

(22)

Universitas Indonesia

51

3.5.4. Masa Paska Invasi Mongol

Kepangeranan Rus’ pada masa paska invasi Mongol memiliki perbedaan dengan Kepangeran Rus’ pada masa Rus’ Kiev. Kepangeranan pada masa paska invasi Mongol tidak memiliki kebebasan yang dinikmati pada masa Rus’ Kiev dan kepangeranan berada di bawah pengawasan langsung Khan Mongol. Khan Mongol sering mengirim utusan (elchi) untuk menarik pajak dan mengumpulkan pasukan dari daerah jajahan. Kondisi ini memaksa kepangeranan untuk

mengadopsi sistem administrasi Mongol ke dalam sistem pemerintahannya.

Bagan Organisasi Perang Mongol Tumen (10 ribuan) Tysiatca (10 ratusan) Sotnya (10 puluhan) Desiatki

(dibentuk berdasarkan hubungan darah)

Disadur dari L.B.Yakover. Posobiie po Istoriii Otecestva. Moscow: SFERA. 1997. hlm. 38.

Dalam sistem administrasi yang diterapkan Mongol kepada kepangeranan Rus’, populasi masyarakat didata melalui sensus (chislo) untuk menentukan jumlah pasukan yang dapat direkrut dan menentukan jumlah pembayar pajak. Jumlah populasi yang didapatkan dari hasil sensus ini kenudian dibagi ke dalam satuan puluhan (desiatki), ratusan (sotnya), ribuan (tysiatca), dan sepuluhribuan

(23)

(tumen). Pembagian satuan populasi ini menjadi dasar pembagian distrik dan menentukan jumlah pembayar pajak serta perekrutan pasukan baru.

Keluarga kepangeranan Kiev yang selamat dari penghancuran kota ini kemudian pindah ke kota Moskow. Daerah kepangeranan Kiev kemudian diambil alih oleh kerajaan tetangga, Lithuania Sejak kepindahan itu, kota Moscow berkembang menjadi kota yang besar dan kuat seiring dengan semakin hilangnya pengaruh Kiev sebagai pusat pemerintahan Rus’ Kiev. Kota Moskow pada awalnya merupakan benteng pertahanan kecil (Kreml) pada tahun 1147 di perbatasan Kepangeranan Vladimir-Suzdal.39 Sebuah kota kemudian didirikan di lokasi benteng pertahanan tersebut pada masa pemerintahan knyaz Yury Dolgoruky. Pengaruh kota ini sebagai pusat pemerintahan Kepangeranan Rus’ mulai dirintis pada masa pemerintahan Ivan I Kalita (1325-1340). Ia mulai menyatukan kepangeranan di sekitar Rus’ Selatan.. Kebijakan ini diteruskan oleh keturunannya. Pada abad ke-13 dan ke-14, kepangeranan-kepangeranan di wilayah Rus’ Utara dan Selatan bergabung ke dalam kepangeranan Moskow dan membentuk kepangeranan Rus’ yang bersatu pertama.40 Upaya penyatuan ini diperkuat dengan menjadikan Moskow sebagai pusat Gereja Ortodoks. Proses ini membuat kepangeranan Moscow memiliki hak mesianistik untuk menguasai semua wilayah kepangeranan Rus’. Penyatuan kepangeranan-kepangeranan Rus di bawah kekuasaan kepangeranan Moskow membuat upaya perlawanan terhadap Mongol lebih mudah dilakukan dan memperkuat posisi Moskow dalam menghadapi serangan bangsa Mongol pada masa selanjutnya.

39

Fahrurodji, op. cit., hlm 46. 40

(24)

Universitas Indonesia

53

3.6. Serangan bangsa Jerman dan Swedia terhadap Kepangeranan Rus’ Kiev pada Masa Invasi Kedua Mongol

Dalam masa invasi Mongol kedua, pasukan Swedia dan Jerman memanfaatkan kelemahan pasukan Rus’ Kiev yang diserang oleh pasukan Mongol untuk menguasai wilayah-wilayah di sekitar kepangeranan Kiev. Pasukan Swedia yang menyerang Rus’ Kiev terdiri dari orang Swedia, Murmane

(orang Norwegia) dan orang Finn.41 Mereka menyerang Rus’ kiev dengan tujuan untuk menguasai wilayah kepangeranan Novgorod. Di sisi lain, Pasukan Jerman yang menyerang Rus’ Kiev merupakan kelompok ksatria Livonia dan Teuton

yang berusaha menyebarkan agama Katolik Roma ke wilayah bangsa Slav.42 Mereka memperluas wilayah kekuasaan mereka di wilayah sebelah barat sungai Dvina (Estonia) dan Livonia (sekarang disebut Latvia).43 Pada awalnya, pasukan ini bertempur melawan suku-suku lokal Baltik dan kerajaan Lithuania. Kemudian mereka melihat adanya celah untuk menyerang Rus’ Kiev dari arah utara dan barat karena Kepangeranan Rus’ Kiev pada tahun 1238 hingga tahun 1240 diserang oleh pasukan Mongol dari arah Selatan dan pasukan Rus’ Kiev banyak disiagakan di wilayah selatan. Wilayah utara dan barat Rus’ Kiev yang kurang penjagaan menjadi sasaran empuk bagi pasukan Swedia dan Jerman untuk dikuasai. Kondisi pasukan Rus’ Kiev yang sedang melemah ini dilihat oleh kedua pasukan ini sebagai kesempatan untuk memperluas wilayah kekuasaan mereka dan menyebarkan agama baru (Katolik Roma).

Pasukan yang pertama menyerbu Rus’ Kiev yaitu pasukan Swedia. Pasukan Swedia menyerbu pasukan kepangeranan Rus’ di sungai Neva pada musim panas tahun 1240.44 Knyaz Aleksandr Yaroslavich segera memanggil pasukan dari Novgorod dan distrik Ladoga dan bertempur melawan pasukan

41

Fennell, op. cit. hlm. 103. Finn merupakan sebutan untuk suku bangsa yang tinggal di wilayah Finlandia.

42

ibid., hlm. 101. Order of Swordbearer Livonia merupakan kelompok ksatria yang didirikan oleh bangsawan tuan tanah Jerman pada tahun 1202. lihat I.I. Smirnov, op. cit. hlm. 58.

Order of Teutonic merupakan kelompok ksatria yang didirikan oleh pangeran Konrad Mazowiecki pada saat menaklukkan daerah Kulm pada tahun 1228. lihat ibid. hlm 58.

43 ibid. 44

L. B Yakover. Posobiie po Istorii Otecestva. Moscow: SFERA. 1997. hlm. 39.

(25)

Swedia. Pertempuran itu berlangsung pada tanggal 15 Juli 1240 dengan hasil kemenangan pasukan knyaz Aleksandr Yaroslavich.45 Knyaz mendapat sebutan Aleksandr Nevsky atas kemenangannya melawan pasukan Swedia di sungai Neva. Pada tahun yang sama, pasukan Jerman dari Order of Livonia melakukan serangan terhadap bangsa Rus’.46 Mereka menyerang kota Pskov dengan dibantu oleh pengkhianatan boyar dan knyaz kota tersebut. Mereka berhasil menaklukkan kota Pskov dari dalam dan kemenangan ini menjadi ancaman serius bagi kepangeranan Rus’. Kemenangan yang diraih di sungai Neva menjadi tidak berarti. Knyaz kota Pskov, Yaroslav Vladimirovich dan bangsa Jerman mengusir keluar Knyaz Aleksandr Nevsky beserta pendukungnya keluar dari kota tersebut. Melihat keadaan ini, Knyaz Aleksandr Nevsky melakukan langkah drastis untuk mengatasi masalah ini. Pertama ia menaklukkan benteng pasukan Jerman di Kopor’e pada tahun 1241.47 Kemudian ia menghukum mati semua pengkhianat yang ada di dalam benteng tersebut. Setelah masalah Pengkhianatan di Kopor’e berhasil diselesaikan, Pasukan Aleksandr Nevsky segera bergerak ke arah kota Pskov. Pasukan Aleksandr Nevsky kemudian bertempur melawan pasukan Jerman di kota Pskov. Pertempuran itu akhirnya dimenangkan oleh pasukan Aleksandr Nevsky pada musim semi tahun 1242.48 Mereka kemudian bergerak wilayah Chuda untuk menyerang kekuatan utama pasukan Livonia. Pasukan Aleksandr Nevsky berhasil memenangkan pertempuran melawan pasukan Livonia pada tanggal 5 April 1242 di danau Chud (Peypus) yang sedang membeku.49

Kemenangan di danau Chud ini menyelamatkan bangsa Rus’ dari perbudakan bangsa Jerman yang dialami oleh suku-suku Baltik dan bangsa Slav di wilayah sungai Elba. Kemenangan ini juga menunjukkan kemampuan militer kepangeranan Rus’ Kiev belum habis. Di sisi lain, pertempuran ini mengalihkan sumber daya yang seharusnya dapat digunakan untuk melawan invasi

45

Fennell, op. cit., hlm. 104. 46

ibid 47

Op. cit. hlm. 105. 48

I.I. Smirnov, op.cit., hlm. 59 49

(26)

Universitas Indonesia

55

besaran dari bangsa Mongol. Knyaz Aleksandr Nevsky dipaksa untuk tunduk pada kekuasaan Mongol di wilayah Rus’ Selatan untuk memudahkan untuk melakukan serangan terhadap bangsa Swedia dan Jerman.

3.7. Peranan Mongol terhadap Kepangeranan Rus’ Kiev Pasca Invasi Kedua

3.7.1. Peranan Dalam Bidang Ekonomi

Pasukan Mongol berperan besar dalam membuka jalur perdagangan yang lebih luas ke luar wilayah perdagangan tradisional bangsa Rus’, seperti: wilayah Asia Tengah dan Mongolia. Selain itu, Pasukan Mongol memperkenalkan sistem pajak baru bagi bangsa Rus’ seperti Pasukan Kehancuran yang dialami kota Kiev dan kota-kota lain di wilayah kepangeranan Rus’ Kiev menghambat perkembangan ekonomi di masa sesudahnya. Kota-kota besar di kepangeranan Rus’ Kiev, seperti Kiev dan Ryazan kehilangan posisi pentingnya selama beberapa abad.50 Hanya beberapa kota di wilayah utara dan barat Rus’ yang berhasil selamat dari kehancuran ini seperti kota Smolensk, Novgorod, Pskov, dan Galich.

Kebijakan Mongol memperkerjakan pengrajin dan seniman yang memiliki kemampuan tinggi untuk melayani Khan dari kota-kota Rus’ Kiev membuat upaya perbaikan ekonomi terhambat dan mengganggu tradisi industri yang telah berkembang pesat di masa Rus’ Kiev. Industri enamel yang dipergunakan untuk menghias gereja menghilang pada masa ini. Pada kota-kota yang selamat, kegiatan industri mengalami penurunan yang tajam selama setengah abad. Beberapa Knyaz berusaha menyelamatkan kegiatan industri ini dengan menyokong kegiatan kerajinan di wilayah kekuasaan mereka. Mereka berusaha melatih budak maupun pekerja untuk menggantikan pengrajin yang lama dan menarik seniman yang berbakat untuk diperkerjakan di wilayah mereka. Di sisi lain, kaum rohaniawan diberikan hak khusus berupa pembebasan dari

50

Vernadsky, op. cit., hlm 340.

(27)

pajak dan upeti berupaya mendorong industri kerajinan dengan menjadi konsumen mereka.

Pada bidang pertanian, pengaruh dari invasi mongol tidak terlalu dirasakan para petani karena mereka dibiarkan untuk mengolah tanah pertaniannya. Para petani Rus’ Kiev didorong oleh pemerintahan Mongol untuk menanam tanaman pangan seperti gandum untuk memenuhi kebutuhan tentara dan administrasi mereka. Para petani juga dijadikan sasaran pembayaran pajak oleh bangsa Mongol sehingga mereka dibiarkan untuk terus berkerja. Sektor pertanian berkembang menjadi tulang punggung ekonomi Rus’ pada masa paska invasi

Perdagangan internasional pada masa pada masa paska invasi pada awalnya tersendat karena industri kerajinan yang masih harus memulihkan diri dari kehancuran pada masa invasi Mongol yang menimbulkan kota –kota pada masa ini tidak mampu memenuhi permintaan barang dari warganya. Dominasi Mongol yang luas di dataran Asia dan Eropa membuka jalan bagi kaum pedagang Rus’ untuk memperluas daerah perdagangan.

3.7.2. Peranan dalam bidang Pemerintahan dan Administrasi

Kepangeranan-kepangeranan Rus’ tidak memiliki pemerintahan yang independen pada masa Mongol berkuasa. Khan dari Golden Horde menjadi penguasa tertinggi di wilayah kepangeranan Rus’. Ia turut ikut campur dalam masalah pengangkatan knyaz. Knyaz baru harus mendapat persetujuan dari Khan bila ingin memerintah wilayahnya yang baru.

Kehancuran kota-kota di wilayah timur Rus’ membawa perubahan dalam dunia politik Rus’. Institusi-institusi pemerintahan yang bersifat demokratis pada masa Rus’ Kiev seperti Veche dan Druzhina menghilang pada masa penjajahan Mongol. Institusi-institusi menurut bangsa Mongol dianggap menjadi sumber perlawanan masyarakat Rus’ Kiev Veche sendiri mengalami pelemahan kekuasaan terutama ketika Knyaz dan boyar semakin memperluas kekuasaannya terutama dalam kepemilikan tanah. Semakin meluasnya kekuasaan kepangeranan

(28)

Universitas Indonesia

57

Moscow juga membuat kekuasaan Veche melemah. Veche Kepangeranan Moscow mengkonsolidasikan kekuasaan di tangan Knyaz dan Boyar. Konsolidasi kekuasaan itu dimaksudkan untuk memperkuat kekuasaan Knyaz dan memperkuat pengaruh Boyar dalam proses pengambilan keputusan.

Knyaz dan Boyar juga banyak mengambil pelajaran berharga dari bangsa Mongol terutama dalam bidang administrasi. Dalam bidang administrasi ketentaraan, pasukan knyaz meniru pola pembagian divisi ketentaraan Mongol.

Pembagian divisi ini dalam bahasa Rusia disebut polki. Polki terdiri dari bagian tengah (bolshoy polk, divisi besar), divisi kanan (pravaia ruka), divisi kiri (levaia ruka), pertahanan depan (peredovoy polk), dan pertahanan belakang (storozhevoy polk).seperti pada pasukan Mongol, pasukan divisi kanan Rus’ lebih diberi perhatian daripada divisi kiri.51

Pola pembagian divisi ini memudahkan pasukan Rusia mengadopsi taktik-taktik perang pasukan Mongol seperti taktik mengepung musuh dari dua arah. Pasukan Mongol juga memperkenalkan sistem wajib militer universal yang mengikutsertakan seluruh populasi penduduk desa. Sistem wajib militer ini memungkinkan para pangeran untuk memobilisasi warga sipilnya untuk berperang.

3.8. Peranan Serangan Bangsa Jerman dan Swedia terhadap Keruntuhan Kepangeranan Rus’ Kiev

Peranan bangsa Swedia tidak sebesar pengaruh yang ditimbulkan bangsa Jerman terhadap kepangeranan Rus’. Pasukan Swedia hanya menyerang satu kali pada tahun 1240 untuk menguasai wilayah Novgorod. Penyerangan yang mereka lakukan berhasil digagalkan oleh pasukan Aleksandr Yaroslavich di tepi sungai Neva. Pertempuran ini mengangkat nama Aleksandr Yaroslavich menjadi Aleksander Nevsky.

51

Vernadsky, ibid. hlm. 363.

(29)

Di sisi lain, serangan bangsa Jerman terhadap Kepangeranan Rus’ Kiev memperlihatkan perpecahan internal di dalam kepangeranan Pskov. Kota Pskov jatuh karena tindakan pengkhianatan yang dilakukan Knyaz Pskov, Yaroslav Vladimirovich dan kaum boyar kota tersebut. Pengkhianatan yang dilakukan pejabat tinggi kota tersebut menunjukkan adanya perpecahan di antara kepangeranan-kepangeranan Rus’.

Pengkhianatan yang terjadi di kota tersebut membuat Knyaz Aleksandr Nevsky melakukan langkah drastis dengan menghukum mati semua pengkhianat yang telah membuat kota Pskov jatuh ke tangan bangsa Jerman. Langkah drastis dilakukan untuk menegakkan kedaulatan bangsa Rus’ dan menciptakan rasa takut bagi setiap orang yang berusaha berkhianat terhadap Kepangeranan Rus’

Di sisi lain, Serangan bangsa Jerman dan Swedia menghabiskan sumber daya yang seharusnya dapat digunakan untuk mempertahankan kota-kota lain dari invasi kedua bangsa Mongol. Aleksandr Nevsky menjalankan politik diplomatis dengan menjalin kerjasama dengan khan Mongol untuk membangun kepangeranan Rus’ dari sisa-sisa kehancuran paska invasi kedua Mongol. Kebijakan ini diambil ketika ia mendengar kabar bahwa ayahnya, knyaz Yaroslav telah meninggal dunia di Mongolia pada tahun 1246 saat ia menghadiri acara penobatan Khan Guyuk.52 Aleksandr Nevsky dan saudaranya, Andrei kemudian pergi ke Batu Ordu untuk menjalin kerjasama. Batu kemudian meminta mereka untuk pergi ke Karakorum untuk menghormati khan agung, Guyuk pada tahun 1247.53 Aleksandr Nevsky kemudian diangkat menjadi knyaz Vladimir setelah mendapat pengakuan khan Sartak pada tahun 1252.54 Era kepemimpinan Aleksandr Nevsky menandai era baru dalam kepangeranan Rus’ dimana Knyaz

tunduk langsung terhadap kekuasaan khan Mongol, terutama terhadap Khan dari Golden Horde.

52

George Vernadsky. The Mongol and Russia. New Haven: Yale University Press. 1953. hlm. 142-143

53

Ibid. hlm. 143. 54

Gambar

Tabel Genealogi Keturunan Yaroslav Mudry

Referensi

Dokumen terkait