• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN METODE ABC (ACTIVITY BASED COSTING) UNTUK PENENTUAN BIAYA POKOK PENGUJIAN PRODUK (StudiKasus :BaristandIndustri Medan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENERAPAN METODE ABC (ACTIVITY BASED COSTING) UNTUK PENENTUAN BIAYA POKOK PENGUJIAN PRODUK (StudiKasus :BaristandIndustri Medan)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Penerapan Metode Abc (Activity Based Costing) Untuk Penentuan Biaya Pokok Pengujian Produk (Studikasus :Baristandindustri Medan)

Oleh : Ebed Silaban

PENERAPAN METODE ABC (ACTIVITY BASED COSTING) UNTUK

PENENTUAN BIAYA POKOK PENGUJIAN PRODUK

(StudiKasus :BaristandIndustri Medan)

EBED SILABAN (12110983)

Jurusan Teknik Informatika - STMIK BUDIDARMA MEDAN Email: info@stmik budidarma.ac.id, [email protected]

ABSTRAK

Dalam penentuan harga pokok produk, sistim akuntansi biaya tradisional kurang sesuai lagi untuk diterapkan di era tekhnologi yang modern seperti saat ini. Karena system ini mempunyai beberapa kelemahan. Diantaranya adalah memberikan informasi biaya yang terdistorsi. Distorsi timbul karena adanya ketidak akuratan dalam pembebanan biaya, sehingga mengakibatkan kesalahan penentuan biaya, pembuatan keputusan, perencanaan, dan pengendalian. Distorsi tersebut juga mengakibatkan under cost/over costter hadap produk (Hansen &Mowen, 2004). Adanya berbagai kelema hanter sebut dapat diatasi dengan penggunaan metode Activity-Based Costing. Perusahaan dapat menggunakan sistem Activity Based Costing (ABC) untuk menganalisis aktivitas. Penerapan ABC merupakan inovasi yang salah satunya adalah untuk mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, menambah nilai tambah kepada produk/jasa yang akan dihasilkan, dan mengeliminasi aktivitas-aktivitas yang tidak sesuai dengan keinginan pelanggan atau yang tidak menciptakan nilai tambah.

Kata kunci:activity based costing, 1. Pendahuluan

Dalam kaitannnya dengan proses produksi, biaya dikategorikan dalam dua kelompok besar yaitu biaya langsung(direct cost) dan biaya over head(over headcost).Biaya langsung adalah biaya timbul sebagai akibat dilakukannya proses yang terkait langsung dengan produk yang dibuat sedangkan biaya overhead merupakan yang tidak terlibat secara langsung dalam proses produksi namun diperlukan untuk kelancaran produksi. Dengan metode konvensional yang berdasarkan

volume biaya overhead ini banyak mengalami

distorsi yang bisa saja membuat keputusan jadi tidak tepat. Hal tersebut dikarenakan biaya yang timbul pada obyek-obyek biaya(cost obyek)

overhead tidak timbul sebagai akibat dari volume,

melainkan biaya tersebut timbul karena ada aktivitas yang dilakukannya sehingga perhitungan biaya berbasis atas konsumsi sumber daya yang didasarkan atas aktivitas yang lebih sesuai.

Activity Based Costing (ABC) adalah suatu

pendekatan penentuan biaya produksi berdasarkan atas konsumsi sumber daya yang didasarkan atas aktivitas. ABC bukan sekedar sistem informasi biaya untuk tujuan penentuan secara akurat untuk biaya. Namun lebih jauh dari itu ABC didesain untuk tujuan penyediaan informasi bagi semua pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan dan pemberdayaan karyawan (imporming dan

empowering) untuk membangun daya saing

perusahaan melalui cost leadership strategy.

Baristand Industri Medan ( Balai Riset dan Standarisasi Industri ) Medan sebagai salah satu unit pelaksana teknis dilingkungan Departemen Perindustrian yang berada dan bertangggung jawab kepada kepala badan penelitian dan pengembangan industri. Balai Penelitian dan pengembangan Industri Medan mempunyai tugas atau fungsi melaksanakan Penelitian dan Pengembangan, Rancangan bangun dan perekayasaan, Penyuluhan, Penerapan hasil Penelitian dan Pengembangan, Standarisasi penanganan masalah pencemaran industri, serta kerja instansi terkait dalam rangka menunjang pertumbuhan dan Perkembangan industri. Proses sistem kerja pada Balai Riset dan Standardisasi Industri Medan dilakukan secara manual yang tentunya memperlambat kinerja dalam pemrosesannya sehingga terjadi pengantrian dan penimpaan data sehingga apabila terjadi kesalahan penentuan biaya maka dari itu harus menentukan ulang biaya salah satunya saat penentuan biaya Produk dan Order/Kalibrasi yang akan diuji oleh laboratorium sampai dengan mensertifikasi produk. 1.1 RumusanMasalah

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya maka dalam penulisan skripsi ini penulis mengidentifikasikan pokok permasalahan yang akan diteliti adalah : 1. Bagaimana proses penentuan harga pokok

(2)

2. Bagaimana Menerapkan produksi dengan menggunakan metode Activity Based Costing(ABC)?

3. Bagaimana merancang Metode Activity Based

Costing (ABC) dalam aplikasi yang dibangun

menggunakan Microsoft Visual Basic 2008? 2. Sejarah Perusahaan

Kantor Balai Riset dan Standarisasi Industri Medan terletak di jalan Sisingamangaraja no. 24 yang sebelumnya di Gatot km 3,7 Medan. Pada tahun 1964 Balai Riset dan Standarisasi Industri Medan yang masih memiliki nama Balai Penelitian dan Pengembangan industri Medan berstatus Perwakilan dari Balai Penelitian Kimia Bogor di Medan.Pada tanggal 15 April 1964 dirintis menjadi Balai Penelitian Kimia Medan Gedungnya masih

menumpang pada kantor dinas

Perindustrian Tingkat I Sumut. Sesuai surat keputusan Mentri Perindustrian No.375/M/5K/B/1980 tanggal 26 Agustus 1980. Balai Penelitian dan Pengembangan Industri Medan mempunyai tugas dan fungsi melakasanakan Penelitian dan Pengembangan, Rancangan bangun dan Perekayasaan, Penyuluhan, Penerapan hasil Penelitian dan Pengembangan, Standarisasi penanganan masalah pencemaran industri, serta kerja sama dengan instansi terkait dalam rangka menunjang pertumbuhan dan perkembangan industri. Keputusan Mentri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 784/MPP/kep/11/2002 dirubah menjadi Balai Riset dan Standarisasi Industri dan Perdagangan.

3. Defenisi 3.1 Metode ABC

Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (Activity-based costing – ABC)didefenisikan sebagai didefenisikan sebagai suatu sistem perhitungan biaya di mana tempat penampungan biaya yang jumlahnya lebih dari satu dalokasikan menggunakan dasar yang mencakup satu atau lebih faktor yang tidak berkaitan dengan volume (non-volume-related faktor). Dibandingkan dengan akuntansi biaya tradisional, ABC mencerminkan penerapan penelusuran biaya yang lebih menyeluruh. Perhitungan biaya produk tradisional menelusuri hanya biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung ke setiap unit output. Sebaliknya, ABC mengakui bahwa banyak biaya-biaya lain pada kenyataannya dapat ditelusuri tidak ke unit outpu, melainkan ke aktivitas yang diperlukan untuk memproduksi output.(William K.Carter, Akuntasi Biaya).Prosedure Pembebanan Biaya dengan Sistem ABC Menurut Bastian dan Nurlela (2009:25) komponen utama yang membentuk activity based costing adalah sumber daya (resources) pemicu; 2.2 Cost Driver

Landasan penting untuk menghitung biaya berdasarkan aktivitas adalah dengan mengidentifikasi pemicu biaya atau cost driver untuk setiap aktivitas. Pemahaman yang tidak tepat atas pemicu akan mengakibatkan ketidaktepatan pada pengklasifikasian biaya, sehingga menimbulkan dampak bagi manajemen dalam mengambil keputusan. Jika perusahaan memiliki beberapa jenis produk maka biaya overhead yang terjadi ditimbulkan oleh masing-masing jenis produk harus diidentifikasi melalui cost driver. Pengertian Cost Driver driver merupakan faktor yang dapat menerangkan konsumsi biaya-biaya overhead. Faktor ini menunjukkan suatu penyebabkan biaya dalam aktifitas.

3.2 Analisis Metode ABC (Activity Based Costing)

Keterbatasan penentuan harga pokok konvensional terletak pada pembebanan overhead. Dalam sistem biaya tradisional ada dua sistem yaitu

jobordercosting dan prosesscosting. Dimana dalam

kedua sistem tersebut gagal menentukan biaya produk secara akurat. Pembebanan biaya overhead secara individual menimbulkan masalah, yang dalam sistem teradisional pembebanannya dengna menggunakan metode berdasarkan unit (unitbased) dapat menghasilkan informasi biaya yang terdistorsi.

3.3 Tahapan Penetuan Harga Pokok Produk Meliputi empat langkah:

1. Penggolongan biaya yang mduah segmen proses produksi yang dapat dikelola mengasosiasikan berbagai biaya dengan berbagai aktivitas. 2. Menghubungkan berbagai biaya dengan setiap

kelompok-kelompok biaya yang homogen ditentukan.

3. Penentuan kelompok-kelompok biaya (costpools) yang homogen.

4. Penentuan tarif kelompok (pool rate) Tarif kelompok (pool rate) adalah tarif biaya overhead per unit cost driver yang dihitung dengan rumus total biaya overhead untuk kelompok aktivitas tertentu dibagi dasar pengukuran aktivitas kelompok.

Tabel 3.1 Prosedur tahap pertama: Activity based costing

Biayabahanbaku Rp 265.000,- Biayabahanpenolong Rp 43.000,- BiayaTenagaLangsung Rp 225.000,- Biaya lain lain Rp 500.000,- Biaya overhead Pabrik Rp1410.000,- Sumber: (Wawancarastaf akuntansi,2012) 4. Algoritma dan Implementasi

Algoritma merupakan gambaran proses dari setiap informasi yang ada didalam sistem, berikut adalah algoritma yang penulis rancang 20

(3)

Penerapan Metode Abc (Activity Based Costing) Untuk Penentuan Biaya Pokok Pengujian Produk (Studikasus :Baristandindustri Medan) 1. Algoritma Login Input Username, Password Output

Form Menu Utama Proses

If [Username] <- admin & [Password] <- admin

Call Form Menu Utama Else

Return Username, Password 2. Algoritma Pilih Menu

Input

Pilih Menu <- menu Output

Form Proses

If [Menu] <- Tepung Call Form_Tepung Else if [Menu] <- Kriteria

Call Form_Kriteria Else if [Menu] <- Perhitungan

Call Form_Perhitungan Else

End 3. Algoritma Form Tepung

Input

idTepung, Jenis, Merek, Harga Output

Record Database Proses

If [New]

Input idTepung, Jenis, Merek, Harga

ElseIf [Save]

Insert idTepung, Jenis, Merek, Harga -> Tabel Tepung

ElseIf [Edit]

Update idTepung, Jenis, Merek, Harga -> Tabel Tepung

Elseif [Delete]

Delete idTepung, Jenis, Merek, Harga -> Tabel Tepung

4. Algoritma Form Kriteria Input

A[1,2,3] <- KodeKriteria, NamaKriteria T[1,2,3] <- idtepung

N <- Nilai Output

Nilai Proses Kriteria Proses

For List indexof A = 0 -> Count Indexof A Nilai <- A[1,2,3] x T[1,2,3] Set Baris = Nilai x A[1,2,3] Set Kolom = Nilai x T[1,2,3] Next

5. Algoritma Form Perhitungan Input Nama Kriteria <- i Nilai Bobot <- j Output Kriteria Terbaik Proses For i = 0 -> Count.Rows – 1 For j = 0 -> Count.Column -1 Nilai <- A[1,2,3] x T[1,2,3]

Set Baris = Nilai x A[1,2,3]

Next

Math.Round(Nilai x T[1,2,3])

Next

Tampilan pertama program begitu dijalankan adalah seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4.1 Halaman Utama Aplikasi Gambar 4.1 merupakan tampilan utama aplikasi yang digunakan untuk memanggil form-form yang ada didalam sistem, berikut adalah form yang penulis buat

1. Form Tepung

Form tepung digunakan untuk memasukkan data jenis tepung sebagai data yang akan diproses, berikut adalah formnya

Gambar 4.2 Form Data Tepung 2. Form Kriteria

Form kriteria digunakan untuk memasukkan jenis kriteria perhitungan, berikut adalah formnya

21

(4)

Gambar 4.3 Form Kriteria AHP

Form kriteria AHP pada gambar 4.3 sudah terdapat nilai yang penulis input terlebih dahulu sehingga nilai tampila untuk setiap kriteria, untuk memasukkan nilai bisa digunakan dengan menekan tombol nilai dan hasilnya sebagai berikut:

Gambar 4.4 Perhitungan Nilai Kriteria Gambar 4.4 menampilkan input dan proses nilai kriteri yang akan di proses untu mendapatkan eigen value dan nilai lainnya, kemudian setelah selesai melakukan perhitungan nilai kriteria berikutnya adalah melakukan perhitungan nilai AHP dan hasilnya sebagai berikut:

Gambar 4.5 Perhitungan Nilai AHP 2. Form Perhitungan

Form terakhir merupakan form perhitungan AHP, berikut adalah hasilnya

Gambar 4.6 Hasil Perhitungan

Gambar 4.6 merupakan hasil perhitungan yang ditampilkan berdasarkan nilai-nilai eigen yang ada. 5. Kesimpulandan Saran

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan oleh penulis di Baristand Industri Medan, Maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Dalam pembuatan laporan harga pokok produksi pada Baristand Industri Medan akan menjadi lebih jelas dan hasil datanya lebih akurat

2. Perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan Metode Activity Based Costing mampu mengalokasikan biaya aktivitas ke setiap jenis produk secara tepat, cepat dan akurat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas.

3. Adanya system yang dibangun dapat membantu kinerja Karyawan dalam mengakses akumulasi perhitungan harga pokok produksi.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan diatas terdapat beberapa saran yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan.

1. Penerapan Metode Activity Bsaed Costing perlu didukung oleh informasi yang dapat menggambarkan semua aktifitas proses produksi yang dapat dilakukan dengan adanya aplikasi ini maka perusahaan dapat menghitung harga pokok produksi secara detail dan akurat.

2. Sistem ini dapat dikembangkan dengan menggunakan adanya teknologi yang ada di perusahaan untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan serta dapat memberikan laporan kepada pimpinan mengenai perhitungan harga pokok produksi di dalam setiap aktivitas proses produksi barang yang terjadi di perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA 22

(5)

Penerapan Metode Abc (Activity Based Costing) Untuk Penentuan Biaya Pokok Pengujian Produk (Studikasus :Baristandindustri Medan)

1. Femala, Fieda. 2007. Penerapan Metode

Activity Based Costing dalam Menentukan Besarnya Tarif Jasa Rawat Inap (Studi pada RSUD Kabupaten Batang). Fakultas Ekonomi,

Universitas Islam Indonesia.

2. Hansen, Don R., dan Maryanne M. Mowen. 2004. Management Accounting.Jakarta : Salemba Empat.

3. Harnanto. 1992. Akuntansi Biaya : Perhitungan

Harga Pokok Produk.Yogyakarta : BPFE.

4. Harnanto dan Zulkifli. 2003. Manajemen Biaya. Yogyakarta : BPFE.

5. Keraf, Gorys. 2001. Komposisi. Jakarta : Nusa Indah.

6. Krishnan, Anbalagan. 2006. An Application of

Activity Based Costing in HigherLearning Institution : Local Case Study. Forum :

ContemporaryManagement Research, Vol. 2,

No. 2, pp. 75-90,

http://www.cmrjournal.org/article/download/22 1/. Diakses tanggal 25 Desember 2013.

7. Marzuki. 2002. Metodologi Riset. Yogyakarta : BPFE UII.

8. Mulyadi.1993. Activity Based Costing System. Yogyakarta : UPP AMP YKPN.. 2001. Activity

Based Costing System. Yogyakarta : UPP AMP

YKPN.. 2003. Activity Based Costing System. Yogyakarta : UPP AMP YKPN.

9. Simamora, Henry. 1999. Akuntansi Manajemen. Jakarta : Salemba Empat.

Ridwan

Iskandar.

2009.

Pengertian

Biaya.http://ridwaniskandar.files.wordp

ress.com/2009/05/31. Diakses tanggal

24 Desember 2013.

23

Gambar

Gambar 4.1 Halaman Utama Aplikasi  Gambar  4.1  merupakan  tampilan  utama  aplikasi  yang  digunakan  untuk  memanggil  form-form  yang  ada  didalam  sistem,  berikut  adalah  form  yang  penulis buat
Gambar 4.5 Perhitungan Nilai AHP  2.  Form Perhitungan

Referensi

Dokumen terkait

Bahasa Alay pada Remaja dalam Konstelasi Kebahasaan saat ini (Skripsi) Medan : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. (Skripsi) Medan : Fakultas Sastra Universitas

Penggunaan regularisasi dengan persentil L1 dan L2 pada model regresi respons Gamma dapat memprediksi curah hujan ekstrim lebih baik daripada kedua regularisasi itu

Sebab bersamaan dengan itu semua, demokrasi menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 itu ternyata ditujukan untuk membangun negara kemakmuran (welfare

Putusan pengadilan yang diharapkan dapat mengembalikan keseimbangan masyarakat yang terganggu tidak dapat terpenuhi.Adanya isu mafia peradilan, keadilan dapat dibeli,

Gravity – FedFiltering Systemadalah merupakan teknologi pengolahan air yang sangat sederhana yang terdiri dari sistem penyaringan pasir cepat dan lambat dengan hasil air bersih

Hal yang luar biasa adalah bahwa kutipan-kutipan dalam Perjan- jian Baru terhadap teks Perjanjian Lama jus- tru didominasi kutipan dari Septuaginta, yang tidak lain adalah

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan lebih berorientasi pada pelayanan pendidikan yang bermutu dan berkualitas, melakukan penelitian- penelitian yang bermanfaat bagi

Ruh Idhafi berasal dari Allah Yang Maha Esa, itulah yang disebut iman tauhid.. Meyakini adanya