KLASIFIKASI TANAH DAN
KESESUAIAN LAHAN
Quiz
•
Apa yang dimaksud dengan
* Klasifikasi Tanah
* Kesesuaian Lahan
4/22/2012
KLASIFIKASI TANAH DAN KESESUAIAN LAHAN
PENDAHULUAN
SURVEY SUMBERDAYA ALAM SURVEY TANAH
KLASIFIKASI TANAH SISTEM KLASIFIKASI TANAH
(FAO DAN PPT BOGOR) TAKSONOMI TANAH
SISTEM KLASIFIKASI TANAH NASIONAL PENGERTIAN EVALUASI LAHAN
KARAKTERISTIK LAHAN PROSEDUR EVALUASI LAHAN
KLASIFIKASI KESESUAIAN LAHAN AGROEKOSISTEM & AGROEKONOMI
KESESUAIAN LAHAN PERTANIAN DAN PERKEBUNAN KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA NONPERTANIAN
PEMBAGIAN TUGAS MENGAJAR
KLASIFIKASI TANAH DAN KESESUAIAN LAHAN
No. Tanggal Pokok Bahasan Dosen Pengasuh
1 20-2-2012 PENDAHULUAN M. Mega/N. Dibia
2 27-2-2012 SURVEY SUMBERDAYA ALAM Indayati Lanya
3 5-3-2012 SURVEY TANAH Indayati Lanya
4 12-3-2012 KLASIFIKASI TANAH I.A Suty
5 19-3-2012 KLASIFIKASI TANAH PPT BOGOR DAN FAO/UNESCO I.A Suty
6 26-3-2012 KLASIFIKASI TANAH USDA/TAKSONOMI TANAH M. Mega
7 2-4-2012 SISTEM KLASIFIKASI TANAH NASIONAL M. Mega
8 9-4-2012 UTS Semua Staff
9 16-4-2012 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP EVALUASI LAHAN I.G.P. Ratna Adi
10 23-4-2012 KARAKTERISTIK LAHAN I.G.P. Ratna Adi
11 30-4-2012 PROSEDUR EVALUASI LAHAN I.G.P. Ratna Adi
12 7-5-2012 KLASIFIKASI KESESUAIAN LAHAN AGROEKOSISTEM & AGROEKONOMI
N. Dibia
13 14-5-2012 KESESUAIAN LAHAN PERTANIAN DAN PERKEBUNAN N. Dibia
14 21-5-2011 KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA NONPERTANIAN N. Dibia
15 6-6-2011 KESESUAIAN LAHAN PARIWISATA N. Dibia
Evaluasi
• UTS --
30 %
• UAS --
30 %
• Praktikum --
20 %
• Quis/TUGAS-> 15%
• Absensi
5 %
4/22/2012
I. PENDAHULUAN
KLASIFIKASI TANAH dan KESESUAIAN LAHAN
KLASIFIKASI TANAH Ilmu yang mempelajari cara-cara
Membedakan sifat-sifat tanah satu sama lain, dan mengelompokkan tanah kedalam kelas-
Kelas tertentu berdasarkan atas kesaman Sifat yang dimiliki
EVALUASI LAHAN
Proses dalam menduga potensi lahan untuk penggunaan tertentu baik untuk
4/22/2012
Tanah yang diklasifikasikan
kumpulan benda-benda alam yang terdapat di permukaan bumi , setempat-setempat
dimodifikasi atau bahkan dibuat oleh manusia dan bahan-bahan yang berasal dari tanah,
mengandung jasad hidup dan mendukung atau mampu mendukung tanaman atau tumbuhan yang hidup di alam terbuka
4/22/2012
RELATIONSHIP BETWEEN PEDOLOGY AND THE OTHER
SCIENCES
PEDOLOGY
BASIC SCIENCE APPLIED SCIENCE EARTH SCIENCE BIO SCIENCEPHYSIC CHEMISTRY MATHEMATIC
AGRICULTURE FORESTRY ENGINEERING
GEOGRAPHY CLIMATOLOGY GEOLOGY BOTANY ZOOLOGY MICROBIOLOGY
Daftar Acuan
•
Darmawijaya, M.I. 1990. Klasifikasi Tanah
•
FAO. 1976. Framework for Land Evaluation
•
Sarwono Hardjowigeno. 2003. Genesis dan Klasifikasi Tanah.
Akademika Pressindo. Jakarta.
•
Soil Survey Staff. 1998. Keys to Soil Taxonomy
•
Sitorus, R.P. 1985. Evaluasi Sumberdaya Lahan .
•
dll
Tugas kelompok/seminar
• Horison diagnostik dan sifat penciri lain > Klp I
• Klasifikasi Tanah menurut sistem Taksonomi
Tanah -> Klp II
4/22/2012
MORFOLOGI TANAH
• Sifat-sifat tanah yangdapat diamati di
lapangan
PE
DON
T
AN
AH
WARNA TEKSTUR STRUKTUR KONSISTENSI BATAS HORISON MORFO LAIN•
Profil Tanah
•
Profil tanah adalah penampang melintang (vertikal) tanah yang
terdiri dari lapisan tanah (solum) dan lapisan bahan induk. Solum tanah
adalah bagian dari profil tanah yang terbentuk akibat proses
pembentukan tanah. Adapun uraian masing-masing horison pada profil
tanah disajikan berikut ini :
O :
Horison yang didominasi oleh bahan organik
A :
Horison mineral di permukaan tanah, merupakan akumulasi
bahan
organik halus tercampur dengan bahan mineral.
E :
Horison eluviasi, horison dengan sifat utama terjadi pencucian
liat, Fe,
Al, bahan organik, dan lain-lain.
B :
Horison iluviasi, horison dengan sifat utama terjadi penimbunan
liat
(Bt), Fe dan Fe (Bs), humus (Bh), dan lain-lain.
C :
Horison bahan induk
R :
Lapisan batuan keras.
•
O
A
E
B
C
R
4/22/2012
4/22/2012
4/22/2012
4/22/2012
MORFOLOGI TANAH
• Warna tanah
• Tekstur
• Struktur
• Konsistensi
• Horison & batas horison
• pH
Warna Tanah
• Untuk menentukan horison
diagnostik dan sifat penciri lain
• Terdiri hue, value, chroma
• Misalnya : dalam keadaan
lembab
• 10YR 3/3 ->
ciri epipedon mollik • dan umbrik• 10YR ¾ -> ciri epipedon okrik
Tekstur Tanah
• Untuk menentukan endopedon
dan sifat penciri lain
• Adanya peningkatan % liat dari
horison atas ke horison bawah
endopedon argilik
• Misal :
• Hor. I
tekstur lempung
• Hor. II
tekstur lempung
Struktur tanah
• Untuk menentukan horison diagnostik dan sifat penciri lain
• Bentuk, tingkat perkembangan, ukuran struktur
• Tingkat Perkembangan atau Kemantapan Struktur
1. Lemah : butir-butir struktur dapat dilihat, tetapi sudah rusak dan hancur waktu diambil dari profil tanah untuk diperiksa.
2. Sedang : butir-buitr struktur agak kuat dan tidak hancur waktu
diambil dari profil untuk diperiksa. 3. Kuat : butir-butir struktur tidak
rusak waktu diambil dari profil tanah dan tidak hancur walaupun digerak-gerakkan.
Konsistensi tanah
• Pentingnya konsistensi tanah adalah untuk menentukan cara penggarapan tanah yang efisien dan penetrasi akar tanaman
dilapisan tanah bawahan
• Basah :
• tidak lekat, agak lekat, lekat, sangat lekat
• Lembab
• Lepas, sangat gembur, gembur, teguh, sangat teguh, sangat teguh sekali
• Kering
• Lepas, lunak, agak keras, keras, sangat keras, sangat keras sekali
• derajat kohesi dan adhesi di antara partikel-partikel tanah dan ketahanan massa tanah terdapat perubahanbentuk oleh tekanan dan berbagai kekuatan yang mempengaruhi bentuk tanah
4/22/2012
HORISON DIAGNOSTIK
• EPIPEDON
MOLLIK
OKRIK HISTIK UMBRIK PLAGGEN ANTHROPIK MELANIK lebih terang > tipis KB<50% lebih tebal B o lebih banyak P larut asam lebih tinggi4/22/2012
CIRI EPIPEDON MOLLIK
• Ketebalan
10 cm jika menumpang pada batuan keras
>1/3 tebal solum jika solum tidak tebal
> 25 cm jika solum tebal
Tidak keras sekalipun kering
Kroma warna < 3,5
KB > 50 %
B O > 1 % akan tetapi < 20 % jika bersifat Pasiran, atau < 30 % jika berliat
4/22/2012
ENDOPEDON
KAMBIK ARGILLIK OKSIK SPODIK SOMBRIK NATRIK AGRIK Str lebih berkembang Lebih gembur, kurang Liat, KPK lebih rendahMin terlapuk lebih sedikit
Lebih banyak liat Al silikat
Lebih banyak debu, plus b o Plus Na tertukarkan KPK lebih rendah Minus Al amorf KB lebih rendah Minus Na tertukarkan Lebih banyak Al, Fe, b o
4/22/2012
CIRI ENDOPEDON KAMBIK
Str granuler, gumpal atau tiang, bercampur
Dg yang masih str b i
Mengandung mineral terlapukkan,
Termasuk alofan atau kaca Volkan (vitrik)
KPK di atas 16 me%
Belum ada iluviasi liat, Seskuioksida, dan B O
4/22/2012
HORISON PENCIRI LAIN
• SIFAT ANDIK
• SIFAT VERTIK
• Penciri kontak lapisan bukan tanah
• N-value
4/22/2012
KLASIFIKASI TANAH
• Pengertian
• TUJUAN
• SISTEM KLASIFIKASI TANAH
• PPT
• FAO
Klasifikasi tanah
• Cara untuk mengumpulkan dan
mengelompokkan tanah
berdasarkan sifat dan ciri
morfologi, mineralogi, fisika dan
kimia tanahnya yang sama atau
hampir sam
a
.
• Selanjutnya diberi nama agar mudah
dikenal, diingat, dipahami, dan
digunakan serta dapat dibedakan satu
dengan lainnya
.
Tanah yang diklasifikasikan
• Benda alami yg terdiri dari
padatan (bahan mineral dan
bahan organik), cairan dan
gas, yg terbentuk dipermukaan
bumi dari hasil pelapukan
bahan induk tanah oleh
interaksi faktor iklim, relief
organisme dan waktu,
berlapis-lapis dan mampu
mendukung pertumbuhan
tanaman
,
disepakati sedalam
2 m atau sampai batas aktifitas
biologi tanah
(Soil Survey
4/22/2012
TUJUAN KLASIFIKASI TANAH
• Menata pengetahuan tentang tanah
• Mengetahui hub masing-masing individu yang satu
dengan lainnya
• Memudahkan mengingat sifat-sifat tanah
• Mengelompokkan tanah untuk tujuan yang lebih praktis :
menaksir sifat tanah, menentukan lahan terbaik,
menduga produktivitas tanah, menentukan areal untuk
penelitian
• Mempelajari hubungan sifat-sifat tanah yang baru
•
Agrotechnology transfer (alih teknologi pertanian)
Perkembangan klasifikasi tanah Indonesia
•Sistem Dudal & Soepraptohardjo (DS)(1957), scr nasional digunakan : al: Dinas Pertanian, BPN.
•Direvisi th 1961
•Direvisi/dimodifikasi th. 1981 oleh Suhardjo & Soepraptohardjo untuk survey tanah proyek transmigrasi di luar P. Jawa.
•Sistem FAO/UNESCO (1974 dan 1975) sistem klasifikasi tanah dunia •Sistem Taksonomi Tanah (Soil Taxonomy) th. 1975.
•Kongres Nasional V HITI di Medan th. 1989 memutuskan Soil Taxonomy sbg sistem klasifikasi tanah nasional untuk keperluan survei tanah,
pendidikan ilmu tanah di PT dan praktek-praktek pertanian di Indonesia. Contoh : LREP 1, LREP 2
•Kongres Nasional X HITI di Yogyakarta th. 2011, mengusulkan sistem DS yang telah dimodifikasi digunakan kembali sbg sistem klasifikasi tanah nasional yg digunakan untuk keperluan survai dan pemetaan tanah dan tujuan praktis pemanfaatan sumberdaya tanah untuk pertanian dan non pertanian
4/22/2012
TAKSONOMI TANAH
• RIWAYAT
• KONSEP DASAR DAN FAKTOR PEMBEDA
• STRUKTUR DAN TATA NAMA
• CARA MENGKLASIFIKASIKAN
• ORDO TANAH, SUB ORDO, GREAT GROUP, SUB GROUP
• FAMILI DAN SERI TANAH
Riwayat soil Taxonomy
• ST
penyempurnaan dr the Comprehensive of soil classif ication
7
thApproximation (USDA, 1960) oleh Dr. Guy D. Smith.
• 1
stApproximation mulai th. 1951
• 2
ndApproximation diedarkan kpd ahli tanah di Amerika
• 3
rdApproximation dst diedarkan kpd ahli tanah di Amerika dan luar
Amerika.
• Th 1960 bbrp suplemen telah diterbitkan
• Th. 1975 diterbitkan sbg Soil Taxonomy
• Keys to Soil Taxonomy (USDA, 1983, 1987, 1990, 1992, 1994,
1996, 1998, …..2010)
4/22/2012
Sifat Umum dan Asumsi
• Sifat umum
• ST merupakan sistem multikategori
• ST harus minimum of disturbance
• ST harus mampu mengklasifikasikan semua tanah dalam suatu lanscape • ST harus dapat digunakan untuk berbagai jenis survei
• Definisi/asumsi
• Def tiaf taksa harus memberi pengertian yg sama bagi setiap pemakai • Def tiap taksa harus terus menerus diuji dr sifat-sifat dan fungsi tanah tsb • Def harus diberikan dg batasan yg pasti (precise) dan kuantitatif
4/22/2012
KONSEP DASAR DAN FAKTOR PEMBEDA
• Sifat umum
• ST merupakan sistem multikategori
• ST harus minimum of disturbance
• ST harus mampu mengklasifikasikan semua tanah dalam suatu lanscape
• ST harus dapat digunakan untuk berbagai jenis survei
• Definisi
• Def tiaf taksa harus memberi pengertian yg sama bagi setiap pemakai • Def tiap taksa harus terus menerus diuji dr sifat-sifat dan fungsi tanah • Def harus diberikan dg batasan yg pasti (precise) dan kuantitatif
4/22/2012
Faktor-faktor pembeda
KATEGORI FAKTOR PEMBEDA
ORDO Ada tidaknya horison penciri dan jenis/sifat dr horison tsb
SUB ORDO Keseragaman genetik : ada tidaknya sifat-sifat tanah dg pengaruh air, regim kelembaban, bi utama, pengaruh vegetasi, tingkat pelapukan b o.
GREAT GROUP Kesamaan jenis, tingkat perkembangan dan susunan horison, KB, regim suhu dan kelembaban, adanya lap penciri lain (plintit, fragipan, duripan)
SUB GROUP 1. sifat-sifat inti dr great group (Typic)
2. Sifat-sifat tanah peralihan ke great group lain, subordo atau ordo 3. Sifat-sifat tanah peralihan ke bukan tanah
FAMILI Sifat-sifat tanah yg penting utk pertanian dan engineering : sebaran ukuran butir, susunan mineral, regim temperatur
SERI Jenis dan susunan horison; warna, struktur, pH , sifat kinia dan mineral dr masing-masing horison
4/22/2012
TAKSONOMI TANAH
• STRUKTUR
ORDER
SUB ORDER
GREAT GROUP
SUBGROUP
FAMILY
SERIE
12 Taksa
64 Taksa
317 taksa
Terus +
Terus +
Terus +
4/22/2012
TATA NAMA DLM ST
Nama Ordo Akhiran untuk kategori lain Arti dan asal kataALFISOL ALF Dari Al dan Fe (Pedalfer) ANDISOL AND Ando, tanah hitam
ARIDISOL ID Aridus, sangat kering ENTISOL ENT Dari recent (baru) GELISOL EL Gelare, membeku HISTOSOL IST Histos, jaringan
INCEPTISOL EPT Inceptum, permulaan MOLLISOL OLL Mollis, lunak
OXISOL OX Oxide, oksida SPODOSOL OD Spodos, abu ULTISOL ULT Ultimus, akhir VERTISOL ERT Verto, berubah
Kunci order tanah
No. Tanah yg mempunyai : Order
1 2. 3 4 5 6 7 8
kandungan bahan organik > 40% dan tebal > 40 cm
Tanah lain yg memiliki sifat tanah andik sampai kedalaman 60 cm dr permukaan tanah
Memiliki horison spodik pd kedalaman < 2 m
Memiliki horison oksik pd kedalaman < 2 m dan tidak memiliki horison argilik Memiliki kandungan liat > 30% di semua horison, bila kering pecah-pecah sampai kedalaman 50 cm
Tanah lain yg kering > 6 bl setiap tahun dan tidak memiliki epipedon mollik Tanah lain yg mempunyai horison argilik dg KB (pH 8,2) < 35% pd kedalaman 1,8 cm dr permukaan
Tanah lain yg memiliki epipedon mollik
Histosol Andisol Spodosol Oksisol Vertisol Aridisol Ultisol Mollisol
Kunci order tanah
9 Tanah lain yg mempunyai horison argilik dg KB (pH 8,2) > 35% pd kedalaman 1,8 cm dr permukaan
Alfisol
10 Tanah lain yg memiliki epipedon umbrik, mollik, plagen, atau horison kambik
Inceptisol
11 Tanah lain yg memiliki epipedon okrik, atau histik, atau albik
tugas
• Klasifikasikan profil-profil tanah di bawah
ini dengan sistem Taksonomi Tanah pada
kategori order tanah.
• Klasifikasikan profil-profil tanah di bawah
ini dengan sistem Klasifikasi tanah
4/22/2012
SUB ORDO
ORDO ENTISOL ENT Unsur pembentuk Aqua = air AquAquent
SUB ORDO4/22/2012
GREAT GROUP
SUBORDO AQUENT Aquent Unsur pembentuk Cryos =dingin cryCryaquent
GREAT GROUP4/22/2012
SUB GROUP
GRETAGROUP Cryaquent Cryaquent Unsur pembentuk Lithos = batu lithicLithic
Cryaquent
SUB GROUP4/22/2012
FAMILI TANAH
• Sub group
• Susunan besar butir • Klas mineralogi • Suhu Sub group Lithic Ustorthent Susunan besar butir Berlempung kasar campuran Klas mineralogi Suhu Hiperthermik
4/22/2012
Cara-cara Mengklasifikasikan Tanah
Membandingkan sifat-sifat tanah yg dimiliki dg kriteria untuk berbagai taksa yg ada
dalam Soil Taxonomy Keys to Soil Taxonomy
ORDO
SUB ORDO
GREAT GROUP
Konsep dasar KTN
• Sederhana
• Bermanfaat bagi masyarakat luas
• Mudah dipahami dan dipraktekan oleh
para pengguna (petani) dan realif murah
• Dapat menampung semua jenis tanah di
indonesia.
Sistem KTN
• DS (Dudal-Soepraptohardjo) Th. 1957
• Revisi 1961, 1978 (Soepraptohardjo)
• Revisi 1981 (Suhardjo dan Soepraptohardjo)
• Disusun dg pendekatan kualitatif berdasarkan
morfogenesis : sifat morfologi tanah dan proses
pedogenesis (terutama faktor bahan induk)
• 1. Tanah organik
• 2. Tanah Mineral
Ringkasan Kunci Penetapan Jenis Tanah
Kelompok tanah Susunan horison Jenis tanah
Tanah Organik H ORGANOSOL
I. Tanpa perkembangan
(A) R LITOSOL
(A) C ALUVIAL, REGOSOL
Tanah Mineral A C RANKER,, RENZINA, GRUMOSOL II. Dengan perkembangan
A(B)C ARENOSOL
ABwC ANDOSOL, LATOSOL, BRUNIZEM, KAMBISOL ABgC GLEISOL
ABtC NITOSOL, PODSOLIK, MEDITERAN
ABtgC PLANOSOL ABsC PODSOL ABoC OKSISOL
• Kunci penetapan jenis tanah lebih lengkap
(ada pada fotocopi)
• Diperlukan pengetahuan ttg :
• Epipedon
• Endopedon
4/22/2012
HORISON DIAGNOSTIK
• EPIPEDON
MOLLIK
OKRIK HISTIK UMBRIK PLAGGEN ANTHROPIK MELANIK lebih terang > tipis KB<50% lebih tebal B o lebih banyak P larut asam lebih tinggi4/22/2012
CIRI EPIPEDON MOLLIK
• Ketebalan
10 cm jika menumpang pada batuan keras
>1/3 tebal solum jika solum tidak tebal
> 25 cm jika solum tebal
Tidak keras sekalipun kering
Kroma warna < 3,5
KB > 50 %
B O > 1 % akan tetapi < 20 % jika bersifat Pasiran, atau < 30 % jika berliat
4/22/2012
ENDOPEDON
KAMBIK ARGILLIK OKSIK SPODIK SOMBRIK NATRIK AGRIK Str lebih berkembang Lebih gembur, kurang Liat, KPK lebih rendahMin terlapuk lebih sedikit
Lebih banyak liat Al silikat
Lebih banyak debu, plus b o Plus Na tertukarkan KPK lebih rendah Minus Al amorf KB lebih rendah Minus Na tertukarkan Lebih banyak Al, Fe, b o
4/22/2012
CIRI ENDOPEDON KAMBIK
Str granuler, gumpal atau tiang, bercampur
Dg yang masih str b i
Mengandung mineral terlapukkan,
Termasuk alofan atau kaca Volkan (vitrik)
KPK di atas 16 me%
Belum ada iluviasi liat, Seskuioksida, dan B O
4/22/2012
KLASIFIKASI TANAH
PUSAT PENELITIAN TANAH BOGOR
No
Jenis tanah
Keterangan
1 LATOSOL Pelapukan lanjut, sangat tercuci, batas horison baur, pH rendah, kadar unsur hara dan B O rendah, str remah, warna merah, coklat - kuning
2 Andosol Warna hitam, atau coklat tua; remah, kadar BO tinggi; licin; Bi dari bahan volkanik
3 REGOSOL Berasal dr bahan lepas; perkembangan profil lemah;krn erosi atau bi muda
4 LITOSOL Tanah dangkal di atas batuan keras; belum ada perkembangan profil; erosi kuat
5 ALUVIAL Tanah endapan aluvial atau koluvial muda atau agak muda; dengan tanpa perkembangan profil lemah
6 PODSOLIK MERAH
KUNING
tanah sangat tercuci;lap atas warna abu-abu –
kekuningan;lap bawah merah kuning; ada akumulasi liat; str gumpal;bo rendah; KB rendah
4/22/2012
KLASIFIKASI TANAH
PUSAT PENELITIAN TANAH BOGOR
No
Jenis tanah
Keterangan
1 LATOSOL Pelapukan lanjut, sangat tercuci, batas horison baur, pH rendah, kadar unsur hara dan B O rendah, str remah, warna merah, coklat - kuning 2 Andosol Warna hitam, atau coklat tua; remah, kadar BO
tinggi; licin; Bi dari bahan volkanik
3 REGOSOL Berasal dr bahan lepas; perkembangan profil lemah;krn erosi atau bi muda
4 LITOSOL Tanah dangkal di atas batuan keras; belum ada perkembangan profil; erosi kuat
5 ALUVIAL Tanah endapan aluvial atau koluvial muda atau agak muda; dengan tanpa perkembangan profil lemah
6 PODSOLIK MERAH
KUNING
tanah sangat tercuci;lap atas warna abu-abu – kekuningan;lap bawah merah kuning; ada
4/22/2012
SISTEM KLASIFIKASI TANAH
FAO/UNESCO
• Jenis tanah
No Jenis tanah
Asal kata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Fluvisol Gleysol Rhegosol Lithosol Arenosol Rendzina Ranker Andosol Vertisol Solonchak Solonetz Yermosol
Fluvius (L) – sungai, aluvial sungai Gley ® - rawa, selalu jenuh air
Rhegos (Y) – selimut, selimut bahan lepas di atas bumi Lithos (Y) – batu, dangkal diatas batuan
Aena (L) – pasir, tanah pasir
Rzendzic ® - berisik, bila diolah timbul berisik (karena banyak batukapur)
Rank (A) – lereng terjal, horison tanah tipis (tererosi) And (J) – gelap; do (J) – tanah hitam
Verto (L) – berubah; tanah kering retak, basah mengembang Sol ® - garam, tanah bergaram
Sol ® - garam, tanah bergaram dengan horison natrik Yermo (S) – gurun, tanah daerah gurun
4/22/2012
Sistem klasifikasi tanah
FAO/UNESCO
No Jenis Tanah Asal Kata
13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Xerosol Kastanozem Chernozem Phaeozem Greysem Kambisol Luvisol Podzoluvisol Podzol Planosol Acrisol Nitosol Ferrasol Histosol
Xero (Y) – kering, tanah daerah kering
Castano (L) – buah chesnut, warna tanah spt kulit buah chesnut (coklat)
Chern ® - hitam, tanah hitam
Phaeos (Y) – (warna) tua, gelap, tanah berwarna gelap Grey (AS) – abu-abu; tanah warna abu-abu
Cambiare (L) – berubah, tanah dengan peberubahan warna Luvi (L) – mencuci; tanah dengan pencucian dan penimbunan liat
Pod ® - abu + tanah dengan horison pucat seperti abu Planus (L) – datar; tanah di daerah datar, drainase jelek Acris (L) – sangat masam , tanah sangat masam, KB rendah Nitidus (L) – berkilap : tanah dengan permukaan gongkah struktur mengkilap krn selaput liat
Ferrum (L) – besi; dan aluminium; tanah dengan kadar Fe dan Al (seskuioksida tinggi