MODUL PERKULIAHAN
Operasional
Stasiun Penyiaran
Modul Standar untuk
digunakan dalam Perkuliahan
di Universitas Mercu Buana
Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
Disini diisi Fakultas penerbit Modul
Program
Studi
03
MK10230 ANDI FACHRUDIN, MSI.
Abstract Kompetensi
Petunjuk Penggunaan Template Modul Standar untuk digunakan dalam modul perkuliahan Universitas Mercu Buana
Dosen Penyusun dapat menerapkan dan menggunakan template modul standar untuk modul-modul yang akan dipergunakannya
Direktorat Teknik
Departemen On Air Penyiaran
On Air Broadcast atau Master Control Room stasiun televisi atau disebut juga ruang
kendali siaran televisi merupakan ruangan yang berisikan perangkat teknis utama penyiaran dalam mengontrol segala proses siaran stasiun televisi. MCR berfungsi memperkuat signal program yang akan ditransmisikan, memperbaiki masalah dan jaringan yang lemah sehingga menjadi standar broadcast. MCR menjadi pusat dari segala kegiatan produksi siaran yang ada di stasiun penyiaran televisi. MCR sangat penting karena semua materi
siaran baik acara secara langsung (live) maupun rekaman di studio, atau liputan kejadian
serta special event yang berlangsung dari suatu lokasi di luar studio melalui OB Van atau
mobil siaran, harus melalui MCR terlebih dahulu, sebelum akhirnya dipancarkan ke satelit.
Materi siaran berupa iklan televisi commercial, logo stasiun televisi, program-program acara,
promo dan lain sebagainya, semuanya harus dipersiapkan semaksimal mungkin melalui MCR untuk ditayangkan.
Master control room juga bertanggung jawab terhadap kualitas teknis program
sesuai dengan standar yang ditentukan serta bagian non teknis meliputi traffic log. Kegiatan
pada Master control room dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu :
1. Program input yaitu materi program yang masuk ke master control room dapat berasal
dari studio, satelit, stasiun jaringan, siaran langsung diluar studio, streaming atau personal (producer/journalist) dalam bentuk video tape dan file digital. Sebagian besar
materi program harus disimpan dulu pada Play Out (sistem hardisk) sebelum disiarkan.
2. Penyimpanan program/programe storage yaitu seluruh materi program yang sudah
diingest tersimpan pada play out di master control room akan terkoneksi dengan Storage
selanjutnya menuju Library Manajemen System/Archive atau pada sistem penyimpanan
yang telah ditentukan. Pada sistem digitalisasi yang telah terintegrasi secara menyeluruh pada setiap satuan kerja, maka setiap materi program memiliki kode tertentu agar dapat cepat diketahui dan di temukan.
3. Penemuan program/programe retrieval yaitu mencakup kegiatan pemilihan, permintaan
dan penayangan materi program secara otomatis. Penemuan program ditentukan oleh program log yang berisi daftar perincian setiap program yang ditentukan pada hari tertentu sesuai pola acara. Program log berisi informasi yang diperlukan bagi efisiensi operasional stasiun penyiaran seperti informasi mengenai waktu tayang program, durasi program, judul program, asal atau sumber program, kode program, jenis program (langsung atau rekaman).
4. Traffic log adalah informasi traffic siaran, seperti daftar yang berisi jadwal untuk menjaga alur dari seluruh susunan acara, iklan, promosi, berita yang akan mengudara. Dunia penyiaran membutuhkan ketepatan semua jadwal yang sudah disusun, untuk itu
dibutuhkan system traffic yang terintegrasi pada satuan kerja sales marketing, news dan
programming ke play out. Dengan demikian, traffic merupakan panduan program yang
akan memberitahu petugas master control room apa yang nanti akan ditayangkan dan
berapa lama durasinya. Traffic ialah jadwal harian untuk suatu stasiun televisi yang berisi catatan yang menunjukan kapan dan apa yang sudah diudarakan (program, iklan, promo dan lain sebagainya).
Pada dunia penyiaran, MCR menjadi pusat/sentral kegiatan penyiaran, meliputi
operasional stasiun penyiaran selama 24 jam pengoperasian peralatan on air broadcast
siaran televisi dari studio, video tape recording, system automation program siaran, system traffic iklan dan lain sebagainya. Petugas operasional MCR akan mentransmisikan program
siaran berdasarkan rundown menuju perangkat uplink ke satelit, terestrial ke stasiun relay di
seluruh Indonesia serta streaming ke dunia maya. Master control room juga berfungsi
menerima pengiriman signal gelombang elektromagnetik (audio video) dengan
mengoperasikan perangkat downlink satelit, TVRO (Television Receive Only) microwave
radio, TVU network, streaming, skype dan lain sebagainya. Sesuai dengan kebijakan,
kebutuhan dan planning yang telah didesain pada rundown program.
Seksi Operasional MCR (Operation MCR Section)
Seksi operasional MCR berfungsi menyusun perencanaan, penyelenggaraan dan
pengembangan standar operasional penyiaran televisi serta standar pengelolaan master
control room. Operasional master control room merupakan sistematika pusat pengelolaan
operasional penyiaran stasiun televisi yang mutlak dimiliki setiap organisasi media penyiaran televisi. Manajerial pelaksanaannya dipimpin oleh program director (PD MCR) sebagai pemimpin operasional dan disupport oleh para professional yaitu; technical director,
switcher, audioman, designer play out, character generator, virtual set dan lain sebagainya.
Para professional yang bertugas sebagai Operator MCR, pada pelaksanaan tugasnya harus kreatif, bersikap responsif, komunikatif dalam mengatasi setiap permasalahan. Hal tersebut akan sangat membantu pada saat melaksanakan tugas operasionalnya yang sangat kompleks.
Seksi Infrastuktur MCR (Infrastructure MCR Section)
Seksi infrastruktur MCR berfungsi menyusun perencanaan, dan pengembangan standar infrastruktur master control room yang dimulai dari program input, on air automation
hingga pengiriman ke ruang control transmisi Up-link, terrestrial atausatelit.
Departemen studio dan siaran luar merupakan modal utama industri televisi sebagai
sarana dan prasarana dalam memproduksi in-house programe, pendukung operasional
siaran langsung maupun recording yang dilaksanakan distudio ataupun diluar studio. Studio televisi merupakan tempat untuk memproduksi dan menyuplai program-program stasiun
televisi. Proses produksi di studio melalui control room studio akan terkoneksi dengan MCR.
Ketika program acara live event (langsung disiarkan ke pemirsa) diproduksi di studio
ataupun melalui OB Van, MCR menjadi penting untuk mengatur jalannya produksi. Studio
dan OB Van Sistem Digital dalam proses recording akan direkam terlebih dahulu atau pada
era digital dikenal Taping Hardisk dengan HyperDeck dari Blackmagic. Di dalam studio
produksi televisi terdapat beberapa sistem yang terintegrasi yaitu audio (mixer system),
video (camera system), pencahayaan (lighting system), graphic system, commucation
system dan lain sebagainya.
Seksi Operasional Studio
Studio merupakan sistem yang sangat berperan dalam sebuah stasiun penyiaran televisi, sebagai subsistem yang terintegrasi secara total pada karya penyiaran televisi, studio televisi memberikan andil untuk penyedia program-program regular atau khusus yang
bersifat live event atau recording program. Sistem studio pada umumnya terintegrasi dari
berbagai unit sistem, seperti bagian master control, audio, video system, dan pencahayaan
serta dilengkapi prasarana seni atau art sebagai unsur pendukung produksi.
Keberadaan perangkat studio televisi menjadi tempat produksi informasi/ program sekaligus menyiarkan, yakni mengubah ide dan atau gagasan menjadi bentuk pesan baik gambar maupun suara yang bermakna melalui sebuah proses yang mekanistik yang memungkinkan gambar suara itu dikirimkan melalui transmitter untuk selanjutnya diterima
oleh sistem antena pada pesawat penerima (media receiver) guna dinikmati oleh penonton
dalam bentuk sajian acara. Seksi operasional studio berfungsi menyusun perencanaan, penyelenggaraan dan pengembangan standar operasional produksi dan penyiaran televisi serta standar pengelolaan studio, berkaitan dengan MCR, programming dan produksi serta satuan kerja lainnya.
Seksi Siaran Luar
Seksi siaran luar berfungsi menyusun perencanaan, penyelenggaraan dan pengembangan standar operasional produksi dan penyiaran televisi serta standar pengelolaan siaran luar/mobil OB Van, berkaitan dengan MCR, programming dan produksi serta satuan kerja lainnya.
mempunyai orbit di katulistiwa. Wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang berlimpah, membuat Indonesia adalah pasar terbaik bagi Industri telekomunikasi. Di Indonesia mengudara ribuan stasiun televisi dan radio. Indonesia juga mempunyai penetrasi pasar pelanggan handphone dan operator seluler melebihi 160 juta user.
Stasiun televisi melakukan produksi siaran luar bisa menggunakan OB Van atau
instalasi peralatan di lokasi dalam Flightcase, pilihannya tergantung dari kepentingan stasiun
televisi karena keuntungan menggunakan OB Van adalah prestise dan kecepatan instalasi
serta persiapan peralatan sangat efektif. OB Van sangat dibutuhkan untuk live event dari
luar stasiun televisi, studio alam, stadion sport untuk kegiatan seperti live studio
programmes awarding, event-event olahraga besar, konser musik populer, grand launching
product, karnaval, pidato, program-program edukasi, konverensi atau seminars dan siaran langsung untuk event-event marketing dan corporate dari beberapa perusahaan.
Gambar. Production Van
Pada produksi live event OB Van disupport alat penghubung ke stasiun pusat atau
perangkat studio transmiter link, baik melalui microwave link, satcom (satellite
communication) ataupun gsm cdma 3G live. Beberapa proses mengirimkan signal audio dari
OB Van secara nirkabel maupun kabel fiber optic :
1. Jaringan berbasis Internet Protocol (IP), POTS (plain old telephone service), dan
lain-lain. Keunggulan saluran berbasis IP ini adalah tidak diperlukannya ijin saluran transmisi
radio dan banyaknya pilihan besar kecilnya bandwidth yang dipergunakan, dan
berkonsekuensi pada penghematan biaya operasionalnya.
2. Microwave Link atau Field Pick up Unit, mengirim signal dari lokasi ke stasiun televisi
dengan menggunakan microwave studio transmiter link. Keunggulannya kualitas gambar
excellence dan tidak membutuhkan ijin penggunaan jalur frekuensi. Namun lokasi liputan
dan pengiriman transmisi ke stasiun pusat relatif tidak bisa terlalu jauh atau tidak boleh terhalang apapun.
3. Satelit Komunikasi, feeding melalui satelit didukung oleh SNG (satellite news gathering).
Keunggulannya kualitas gambar excellence dan coverage satelit sangat luas sehingga
lokasi up link bukan kendala, namun membutuhkan proses ijin transponder satelit dan
biaya relatif mahal.
4. Fiber Optic (FO), FO terminal pada negara-negara maju terdapat di pinggir jalan-jalan
protokol, di depan gedung-gedung perkantoran dan di pusat keramaian lainnya,
sehingga memudahkan stasiun televisi memperoleh koneksi fiber optic untuk stand up
reporting ataupun produksi live event lainnya.
Departemen Fasilitas Teknik
Investasi awal yang terbesar bagi industri televisi adalah infrastruktur teknik dan teknologi peralatan broadcast sebagai initial cost. Pembangunan tower transmisi, master control room, studio serta peralatan teknik untuk penyiaran televisi memiliki nilai depresiasi yang cukup lama, namun memerlukan siklus perawatan dan pemeliharaan yang intensif untuk menjaga kondisinya agar tetap optimal. Merancang sistem peralatan, baik peralatan produksi, penyiaran maupun teknik umum, diantaranya harus memperhatikan beberapa hal berikut ini :
1. Memenuhi persyaratan internasional dan nasional.
2. Memperhitungkan pada sistem peralatan produksi dan penyiaran yang terintegrasi. 3. Adanya jaminan kontinuitas dukungan suku cadang (biasanya sekitar 10 tahun) dan
layanan purnajual.
4. Mempunyai daya tahan (realiability) yang tinggi.
5. Kemudahan memperoleh suku cadang agar menjaga peralatan dalam kondisi baik. 6. Praktis dalam pengoperasian dan pemeliharan.
7. Pengalaman penggunaan sebelumnya atau melakukan regenerasi transfer teknologi dengan produsen/distributor.
Departemen fasilitas teknik merupakan modal utama industri televisi sebagai sarana
dan prasarana dalam memproduksi in-house programe, pendukung operasional siaran
langsung maupun recording yang dilaksanakan diluar studio. Kegiatan perawatan fasilitas peralatan sistem studio hingga sistem transmisi sangat penting pada setiap industri televisi guna menunjang kinerja mesin produksinya. Oleh karena itu diperlukan kegiatan perawatan
(maintenance) mulai dari kegiatan perawatan yang ringan sampai dengan kegiatan
perawatan yang berat.
Seksi Pemeliharaan fasilitas teknik
Seksi pemeliharaan fasilitas teknik berfungsi menyusun perencanaan, penyelenggaraan dan pengembangan standar pembangunan stasiun produksi dan penyiaran televisi serta standar
pengelolaan pemeliharaan fasilitas teknik, berkaitan dengan facility layout, pengadaan peralatan hingga rancangan pembangunan tower transmisi.
Seksi Pemeliharaan Fasilitas Studio
Seksi pemeliharaan fasilitas studio berfungsi menyusun perencanaan, penyelenggaraan dan pengembangan standar pembangunan fasilitas master control, studio produksi dan studio pasca produksi televisi serta standar pengelolaan pemeliharaannya.
Departemen Transmisi
Proses operasional penyiaran televisi hilirnya akan menuju ke transmisi setelah dari
master control room untuk mentransmitkan signal audio video kepada pesawat televisi
penonton dirumah. Terminal transmisi juga berfungsi sebagai receiver signal audio video
(down link) untuk kebutuhan perpaduan sistem penyiaran, produksi, relay dan lain
sebagainya. Seluruh proses penyiaran dari MCR akan menuju Ruang Control Pemancar demikian pula sebaliknya. Ruang control pemancar adalah ruangan untuk menempatkan perangkat pemancar televisi. Ruangan ini berisi cabin-cabin peralatan elektronik pemancar dan penerima sinyal frekuensi gelombang televisi dengan maupun gelombang mikro dari dan ke satelit. Selanjutnya dipancarkan ke masyarakat melalui peralatan pemancar dan antena yang dipasang di tower yang berada di luar studio.
Gambar. Up Link Satelit Gambar. Pemancar Terestrial
Stasiun televisi komersial merencanakan pembangunan transmisi dengan kekuatan pemancar berdasarkan jumlah penduduk, atau pemirsa televisi, kota pengukuran sample Nielsen Audience Measurement dan luas suatu wilayah. Kekuatan pemancar pun beragam, mulai dari 0,1 kilowatt hingga 180 kilowatt. Semakin besar kekuatan pemancar, maka kualitas siaran yang dihasilkan pun lebih baik, dan jangkauan siaran pun menjadi lebih luas. Begitu juga sebaliknya. Namun,
kekuatan pemancar juga harus disesuaikan dengan luas wilayah, dan jumlah stasiun televisi lokal yang beroperasi. Jika kekuatan siaran tidak disesuaikan, maka akan
terjadi permasalahan; kebocoran siaran dan tabrakan frekuensi.
Seksi Teknologi Transmisi
Seksi teknologi transmisi berfungsi menyusun perencanaan, penyelenggaraan dan pengembangan stasiun transmisi serta standar pengelolaan pemeliharaannya. Tugas pokok seksi teknologi transmisi terdiri dari :
1. Menangani bidang perencanaan, pelaksanaan, kontrol kelancaran operasional dan pengembangan stasiun transmisi seluruh Indonesia.
2. Menangani pengelolaan dan operasional stasiun transmisi.
3. Menangani bidang administrasi yang terkait dengan operasional stasiun transmisi
seluruh Indonesia berhubungan dengan frekuensi, daya pancar transmitter, gelombang
pemancar, converage area pancaran stasiun televisi, perizinan alokasi frekuensi dengan
DPR RI, KPI, Kementerian Kominfo dan lain-lain.
4. Menangani peralihan transmisi analog ke digital, dan siaran simulcast sesuai dengan
Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor : 32 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Secara Digital dan Penyiaran Multipleksing melalui Sistem Terestrial.
Seksi Jaringan Transmisi
Seksi jaringan transmisi berfungsi menyusun perencanaan, penyelenggaraan dan pengembangan stasiun jaringan transmisi serta standar pengelolaan pemeliharaannya. Tugas pokok seksi jaringan transmisi terdiri dari :
1. Mendesain dan menentukan lokasi pemancar (dekat dengan studio atau relatif berjauhan).
2. Jumlah lokasi pemancar berdasarkan masterplan dan strategi bisnis, jarak antar pemancar serta menyesuaikan dengan kondisi geografis.
3. Sifat pengoperasian masing-masing pemancar yang diinginkan (manual atau
unattended). Stasiun pemancar televisi “unattended” adalah stasiun pemancar televisi
yang dapat bekerja atau beroperasi tanpa petugas operator. Sedangkan stasiun
pemancar televisi “attended” adalah stasiun pemancar yang dioperasikan oleh petugas
operator. Keunggulan transmisi unattended yakni; tanpa sumber daya manusia, security,
hemat transportasi dan bahan bakar.
Stasiun televisi sangat membutuhkan jaringan transmisi yang luas sehingga
coverage penerimaan siarannya menjangkau beberapa wilayah. Besarnya signal
penerimaan siaran televisi disuatu tempat, dipengaruhi beberapa parameter dari stasiun pemancar.
Departemen Information Technology
Media televisi telah mengalami perkembangan pesat seiring dengan pengaruh era
globalisasi. Implementasi real yang signnifikan adalah kemajuan teknologi informasi yang
memiliki sumbangsih tersendiri dalam mengembangkan industri televisi yang memudahkan operator penyelenggara penyiaran mengirim dan menerima data audio visual seefektif dan efisien mungkin. Sistem produksi televisi berbasis TI memiliki banyak keunggulan, mulai dari
mengadopsi workflow berbasis file melalui back-office yang terintegrasi penuh. Kemudian
sebagai produk TI biaya stasiun televisi menjadi lebih murah dengan kinerja yang makin tinggi, ditambah lagi mudah dalam implementasinya sebagai suatu sistem, alasan untuk mengadopsi proses produksi berbasis TI akan menjadi keharusan saat ini dan dimasa depan.
Media televisi berbasis teknologi informasi saat ini menggunakan komoditas hardware dan software TI untuk operasional yang sebelumnya hanya menggunakan berbagai macam perangkat video hardware. Hal ini memberikan penghematan yang besar, sekaligus memperoleh keuntungan efesiensi dari sistem TI umumnya. Teknologi informasi
termasuk network (jaringan), shared (berbagi pakai) storage dan database. Disamping
Infrasturktur, sistem berbasis TI juga menjanjikan peningkatan integrasi antara proses kreatif
dan berbagai aplikasi back office (aplikasi yang digunakan didalam kantor yang merupakan
aplikasi pendukung bisnis utama, dalam hal ini bisa kita sebut aplikasi atau sistem televisi broadcast), dan juga integrasi dari perencanaan kerja/program sampai pada penjualan dan
pemasaran. Potensi TI menawarkan peningkatan Business Intelegence tidak hanya untuk
produksi, tapi juga untuk sistem manajemen pelanggan (seperti untuk TV kabel) dan interaksi dengan penonton, menyediakan informasi demografis serta peningkatan pendapatan dari iklan.
Daftar Pustaka
Fachruddin, Andi. 2010. Dasar-dasar Penyiaran, Jakarta: Kencana Prenada Media.