• Tidak ada hasil yang ditemukan

REVISI RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH ( R K P D ) TAHUN 2017 PEMERINTAH KOTA TANJUNGBALAI 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "REVISI RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH ( R K P D ) TAHUN 2017 PEMERINTAH KOTA TANJUNGBALAI 2016"

Copied!
263
0
0

Teks penuh

(1)

REVISI

.

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH

( R K P D )

TAHUN 2017

PEMERINTAH KOTA TANJUNGBALAI

2016

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia dan kekuatan-Nya, Revisi RKPD Kota Tanjungbalai 2017 dapat tersusun. RKPD ini disusun sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional disebutkan bahwa RKPD merupakan penjabaran dari RPJM Daerah dan mengacu pada RKP, memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja, dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

Berkenaan dengan hal tersebut, maka keberadaan RKPD Kota Tanjungbalai tahun 2017 ini merupakan bagian dari rencana pembangunan tahun pertama dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tanjungbalai. Oleh karenanya, RKPD Tahun 2017 ini menjadi sangat penting karena sekaligus sebagai acuan untuk peningkatan kinerja pembangunan di Kota Tanjungbalai pada tahun pertama RPJMD Kota Tanjungbalai tahun 2016-2021, disamping pelaksanaan agenda pembangunan nasional yang akan dilaksanakan pada tahun 2017.

RKPD ini berisi lima bagian. Pertama, pendahuluan—menguraikan latar belakang, Dasar Hukum Penyusunan, Hubungan antar Dokumen, Sistematika Dokumen RKPD, Maksud dan Tujuan, memberikan uraian ringkas tentang maksud dan tujuan penyusunan dokumen RKPD Kota Tanjungbalai Tahun 2017. Kedua, evaluasi hasil pelaksanaan RKPD tahun 2015 dan capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang memuat tentang gambaran Umum Kondisi Daerah, evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai dengan tahun berjalan (2015) dan Realisasi RPJMD Tahun 2011-2016, Permasalahan Pembangunan Daerah. Ketiga, rancangan kerangka ekonomi daerah dan kebijakan keuangan daerah yang menuat tentang Arah Kebijakan Ekonomi Daerah, Arah Kebijakan Keuangan Daerah . Keempat, prioritas dan sasaran pembangunan daerah yang memuat tentang tujuan dan sasaran pembangunan, prioritas dan sasaran pembangunan Tahun 2017. Kelima, rencana program dan kegiatan prioritas daerah yang berisikan tentang rencana program dan kegiatan prioritas daerah yang disusun berdasarkan evaluasi pembangunan tahunan, kedudukan tahun rencana (RKPD Tahun 2017) dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD.

Demikian RKPD ini kami susun, selanjutnya kami sangat mengharapkan masukan dan saran untuk perbaikan penyusunan RKPD Kota Tanjungbalai 2018. Akhirnya, semoga laporan ini dapat memberi manfaat terhadap pengambilan kebijakan Pemerintah Kota Tanjungbalai kedepan.

Tanjungbalai, 2017 Tim Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... i

DAFTAR TABEL... ii

DAFTAR GAMBAR... vii

KATA PENGANTAR ... ix

BAB I PENDAHULUAN 1.1.LATAR BELAKANG... 1

1.2.LANDASAN HUKUM... 2

1.3.HUBUNGAN ANTAR DOKUMEN DENGAN PERENCANAAN LAINNYA... 3

1.4.SISTEMATIKA PENYUSUNAN RKPD... 5

1.5.MAKSUD DAN TUJUAN PENYUSUNAN RKPD... 7

BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN... 8

2.1. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH ... 8

2.1.1. ASPEK GEOGRAFI DAN DEMOGRAFI... 8

2.1.2. ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT... 21

2.1.3. ASPEK PELAYANAN UMUM... 43

2.1.4. ASPEK DAYA SAING DAERAH... 82

2.2. EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN RKPD SAMPAI TAHUN BERJALAN DAN REALISASI RPJMD... 91

2.3. PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DAERAH... 153

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH ... 161

3.1. ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH... 161

3.2. ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH... 170

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH 4.1 TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN KOTA TANJUNGBALAI... 186

4.2 PRIORITAS PEMBANGUNAN KOTA TANJUNGBALAI... 199

4.3 PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2017... 203

4.4 ISU STRATEGIS DALAM PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH... 204

4.5 PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN PROVINSI SUMATERA UTARA... 209

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH 5.1 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS... 211

5.2 PAGU INDIKATIF UNTUK SETIAP SKPD... 249

BAB VI PENUTUP... 253 LAMPIRAN

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Tinggi Wilayah di Atas Permukaan Laut (DPL) Menurut Kecamatan

di Kota Tanjungbalai, 2014 ... 10

Tabel 2.2. Panjang dan Lebar Sungai di Kota Tanjungbalai, 2015... 11

Tabel 2.3. Rencana Pola Ruang kawasan Budidaya Kota Tanjungbalai... 14

Tabel 2.4. Rencana Pola Ruang kawasan Strategis Kota Tanjungbalai... 15

Tabel 2.5 Daerah Rawan Bencana Banjir di Kota Tanjungbalai, 2014... 16

Tabel 2.6. Kejadian Bencana di Kota Tanjungbalai, 2011-2015 ... 17

Tabel 2.7. Laju Pertumbuhan Penduduk Tahun 2011-2015 Menurut Kecamatan... 21

Tabel 2.8. Laju Pertumbuhan Ekonomi Riil Kota Tanjungbalai ADHK 2010 Tahun 2011-2015 Menurut Lapangan Usaha (%) ... 23

Tabel 2.9. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2010 Kota Tanjungbalai Tahun 2011-2015 Menurut Lapangan Usaha ... 24

Tabel 2.10 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku 2010 Kota Tanjungbalai Tahun 2011-2015 Menurut Lapangan Usaha... 27

Tabel 2.11. Struktur Ekonomi Kota Tanjungbalai Atas Dasar Harga Berlaku 2010 Tahun 2011-2015 Menurut Lapangan Usaha (%)... 29

Tabel 2.12. PDRB Perkapita Kota Tanjungbalai ADHB dan ADHK 2010 Tahun 2011-2015... 31

Tabel 2.13. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Kota Tanjungbalai, 2010─2014 ... 33

Tabel 2.14. Tingkat Melek Huruf 10 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin, 2011─2015... 34

Tabel 2.15. Perkembangan APK Kota Tanjungbalai (%), 2011─2015 ... 35

Tabel 2.16. Perkembangan APM Kota Tanjungbalai, 2011─2015... 35

Tabel 2.17. Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Ijazah/STTB Tertinggi yang Dimiliki... 35

Tabel 2.18. Jumlah Kematian Bayi dan Balita Kota Tanjungbalai, 2011─2015... 37

Tabel 2.19. Persentase Penolong Kelahiran di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 38

Tabel 2.20. Jumlah Bayi Lahir, Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), BBLR Dirujuk, dan Bergizi Buruk di Kota Tanjungbalai, 2011-2015 ... 39

Tabel 2.21. Perkembangan Indikator Kesehatan di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 39

Tabel 2.22. Status Kepemilikan Tanah Menurut Jenis Hak dan Kecamatan Kota Tanjungbalai, 2015... 40

Tabel 2.23. Penduduk 15 Tahun ke Atas menurut Jenis Kegiatan Utama Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 41

Tabel 2.24. Penduduk 15 Tahun ke Atas Termasuk Angkatan Kerja Menurut Jenis Pendidikan yang Ditamatkan Kota Tanjungbalai, 2011-2015 ... 41

Tabel 2.25. Rekapitulasi Potensi Seni Budaya di Kota Tanjungbalai, 2015... 42

Tabel 2.26. Jenis Sanggar Seni di Kota Tanjungbalai, 2015... 42

Tabel 2.27. Prasarana Olahraga Kota Tanjungbalai, 2015... 42

Tabel 2.28. Aspek, Fokus dan Indikator Kinerja Layanan Urusan Wajib Pemerintahan Daerah Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 43

(5)

Tabel 2.29. Hasil Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional SD-SMA Kota Tanjungbalai, 2015 ... 50

Tabel 2.30. Banyaknya Fasilitas Kesehatan di Kota Tanjungbalai, 2011–2015... 51

Tabel 2.31. Banyaknya Tenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja dan Sarana Pelayanan Kota Tanjungbalai, 2015... 51

Tabel 2.32. Banyaknya Tenaga Dokter Menurut Kecamatan Kota Tanjungbalai, 2015... 52

Tabel 2.33. Jumlah Kasus 10 Penyakit Terbanyak Di Kota Tanjungbalai, 2015... 52

Tabel 2.34. Jumlah Kasus HIV/AIDS, IMS, DBD, Diare, TB dan Malaria Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 53

Tabel 2.35. Persentase Kondisi Jalan di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 53

Tabel 2.36. Panjang Jalan Menurut Kelas di Kota Tanjungbalai (km), 2011-2015 ... 54

Tabel 2.37. Panjang Jalan Menurut Administrasi Pemerintahan Kota Tanjungbalai (km), 2015... 54

Tabel 2.38. Banyaknya Tempat Ibadah Menurut Kecamatan di Kota Tanjungbalai, 2015 ... 54

Tabel 2.39. Luas Lahan Sawah Menurut Jenis Pengairan dan Kecamatan Kota Tanjungbalai, 2015 (ha)... 55

Tabel 2.40. Banyaknya Pelanggan, Daya Tersambung, KWH Terjual dan Nilai Listrik yang disalurkan menurut Jenis Pemakai di Kota Tanjungbalai, 2015 ... 55

Tabel 2.41. Persentase Rumah Tangga Menurut Sumber Penerangan Utama, 2011-2015... 56

Tabel 2.42. Banyaknya Pelanggan, Air Minum yang Disalurkan, dan Nilai Air Minum Menurut Jenis Pemakai di Kota Tanjungbalai, 2015... 56

Tabel 2.43. Persentase Rumah Tangga Menurut Kondisi Air Minum, 2011-2015... 56

Tabel 2.44. Luas Ruang Terbuka Hijau Kota Tanjungbalai, 2015... 57

Tabel 2.45. Banyaknya Sarana Transportasi Menurut Jenisnya dan Kecamatan di Kota Tanjungbalai, 2015 ... 58

Tabel 2.46. Banyaknya Penumpang dan Barang yang Berangkat tiap Bulan di Pelabuhan Tanjungbalai-Asahan, 2011-2015... 58

Tabel 2.47. Luas Lahan (m2) Bersertifikat Menurut Kecamatan, 2011-2015... 59

Tabel 2.48. Persentase Penduduk Memiliki Tanah, 2011-2015... 59

Tabel 2.49. Banyaknya Kegiatan Pengurusan di Kantor Catatan Sipil Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 60

Tabel 2.50. Banyaknya Akta Kelahiran yang Dikeluarkan di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 60

Tabel 2.51. Rasio APM perempuan terhadap laki-laki di Kota Tanjungbalai, 2015 ... 61

Tabel 2.52. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menurut jenis kelamin Kota Tanjungbalai, 2011-2015 ... 61

Tabel 2.53. Jumlah Perkara Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 62

Tabel 2.54. Sasaran dan Realisasi Akseptor Aktif, PUS, dan Akseptor Baru Menurut Kecamatan di Kota Tanjungbalai, 2015... 63

Tabel 2.55. Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 64

Tabel 2.56. Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin di Kota Tanjungbalai, 2015... 65

Tabel 2.57. Kondisi Koperasi di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 66

Tabel 2.58. Banyaknya Koperasi dan Anggota Koperasi Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 66

(6)

Tabel 2.60. Banyaknya Sarana dan Prasarana Olah Raga di Kota Tanjungbalai, 2015... 68

Tabel 2.61. Perkembangan Produksi dan Kebutuhan Beras Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 69

Tabel 2.62. Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 72

Tabel 2.63. Luas Lahan Pertanian (ha) yang Diusahakan di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 72

Tabel 2.64. Luas Lahan Sawah Menurut Jenis Sawah di Kota Tanjungbalai, 2014 ... 73

Tabel 2.65. Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Tanaman Sayur di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 74

Tabel 2.66. Produksi Buah-Buahan Menurut Jenis Tanaman di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 75

Tabel 2.67. Banyaknya Ternak/Unggas Menurut Jenis Ternak Di Kota Tanjungbalai, 2011–2015.... 75

Tabel 2.68. Produksi Daging Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kota Tanjungbalai (kg), 2015... 76

Tabel 2.69. Produksi Daging Menurut Jenis Unggas (kg) dan Kecamatan di Kota Tanjungbalai, 2015... 76

Tabel 2.70. Banyaknya Produksi Ikan menurut Asal Tangkapan (Ton) di Kota Tanjungbalai, 2011– 2015 ... 77

Tabel 2.71. Konsumsi Ikan Perkapita (kg/kapita/thn), 2011-2015 ... 77

Tabel 2.72. Bobot dan Nilai Ekspor/ Impor dari Pelabuhan Tanjungbalai – Asahan, 2011 – 2015 ... 78

Tabel 2.73. Banyaknya Sarana Perdagangan Menurut Jenisnya di Kota Tanjungbalai, 2011-2015 .. 79

Tabel 2.74. Banyaknya Pedagang di Kota Tanjungbalai, 2015 ... 79

Tabel 2.75. Jumlah Usaha Terdaftar yang Memiliki TDP Menurut Bentuk Usaha, 2011-2015... 80

Tabel 2.76. Peranan Kategori Industri Pengolahan Menurut Sub Kategori Terhadap PDRB Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 81

Tabel 2.77. Perkembangan Industri Kecil dan Jasa di Kota Tanjungbalai, 2010-2014 ... 81

Tabel 2.78. Perkembangan Industri Kecil dan Jasa di Kota Tanjungbalai, 2010-2014... 83

Tabel 2.79. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 83

Tabel 2.80. Sarana dan Prasarana Persandian di Kota Tanjungbalai, 2015... 83

Tabel 2.81. Rasio Panjang Jalan per Jumlah Kendaraan di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 84

Tabel 2.82. Banyaknya Penumpang Kereta Api di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 85

Tabel 2.83. Banyaknya Penumpang dan Barang di Pelabuhan Tanjungbalai-Asahan, 2011-2015... 85

Tabel 2.84. Jenis dan jumlah Bank serta Perusahaan Asuransi di Kota Tanjungbalai... 85

Tabel 2.85. Banyaknya Kejahatan/ Pelanggaran Menurut Jenisnya di Kota Tanjungbalai, 2011 – 2015... 86

Tabel 2.86. Jumlah Demonstrasi di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 88

Tabel 2.87. Lama Proses Perijinan di Kota Tanjungbalai... 88

Tabel 2.88. Jumlah dan Macam Insentif Pajak dan Retribusi Daerah yang Mendukung iklim Investasi di Kota Tanjungbalai, 2012-2015... 88

Tabel 2.89. Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke atas yang Bekerja menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kota Tanjungbalai (Persen), 2011-2015... 89

Tabel 2.90. Rasio Beban Ketergantungan Penduduk di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 90

(7)

Tabel 2.92. Keluaran Program dan Kegiatan berdasarkan Peningkatan Kehidupan Beragama, Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dan Partisipasi Masyarakat Dalam

Pembangunan pada RKPD Kota Tanjungbalai Tahun 2015... 93 Tabel 2.93. Capaian dan Target pada Prioritas Peningkatan Kehidupan Beragama, Penguatan

Tata Kelola Pemerintahan dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan pada RKPD Kota Tanjungbalai Tahun 2015... 114 Tabel 2.94. Keluaran Program dan Kegiatan berdasarkan Sasaran untuk Prioritas Peningkatan

Kualitas Pendidikan pada RKPD Kota Tanjungbalai Tahun 2015... 117 Tabel 2.95. Capaian Target Sasaran pada Prioritas Peningkatan Kualitas Pendidikan Tahun

2015... 122 Tabel 2.96 Keluaran Program dan Kegiatan berdasarkan Sasaran untuk Prioritas Peningkatan

Kualitas dan Pelayanan Kesehatan pada RKPD Kota Tanjungbalai Tahun 2015... 124 Tabel 2.97. Capaian Target Sasaran pada Prioritas Peningkatan Kualitas dan Pelayanan Kesehatan

Tahun 2015... 132 Tabel 2.98. Keluaran Program dan Kegiatan berdasarkan Sasaran untuk Prioritas Pemberdayaan

Ekonomi Kerakyatan dan Peningkatan kualitas Kesejahteraan Rakyat Miskin pada RKPD Kota Tanjungbalai Tahun 2015... 135 Tabel 2.99. Capaian Target Sasaran pada Prioritas Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dan

Peningkatan kualitas Kesejahteraan Rakyat Miskin Tahun 2015... 143 Tabel 2.100 Keluaran Program dan Kegiatan berdasarkan Sasaran untuk Prioritas Peningkatan

kualitas pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan pada RKPD Kota Tanjungbalai Tahun 2015... 145 Tabel 2.101. Capaian Target Sasaran pada Peningkatan Kualitas Pembangunan Infrastruktur

Berwawasan Lingkungan Tahun 2015... 151 Tabel 2.102. Asumsi Pencapaian Target RPJMD untuk beberapa Indikator Pelayanan Umum sampai

dengan Tahun 2015... 153 Tabel 2.103. Identifikasi Permasalahan Pembangunan Daerah... 156 Tabel 3.1. Kondisi Ekonomi Makro Kota Tanjungbalai dibanding Tingkat Provinsi Sumatera

Utara... 161 Tabel 3.2 Laju Pertumbuhan Ekonomi Riil Kota Tanjungbalai Atas Dasar Harga Konstan 2010

Tahun 2011-2015 menurut lapangan usaha ( dalam %)... 162 Tabel 3.3 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku 2010 Kota Tanjungbalai

Tahun 2010-2015 Menurut Lapangan Usaha... 164 Tabel 3.4 PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2010 Kota Tanjungbalai

Tahun 2010-2015 Menurut Lapangan Usaha... 165 Tabel 3.5 Struktur Ekonomi Kota Tanjungbalai atas dasar harga berlaku

2010 Tahun 2010-2015 menurut lapangan usaha (dalam %)... 166 Tabel 3.6 PDRB Perkapita Kota Tanjungbalai ADHB dan ADHK 2010 Tahun 2010-2015... 168 Tabel 3.7. Target Capaian Kinerja PDRB ADHK/ADHB, Pertumbuhan Ekonomi, PDRB Per Kapita,

Angka Pengangguran, IPM Periode Tahun 2016-2021 ... 170 Tabel 3.8. Rekapitulasi Realisasi dan Prediksi (Pagu Indikatif) Kerangka Pendanaan

Pembangunan Daerah Kota Tanjungbalai Tahun 2014 s/d Tahun 2018... 173 Tabel 3.9 Realisasi dan Prediksi Target Belanja Kota Tanjungbalai Tahun 2014

s/d Tahun 2018... 178 Tabel 3.10 Realisasi dan Prediksi Penerimaan dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah

(8)

Tabel 3.11 Rekapitulasi Realisasi dan Prediksi (Pagu Indikatif) Kerangka Pendanaan

Pembangunan Daerah Kota Tanjungbalai Tahun 2014 s/d Tahun 2018... 182 Tabel 4.1. Perbandingan Prioritas Pembangunan Provinsi Sumatera Utara

dan kota Tanjungbalai... 200 Tabel 4.2 Isu strategis diuraikan berdasarkan Prioritas Pembangunan Kota

Tanjungbalai Tahun 2017... 204 Tabel. 5.1 Program Pembangunan Daerah Kota Tanjungbalai Tahun 2017 pada prioritas

Penguatan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas kehidupan

beragama... 211 Tabel 5.2 Program Pembangunan Daerah Kota Tanjungbalai Tahun 2017 pada prioritas

Peningkatan daya saing ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan

masyarakat... 223 Tabel 5.3 Program Pembangunan Daerah Kota Tanjungbalai Tahun 2017 pada prioritas

Peningkatan kualitas pendidikan... 230 Tabel 5.4 Program Pembangunan Daerah Kota Tanjungbalai Tahun 2017 pada

prioritas Peningkatan aksessibilitas dan pelayanan kesehatan... 234 Tabel 5.5 Program Pembangunan Daerah Kota Tanjungbalai Tahun 2017 pada

prioritas Peningkatan penataan kawasan melalui pembangunan

Infrastruktur yang berwawasan lingkungan... 237 Tabel 5.6 Program Pembangunan Daerah Kota Tanjungbalai Tahun 2017 pada prioritas

Pemantapan kehidupan berdemokrasi dan penegakan hukum... 244 Tabel 5.7 Program Pembangunan Daerah Kota Tanjungbalai Tahun 2017 pada prioritas

Penguatan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ketahanan serta

kemandirian sosial masyarakat... 246 Tabel 5.8 Pagu Indikatif menurut Satuan Kerja Perangkat Daerah Tahun 2017... 250

(9)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Bagan alir tahapan dan tata cara penyusunan RKPD Kabupaten/Kota ... 2 Gambar 1.2. Proses Penyusunan dan Keterkaitan RKPD dengan dokumen

perencanaan lainnya ... 4 Gambar 1.3. Bagan keterkaitan RKPD Kabupaten/Kota dengan dokumen perencanaan tata ruang

Provinsi dan Nasional ... 5 Gambar 2.1. Luas Kota Tanjungbalai Berdasarkan Kecamatan (ha)... 8 Gambar 2.2. Wilayah Administratif Kota Tanjungbalai... 9 Gambar 2.3. Rata-rata Jumlah Hujan dan Curah Hujan Setiap Bulan di Kota

Tanjungbalai, 2014... 11 Gambar 2.4. Persentase Penggunaan Lahan di Kota Tanjungbalai, 2014... 12 Gambar 2.5. Peta Wilayah Kota Tanjungbalai berdasarkan Rawan Banjir... 17 Gambar 2.6 Persentase Penduduk Berdasarkan Suku dan Agama di Kota

Tanjungbalai, 2014... 18 Gambar 2.7. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kota Tanjungbalai, 2012-2014... 19 Gambar 2.8. Piramida Penduduk Kota Tanjungbalai, 2014... 19 Gambar 2.9. Perkembangan Jumlah Penduduk Kota Tanjungbalai

menurut Kecamatan, 2012-2014... 20 Gambar 2.10. Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kota Tanjungbalai Menurut Kecamatan, 2014 ... 20 Gambar 2.11. Laju Pertumbuhan Ekonomi Tanjungbalai Dibandingkan Sumatera Utara dan

Nasional Tahun 2011-2015 ... 22 Gambar 2.12 Laju Pertumbuhan Ekonomi Riil Kota Tanjungbalai ADHK 2010 Tahun 2011-2015

Menurut Lapangan Usaha (%)... 24 Gambar 2.13. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2010 Kota Tanjungbalai Tahun 2011-2015

Menurut Lapangan Usaha... 26 Gambar 2.14. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku 2010 Kota Tanjungbalai Tahun 2011-2015 Menurut

Lapangan Usaha... 28 Gambar 2.15. Struktur Ekonomi Kota Tanjungbalai atas dasar harga berlaku 2010 Tahun

2011-2015 menurut lapangan usaha (dalam %)... 30 Gambar 2.16. Perkembangan Inflasi Beberapa Daerah Di Sumatera Utara Dan Nasional,

2011-2015 ... 31 Gambar 2.17. Perkembangan PDRB Per Kapita Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 32 Gambar 2.18. Perkembangan Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kota Tanjungbalai,

2011-2015 ... 32 Gambar 2.19. Perkembangan Gini rasio Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 33 Gambar 2.20. Angka Rata-rata Lama Sekolah Kota Tanjungbalai, 2011-2015 ... 34 Gambar 2.21. Banyaknya Sekolah negeri dan swasta menurut jenisnya Kota Tanjungbalai,

2015... 36 Gambar 2.22. Perkembangan Angka Harapan Lama Sekolah Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 36 Gambar 2.23. Jumlah Kematian Ibu Kota Tanjungbalai, 2011─2015... 37

(10)

Gambar 2.24. Perkembangan Angka Usia Harapan Hidup Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 38

Gambar 2.25. Rasio Kesempatan Kerja Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 40

Gambar 2.26. Angka Partisipasi Sekolah di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 48

Gambar 2.27. Perkembangan Angka Putus Sekolah SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Kota Tanjungbalai, 2010-2015... 49

Gambar 2.28. Guru yang Memenuhi Kualifikasi D-IV/S1 Kota Tanjungbalai, 2011-2015 ... 50

Gambar 2.29. Proporsi kursi yang diduduki di DPRD Kota Tanjungbalai Berdasarkan hasil Pemilu ... 61

Gambar 2.30. Banyaknya Keluarga Prasejahtera dan Sejahtera di Kota Tanjungbalai, 2015... 63

Gambar 2.31. Persentase Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 65

Gambar 2.32. Tingkat Pengangguran di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 66

Gambar 2.33. Nilai Investasi di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 67

Gambar 2.34. Peranan Kategori Pertanian dan Perikanan terhadap PDRB Kota Tanjungbalai Atas Dasar Harga Berlaku, 2011-2015... 71

Gambar 2.35. Luas Lahan (ha) Menurut Jenis Penggunaannya di Kota Tanjungbalai (ha), 2015.... 73

Gambar 2.36. Jumlah Bina Kelompok Nelayan Kota Tanjungbalai, 2011-2015 ... 77

Gambar 2.37. Peranan Kategori Perdagangan Besardan Eceran Terhadap PDRB Kota Tanjungbalai, 2011-2015 ... 78

Gambar 2.38. Peranan Kategori Industri Pengolahan Terhadap PDRB Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 80

Gambar 2.39. Cakupan Bina Kelompok Pengrajin Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 82

Gambar 2.40. Perkembangan IPM di Kota Tanjungbalai, 2011-2015... 91

Gambar 3.1. Laju Pertumbuhan Ekonomi Tanjungbalai Dibandingkan Sumatera Utara dan Nasional Tahun 2011-2015 ... 162

Gambar 3.2. Struktur Ekonomi Kota Tanjungbalai atas dasar harga berlaku 2010 Tahun 2011-2015 menurut lapangan usaha (dalam %) ... 167

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 . LATAR BELAKANG

Menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor : 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah dan Peraturan Daerah Kota Tanjungbalai tentang Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) maka dilakukan perubahan/revisi terhadap dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tanjungbalai tahun 2017. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. RKPD memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, program prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaannya serta prakiraan maju dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan dan pagu indikatif, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun sumber-sumber lain yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Tahapan penyusunan RKPD Kota Tanjungbalai Tahun 2017 ini mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010, tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, dengan tahapan persiapan, penyusunan rancangan awal, penyusunan rancangan, pelaksanaan musrenbang, perumusan rancangan akhir dan penetapanan RKPD.

RKPD merupakan acuan bagi daerah dalam menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD), dengan demikian Kepala daerah dan DPRD dalam menentukan Kebijakan Umum (KUA) serta penentuan Prioritas dan Pagu Anggaran Sementara (PPAS) didasarkan atas dokumen RKPD. KUA dan PPAS yang telah disepakati selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam proses penyusunan APBD.

Penyusunan rancangan awal RKPD mempedomani RPJMD Kabupaten/Kota, RPJMD Provinsi dan mengacu pada RPJMN. Rancangan awal RKPD dikonsultasipublikkan untuk memperoleh masukan dan dijadikan acuan bagi SKPD dalam menyusun rancangan Renja SKPD. Kemudian berdasarkan hasil verifikasi rancangan Renja SKPD, rancangan awal RKPD disempurnakan menjadi rancangan RKPD untuk kemudian dilakukan penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan terhadap rancangan RKPD pada Musrenbang Kabupaten/Kota. Penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan sebagaimana dimaksud, mencakup: Program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah dengan arah kebijakan, prioritas dan sasaran pembangunan nasional serta usulan program dan kegiatan hasil musrenbang Kabupaten/Kota; Usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten/Kota pada musrenbang RKPD Kabupaten/Kota dan atau sebelum musrenbang RKPD Kabupaten/Kota dilaksanakan; Indikator dan target kinerja program dan kegiatan pembangunan Kabupaten/Kota; Prioritas pembangunan daerah serta rencana kerja dan pendanaan; Sinergi RKP dan RKPD Provinsi.

Penyusunan RKPD Kota Tanjungbalai Tahun 2017 merupakan penjabaran tahunan dari RPJMD Kota Tanjungbalai tahun 2016-2021. RKPD Kota Tanjungbalai Tahun 2017 yang telah ditetapkan digunakan sebagai pedoman bagi SKPD dalam menyempurnakan rancangan Renja SKPD menjadi Renja SKPD. Selanjutnya dokumen RKPD ini juga dijadikan landasan penyusunan KUA dan PPAS Tahun 2017 dalam rangka penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Tanjungbalai Tahun 2017.

Pasal 5 Ayat (3) Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional disebutkan bahwa RKPD merupakan penjabaran dari RPJM Daerah dan mengacu pada RKP, memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja, dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

(12)

RKPD KOTA TANJUNGBALAI TAHUN 2017

Gambar 1.1. Bagan alir tahapan dan tata cara penyusunan RKPD Kabupaten/Kota

RKPD Kota Tanjungbalai tahun 2017 ini merupakan bagian dari rencana pembangunan tahun kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tanjungbalai tahun 2016-2021. Oleh karenanya, RKPD Tahun 2017 ini menjadi sangat penting karena sekaligus sebagai evaluasi atas kinerja pembangunan di Kota Tanjungbalai pada tahun pertama RPJMD Kota Tanjungbalai tahun 2016-2021, disamping pelaksanaan agenda pembangunan nasional yang akan dilaksanakan pada tahun 2017.

1.2 LANDASAN HUKUM

Landasan hukum yang digunakan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tanjungbalai Tahun 2017 adalah:

1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421);

2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438); 3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2014

Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5587);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4817 );

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana beberapa kali telah diubah yang terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21

(13)

Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

7. Peraturan Daerah Provinsi Sumatara Utara Nomor 5 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2013-2018.

8. Peraturan Daerah Kota Tanjungbalai Nomor 5 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Tanjungbalai Tahun 2005 – 2025;

1.3 HUBUNGAN ANTAR DOKUMEN DENGAN PERENCANAAN LAINNYA

RKPD ini terintegrasi dan merupakan satu kesatuan dengan dokumen perencanaan lainnya baik di tingkat nasional maupun daerah, terutama dengan dokumen perencanaan dan penganggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Adapun dokumen perencanaan dan penganggaran tersebut meliputi; (1) RPJPD, (2) RPJMD, (3) Renstra-SKPD, (4) RKPD, dan (5) Renja-SKPD. Semua dokumen perencanaan sebagaimana dimaksud di atas, dari sisi waktu mencakup 3 kerangka waktu, yaitu rencana jangka panjang (20 tahun), rencana jangka menengah (5 tahun) dan rencana jangka pendek (1 tahun). Sebagai suatu produk perencanaan, RKPD tetap tidak dapat dipisahkan keberadaannya dengan dokumen perencanaan dan penganggaran lainnya. Secara substansi, keberadaan RKPD dengan dokumen perencanaan tersebut membentuk keterkaitan yang bersifat hierarkis, yaitu dokumen dengan jangka waktu yang lebih panjang menjadi rujukan bagi dokumen dengan jangka waktu yang lebih pendek.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berawal dan disusun dari proses penjabaran atas visi, misi dan program Kepala Daerah dan kemudian dijabarkan ke dalam perencanaan tahunan (RKPD) dan dijadikan sebagai acuan dalam menentukanarah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah, lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. Sebagai suatu produk perencanaan, RKPD tetap tidak dapat dipisahkan keberadaannya dengan dokumen perencanaan dan penganggaran lainnya. RKPD ini terintegrasi dan merupakan satu kesatuan dengan dokumen perencanaan lainnya baik di tingkat nasional maupun daerah, terutama dengan dokumen perencanaan dan penganggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah daerah.

Adapun dokumen perencanaan dan penganggaran tersebut meliputi : (1) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD); (2) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD); (3) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD). Semua dokumen perencanaan sebagaimana dimaksud di atas, dari sisi waktu mencakup 3 kerangka waktu, yaitu rencana jangka panjang (20 tahun), jangka menengah (5 tahun) dan jangka pendek (1 tahun). Secara substansi, keberadaan RKPD ini dengan dokumen perencanaan tersebut membentuk keterkaitan yang bersifat hierarkis, yaitu dokumen dengan jangka waktu yang lebih panjang menjadi rujukan bagi dokumen dengan jangka waktu yang lebih pendek.

Secara diagramatis keterkaitan hubungan RKPD dengan dokumen perencanaan dan penganggaran lainnya tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :

(14)

RKPD KOTA TANJUNGBALAI TAHUN 2017

Gambar 1.2. Proses Penyusunan dan Keterkaitan RKPD dengan dokumen perencanaan lainnya

Pada Gambar. 1.2 dapat dilihat bahwa secara rinci hubungan RKPD dengan dokumen perencanaan dan penganggaran lainnya, adalah sebagai berikut: RKPD disusun dengan memperhatikan pokok-pokok arah kebijakan dalam RPJP Nasional dan RPJM Nasional melalui mekanisme Musrenbangnas. RKPD disusun dengan berpedoman pada RPJPD dan RPJMD yang didalamnya memuat mengenai visi, misi dan arah pembangunan daerah. Selanjutnya RKPD ini menjadi pedoman bagi penyusunan Renja SKPD yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi dari tiap SKPD. RKPD ini nantinya dijabarkan ke dalam KUA/PPAS dan selanjutnya menjadi pedoman dalam penyusunan R.APBD.

Guna menjamin konsistensi antara perencanaan dan penganggaran, dan efektivitas serta efisiensi pencapaian prioritas dan sasaran pembangunan nasional dan daerah, program dan kegiatan yang ditetapkan dalam RKPD menjadi landasan penyusunan KUA dan PPAS untuk menyusun R.APBD, sesuai dengan ketentuan sbb: 1. Pasal 17 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keungan Negara menyatakan bahwa

penyusunan RAPBD berpedoman kepada RKPD dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara, 2. Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang menyatakan bahwa

Pemerintah Daerah menyampaikan KUA tahun anggaran berikutnya sejalan dengan RKPD, sebagai landasan penyusunan RAPBD kepada DPRD selambat-lambatnya pertengahan Juni tahun berjalan, 3. Pasal 18 Ayat (3) Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang menyatakan bahwa

Berdasarkan KUA yang telah disepakati dengan DPRD, Pemerintah Daerah bersama DPRD membahas PPAS untuk dijadikan acuan bagi setiap SKPD,

4. Pasal 25 ayat (2) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang menyatakan bahwa RKPD menjadi pedoman penyusunan R.APBD.

Dengan memperhatikan hubungan keterkaitan sebagaimana dijelaskan di atas, maka RKPD Kota Tanjungbalai Tahun 2017 ini juga harus diselaraskan dengan dokumen RKPD Provinsi Sumatera Utara dan Renja SKPD Provinsi Sumatera Utara dan juga memperhatikan dokumen perencanaan lainnya seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) baik RTRW Provinsi dan RTRW Nasional yang menjadi acuan dalam penyusunan

(15)

RTRW Kabupaten/Kota. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1.3.

Gambar 1.3. Bagan keterkaitan RKPD Kabupaten/Kota dengan dokumen perencanaan tata ruang Provinsi dan Nasional

1.4 SISTEMATIKA PENYUSUNAN RKPD

Sistematika Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Tanjungbalai Tahun 2017 terdiri dari :

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang, terdiri dari pengertian ringkas tentang RKPD, proses penyusunan RKPD, kedudukan RKPD tahun rencana dalam periode dokumen RPJMD, keterkaitan antara dokumen RKPD dengan dokumen RPJMD, Renstra SKPD, Renja SKPD serta tindaklanjutnya dengan proses penyusunan RAPBD.

1.2. Dasar Hukum Penyusunan, terdiri dari uraian ringkas tentang dasar hukum yang digunakan dalam penyusunan RKPD, berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Instruksi Presiden, Peraturan Menteri, Peraturan Daerah atau Peraturan Kepala Daerah yang mengatur tentang perencanaan dan penganggaran.

1.3. Hubungan antar Dokumen, menjelaskan tentang hubungan RKPD dengan dokumen lain yang relevan beserta penjelasannya. Keterhubungan dengan dokumen lain, seperti: RPJPN, RPJPD Provinsi, RPJP Kabupaten/Kota, RTRW Nasional, RTRW Provinsi, dan RTRW kab/kota.

1.4. Sistematika Dokumen RKPD, mengemukakan organisasi penyusunan dokumen RKPD terkait dengan pengaturan bab serta garis besar isi setiap bab.

1.5. Maksud dan Tujuan, memberikan uraian ringkas tentang maksud dan tujuan penyusunan dokumen RKPD Kota Tanjungbalai Tahun 2017.

(16)

RKPD KOTA TANJUNGBALAI TAHUN 2017

BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU (2015) DAN CAPAIAN

KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN

2.1. Gambaran Umum Kondisi Daerah, berisikan uraian gambaran umum kondisi daerah yang meliputi aspek geografis dan demografi, aspek kesejahteraan masyarakat, dan indikator kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah.

2.2. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai dengan tahun berjalan (2015) dan Realisasi RPJMD Tahun 2011-2016, mencakup telaahan terhadap hasil evaluasi status dan kedudukan pencapaian kinerja pembangunan daerah, berdasarkan rekapitulasi hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan RKPD tahun lalu (2015) dan realisasi RPJMD 2011-2016 mencakup telaahan hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun 2015.

2.3. Permasalahan Pembangunan Daerah

Berisi uraian rumusan umum permasalahan pembangunan daerah yang berhubungan dengan prioritas dan sasaran pembangunan daerah dan permasalahan pembangunan sesuai urusan yang menyangkut layanan dasar dan tugas/fungsi tiap SKPD (penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah).

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN

DAERAH

3.1. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah

Berisikan tentang arah kebijakan ekonomi daerah ditujukan untuk mengimplementasikan program dan mewujudkan visi dan misi Kepala Daerah, serta isu strategis daerah, sebagai dasar perumusan prioritas program dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2017; Kondisi Ekonomi Daerah tahun 2014; Tantangan dan Prospek Perekonomian Daerah Tahun 2017.

3.2. Arah Kebijakan Keuangan Daerah

Berisikan uraian yang memuat Proyeksi keuangan daerah dan kerangka pendanaan; Arah Kebijakan Pendapatan Daerah ; Arah Kebijakan Belanja Daerah; Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah.

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH

4.1. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Kota Tanjungbalai

Berisi tujuan dan sasaran pembangunan tahun 2017 yang mengacu pada RPJMN, RPJMD Provsu, RPJPD dan RPJMD Kota Tanjungbalai.

4.2. Prioritas Pembangunan Kota Tanjungbalai

Berisikan rumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahun 2017 yang yang mengacu pada RPJMN, RPJMD Provsu, RPJPD dan RPJMD Kota Tanjungbalai.

(17)

4.4. Isu Strategis dalam Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah 4.5. Prioritas dan Sasaran Utama Pembangunan Provinsi Sumatera Utara

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH

Berisikan tentang rencana program dan kegiatan prioritas daerah yang disusun berdasarkan evaluasi pembangunan tahunan, kedudukan tahun rencana (RKPD Tahun 2017) dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD.

BAB VI PENUTUP

1.5 MAKSUD DAN TUJUAN PENYUSUNAN RKPD 1.5.1 Maksud

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tanjungbalai Tahun 2017 disusun dengan maksud untuk :

a. Menyediakan acuan resmi bagi Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam rangka menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) yang didahului dengan penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA), serta penentuan Prioritas dan Plafond Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2017.

b. Sebagai pedoman Penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Tahun 2017.

1.5.2 Tujuan

Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Tanjungbalai adalah untuk menciptakan sinergitas dalam pelaksanaan pembangunan daerah antar wilayah, antar sektor pembangunan dan antar tingkat pemerintahan serta menciptakan efisiensi alokasi sumber daya dalam pembangunan daerah.

(18)

RKPD KOTA TANJUNGBALAI TAHUN 2017

BAB II

EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN

2.1. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.1.1 ASPEK GEOGRAFI DAN DEMOGRAFI 2.1.1.1 Kondisi Geografis

2.1.1.1.1 Luas dan Batas Wilayah Administrasi

Luas wilayah Kota Tanjungbalai sebesar 6.052 Ha atau 60,52 km2 dan menjadi wilayah terkecil

di Sumatera Utara selain Kota Sibolga dan Kota Tebing Tinggi. Wilayah admisnistrasi Kota Tanjungbalai terbagi ke dalam 6 kecamatan dan 31 kelurahan. Kecamatan Datuk Bandar menjadi wilayah terluas dengan luas wilayah mencapai 2.249 Ha atau sekitar 37,16 persen dari seluruh luas Kota Tanjungbalai. Sedangkan Kecamatan Tanjungbalai Utara menjadi wilayah terkecil dengan luas 84 ha atau hanya sekitar 1,39 persen dari seluruh luas Kota Tanjungbalai.wilayah terkecil ketiga di Sumatera

Gambar 2.1. Luas Kota Tanjungbalai Berdasarkan Kecamatan (Ha)

Sumber: BPS Kota Tanjungbalai, 2016

Secara administratif, semua bagian wilayah Kota Tanjungbalai berbatasan langsung dengan Kabupaten Asahan. Batas wilayah Kota Tanjungbalai secara rinci adalah sebagai berikut:

Sebelah utara : Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan Sebelah selatan : Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan Sebelah barat : Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan Sebelah timur : Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan

(19)

Gambar 2.2. Wilayah Administratif Kota Tanjungbalai

Sumber: RTRW Kota Tanjungbalai Tahun 2013-2033 2.1.1.1.2 Letak dan Kondisi Geografis

a. Posisi Astronomis

Kota Tanjungbalai terletak di antara 2˚58’15‖- 3˚01’32‖ Lintang Utara dan 99˚48’00‖-99˚50’16‖ Bujur Timur dan berada pada pertemuan 2 (dua) sungai besar yaitu Sungai Asahan dan Sungai Silau yang bermuara ke Selat Malaka, memiliki akses yang sangat mudah menuju tempat wisata internasional yakni kawasan Danau Toba. Oleh karenanya kini Kota Tanjungbalai memiliki sebutan baru yakni ‖Mutiara Selat Malaka di Hilir Danau Toba‖.

(20)

RKPD KOTA TANJUNGBALAI TAHUN 2017 b. Posisi Geostrategis

Kota Tanjungbalai berada sekitar 184 km dari Medan sebagai ibukota Sumatera Utara. Meskipun relatif tidak terlalu dekat dengan ibukota provinsi, Kota Tanjungbalai diuntungkan karena terletak pada pertemuan dua sungai besar yaitu Sungai Asahan dan Sungai Silau yang bermuara ke Selat Malaka. Kondisi tersebut menjadikan Kota Tanjungbalai sebagai jalur perdagangan internasional dan menjadi tempat lalu lintas barang dan jasa yang relatif ramai di pesisir timur Sumatera. 2.1.1.1.3 Kondisi/Kawasan

Kota Tanjungbalai secara umum termasuk dalam kawasan perkotaan yang tidak memiliki kawasan pedalaman, terpencil, pesisir ataupun pegunungan. Wilayah pesisir berada di perbatasan dan dimiliki oleh Kabupaten Asahan. Sedangkan untuk wilayah kepulauan Tanjungbalai hanya memiliki pulau-pulau kecil yang luasnya hanya berkisar lebih kurang yang diantaranya Pulau Beususen, P.Langge, P. Lebos dan pulau –pulau kecil lainnnya.

2.1.1.1.4 Topografi

Secara umum, wilayah Kota Tanjungbalai terletak pada kemiringan 0-3 m diatas permukaan laut atau berupa dataran rendah dengan dominasi jenis tanah alluvial, latosol, dan pasir. Kecamatan Datuk Bandar menjadi daerah tertinggi dengan tinggi wilayah sekitar 3 meter di atas permukaan laut. Sedangkan Kecamatan Teluk Nibung menjadi daerah terendah dengan tinggi wilayah hanya sekitar 0-1 meter di atas permukaan laut.

Posisi Kota Tanjungbalai yang dilalui dua sungai besar menyebabkan tingkat kesuburan tanahnya dipengaruhi oleh pasang surut air, sehingga tidak jarang wilayah Kota Tanjungbalai digenangi oleh air dan menjadi kawasan rawa-rawa.

Tabel 2.1 Tinggi Wilayah di Atas Permukaan Laut (DPL) Menurut Kecamatan di Kota Tanjungbalai, 2015

No Kecamatan Tinggi (m)

1 Datuk Bandar 3

2 Datuk Bandar Timur 2

3 Tanjungbalai Selatan 2

4 Tanjungbalai Utara 2

5 Sei Tualang Raso 1,5

6 Teluk Nibung 0-1

Sumber: Kota Tanjungbalai Dalam Angka 2016

2.1.1.1.5 Hidrologi

Selain Sungai Asahan dan Sungai Silau yang bermuara ke Selat Malaka, Kota Tanjungbalai juga dialiri beberapa sungai kecil. Sungai-sungai kecil tersebut di antaranya adalah Sungai Pematang, Sungai Merbau, Sungai Kapias, dan Sungai Rajayang bermuara ke Sungai Asahan dan Sungai Silau.

Kondisi air sungai saat ini telah mengalami pencemaran. Hal tersebut disebabkan oleh limbah perkotaan dan pembuangan sampah ke sungai. Selain itu, penurunan kualitas air sungai juga disebabkan oleh pencucian pasir-pasir maupun akibat dari lahan yang telah menjadi terbuka karena tidak ada vegetasi penutup, sehingga air dapat mengalir bebas ke badan-badan air. Diketahui bahwa jika vegetasi tidak ada, maka air hujan langsung jadi overland flow dan biasanya membawa material-material yang dapat mengurangi kualitas air sungai.

(21)

Tabel 2.2. Panjang dan Lebar Sungai di Kota Tanjungbalai, 2015

Nama Sungai Panjang (Km) Lebar (m)

Sungai Bandar Jaksa 8,2 10

Sungai Bandar Jepang 5,1 6,1 s/d 5,6

Sungai Bandar Sipoyong 6 3

Sungai Kanal Sultan 4 10,15

Sungai Giam I 6,5 6

Sungai Aek Noto 1,75 20

Sungai Parit Kangkung 1,5 20

Sungai Sei Giam II 2,35 6

Sungai Pantai Burung 4,25 25

Sungai Kapias 4,2 35

Sungai Tanjung Medan 6 30

Sungai Sarap 2,1 25

Sungai Daun Besar 1,5 25

Sungai Merbau 4,5 25

Sungai Rintis 2 25

Sungai Mata Halasan 1,2 3

Sungai Silau 7 125

Sungai Asahan 7,5 700

Sumber: BPS Kota Tanjungbalai, 2016

2.1.1.1.6 Klimatologi

Suhu udara rata-rata Kota Tanjungbalai sekitar 250C -320C. Kota Tanjungbalai beriklim tropis serta

mengalami musim hujan dan musim kemarau, relatif sama dengan wilayah lainnya yang berada di Sumatera Utara. Musim kemarau dan musim hujan biasanya ditandai dengan banyaknya hari hujan dan volume curah hujan padabulanterjadinyamusim. Pada periode 2014, musim hujan terjadi di Kota Tanjungbalai pada Januari-Februari dan Agustus-Desember. Sementara musim kemarau terjadi pada Maret-Juli.

a. Curah hujan

Musim kemarau dan musim hujan biasanya ditandai dengan banyaknya hari hujan dan volume curah hujan pada bulan terjadinya musim. Pada periode 2015, musim hujan terjadi di Kota Tanjungbalai pada Bulan Juli-Agustus dan Bulan Nopember. Sementara musim kemarau terjadi pada Bulan Juni dan Bulan September-Oktober. Sesuai data yang dimuat di Kota Tanjungbalai dalam angka 2015, berdasarkan data Balai Informasi Penyuluhan Pertanian (BIPP) pada periode 2015 di wilayah Kota Tanjungbalai terdapat 109 hari hujan dengan volume curah hujan sebanyak 1.601 mm.

Curah hujan terbesar terjadi pada Bulan Juli-Agustus yaitu 258 mm dengan hari hujan sebanyak 14 hari. Sedangkan curah hujan terkecil terjadi selama Oktober dengan curah hujan sebesar 53 mm dengan hari hujan 5 hari. Jika dilihat dari banyaknya curah hujan yang turun, puncaknya terjadi pada Bulan Nopember, sedangkan musim kemarau puncaknya terjadi pada bulan Oktober.

(22)

RKPD KOTA TANJUNGBALAI TAHUN 2017

Gambar 2.3.

Rata-rata Jumlah Hujan dan Curah Hujan Setiap Bulan di Kota Tanjungbalai, 2015

Sumber: Balai Informasi Penyuluhan Pertanian(BIPP) Kota Tanjungbalai, 2016

2.1.1.1.7 Penggunaan lahan a. Kawasan Budidaya

Kawasan budidaya adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam. Jenis kawasan budidaya yang terdapat di Kota Tanjungbalai meliputi:

1. Kawasan perumahan;

2. Kawasan perdagangan dan jasa; 3. Kawasan perkantoran;

4. Kawasan peruntukan industri 5. Kawasan peruntukan pariwisata 6. Kawasan ruang terbuka non hijau kota 7. Kawasan pelabuhan

8. Kawasan perikanan b. Kawasan Lindung

Penetapan kawasan ini didasarkan pada kondisi fisik dasarnya yang rentan/rawan bencana genangan/banjir serta kekhasan daerah Kota Tanjungbalai yang dikelilingi aliran sungai besar seperti Sungai Silau dan Sungai Asahan. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tanjungbalai Tahun 2013-2033, meliputi:

1. Kawasan perlindungan setempat 2. Kawasan suaka alam dan cagar budaya 3. Kawasan rawan bencana alam

(23)

Berdasarkan hasil perhitungan daya dukung dengan menggunakan konsep perhitungan sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2009, Kota Tanjungbalai mempunyai status daya dukung lahan yang defisit terhadap penduduk yang tinggal di Kota Tanjungbalai. Artinya, kebutuhan akan lahan lebih besar dari ketersediaan lahan. Penurunan daya dukung lahan dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang terus meningkat, luas lahan yang semakin berkurang, persentase jumlah petani dan luas lahan yang diperlukan untuk hidup layak, dan jenis komoditas yang ada di wilayah setempat. Berdasarkan hasil survei lapangan penggunaan lahan (terakhir dilakukan pada Tahun 2008) yang terdata di Kota Tanjungbalai terdiri dari penggunaan lahan terbangun sebesar 57,31 persen dan lahan yang belum terbangun sebanyak 42,69 persen. Jenis lahan terbangun yang terdapat di Kota Tanjungbalai terdiri dari bangunan perumahan, perkantoran, fasilitas umum dan sosial, industri dan lain-lain. Sedangkan jenis lahan non terbangunnya, antara lain persawahan, perkebunan rakyat, kebun campuran dan lain-lain.

Survei lapangan terhadap penggunaan lahan di Kota Tanjungbalai. Jumlah penggunaan lahan tertinggi di Kota Tanjungbalai adalah untuk lahan perkebunan (pertanian) yaitu seluas 2.507,429 Ha atau sekitar 73,38 persen dari keseluruhan lahan yang tersedia.

Gambar 2.4. Penggunaan Lahan di Kota Tanjungbalai, 2008

Sumber: RTRW Kota Tanjungbalai Tahun 2013-2033

2.1.1.1.8Potensi Pengembangan Wilayah

Berikut ini merupakan tabel yang menunjukkan wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya.

(24)

RKPD KOTA TANJUNGBALAI TAHUN 2017

Tabel 2.3. Rencana Pola Ruang kawasan Budidaya Kota Tanjungbalai

No Rencana Pola Ruang Kawasan Uraian

1. Kawasan Peruntukan Perumahan Permukiman Kepadatan Tinggi (>150 bangunan/ha) - Direncanakan 91 ha

- Kecamatan Tanjungbalai Utara dan Tanjungbalai Selatan (Pusat Pelayanan Kota)

- Kecamatan Teluk Nibung (SPPK 4) - Kecamatan Sei Tualang Raso (SPPK 3) - Kecamatan Datuk Bandar Timur (SPPK 2)

Permukiman Kepadatan Sedang (51-150 bangunan/ha) - Direncanakan 163 ha

- tersebar di Kecamatan Datuk Bandar, Datuk Bandar Timur, Sei Tualang Raso, dan Teluk Nibung

Pemukiman Kepadatan Rendah (0-50 bangunan/ha) - tersebar pada hampir seluruh kelurahan pada tiap

kecamatan. 2. Kawasan Peruntukan Perdagangan

dan Jasa Kawasan pasar tradisional - seluas ± 3,5 ha

- dikembangkan pada Kelurahan Sirantau, Indra Sakti, Karya, Perjuangan dan Sei Raja

Kawasan pusat perbelanjaan - seluas ± 5 ha

- dikembangkan pada Kelurahan Mata Halasan, Tanjungbalai Kota II dan Tanjungbalai Kota III Kawasan Toko Modern

- seluas ± 3 ha

- dikembangkan pada Kelurahan Indra Sakti, Karya dan Perwira

3. Kawasan Perkantoran - seluas 69 ha

- Kawasan perkantoran pemerintahan dipertahankan pada kondisi existing

- Kawasan perkantoran swasta di Kelurahan Bunga Tanjung

4. Kawasan Peruntukan Industri Kawasan industri kecil dan mikro - seluas ± 6,15 ha

- dikembangkan untuk mendukung sektor industri, terdapat di Kelurahan Sijambi dan Keramat Kubah Kawasan industri menengah

- seluas ± 342,08 ha

- diperuntukkan industri menengah bidang pengolahan hasil perikanan dan perkebunan di Kecamatan Sei Tualang Raso dan Kecamatan Teluk Nibung

5. Kawasan Pariwisata seluas ± 157 ha

- Wisata budaya diarahkan di kawasan bangunan bersejarah

- Wisata buatan diarahkan pada pengembangan Kawasan Perdagangan Terpadu dan dermaga penyebrangan/Water Front City di Kelurahan Indra Sakti (Kecamatan Tanjungbalai Selatan) dan Pulau Simardan

(25)

pulau-pulau di Sungai Asahan. 6. Ruang Terbuka Non Hijau - seluas ± 7,25 ha

- pelataran parkir, perkantoran, perdagangan dan jasa di Kel. Sijambi, Indra Sakti dan Tanjungbalai Kota IV - lapangan upacara dan olah raga mempertahankan

kondisi existing

- pembatas/median jalan dan koridor antar bangunan di Kelurahan Sijambi

7. Ruang Evakuasi Bencana - merupakan ruang evakuasi darurat untuk tempat berlindung dan penyaluran bantuan sosial di Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, gedung serbaguna dan lapangan bola di Teluk Nibung

8. Kawasan Pertanian - seluas ± 1.591 ha

- diarahkan pada tanaman pangan di Kecamatan Datuk Bandar

- kawasan hortikultura dengan komoditas kelapa, kelapa sawit dan palawija

9. Kawasan Sektor Informal - seluas ± 0,23 ha

- Kegiatan pedagang kaki lima menempati lokasi Tanjungbalai Food Court, kegiatan perdagangan dan jasa di Water Front City, pasar tradisional dan jalan-jalan utama

10. Kawasan Peruntukan Perikanan - seluas ± 3 ha

- Pengelolaan perikanan darat diarahkan di Kelurahan Selat Tanjung Medan, Sijambi, Pantai Johor, Pahang dan Pasar Baru

- Pembibitan benih ikan (lele, nila, gurame, mas dan udang galah) di Kelurahan Sijambi dan Kapias Pulau Buaya

Sumber: RTRW Kota Tanjungbalai Tahun 2013-2033

Kota Tanjungbalai memiliki kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan strategis. Penetapannya karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkungan kota terhadap ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup dan pertahanan keamanan.

Tabel 2.4. Rencana Pola Ruang kawasan Strategis Kota Tanjungbalai

No Rencana Pola Ruang Kawasan Uraian

1. Kawasan Strategis Dari Sudut

Kepentingan Ekonomi Meliputi: - Kawasan pelabuhan Teluk Nibung di Kel. Perjuangan Kecamatan Teluk Nibung

- Kawasan industri di Kel. Sei Raja Kec. Sei Tualang Raso

- Kawasan pergudangan di Kel. Perjuangan, Beting Kuala Kapias, Kapias Pulau Buaya, Pematang Pasir dan Sungai Merbau Kec Teluk Nibung

- Kawasan pusat perdagangan dan jasa di Kel. Indra Sakti Kec. Tanjungbalai Selatan

- Kawasan perdagangan campuran serta hasil perikanan di kawasan di Kel. Indra Sakti Kec. Tanjungbalai Selatan

- Kawasan pariwisata di Kel. Selat Tanjung Medan Kec. Datuk Bandar Timur

(26)

RKPD KOTA TANJUNGBALAI TAHUN 2017 2. Kawasan Strategis dari Sudut

Kepentingan Sosial dan Budaya Meliputi: - Diarahkan berupa kawasan cagar budaya di sepanjang Jalan Mesjid, Jalan Asahan, Jalan Gereja dan Jalan Veteran ± 2,72 Ha di Kel. Indra Sakti dan Karya Kec. Tanjungbalai Selatan

- Kawasan Pertokoan Lama (Pecinan) dan Vihara di Kecamatan Tanjungbalai Utara dan Tanjungbalai Selatan

3. Kawasan Strategis dari Sudut Kepentingan Pertahanan dan Keamanan

Meliputi:

- Kawasan TNI-AL seluas ± 0,49 ha di Kel. Indra Sakti dan Karya Kec. Tanjungbalai Selatan

Sumber: RTRW Kota Tanjungbalai Tahun 2013-2033

2.1.1.1.9 Wilayah Rawan Bencana

Identifikasi wilayah rawan bencana di Kota Tanjungbalai dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bencana yang berpotensi terjadi. Area Kota Tanjungbalai yang relatif berada di dataran rendah dengan kemiringan wilayah hanya sekitar 0-3 meter di atas permukaan laut, membuat Kota Tanjungbalai cenderung rawan terhadap genangan-genangan air baik yang disebabkan oleh air hujan maupun dari pengaruh pasang surut air sungai. Potensi banjir kiriman juga bisa saja terjadi karena posisi Kota Tanjungbalai yang berada di antara pertemuan 2 (dua) sungai besar yakni Sungai Asahan dan Sungai Silau.

Wilayah yang relatif rawan terdampak banjir pada umumnya adalah wilayah yang berada di sekitar aliran sungai yaitu di Kelurahan Pahang dan Kelurahan Gading (Kecamatan Datuk Bandar), Kelurahan Bunga Tanjung, Selat Lancang, Selat Tanjung Medan, Semula Jadi dan Kelurahan Pulau Simardan (Kecamatan Datuk Bandar Timur).

Tabel 2.5. Daerah Rawan Bencana Banjir di Kota Tanjungbalai, 2015

No Kecamatan Kelurahan

1. Datuk Bandar Kelurahan Pahang

Kelurahan Gading

2. Datuk Bandar Timur Kelurahan Bunga Tanjung

Selat Lancang Selat Tanjung Medan Semula Jadi

Pulau Simardan Sumber: BPS Kota Tanjungbalai, 2016

(27)

Gambar 2.5. Peta Wilayah Kota Tanjungbalai berdasarkan Rawan Banjir

Sumber: RTRW Kota Tanjungbalai Tahun 2013-2033

Selanjutnya beberapa kejadian bencana yang terjadi di Kota Tanjungbalai dalam kurun waktu 2011-2015 diuraikan pada Tabel berikut:

Tabel 2.6.Kejadian Bencana di Kota Tanjungbalai, 2011-2015

Tahun Kejadian Bencana Lokasi Kejadian Keterangan

2011 N/A N/A N/A

2012 Kebakaran Keramat Kubah, Tanjungbalai Kota IV, Tanjungbalai Kota III, Kuala Silau Bestari, Sejahtera,Tanjungbalai Kota I,Perwira, Karya, Indra Sakti, Pantai Burung, Kapias Pulau Buaya, Perjuangan, Pematang Pasir, Seluruh Kelurahan terrdapat pada Kecamatan Datuk Bandar, Selat Tanjung Medan, Semula Jadi, Pulau Simardan

(28)

RKPD KOTA TANJUNGBALAI TAHUN 2017

2013 Banjir Sijambi, Gading, Pantai Johor, Sirantau, Pahang, Selat Lancang, Selat Tanjung Medan, Bunga Tanjung

Banjir tersebut merugikan penduduk sebanyak 5.747 kk dan korban meninggal 1 orang

Kebakaran Tanjungbalai Kota III, Sejahtera, Indrasakti,

Sijambi, Pahang 5 kasus

2014 Kebakaran Tanjungbalai Kota I, Kapias Pulau Buaya, Perjuangan, Beting Kuala Kapias, Keramat Kubah

7 kasus

Angin Kencang Tanjungbalai Kota II, Perwira, Sijambi, Pantai

Johor 6 kasus

2015 Kebakaran Tanjungbalai Kota IV, Kuala Silau Bestari, Kapias Pulau Buaya, Sei Merbau, Beting Kuala Kapias, Sijambi, Gading, Sirantau, Pahang, Keramat Kubah

28 kasus

Angin Kencang Sejahtera 1 kasus

Sumber: BPBD, 2016

2.1.1.2 Demografi

Kondisi penduduk Kota Tanjungbalai mengalami berbagai dinamika yang relatif menantang untuk diatasi. Sebelum berpisah dari Kabupaten Asahan melalui Undang-Undang Darurat No.9 tahun 1956, dengan luas hanya 199 ha Tanjungbalai pernah menjadi kota terpadat di Asia Tenggara dengan kepadatan sekitar 20.000 jiwa/km2.

Hingga periode 2014, Kota Tanjungbalai dihuni oleh beragam suku di antaranya; Suku Batak (Simalungun, Toba, Mandailing, Pakpak, dan Karo) 42,56 persen, Jawa 17,06 persen, Melayu 15,41 persen, Minang 3,58 persen, Aceh 1,11 persen, dan suku lainnya sebanyak 20,28 persen. Sedangkan dari sisi agama yang dianut, sebagian besar penduduk Kota Tanjungbalai beragama Islam dengan persentase 81,99 dari seluruh populasi.

Gambar 2.6. Persentase Penduduk Berdasarkan Suku dan Agama di Kota Tanjungbalai, 2015

Sumber: Kota Tanjungbalai dalam angka 2015

Penduduk yang dijadikan sebagai modal utama pembangunan daerah di Kota Tanjungbalai mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Sampai dengan 2015, jumlah penduduk Kota Tanjungbalai telah

(29)

mencapai 167.012 jiwa, meningkat dibanding periode 2013 yang sebesar 164.675 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduknya sebesar 1,41 persen.

Gambar 2.7. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kota Tanjungbalai, 2011-2015

Sumber: BPS Kota Tanjungbalai, 2016

Sampai dengan periode 2015, jumlah penduduk laki-laki masih mendominasi populasi Kota Tanjungbalai dengan jumlah 84.197 jiwa, sedangkan jumlah penduduk perempuan berjumlah 82.815 jiwa. Secara usia, penduduk usia 0-4 tahun merupakan penduduk dengan jumlah terbanyak dibanding usia penduduk Kota Tanjungbalai lainnya. Sampai dengan periode 2015, jumlah penduduk usia 0-4 tahun (balita) mencapai 19.535 jiwa dengan jumlah balita laki-laki sebanyak 9.930 jiwa dan balita perempuan sebanyak 9.605 jiwa.

Gambar 2.8. Piramida Penduduk Kota Tanjungbalai, 2015

Sumber: BPS Kota Tanjungbalai, 2016

Sementara itu jika dilihat dari persebaran penduduk menurut kecamatan, setiap tahunnya selama 2011-2015 Kecamatan Teluk Nibung menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbanyak. Pada 2011-2015, jumlah

(30)

RKPD KOTA TANJUNGBALAI TAHUN 2017

penduduk Kecamatan Teluk Nibung telah mencapai 38.714 jiwa, atau mengalami penambahan sebanyak 2.635 jiwa dibandingkan periode 2011.

Kecamatan Tanjungbalai Utara menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terkecil. Sampai dengan 2015, jumlah penduduk Kecamatan Tanjungbalai Utara sebanyak 17.153 jiwa. Meskipun demikian, Kecamatan Tanjungbalai Utara menjadi daerah terpadat dibanding kecamatan lainnya di Kota Tanjungbalai. Sampai dengan 2015, Kecamatan Tanjungbalai Utara memiliki kepadatan 20.420 jiwa/ha, sedangkan Kecamatan Datuk Bandar menjadi daerah dengan kepadatan terkecil dengan kepadatan 1.625 jiwa/ha.

Gambar 2.9.

Perkembangan Jumlah Penduduk Kota Tanjungbalai menurut Kecamatan, 2011-2015

Sumber: BPS Kota Tanjungbalai, 2016

Gambar 2.10. Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kota Tanjungbalai Menurut Kecamatan, 2015

(31)

Bila dilihat berdasarkan laju pertumbuhan penduduk menurut Kecamatan selama Tahun 2011-2015, laju pertumbuhan setiap kecamatan tidak jauh berbeda. Kecamatan Datuk Bandar Timur memiliki laju pertumbuhan terbesar dengan angka rata-rata sebesar 1,1552 persen per tahun, sedangkan Tanjungbalai Utara dengan jumlah penduduk terkecil juga memiliki laju pertumbuhan penduduk terkecil dibandingkan kecamatan lainnya, yakni rata-rata sebesar 1,1535 setiap tahunnya.

Tabel 2.7. Laju Pertumbuhan Penduduk Tahun 2011-2015 Menurut Kecamatan Kecamatan 2011 2015 Laju Pertumbuhan Penduduk 2011-2015 (%)

Datuk Bandar 34.509 36.547 1,1542

Datuk Bandar Timur 27.509 29.135 1,1552

Tanjungbalai Selatan 19.737 20.903 1,1546

Tanjungbalai Utara 16.197 17.153 1,1535

Sei Tualang Raso 23.190 24.560 1,1546

Teluk Nibung 36.556 38.714 1,1537

Tanjungbalai 157.698 167.012 1,1543

Sumber: BPS Kota Tanjungbalai, 2016

2.1.2 ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT 2.1.2.1 Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi 2.1.2.1.1 Pertumbuhan PDRB

Kinerja perekonomian Kota Tanjungbalai pada periode tahun 2011—2015 menunjukkan perlambatan dibandingkan dari tahun sebelumnya, semula (tahun 2011) laju sebesar 6,02 persen, pada tahun 2012 mengalami peningkatan dengan laju sebesar 6,22 persen lalu terus melambat menjadi 5,94 persen pada tahun 2013, menjadi 5,78 persen pada tahun 2014 dan 5,58 persen pada tahun 2015 namun persentasenya masih berada diatas angka Provinsi Sumatera Utara. Perlambatan ini seiring dengan kondisi pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara dan Nasional yang cenderung melambat pada periode tahun yang sama, dengan perkataan lain juga akibat pengaruh kondisi perekonomian global, nasional dan provinsi.

(32)

RKPD KOTA TANJUNGBALAI TAHUN 2017

Gambar 2.11. Laju Pertumbuhan Ekonomi Tanjungbalai Dibandingkan Sumatera Utara dan Nasional Tahun 2011-2015. 6,02% 6,22% 5,94% 5,78% 5,58% 6,66% 6,45% 6,08% 5,23% 5,10% 6,16% 6,16% 5,74% 5,21% 4,79% 4,00% 4,50% 5,00% 5,50% 6,00% 6,50% 7,00% 2011 2012 2013 2014 2015 Tanjungbalai Sumatera Utara Indonesia

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Tanjunbalai

Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 mengalami perlambatan disebabkan mayoritas lapangan usaha yang ada mengalami pertumbuhan yang melambat seperti: Pertambangan dan penggalian dari 7,65 persen menjadi 5,81 persen, Pengadaan Listrik & gas dari 10,87 persen menjadi 2,73 persen, Perdagangan besar dan eceran; reperasi mobil dan sepeda motor dari 6,71 persen menjadi 5,24 persen, Transportasi dan Pergudangan dari 7,88 persen menjadi 2,62 persen, Informasi dan Komunikasi dari 8,08 persen menjadi 6,01 persen, Penyediaan Akomodasi & makan minum dari 7,97 persen menjadi 6,95 persen, Real estate dari 8,08 persen menjadi 4,65 persen, Jasa perusahaan dari 5,90 persen menjadi 2,89 persen, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial dari 7,32 persen menjadi 6,63 persen, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial dari 8,74 persen menjadi 7,32 persen serta Jasa lainnya dari 8,00 persen menjadi 6,69 persen dan hanya 3 (tiga) dari 17 (tujuh belas) lapangan usaha lainnya mengalami percepatan dengan persentase yang relatif kecil seperti yang terlihat dalam tabel berikut.

(33)

Tabel 2.8. Laju Pertumbuhan Ekonomi Riil Kota Tanjungbalai ADHK 2010 Tahun 2011-2015 Menurut Lapangan Usaha (%).

LAPANGAN USAHA 2011 2012 2013 2014* 2015**

A. Pertanian,Kehutanan &Perikanan 3,26 3,29 3,30 5,14 5,42

B. Pertambangan & Penggalian 7,66 7,65 7,68 7,42 5,81

C. Industri Pengolahan 4,76 6,71 5,13 5,53 6,01

D. Pengadaan Listrik dan Gas 10,87 3,15 -0,89 4,11 2,73

E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah & Daur

Ulang 5,27 5,63 3,02 3,21 3,42

F. Konstruksi 8,06 6,35 7,29 6,46 6,96

G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reperasi Mobil &

Sepeda 6,71 7,77 7,07 6,97 5,24

H. Transportasi &Pergudangan 7,88 6,22 6,88 2,88 2,62

I. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 7,97 6,51 7,72 6,47 6,95

J. Informasi dan Komunikasi 8,08 7,13 6,57 6,11 6,01

K. Jasa Keuangan & Asuransi 7,52 10,32 9,10 2,65 2,92

L. Real Estate 5,27 4,97 4,96 4,71 4,65

M. Jasa Perusahaan 5,90 4,79 3,29 3,34 2,89

N. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan & Jaminan

Sosial 7,32 7,64 6,72 6,74 6,63

O. Jasa Pendidikan 3,80 2,99 6,27 5,20 5,31

P. Jasa Kesehatan & Kegiatan Sosial 8,74 6,80 7,40 7,40 7,32

Q. Jasa Lainnya 8,00 7,83 7,45 7,04 6,69

Total 6,02 6,22 5,94 5,78 5,58

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Tanjungbalai Catatan: *) Angka perbaikan

(34)

RKPD KOTA TANJUNGBALAI TAHUN 2017

Gambar 2.12 Laju Pertumbuhan Ekonomi Riil Kota Tanjungbalai ADHK 2010 Tahun 2011-2015 Menurut Lapangan Usaha (%).

6,69 7,32 5,31 6,63 2,89 4,65 2,92 6,01 6,95 2,62 5,24 6,96 3,42 2,73 6,01 5,81 5,42 7,04 7,40 5,20 6,74 3,34 4,71 2,65 6,11 6,47 2,88 6,97 6,46 3,21 4,11 5,53 7,42 5,14 7,45 7,40 6,27 6,72 3,29 4,96 9,10 6,57 7,72 6,88 7,07 7,29 3,02 -0,89 5,13 7,68 3,30 7,83 6,80 2,99 7,64 4,79 4,97 10,32 7,13 6,50 6,22 7,77 6,35 5,63 3,15 6,71 7,65 3,29 8,00 8,74 3,80 7,32 5,90 5,27 7,52 8,08 7,97 7,88 6,71 8,06 5,27 10,87 4,76 7,66 3,26 -2,00 0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 Jasa Lainnya Jasa Kesehatan & Kegiatan Sosial Jasa Pendidikan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan

& Jaminan Sosial

Jasa Perusahaan Real Estate Jasa Keuangan & Asuransi Informasi dan Komunikasi Penyediaan Akomodasi dan Makan

Minum

Transportasi dan Pergudangan Perdagangan Besar dan Eceran; Reperasi

Mobil & Sepeda

Konstruksi Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,

Limbah & Daur Ulang Pengadaan Listrik dan Gas

Industri Pengolahan Pertambangan & Penggalian Pertanian, Kehutanan & Perikanan

2011 2012 2013 2014 2015

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Tanjungbalai

Bila dilihat dari sisi penawaran, nilai total PDRB Kota Tanjungbalai ADHK pada tahun 2015 sebesar Rp.4.637.503,900.000,- (Rp.4,637 triliun), pada tahun 2014 sebesar Rp.4.392.584.700.000,- (Rp.4,392 triliun) lebih tinggi dari tahun 2013 sebesar Rp.4.152.394.100.000,- (Rp.4,152 triliun) sementara atas dasar harga berlaku tahun 2015 sebesar Rp.6.027.318.200.000,-(Rp.6,027 triliun) dan tahun 2014 sebesar Rp.5.426.084.700.000,- (Rp.5,426triliun), lebih tinggi dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp.4.855.838.600,- (Rp.4,855 triliun).

Gambar

Tabel  2.1  Tinggi  Wilayah  di  Atas  Permukaan  Laut  (DPL)  Menurut  Kecamatan  di  Kota  Tanjungbalai, 2015
Gambar 2.6. Persentase Penduduk Berdasarkan Suku dan Agama di Kota Tanjungbalai, 2015
Gambar  2.11.  Laju  Pertumbuhan  Ekonomi  Tanjungbalai  Dibandingkan  Sumatera  Utara  dan  Nasional Tahun 2011-2015
Tabel  2.8.  Laju  Pertumbuhan  Ekonomi  Riil  Kota  Tanjungbalai  ADHK  2010  Tahun  2011-2015  Menurut Lapangan Usaha (%)
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pengikatan khitosan terhadap logam berat timbal (Pb) pada limbah karagenan dan menentukan konsentrasi terbaik

Dengan adanya tegangan tarik, retak dapat terjadi sepanjang batas butir dan jenis korosi ini sering disebut "intergranular retak korosi tegangan (IGSCC)" atau

Begitu pula terhadap Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang kendari etika bisnis berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan hal ini menunjukan bahwa semakin baik etika

Pada masa VOC (1602-1799) di sana-sini ada juga persekusi terhadap orang Kristen, terutama oleh penguasa pribumi yang Islam, tetapi yang tak kalah hebat adalah pemban- taian

Pada lokasi 1 dengan ukuran kernel 13x13, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa homogeneity dan entropy memiliki kemampuan yang paling baik dalam memisahkan kelas

ia telah membuktikan bahwa dirinya adalah sebuah rahmat bagi manusia dan alam semesta peristiwa itu bisa dilihat dari pembebasan kota makkah dangan segala kemenangan yang telah

Setelah disimpan selama 12 bulan, persentase perkecambahan mencapai titik rendah di bawah 5%, dan pada masa simpan 18 bulan dapat dikatakan bijinya sudah tidak mampu

• Jika pada suatu saat, penulis menemukan kesalahan atau ketidaktepatan yang signifikan dalam naskah yang diajukan, maka kesalahan atau ketidaktepatan harus dilaporkan ke