analisis program ASI eksklusif

22 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1 1..11 LLaattaar r BBeellaakkaanngg

Kesehatan merupakan salah satu aspek dari kehidupan masyarakat mutu Kesehatan merupakan salah satu aspek dari kehidupan masyarakat mutu hidup, produktifitas tenaga kerja, angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada hidup, produktifitas tenaga kerja, angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada ba

bayi yi dadan n ananakak-a-ananak, k, mmenenururununnynya a dadaya ya kekerjrja a fifisisik k sesertrta a tetergrgananggggununyaya perkembangan mental adalah akibat langsung atau tidak langsung dari masalah perkembangan mental adalah akibat langsung atau tidak langsung dari masalah gizi kurang. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu masalah gizi yang paling gizi kurang. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu masalah gizi yang paling utama pada saat ini di Indonesia adalah kurang kalori dan protein.

utama pada saat ini di Indonesia adalah kurang kalori dan protein. 11 Dalam pembanguna

Dalam pembangunan n bangsa, peningkatan kualitas manusia harus bangsa, peningkatan kualitas manusia harus dimulaidimulai sedini mungkin yaitu sejak dini yaitu sejak masih bayi, salah satu faktor yang sedini mungkin yaitu sejak dini yaitu sejak masih bayi, salah satu faktor yang me

mememegagang ng peperarananan n pepentntining g dadalalam m pepeniningngkakatatan n kukualalititas as mamanunusisia a adadalalahah pemberian Air Susu Ibu (ASI). Pemberian ASI semaksimal mungkin merupakan pemberian Air Susu Ibu (ASI). Pemberian ASI semaksimal mungkin merupakan keg

kegiataiatan n pentpenting ing daldalam am pemepemelihaliharaan raan anaanak k dan dan perspersiapiapan an genegenerasi rasi penepenerus rus didi masa depan. Akhir-akhir ini sering dibicarakan tentang peningkatan penggunaan masa depan. Akhir-akhir ini sering dibicarakan tentang peningkatan penggunaan ASI.

ASI. 1 1

Pemberian ASI eksklusif sangat banyak manfaatnya bagi bayi dan ibu. Pemberian ASI eksklusif sangat banyak manfaatnya bagi bayi dan ibu. Walaupun demikian masih banyak ibu tidak berhasil bahkan tidak memberikan Walaupun demikian masih banyak ibu tidak berhasil bahkan tidak memberikan ASI

ASI ekskeksklusilusif. f. AdaAdapun pun faktfaktor-for-faktoaktor r yanyang g memmempenpengarugaruhi hi ketketidak idak berberhasihasilanlan pemberian ASI eksklusif terdiri dari faktor internal seperti: ketersediaan ASI, pemberian ASI eksklusif terdiri dari faktor internal seperti: ketersediaan ASI, pe

pekekerjarjaanan, , pepengengetatahuahuan, n, kekelailainanan n papayuyudardara, a, kokondindisi si kekesehsehataatan n dadan n fakfaktotorr eksternal antara lain : status ekonomi, petugas kesehatan, kondisi kesehatan bayi, eksternal antara lain : status ekonomi, petugas kesehatan, kondisi kesehatan bayi, pengganti ASI, keyakinan yang keliru.

pengganti ASI, keyakinan yang keliru. 1 1 Da

Data ta RiRiset set KeKesehsehataatan n DaDasar sar (Ri(Riskeskesdasdas) s) tahtahun un 202010 10 memenunnunjujukkakkann pem

pemberiberian an ASI ASI di di IndoIndonesinesia a saat ini saat ini memmemprihprihatinatinkankan, , perpersentsentase ase baybayi i yanyangg menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3 persen. Masalah utama menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3 persen. Masalah utama penyebab rendahnya penggunaan ASI di Indonesia adalah faktor sosial budaya, penyebab rendahnya penggunaan ASI di Indonesia adalah faktor sosial budaya, kurangnya pengetahuan ibu hamil, keluarga dan masyarakat akan pentingnya ASI, kurangnya pengetahuan ibu hamil, keluarga dan masyarakat akan pentingnya ASI, se

serta rta jajajajaran ran keskesehaehatan tan yanyang g belbelum um sepsepenuenuhnhnya ya memendundukukung ng PenPeningingkatkatanan

1 1

(2)

Pemberian ASI (PP-ASI). Masalah ini diperparah dengan gencarnya promosi susu Pemberian ASI (PP-ASI). Masalah ini diperparah dengan gencarnya promosi susu form

formula ula dan dan kurakurangnngnya ya dukudukungan ngan dari dari masmasyaryarakatakat, , termtermasuk asuk instinstitusitusi i yanyangg memper

memperkerjakan perempuan yang kerjakan perempuan yang belum memberikan tempat dan belum memberikan tempat dan kesempatkesempatanan bagi ibu menyusui di tempat kerja (seperti ruang ASI).

bagi ibu menyusui di tempat kerja (seperti ruang ASI). 2 2

Menurut data Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan tahun 2010 pencapaian Menurut data Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan tahun 2010 pencapaian ASI Eksklusif umur 0-6 bulan sebesar 35,9% sangat jauh dari harapan yang ASI Eksklusif umur 0-6 bulan sebesar 35,9% sangat jauh dari harapan yang ditarget

ditargetkan 80% (Dinkes Kalsel, 2010kan 80% (Dinkes Kalsel, 2010). ). PemerintPemerintah meningkatah meningkatkan cakupan ASIkan cakupan ASI eekksskklluussiiff, , ddiibbuukkttiikkaan n ddeennggaan n ddiikkeelluuaarrkkaannnnyya a KKeeppmmeennkkees s RRII No.4

No.450/M50/MENKENKES/ES/SK/SK/VI/2VI/2004 004 tententang tang pempemberiberian an Air Air Susu Susu Ibu Ibu (AS(ASI) I) secsecaraara eksklusif pada bayi di Indonesia.

eksklusif pada bayi di Indonesia.55Dalam rekomendasi tersebut dijelaskan bahwaDalam rekomendasi tersebut dijelaskan bahwa untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal, bayi untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal, bayi ha

harurus s didibeberi ri ASASI I ekeksksklulusisif f seselalama ma 6 6 bubulalan n pepertrtamama. a. SeSelalanjnjututnynya, a, dedemimi tercukupinya nutrisi bayi, maka ibu mulai memberikan makanan pendamping ASI tercukupinya nutrisi bayi, maka ibu mulai memberikan makanan pendamping ASI hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih (Depkes RI, 2015).

hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih (Depkes RI, 2015). 3 3

1

1..22 RRuummuussaan n MMaassaallaahh..

Be

Berdrdasasararkan kan lalatatar r bebelalakakang ng di di atatas as mamaka ka dadapapat t didirurumumuskskan an bebebeberaprapaa  penyataan masalah, yaitu:

 penyataan masalah, yaitu:

1

1.. KKuurraannggnnyya pa peennggeettaahhuuaan mn maassyyaarraakkaat t mmeennggeennaai i AASSII

2

2.. KKuurraannggnnyya a kkeessaaddaarraan n mmaassyyaarraakkaat t mmeennggeennaai i AASSII

3

3.. KKeetteerrbbaattaassaan kn kaaddeer kr keesseehhaattaan dn daallaam pm prrooggrraam Am ASSI eI ekksslluussiif f 

1

1..33 TTuujjuuaan n PPeennuulliissaann

enggambarkan situasi, mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan enggambarkan situasi, mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan  pada pelaksanaan !rogram ASI "ksklusi

 pada pelaksanaan !rogram ASI "ksklusif di #ilayah ker$a !uskesmas !ekauman.f di #ilayah ker$a !uskesmas !ekauman.

1

1..44.. MMaannffaaaatt

2 2

(3)

engetahui permasalahan, dan men%ari $alan keluar sehingga program ASI eksklusif dapat ber$alan sepenuhnya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. ASI Eksklusif 

2.1.1. Definisi ASI Eksklusif 

Asi Eksklusif yaitu pemberian ASI saja tanpa makanan dan minuman lain. ASI Eksklusif dianjurkan sampai 6 bulan pertama kehidupan bayi. Memberikan ASI setelah persalinan juga menunjukan perlindungan pada bayi baru lahir terhadap infeksi dan pengaturan suhu tubuh. Pemberian ASI secara dini dan eksklusif sekurang-kurangnya 4-6 bulan akan membantu mencegah berbagai penyakit anak, termasuk gangguan lambung dan saluran nafas, terutama asma pada anak-anak. ASI mengandung kolostrum yang kaya akan antibody karena mengandung protein untuk data tahan tubuh dan pembunuh kuman dalam jumlah tinggi, sehingga pemberian asi eksklusif dapat mengurangi resiko kematian bayi. Kolostrum berwarna kekuningan dihasilkan pada hari pertama sampai hari ketiga. Hari keempat sampai kesepuluh ASI mengandung immunoglobulin, protein, dan laktosa lebih sedikit dibandingkan kolostrum, tetapi lemak dan kalori lebih tinggi dengan warna susu lebih putih. Selain mengandung zat – zat makanan, ASI juga mengandung zat penyerap berupa enzim tersendiri yang tidak akan mengganggu enzim di usus. Susu formula, tidak mengandung enzim sehingga penyerapan makanan tergantung pada enzim yang terdapat di usus bayi. 6

2.1.2. Manfaat ASI Eksklusif 

Tujuan program ASI Eksklusif adalah diperolehnya peningkatan pengetahuan dan kemampuan petugas kesehatan di tingkat puskesmas dalam upaya meningkatkan penggunaan ASI dimasyarakat. Petugas kesehatan diharapkan dapat mendukung keberhasilan menyusui dan bebas promosi susu formula.6

(4)

Terdapat berbagai macam manfaat ASI Eksklusif bagi bayi. Seorang bayi yang mendapatkan ASI akan menerima kolostrum yang mengandung zat kekebalan terutama immuniglobullin A (lgA) yang melindungi bayi dari berbagai infeksi terutama diare, dan membatu pengeluaran meconium. ASI juga mengandung makanan terlengkap untuk bayi, yang terdiri dari proporsi yang seimbang dan cukup kuantitas semua zat gizi yang diperlukan untuk kehidupan 6 bulan pertama. ASI melindungi terhadap alergi karena tidak mengandung zat yang dapat menimbulkan alergi. Pemberian ASI Eksklusif juga akan melindungi bayi baru lahir dari berbagai penyakit, terutama alergi dan gangguan pencernaa. Pemberian ASI eksklusif juga dapat mencegah hypotermia pada bayi baru lahir. 7

Bagi ibu, pemberian ASI memberikan 98% metode kontrasepsi yang efisien selama 6 bulan pertama sesudah kelahiran bila diberikan hanya ASI saja dan belum terjadi menstruasi kembali. Memberikan ASI segera (dalam waktu 60 menit) membatu meningkatkan produksi ASI dan proses laktase. Pemberian ASI juga dapat membantu mengurangi beban kerja ibu karena ASI tersedia kapan dan dimana saja. ASI selalu bersih, sehat dan tersedia dalam suhu yang cocok. 4

Bagi keluarga. bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit dalam perawatan kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit. Pemberian ASI pada bayi (meneteki) berarti hemat tenaga bagi keluarga sebab ASI selalu siap tersedia. 6

2.1.3. Fakto ! Fakto "an# $e$en#au%i &e$'eian ASI Eksklusif 

Banyak faktor yang mendukung dan menghambat pemberian ASI Eksklusif, mulai dari kebijakan instansi pelayanan kesehatan tentang IMD dan ASI eksklusif. Motivasi, pengetahuan dan sikap tenaga dari penolong persalinan dan ibu, gencarnya promosi susu formula, dukungan anggota keluarga. 8

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan menyusui adalah, sosial budaya, psikologis dan biologis ibu sendiri. Dari segi faktor psikologi, status psikologi mendasari ibu dan pendukungnya untuk keberhasilan menyusui, termasuk percaya diri dan komitmen menyusui. Faktor dukungan tenaga kesehatan dan dukungan tenaga kesehatan yang diberikan dapat membangkitkan rasa percaya diri ibu untuk membuat

(5)

keputusan menyusui bayinya. Informasi tentang perawatan payudara selama masa kehamilan, lama menyusui, inisiasi menyusui merupakan dukungan tenaga kesehatan untuk menyukseskan kelangsungan pemberian ASI eksklusif. 8

Faktor Demografi juga memengaruhi keberhasilannya ASI eksklusif. Faktor demografi terbagi menjadi dua, yaitu faktor sosio demografi dan faktor biomedik. Faktor sosio demografi terdiri dari umur, pendidikan, status perkawinan, suku, tingkat sosial dan penghasilan. Sedangkan faktor biomedik terdiri dari jumlah kelahiran, dan setelah melahirkan.10

2.1.3 (aku&an Pela"anan ASI Eksklusif )i In)onesia

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral). 10

Menurut Riskesdas 2015, proses mulai menyusui terbanyak terjadi pada 1- 6 jam setelah kelahiran (35,2%) dan kurang dari 1 jam (inisiasi menyusui dini) sebesar 34,5%. Sedangkan proses mulai menyusui terendah terjadi pada 7 - 23 jam setelah kelahiran yaitu sebesar 3,7%.11

(6)

.

*afik 1. (aku&an Pe$'eian ASI Eksklusif &a)a Ba"i U$u +,- Bulan Menuut Poinsi ta%un 2+1/11

Mengacu pada target renstra pada tahun 2015 yang sebesar 39 %, maka secara nasional cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia kurang dari enam bulan sebesar 55,7% telah mencapai target. Menurut provinsi, kisaran cakupan ASI eksklusif  pada bayi umur 0 - 6 bulan antara 26,3% (Sulawesi Utara) sampai 86,9% (Nusa Tenggara Barat). Dari 33 provinsi yang melapor, sebanyak 29 di antaranya (88%) berhasil mencapai target renstra 2015.11

2.2. Po#a$ ASI Eksklusif )i Puskes$as Pekau$an.

2.2.1 Persentasi Bayi Yang Mendapat Asi Ekslusif.

(7)

22.89%

26.15%

22.31% 22.40%

27.12%

Persenta si Bayi Mendapatkan ASI Eksk!si" 

Grafik 2 . Persentasi Bayi Yang Mendapatkan Asi Ekslusif di Puskesmas Pekauman Kota

Banjarmasin Tahun 2016 (sumber: Profil Puseksmas Pekauman)

Berdasarkan grafik 2, persentasi bayi mendapatkan ASI eksklusif di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin tahun 2016 untuk wilayah Pekauman sebesar 22.89%, wilayah Kelayan Barat sebesar 26.15%, wilayah Kelayan Selatan sebesar 22.31%, wilayah Basirih Selatan sebesar 22.40% dan wilayah Mantuil sebesar 27.12%.

(8)

Grafik 3 . Cakupan ASI Eksklusif tahun 2016 Puskesmas Pekauman

Berdasarkan data diatas, cakupan asi eksklusif di wilayah puskesmas pekauman tahun 2016 antara lain; daerah Mantuil sebesar 59,2%, Basirih Selatan sebesar 56,77%, Kelayan Selatan sebesar 67,33%, Pekauman sebesar 62,45%, dan kelayan barat 58,41%.

2.2.2 Asi Eksklusif )i Puskes$as Pekau$an

Program ASI eksklusif adalah bagian dari program gizi di Puskesmas Pekauman. Selama program ini digalakan oleh pemerintah, puskesmas selalu berupaya melakukan penyuluhan – penyuluhan ASI setiap minggu yang didampingi oleh petugas konselor ASI, maupun kader terlatih yang ada di suatu kecamatan tersebut. Meskipun tidak semuanya, para bidan dan tenaga kesehatan  juga sudah melakukan penyuluhan akan pentingnya ASI pada masa sebelum kelahiran antenatal care agar para ibu yang akan melahirkan, sudah tidak 

(9)

canggung dengan ASI. Edukasi tentang ASI juga rutin diadakan di posyandu – posyandu. Tentunya upaya ASI tidak hanya sampai pada pre-persalinan, setelah persalinanpun, sewaktu bayi diimunisasi di Puskesmas Pekauman, para ibu juga ditanyakan kembali, apakah sudah memberikan ASI eksklusif untuk bayi nya atau tidak, apabila tidak kader biasanya memotivasi dan mengedukasi kembali, sehingga ibu dapat memberikan ASI kembali atau masuk dalam fase yang disebut fase relaksasi. Dari hal tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa pelayanan ASI di Puskesmas Pekauman sudah berjalan maksimal.

(10)

BAB III PEMBA0ASAN 3.1 Puskes$as Pekau$an

3.1.1 Kon)isi *eo#afi ila"a% Kea Puskes$as Pekau$an 3.1.1.1 uas ila"a%

Se%ara geografis !uskesmas !ekauman terletak di ke%amatan Ban$armasin Selatan Kota Ban$armasin yang memiliki luas #ilayah 1,(' km2 yang men%akup

'&,)- #ilayah ke%amatan Ban$armasin Selatan yang ada di Kota Ban$armasin, dengan batas #ilayah :

 Sebelah /tara : berbatasan dengan ke%amatan Ban$armasin Barat

 Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kabupaten Ban$ar   Sebelah Barat : berbatasan dengan kabupaten Barito Kuala  Sebelah 0imur : berbatasan dengan kelurahan Kelayan

alam

3.1.1.2 A)$inistasi ila"a%

Se%ara administrasi, #ilayah ker$a !uskesmas !ekauman terdiri dari lima kelurahan yaitu kelurahan !ekauman, Kelayan Barat, Kelayan Selatan, Basirih Selatan dan antuil. Kondisi geografis #ilayah ker$a !uskesmas !ekauman terletak pada ketinggian ,1( m di ba#ah  permukaan laut, berada di daerah berpayapaya serta relatif datar yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Iklim yang berpengaruh terhadap !uskesmas !ekauman adalah iklim tropis.

3.1.1.3 Kea)aan Pen)u)uk 

(11)

umlah penduduk di #ilayah ker$a !uskesmas !ekauman tahun 21( adalah (.+* $i#a dengan perin%ian berdasarkan #ilayah ker$a !uskesmas dapat dilihat pada tabel 2.1 .

Ta'el 1. Disti'usi Ju$la% Pen)u)uk $enuut kelua%an )an enis kela$in )i ila"a% kea Puskes$as Pekau$an ta%un

2+1- 4o esa5Kelurahan umlah

!enduduk  umlah 6i#a7

8akilaki 6i#a7 !erempuan 6i#a7

1 !ekauman &'(+ &'+( +1('

2 Kelayan Barat 33+& 33)' ()(+

3 Kelayan Selatan ()1+ ('3+ 132'*

& Basirih Selatan *1() )((* 1'*3'

' antuil ))&1 )33 1')1

0otal 3'+ 2+'* (+*

3.1.1.4 Sosial Ekono$i

ata pen%aharian penduduk di #ilayah ker$a !uskesmas !ekauman %ukup be9ariasi, sebagian besar adalah #iras#asta.

3.1.1./ Saana Ekono$i5Tans&otasi5Ko$unikasi

arak ter$auh dari !uskesmas !ekauman adalah ) Km. ilayah ker$a dapat di$angkau dengan menggunakan kendaraan roda 2 atau roda &, disamping itu terdapat #ilayah yang hanya dapat di$angkau dengan alat transportasi air 6kelotok7 yaitu #ilayah kelurahan antuil dan Basirih Selatan terutama di !os Kesehatan Kelurahan ;andil Bamban dan !os Kesehatan Kelurahan 0an$ung !andan.

3.1.1.- Pen)i)ikan

(12)

umlah sarana sekolah 0aman kanakkanak adalah 2& buah, Sekolah asar 32 buah, Sekolah menengah !ertama * buah, Sekolah enengah Atas 3 buah, serta pesantren sebanyak 2 buah.

3.1.1.6 Saana Kese%atan

Ta'el 2. Saana Fisik Kese%atan )i Puskes$as Pekau$an

 4 <

Sarana umlah

1 !uskesmas !embantu '

2 !os Kesehatan Kelurahan 2

3.1.2 *a$'aan U$u$ Puskes$as Pekau$an 3.1.2.1 7isi Misi 8 Motto Puskes$as Pekau$an

• =isi !uskesmas !ekauman

=isi !uskesmas !ekauman adalah 9Meuu)kan &ela"anan kese%atan 'ekualitas $enuu $as"aakat Bana$asin se%at: $an)ii )an 'ekea)ilan.;

• isi !uskesmas !ekauman

 endorong kemandirian hidup sehat masyarakat di

#ilayah ker$a !uskesmas !ekauman.

 emberikan pelayanan kesehatan yang bermutu,

merata, ter$angkau, berkeadilan.

 enggerakkan peran aktif masyarakat dalam

me#u$udkan lingkungan yang sehat.

 embangun profesionalisme dengan memberikan

 pelayanan kesehatan yang optimal baik indi9idu, keluarga dan masyarakat.

3.1.1./ Tuuan Puskes$as Pekau$an

e#u$udkan masyarakat yang:

(13)

a7 emiliki perilaku yang meliputi kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat

 b7 ampu men$angkau pelayanan kesehatan yang  bermutu

%7 ;idup dalam lingkungan sehat> dan

d7 emiliki dera$at kesehatan yang optimal, baik  indi9idu, keluarga, kelompok dan mayarakat.

oto !uskesmas !ekauman ?elayani Setulus ;ati@

a7 0ata 4ilai !uskesmas !ekauman

?SERASA DI JAWA@ • Senyum • amah • Sapa • isiplin • 0anggung a#ab

 b7 !eraturan !uskesmas !ekauman

• !arkir kendaraan sesuai tempat yang ditentukan dengan rapi,

 barang ba#aan diamankan sendiri. !uskesmas tidak   bertanggung $a#ab atas kehilangan barang ba#aan.

• a$ib memba#a kartu berobat, kartu identitas diri,

kartu K4 6ASK"S5AK"SAS5B!S

A4II5KIS7.

• Antri dengan tertib dan sabar sesuai nomor antrian.

• en$aga kebersihan, membuang sampah pada

tempatnya dan tidak meludah sembarangan.

• 0idak merokok di lingkungan !uskesmas mulai

halaman sampai dalam !uskesmas.

• agalah kebersihan toilet.

(14)

3.1.3. U&a"a Kese%atan Puskes$as Pekau$an

!uskesmas menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama. /paya Kesehatan dilaksanakan se%ara terintegrasi dan berkesinambungan. /paya kesehatan masyarakat tingkat pertama meliputi upaya kesehatan masyarakat esensial dan upaya kesehatan masyarakat  pengembangan. /paya kesehatan masyarakat esensial harus diselenggarakan oleh setiap !uskesmas untuk mendukung pen%apaian standar pelayanan minimal kabupaten5kota  bidang kesehatan. /paya kesehatan masyarakat pengembangan merupakan upaya kesehatan masyarakat yang kegiatannya memerlukan upaya yang sifatnya ino9atif  dan5atau bersifat ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan, disesuaikan dengan prioritas masalah kesehatan, kekhususan #ilayah ker$a dan potensi sumber daya yang tersedia di masingmasing !uskesmas.

a7 /paya kesehatan masyarakat esensial meliputi:

o !elayanan promosi kesehatan termasuk /KS

o !elayanan kesehatan lingkungan

o !elayanan KIAKB yang bersifat /K

o !elayanan gii bersifat /K

o !elayanan pen%egahan dan pengendalian penyakit

o !elayanan kepera#atan kesehatan masyarakat

 b7 /paya kesehatan masyarakat pengembangan meliputi:

o !elayanan kesehatan $i#a

o !elayanan kesehatan gigi masyarakat

o !elayanan kesehatan tradisional

komplementer 

o !elayanan kesehatan olahraga

o !elayanan kesehatan indera

o !elayanan kesehatan lansia

o !elayanan kesehatan ker$a

o !elayanan kesehatan lainnya

/paya kesehatan perseorangan tingkat pertama di !uskesmas !ekauman

(15)

dilaksanakan dalam bentuk:

• a#at $alan

• !elayanan ga#at darurat

/paya kesehatan perseorangan tingkat pertama dilaksanakan sesuai dengan standar prosedur operasional dan standar pelayanan.

Kegiatan /paya Kesehatan !erorangfan 6/K!7 tingkat pertama yang dilaksanakan di !uskesmas !ekauman meliputi:

o !elayanan pemeriksaan umum

o !elayanan kesehatan gigi dan mulut

o !elayanan KIAKB bersifat /K!

o !elayanan ga#at darurat

o !elayanan gii bersifat /K!

o !elayanan persalinan

o !elayanan kefarmasian

o !elayanan laboratorium

aringan pelayanan !uskesmas dan $e$aring fasilitas pelayanan ke sehatan meliputi:

o !uskesmas pembantu

o !uskesmas keliling

o Bidan kelurahan

o e$aring fasilitas pelayanan kesehatan

3.2 Fis%'one Pe$asala%an ASI Puskes$as Pekau$an

(16)

Ta'el 3. Ta'el &e$e<a%an $asala%

3.2.1. Pe%itun#an ASI Eksklusif Bulan Fe'uai 2+16

(17)

Ta'el 4. Pe%itun#an ASI Eksklusif Bulan Fe'uai 2+16

Berdasarkan data tahun 21), %akupan ASI di !uskesmas !ekauman belum men%apai sasaran yaitu 1-, namun sudah men%apai target sebesar )(,+- untuk laki C  laki dan )',+&- untuk perempuan. !erhitungan dengan diatas melibatkan tidak hanya ASI eksklusif namun ASI eksklusif relaksasi $uga dilibatkan, hal ini disebabkan karena rendahnya persentase ASI eksklusif murni, padahal telah banyak upaya yang dilakukan untuk mengingkatkan penggunaan ASI.

3.2.2. (aku&an ASI Eksklusif $asi% en)a%

Dakupan pemberian ASI "ksklusif dipengaruhi beberapa hal, terutama masih sangat terbatasnya tenaga konselor ASI, belum maksimalnya kegiatan edukasi, sosialisasi, ad9okasi dan kampanye mengenai pemberian ASI maupun !ASI dan  belum optimalnya membina kelompok pendukung ASI dan !ASI.

(18)

Banyak faktor lain yang memengaruhi $alannya ASI eksklusif. Kemauan seorang Ibu untuk memberikan ASI eksklusif dimulai dari masa prepersalinan. Seorang kader kesehatan baik di puskesmas, posyandu, maupun bidan, ketika kun$ungan antenatal %are hendaknya selalu memoti9asi ibu untuk memberikan ASI ketika bayi tersebut lahir, sehingga ibu selalu optimis dapat men%ukupi ASI untuk bayi tersebut. alam  penga#asan praktek lapangan, hal yang menyebabkan ketidak mauan ibu memberikan

ASI eksklusif adalah, tidak keluarnya ASI langsung pas%apersalinan sehingga ibu men$adi pesimis untuk memberikan ASI. ;endaknya kader kesehatan selalu mengedukasi  bah#a hal ini #a$ar ter$adi, dan ibu dapat merasa optimis untuk hari C hari selan$utnya sehingga kemudian hari ASI dapat diberikan. Eaktor yang lain yang menghambat adalah ketidaksabaran ibu dalam memberikan ASI, dan promosi susu formula yang murah dan  praktis, sehingga seorang ibu sering lebih memilih %ara yang instan, tanpa mengetahui

manfaat ASI.

ari segi sarana dan lingkungan, banyak ibu yang tidak mengikuti program ASI eksklusif karena akses yang $auh dari tempat penyuluhan, mereka %enderung tidak  memiliki biaya untuk transportasi. Selain itu, tidak semua ukun 0etangga 607 mengadakan kelas ibu hamil yang merupakan sarana untuk sosialisasi ASI eksklusif, hal ini disebabkan karena terbatasnya dana untuk pengadaan sosialisasi. umlah kader yang mengerti betul tentang ASI 6yang mengikuti pelatihan7 $uga terbatas, hal ini $uga disebabkan karena kurangnya pendanaan, dimana masih banyak program lain yang men$adi prioritas. Alat peraga untuk penyuluhan $uga belum memadai, sebagaimana yang kita tau alat peraga ini berfungsi agar seorang ibu benar C benar mengerti tentang  pemberian ASI.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemberian ASI "ksklusif yaitu melalui penyuluhan se%ara optimal kepada ibu hamil,ibu nifas maupun ibu menyusui. !enyuluhan pada ibu hamil bertu$uan agar dapat mempersiapkan masa menyusui dengan baik serta ibu menyusui yang memiliki balita umur ( bulan diharapkan mampu memberikan ASI "ksklusif pada anak mereka. K!ASI adalah suatu #adah kegiatan yang beranggotakan ibu hamil dan ibu menyusui yang berkumpul se%ara rutin untuk saling berbagi ide, informasi dan pengalaman mengenai kehamilan, melahirkan dan menyusui yang dipandu oleh moti9ator dalam suasana kekeluargaan dan

(19)

 penuh keakraban agar sukses memberikan ASI "ksklusif selama ( bulan. 0u$uan  pembentukan K!ASI tersebut yaitu meningkatkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan untuk pemberian ASI "ksklusif dan men%egah kematian ibu dan bayi akibat  persalinan dan pera#atan pas%a persalinan yang salah.

BAB I7 KESIMPUAN

Dalam pembangunan bangsa, peningkatan kualitas manusia harus dimulai sedini mungkin yaitu sejak dini yaitu sejak masih bayi, salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas manusia adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI). Asi Eksklusif yaitu pemberian ASI saja tanpa makanan dan minuman lain. ASI Eksklusif dianjurkan sampai 6 bulan pertama kehidupan bayi. Pemberian ASI secara dini dan eksklusif sekurang-kurangnya 4-6 bulan akan membantu mencegah berbagai penyakit anak, termasuk gangguan lambung dan saluran nafas, terutama asma pada anak-anak.

(20)

Pemberian ASI eksklusif sangat banyak manfaatnya bagi bayi dan ibu. Walaupun demikian masih banyak ibu tidak berhasil bahkan tidak memberikan ASI eksklusif. Menurut data Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan tahun 2010 pencapaian ASI Eksklusif  umur 0-6 bulan sebesar 35,9% sangat jauh dari harapan yang ditargetkan 80% (Dinkes Kalsel, 2010). Pemerintah meningkatkan cakupan ASI eksklusif, dibuktikan dengan dikeluarkannya Kepmenkes RI No.450/MENKES/SK/VI/2004 tentang pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif pada bayi di Indonesia.

Tujuan program ASI Eksklusif adalah diperolehnya peningkatan pengetahuan dan kemampuan petugas kesehatan di tingkat puskesmas dalam upaya meningkatkan penggunaan ASI dimasyarakat.

Pemberian ASI secara dini dan eksklusif sekurang-kurangnya 4-6 bulan akan membantu mencegah berbagai penyakit anak, termasuk gangguan lambung dan saluran nafas, terutama asma pada anak-anak. ASI mengandung kolostrum yang kaya akan antibody karena mengandung protein untuk data tahan tubuh dan pembunuh kuman dalam jumlah tinggi, sehingga pemberian asi eksklusif dapat mengurangi resiko kematian bayi.

Banyak faktor yang mendukung dan menghambat pemberian ASI Eksklusif, mulai dari kebijakan instansi pelayanan kesehatan tentang IMD dan ASI eksklusif. Motivasi, pengetahuan dan sikap tenaga dari penolong persalinan dan ibu, gencarnya promosi susu formula, dukungan anggota keluarga.

Persentasi bayi mendapatkan ASI eksklusif di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin tahun 2016 untuk wilayah Pekauman sebesar 22.89%, wilayah Kelayan Barat sebesar 26.15%, wilayah Kelayan Selatan sebesar 22.31%, wilayah Basirih Selatan sebesar 22.40% dan wilayah Mantuil sebesar 27.12%.

Program ASI eksklusif adalah bagian dari program gizi di Puskesmas Pekauman. Selama program ini digalakan oleh pemerintah, puskesmas selalu berupaya melakukan penyuluhan – penyuluhan ASI setiap minggu yang didampingi oleh petugas konselor ASI, maupun kader terlatih yang ada di suatu kecamatan tersebut. Berdasarkan data tahun 21), %akupan ASI di !uskesmas !ekauman belum men%apai sasaran yaitu 1-, namun sudah men%apai target sebesar )(,+- untuk laki C laki dan )',+&- untuk perempuan.

(21)

Dakupan pemberian ASI "ksklusif dipengaruhi beberapa hal, terutama masih sangat terbatasnya tenaga konselor ASI, belum maksimalnya kegiatan edukasi, sosialisasi, ad9okasi dan kampanye mengenai pemberian ASI maupun !ASI dan  belum optimalnya membina kelompok pendukung ASI dan !ASI. Banyak faktor lain yang memengaruhi $alannya ASI eksklusif. Kemauan seorang Ibu untuk memberikan ASI eksklusif dimulai dari masa prepersalinan. Seorang kader kesehatan baik di puskesmas,  posyandu, maupun bidan, ketika kun$ungan antenatal %are hendaknya selalu memoti9asi

ibu untuk memberikan ASI ketika bayi tersebut lahir,

alam penga#asan praktek lapangan, hal yang menyebabkan ketidak mauan ibu memberikan ASI eksklusif adalah, tidak keluarnya ASI langsung pas%apersalinan sehingga ibu men$adi pesimis untuk memberikan ASI. ;endaknya kader kesehatan selalu mengedukasi bah#a hal ini #a$ar ter$adi, dan ibu dapat merasa optimis untuk hari C hari selan$utnya sehingga kemudian hari ASI dapat diberikan.

ari segi sarana dan lingkungan, banyak ibu yang tidak mengikuti program ASI eksklusif karena akses yang $auh dari tempat penyuluhan, mereka %enderung tidak  memiliki biaya untuk transportasi. Selain itu, tidak semua ukun 0etangga 607 mengadakan kelas ibu hamil yang merupakan sarana untuk sosialisasi ASI eksklusif.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemberian ASI "ksklusif yaitu melalui penyuluhan se%ara optimal kepada ibu hamil,ibu nifas maupun ibu menyusui. !enyuluhan pada ibu hamil bertu$uan agar dapat mempersiapkan masa menyusui dengan baik serta ibu menyusui yang memiliki balita umur ( bulan diharapkan mampu memberikan ASI "ksklusif pada anak mereka. K!ASI adalah suatu #adah kegiatan yang beranggotakan ibu hamil dan ibu menyusui yang berkumpul se%ara rutin untuk saling berbagi ide, informasi dan pengalaman mengenai kehamilan, melahirkan dan menyusui yang dipandu oleh moti9ator dalam suasana kekeluargaan dan  penuh keakraban agar sukses memberikan ASI "ksklusif selama ( bulan

(22)

BAB 7

DAFTA= PUSTAKA

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :