• Tidak ada hasil yang ditemukan

KKN (KULIAH KERJA NYATA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KKN (KULIAH KERJA NYATA)"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (POSDAYA) UNSOED

DESA TANJUNGANOM KECAMATAN RAKIT KABUPATEN BANJARNEGARA

Disusun oleh :

1. TUNGGUL PRABANINGRAT A1L011021

2. DIYANTO B1J009100

3. KURNIA R. SEPTIANI C1A009117

4. ANGTRIKA DHIMAS P. W. C1K009054

5. MUHAMMAD RAYHAN D1E009078

6. EVELIN JULIANA S. E1A009058

7. WAHYU WULAN JENY P. F1B009090

8. YUNIKO FEBBY H. F. G1D009057

9. GALIH PRIANDANI G1F009029

10. AFIF FIRDIANSYAH H1F009015

11. MUJAHIDAH RODHIYAH H1L009011

Dosen Pembimbing Lapangan: Drs. Slamet Risyanto, M.Si NIP. 19520522 198103 1 002

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PURWOKERTO

(2)

iii

IDENTITAS POSDAYA

No Identitas Keterangan

1 Nama Posdaya : DWI MINA

2 Alamat Posdaya :

RT 05/Rw 01, Desa Tanjunganom

3 Contact Person Posdaya

Nama : Bapak Mahidi

Jabatan di Posdaya : Ketua Posdaya

No hp : +6281327755862

4 Wilayah Binaan Posdaya : RW 01, Desa Tanjunganom

Jumlah KK Binaan : ± 100

Kelas Posdaya : Lanjutan

Dua Pilar Yang Paling

Aktif : Posyandu, dan Perikanan

(3)

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat membuat program Kuliah Kerja Nyata (KKN) POSDAYA Universitas Jenderal Soedirman Semester Genap 2011/2012 yang dilaksanakan di desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, pada tanggal 10 Juli – 13 Agustus 2012.

Program Kuliah Kerja Nyata Pos Pemberdayaan Keluarga (KKN POSDAYA) Universitas Jenderal Soedirman ini disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan wawancara baik dengan Kepala Desa serta perangkatnya maupun tokoh masyarakat serta penduduk desa Tanjunganom. Program KKN Posdaya ini akan dijadikan arahan dalam melaksanakan kegiatan KKN Posdaya agar dapat mencapai sasaran dengan tepat waktu dan sesuai dengan rencana.

Proses selama masa pelaksanaan kegiatan KKN ini, banyaknya bantuan dan dukungan bagi kami juga menjadikan kesuksesan kegiatan ini dapat tercapai. Maka dalam kesempatan ini kami bermaksud untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada :

1. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia sehingga kami dapat menyelesaikan program ini dengan penuh kemudahan.

2. Rektor Universitas Jenderal Soedirman yang telah memberikan kepercayaan dan kelancaran pada kami untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Tanjunganom.

3. Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara atas izin yang telah diberikan untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit

4. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang telah memfasilitasi kegiatan ini

5. Dr, Slamet Risyanto M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama masa pembekalan, persiapan, dan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

6. Rohidin Marta, AMK, S.Pd. MM selaku Kepala Desa yang telah membantu kami dalam kelancaran melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja

(4)

v

Nyata dan memberikan arahan kepada kami selama penyusunan program Kuliah Kerja Nyata di desa Tanjunganom.

7. Rohidin Marta, AMK, S.Pd. MM dan keluarga selaku induk semang yang telah menyediakan tempat kediamannya untuk dijadikan Posko KKN kami dan memberikan nasehat selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata di desa Tanjunganom.

8. Perangkat Desa Tanjunganom, terimakasih atas keterbukaannya dan berkenan menerima kami kapan saja di rumah.

9. Seluruh Tokoh Masyarakat baik guru, bidan dan kader-kader PKK kami ucapkan banyak terima kasih.

10. Seluruh Warga Desa Tanjunganom yang merupakan komponen pendukung terbesar kegiatan ini, dikarenakan tanpa dukungan merekanya lah kegiatan ini tidak akan dapat berjalan dengan lancar.

Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, karena tanpa dukungan dan bantuan yang telah diberikan kami tidak akan mampu melaksanakan kegiatan ini.

Banjarnegara, Agustus 2012 Penyusun,

(5)

vi DAFTAR ISI

IDENTITAS POSDAYA ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vi

PENDAHULUAN ... 1

I.1 Kondisi Umum Lokasi ... 2

1.1.1 Keadaan Geografis ... 2

1.1.2 Keadaan Demografi ... 3

1.1.3. Analisis Situasi Desa Tanjunganom ... 5

1. Pendidikan ... 5

2. Perekonomian... 6

3. Agama ... 7

4. Kesehatan ... 7

5. Sumber Daya Alam ... 8

6. Struktur Organisasi / Pemerintahan Desa Tanjunganom ... 9

1.1.4 Profil Posyandu/Posdaya ... 10

I.1.6 Dasar Kegiatan ... 14

1.1.7 Tujuan ... 15

I.1.8 Manfaat ... 16

I.1.9 Latar Belakang Kegiatan KKN Posdaya Dirinci Perbidang ... 16

PELAKSANAAN PROGRAM KERJA DAN PEMBAHASAN... 21

II.1 Realisasi Program Kerja ... 22

II.2 Pelaksanaan Program dan Pembahasan ... 23

II.2.1 Program Yang Terlaksana ... 23

II.2.1.a Fisik ... 23

(6)

vii

B. Bidang Kesehatan ... 24

C. Bidang Pendidikan ... 27

D. Bidang Ekonomi ... 31

E. Bidang Pemberdayaan Lingkungan ... 32

II.2.1.b Non Fisik ... 37

A. Bidang Kelembagaan ... 37

B. Bidang Kesehatan ... 38

C. Bidang Pendidikan ... 41

D. Bidang Ekonomi ... 44

E. Bidang Pemberdayaan Lingkungan ... 45

II.2.1.c Program Kerja Tambahan ... 46

A. FISIK ... 46

B. NON FISIK ... 48

KESIMPULAN DAN SARAN ... 50

III.1 Kesimpulan ... 50

III.2 Saran ... 52

(7)

1 BAB I PENDAHULUAN

Sebagian besar jumlah penduduk Indonesia berada di wilayah pedesaan sesuai dengan kondisi Indonesia yang bersifat Agraris. Kehidupan di pedesaan dapat dikatakan jauh berbeda dengan kehidupan di perkotaan. Perbedaan ini menyangkut berbagai tatanan kehidupan yang kontras. Kondisi seperti inilah yang harus segera ditanggulangi agar tidak terdapat kesenjangan yang terlalu jauh antara desa dan kota.

Keterbatasan sarana dan prasarana hidup merupakan alasan penting di samping alasan ekonomi bagi penduduk desa untuk melakukan migrasi ke kota. Hal seperti inilah yang harus dapat diatasi oleh semua pihak, agar tercipta suatu sistem kehidupan desa yang memadai dan terdapatnya penggerak pembangunan desa yang potensial.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas, tidak ada salahnya bila semua pihak mulai ikut memikirkan cara-cara terbaik untuk meningkatkan pembangunan di desa. Pelaksanaan pembangunan ini tidak hanya ditanggung oleh pemerintah daerah saja, melainkan oleh semua lapisan masyarakat, tidak terkecuali oleh civitas akademikanya.

Kalangan universitas dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk diterapkan dalam masyarakat demi kelancaran pembangunan di pedesaan melalui program khusus, misalnya Kuliah Kerja Nyata Pos Pemberdayaan Keluarga. Pemanfaatan tenaga mahasiswa merupakan kegiatan positif dan mempunyai dua keuntungan, yaitu membantu pembangunan di pedesaan baik berupa pembangunan fisik maupun non fisik dan menambah

(8)

2

pengetahuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmunya. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Menteri Pendidikan Nasional dalam kebijakan dasar pembangunan pendidikan tinggi tanggal 17 Februari 1975, diantaranya yaitu pendidikan tinggi harus merupakan bagian dari usaha-usaha pembangunan baik nasional maupun regional, Pendidikan tinggi harus merupakan penghubung antara dunia ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat dan Pendidikan tinggi harus merupakan pendidikan berdasar pola pemikiran yang analistik dan berorientasi kepada pemecahan permasalahan dan disertai oleh suatu pandangan masa depan.

I.1 Kondisi Umum Lokasi 1.1.1 Keadaan Geografis

Desa Tanjunganom terletak di Wilayah Kecamatan Rakit yang memiliki luas wilayah sebesar 237,817 Ha, dengan luas pemukiman penduduk 74,800 Ha, luas sawah 24,800 Ha, luas ladang atau tegalan 24,085 Ha, luas perkebunan 8,361 Ha, dan tambak atau kolam 10,200 Ha. Jarak tempuh dari kabupaten Banjarnegara menuju Desa Tanjunganom adalah 17 Km, dan jarak dari pusat kecamatan adalah 5 Km. Dilihat dari bentang wilayahnya, Desa Tanjunganom merupakan wilayah datar dengan ketinggian 197 meter dari permukaan. Secara administratif Desa Tanjunganom mempunyai batas wilayah sebagai berikut:

Sebelah Utara : Desa Lengkong Sebelah Timur : Desa Luwung

Sebelah Selatan : Kecamatan Purwonegoro Sebelah Barat : Desa Kincang

(9)

3

Desa Tanjunganom dibagi menjadi 4 wilayah dusun yang dikepalai oleh 4 Kadus (Kepala Dusun) yang terdiri dari 22 RT (Sensus,2012).

1.1.2 Keadaan Demografi

Jumlah penduduk Desa Tanjunganom berdasarkan data monografi tahun 2012 sebanyak 3.637 dengan jumlah KK sebanyak 1.069 Distribusi penduduk menurut jenis kelamin sebagai berikut :

Tabel 1.1 Distribusi Penduduk Menurut Jenis Kelamin tahun 2011 Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)

Laki-Laki 1743 49,08

Perempuan 1894 50,92

Jumlah 3.637 100,00

Sumber : Daftar Isian Potensi Desa Tanjunganom

Berdasarkan tabel 1.1 diketahui bahwa distribusi penduduk menurut jenis kelamin, jumlah penduduk Desa Tanjunganom lebih banyak perempuan (50,92%) dibanding dengan laki - laki (49,08%).

(10)

4

Tabel 1.2 Distribusi Penduduk Menurut Umur tahun 2011

No Golongan Umur Jumlah

1 2 3 4 5 6 7 8 0 – 1 tahun 1 – 3 tahun 3 – 5 tahun 5 – 7 tahun 7 – 12 tahun 12 – 15 tahun 15 – 18 tahun 18 – 60 tahun 154 290 463 469 435 541 458 559 Jumlah 3637

Sumber: Daftar Isian Potensi Desa Tanjunganom

Berdasarkan tabel 1.2 diketahui bahwa distribusi penduduk menurut umur, jumlah penduduk Desa Tanjunganom banyak yang berusia 18 – 60 tahun sebanyak dengan jumlah 559 orang (15,37%). Dibandingkan dengan rentan umur yang lain, jumlah penduduk berusia 18 – 60 tahun menunjukan persentase tinggi. Hal ini menunjukan bahwa angka harapan hidup bagi Lansia di Desa Tanjunganom adalah tinggi. Sedangkan jumlah penduduk yang berusia 12 – 18 tahun adalah 1017 orang (27,96%). Hal ini menunjukan bahwa presentasi jumlah penduduk remaja tertinggi.

(11)

5

1.1.3. Analisis Situasi Desa Tanjunganom

Keadaan sosial ekonomi penduduk Desa Tanjunganom dilihat dari berbagai aspek, baik pendidikan, agama, kesehatan, ekonomi, serta SDA adalah sebagai berikut:

1. Pendidikan

Tabel 1.3 Distribusi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan tahun 2011 Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase (%)

Belum sekolah Tidak pernah sekolah Tidak tamat SD Tamat SD Tamat SLTP Tidak tamat SLTP Tamat SLTA Tidak tamat SLTA D1 D2 D3 S1 S2 S3 626 307 238 778 546 287 449 312 0 14 27 50 3 - 17,21 8,44 6,54 21,39 15,01 7,89 12,34 8,57 0 0,32 0,74 1,37 0,08 - Jumlah 3637 100,00

Sumber : Daftar Isian Potensi Desa Tanjunganom

Berdasarkan tabel 1.3 diketahui bahwa distribusi penduduk menurut tingkat pendidikan, sebagian besar penduduk Desa Tanjunganom adalah lulusan SLTP sebanyak 546 jiwa atau sekitar 15,01%, dan SLTA sebanyak 449 jiwa atau sekitar 12,34 %. Hal ini dapat diartikan bahwa masih banyak anak yang putus sekolah.

(12)

6 2. Perekonomian

Tabel 1.4 Distribusi Mata Pencaharian Penduduk Desa Tanjunganom Tahun 2011

No Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Petani Buruh tani Buruh / swasta Pegawai Negeri/PNS Pengrajin Pedagang Peternak Nelayan Montir Dokter 496 387 848 95 82 98 8 0 2 0 24,6 19,19 42,06 4,71 4,06 4,86 0,39 0 0,09 0 Jumlah 2016 100

Sumber : Daftar Isian Potensi Desa Tanjunganom

Berdasarkan tabel 1.4 diketahui bahwa mata pencaharian penduduk Desa Tanjunganom sebagian didominasi sebagai buruh atau swasta sebanyak 848 orang (42,06%). Kemudian mata pencaharian selanjutnya adalah sebagai petani dan sebagainya.

(13)

7

Tabel 1.5 Prasarana Pendidikan di Desa Tanjunganom tahun 2011

No Jenis Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 PAUD TK SD Madrasah Majelis Masjid Majelis Taqlim SLTP SLTA 1 4 3 1 2 9 - - Sumber: Daftar Isian Potensi Desa Tanjunganom

Berdasarkan tabel 1.5 diketahui bahwa prasarana pendidikan di Desa Tanjunganom terdiri dari prasarana pendidikan formal, informal dan non formal.

3. Agama

Tabel 1.6 Agama di Desa Tanjunganom tahun 2011

No Agama Jumlah Persentase

1 Islam 3637 100

2 Khatolik 0 0

Sumber: Daftar Isian Potensi Desa Tanjunganom

Tabel 1.6 menunjukkan bahwa penduduk desa Tanjunganom seluruhnya memeluk agama Islam.

4. Kesehatan

Tabel 1.7 Kondisi Kesehatan Masyarakat Desa Tanjunganom tahun 2011

No Kondisi Kesehatan Masyarakat Jumlah

1. Kematian bayi

 Jumlah bayi yang lahir tahun ini

 Jumlah bayi yang mati tahun ini

- 57 7

(14)

8 2. Kejadian Luar Biasa (KLB)

 Muntaber

 Demam berdarah

- - 3. Kematian Ibu Melahirkan

 Jumlah Ibu melahirkan tahun ini

 Jumlah Ibu melahirkan mati tahun ini

57 - 4. Cakupan immunisasi

 Cakupan immunisasi polio 3

 Cakupan immunisasi DPT-1

 Cakupan immunisasi cacar

103 98

- 5. Cakupan pemenuhan kebutuhan air bersih

 Menggunakan sumur gali

 Menggunakan sumur pompa

983 1 6. PHBS

 Rumah tangga memiliki WC 46

7. Gizi balita

 Jumlah balita

 Jumlah balita bergizi buruk

 Jumlah balita bergizi baik

287 7 280 Sumber: Daftar Isian Potensi Desa Tanjunganom

5. Sumber Daya Alam

Desa Tanjunganom merupakan desa yang mempunyai lahan perikanan yang cukup luas dan ditunjang dengan sistem irigasi yang cukup baik. Komoditas hasil perikanan yang cukup banyak adalah mujair, melem, lele, dan gurameh. Selain itu, hasi pertanian dan perkebunannya adalah singkong, jagung, padi, melati, dan lada. Dari berbagai potensi tersebut, potensi sumber daya manusia juga memberikan keunggulan bagi Desa Tanjunganom. Home industry tempe dan pembuatan bulu mata menjadi industri rumah tangga yang ada di Desa Tanjunganom.

(15)

9

Tabel 1.8 Potensi Sumber Daya Alam

No Jenis Tanah Luas (Ha)

1 Pertanian

a. Padi dan palawija b. Sayur – sayuran c. Buah – buahan

194.199 7 1 2 Perkebunan dan lingkungan hidup

a. Luas usaha perkebunan b. Luas taman

20,6 0,025 3 Peternakan

a. Jumlah binatang ternak 1650 ekor 4 Perikanan

a. Luas usaha perikanan 10.200

6. Struktur Organisasi / Pemerintahan Desa Tanjunganom

a. Kepala Desa Tanjunganom : Rohidin Marta, AMK. S.Pd. MM b. Sekretariat Desa : Wartono

c. Kepala Dusun I : Mahidi d. Kepala Dusun II : Karsono e. Kepala Dusun III : Bambang

f. Kepala Dusun IV : Sukar Mugiraharjo g. Kepala Urusan Pemerintahan : Marsono

h. Kepala Urusan Pembangunan : Wardiman i. Kepala Urusan Keuangan : Prianto j. Kepala Urusan Kesra : Rosid

(16)

10 1.1.4 Profil Posyandu/Posdaya

Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) Dwi Mina, yang didirikan pada bulan Juli 2012 berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Tingkat Dusun Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara pada tanggal 13 Juli 2012. Posdaya Dwi Mina berkedudukan di kediaman Bapak Mahidi, Dusun 1, Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara.

Posdaya Dwi Mina merupakan sebuah forum komunikasi yang terbuka untuk seluruh warga Dusun Desa Tanjunganom tanpa membedakan suku, keturunan, agama, kedudukan sosial, dan gender serta berwatak kebangsaan Indonesia, kerakyatan dan keadilan sosial yang berlandaskan Pancasila. Tujuan umum Posdaya adalah sebagai wadah sosial bersama untuk membantu memberdayakan keluarga yang tidak mampu agar dapat menjadi keluarga yang sejahtera. Tujuan khusus posdaya Dwi Mina adalah :

a. Disegarkannya kembali modal sosial berupa kehidupan bergotong-royong dalam masyarakat untuk peduli dan saling membantu dalam proses pemberdayaan atau bersama-sama memecahkan masalah kehidupan sehingga keluarga yang tertinggal dapat memenuhi kebutuhan dan membangun keluarga sejahtera secara mandiri,

b. Tumbuh dan berkembangnya lembaga dalam masyarakat dengan terorganisirnya infrastruktur sosial yang sudah ada, yaitu keluarga, yang memiliki kegiatan atau usaha bersama-sama yang akan menjadi perekat sosial, sehingga tercipta suatu kehidupan yang rukun dan dinamis untuk mencapai kesejahteraan bersama,

(17)

11

c. Terbentuknya wadah organisasi atau wahana partisipasi sosial, di mana setiap keluarga dapat memberi dan menerima pembaharuan yang bisa membantu proses pemantapan fungsi-fungsi keluarga sehingga mampu membangun kehidupan keluarga dengan mulus dan sejuk.

d. Terlaksananya program dan kegiatan yang dinamis untuk mencapai tujuan Millenium Development Goals (MDGs) yang telah menjadi komitmen nasional.

Fungsi Posdaya Dwi Mina adalah :

a. Menghimpun, merumuskan, dan memperjuangkan aspirasi anggota Posdaya Dwi Mina secara nyata dalam hal pemberdayaan keluarga dan masyarakat,

b. Memberdayakan dan menggerakkan anggota Posdaya Dwi Mina untuk berperan aktif dalam pelaksanaan pembangunan,

c. Berpartisipasi dalam penyelenggaraan Posdaya dan atau melakukan kontrol sosial secara kritis, korektif, konstruktif, dan konsepsional,

d. Melaksanakan kaderisasi kepemimpinan yang demokratis dalam rangka peningkatan kualitas pengabdian organisasi yang berwibawa.

I.1.5 Latar Belakang Kegiatan KKN Posdaya Secara Umum

KKN POSDAYA merupakan bentuk pengembangan posyandu menjadi posyandu model bertujuan untuk mengoptimalkan posyandu (tidak hanya bidang kesehatan) tetapi juga bidang pendidikan dan perekonomian.

Program posdaya adalah suatu program untuk membangun penduduk melalui pemberdayaan keluarga dengan merangsang

(18)

12

pembentukan forum silaturahmi dan informasi pada tingkat pedesaan dan pedukuhan. Forum tersebut dinamakan Pos Pemberdayaan Keluarga atau disingkat Posdaya.

Melalui forum tersebut berbagai anggota organisasi diundang membantu keluarga yang berada di sekitar Posdaya memahami fungsi dan perannya serta bergotong royong mengentaskan kemiskinan dan membangun keluarga sejahtera.

I.1.5.1 Pengertian, Maksud dan Tujuan Posdaya

Posdaya adalah forum komunikasi, silaturahmi, advokasi, penerangan dan pendidikan, sekaligus wadah kegiatan penguatan fungsi keluarga secara terpadu. Apabila memungkinkan Posdaya bisa dikembangkan sebagai wadah pelayanan keluarga secara terpadu, utamanya pelayanan kesehatan, pendidikan, wirausaha, dan pengembangan lingkungan yang memudahkan keluarga berkembang secara mandiri.

Upaya pemberdayaan yang ditawarkan dalam Posdaya diarahkan untuk mendukung penyegaran fungsi keluarga, yaitu keagamaan, budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi dan kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Pemenuhan fungsi-fungsi ini pada hakekatnya bermuara pada pemenuhan tujuan dan sasaran pembangunan abad milenium (MDGs) yang ditetapkan sebagai program pembangunan di Indonesia.

Dalam Posdaya keluarga yang lebih mampu, kalau perlu dengan pendampingan petugas pemerintah atau organisasi masyarakat, membantu penguatan kemampuan keluarga yang kurang mampu.

(19)

13

Secara ringkas tujuan pembentukan Posdaya adalah:

1. Menyegarkan modal sosial seperti hidup gotong royong dalam masyarakat untuk membantu pemberdayaan keluarga secara terpadu dan membangun keluarga bahagia dan sejahtera.

2. Ikut memelihara lembaga sosial kemasyarakatan yang terkecil, yaitu keluarga, yang dapat menjadi perekat masyarakat sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai dan memiliki dinamika tinggi.

3. Memberi kesempatan kepada setiap keluarga untuk memberi atau menerima pembaharuan yang dapat dipergunakan dalam proses pembangunan keluarga yang bahagia dan sejahtera.

I.1.5.2 Arah dan Substansi Materi Pemberdayaan

Pembentukan dan pengembangan Posdaya dilakukan oleh anggota atau organisasi masyarakat seperti PKK, organisasi sosial dan keagamaan seperti Pengurus Masjid, Panti Asuhan, lembaga lain atau perorangan. Pembentukan Posdaya bisa diprakarsai oleh lembaga pendidikan seperti SMA dengan melibatkan siswa yang dibimbing para guru. Posdaya dapat dikembangkan oleh Pemda dan seluruh aparatnya ditingkat kecamatan, desa, kelurahan, RW/RT.

Posdaya bisa juga merupakan perluasan Posyandu dengan cakupan keanggotaan keluarga yang lebih luas dan bidang pelayanan yang lebih banyak. Posdaya memberi dukungan pemberdayaan kepada keluarga dengan anak-anak dibawah usia 15 tahun, keluarga yang isterinya sedang mengandung, keluarga dengan remaja dibawah usia 25 tahun dan keluarga dengan anak dewasa. Posdaya juga dapat dibentuk dengan dukungan

(20)

14

anggota keluarga yang berusia lanjut, baik sebagai forum silaturahmi maupun untuk memberi kesempatan para lansia membantu keluarga yang lebih muda.

Agar pemberdayaan bisa dilakukan dengan baik, dilakukan pendataan dan pemetaan keluarga dengan cermat. Sesuai hasil pendataan ditentukan prioritas sasaran, utamanya keluarga kurang mampu yang mempunyai anak-anak dibawah usia 15 tahun.

Pemberdayaan dibidang kesehatan dan KB dimulai dengan penyuluhan hidup sehat, utamanya gizi, imunisasi, KB, perhatian pada ibu hamil dan melahirkan, ibu menyusui, pencegahan kematian bayi dan anak-anak, serta pencegahan penyakit menular seperti malaria, flu burung, demam berdarah, atau penyakit lain yang disebabkan virus HIV-AIDS, atau narkoba.

Bidang pendidikan dilakukan pendataan dan upaya agar semua anak usia sekolah segera disekolahkan. Dikembangkan pendidikan anak usia dini dan pemberian rangsangan untuk tumbuh kembang. Diusahakan pembentukan kepribadian dan kepekaan sosial serta deteksi keterbelakangan mental dan kecacatan.

Posdaya merangsang dan membantu keluarga bekerja dalam kegiatan ekonomi, wirausaha atau usaha koperasi melalui pengembangan kerjasama dalam usaha atau usaha bersama yang maju dan mandiri. Posdaya bisa juga mempermudah akses terhadap dana dan pemasaran. I.1.6 Dasar Kegiatan

(21)

15

1) Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) didasarkan pada : Surat Keputusan Rektor Unsoed No. Kept. 060/XII/1974 yang disempurnakan dengan Surat Keputusan Rektor Unsoed No. Kept. 109/J23/Kep/KN/1997

2) Surat Keputusan Rektor Unsoed No. Kept. 71/J23/PP/2002 tanggal 14 Maret 2002 tentang mata kuliah pengembangan kepribadian Unsoed. KKN (UNO 113) merupakan salah satu mata kuliah pengembangan kepribadian (MPKP) dan diwajibkan bagi seluruh mahasiswa Unsoed dengan bobot 3 SKS.

3) Buku Pedoman Unsoed 2004-2005, Bab III tentang sistem pendidikan poin F, disebutkan tugas akhir program sarjana meliputi Praktek Kerja Lapangan (PKL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), Seminar, Skripsi dan Ujian Pendadaran.

4) Tri Darma Perguruan Tinggi 1.1.7 Tujuan

1.1.7.1 Tujuan Umum

Menggambarkan secara keseluruhan tentang permasalahan kesehatan, Pendidikan, ekonomi, maupun Lingkungan Hidup yang ada di Desa Tanjunganom Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara.

1.1.7.2 Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus kegiatan KKN Posdaya ini, yaitu : 1. Menggambarkan keadaan demografi Desa Tanjunganom

2. Menggambarkan keadaan pendidikan masyarakat Desa Tanjunganom 3. Menggambarkan keadaan ekonomi Desa Tanjunganom

(22)

16

4. Menggambarkan keadaan sosial budaya serta sarana dan prasarana serta tata guna lahan Desa Tanjunganom

5. Menganalisa dan menggali potensi kesehatan yang ada di Desa Tanjunganom

I.1.8 Manfaat

Adapun manfaat kegiatan KKN Posdaya ini, antara lain :

1. Memperdalam pengertian terhapap cara berpikir dan bekerja secara interdisipliner, sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan, keterkaitan dan kerjasama antara masyarakat dan mahasiswa.

2. Membina mahasiswa sebagai motivator, fasilitator dan problem solver untuk memecahkan permasalahan kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lingkungan.

3. Masyarakat memperoleh bantuan pemikiran, ilmu, teknologi dan seni serta pengalaman dalam menggali dan menumbuhkan potensi swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan kesehatan.

4. Perguruan tinggi memperoleh umpan balik sebagai pengintegrasian mahasiswanya dengan proses pembangunan di tengah-tengah masyarakat sehingga kurikulum, materi perkuliahan dan pengembangan ilmu yang didapat di perguruan tinggi dapat disesuaikan dengan tuntutan nyata dari pembangunan.

I.1.9 Latar Belakang Kegiatan KKN Posdaya Dirinci Perbidang a. Bidang Kesehatan

(23)

17

Desa Tanjunganom memiliki 4 (empat) buah lokasi posyandu utama dan 2 posyandu pengembangan yang sudah berjalan cukup optimal dan rutin dilaksanakan dengan dibantu bidan desa dan para kader posyandu.

Asi Eksklusif adalah perilaku kepada bayi sampai dengan umur 6 bulan hanya diberikan Air Susu Ibu (ASI) saja, tanpa makanan dan atau minuman lain kecuali sirup obat. Pemberian Asi eksklusif memiliki manfaat yang sangat banyak untuk bayi maupun ibu menyusui. Namun masih banyak ibu di Desa Tanjunganom yang memberikan makanan selain asi pada usia sebelum 6 bulan. Hal ini dikarenakan alasan-alasan seperti kehawatiran ibu terhadap kebutuhan gizi anaknya, anggapan orang-orang terdahulu bahwa ketika usia 40 hari harus sudah diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan kurangnya waktu luang untuk menyusui bayi bagi ibu-ibu pekerja. Oleh karena itu penting disampaikan kepada para ibu desa Tanjunganom dalam menerapkan ASI Eksklusif yang baik dan benar, manfaat-manfaat yang dapat diambil dari pemberian ASI Eksklusif, serata kandungan gizi yang terdapat dalam ASI.

Desa Tanjunganom memiliki 1 posyandu lansia yang sudah berjalan cukup optimal dan rutin dilaksanakan dengan dibantu bidan desa dan para kader Posyandu. Penduduk Desa Tanjunganom, terutama di Dusun III Dukuh Tanjunganom, sebagian besar tergolong dalam usia lanjut. Dalam hal kesehatan, penduduk lanjut usia (lansia) mengalami berbagai penurunan kualitas kesehatan fisik sehingga banyak muncul berbagai penyakit degeneratif, terutama hipertensi. Oleh karena itu, masyarakat perlu

(24)

18

diberikan informasi terkait dengan kesehatan lansia dan perlu dilakukan pula pemantauan kesehatan lansia secara berkala sehingga kualitas hidup lansia menjadi lebih meningkat.

Selain itu, perilaku warga Desa Tanjunganom dapat dikatakan jauh dari kriteria perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya kesadaran warga terhadap pentingnya jamban yaitu dengan Buang air besar (BAB) di kolam ikan sekitar rumah. sehingga perlu diberikan informasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Perilaku tersebut seharusnya sudah mulai ditanamkan dalam pribadi masing-masing sejak masih usia dini, sehingga akan terbiasa berperilaku sehat hingga dewasa. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan cara menggosok gigi dan mencuci tangan yang baik dan benar, sehingga dapat menghindarkan diri dari penyakit.

Kesehatan reproduksi remaja (KRR) sangat penting diberikan pada para remaja karena di Desa Tanjunganom ini banyak warga yang menikah pada usia dini, selain itu pada remaja terjadi perubahan fisik yang penting untuk diketahui. Para remaja juga harus mengetahui sistem, fungsi dan proses reproduksi. Diharapkan para remaja mengerti hal-hal yang dilarang dan dapat terhindar dari perilaku negatif menjurus terhadap perilaku seksual sebelum waktunya. Perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab dapat membahayakan terhadap kesehatan selain terjadi kehamilan seperti HIV-AIDS, infeksi alat kelamin, kanker pada alat kelamin. Tindakan seksual belum waktunya dapat menyebabkan stres psikologis yang dapat mengganggu kejiwaan para remaja dalam hal belajar dan sosial. Oleh

(25)

19

karena itu penting disampaikan kepada para remaja Desa Tanjunganom dalam menerapkan perilaku seksual yang baik dan benar sesuai norma-norma agama, sosial dan kesehatan supaya para remaja mengerti dan memahami seputar kesehatan reproduksi.

b. Bidang Pendidikan

Kegiatan pendidikan di Desa Tanjunganom pada umumnya berjalan dengan baik. Namun, terdapat beberapa kendala dalam proses kegiatan seperti, kurangnya minat baca para siswa SD, kurangnya fasilitas dan fasilitator dalam proses belajar mengajar, serta adanya ketertinggalan kurikulum yang berdampak pada kurangnya pemahaman siswa terhadap materi ajar. Oleh karena itu, mahasiswa KKN melakukan program Bimbingan Belajar guna meningkatkan meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam setiap Mata Pelajaran.

c. Bidang Ekonomi

Sebagian besar mata pencaharian warga Desa Tanjunganom adalah pembudidayaan ikan. Dengan didukung sumber daya alam yang melimpah, seperti pertanian. Hasil pertanian di Desa Tanjunganom berupa padi, jagung, melati, singkong, dll. Oleh karena itu bagaimana kita bisa memanfaatkan potensi yang ada di Desa Tanjunganom ini agar bisa menjadi komoditas ekonomi agar bisa menjadi sumber pendapatan bagi warga desa di Tanjunganom.

d. Bidang Pemberdayaan Lingkungan Hidup

Di desa Tanjunganom pemberdayaan lingkungan itu digunakan untuk kolam perikanan, dimana di setiap rumah memiliki kolam yang

(26)

20

bertujuan untuk menambah pendapatan setiap orang, bukan hanya perikanan saja tapi bidang pertanian. Belum adanya tempat pembuangan sampah , masyarakat desa Tanjunganom masih membuang sampah sembarangan, berikatan dengan lahan yang masih ada belum dimanfaatkan untuk penanaman toga ( tanaman obat keluarga ).

(27)

21 BAB II

PELAKSANAAN PROGRAM KERJA DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posdaya Universitas Jenderal Soedirman Semester Genap Tahun Ajaran 2011/2012 di Desa Tanjunganom dimulai sejak tanggal 10 Juli 2012 sampai dengan 13 Agustus 2012. Kegiatan KKN Posdaya ini terdiri dari empat bidang, yaitu Bidang Kesehatan, Bidang Pendididkan, Bidang Ekonomi, dan Bidang Pemberdayaaan Lingkungan hidup yang keseluruhannya meliputi bidang fisik dan non fisik.

Posdaya adalah Pos Pemberdayaan Keluarga yang merupakan pengembangan dari Posyandu dan biasanya hanya mencakup bidang kesehatan. Sedangkan Posdaya tidak hanya mencakup bidang kesehatan saja tetapi ada tiga bidang lainnya yaitu bidang Pendidikan, bidang Ekonomi, dan bidang Pemberdayaan Lingkungan.

Di desa Tanjunganom sudah terbentuk Posdaya dengan nama Posdaya “DWI MINA”. Pembentukan Posdaya di desa Tanjunganom di awali dengan Rapat Koordinasi Posdaya tanggal 21 Januari 2012 di Balai Desa Tanjunganom. Pembentukan Posdaya ini merupakan program kerja KKN Posdaya Periode Januari/Febuari 2012. Pada rapat tersebut dibahas dasar-dasar dan pengertian Posdaya disertai pembentukan Posdaya dan pemilihan pengurus Posdaya serta pembentukan AD/ART Posdaya. Kemudian terbentuklah Posdaya desa Tanjunganom yang diberi nama Posdaya Dwi Mina yang berlokasi di kediaman Bapak Mahidi di dusun 1 .

(28)

22 II.1 Realisasi Program Kerja

Pelaksanaan program KKN Posdaya di Desa Tanjunganom dibagi menjadi dua yaitu program kerja non fisik dan fisik. Pelaksanaan program KKN Posdaya baik program non fisik maupun fisik merupakan program-program kegiatan yang dirancang berdasarkan hasil observasi dilapangan dan pemikiran kelompok KKN Posdaya sendiri dengan melihat potensi sumber daya yang belum tergali, serta adanya masukan dari masyarakat.

Program non fisik merupakan program yang bertujuan untuk membuka dan mengubah pola pikir masyarakat dengan pemberian materi bersangkutan dengan bidang-bidang yang ada dalam Posdaya ini seperti Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi/Produksi (Kewirausahaan), dan lingkungan. Pemberian materi dapat dilakukan dengan penyuluhan dan sosialisasi.

Pelaksanaan kegiatan KKN Posdaya khususnya program non fisik dapat berjalan dengan lancar dan terselesaikan dengan baik. Pelaksanaan program fisik dalam program KKN Posdaya kebanyakan merupakan realisasi dari program non fisik yang telah terlebih dahulu dilakukan. Program ini merupakan program yang secara nyata dapat dilihat wujudnya. Untuk tabel pelaksanaan matriks kegiatan dalam bentuk tabel dapat dilihat pada lampiran di belakang laporan ini. Matriks kegiatan ini merupakan salinan dari matriks kegiatan yang telah ditempel dan dikumpulkan untuk KKN Posdaya di Desa Tanjunganom.

(29)

23

II.2 Pelaksanaan Program dan Pembahasan II.2.1 Program Yang Terlaksana

II.2.1.a Fisik A. Bidang Kelembagaan

1. Pemasangan Plang Posko KKN dan Penunjuk Arah a) Lokasi : Desa Tanjunganom

b) Sasaran : Warga Dusun 1 c) Waktu Pelaksanaan : Selasa, 10 Juli 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. -

e) Tujuan dan Manfaat : Penanda keberadaan posko

(kediaman sementara) mahasiswa KKN dan mempermudah warga untuk menuju lokasi posko kkn

f) Capaian : 100%

g) Faktor Pendorong : Merupakan kewajiban masing- Masing posko dan banyaknya persimpangan jalan yang dapat membingungkan warga

h) Faktor Penghambat : -

(30)

24

Gambar 1. Pemasangan Plang Posdaya B. Bidang Kesehatan

1. Pelatihan Mencuci Tangan dan Menggosok gigi

a) Lokasi : SDN 1, 2, dan 3 Tanjunganom b) Sasaran : Kelas 1 – 5 khususnya kelas 1- 3 c) Waktu Pelaksanaan : Kamis, 19 Juli 2012

d) Biaya/Sumber : Rp. -

e) Tujuan dan Manfaat : Agar seluruh murid SD yang ada di desa Tanjunganom khususnya kelas 1 - 3 menjadi paham tentang pentingnya mencuci tangan dan mengosok gigi serta cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang baik dan benar. Para murid juga mulai menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Kesehatan diri menjadi

(31)

25

semakin meningkat dan jarang terjangkit penyakit, terutama penyakit infeksi.

f) Capaian : 100%

g) Faktor Pendorong : Pihak sekolah menyambut dengan sangat baik dan bersedia membantu menyiapakan peralatan yang dibutuhkan untuk pelatihan mencuci tangan dan menggosok gigi. Para murid sangat antusias dan bersemangat dalam menyambut kegiatan ini.

h) Faktor Penghambat : -

i) Rekomendasi Perbaikan program : - 2. Pendampingan Kegiatan Posyandu Balita

a) Lokasi : Posyandu Dukuh Gembok,

Posyandu Jati, Posyandu Anggrek I, Posyandu Anggrek II, Posyandu Anggrek III, Posyandu Anggrek III RT I, Posyandu Anggrek IV.

b) Sasaran : Balita desa Tanjunganom c) Waktu Pelaksanaan : Jum’at, 13 Juli 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. -

e) Tujuan dan Manfaat : Para ibu desa Tanjunganom semakin memahami pertumbuhan dan perkembangan bayi dan atau balita mereka. Sehingga mulai memperhatikan kesehatan dan tumbuh kembang bayi dan balita mereka. Para bayi atau balita yang mengalami gizi kurang atau buruk dapat terdeteksi dengan segera. Bayi

(32)

26

dan balita mendapatkan vitamin A yang penting bagi kesehatan mata.

f) Capaian : 100%

g) Faktor Pendorong : Pihak posyandu menerima dengan baik terhadap program ini. Selain itu ibu-ibu dan balita-balita antusias dalam menerima pelayanan yang diberikan, terlihat dari jumlah peserta yang terlibat. Antusiasme para ibu yang tinggi dalam mengikuti kegiatan pemberian vitamin A. Selain itu, kegiatan tersebut terselenggara berkat kerjasama dengan bidan desa dan puskesmas.

h) Faktor Penghambat : Banyak bayi dan balita yang menangis menghambat proses pemberian vitamin A saat posyandu balita berlangsung.

i) Rekomendasi Perbaikan Program : - 3. Pendampingan Kegiatan Posyandu Lansia

a) Lokasi : Posyandu Anggrek III dusun III desa Tanjunganom

b) Sasaran : Lansia di dusun III desa Tanjunganom

c) Waktu Pelaksanaan : Minggu, 15 Juli 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. -

e) Tujuan dan Manfaat : Para warga lansia di dusun III desa Tanjunganom semakin mengetahui dan memahami kondisi

(33)

27

kesehatan mereka terutama berat badan serta tekanan darah. Sehingga para warga lansia mulai memperhatikan kesehatan diri serta lingkungan.

f) Capaian : 100%

g) Faktor Pendorong : Pihak posyandu menerima dengan baik terhadap program ini. Selain itu warga lansia antusias dalam menerima pelayanan yang diberikan, terlihat dari jumlah peserta yang terlibat.

h) Faktor Penghambat : -

i) Rekomendasi perbaikan program : - C. Bidang Pendidikan

1. Pembentukan Kelompok Belajar

a) Lokasi : Posko KKN Posdaya Desa

Tanjunganom 2012 dan Balai desa Tanjunganom b) Sasaran : Siswa SD Kelas 6

c) Waktu Pelaksanaan : Jum’at, 27 Juli 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. –

e) Tujuan dan Manfaat : Terbentuknya kelompok belajar dan meningkatnya kemauan belajar anak serta kepekaan untuk berbagi dan bertanggungjawab.

f) Capaian : 100%

g) Faktor Pendorong : Antusiasme siswa SD yang sangat tinggi untuk belajar kelompok atau belajar bersama. Hal

(34)

28

ini bisa dilihat dari jumlah anak yang semakin hari semakin meningkat.

h) Faktor Penghambat : Sarana dan prasarana yang kurang mendukung pelaksanaan kelompok belajar, seperti tempat dan kemampuan pengajar.

i) Rekomendasi Perbaikan Program : -

Gambar 2. Pembentukan Kelompok Belajar 2. Pendampingan PAUD

a) Lokasi : PAUD Manbaul’Ulum b) Sasaran : Siswa PAUD ( 57 anak ) c) Waktu Pelaksanaan : Rabu, 25 Juli 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. –

e) Tujuan dan Manfaat : menumbuhkembangkan keberanian, kepekaan sosial dan kemampuan intelegensia anak sejak dini.

(35)

29

f) Capaian : 50%

g) Faktor Pendorong : Pihak PAUD sangat mendukung kegiatan pendampingan PAUD. Selain itu anak-anak PAUD memberikan respon yang baik terhadap pendampingan ini. h) Faktor Penghambat : -

i) Rekomendasi Perbaikan Program :

Gambar 3. Pendampingan Paud 3. Pendampingan TPQ

a) Lokasi : TPQ Dusun I

b) Sasaran : Siswa TPQ ( 57 anak ) c) Waktu Pelaksanaan : Sabtu, 28 Juli 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. –

(36)

30

intelegensia anak dengan menumbuhkan dan memupuk nilai ketuhanan yang menunjang kecerdasan spiritual pada anak sehingga keseimbangan antara kecerdasan intelegensia dan spiritual dapat tercapai.

f) Capaian : 50%

g) Faktor Pendorong : Pihak TPQ sangat mendukung kegiatan pendampingan TPQ. Selain itu anak-anak TPQ memberikan respon yang baik terhadap pendampingan ini. h) Faktor Penghambat : -

(37)

31 D. Bidang Ekonomi

1. Pembagian Celengan

a) Lokasi : TK PGRI 1 Tanjunganom; RA dan Paud Tanjunganom

b) Sasaran : Anak-anak TK dan Paud (20 anak) c) Waktu Pelaksanaan : Jum’at, 3 Agustus 2012

d) Biaya/Sumber : Rp. 70.000 (Sponsor) e) Tujuan dan Manfaat : Budaya menabung sangat

diperlukan dan perlu ditanamkan pada diri anak-anak sedari dini. Hal ini dilakukan agar anak dapat membiasakan hidup hemat dan memanfaatkan uang dengan bijaksana.

f) Capaian : 100 %

g) Faktor Pendorong : Anak-anak sangat bersemangat dan aktif mengikuti kegiatan sosialisasi gemar menabung. Selain itu mereka tertarik untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

h) Faktor Penghambat : Diperlukan pendekatan yang baik kepada anak-anak agar nantinya anak-anak tidak salah menangkap informasi yang diberikan.

(38)

32

Gambar 5. Pembagian Celengan

E. Bidang Pemberdayaan Lingkungan

1. Penanaman Pohon PLH (Penyuluhan Lingkungan Hidup) a) Lokasi : Pekarangan warga desa

Tanjunganom

b) Sasaran : Warga desa Tanjunganom c) Waktu pelaksanaan : Selasa, 7 Agustus 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. – (Sponsor)

e) Tujuan dan manfaat : Kegiatan penanaman pohon PLH bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan sekaligus merupakan teknologi tepat guna yang potensial untuk menjadi resapan air. Hal ini dilakukan karena topografi desa Tanjunganom yang berbukit untuk mengurangi kemungkinan terjadinya bencana tanah longsor atau banjir. Penanaman pohon juga bertujuan untuk

(39)

33

meningkatkan kualitas udara yang mendukung peningkatan kesehatan bagi warga desa Tanjunganom.

f) Capaian : 100 %

g) Faktor pendorong : Adanya partisipasi masyarakat yang cukup tinggi untuk melestarikan lingkungan dan potensi pohon buah untuk dapat dijadikan pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

h) Faktor penghambat : -

i) Rekomendasi Perbaikan Program : - 2. Kebersihan Lingkungan

a) Lokasi : Desa Tanjunganom

b) Sasaran : Warga Dusun 1 Tanjunganom c) Waktu Pelaksanaan : Kamis, 9 Agustus 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. -

e) Tujuan dan Manfaat : Lingkungan menjadi bersih, air selokan menjadi lancar (tidak mampat) dan kesehatan terjaga.

f) Capaian : 100 %

g) Faktor Pendorong : Adanya keinginan masyarakat untuk hidup bersih juga dalam rangka partisipasi masyarakat untuk mengikuti perlombaan kebersihan dalam

(40)

34

rangka peringkatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-67 untuk tingkat desa Tanjunganom.

h) Faktor Penghambat : Kurangnya kesadaran dari

masyarakat sekitar untuk membuang sampah rumah tangga pada tempatnya dan sebagian besar masyarakat melakukan kerja bakti hanya di lingkungan rumah mereka sendiri. i) Rekomendasi Perbaikan Program: -

3. Perlombaan Peringatan Kemerdekaan 17 Agustus a) Lokasi : balai desa Tanjunganom dan

lapangan

b) Sasaran : Warga desa Tanjunganom c) Waktu pelaksanaan : Selasa, 10 Juli 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. 32.000

e) Tujuan dan manfaat : perlombaan diadakan sebagai wujud penghormatan dan refleksi diri atas semua jasa yang diberikan para pahlawan Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Perlombaan ini juga bertujuan meningkatkan rasa persaudaraan sekaligus menjalin tali silaturahim untuk seluruh warga desa Tanjunganom.

f) Capaian : 100 %

g) Faktor pendorong : Adanya partisipasi masyarakat yang cukup tinggi untuk mengadakan perlombaan yang menjadi sarana pertemuan untuk

(41)

35

menyambung tali silaturahim untuk seluruh warga desa Tanjunganom. h) Faktor penghambat : -

i) Rekomendasi Perbaikan Program : -

Gambar 6. Perlombaan Agustus

4. Pembuatan dan Pemasangan Plang Perangkat Desa a) Lokasi : Rumah perangkat desa

Tanjunganom

b) Sasaran : Warga desa Tanjunganom c) Waktu pelaksanaan : Selasa, 7 Agustus 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. 375.000

e) Tujuan dan manfaat : Plang perangkat desa bertujuan memudaahkan warga desa atau pihak ketiga untuk

(42)

36

mengetahui lokasi kediaman perangkat desa apabila memiliki keperluan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan yang mencakup desa Tanjunganom.

f) Capaian : 100 %

g) Faktor pendorong : plang perangkat desa ditujukan untuk memudahkan warga menuju atau memberikan petunjuk arah bagi warga lain apabila memiliki keperluan dengan perangkat desa. h) Faktor penghambat : -

i) Rekomendasi Perbaikan Program : -

(43)

37 II.2.1.b Non Fisik

A. Bidang Kelembagaan

1. Sosialisasi Posdaya & AD/ART serta Program Kerja

a) Lokasi : Desa Tanjunganom

b) Sasaran : Warga Desa Tanjunganom

c) Waktu pelaksanaan : Senin, 6 Agustus 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. -

e) Tujuan dan manfaat : Warga dapat mengetahui dan mengenal masing-masing dari mahasiswa KKN

f) Capaian : 100%

g) Faktor pendorong : Antusiasme warga untuk segera bersosialisasi dengan mahasiswa kkn h) Faktor penghambat : -

i) Rekomendasi Perbaikan Program : - 2. Evaluasi AD/ART Posdaya

a) Lokasi : Posko Posdaya Dusun 1 Desa Tanjunganom

b) Sasaran : Warga Desa Tanjunganom c) Waktu pelaksanaan : Senin, 6 Agustus 2012 d) Biaya/Sumber : Rp.-

e) Tujuan dan manfaat : Warga mengetahui AD/ART Posdaya dan mengevaluasi isi dan melakukan koreksi apabila diperlukan untuk menyesuaikan dengan kondisi faktual yang ada di masyarakat desa Tanjunganom.

(44)

38

f) Capaian : 100%

g) Faktor pendorong : kondisi masyarakat yang terus berkembang memungkinkan adanya perubahan dalam dinamika sosial yang menjadi landasan dari AD/ART Posdaya desa Tanjunganom. Oleh karena itu, evaluasi perlu dilakukan untuk menyesuaikan AD/ART dengan kondisi faktual masyarakat.

h) Faktor penghambat : -

i) Rekomendasi Perbaikan Program : - B. Bidang Kesehatan

1. Penyuluhan PHBS

a) Lokasi : Posyandu Anggrek I, Posyandu Anggrek II, Posyandu Anggrek III, Posyandu Anggrek IV, Posyandu Dukuh Gembok, Posyandu Jati

b) Sasaran : Ibu-ibu yang memiliki anak usia 0-5 tahun

c) Waktu : Jum’at, 13 Juli 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. -

e) Tujuan dan Manfaat : Peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu sebagai pilar dalam rumah tangga untuk melakukan PHBS dan mendorong anggota keluarga untuk dapat melakukan hal yang sama.

(45)

39

g) Faktor Pendorong : Dukungan dari ibu kepala desa, ibu-ibu kader posyandu dan ibu-ibu bidan desa berpengaruh dalam kelancaran program ini. Pihak posyandu bersedia memberikan sebagian waktunya untuk penyelenggaraan penyuluhan PHBS.

h) Faktor Penghambat : -

i) Rekomendasi Perbaikan Program : -

Gambar 8. Penyuluhan PHBS 2. Pemberdayaan Wanita

a) Lokasi : Posyandu Lansia dusun III desa Tanjunganom

b) Sasaran : Lansia di dusun III desa Tanjunganom

(46)

40

c) Waktu : Rabu, 15 Juli 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. -

e) Tujuan dan Manfaat : Para warga lansia di dusun III desa Tanjunganom khususnya lansia dengan tekanan darah tinggi semakin memahami pentingnya mengatur pola makan, gaya hidup serta asupan gizi setiap harinya. Sehingga para lansia dapat menerapkannya daam kehidupan sehari-hari dan tidak terjadi kompikasi ke penyakit lain.

f) Capaian : 70%

g) Faktor Pendorong : Pihak posyandu bersedia

memberikan sebagian waktunya untuk dipergunakan berlangsungnya program ini. Para warga lansia yang hadir antusias dalam penyuuhan ini.

h) Faktor Penghambat : Keterbatasan bahasa

komunikasi dari penyaji dengan bahasa warga lansia yang kebanyakan menggunakan bahasa jawa krama inggil membuat penyuluhan dan materi yang disiapkan tidak tersampaikan secara maksimal.

i) Rekomendasi Perbaikan Program : Diusahakan meminimalisir faktor penghambat, terutama bahasa komunikasi dengan cara mempersiapkan kemampuan komunikasi yang sesuai dengan bahasa dari warga lansia

(47)

41

dusun III desa Tanjunganom. Sehingga materi penyuluhan dapat tersampaikan secara maksimal.

C. Bidang Pendidikan

1. Sosialisasi Kelompok Belajar

a) Lokasi : SD Negeri 3 Tanjunganom, SD Negeri 2 Tanjunganom

b) Sasaran : Siswa Kelas 6 c) Waktu Pelaksanaan : Jum’at, 27 Juli 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. –

e) Tujuan dan Manfaat : Anak–anak semakin mengetahui akan pentingnya belajar secara kelompok.

f) Capaian : 100 %

g) Faktor Pendorong : Pihak sekolah sangat mendukung kegiatan sosialisasi kelompok belajar.

h) Faktor Penghambat : -

(48)

42

Gambar 9. Sosialisasi Kelompok Belajar 2. Sosialisasi Anak Gemar Membaca

a) Lokasi : TK PGRI 1 Tanjunganom

b) Sasaran : Siswa TK

c) Waktu Pelaksanaan : Selasa, 3 Agustus 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. -

e) Tujuan dan Manfaat : Meningkatkan minat membaca siswa sejak dini.

f) Capaian : 100 %

g) Faktor Pendorong : Keinginan anak untuk dapat membaca buku dan pihak TK PGRI 1 Tanjunganom sangat mendukung kegiatan sosialisasi gemar membaca.

h) Faktor Penghambat : Keterbatasan buku bacaan yang ada dimiliki oleh sekolah

(49)

43 3. Sosialisasi TPQ

a) Lokasi : TPQ Tanjunganom b) Sasaran : Siswa TPQ

c) Waktu Pelaksanaan : Kamis, 28 Juli 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. –

e) Tujuan dan Manfaat : Anak–anak semakin mengetahui akan pentingnya belajar secara kelompok.

f) Capaian : 100 %

g) Faktor Pendorong : Pihak sekolah sangat mendukung kegiatan sosialisasi kelompok belajar.

h) Faktor Penghambat : -

i) Rekomendasi Perbaikan Program : - 4. Sosialisasi Internet (Blog Desa)

a) Lokasi : Posko KKN desa Tanjunganom b) Sasaran : Perangkat desa Tanjunganom c) Waktu Pelaksanaan : Rabu, 12 Agustus 2012 d) Biaya/Sumber : Rp. –

e) Tujuan dan Manfaat : perangkat desa mengetahui peranan internet, khususnya blog desa dalam rangka memperkenalkan potensi desa Tanjunganom secara luas. f) Capaian : 100 %

g) Faktor Pendorong : Pihak perangkat desa sangat antusias untuk dapat memperkenalkan dan mempromosikan

(50)

44

potensi desa Tanjunganom secara luas melalui media internet.

h) Faktor Penghambat : -

i) Rekomendasi Perbaikan Program : - D. Bidang Ekonomi

1. Sosialisasi Gemar Menabung

a) Lokasi : TK PGRI 1 Tanjunganom, RA Tanjunganom

b) Sasaran : Anak-anak TK (35 anak) c) Waktu Pelaksanaan : Jum’at, 3 Agustus 2012 d) Biaya/Sumber : Rp 73.000

e) Tujuan dan Manfaat : Budaya menabung sangat

diperlukan dan perlu ditanamkan pada diri anak-anak. Hal ini agar anak dapat membiasakan hidup hemat dan memanfaatkan uang dengan bijaksana.

f) Capaian : 100 %

g) Faktor Pendorong : Anak-anak sangat bersemangat dan aktif mengikuti kegiatan sosialisasi gemar menabung. Selain itu mereka tertarik untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

h) Faktor Penghambat : Diperlukan pendekatan yang baik kepada anak-anak agar nantinya anak-anak tidak salah menangkap informasi yang diberikan.

(51)

45

E. Bidang Pemberdayaan Lingkungan

1. Sosialisasi Penyuluhan Lingkungan Hidup

a) Lokasi : Balai Desa Tanjunganom b) Sasaran : Perangkat Desa dan Warga c) Waktu pelaksanaan : Selasa, 7 Agustus 2012 d) Biaya/Sumber : Rp – (Sponsor)

e) Tujuan dan manfaat : Sosialisasi PLH bertujuan untuk membagikan pengetahuan tentang pentingnya pohon

f) Capaian : 100 %

g) Faktor pendorong : Partisipasi masyarakat yang cukup tinggi.

h) Faktor penghambat : Kesadaran masyarakat masih kurang akan pentingnya tanaman obat, dan manfaatnya. i) Rekomendasi Perbaikan Program : -

(52)

46 II.2.1.c Program Kerja Tambahan

A. FISIK

1. Pengolahan Hasil Bumi (Demo Masak)

a) Lokasi : Balai Desa Tanjunganom

b) Sasaran : Ibu-ibu PKK dan warga masyarakat (40 orang)

c) Waktu Pelaksanaan : Kamis, 19 Juli 2012 d) Biaya/Sumber : Rp 160.000,- (LPPM) e) Tujuan dan Manfaat : Meningkatnya keterampilan

rumah tangga dan pemberdayaan wanita. Selain itu, usaha pembuatan makanan olahan dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

f) Capaian : 100 %

g) Faktor Pendorong : Rasa ingin tahu masyarakat yang cukup tinggi mengenai pengolahan ikan lele menjadi abon lele dan olahan pisang menjadi pisang coklat. Makanan tersebut juga dapat dijadikan sebagai peluang usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

h) Faktor Penghambat : -

(53)

47

Gambar 11. Pengolahan Hasil Bumi 2. Pendampingan TK

a) Lokasi : TK Pertiwi

b) Sasaran : Siswa TK ( 22 anak ) c) Waktu Pelaksanaan : 9 Juli 2012

d) Biaya/Sumber : Rp. –

e) Tujuan dan Manfaat : Membantu para siswa dalam memahami pelajaran di sekolah.

f) Capaian : 100 %

g) Faktor Pendorong : Pihak TK sangan mendukung kegiatan pendampingan TK. Selain itu anak-anak TK memberikan respon yang baik terhadap pendampingan ini.

h) Faktor Penghambat : -

(54)

48

3. Pemeriksaan Tekanan Darah

a) Lokasi : Posyandu Dukuh Gembok

b) Sasaran : Ibu-ibu dan lansia c) Waktu Pelaksanaan : Minggu, 15 Juli 2012 d) Biaya/Sumber : Rp.-

e) Tujuan dan Manfaat : Memberikan pelayanan pemeriksaan tekanan darah gratis kepada warga desa Tanjunganom, sehingga warga dapat mengontrol tekanan darahnya dengan cara mengatur pola hidup dan pola makan sehari-hari.

f) Capaian : 100%

g) Faktor Pendorong : Pihak posyandu bersedia memberikan sebagian waktunya untuk dipergunakan berlangsungnya program ini. Para warga antusias dalam menerima pelayanan yang diberikan, terlihat dari jumlah peserta yang terlibat.

h) Faktor Penghambat :-

i) Rekomendasi Perbaikan Program : - B. NON FISIK

1. Bimbingan Belajar

a) Lokasi : Posko KKN Posdaya Desa Tanjunganom

(55)

49

c) Waktu Pelaksanaan : 4 Kali dalam 1 minggu ( Rabu – Sabtu )

d) Biaya/Sumber : Rp. –

e) Tujuan dan Manfaat : membantu dan memotifasi anak – anak untuk giat belajar

f) Capaian : 100 %

g) Faktor Pendorong : adanya minta anak – anak yang luar biasa untuk belajar..

h) Faktor Penghambat : tempat yang terlalu sempit i) Rekomendasi Perbaikan Program : -

(56)

50 BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

III.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pos Pemberdayaan Keluarga (KKN-POSDAYA) yang dilaksanakan selama 35 hari di Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara dapat disimpulkan bahwa :

1. Sebagian besar program kerja KKN Posdaya dapat terlaksana dengan baik dan lancar, baik untuk kegiatan fisik maupun non fisik.

2. Program kerja KKN Posdaya yang telah berhasil dilaksanakan, baik kegiatan fisik maupun non fisik dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat dan dapat bermanfaat bagi seluruh maasyarakat. Melalui berbagai penyuluhan dan praktek yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Posdaya, masyarakat dapat menikmati hasil KKN Posdaya serta memperoleh tambahan informasi dan pengetahuan.

3. Hasil kegiatan KKN Posdaya secara tidak langsung membantu Pemerintah Daerah dalam rangka melaksanakan empat pilar pembangunan, yaitu bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan dan pemberdayaan lingkungan.

4. Kegiatan KKN Posdaya secara tidak langsung juga mampu meningkatkan hubungan baik antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, instansi teknis dan masyarakat.

5. Secara umum, desa Tanjunganom sebenarnya memiliki potensi sumber daya alam berupa potensi perikanan air tawar yang sangat banyak.

(57)

51

Namun, potensi ini masih belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal karena pengembangan perikanan di desa Tanjunganom tidak sampai tingkat konsumsi tetapi hanya sampai tingkat ukuran sedang, dimana menurut masyarakat desa Tanjunganom apabila pemeliharaan ikan tersebut sampai ukuran besar, maka membutuhkan pakan ikan yang cukup banyak, sehingga perputaran uang atau keuntungan dari pembududaya ikan di desa Tanjunganom berkurang. 6. Potensi masyarakat Desa Tanjunganom dalam bidang kesehatan pada

umumnya cukup baik, dilihat dari pelaksanaan posyandu yang sudah terlaksana secara rutin dan cukup maksimal.

7. Potensi masyarakat Desa Tanjunganom dalam bidang ekonomi pada umumnya cukup baik, dilihat dari adanya kelompok-kelompok perikanan yang berjumlah cukup banyak danm bukan hanya bidang perikanan namun aja juga bidang petanian yang berupa padi, bunga melati, dan hasil bumi lainnya, serta bidang perikanan.

8. Potensi masyarakat Desa Tanjunganom dalam bidang pendidikan pada dasarnya sudah cukup baik, karena di Desa Tanjunganom sendiri sudah memiliki 2 TK, 1 RA, 3 SD Negeri, 1 MI, 2 PAUD.

9. Potensi masyarakat Desa Tanjunganom dalam bidang pemberdayaan lingkungan pada dasarnya sudah cukup baik, terbukti dengan adanya pemanfaatan lahan di pekarangan rumah untuk dijadikan kolam ikan dan lahan pertanian..

10. Kegiatan KKN Posdaya tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat setempat saja, namun juga bagi mahasiswa peserta KKN

(58)

52

Posdaya. Melalui kegiatan KKN Posdaya tersebut, mahasiswa mampu mengimplementasikan konsep Tri Darma Perguruan Tinggi dengan baik, dimana mahasiswa diharapkan mampu berperan aktif sebagai motivator dan fasilitator, terutama dalam empat pilar Posdaya, yang terdiri dari bidang pembangunan kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lingkungan, terutama di daerah pedesaan.

III.2 Saran

Berdasarkan pengalaman kami selama 35 hari KKN di desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, kami mengajukan beberapa saran untuk nantinya dapat diperbaiki pada periode selanjutnya, antara lain :

1. Peningkatan pembangunan yang maksimal dapat dicapai apabila ada keterlibatan semua pihak, tidak hanya dari masyarakat saja, namun juga perlu adanya keterlibatan dari pihak lain seperti Pemerintah Daerah dan pihak swasta.

2. Pelaksanaan pembangunan keempat pilar (kesehatan, pendidikan, ekonomi dan pemberdayaan lingkungan) membutuhkan adanya koordinasi antara perangkat desa, tokoh masyarakat, masyarakat serta pemuda desa itu sendiri.

3. Perlu adanya tindak lanjut yang terarah dalam pelaksanaan setiap program kerja KKN Posdaya baik program fisik maupun non fisik sehingga program yang telah dilaksanakan pada saat KKN dapat dilakukan secara mandiri dan berkesinambungan.

(59)

53

4. Pelaksanaan KKN Posdaya pada dasarnya bertujuan untuk mengembangkan masyarakat sehingga dapat lebih mandiri dan maju. Mahasiswa peserta KKN sebenarnya hanya menjadi motivator dan fasilitator. Pelaksanaan KKN Posdaya tersebut membutuhkan kerjasama yang baik dari masyarakat setempat, karena KKN Posdaya dilaksanakan dari masyarakat dan untuk masyarakat. Sehingga, sudah seharusnya Posdaya tersebut memberdayakan masyarakat sekitar, bukan hanya mengandalkan mahasiswa peserta KKN.

(60)

54

(61)

MATRIK PELAKSANAAN PROGRAM KERJA KKN POSDAYA UNSOED DESA TANJUNGANOM 2012/2013 N o . Nama Kegiatan V ol PJ Kelompok Sasaran Juli Agustus 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 A Bidang Kelembagaan Non Fisik 1 Sosialisasi POSDAYA 1 x Je ny Masyarakat 2 Sosialisasi AD/ART POSDAYA 1 x Hi da Pengurus POSDAYA dan Masyarakat Fisik 1 Pengembangan Posdaya 1 u ni t Je ny Posyandu Dusun I

(62)

2 Evaluasi AD/ ART 1 u ni t Af if Posyandu Dusun I B Bidang Pendidikan Non Fisik 1 Sosialisasi Kelompok Belajar 1 x A nn ie Siswa SD kelas 6 2 Sosialisasi Anak Gemar Membaca 1 x Ev eli n Siswa SD Kelas 3 3 Sosialisasi TPQ 1 x Tu ng gu l Anak-anak Desa

(63)

4 Sosialisasi Internet 1 x Hi da Perangkat Desa Fisik 1 Pembentukan Kelompok Belajar 5 K el A nn ie Siswa SD Kelas 6 2 Pendampingan PAUD 1 x Ev eli n Siswa PAUD 3 Pendampingan TPQ 1 x Tu ng gu l Siswa TPQ 4 Pembuatan Blog Desa 1 b ua h Hi da Perangkat Desa

(64)

C Bidang Kesehatan Non Fisik 1 Pemberdayaan Wanita 1 x Y un ik o Ibu-ibu PKK 2 Penyuluhan PHBS 1 x Y un ik o Posyandu Dusun I Fisik 1 Kegiatan SKJ 1 x Af if Ibu-ibu PKK 2 Pelatihan PHBS (cuci tangan dan gosok gigi)

1 x Ga lih Siswa SD Kelas 3 3 Pengembangan 1 Ga Posyandu

(65)

Posyandu Lansia x lih Dusun I 4 Home Visit 1 x Ga lih Seluruh Dusun D Bidang Ekonomi Non Fisik 1 Penyuluhan Wirausaha 1 x Ra yh an Dusun I 2 Penyuluhan Koperasi 1 x D hi m as Perangkat Desa 3 Sosialisasi Gemar Menabung 1 x Hi da Anak-anak TK

(66)

Fisik 1 Pengembangan Industri Rumah Tangga / UKM 1 u ni t D hi m as Dusun I 2 Pembagian Celengan 1 x Af if Siswa TK E Bidang Pemberdayaan Lingkungan Non Fisik 1 Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) 1 x Di di Ibu-ibu PKK 2 Partisipan Kegiatan 17 Agustus 1 x Ra yh an Warga Desa

(67)

Fisik 1 Penanaman TOGA 1 0 tn m Di di Ibu-ibu PKK 2 Pengembangan Kelompok Budidaya Lele 1 x Ra yh an Dusun II 3 Perlombaan 17 Agustus 1 x Se m ua Warga Desa 4 Kegiatan Kebersihan Lingkungan 1 x Se m ua WargaDesa 5 Pembuatan Plang Perangkat Desa 1 x Se m ua Perangkat Desa

(68)

DATA BASE POSDAYA DWI MINA

(Isikan hanya pada kotak berwarna abu-abu) FORM-2

NO . VARIABEL KETERANGAN KODE/NILA I (1) (2) (3) (4) Laporan Triwulan: 1/2/3/4 0 Tahun: 0

I. Nama A. Pembina DESA

B. Posdaya Dwi Mina

II. Alamat A. Propinsi JAWA TENGAH

B. Kabupaten/Kota*) BANJARNEGARA C. Kecamatan RAKIT D. Kelurahan/Desa*) TANJUNGANOM E. Dukuh/Dusun/Banjar *) SENGON

III. Susunan Pengurus dan

Nama Petugas A. Ketua/Koordinator MAHIDI

B. No. Telpon/HP 081327755862

C. Bidang Pendidikan SAODAH

(69)

E. Bidang Wirausaha WARDIMAN

F. Bidang Lingkungan MUSTAFI

IV. Cakupan Wilayah dan

Jumlah Sasaran A. Cakupan Wilayah Beberapa RT = 1; RW = 2; Dukuh = 3;

Dusun = 4; Banjar = 5; Kelurahan/Desa =

6; 4

B. Sasaran 1. Jumlah KK 1069

2. Jumlah Penduduk 3637

3. Jumlah KK Miskin

4. Jumlah Penduduk Miskin

5. Jumlah Balita 907

6. Jumlah Remaja 1017

7. Jumlah PUS 100

8. Jumlah Lansia 459

V. Bidang dan Jenis A. Bidang Pendidikan

Kegiatan

PAUD/BKB 1. Jumlah Siswa PAUD 30

2. Jumlah Keluarga/Ibu Punya Balita 25

3. Jumlah Keluarga ikut BKB

4. Jumlah Guru/Pengasuh TPA/Kel

Bermain 5

5. Tempat tersendiri: Ada = 1; Tidak = 2; 1

Hal-1 BKR/PKRR 1. Jumlah siswa/peserta BKR/PKRR 0

(70)

2. Jumlah Guru/Pengasuh Karang Teruna 0

3. Remaja tidak/putus sekolah 857

4. Tempat tersendiri: Ada = 1; Tidak = 2; 2

LANSIA 1. Jumlah Lansia ikut Karang Wreda 0

2. Jumlah guru/pengasuh Kr Wreda/BKL 0

3. Kegiatan:

a. Penyuluhan: Ada = 1; Tidak =

2; 1

b. Olah Raga: Ada = 1; Tidak

= 2; 1

c. Pemeriksaan Kes: Ada = 1; Tidak =

2; 1

d. Keagamaan: Ada = 1; Tidak

= 2; 1

B. Kesehatan, KB dan

Gizi 1. Posyandu Balita:

a. Jumlah Posyandu (1/2/3) 6

b. Jumlah Balita ikut Posyandu

2. Pelayanan Lansia:

a. Jumlah Pelayanan (1/2/3) 1

b.Jumlah Peserta Lansia 10

c. Jumlah Peserta KB

C. Wirausaha dan

Koperasi 1. Kelompok Usaha:

a. Jum. Kelompok Usaha Produktif 3

(71)

c. Jum. wanita bergabung klompok

usaha 0

d. Usaha bersama yang dilakukan:

kelompok perikanan

e. Jum pria bergabung klompok usha 12

f. Usaha bersama yang dilakukan:

Ikan 2. Koperasi: a. Nama Koperasi: tidak ada b. Jenis Koperasi: tidak ada

c. Jumlah Anggota Koperasi 0

d. Berbadan Hukum: Sudah=1;

Belum=2 2

D. Lingkungan 1. Kebun Bergizi:

a. Jum kluarga punya lahan unt

berkebun 50

b. Jum kluarga menamam tanaman

bergizi 50

2. Sanitasi Lingkungan

Ada program PHBS? Ada = 1; Tidak

=2; 1

*). Pilih salah satu.

Hal-2

Gambar

Tabel 1.1 Distribusi Penduduk Menurut Jenis Kelamin tahun 2011  Jenis Kelamin  Jumlah  Persentase (%)
Tabel 1.2 Distribusi Penduduk Menurut Umur tahun 2011
Tabel 1.3 Distribusi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan tahun 2011  Tingkat Pendidikan  Jumlah  Persentase (%)
Tabel 1.4 Distribusi Mata Pencaharian Penduduk Desa Tanjunganom  Tahun 2011
+3

Referensi

Dokumen terkait

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pengawasan yang akan dilakukan adalah pengawasan triwulan III tahun 2013 dan hakim pengawas telah melaksanakan pengawasan

Tarigan (2009:243) bahwa dalam penerapan pendekatan komunikatif, praktek lisan setiap ucapan dengan menggunakan teknik drill atau pengulangan.dengan menceritakan

Seleksi pada sapi Aceh di Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Aceh Indrapuri dapat dilakukan pada umur 1 tahun dan 1.5 tahun, sedangkan nilai heritabilitas

Pengembangan pengendali hayati (agens hayati) yang efektif dan efisien sebagai pengendali hama sangat penting untuk dapat meningkatkan produktivitas tanaman kapas

Menetapkan beban tugas mengajar pada kepada Tenaga Pengajar Jurusan Akuntansi Program Pendidikan D- lV & D-lll Politeknik Negeri Pontianak Semester Gasal Tahun Akademik

Subjek penelitian (N=60) adalah mahasiswa laki-laki Fakultas Psikologi Unika Widya Mandala Surabaya usia 20-23 tahun yang tinggal di Surabaya yang memiliki identitas

Sehubungan dengan pembahasan untuk saat ini software arduino yang akan digunakan adalah driver dan IDE, walaupun masih ada beberapa software lain yang sangat

داولدا نم ةدحاو .فيرعلدا مهفلا وأ ةءافكلا ينستح في بلاطلا دعاست نأ نكيم ةلقتسم سيردتلا داوم يى بلاطلا للاقتسلا ةيولولأا يطعتو ةءافكلاو ةيلاعفلاب مستت