Kata kunci: Prevalensi,Anemia, Anemia defisiensi besi, bayi berat lahir rendah, Hb.

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

vi Abstrak

PREVALENSI BAYI BERAT LAHIR RENDAH PADA IBU ANEMIA DEFISIENSI BESI DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015

Anemia pada kehamilan merupakan masalah yang sering terjadi dan 50% dari wanita hamil di negara berkembang mengalami anemia. BBLR menjadi penentu utama kematian, kesakitan dan kecacatan pada bayi dan anak-anak serta memberi dampak jangka panjang pada kehidupan. Penyumbang terbesar angka kejadian BBLR di Indonesia ialah anemia pada ibu hamil yang berkisar 50,9% dengan penyebab terbanyak adalah anemia defisiensi besi (ADB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi BBLR pada ibu anemia defisiensi besi, gambaran umum BBLR pada ibu anemia defisiensi besi berdasarkan umur dan derajat anemia ibu.

Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional deskriptif. Data penelitian diambil dari Rekam medis RSUP Sanglah Denpasar tahun 2015. Subjek penelitian adalah wanita dengan riwayat bersalin di RSUP Sanglah dari tanggal 1 Januari 2015 hingga 31 Desember 2015, berumur 12-50 tahun, Hb <11g/dl, MCV <80fl, MCHC <31% dengan Ferritin Serum <20µg/dl, <50mg/dl dan TIBC >350 mg/dl serta kehamilan tunggal.

Hasil penelitian menunjukkan prevalensi BBLR pada ibu ADB adalah sebesar 23,5%. Berdasarkan umur ibu pada saat melahirkan, didapatkan kejadian BBLR pada ibu dengan umur <20 tahun sebesar 50,0%, 23,1% pada ibu dengan umur 20-35 tahun, dan 0% pada ibu dengan umur >35 tahun dan angka BBLR berdasarkan derajat anemia ibu antara lain: (1) pada ibu dengan anemia ringan sekali didapatkan kelahiran BBLR sebesar 0%, (2) pada ibu dengan anemia ringan sebesar 28,6%, (3) pada ibu dengan anemia sedang sebesar 0%, (4) pada ibu dengan anemia berat sebesar 0%.

(2)

Abstract

PREVALENCE OF LOW BIRTHWEIGHT INFANT FROM IRON DEFICIENCY ANEMIA MOTHER IN SANGLAH GENERAL HOSPITAL IN

2015

Anemia in pregnancy was a common problem in pregnancy and encompass about 50% of pregnancy in developing country. Low birthweight infant has become main decisive of infant‟s mortality, morbidity or disability, and would give a long-term effect to their life. Anemia in pregnancy contribute the most in incidence of low birthweight infant at about 50.9% with iron deficiency anemia as the biggest contributor. This study aimed to find out the prevalence of low birthweight infant born from iron deficiency anemia mother, its general description based on mother‟s age and degree of anemia.

This study was performed using descriptive cross-sectional design. data was collected using medical record from sanglah general hospital at years 2015. The subject was woman with history of labor in sanglah hospital from January 1st 2015 untill December 31st 2015, age ranged from 12-50 years old, with Hb <11g/dl, MCV <80 fl, MCHC <31%, with Ferritin Serum <20µg/dl or serum iron <50mg/dl and TIBC >350 mg/dl, and single pregnancy.

Study result showed the prevalence of low birthweight infant born from iron deficiency anemia mother was 23.5%. Based on mother‟s age, low birthweight infant born from <20 years old mother as high as 50.0%, 23.1% low birthweight infant born from mother with age 20-35 years old, and 0% low birthweight infant born from >35 years old mother, and based on mother‟s degree of anemia, we got low birthweight infant born from mother with very mild, mild, moderate, and severe anemia continuously 0%, 28.6%, 0%, and 0%.

(3)

viii Ringkasan

PREVALENSI BAYI BERAT LAHIR RENDAH PADA IBU ANEMIA DEFISIENSI BESI DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada saat kehamilan. Anemia pada kehamilan merupakan masalah yang sering terjadi dan 50% dari wanita hamil di negara berkembang mengalami anemia; 20% kematian maternal secara langsung ataupun tidak langsung berhubungan dengan anemia. Prevalensi anemia pada negara berkembang adalah 56%, bahkan lebih tinggi di Asia Tengah dan di laporkan di India mencapai 80%. Anemia merupakan masalah umum pada wanita hamil di negara berkembang terutama di Pakistan mulai dari 8% sampai 33% dan meningkatkan resiko bayi berat lahir rendah (BBLR). BBLR menjadi penentu utama pada kematian, kesakitan dan kecacatan pada bayi dan anak-anak serta memberi dampak jangka panjang pada kehidupan dewasa. Penyumbang terbesar angka kejadian BBLR di Indonesia ialah anemia pada ibu hamil yang berkisar 50,9% dengan penyebab terbanyak adalah anemia defisiensi besi (ADB). Penelitian in bertujuan untuk mengetahui prevalensi BBLR pada ibu anemia defisiensi besi, gambaran umum BBLR pada ibu anemia defisiensi besi berdasarkan umur ibu dan gambaran umum BBLR pada ibu anemia defisiensi besi berdasarkan derajat anemia ibu.

Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional deskriptif. Data penelitian diambil dari Rekam medis RSUP Sanglah Denpasar tahun 2015. Kriteria inklusi subjek dalam penelitian ini adalah wanita dengan riwayat bersalin di RSUP Sanglah dari tanggal 1 Januari 2015 hingga 31 Desember 2015, berumur 12-50 tahun, Hb <11g/dl, MCV <80fl, MCHC <31%,dengan Ferritin Serum <20µg/dl atau besi serum <50mg/dl dan TIBC >350 mg/dl serta kehamilan tunggal. Kriteria Eksklusi subjek dalam penelitian ini adalah bayi meninggal dalam kandungan, memiliki riwayat penyakit sistemik, dan ketuban pecah dini

Hasil penelitian ini menunjukkan prevalensi BBLR pada ibu ADB adalah sebesar 23,5%. Berdasarkan umur ibu pada saat melahirkan, didapatkan kejadian BBLR pada ibu dengan umur <20 tahun sebesar 50,0%, 23,1% pada ibu dengan umur 20-35 tahun, dan 0% pada ibu dengan umur >35 tahun dan kejadian BBLR berdasarkan derajat anemia ibu antara lain: (1) pada ibu dengan anemia ringan sekali (Hb 10,0 g/dL-batas normal) didapatkan kelahiran BBLR sebesar 0%, (2) pada ibu dengan anemia ringan (Hb 8,0-9,9 g/dL) didapatkan kelahiran BBLR sebesar 28,6%, (3) pada ibu dengan anemia sedang (Hb 6,0-7,9 g/dL) didapatkan kelahiran BBLR sebesar 0%, (4) pada ibu dengan anemia berat (Hb <6,0 g/dL) didapatkan kelahiran BBLR sebesar 0%.

(4)

Summary

PREVALENCE OF LOW BIRTHWEIGHT INFANT FROM IRON DEFICIENCY ANEMIA MOTHER IN SANGLAH GENERAL HOSPITAL IN

2015

Anemia was one of the commonest health problem in pregnancy. Anemia in pregnancy occupied about 50% of pregnant women in the developing countries. 20% of maternal death direct or indirectly connected with anemia. The prevalence of anemia in developing countries at about 56%, even more in middle Asia and in India was reported as high as 80%. Anemia was a common problem of pregnant women in developing countries, mainly in Pakistan started from 8% to 33% and increasing the risk of low birthweight infant. Low birthweight infant became a main decisive of mortality, morbidity and disability to the child and would give a long-term effect to their future life. The most contributor in the incidence low birthweight infant in Indonesia was anemia in pregnancy about 50.9% and the biggest cause was iron deficiency anemia. This study aimed to find out the prevalence of low birthweight infant born from iron deficiency anemia mother, its general description based on mother‟s age and degree of anemia.

This study was performed using descriptive cross-sectional design. data was collected using medical record from sanglah general hospital at years 2015. The subject was woman with history of labor in sanglah hospital from January 1st 2015 until December 31st 2015, age ranged from 12-50 years old, with Hb <11g/dl, MCV <80 fl, MCHC <31%, with Ferritin Serum <20µg/dl or serum iron <50mg/dl andTIBC >350 mg/dl, and single pregnancy. The exclusion criteria was intrauterine fetal death, history of systemic disease, and premature rupture of membrane.

Study result showed the prevalence of low birthweight infant born from iron deficiency anemia mother was 23.5%. Based on mother‟s age, low birthweight infant born from <20 years old mother as high as 50.0%, 23.1% low birthweight infant born from mother with age 20-35 years old, and 0% low birthweight infant born from >35 years old mother, and based on mother‟s degree of anemia, we got low birthweight infant born from mother with very mild, mild, moderate, and severe anemia continuously 0%, 28.6%, 0%, and 0%.

(5)

x

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI ... v

ABSTRAK ... vi

ABSTRACT. ... vii

RINGKASAN ... viii

SUMMARY ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR TABEL ... xiv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ... 3

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Anemia ... 5

2.1.1 Anemia Defisiensi Besi ... 5

2.1.1.1 Definisi Anemia Defisiensi Besi ... 6

(6)

2.1.1.3 Etiologi Anemia Defisiensi Besi ... 7

2.1.1.4 Manifestasi Klinis Anemia Defisiensi Besi ... 7

2.1.1.5 Patogenesis Anemia Defisiensi Besi ... 8

2.1.1.6 Diagnosis Anemia Defisiensi Besi ... 8

2.1.2 Anemia Pada Kehamilan ... 9

2.1.2.1 Definisi Anemia Pada Kehamilan ... 9

2.1.2.2 Efek Anemia Pada Kehamilan ... 9

2.2 Bayi Berat Lahir Rendah... 10

2.2.1 Penyebab Bayi Berat Lahir Rendah ... 11

2.2.2 Faktor Resiko Bayi Berat Lahir Rendah ... 11

2.2.3 Diagosis Berat Lahir Rendah ... 12

BAB III KERANGKA BERPIKIR DAN KERANGKA KONSEP 3.1 Kerangka Berpikir ... 13

3.2 Kerangka Konsep ... 14

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian ... 15

4.2 Subjek dan Sampel ... 15

4.2.1 Variabilitas Populasi ... 15

4.2.2 Kriteria Subjek ... 15

4.2.3 Teknik Penentu Sampel ... 16

4.3 Variabel Penelitian ... 17

4.3.1 Klasifikasi Variabel ... 17

4.3.2 Definisi Operasional Variabel ... 17

4.4 Bahan dan Instrumen ... 18

4.5 Lokasi dan waktu ... 18

4.6 Prosedur Pengumpulan Data ... 18

(7)

xii

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian ... 20

5.1.1. Prevalensi bayi BBLR pada ibu anemia Defisiensi Besi ... 21

5.1.2. Karakteristik Kelahiran BBLR Berdasarkan Umur Ibu ... 22

5.1.3. Karakteristik Berat Bayi Berdasarkan Derajat Anemia Ibu ... 22

5.2 Pembahasan ... 23

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan ... 26

6.2 Saran ... 26

... DAFTAR PUSTAKA ... 28

LAMPIRAN ... 31

Lampiran 1. Ethical Clearance ... 31

Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian ... 33

Lampiran3. Data Penelitian... 34

(8)

DAFTAR GAMBAR

(9)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 5.1 Karakteristik Ibu Hamil yang menderita defisiensi Besi ...20 Tabel 5.2 Prevalensi bayi BBLR pada ibu anemia Defisiensi Besi ...21

Tabel 5.3 Gambaran Bayi BBLR pada Ibu Hamil yang Menderita Anemia Defisiensi Besi ...22 Tabel 5.4 Gambaran Bayi BBLR pada Ibu Hamil yang Menderita Anemia Defisiensi Besi Berdasarkan Derajat Anemia ...22

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada saat kehamilan. Pada negara berkembang anemia sudah menjadi perhatian serius, selain banyak efek samping pada ibu dan janin anemia juga menjadi penyebab angka kematian maternal yang cukup tinggi. Menurut United Nation Declaration 1997 anemia merupakan masalah kesehatan yang utama yang perlu di hilangkan secara total. Diperkirakan bahwa dua miliar orang mengalami anemia atau kekurangan zat besi. Anemia defisiesni zat besi merupakan jenis anemia yang paling sering terjadi pada kehamilan (Sharma, 2010)

Anemia pada kehamilan merupakan masalah yang sering terjadi dan 50% dari wanita hamil di Negara berkembang mengalami anemia; 20% kematian maternal secara langsung ataupun tidak langsung berhubungan dengan anemia. Berdasakan

World Health Organization (WHO) hemoglobin di bawah 11gr/dl dan hematokrit

kurang dari 0-33 di definisikan sebagai anemia pada kehamilan. Prevalensi anemia pada negara berkembang adalah 56%, bahkan lebih tinggi di Asia Tengah dan di laporkan di India mencapai 80%. Anemia merupakan masalah umum pada wanita hamil di negara berkembang terutama di Pakistan mulai dari 8% sampai 33% dan meningkatkan resiko bayi berat lahir rendah (BBLR). (Ahmad, 2011)

(11)

2

BBLR menjadi penentu utama pada kematian, kesakitan dan kecacatan pada bayi dan anak-anak serta memberi dampak jangka panjang pada kehidupan dewasa. Menurut WHO BBLR berkontribusi 60%-80% pada semua kematian neonatus. Prevalensi global BBLR adalah 15,5%, atau sekitar 20 juta kelahiran di setiap tahunnya dan 96,5% terjadi di Negara berkembang. (WHO, 2001)

Sedangkan menurut Kementrian Kesehatan RI, penyumbang angka kejadian BBLR di Indonesia memiliki persentase yang meliputi kehamilan dini kurang dari 18 tahun (4,1%), kehamilan terlalu tua lebih dari 34 tahun (11%), paritas lebih dari 3 (9,4%) jarak persalinan yang terlalu dekat kurang dari 2 tahun (5,2%), lingkar lengan atas (LILA) < 23,5 cm ( 29%) dan penyumbang terbesar angka kejadian BBLR di Indonesia ialah anemia pada ibu hamil yang berkisar 50,9% dengan penyebab terbanyak adalah anemia defisiensi besi (ADB). (Kemenkes, 2006)

BBLR merupakan faktor yang berhubungan dengan kematian neonatus dan morbiditas dan telah memberikan dampak masalah kesehatan yang buruk, selain itu BBLR memberikan dampak untuk penurunan pertumbuhan dan perkembangan kognitif yang buruk. Bayi dengan berat lahir rendah memiliki potensi untuk terkena penyakit kronis di kemudian hari. BBLR juga diketahui terkait dengan penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi dan diabetes. (Sutan, 2014)

Hubungan yang kuat ditemukan pada anemia pada kehamilan dan BBLR. Temuan ini sesuai dengan penelitian lain yang dilakukan di Pakistan dan Syria. Dimana wanita dapat menjadi anemia defisiensi besi karena kehilangan darah selama menstruasi atau kehamilan yang berulang; itu juga dapat disebabkan karena kekurangan zat besi dalam makanan. Selama kehamilan wanita bisa menjadi anemia

(12)

3

mungkin disebabkan karena janin menggunakan zat besi ibu untuk perkembangan RBC dan jaringan yang lain. (Ahmad, 2011)

Maka dari itu diperlukan peran dari berbagai sektor kesehatan untuk menanggulangi dan mencegah anemia pada ibu hamil sehingga dampak yang ditimbulkannya pun dapat dicegah.

Berdasarkan latar belakang di atas maka akan dilakukan penelitian dengan judul Prevalensi Bayi Berat Lahir Rendah Pada Ibu Anemia Defisieni Besi di RSUP Sanglah tahun 2016.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana prevalensi BBLR pada ibu dengan anemia defisiensi besi 2. Bagaimana gambaran umum BBLR pada ibu dengan anemia defisiensi

besi berdsarkan umur ibu?

3. Bagaimana gambaran umum BBLR pada ibu anemia defisiensi besi berdasarkan derajat anemia?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini antara lain

1. Mengetahui prevalensi BBLR pada ibu anemia defisiensi besi

2. Mengetahui gambaran umum BBLR pada ibu anemia defisiensi besi berdasarkan umur ibu

(13)

4

3. Mengetahui gambaran umum BBLR pada ibu anemia defisiensi besi berdasarkan derajat anemia ibu

1.4 Manfaat penelitian Manfaat Teoritis

Penelitian ini di harapkan dapat menambah kajian ilmiah dalam bidang patologi klinik dan dapat dijadikan acuan bagi penelitian serupa lainnya.

Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapakan dapat menambah wawasan atau menjadi edukasi kepada ibu hamil sebagai upaya prevensi anemia defisiensi besi dan kelahiran bayi dengan berat lahir rendah.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :