Alumni Tahun Lulus 2015
Dianjurkan Segera Mengisi
Tracer Study
UNAIR NEWS – Para alumnus Universitas Airlangga tahun lulus
2015 dianjurkan segera mengisi data-data yang diperlukan dalam Tracer Study.
Penanggung jawab tracer study Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan UNAIR Lastiko Endi Rahmantyo, M.Hum., mengatakan pengisian data-data tersebut diperuntukkan bagi lulusan tahun 2015 jenjang sarjana, diploma, dan profesi.
“Pengisian tracer study UNAIR ditujukan kepada seluruh alumnus UNAIR tahun 2015 karena berdasarkan penelitian-penelitian tentang tracer study di dunia, ditemukan bahwa periode yang paling tepat untuk mengukur indikator transisi ke dunia kerja serta relevansi pemerolehan kompetensi adalah dua tahun setelah lulus,” tutur Endi.
Tracer study adalah studi mengenai persebaran lulusan yang diselenggarakan perguruan tinggi bersangkutan. Tujuannya, untuk menyediakan informasi tentang aktivitas lulusan pasca kampus serta penyediaan informasi penting mengenai hubungan antara perguruan tinggi dan profesional.
Selain itu, informasi persebaran alumni merupakan kelengkapan persyaratan bagi akreditasi perguruan tinggi.
“Tracer study ditujukan untuk melacak jejak lulusan untuk mengetahui outcome pendidikan seperti masa tunggu kerja dan proses pencarian kerja pertama, output pendidikan berupa penilaian diri terhadap penguasaan dan pemerolehan kompetensi, dan evaluasi proses pembelajaran dan kontribusi pendidikan tinggi terhadap pemerolehan kompetensi,” imbuh Endi.
Menurut dosen Sastra Inggris ini, hasil pengumpulan data persebaran alumni akan membantu perguruan tinggi mengetahui posisi lulusan yang terserap dunia kerja serta menyiapkan lulusan sesuai kompetensi yang diperlukan di dunia kerja. Hasil data persebaran alumni juga akan dilaporkan ke pemerintah untuk memetakan kebutuhan dunia kerja dengan pembangunan pendidikan di Indonesia.
Endi mengatakan, pengisian data persebaran alumni UNAIR yang beralamat di http://ppkk.unair.ac.id/tracerstudy cukup efektif dan efisien. Pihaknya pun menjamin kerahasiaan data-data yang diisikan alumni.
Salah satu kunci utama keberhasilan pengisian tracer study adalah tingkat partisipasi alumni. Tracer Study UNAIR menggunakan metode sensal yang melibatkan alumni pada satu kohort tertentu, yakni lulusan tahun 2015.
“Merupakan kebanggaan bagi UNAIR jika tingkat partisipasi alumni bisa melebihi angka 50 persen,” pungkas Endi.
Editor: Defrina Sukma S
Dekan FK Himbau Dokter
Spesialis
Sentuh
Daerah
Terpencil
UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali berkontribusi meluluskan dokter spesialis baru. Kali ini, sebanyak 86 dokter spesialis angkatan ke-21 periode Juli 2017 dilantik langsung oleh Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Soetojo, dr, Sp.U(K).
Seremoni penyerahan ijazah dokter spesialis berlangsung khidmat di Aula FK UNAIR, Rabu (19/7). Dari puluhan dokter spesialis dan sub spesialis yang dilantik, beberapa di antaranya tercatat sebagai lulusan dokter spesialis beprestasi.
Di antara dokter spesialis tersebut ada yang memenangkan sejumlah kompetisi poster ilmiah tingkat nasional maupun internasional. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang berhasil menjuarai kompetisi di tingkat nasional.
Sejak tahun 2002, sebagai institusi pendidikan kedokteran tertua kedua di Indonesia, FK UNAIR telah berkontribusi menghasilkan sebanyak 3.045 dokter spesialis. Namun dengan jumlah sebanyak itu, kenyataanya problem pendistribusian tenaga dokter belum sepenuhnya merata hingga ke daerah perifer atau daerah terpencil.
Dalam kesempatan ini, Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo menghimbau agar puluhan dokter spesialis yang baru dilantik bersedia menyebar ke daerah-daerah perifer.
“Data menyebutkan, tahun 2015 tercatat ada 27 ribu dokter spesialis. Sayangnya mereka terpusat hanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah. Sementara di daerah lainnya seperti Madura, masih kekurangan dokter spesialis. Untuk itu mohon segera menyebar,” ungkapnya di hadapan puluhan tamu undangan.
Untuk dapat menjangkau daerah perifer, FK UNAIR melalui alumni UNAIR bahkan berupaya menghadirkan rumah sakit apung yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan. Rencananya, rumah sakit apung ini akan diresmikan pada Agustus 2017 mendatang, dan ditargetkan dapat segera beroperasi memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil. (*)
Editor : Binti Q. Masruroh
Ditemukan, Antioksidan Herbal
dari Rosella untuk Mencegah
Radikal
Bebas
Akibat
Paracetamol
UNAIR NEWS – Paracetamol merupakan salah satu jenis obat yang sering dikonsumsi. Biasanya penggunaan paracetamol digunakan sebagai penurun panas atau pereda nyeri. Penjualannya juga tidak dibatasi, karena jenis obat bebas. Itulah sebabnya, banyak orang yang menganggap paracetamol aman untuk dikonsumsi.
Namun faktanya, kendati dijual bebas, paracetamol tidak bisa di konsumsi sembarangan. Pemakaian paracetamol secara berlebihan bisa mengakibatkan kerusakan hati. Hal ini diakibatkan over paracetamol menjadi sukar dimetabolisme oleh hati, sehingga menghasilkan radikal bebas. Tingginya kadar radikal bebas di dalam tubuh inilah yang bisa merusak berbagai organ kita, terutama hati.
Berangkat dari permasalahan itulah, Agesti Veva, Kukuh Prastyaningtyas, Annisa Normalita, Dhanar Adhitya, Rachmad Yusuf, mahasiswa Universitas Airlangga, menemukan antioksidan dari bunga Rosella sebagai penurun kadar radikal bebas akibat penggunaan paracetamol yang berlebihan.
”Kandungan senyawa Fenolitik yang tinggi pada bunga Rosella berkhasiat menurunkan kadar radikal bebas yang tinggi pada pengonsumsi paracetamol berlebih,” ujar Agesti Veva, ketua
kelompok mahasiswa peneliti ini.
TIM PKMPE mahasiswa FKH UNAIR. (Foto: Istimewa)
Kesuksesan inovasi mereka ini kemudian dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE), yang telah lolos penilaian Dikti dan mendapatkan dana hibah Kemenristekdikti dalam program PKM tahun 2016-2017. Proposal ini berjudul “Uji Efektifitas Ekstrak Etanol Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariff L.) Terhadap Penurunan Malondialdehida Pada Tikus (Rattus norvegicus) Strain Wistar Yang Diinduksi Parasetamol.”
Jadi, masih kurangnya wawasan masyarakat Indonesia tentang penggunaan paracetamol yang benar itulah yang menebalkan tekad Agesti Veva Dkk untuk mencari solusinya, hingga akhirnya ditemukan antioksidan alami sebagai anti radikal bebas yang bisa merusak hati. ”Saat ini masyarakat Indonesia masih kurang memahami bahaya yang timbul jika kadar radikal bebas di tubuh terlalu tinggi maka berbahaya,” kata Agesti.
Ditambahkan jika kadar radikal bebas pada tubuh itu terlalu tinggi, maka akan dapat merusak berbagai organ dalam tubuh melalui oksidasi dengan membran sel, dan salah satu organ yang berdampak paling besar adalah hati.
“Ini tentu sangat berbahaya bagi kesehatan, mengingat hati adalah salah satu organ yang vital bagi tubuh kita,” imbuhnya. Ditambahkan juga oleh Annisa, penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR menggunakan hewan coba tikus putih strain wistar. Selanjutnya diinduksi dengan paracetamol dan diterapi dengan ekstrak kelopak bunga Rosella. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil penurunan kadar radikal bebas yang signifikan.
”Inovasi bunga Rosella menjadi alternatif antioksidan ini kami harapkan bisa menjadi salah satu obat herbal yang alami ntuk menurunkan kadar radikal bebas dalam tubuh,” tambah Agesti mengakhiri keterangannya. (*)
Editor: Bambang Bes
Jelang MTQ Nasional, Kafilah
UNAIR
adakan
Pemusatan
Latihan Intensif
UNAIR NEWS – Setelah melewati proses panjang terkait pembinaan rutin di setiap cabangnya, kafilah UNAIR adakan pemusatan latihan atau training center jelang dimulainya Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Tingkat Nasional XV 2017. Pemusatan latihan ini digelar pada 15-17 Juli 2017 di Villa Arumdalu, Batu. Seluruh kafilah UNAIR beserta para pembinanya hadir untuk kemudian berlatih secara intensif juga ditampilkan diseluruh kafilah sendiri. Pemusatan latihan kali ini diharapkan mampu mengukur sejauh mana kesiapan masing-masing cabang. Ditambah lagi, kekompakan seluruh tim perlu ditingkatkan guna memupuk semangat kebersamaan.
“TC ini diharapkan semua cabang mampu memaksimalkan potensinya masing-masing, semua masih bisa ditingkatkan, karena masih ada waktu dan tidak ada yang tidak mungkin,” ujar Ustadz Sunan Fanani pada pembukaan TC, Sabtu (15/7).
Dalam kurun waktu dua hari, seluruh peserta dituntut untuk berlatih maksimal.
“Yang membedakan TC dengan pembinaan pada umumnya ialah adanya pembinaan secara intensif yang terdiri dari pembinaan mental, spiritual, kesatuan dan kekeluargaan tim dan tentunya pembinaan keilmuan masing-masing cabang,” ungkap Fauzi, ketua kafilah UNAIR.
Akan ada banyak acara dalam pelaksanaan TC ini, diantaranya pembinaan spiritualitas berupa salat berjamaah, mengaji bersama, renungan malam, serta mengamalkan amalan-amalan lain yang berguna untuk musabaqoh. Pembinaan kekeluargaan tim berupa games, tadabbur alam, dan lain-lain. Pembinaan keilmuan masing-masing cabang berupa pembinaan bersama pembina tim, untuk simulasi setiap cabang lomba.
Pembina MTQ UNAIR, KH Abdul Wahhab Husein mengaku bahwa kafilah UNAIR selalu berkembang setiap tahunnya, hal ini dibuktikan dengan semakin terarahnya skema latihan. Selain itu, pembina asal Malang tersebut mengapresiasi pihak universitas yang telah peduli dan banyak membantu kesuksesan tim.
“Pelatihan yang diadakan hingga saat ini saya rasa cukup untuk tampil di tingkat nasional, segala sesuatu sudah diusahakan dan disiapkan sebaik mungkin, tinggal berserah diri sama yang maha penentu soal bagaimana hasilnya. Ikhtiyar, doa dan usaha sangat perlu,” ujar KH Abdul Wahab Husein.
Beliau berpesan agar kafilah mampu disiplin, berani beraksi dan fokus dalam pembinaan, karena itu prinsip untuk mencapai kesuksesan. Dalam TC kali ini terdapat sosok dibalik layar yang membantu persiapan kafilah. Mereka menyebut diri mereka tim Buroq MTQ yang terdiri dari koordinator, desainer dan penulis konten berita disetiap akun media sosialnya. Salah satu tim Buroq MTQ, khoiriyah mengaku senang dapat membantu agar kafilah dapat fokus lomba, dan tim buroq bisa membantu
publikasi dan diseminasi informasi seputar kafilah UNAIR.
Ahmad Fauzi menambahkan, persiapan kafilah dalam menghadapi MTQM Nasional 2017 sampai saat ini sudah cukup baik. Dalam sisa waktu kurang lebih sembilan hari, peserta diharapkan mampu mempersiapkan lebih matang lagi. Tak lupa juga untuk meminta doa dan restu dari orang tua dan juga guru-guru mereka, agar mampu tampil maksimal dengan membawa nama baik almamater.
Penulis: Ahalla Tsauro Editor : Nuri Hermawan
Mahasiswa UNAIR Tawarkan
’Kuteks’ Sehat Alami Berbahan
Rumput Laut
UNAIR NEWS – Saat ini produk kosmetik kian berkembang pesat. Segala bentuk dan variasi ada di pasaran. Salah satunya produk pewarna kuku atau kuteks ini layak dipertimbangkan, mengingat maraknya bahan kimia yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatannya.
Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga berhasil membuat inovasi baru produk kuteks sehat dengan bahan alami, yaitu hasil kekayaan peraian Indonesia: rumput laut. Mengapa rumput laut? Karena memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan kuku. Produk itu diberi nama “Reds Nail Polish” dan mampu meminimalisir penggunaan bahan kimia pada kuteks.
”Karena kelompok kami mayoritas perempuan maka kami memutuskan untuk menggali inovasi di bidang kecantikan. Lalu terlintas
ide membuat suatu kuteks. Selain itu untuk mengurangi penggunaan bahan kimia yang terkandung pada kuteks sebagai inovasi baru di dunia kosmetik agar aman digunakan jangka panjang,” kata Iis Suryani, ketua tim inovatif.
Selain Iis Suryani, tim yang tergabung dalam Program Kreativitas Maahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKMK) ini juga ada Neneng Apriliasanti (2016), Rino Putri Munziatih (2016) dan Depril Meriza Astutik (2015), semua mahasiswa FPK UNAIR.
DIANTARA anggota Tim PKMK menunjukkan produknya. (Foto: Istimewa)
Dijelaskan oleh Iis, manfaat pruduk kuteks berbahan rumput laut ini sebagai salah satu pengurangan bahan kimia. Dari sisi usaha, kutek dari rumput laut ini berpotensi memiliki prospek cerah karena memanfaatkan bahan alami serta meningkatkan kesadaran konsumen pemakai kutek berbahan kimia dari efek samping yang kemungkinan bisa terjadi.
”Rumput laut mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap,” kata Iis Suryani, seraya merinci bahwa rumput laut mengandung air (27,8%), protein (5,4%), karbohidrat (33,3%), lemak (8,6%) serat kasar (3%) dan abu (22,25%). Selain unsur tersebut rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D, E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium, selenium serta mikro mineral seperti zat
besi, magnesium dan natrium.
”Kandungan asam amino, vitamin dan mineral rumput laut mencapai 10-20 kali lipat dibanding dengan tanaman darat. Pewarna kuku ini juga dapat digunakan sebagai usaha pencegahan kanker karena kandungan vitamin C pada rumput laut mengandung antioksidan yang mencegah gejala kanker dan merawat kesehatan kuku,” tambah Iis.
Produk “Reds Nail Polish” sudah didesain secara praktis, sederhana dan penggunaannya juga mudah. Dari sisi pemasaran masih terbuka, sebab pemafaatan rumput laut dalam karagenan sebagai kuteks masih jarang, sehingga produk ini dapat memajukan produsen rumput laut serta sumber daya alam perairan di Indonesia.
“Pemilihan bahan utama ini semoga dapat meningkatkan daya tarik masyarakat, terutama perempuan untuk hidup sehat dengan mengurangi penggunaan kosmetik dari bahan kimia,” tambahnya. Kutek ‘Reds Nail Polish’ ini dijual dengan harga relatif murah, sehingga dapat dijangkau semua kalangan. Bentuknya yang relatif kecil, sehingga dengan mudah dibawah kemana saja dan tidak memakan tempat. Bahan baku utama yang asli dari keanekaragaman perairan Indonesia, sehingga menunjang pelestarian kekayaan alam yang sangat melimpah sehingga menimbulkan rasa cinta pada Indonesia dan hasil dari negeri sendiri. (*)
Elvira Devinamira Belajar
Kegigihan dan Ketekunan
UNAIR NEWS – Elvira Devinamira tercatat sebagai wisudawan
berprestasi Universitas Airlangga periode Juli 2017. Keberhasilannya itu merupakan akumulasi sederet prestasi yang dicapainya selama menjadi mahasiswa Ilmu Hukum sejak tahun 2010.
Elvira dinobatkan sebagai alumnus bersama dengan 1.141 wisudawan lainnya oleh Rektor UNAIR, Sabtu (15/7). Ia tak dapat menyembunyikan paras ayunya yang diselimuti senyum kebahagiaan.
“The day has finally come. This is gonna be the start of the new chapter in my life (Hari yang ditunggu akhirnya datang. Pencapaian ini akan menjadi awal baru dalam hidupku),” ungkap lulusan Fakultas Hukum.
Sepulang ke Indonesia, popularitasnya mencuat. Kegiatannya kian padat. Sejak menjadi Puteri Indonesia 2014, gadis bertubuh semampai ini memilih cuti selama dua tahun dan berhijrah ke Jakarta. Namun, menyelesaikan kuliah S-1 adalah sebuah keharusan.
“Di keluarga kami, aturan soal pendidikan itu penting. Mama selalu menekankan untuk bisa menyelesaikan hingga pada tingkatan sarjana yang walaupun nantinya akan kembali bekerja,” ucap penyandang gelar sarjana hukum ketika ditemui usai prosesi wisuda di Airlangga Convention Center.
Sejak tahun 2016, perempuan kelahiran 28 Juni 1993 bolak balik Jakarta-Surabaya untuk menyelesaikan kuliah dan menjalani rutinitasnya sebagai artis.
”Hampir dua kali seminggu, saya bahkan memilih first flight (penerbangan pertama) demi untuk mengejar kelas pagi. Itu
rasanya membuat saya banyak belajar akan penting kegigihan dan ketekunan,” ucap Elvira.
Namun, perempuan ini mampu membuktikan bahwa keinginannya untuk menuntaskan studi jauh lebih besar daripada rintangan yang harus ia hadapi.
“Kata orang, mendapatkan keduanya yang kita inginkan itu tidak mungkin. Namun itu tidak bagi saya. Keinginan itu bisa terwujud ketika kita teguh dan gigih untuk mendapatkannya,” tegas perempuan yang suka traveling dan bermain piano.
Pengalaman mengesankan
Pengalaman studi Elvira selama di UNAIR cukup berwarna. Ia aktif di Association Law Student in Asia (ALSA). Tahun 2012, ia berhasil mengikuti ajang Harvard National Model United Nations di Universitas Harvard, Amerika Serikat.
“Kunjungan itu merupakan kunjungan pertama saya ke Amerika Serikat dan untuk kali pertama juga mengunjungi Harvard University,” tutur Elvira kepada UNAIR News.
Duduk di samping Elvira, Rektor UNAIR Prof. Dr. Mochammad Nasih menyambut gembira atas kelulusannya.
“Sebagai mahasiswa berprestasi, kami patut bangga Elvira resmi menjadi alumnus UNAIR. Semoga UNAIR bisa terus menelurkan individu-individu yang berprestasi,” harapnya.
Selanjutnya, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini memaparkan bahwa pendidikan merupakan faktor penting dalam mengembangkan masyarakat. Menurutnya, kualitas pikiran bisa menjadi nilai tambah seseorang.
“Saya berharap ke depan Elvira bisa terus berprestasi agar bisa membanggakan keluarga hingga bangsa. Ketenaran itu jangan dikontribusikan ke hal-hal yang negatif,” pesan Rektor.
Editor: Defrina Sukma S
Yel-yel “Ayo Berkumpul” dan
Lagu “Hatiku Senang” dalam
Halal-Bihalal PKPB UNAIR
UNAIR NEWS – Anggota Paguyuban Karyawan Purna Bakti (PKPB) Universitas Airlangga (UNAIR), hari Minggu (15/7) kemarin kembali berkumpul. Kali ini hajadnya melaksanakan halal bil-halal, silaturahmi Idul Fitri 1438-H, bertempat di Jl. Jojoran III/111 Surabaya, rumah Widji Lestari, purna tugas PNS FKG UNAIR. Hadir disana sekitar 100 orang anggota PKPB UNAIR, antara lain “Lurah” (Ketua) PKPB Dra. Kusmawati dan para inisiator.
Ada sesuatu yang bikin surprise (kejutan) pada pertemuan kali ini. Sejak PKPB diresmikan 20 Mei 2017 lalu, kini ada sekelompok “paduan suara” dan menyanyikan lagu dan koor dua buah lagu khas pensiunan. Pertama lagu “Yel Yel Ayo Berkumpul”. Lagu yang kedua tentang “Hatiku Senang”. Kedua lagu itu ternyata sangat ampuh untuk membuat semua anggota PKPB UNAIR yang hadir merasa senang, bersalam-salaman dan bermaaf-maafan.
”Dua buah lagu tersebut khusus diciptakan dan dinyanyikan –yang sementara masih secara terbatas– untuk dan oleh anggota PKPB UNAIR,” kata seorang anggota PKPB UNAIR.
Dalam pertemuan kali ini juga dimanfaatkan untuk membahas sesuatu yang perlu diputuskan. Dipimpin Ketua PKPB Dra. Kusmawati, forum menyepakati keputusan pemberian santunan bagi anggota PKPB UNAIR yang mengalami musibah. Bagi yang sakit,
misalnya, akan mendapatkan santunan sebesar Rp 500 ribu. Sedangkan bagi yang meninggal dunia, keluarga/ahli warisnya akan mendapat santunan sebesar Rp 1 juta.
”Dana santunan tersebut diambilkan dari uang kas organisasi PKPB UNAIR yang dihimpun dari hasil iuran rutin pada setiap pertemuan rutin tri-wulanan,” kata Kusmawati.
Kesepakatan tersebut persis seperti yang diputuskan dalam buka puasa bersama 11 Juni lalu, yaitu pertemuan rutin anggota setiap tiga bulan sekali. Dalam setiap pertemuan itu diadakan i u r a n d e n g a n b e s a r a n s u d a h d i t e n t u k a n . K o m p o s i s i penggunaannya, 50% uang itu sebagai dana pertemuan dan 50% untuk dana kas organisasi. Pertemuan dilaksanakan bergilir ke rumah diantara anggota dengan tujuan utama untuk silaturahmi. Pertemuan ini tidak menutup kemungkinan diminta oleh seorang anggota jika mempunyai suatu hajatan. Jadi waktunya diatur fleksibel saja.
Humas PKPB UNAIR Yitno Ramli menginformasikan bahwa agenda pertemuan triwulan berikutnya akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2017, yang direncanakan di rumah Yayuk S. Oetami, SH., M.Kn., purna tugas FH UNAIR dan Humas UNAIR.
Ikut mewarnai kegembiraan para anggota PKPB dalam pertemuan halal-bil-halal pertama kali ini adalah pembagian bingkisan Lebaran berupa kain sarung bagi anggota PKPB UNAIR yang hadir. (*)
UNAIR Bakal Resmikan One
Health Collaboration Center
UNAIR NEWS – Universitas Airlangga terus menunjukkan
kepeduliannya terhadap permasalahan-permasalahan dunia. Salah satunya adalah dengan bekerjasama dengan Indonesia One Health University Network (INDOHUN).
Kerja sama tersebut diwujudkan dengan perjanjian kerja sama pembentukan One Health Collaboration Center (OHCC), Senin (17/7).
Pada acara yang digelar di Aua Amerta tersebut, Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM., mengatakan bahwa pembentukan OHCC merupakan upaya dari kepedulian UNAIR pada kesehatan dunia.
“Ini merupakan mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjaga kesehatan dunia,” terangnya.
Selain itu, Djoko juga mengatakan kolaborasi antara UNAIR dengan OHCC bisa mendorong peningkatan riset yang dibutuhkan masyarakat. Untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan dunia ataupun Indonesia, Djoko menekankan bahwa hadirnya OHCC menjadi sebuah hal yang strategis.
“Bagaimana Indonesia bisa keluar dari berbagai masalah kesehatan seperti ini. Jadi dibutuhkan kolaborasi antara universitas yang bisa kita lakukan dengan OHCC,” imbuh Djoko. Menambahkan pernyataan Djoko, perwakilan dari INDOHUN Prof. Wiku Adisasmito, drh., M.Sc., Ph.D., mengatakan bahwa INDOHUN sudah memiliki jejaring dengan sejumlah universitas. Jejaring kolaborasi ini didanai United States Agency for International Development (USAID).
kesehatan tidak bisa diselesaikan sendiri,” tegas Wiku.
Mengenai OHCC, Wiku menambahkan bahwa hal tersebut telah menjadi pembahasan utama isu kesehatan dunia. Perguruan tinggi dapat memanfaatkan keberadaan OHCC untuk melakukan riset dan publikasi.
“Dengan melakukan kegiatan seperti ini, peran perguruan tinggi kepada dunia akan lebih terasa,” imbuhnya.
Selain dalam bentuk riset dan pengabdian pada masing-masing kampus, perguruan tinggi-perguruan tinggi dapat secara bersama-sama memberikan sumbangsih kepada masyarakat.
“Ini adalah misi besar dari perguruan tinggi untuk menyatukan kolaborasi. Karena peran universitas jika disatukan akan luar biasa. Itulah yang kami pikirkan dan mohon dukungannya,” terang Wiku.
Penulis: Nuri Hermawan Editor: Defrina Sukma S
Mahasiswa
UNAIR
Temukan
Solusi
Efektif
untuk
Osteoarthritis
UNAIR NEWS – Osteoarthritis merupakan kasus yang sering terjadi dan memiliki prevalensi cukup besar di dunia ini. Osteoarthritis merupakan suatu keadaan patologis yang melibatkan degenerasi pada tulang rawan artikular yang mendasari peradangan pada membran sinovial, sehingga mengakibatkan nyeri, gerakan sendi terbatas, deformitas dan
disfungsi. Kerusakan tulang rawan ini biasanya disebabkan oleh cedera saat berolahraga, trauma saat kecelakaan, ataupun penuaan.
Sekelompok mahasiswa S-1 Teknik Biomedik Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga Surabaya berhasil menciptakan bahan yang dapat membantu dengan cepat mengatasi peradangan tulang rawan akibat degenerasi jaringan tulang rawan yang disebut Osteoarthritis.
Keberhasilan menemukan alternatif atas penanganan kasus Osteoarthritis itu kemudian dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) ”Inovasi Injectable Hydrogel Berbasis Chitosan-Hyaluronic Acid (HA) sebagai Regenerasi Cartilage pada Kasus Osteoarthritis (OA).”
HIDROGEL siap disuntikkan kepada pasien Osteoarthritis. (Foto: Dok PKMPE)
Ketua Tim PKM-PE kelompok ini, Ainia Rahmah Aisyah mengabarkan, dibawah bimbingan dosennya, Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes, proposal PKM-nya ini telah lolos pendanaan penelitian dari Kemenristekdikti pada program PKM tahun 2016-2017.
Dijelaskan oleh Ainia Rahmah, bahan yang biasa digunakan dalam penggantian tulang rawan seperti logam banyak menimbulkan reaksi, seperti infeksi maupun serangan dari respon imun tubuh (Host), selain itu bahan logam yang baik harganya sangat
mahal.
Berangkat dari permasalahan inilah Ainia Rahmah Aisyah, Wilda Khilida Annaqiyah, Amalia Nur Hayati, Novita Putri Rahayu, dan Ahda Nur Laila Nabilah mencari paduan bahan yang tepat dan efektif untuk penyembuhan Osteoarthritis.
”Selama ini, penanganan yang ada masih memerlukan proses lama melalui operasi dan bisa memakan waktu berjam-jam. Di sini kami mengupayakan penanganan berupa penyuntikan hidrogel langsung ke tempat yang dirasa nyeri, sehingga kondisi dapat langsung teratasi,” tutur Ainia.
Ainia juga menjelaskan bahwa hidrogel merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk mengatasi Osteoarthritis, karena kompatibel dengan sel dan jaringan sekitarnya, sehingga dianggap sebagai bahan yang sangat cocok untuk matriks ekstraseluler (Extracellular Matrix/ECM) buatan untuk teknik jaringan.
”Harapan kami kedepannya, penelitian ini dapat lebih diperbaiki dan dikembangkan sehingga dapat benar-benar diimplementasikan pada penanganan pasien Osteoarthritis,” ujar Ainia Rahmah Aisyah menambahkan. (*)
Editor: Bambang Bes
MINDUR, Inovasi Mie Kering
yang Tinggi Antioksidan
UNAIR NEWS – Indonesia sebagai negara maritim tentu memiliki garis pantai dengan hutan mangroove yang luas. Sayangnya masyarakat sekitar belum banyak memanfaatkan tumbuhan
mangrooove.
Salah satu dari jenis mangroove tersebut yaitu Bruguiera gymnorrhiza atau yang lebih dikenal sebagai buah lindur. Padahal seluruh bagian dari tumbuhan ini dapat dimanfaatkan termasuk buahnya yang mengandung karbohidrat yang lebih tinggi dari beras dan jagung.
Berawal dari latar belakang tersebut, salah satu tim PKM-K dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga beranggotakan Winda Kusuma Dewi, Paskalia Nike Fortuna Sihura, Shabrina Fauzia Prayoga, dan Wahyu Dwi Katmono, membuat suatu inovasi mie berbahan dasar tepung buah lindur yang bernama MINDUR (Mie Lindur).
“Inovasi ini sebagai sumber alternatif karbohidrat,” tegas Winda selaku salah satu anggota.
Produk inovasi mie kering MINDUR ini telah lolos bantuan dana pengembangan dari Dirjen Dikti, Kemenristekdikti RI tahun 2016 dalam kaegori Program Kraetivitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). Winda juga menjelaskan bahwa MINDUR bukanlah sekedar mie biasa.
“Tidak seperti mie pada umumnya yang dijual dipasaran, MINDUR diolah tanpa bahan pengawet yang berbahaya. Selain tinngi karbohidrat, MINDUR juga mengandung anti oksidan yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas, mencegah penuaan dini, melawan sel kanker dan mencegah kerusakan sel tubuh,” jelasnya.
Mengenai varian Winda mengatakan bahwa MINDUR terdiri dari beberapa varian rasa yakni original, balado, pedas manis dan ayam bawang. MINDUR juga dapat dimakan secara langsung, maupun dapat diolah sesuai selera konsumen. Hingga saat ini, mindur sudah dipasarkan di sekitar wilayah Banyuwangi. Salah satunya dalam event bergengsi di Banyuwangi yaitu Agro Expo Banyuwangi.
terjangkau. Rp. 5.000,- per kemasan 100gr. Jadi sangat terjangkau,” terang Winda.
Di akhir penjelasannya Winda juga menyatakan bahwa produk ini tidak hanya dijual secara offline, mindur juga dapat dipesan secara online.
“MINDUR dapat dipesan melalui Instagram dengan akun @mie_lindur dan line dengan akun @eam3990s,” pungkasnya. (*) Editor: Nuri Hermawan