01
�������������
����������
Edisi
Tahun 2010
Dari Redaksi
khir tahun lalu, Bapepam-LK serta seluruh Self Regulatory
Organiza-tion (SRO) yaitu PT Bursa Efek
In-donesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan KSEI mencanangkan proyek pengembangan infrastruktur pasar modal Indonesia sebagai agenda utama
tahun 2010 - 2011. Bapepam-LK dan SRO telah membentuk suatu tim pengembangan yang terdiri dari Project Management Office -
Stra-tegic Management Office (PMO - SMO) yang akan berkoordinasi dan melakukan kon-solidasi agar program pengembangan infra-struktur pasar modal Indonesia menuju
im-A
Sejumlah target ditetapkan KSEI untuk dijalankan sepanjang 2010. Salah satunya melalui penerapan
Single Investor Identity dan
peningkatan keterbukaan nasabah. Target tersebut merupakan bagian dari Project
Management Office - Strategic Management Office yang
men-jadi proyek pengembangan infrastruktur di Pasar Modal Indonesia.
Edisi pertama di Tahun Macan ini kami isi pula dengan artikel seputar Fasilitas AKSes KSEI, nama baru dari Fasilitas
Investor Area yang diluncurkan
tahun lalu. Tak ketinggalan informasi produk baru KSEI dan praktek coaching dan
counseling. Kami berharap
Fokuss bisa menyajikan beragam informasi yang menarik dan dibutuhkan para pembaca di tahun ini. Dan semoga tahun baru memberi semangat baru dan harapan yang lebih baik.
Selamat membaca!
Redaksi
1
3
5
DAftAR isi
Fasilitas AKSes KSEI
Akses Perlindungan & transparansi AktivitAs & stAtistik
6
‘Coaching and Counseling ‘8
KSEI membuka tahun 2010 dengan menjalankan serangkaian
proyek pengembangan infrastruktur di pasar modal Indonesia. Salah
satunya melalui penerapan Single Investor Identity dan peningkatan
keterbukaan informasi bagi investor.
Yang Baru dari ksEi
Mendukung Proyek
Pengembangan
infrastruktur
Pasar Modal indonesia
Target KSEI 2010
Target KSEI 2010
Mendukung Proyek Pengembangan infrastruktur Pasar Modal indonesia
������������� �������������� ��������������� ����������������� ������������������ Toll Free 0800 -1- 865734
Call Center KSEI
021 - 515 2855
Website KSEI
Fo ku ss E di si 0 1, 01 0
Selain rencana Single Investor ID terse-but, implementasi STP Real Time Back
Of-fice Interface juga menjadi titik perhatian
KSEI. Implementasi STP Real Time Back
Of-fice Interface ini merupakan
pengembang-an C-BEST ypengembang-ang akpengembang-an menghubungkpengembang-an sistem utama KSEI dengan sistem back
of-fice Pemegang Rekening secara real time.
Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi kegiatan operasional Pemegang Rekening. Fasilitas tersebut selain akan mendukung dalam penggunaan format standar internasional, seperti: SWIFT (The
Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication), XML Message dan
sebagainya, juga diharapkan dapat meng-gantikan aktivitas semi manual yang di-gunakan saat ini melalui proses upload dan download file yang telah dilakukan oleh Pemegang Rekening KSEI.
Pengembangan layanan jasa kustodi-an sentral lainnya ykustodi-ang akkustodi-an dilakukkustodi-an di tahun 2010 ini, antara lain: revitalisasi Post
Trade Processing (PTP), yaitu mengaktifkan
kembali layanan PTP sesuai minat bebera-pa Pemegang Rekening dan Manajer In-vestasi. Pengembangan lainnya adalah koneksi SWIFT untuk Pemegang Rekening dimana akan dilakukan perluasan Message
Transfer untuk menerima instruksi
penye-lesaian dan pengembangan KSEI sebagai sentral antara investor institusi (terutama
foreign) yang sudah menjadi anggota
SWIFT dengan Pemegang Rekening yang tidak dimungkinkan untuk menjadi ang-gota SWIFT secara langsung.
Pengembangan Produk
Pengembangan produk alternatif in-vestasi dilakukan melalui kajian serta per-siapan bisnis dan teknis yang baik, dengan koordinasi antara SRO serta merujuk pada ketentuan yang berlaku. Beberapa layanan penyimpanan dan penyelesaian instrumen baru akan disediakan di KSEI, seperti Ser-tifikat Penitipan Efek Indonesia (SPEI), Real
estate Investment Trust (REIT) dan Derivative Warrant.
Pengembangan produk berjalan se-iring dengan usaha perbaikan KSEI untuk meningkatkan kualitas layanan dan efek-tivitas penggunaan C-BEST. Perbaikan sistem Teknologi Informasi ini meliputi peningkatan kualitas dan kapasitas sistem C-BEST serta penambahan modul C-BEST
“Fasilitas AKSes KSEI
pada bulan Juni 2009 lalu
merupakan langkah awal
implementasi
Single Investor ID.”
Penerbit: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) • Penasihat: Direksi KSEI • Dewan Redaksi: Zylvia Thirda, Dharma Setyadi, Susiyanti, Novian Harry Wibowo, Regina Natalia, Annisa Indri Hapsari • Penanggung Jawab: Bagian Komunikasi Perusahaan KSEI • Alamat Redaksi: Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I Lt. 5, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190, Telp. 52991099, Fax. 52991199 • sirkulasi: Bagian Komunikasi Perusahaan KSEI
dan ketiga, pengembangan layanan jasa kustodian sentral.
Pengembangan basis data investor dengan penerapan Single Investor ID meru-pakan landasan utama untuk pengem-bangan infrastrutur pasar modal lainnya yaitu STP dan data warehouse. Penerapan
Single Investor ID juga diarahkan untuk
dapat meningkatkan kepercayaan inves-tor dalam berinvestasi dimana nantinya investor dapat dengan mudah memonitor catatan kepemilikan Efeknya dan juga mu-tasi serta data instruksi yang terkait mulai dari data transaksi di BEI, data perhitungan hak dan kewajiban penyelesaian transaksi dari KPEI hingga data instruksi settlement di KSEI.
Cakupan basis data investor Pasar Modal dan penerapan Single Investor ID ini nantinya tidak hanya meliputi data inves-tor Efek yang tercatat dalam sistem penitip-an kolektif KSEI, tapi diarahkpenitip-an juga untuk data investor pemilik saham dalam bentuk warkat yang dikelola oleh Emiten/BAE dan data investor pemegang unit penyertaan reksadana.
Peluncuran Fasilitas AKSes KSEI pada bulan Juni 2009 lalu merupakan langkah awal implementasi Single Investor ID. Fasi-litas yang sebelumnya bernama FasiFasi-litas
Investor Area ini merupakan salah satu
bentuk komitmen KSEI untuk memberikan perlindungan dan transparansi informasi bagi investor sebagai nasabah Pemegang Rekening KSEI. Untuk mengoptimalkan fungsi layanan Fasilitas AKSes KSEI sebagai sarana informasi terkait investasi di pasar modal Indonesia, maka pada website AKSes akan ditambahkan berbagai infor-masi bagi investor seperti inforinfor-masi
Corpo-rate Action, realtime market info dan
infor-masi terkait pemakai jasa KSEI.
Sejalan dengan pengembangan
Sing-le Investor ID, terkait dana investor yang
dikelola oleh Pemegang Rekening KSEI di Bank, KSEI dan Bank Pembayaran akan mengembangkan sistem monitoring catat-an dcatat-an administrasi dcatat-ana investor di bcatat-ank. Informasi rekening dana di bank tersebut nantinya dapat dihubungkan dengan data
Single Investor ID yang dikelola oleh KSEI
sehingga investor dimungkinkan untuk melakukan monitoring asset berupa dana dan Efek secara terkonsolidasi melalui Fasilitas AKSes KSEI.
plementasi sistem perdagangan Efek yang terintegrasi (Straight Through Processing) dapat berjalan lancar.
Ada 3 (tiga) kegiatan besar yang akan menjadi agenda utama dari proyek terse-but. Pertama, Identitas Tunggal Pemo-dal (Single Investor ID) dan peningkatan keterbukaan informasi investor. Kedua, pengembangan Straight Through
Process-ing (STP) dan manajemen risiko. Ketiga,
pengembangan data dan informasi
ware-house. Ketiga proyek ini merupakan satu
kesatuan yang saling berkesinambungan. Di KSEI, rencana kerja tahun 2010 ini akan mengacu pada proyek pengembangan in-frastruktur pasar modal tersebut. Adapun proyek yang terkait dengan KSEI secara langsung adalah Single Investor ID yang merupakan kelanjutan pengembangan proyek yang telah diimplementasikan pada tanggal 18 Juni 2009, yaitu Fasilitas AKSes KSEI (sebelumnya bernama Fasilitas
Inves-tor Area).
Single Investor ID
Program pengembangan produk KSEI di tahun 2010 banyak ditujukan untuk merespons kebutuhan pemakai jasa dalam melakukan transaksi di pasar modal. Ter-kait dengan proyek pengembangan pasar modal PMO - SMO tersebut, KSEI akan me-nitikberatkan pada penyediaan layanan baru jasa kustodian sentral, yang meliputi 3 (tiga) hal yaitu: pertama, pengembangan
Single Investor ID dan Fasilitas AKSes (Acuan
Kepemilikan Sekuritas) KSEI, kedua, imple-mentasi STP Real Time Back Office Interface,
Fo ku ss E di si 0 1, 01 0
yang akan mempermudah dan memberi-kan rasa nyaman bagi pemakai jasa KSEI dalam bertransaksi. Kenyamanan pemakai jasa KSEI dalam bertransaksi akan diukur KSEI melalui kegiatan Customer Survey yang akan terus diadakan pada tahun ini.
Sebagai lembaga non profit oriented yang bertanggungjawab pada pengem-bangan pasar modal Indonesia, KSEI akan meningkatkan penyelenggaraan kegiatan sosialisasi dan edukasi, termasuk yang melibatkan pihak luar. Selain dengan Ba-pepam-LK dan SRO, KSEI akan melanjut-kan kerja sama dengan pihak ketiga, seper-ti Perusahaan Efek, asosiasi pasar modal, universitas, media massa dan lembaga keuangan lainnya selama tahun 2010. Ker-ja sama tersebut dapat berbentuk penye-lenggaraan kegiatan seminar, workshop,
roadshow pasar modal atau pameran di
beberapa daerah.
Untuk tahun ini, KSEI akan fokus pada rangkaian kegiatan sosialisasi Fasilitas AK-Ses KSEI kepada masyarakat, khususnya investor, melalui rangkaian kegiatan sosiali-sasi yang terencana, berkesinambungan dan terpadu dengan dukungan strategi komunikasi yang efektif dan tepat sasaran. Melalui sosialisasi ini, diharapkan adanya peningkatan kesadaran investor menge-nai pentingnya memonitor portofolio in-vestasi miliknya yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah pengguna Fasilitas AKSes KSEI.
Harapan ksEi
Terkait dengan implementasi Fasilitas AKSes KSEI, maka diharapkan kerja sama dan dukungan penuh dari Perusahaan Efek dan Bank Kustodian selaku Peme-gang Rekening KSEI untuk menyampaikan informasi atas keberadaan Fasilitas AKSes KSEI tersebut dapat lebih ditingkatkan. Tujuannya tidak lain untuk melindungi para investor yang menjadi nasabahnya, selain tentunya menciptakan transparansi informasi di pasar modal Indonesia. Se-lain itu, diharapkan Pemegang Rekening juga dapat menggunakan layanan jasa KSEI secara optimal, terutama atas layanan jasa baru yang disediakan yang bertujuan untuk menciptakan efisiensi atas penye-lesaian transaksi Efek di pasar modal In-donesia.
Pada akhirnya, menyambut rencana implementasi pengembangan infrastruk-tur pasar modal Indonesia, KSEI dan SRO lainnya berharap dukungan serta kerja sama Pemegang Rekening sebagai bagian dari pelaku pasar modal Indonesia untuk secara bersama mempersiapkan diri me-menuhi tuntutan serta perkembangan pasar modal Indonesia menuju STP. l
s
Mulai 2010, KSEI menambah dan menyempurnakan
layanan jasanya untuk menyesuaikan dengan kegiatan
operasional, sekaligus meningkatkan efisiensi atas
penyelesaian transaksi Efek yang dilakukan Pemegang
Rekening.
elama lebih dari satu dasawarsa ke-hadirannya, KSEI telah menunjuk-kan kemampuannya menjalanmenunjuk-kan peran sebagai pendukung kegiatan pasar modal Indonesia. Seluruh kegiatan KSEI dioperasikan melalui sistem penyimpan-an dpenyimpan-an penyelesaipenyimpan-an trpenyimpan-ansaksi Efek secara pemindahbukuan berteknologi tinggi yaitu C-BEST.
Kehadiran C-BEST mengawali dimulai-nya era perdagangan tanpa warkat sejak tahun 2000. Selain terbukti andal karena mampu berinteraksi dengan berbagai sistem yang dimiliki pelaku pasar, C-BEST mampu mengikuti perkembangan pasar modal yang dinamis hingga saat ini. Ber-bagai inovasi telah dilakukan KSEI dari waktu ke waktu untuk meraih pencapai-an sebagai Lembaga Penyimppencapai-anpencapai-an dpencapai-an Penyelesaian (LPP) yang berdaya saing global.
Bapepam-LK melalui surat No. S-1044/ BL/2009 tanggal 4 Desember 2009 mem-berikan Persetujuan atas Perubahan Per-aturan Jasa Kustodian Sentral KSEI, yang kemudian peraturan tersebut diberlaku-kan melalui Keputusan Direksi KSEI No. KEP-016/DIR/KSEI/1209 tanggal 9 Desem-ber 2009. Melalui peraturan tersebut, KSEI
telah memperoleh persetujuan untuk me-nyediakan layanan jasa, yaitu: Repurchase
Agreement dan Blocking Balance, serta
pe-nyempurnaan beberapa ketentuan untuk disesuaikan dengan kegiatan operasional KSEI, yaitu pengaturan mengenai peng-gunaan instruksi Delivery Free of Payment (DFOP), pemeliharaan Sub Rekening Efek Tidak Aktif (dormant account), serta Sub Rekening Efek jaminan dan Sub Rekening Efek pinjam meminjam.
“Bapepam-LK melalui
surat No. S-1044/BL/2009
tanggal 4 Desember
2009 memberikan
Persetujuan atas
Perubahan Peraturan
Jasa Kustodian Sentral
KSEI.”
Fo ku ss E di si 0 1, 01 0
Layanan jasa serta ketentuan baru tersebut kini telah siap diimplementa-sikan, namun demikian peran serta dari pemakai jasa KSEI sangat diperlukan un-tuk pemberlakuannya. Kini, sejak 1 Janu-ari 2010, telah diberlakukan ketentuan Pemeliharaan dormant account, pembe-kuan atau pemblokiran Efek tertentu dalam Rekening Efek (blocking balance). Kemudian mulai 1 Februari 2010, keten-tuan pembukaan Sub Rekening Efek pin-jam meminpin-jam dan Sub Rekening Efek Jaminan juga telah diberlakukan. Untuk layanan jasa Repurchase Agreement dan penggunaan instruksi DFOP akan diim-plementasikan mulai 1 Juni 2010.
Layanan jasa baru yang disediakan KSEI sebagai berikut:
[1] Blocking Balance
Penyediaan fasilitas ini memungkinan Pemegang Rekening melakukan pembeku-an atau pemblokirpembeku-an Efek tertentu di Sub Rekening Efeknya. Tujuan pembekuan Efek antara lain untuk agunan Efek dan
dapat mengajukan pembukaan Sub Re-kening Efek bertipe Jaminan dan Pinjam Meminjam untuk nasabahnya apabila di-minta oleh nasabah dimaksud.
[4] Repurchase Agreement (REPO) Jasa penyediaan fasilitas ini bertujuan untuk memfasilitasi transaksi REPO yang berlaku baik pada Efek Bersifat Ekuitas maupun Efek Bersifat Utang yang tercatat di C-BEST. Transaksi REPO merupakan transaksi penjualan Efek antara dua be-lah pihak yang diikuti dengan perjanjian waktu yang telah ditentukan untuk di-laksanakan kembali transaksi Efek yang sama dengan harga yang telah disepa-kati. Selama ini transaksi REPO yang di-lakukan di C-BEST belum diproses secara khusus, karena masih dilakukan dengan memanfaatkan layanan jasa penyelesaian transaksi di luar bursa (Over The Counter
Transaction).
Melalui fasilitas REPO ini, maka para pihak yang melakukan transaksi REPO akan memperoleh kemudahan dalam proses penyelesaian transaksi tersebut, dengan tersedianya pembuatan instruksi REPO yang telah digabungkan untuk satu rangkaian transaksi.
[5] Penggunaan Instruksi Delivery Free
of Payment (DFOP)
Dalam rangka menertibkan pemin-dahbukuan Efek antar Pemegang Reke-ning KSEI, Pemegang RekeReke-ning KSEI wajib menyampaikan instruksi DFOP sesuai dengan underlying transaksi ins-truksi tersebut yaitu penyelesaian Trans-aksi Bursa dan penyelesaian TransTrans-aksi di Luar Bursa. Pada instruksi DFOP untuk penyelesaian Transaksi Bursa, Pemegang Rekening wajib mencantumkan referen-si sesuai dengan yang diterapkan oleh Bursa Efek.
Sementara itu, dalam menggunakan instruksi DFOP untuk penyelesaian Trans-aksi di Luar Bursa, Pemegang Rekening wajib mencantumkan underlying
transac-tion yang menjadi dasar pencantuman
DFOP, antara lain: jual beli, hibah, waris,
inbreng, subscription dan redemption ETF,
pinjam meminjam Efek, hadiah, gratifikasi atau sumbangan, putusan badan peradil-an, agunan Efek, distribusi hasil IPO, pe-mindahbukuan Efek antar Sub Rekening Efek milik nasabah yang sama.
Berbagai layanan jasa baru yang dise-diakan KSEI tersebut tidak lain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pemakai jasa secara khusus, maupun kebutuhan industri pasar modal Indonesia secara ke-seluruhan. l [ Dian Kurniasarie ]
“Blocking Balance
memungkinan
Pemegang Rekening
melakukan pembekuan
atau pemblokiran
Efek tertentu di Sub
Rekening Efeknya.”
untuk alasan lain sesuai instruksi nasabah. Sebelum diberlakukannya fasilitas ini, Pe-megang Rekening harus memindahkan Efek tersebut ke Sub Rekening Efek khu-sus apabila ingin melakukan pembekuan atau pemblokiran kepemilikan Efeknya. Hal ini dilakukan dilakukan karena proses pembekuan atau pemblokiran tidak dapat dilakukan untuk sebagian Efek dalam satu Sub Rekening Efek.
Dengan fasilitas baru ini, jika ingin dilakukan pembekuan atau pemblokir-an Efek maka Efek tersebut tidak perlu dipindahkan tapi cukup ditandai seba-gai ’blocked’. Jika agunan sudah selesai atau nasabah memberikan instruksi lain, status dapat diubah kembali menjadi ‘ter-sedia’. Selama dalam status pembekuan atau pemblokiran ini, sejumlah Efek yang disimpan dalam Rekening Efek atau Sub Rekening Efek tidak dapat ditarik atau diagunkan atau dipindahbukukan oleh Pemegang Rekening sampai adanya pen-cabutan pembekuan atau pemblokiran. [2] Pemeliharaan Dormant Account
Sub Rekening Efek Tidak Aktif atau disebut Dormant Account merupakan Sub Rekening Efek yang tidak mempunyai saldo Efek dan dana dalam jangka waktu 6 (enam) bulan berturut-turut sejak tang-gal pencatatan terakhir saldo Efek atau dana. Prosedur dan fitur dormant account bertujuan mengurangi beban C-BEST de-ngan banyaknya rekening yang tidak aktif (tanpa saldo Efek dan atau dana).
Melalui fitur ini, pada setiap akhir hari secara otomatis sistem akan memblokir rekening yang selama enam bulan sudah tidak aktif, dan selanjutnya tidak meng-ikutsertakannya dalam proses penyelesai-an atau kegiatpenyelesai-an lainnya di C-BEST. Peme-gang Rekening mendapat kesempatan untuk memutuskan akan mengaktifkan kembali atau menutup rekening terse-but. KSEI pun akan mengenakan biaya atas adanya Sub Rekening Efek Tidak Aktif sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah) setiap bulannya yang dihitung secara
pro-rata.
[3] Sub Rekening Efek Jaminan dan Pinjam Meminjam
Untuk memenuhi pengembangan di sistem e-CLEARS (Electronic Clearing and
Guarantee System) milik KPEI, Sub
Reke-ning Efek yang dimiliki nasabah Anggota Kliring perlu memiliki rekening dengan tipe Jaminan dan Pinjam Meminjam. Se-belumnya di C-BEST hanya rekening Efek milik Anggota Kliring yang memiliki reke-ning bertipe Jaminan dan Pinjam Me-minjam. Namun saat ini Anggota Kliring
Fo ku ss E di si 0 1, 01 0
ejalan dengan komitmen KSEI un-tuk memberikan layanan terbaik bagi pemakai jasanya, KSEI telah meluncurkan Fasilitas AKSes (Acuan Ke-pemilikan Sekuritas) KSEI, yang sebelum-nya bernama Fasilitas Investor Area. Pelun-curan layanan ini dilakukan pada 18 Juni 2009. Penyediaan Fasilitas AKSes KSEI ber-tujuan untuk memberikan perlindungan bagi investor melalui keterbukaan infor-masi atas investasi yang mereka lakukan. Berguna pula untuk meminimalisir risiko penyalahgunaan aset milik investor oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. fasilitas Akses ksEi
Fasilitas AKSes KSEI merupakan sarana informasi melalui website yang disediakan KSEI bagi investor sebagai nasabah Pe-megang Rekening KSEI. Melalui Fasilitas AKSes KSEI, investor mempunyai hak is-timewa untuk melihat dan memonitor
pergerakan Efek miliknya yang tersimpan dalam Sub Rekening Efek di KSEI. Cukup klik http://akses.ksei.co.id pada tampilan
Internet Explorer, investor dapat
melaku-kan inquiry (balance, movement,
instruc-tion), history dan activity terhadap Efek
miliknya dengan prosedur tertentu yang telah ditentukan KSEI.
Akses Perlindungan
& transparansi
Melalui serangkaian kegiatan sosialisasi dan edukasi, KSEI menghimbau
investor menggunakan Fasilitas AKSes sebagai sarana perlindungan dan
transparansi dalam melakukan transaksi di pasar modal Indonesia.
Melalui surat No.: S-4882/BL/2009 tanggal 8 Juni 2009, Bapepam-LK mewa-jibkan seluruh Pemegang Rekening KSEI memenuhi permintaan investor yang mengajukan permohonan Fasilitas AKSes KSEI. Mudah sekali mengajukan permo-honan Fasilitas AKSes ini. Investor cukup mengisi formulir pada website Fasilitas
s
1 Ketik link http://akses.ksei.co.id pada tampilan Internet Explorer.
2 Klik logo AKSes yang ada di bagian kiri atas atau tulisan Investor Area di bagian kanan atas website. 3 Klik ‘Create Your Own User ID for First Login’ saat pertama kali akses. 4
Input data berikut:
a. Nomor Investor ID, terdapat di halaman muka Kartu AKSes. b. Check digits, terdapat di halaman belakang Kartu AKSes. c. Pin Code yang terdapat pada Pin Mailer.
5 Klik ‘Next’.
6
Input data berikut:
a. User ID: minimum 8 alphanumerik karakter.
b. Password: menggunakan pin pad yang terdapat pada layar. c. Confirm Password: mengulang password yang telah di-input. d. E-mail: alamat e-mail.
e. Secret questions: jawab 5 pertanyaan yang tersedia sesuai dengan pilihan investor.
7 Klik ‘Next’.
8 Setelah membaca, klik ‘I agree with the term and conditions’. 9 Klik ‘Submit’.
Bagaimana mengakses Fasilitas AKSes KSEI
untuk pertama kali?
1
Lengkapi data investor pada formulir Crosslink Request yang diperoleh dengan cara sebagai berikut:
a. Ketik link http://akses.ksei.co.id pada tampilan Internet Explorer.
b. Klik logo AKSes yang ada di bagian kiri atas atau tulisan Investor Area di bagian kanan atas website
c. Login ke Fasilitas AKSes.
d. Klik ‘Investor Management’ ‘Crosslink Request’. e. Input Sub Rekening Efek pada field ‘Account ID’. f. Klik ‘Submit’.
g. Klik ‘Ok’ untuk menghilangkan pop-up screen.
h. Klik ‘Get Request Form’ untuk mencetak formulir Crosslink Request.
2 Serahkan formulir yang telah dilengkapi tersebut, berikut bukti identitas diri investor (KTP/NPWP/Paspor), kepada Perusahaan Efek atau Bank Kustodian tempat investor menjadi nasabah dan mengelola Sub Rekening Efek yang akan dikonsolidasikan. 3
Setelah melakukan verifikasi data, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian tersebut akan menginformasikan kepada investor apabila permohonan konsolidasi data Sub Rekening Efek investor telah disetujui.
4 Investor selanjutnya dapat melakukan konsolidasi data Sub Rekening Efek yang dimiliki pada beberapa Perusahaan Efek atau Bank Kustodian dengan melakukan
login menggunakan 1 (satu) User ID.
Bagaimana cara melakukan
konsolidasi data?
Fo ku ss E di si 0 1, 01 0
AKSes, lalu menyerahkan kepada Per-usahaan Efek atau Bank Kustodian tempat nasabah menitipkan aset miliknya.
Setelah menerima permohonan in-vestor, KSEI melalui Pemegang Rekening akan mengirimkan Kartu AKSes yang berisi Investor ID dan Pin Code yang diper-lukan untuk mengakses website berikut nomor identitas investor (Investor ID). Ke depannya, Investor ID ini akan menjadi identitas tunggal (Single ID) bagi investor dalam seluruh aktivitas di pasar modal Indonesia, mulai dari transaksi hingga pe-nyelesaian.
Jaminan standar keamanan
Sebelum diluncurkan, fasilitas per-lindungan milik KSEI ini telah melewati serangkaian pemeriksaan yang men-dalam oleh konsultan independen. Di sisi lain, setiap investor yang akan menggu-nakan Fasilitas AKSes pertama kali, harus menjawab 5 (lima) pertanyaan (disebut dengan istilah secret question) yang tam-pak pada layar website. Selanjutnya saat mengakses pada kesempatan berikutnya, pertanyaan tersebut akan muncul secara acak sebanyak 2 (dua) buah, dimana in-vestor harus menjawab pertanyaan terse-but dengan jawaban yang disimpan di
database.
Investor dapat mengajukan permo-honan reset Pin Code yang baru apabila terjadi satu dari hal-hal berikut:
1. Apabila User ID investor terblokir kare-na salah memasukkan password se-banyak 3 (tiga) kali saat login.
2. Apabila investor lupa User ID, password atau jawaban secret questions.
3. Apabila User ID, password dan jawaban atas secret questions hilang atau sudah diketahui oleh orang lain.
konsolidasi Data
Investor yang memiliki lebih dari satu Sub Rekening Efek di Perusahaan Efek atau Bank Kustodian yang berbeda, maka investor akan memperoleh keuntungan saat melakukan akses ke Fasilitas AKSes KSEI. Investor dapat menghubungkan
Investor ID yang telah dimiliki dengan
semua Sub Rekening Efek miliknya se-hingga tercipta konsolidasi data yang akurat dan real time. l
alam rangka mendukung terwujudnya pasar modal In-donesia yang berdaya saing global, maka perlu dilakukan pengem-bangan sumber daya manusia (SDM) secara terus-menerus dalam suatu per-usahaan. Bagi KSEI, SDM merupakan aset perusahaan yang paling berharga, selain data. Sebagai salah satu program pengembangan SDM di KSEI, dilaku-kan Workshop Coaching and
Counsel-ing pada tanggal 29-30 Januari 2010,
di Jakarta dengan Kepala Divisi dan Kepala Bagian sebagai peserta. Kepala Divisi dan Kepala Bagian merupakan orang-orang yang bertanggung jawab atas pekerjaan bawahannya, baik keber-hasilan menyelesaikan pekerjaan mau-pun kesalahan/kegagalan bawahan.
Konsep coaching and counseling merupakan komponen keberhasilan perusahaan mencapai tujuan-tujuan perusahaan. Sebagai contoh, kebijakan Direksi yang dituangkan dalam bentuk rencana kerja setiap Divisi atau Bagian, akan disampaikan oleh setiap Kepala Divisi atau Kepala Bagian kepada ba-wahannya masing-masing untuk di-lakukan secara bersama-sama.
Apakah coaching? Apa bedanya de-ngan counseling? Pertanyaan ini akan ditemui jawabannya setelah kita me-mahami tipe karyawan berdasarkan karakteristik kemauan dan kemampuan mereka dalam melakukan pekerjaan-nya. Tipe karyawan pertama adalah kar-yawan yang sudah memiliki kemauan, namun kemampuannya masih perlu di-tingkatkan. Untuk karyawan seperti ini,
Melalui coaching and counseling, individu sebagai
karyawan memiliki kemauan untuk menghasilkan
yang terbaik bagi perusahaan.
‘Coaching and
Counseling ‘
D
seorang Kepala Divisi atau Kepala Bagianperlu melakukan coaching. Jadi coaching adalah suatu proses untuk membantu karyawan yang mempunyai kemauan dalam bekerja, namun kemampuannya harus ditingkatkan untuk mencapai hasil pekerjaan yang diharapkan.
Tipe kedua adalah karyawan yang menurut penilaian orang lain sudah mempunyai kemampuan dalam beker-ja, tetapi ada faktor lain yang meng-ganggu kinerjanya, seperti kemauan dan motivasi rendah, atau perasaan negatif lainnya. Disinilah peran Kepala Divisi atau Kepala Bagian untuk mem-berikan counseling terhadap bawah-annya. Jadi proses counseling adalah suatu proses untuk membantu kar-yawan yang sebenarnya mampu beker-ja dengan baik namun memiliki persoal-an emosi ypersoal-ang menyebabkpersoal-annya tidak bekerja dengan baik.
Melalui coaching and counseling, karyawan sebagai bawahan akan di-bawa dalam zona kemauan dan ke-mampuan yang tinggi. Hal ini sangat bermanfaat bagi perusahaan, juga karyawan sebagai individu. Apabila dilihat dari sudut pandang perusaha-an, melalui coaching and counseling, perusahaan akan mempunyai karya-wan yang memiliki kemauan tinggi dan kemampuan yang cocok dengan pekerjaannya, sekaligus mempunyai sistem komunikasi yang lebih efektif. Sedangkan dilihat dari sudut pandang individu, karyawan tersebut akan mem-punyai motivasi yang tinggi dan mam-pu mengelola diri sendiri.
Fo ku ss E di si 0 1, 01 0
Dalam counseling, seorang counselor tidak memberikan nasehat atau keputus-an. Tugas counselor adalah membantu
counselee untuk memahami
persoalan-nya dan kemudian dapat mencari jalan keluar sendiri.
Untuk dapat terampil melakukan
coaching and counseling, diperlukan ke-terampilan berkomunikasi. Walaupun manusia sudah berkomunikasi sejak la-hir, proses komunikasi tidaklah semudah dibayangkan. Dalam komunikasi ada 2 (dua) pihak, yaitu pengirim pesan dan pe-nerima pesan, dimana dalam prosesnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kepribadian, kebutuhan, peran dan status.
Mengenai kepribadian. Menurut
John Geier dan William Moulton Mars
ton Ph.D
, tipe kepribadian manusia ada 4 (empat) macam yaitu: dominance,influ-ence, compliance/caution dan steadyness.
John Geier menggunakan kriteria fokus kepada tugas dikombinasikan dengan fokus kepada orang.
Mengenai kebutuhan, berdasarkan teori Abraham Maslow, manusia akan me-menuhi kebutuhan sesuai urutannya se-bagai berikut: kebutuhan fisik, kebutuhan keamanan, kebutuhan penghargaan, ke-butuhan prestise, keke-butuhan aktualisasi diri. Berdasarkan teori McCleland, manusia memiliki kebutuhan akan kekuasaan (need
for power), kebutuhan akan prestasi (need
for achievement), kebutuhan akan
hubung-an denghubung-an sesama (need for affiliation). Peran juga dapat mempengaruhi proses komunikasi. Seorang yang ber-peran sebagai pemimpin perusahaan multinasional, akan mempengaruhi ko-munikasinya apakah berbicara dengan sesama pemimpin perusahaan multi-nasional atau dengan staf perusahaan itu di kantor cabangnya yang penjualannya kecil. Contoh lain adalah 2 (dua) orang yang mewakili divisi atau bagian yang berbeda dalam satu perusahaan.
Sama halnya dengan status. Status juga dapat mempengaruhi proses komu-nikasi. Seorang yang statusnya adalah penduduk lama di suatu wilayah dapat sa-ja mempengaruhi proses komunikasinya dengan penduduk baru di wilayah itu.
Setelah memahami faktor-faktor di atas, diharapkan proses penyampaian pesan dalam coaching and counseling antara pengirim dan penerima pesan berjalan lebih lancar. Seluruh karyawan, baik atasan maupun bawahan mampu menjalankan kewajibannya untuk meng-hasilkan pekerjaan yang lebih baik dan diharapkan, serta menunjukkan pening-katan kemampuannya dalam bekerja. l
[ Eddy Prabowo ]
Cara Melakukan Coaching
Coaching bukanlah kegiatan
meng-analisa persoalan. Coaching adalah ke-giatan mencari solusi. Untuk menyamakan istilah, pihak yang melakukan coaching kita sebut coach, dan pihak yang diberi-kan coaching, kita sebut client.
Dalam coaching, client sudah memi-liki sasaran yang ingin dituju. Kemudian seorang couch dapat memberikan na-sehat, arahan, atau bahkan sekedar infor-masi kepada client.
Coaching adalah proses yang terus
menerus, dan biasanya dilakukan secara informal, misalnya seorang Kepala Divisi atau Kepala Bagian datang ke meja kar-yawannya, lalu mendiskusikan
bagaima-na suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih baik. Dalam coaching bia-sanya langsung ditunjukkan apa yang perlu dilakukan.
Cara Melakukan Counseling
Untuk menyamakan istilah, pihak yang melakukan counseling disebut
coun-selor, dan pihak yang menerima counsel-ing disebut counselee. Seorang counselor
membantu counselee untuk dapat meng-atasi persoalan emosionalnya sehingga tidak mengganggu kinerjanya.
Dalam counseling situasinya lebih for-mal, dapat dilakukan dalam ruangan tertu-tup supaya pembicaraannya tidak diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan.
“Untuk dapat
terampil melakukan
coaching and
counseling, diperlukan
keterampilan
berkomunikasi.”
Fo ku ss E di si 0 1, 01 0
stAtistik
sosialisasi fasilitas Akses ksEi
Sudah menjadi agenda KSEI untuk menggalakkan kegiatan sosialisasi dan edukasi Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) KSEI selama tahun 2010. Melan-jutkan kegiatan pameran Fasilitas AKSes KSEI berupa pemasangan 2 (dua) booth di
Main Lobby di Gedung Bursa Efek Indonesia
pada tanggal 5 - 8 Januari 2010, KSEI juga menyelenggarakan kegiatan sosialisasi, se-kaligus bekerja sama dengan beberapa Pe-rusahaan Efek untuk menyukseskan fasilitas perlindungan dan transparansi informasi yang disediakan KSEI ini. Pada tanggal 14 Januari 2010 KSEI bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia menye-lenggarakan Radio Talkshow di Delta FM yang mempunyai jaringan siaran di 7 (tujuh) kota. Pada talkshow tersebut, Direktur Uta-ma KSEI Bapak Ananta Wiyogo dan Komite Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indo-nesia Bapak Antony Kristanto memaparkan manfaat Fasilitas AKSes bagi Perusahaan Efek dan investor sebagai nasabahnya. l
sosialisasi Layanan Baru ksEi
Melanjuti persetujuan Bapepam-LK melalui surat No. S-1044/BL/2009 tang-gal 4 Desember 2009 atas Perubahan Peraturan Jasa Kustodian Sentral KSEI, yang kemudian peraturan tersebut diberlakukan melalui Keputusan Direksi KSEI No. KEP-016/DIR/KSEI/1209 tanggal 9 Desember 2009, KSEI menyelenggarakan kegi-atan Sosialisasi Layanan Baru KSEI. Acara yang diadakan di Financial Club - Graha Niaga Jakarta pada tanggal 13 Februari 2010 ini dihadiri oleh 350 (tiga ratus lima puluh) peserta yang merupakan perwakilan Pemegang Rekening KSEI. Melalui per-aturan baru tersebut, KSEI menyediakan layanan jasa, yaitu: Repurchase Agreement dan Blocking Balance, serta penyempurnaan beberapa ketentuan untuk disesuai-kan dengan kegiatan operasional KSEI, yaitu pengaturan mengenai penggunaan instruksi Delivery Free of Payment (DFOP), pemeliharaan Sub Rekening Efek Tidak Aktif (dormant account), serta Sub Rekening Efek jaminan dan Sub Rekening Efek pinjam meminjam. l ������ ������ ������ ������ ������ ������ ����������������������������������������� ������������������������������������������������������ ������ ������ ������ ���������������������������������� ������������������������������������������������������ ���������������������� ������ ������ ������ ����������������������������������������������� ������������������������������������������������������ ������ �������� �������� ������� ������� �������
Dana Jan - Des 2009 Jan 2010
Rp (triliun) (juta)USD Rp (triliun) (juta)USD
Equity (Dividen dan Exercise) 27,71 61,75 2,07 0
Debt (Bunga dan Pokok) 56,20 6,31 1,59 1,58
Total Dana 83,91 68,06 3,66 1,58
Efek (Jumlah/Unit Efek) (Jumlah/Unit Efek)
Saham 14.375.053.862 13.490.623.009
Waran 510.061.731 7.041.915.300
HMETD 10.695.980.392 41.875.362.772
total Distribusi “Corporate Action”
(Periode Januari - Desember 2009 dan Januari 2010)