• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Bioinsektisida

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Bioinsektisida"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

L

Laappoorraan n PPrraakkttiikkuum m Haarrii, H , ttaannggggaall : : RRaabbuu, , 228 8 AApprriil l 22001155 Teknologi

Teknologi BioinduBioindustri stri osen osen : : r! r! "r! "r! #ul$orin#ul$orini i R, R, #si!#si! Asisten

Asisten :: 1!

1! LLininda da A A %%&'&'(1(11100002)2)** 2!

2! # # Ra+a Ra+a "san "san %&'(11011%&'(110118*8*

PRODUKSI BIOINSEKTISIDA (KULTIVASI CAIR DAN PADAT) PRODUKSI BIOINSEKTISIDA (KULTIVASI CAIR DAN PADAT)

-le : -le : .elompok 2 .elompok 2 "/a

"/a Pebri$anti Pebri$anti %&'(120108*%&'(120108* And

Andi i ReRea a RoRoadiadianan %&'%&'(12(1201'01'** Ram

Ramanda anda AnAnugrugra Aa A %&'%&'(12(1201()01()** &a

&a//rri i #u#uaammmamadd %%&'&'(1(120201(1(**  o3ia Ha$atinur

 o3ia Ha$atinur %&'(120152*%&'(120152* 4

4iitti i uurr++aannnnaa %%((((111100001188**

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKUL

FAKULTTAS TEKAS TEKNOLOGI NOLOGI PERTAPERTANIANNIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR  INSTITUT PERTANIAN BOGOR 

BOGOR  BOGOR 

2015 2015

(2)

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Latar Bea!a"# Latar Bea!a"#

Pada masa sekarang, para petani tidak begitu gelisa dengan ama serangga $ang Pada masa sekarang, para petani tidak begitu gelisa dengan ama serangga $ang men$erang tanaman pertanian mereka! Hal itu disebabkan tela ban$ak produk asil men$erang tanaman pertanian mereka! Hal itu disebabkan tela ban$ak produk asil teknologi $ang ban$ak beredar untuk membasmi ama serangga $ang sering disebut teknologi $ang ban$ak beredar untuk membasmi ama serangga $ang sering disebut  pestisida!

 pestisida! Pestisida Pestisida biologi biologi saat saat ini ini bana$ak bana$ak dipakai dipakai adala adala +enis +enis insektisisda insektisisda biologibiologi %mik

%mikroorroorganismganisme e pengendpengendali ali seranserangga* gga* dan dan +enis +enis 6ungi6ungisida sida biolobiologi gi %mi%mikroorkroorganismganismee  pengendali +amur*

 pengendali +amur*

"nsektisida biologi dapat dibuat dari beberapa ma/am tumbuan, e7an, bakan "nsektisida biologi dapat dibuat dari beberapa ma/am tumbuan, e7an, bakan mi

mikrokroorgorganianismesme! ! "ns"nsektektisiisida da $a$ang ng dibdibuat uat dardari i mimikrokroorgorganisanisme me umuumumn$mn$a a tertermamasuk suk  dal

dalam am insinsektektisiisida da a$a$ati ati karkarena ena mimikrokroorgorganianisme sme tertersebsebut ut tdatdak k diudiuba ba daldalam am tubtubuu mikr

mikroorgaoorganisme tersebut terdapat substansnisme tersebut terdapat substansi i atau baan atau baan akti6 $ang akti6 $ang dapat membunudapat membunu ama atau serangga se+enisn$a apabila baan akti6 tersebut masuk ke dalam tubu ama ama atau serangga se+enisn$a apabila baan akti6 tersebut masuk ke dalam tubu ama atau serangga!

atau serangga! "ns

"nsektektisiisida da memmempun$pun$ai ai perperanaanan n $an$ang g sansangat gat pentpenting ing daldalam am perpertantanian ian dandan  perindustrian,

 perindustrian, kususn$a kususn$a untuk untuk melindungi melindungi asil asil pertanian! pertanian! #eskipun #eskipun demikian,demikian,  penggunaan

 penggunaan insektisida insektisida $ang $ang tidak tidak terbatas terbatas selama selama beberapa beberapa dekade dekade telatela mengakibatkan dampak $ang negati6 teradap lingkungan dan spesies nontarget! 4elain mengakibatkan dampak $ang negati6 teradap lingkungan dan spesies nontarget! 4elain itu

itu, , insinsektektisiisida da kimkimia ia dengdengan an dosdosis is dan dan 6re6rekuekuensi nsi $an$ang g titinggi nggi menmen+ad+adikaikan n serserangganggaa 3ektor pen$akit men+adi resisten teradap insektisida kimia $ang men$ebabkan serangga 3ektor pen$akit men+adi resisten teradap insektisida kimia $ang men$ebabkan serangga targ

target et tetap idup tetap idup dan dan merusmerusak ak asilasilasiasil l pertanpertanian! 9ntuk ian! 9ntuk mengatmengatasi asi permapermasalaasalaann tersebut, maka bioinsektisida merupakan sala satu alternati6n$a!

tersebut, maka bioinsektisida merupakan sala satu alternati6n$a!

#ikroorganisme $ang dapat ber6ungsi sebagai bionsektisida $aitu bakteri dan #ikroorganisme $ang dapat ber6ungsi sebagai bionsektisida $aitu bakteri dan 3irus! irus merupakan mikroorganisme $ang memberi arapan sebagai pemberantas 3irus! irus merupakan mikroorganisme $ang memberi arapan sebagai pemberantas ama atau pengendali ama! irus an$a beker+a teradap satu atau beberapa spesies ama atau pengendali ama! irus an$a beker+a teradap satu atau beberapa spesies da

dan n titidadak k memerurusasak k ororgaganinism sm lalain in dadalalam m lilingngkukungnganann$n$a! a! aamumun n kekendndalala a dadariri  pengembangan

 pengembangan 3irus 3irus adala adala arus arus dikembangkan dikembangkan pada pada inang inang $ang $ang idup, idup, $ang $ang berartiberarti arus memeliara spesies tersebut!

arus memeliara spesies tersebut!

ari kendala pengembangan 3irus tersebut menimbulkan ban$ak insktisida kimia ari kendala pengembangan 3irus tersebut menimbulkan ban$ak insktisida kimia $ang diproduksi dan tela beredar di mas$arakat! amun penggunaan insektisida kimia $ang diproduksi dan tela beredar di mas$arakat! amun penggunaan insektisida kimia se/

se/ara ara terterus us menmeneruerus s untuntuk uk memmembasmbasmi i amama a serserangangga ga dapdapat at menmen$eb$ebabkaabkan n amamaa serangga tersebut men+adi kebal %resisten*, Tetapi dengan insektisida bakteri $ang dibuat serangga tersebut men+adi kebal %resisten*, Tetapi dengan insektisida bakteri $ang dibuat se/

se/ara ara biobiotekteknolnologi ogi makmaka a proprobleblem m resresisisten ten ini ini dapadapat t diadiatastasi! i! 4el4elain ain ituitu, , insinsektektisiisidada  bakteri

 bakteri ini ini tidak tidak berbaa$a berbaa$a teradapa teradapa lingkungan! lingkungan! 4ala 4ala satu satu +enis +enis bakteri bakteri $ang$ang digunakan untuk membuat insektisida adala

digunakan untuk membuat insektisida adala Bacillus thuringiensis aizawai Bacillus thuringiensis aizawai T$%$a"

T$%$a"

Praktikum kali ini bertu+uan untuk mempela+ari la+u pertumbuan dan

Praktikum kali ini bertu+uan untuk mempela+ari la+u pertumbuan dan yield  yield  pada pada  produksi

 produksi bioinsektisida bioinsektisida baik baik dengan dengan kulti3asi kulti3asi /air /air maupun maupun dengan dengan kulti3asi kulti3asi substratsubstrat  padat!

(3)

METODOLOGI

Aat &a" Ba'a"

Pada praktikum kali ini alat $ang digunakan adala autokla6, inkubator go$ang, labu erlenme$er, pH meter, spektro6otometer, petri dish, o3en! 4ementara baan $ang digunakan adala utrien brot, Bacillus thuringiensis aizawai, urea, #g4-(!;H2-, &e4-(!;H2-, <ns-(!;H2-, #n4-(!;H2-, =a=-'!

Met&e

(4)

• Taap &ermentasi

(5)

- ))0 nm

(6)
(7)
(8)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Ha* Pe"#a+ata"

>Terlampir? Pe+,a'aa"

Bioinsektisida adala +enis pestisida $ang baan akti6n$a merupakan mikroorganisme seperti bakteri  Bacillus thuringiensis, /enda7an  Beaveria sp,  Metarrhizium sp, dan 3irus 4 podotera litura nuclea polyhidrosis. Bioinsektisida merupakan baan $ang mengandung sen$a7a toksik $ang ber6ungsi untuk membunu atau mengambat perkembangan spesies insekta $ang dapat diasilkan ole tumbuan maupun $ang menggunakan organisme idup seperti 3irus, bakteri, dan +amur! 4i6at insektisida ini aman teradap organisme nontarget, manusia dan lingkungan! 4ampai saat ini tela ban$ak penelitian untuk memperole bioinsektisida $ang ampu dan rama lingkungan, sala satun$a bioinsektisida mikrobial $ang diperole dari  Bacillus thuringiensis % B.t * $ang bersi6at aman karena memiliki dera+at spesi6isitas $ang tinggi dan relati6 ke/il ter+adin$a resistensi %kekebalan* pada serangga ama!  Bacillus thuringiensis aizawai merupakan sala satu +enis bakteri $ang ban$ak diman6aatkan dalam produksi bioinsektisida mi/robial %Bele et al , 1*!

#ikroba $ang digunakan dalam pembuatan bioinsektisida adala  Bacillus thuringiensis % B.t * $aitu bakteri bersel 3egetati6 berbentuk batang, gram positi6, bersi6at aerob tapi umumn$a anaerob 6akultati6, mempun$ai 6lagela dan membentuk spora! .oloni Bacillus thuringiensis berbentuk bulat dengan tepian berkerut, memiliki diameter  510 milimeter, ber7arna puti, ele3asi timbul dan permukaan koloni kasa! Ban$ak  strain dari bakteri ini $ang mengasilkan protein $ang bera/un bagi serangga! 4pora $ang dibentuk ole Bacillus thuringiensis berbentuk o3al, ber7arna i+au kebiruan dan  berukuran 1!01!' mikrometer dan Bacillus thuringiensis membentuk kristal protein %@ endotoksin* bersamaan dengan terbentukn$a spora! Bakteri ini mempun$ai endospora subterminal berbentuk o3al dan selama sporulasi mengasilkan satu kristal protein dalam setiap seln$a %ill et al , 12*!

Berbagai isolat Bacillus thuringiensis dengan berbagai +enis kristal protein $ang dikandungn$a tela teridenti6ikasi setela diketaui besarn$a potensi dari protein kristal  Bacillus thuringiensis sebagai agen pengendali serangga! 4ampai saat ini tela diidenti6ikasi kristal protein $ang bera/un teradap lar3a dari berbagai ordo serangga $ang men+adi ama pada tanaman pangan dan ortikultura! .eban$akan dari kristal  protein tersebut lebi rama lingkungan karena mempun$ai target $ang spesi6ik 

seingga tidak mematikan serangga bukan sasaran dan muda terurai seingga tidak  menumpuk dan men/emari lingkungan!

 Bacillus thuringiensis aizawai termasuk sala satu bakteri $ang tela ban$ak  digunakan untuk memproduksi bioinsektisida!  Bacillus thuringiensis aizawai sangat e6ekti6 mengendalikan lar3a ordo Lepidoptera dan Diptera, terutama ulat daun kubis dan amaama sa$uran lainn$a %Lere/lus et al , 1'*! 4ala satu ama ordo Lepidoptera

(9)

$ang ban$ak men$ebabkan kerusakan pada pertanian adala Croccidolomia pavonana,  yang merupakan ama utama pada tanaman kubis $ang +uga men$erang tanaman  Brassicaceae lainn$a! 4erangan C. pavonana dapat men$ebabkan keilangan asil kubis

sebesar )5! Hama ini sangat merusak karena lar3a memakan daun baru di bagian tenga tanaman kubis! 4aat bagian tenga tela an/ur, lar3a pinda ke u+ung daun dan kemudian turun ke daun $ang lebi tua! .eban$akan tanaman $ang terserang akan an/ur selurun$a +ika ulat krop kubis tidak dikendalikan %.ementrian Pertanian R", 2010*!  Bacillus thuringiensis aizawai mengasilkan protein $ang bersi6at insektisida $aitu @endotoksin atau kristal protein $ang akan berikatan dengan reseptor spesi6ik  dalam sel lar3a Crocidolomia pavonana, seingga ter+adi lisis sel $ang dapat men$ebabkan kematian pada serangga target!

Bioinsektisida digunakan untuk menanggulangi gangguan ama seperti serangga atau tunggau! "nsektisida ini se/ara spesi6ik akan men$erang serangga $ang men+adi sasaran dan tidak men$erang serangga lainn$a! "nsektisida ini beker+a dengan /ara mengin6eksi ama seingga ama tidak dapat lagi mampu merusak tanaman! Bioinsektisida dari mikroorganisme ini memilki e6ekti3itas $ang sama dengan pestisida $ang berbasis baan kimia!

Bioinsektisida +uga digunakan untuk menggantikan penggunaan insektisida kimia $ang tela ban$ak menimbulkan kerugian bagi lingkungan! 4elain itu, pemakaian insektisida kimia dengan dosis dan 6rekuensi $ang tinggi dapat men+adikan serangga target men+adi resisten teradap insektisida kimia tersebut! 4edangkan keunggulan  bioinsektisida menurut Bele et al ! %1*, antara lain spesi6ik teradap ama serangga,

aman dan rama lingkungan, serta tidak mengakibatkan residu pada asil pertanian dan tana!

=ara ker+a pestisida teradap ama dapat dibedakan men+adi (, $aitu:

1! Pestisida kontak, berarti mempun$ai da$a bunu setela tubu sasaran terkena  pestisida!

2! Pestisida sistemik, berarti dapat ditranslokasikan ke berbagai bagian tanaman melalui +aringan! Hama akan mati kalau mengisap /airan tanaman!

'! Pestisida lambung, berarti mempun$ai da$a bunu setela +asad sasaran memakan petisida!

(! Pestisida 6umigan, berarti mempun$ai da$a bunu setela +asad sasaran terkena uap atau gas!

.eunggulan bioinsektisida menurut Bele et al %1* $aitu spesi6ik teradap ama serangga, aman dan rama lingkungan, dan tidak mengakibatkan residu pada asil  pertanian dan tana! Proses in6eksi bakteri Bacillus thuringiensis pada ama tanaman dimulai dengan lar3a ulat memakan tanaman $ang tela mengandung spora dan kristal  protein  Bacillus thuringiensis- Lalu dalam beberapa menit kristal protein berikatan dengan reseptor spesi6ik pada dinding usus dan ulat berenti makan! Beberapa menit kemudian dinding usus pe/a seingga spora dan bakteri masuk ke dalam +aringan tubu, toksin pun larut dalam dara, maka dalam 12 ari ulat akan mati!

Bioinsektisida memiliki kelebian dan kelemaan dibanding dengan insektisida kimia! .elebian tersebut diantaran$a akti6itas dengan spektrum luas, tidak memberikan e6ek negati6 pada 3ertebrata termasuk manusia serta tanaman, muda diproduksi, memiliki respon /epat teradap serangga target, si6at relati6 stabil selama pen$impanan,

(10)

dan se+au ini belum dilaporkan adan$a resistensi! 4ementara kelemaan bioinsektisida dibanding dengan insektisida kimia $aitu tidak taan teradap sinar ultra3iolet dan spora dan kristal arus termakan agar bere6ek insektisida!

=ara produksi bioinsektisida terdiri dari media pertumbuan, kondisi kulti3asi, dan pemanenan! #edia merupakan sala satu 6aktor $ang sangat berpengaru pada  proses 6ermentasi Bacillus thuringiensis! #enurut ulmage et al. %10* medium basal

untuk pertumbuan Bacillus thuringiensis terdiri dari garam, glukosa, dan asam amino seperti asam glutamat, asam aspartat dan alanin dalam konsentrasi $ang /ukup untuk  mendukung pertumbuan dan sporulasi  Bacillus thuringiensis. .arbon adala baan utama untuk mensintesis sel baru atau produk sel! Beberapa sumber karbon $ang dapat digunakan untuk memproduksi bioinsektisida dari  Bacillus thuringiensis dengan 6ermentasi terendam adala glukosa, sirup +agung, dekstrosa, sukrosa, laktosa, gula, min$ak kedelai, dan molase dari bit dan tebu %ulmage dan Rodes 1;1*!

Proses produksi bioinsektisida memerlukan suatu media sebagai tempat idup  bagi bakteri $ang akan digunakan untuk memproduksi bioinsektisida! #edia untuk 

memproduksi bioinsektisida terdiri dari dua bentuk $aitu media padat dan media /air! Pertama akan di+elaskan mengenai media padat $ang merupakan media berbentuk padat $ang mengandung agar 1  1!5, misaln$a nutrien agar! Cika ke dalam media ditambakan agar, +umla agar $ang ditambakan tergantung kepada +enis atau kelompok mikroba $ang ditumbukan! Ada $ang memerlukan kadar air tinggi seingga  penambaan agar arus sedikit tetapi ada pula $ang memerlukan kandungan air renda seingga penambaan agar arus lebi ban$ak! #edia padat umumn$a dipergunakan untuk menumbukan bakteri, +amur, dan kadangkadang mikroalga terutama dalam  perema+aan dan pemeliaraan kultur murni dalam bentuk agar miring %Pablo 2012*! .emudian, terdapat media /air $ang merupakan media berbentuk /air $ang tidak  mengandung agar, misaln$a nutrien brot! 9mumn$a media /air digunakan untuk  menamba biomassa sel ! .alau ke dalam media tidak ditambakan at pemadat! #edia /air dipergunakan untuk penumbuan bakteri, ragi dan mikroalga %Pablo 2012*!

Pada proses produksi bioinsektisida ini digunakan media padat berupa onggok  $ang berguna sebagai sumber karbon karena pada onggok masi mengandung pati $ang  berkisar )0  ;0 berat kering onggok! -nggok sendiri merupakan limba padat $ang  berasal dari proses pengolaan ubi ka$u men+adi tapioka! -nggok merupakan limba utama asil proses pengepresan %Abbas et al ! dalam Dinarno 185*! -nggok memiliki da$a taan $ang relati6 lama pada saat keadaan kering dibandingkan pada saat keadaan  basa! Hal ini dikarenakan pada saat keadaan basa onggok muda sekali ditumbui ole kapang dan ter+adi pembusukan! Peman6aatan onggok masi terbatas dan umumn$a digunakan sebagai makanan ternak %amar+ati 185*! -nggok +uga dapat digunakan sebagai substrat untuk produksi selulase, amilase, amiloglukosidase dan angkak %Cenie dan &a/da 11*! .omposisi kimia onggok dapat diliat pada Tabel 1 diba7a ini!

.omponen %* T+iptadi %182* Anonim %18(*

Air 1),8) 1','

Abu 8,50 (,0

(11)

Lemak 0,25 0,15

Protein ),(2 0,58

Pati )2,; )8,;

.arboidarat ;1,11 ;,81

Tabel 1! .omposisi -nggok 

Berdasarkan 6akta ini maka timbul gagasan untuk meman6aatkan onggok tapioka sebagai sala satu alternati6 substrat untuk memproduksi bioinsektisida dengan teknologi sederana namun memiliki si6at toksisitas $ang baik teradap ama! -nggok tapioka digunakan sebagai sumber karbon! 4edangkan media /air $ang digunakan dalam  pembuatan bioinsektisida ini adala limba tau! Limba /air pabrik tau ini memiliki kandungan sen$a7a organik $ang tinggi! Tanpa proses penanganan dengan baik, limba tau dapat men$ebabkan dampak negati6 seperti polusi air, sumber pen$akit, bau tidak  sedap, meningkatkan pertumbuan n$amuk, dan menurunkan estetika lingkungan sekitar!

Limba /air tau mengandung protein, glukosa dan komponen lainn$a dengan kadar $ang relati6 tinggi! .andungan nutrisi tersebut men$ebabkan limba /air tau mempun$ai potensi sebagai media untuk memproduksi spora  Bacillus thuringiensis! #engingat ba7a limba /air tau umumn$a dibuang ke sungai, maka peman6aatan ini sekaligus akan memberikan man6aat dalam mengurangi pen/emaran lingkungan!

Penggunaan media limba /air tau adala sala satu alternati6 untuk mema/u  pertumbuan toksin Bacillus thuringiensis dengan arga $ang lebi mura! Penggunaan media limba /air tau ini akan membuat bia$a pembuatan toksin men+adi +au lebi mura sebab tidak memerlukan media sintesis lagi! Limba /air tau digunakan sebagai sumber nitrogen %4il3ina et al ! 2012*! Biokontrol dari Bacillus thuringiensis merupakan  biokontrol $ang e6ekti6 untuk membunu +entik n$amuk tetapi memiliki arga $ang /ukup maal untuk negaranegara berkembang seperti "ndonesia! 4ubstansi akti6 dari  Bacillus thuringiensis adala spora $ang dibentuk ole  Bacillus thuringiensis  dibuat dengan menggunkan media $ang relati6 maal ole karena itu dalam praktikum ini digunakan media $ang relati6 mura, sala satun$a dengan menggunakan media limba /air tau! Adapun keuntungan dari penggunaan media limba /air tau $akni :

1! Baan #edia $ang #ura

4aat ini biokontrol  Bacillus thuringiensis dibuat dengan menumbukan strain  Bacillus thuringiensis pada media sintetis $ang bia$an$a relati6 maal, seingga untuk 10 tablet di+ual searga 20 dollar! 4edangkan +ika produksi  Bacillus thuringiensis  dengan menggunakan media utrient Brot %B*, $ang dalam satu litern$a mengandung ' gr bee6 eEtra/t dan 5 gr tr$ptone maka perin/ian bia$a $ang diabiskan sebesar Rp! 25!000 per liter! 4edangkan untuk membuat media B seban$ak 100 liter maka bia$a $ang dibutukan sebesar Rp! 2!500!000!

Penggunaan media limba /air tau adala sala satu alternati6 untuk mema/u  pertumbuan toksin Bacillus thuringiensis $ang lebi mura! engan menggunakan media limba /air tau ini bia$a pembuatan toksin men+adi +au lebi mura sebab tidak memerlukan media sintetis lagi! 4eingga dapat ter+angkau ole mas$arakat! 2! #engurangi Pen/emaran Lingkungan Perairan

(12)

Pemerinta akirakir ini sangat menekankan era Fsadar lingkunganF dan mengaruskan semua industri membuat analisis masala dampak lingkungan %A#AL* sesuai dengan 4. #enteri .LH o!52 Taun 18) dan 4. #enteri .LH  o!2 Taun 18) serta 4. #enteri .LH o!0' Taun 11 Tentang Peraturan Pembuangan Limba! Bagi industri baik $ang suda beroperasi maupun $ang akan dibangun serta $ang air limban$a dibuang ke perairan arus memenui standar baku mutu limba $ang tela ditentukan! Berdasarkan data dari statistik $ang ada industri  pengolaan tau di "ndonesia seban$ak (!000 unit $ang tersebar di Ca7a Barat dan  berbagai daera lainn$a! Cika ditin+au dari komposisi kimian$a, tern$ata air limba /air tau mengandung nutriennutrien %protein, karboidrat, dan baanbaan lainn$a* $ang +ika dibiarkan dibuang begitu sa+a ke sungai +ustru dapat menimbulkan  pen/emaran perairan! 4elama ini limba industri tau dibuang begitu sa+a tanpa ada  pengolaan lebi lan+ut! Limba /air tau tern$ata bisa digunakan sebagai media  pertumbuan  Bacillus thuringiensis $ang berman6aat sebagai bioinsektisida lar3a n$amuk! engan ditemukann$a man6aat limba /air tau tersebut maka diarapkan nantin$a limba tersebut dapat digunakan dan tidak lagi men/emari lingkungan sekitar!

'! #uda untuk #endapatkann$a

Pertumbuan industri tau sebagai industri ruma tangga /ukup ban$ak! Ban$akn$a industri pengolaan tau tersebut men+adi /ukup muda untuk mendapatkan limba  buangan$a! 4eingga dalam proses produksin$a tidak terlalu mengalami kesulitan

dalam men/ari baan sebagai media pertumbuan Bacillus thuringiensis!

Proses produksi bioinsektisida dikenal dengan nama 6ermentasi! &ermentasi adala suatu proses biokimia $ang mengasilkan energi dimana komponen organikn$a  bertindak sebagai penerima elektron %&ardia 188*! &ermentasi media padat merupakan  proses 6ermentasi $ang substratn$a tidak larut dan tidak mengandung air bebas, tetapi /ukup mengandung air untuk keperluan idup mikroba! 4ebalikn$a 6ermentasi /air  adala proses 6ermentasi $ang substratn$a larut atau tersuspensi dalam 6ase /air %=alal 185*!

Teknik kulti3asi se/ara terendam dapat dilakukan dengan sistem tertutup pada 6ermentor! Pada umumn$a, +enis 6ermentor $ang digunakan adala 6ermentor tangki  berpengaduk karena merupakan +enis 6ermentor $ang paling sederana! &ermentor ini digunakan untuk substrat $ang mempun$ai 3iskositas tinggi dan berbentuk koloid tanpa mengakibatkan pen$umbatan, serta enim terimobilisasi dengan akti3itas renda %#a/6ud et al ! 18*! Proses 6ermentasi terendam dapat dilakukan dengan tiga /ara $aitu 6ermentasi sistem tertutup %batch process*, 6ermentasi kontin$u, dan 6ermentasi sistem tertutup dengan penambaan substrat pada selang 7aktu tertentu atau semi kontin$u % fed batch process*! Bernard dan 9t %1'*, men$atakan ba7a produksi  bioinsektisida Bacillus thuringiensis pada umumn$a dilakukan dengan 6ermentasi sistem tertutup karena asil akir $ang diarapkan adala spora dan kristal protein $ang dibentuk selama proses sporulasi! #enurut ulmage %10*, 6aktor6aktor $ang mempengarui proses 6ermentasi  Bacillus thuringiensis  adala komposisi media dan kondisi untuk pertumbuan mikroba seperti pH, oksigen dan temperatur!

4elan+utn$a adala 6ermentasi dengan substrat padat! &ermentasi substrat padat  berkaitan dengan pertumbuan mikroorganisme pada baan padat dalam ketiadaan atau

(13)

ampir ketiadaan air bebas! Tingkat lebi atas dari 6ermentasi substrat padat %$aitu sebelum air bebas tampak* merupakan 6ungsi pen$erapan %absorbancy*, dan dengan demikian kadar airn$a pada gilirann$a tergantung pada +enis substrat $ang digunakan! Akti3itas biologis menurun bila kandungan air substrat sekitar 12, dan semakin mendekati nilai ini, akti3itas mikrobiologis semakin tertaan! &ermentasi substrat padat tidak memperatikan 6ermentasi  slurry %$aitu /airan dengan kandungan at padat taklarut $ang tinggi* ataupun 6ermentasi substrat padat dalam media /air! 4ubstrat $ang  paling ban$ak digunakan dalam 6ermentasi substrat padat adala bi+ibi+ian serealia,

ka/angka/angan, sekam gandum, baan $ang mengandung linoselulosa %seperti ka$u dan +erami*, dan berbagai baan lain $ang berasal dari tanaman dan e7an! 4en$a7aan tersebut selalu berupa molekul primer, tak larut atau sedikit larut dalam air, tetapi mura, muda diperole dan merupakan sumber ara $ang tinggi %Pra7ira 200;*!

Pada umumn$a 6ermentasi terendam atau 6ermentasi /air lebi disukai karena men+aga kesterilan kultur serta proses pemanenan dan pengaturan parameter proses  produksi atau 6ermentasi $ang lebi sederana dan dapat mengasilkan rendemen $ang lebi tinggi! 4elain itu, produk asil 6ermentasi /air dapat langsung digunakan dibandingkan asil 6ermentasi semi padat $ang sulit disuspensikan karena ada ke/enderungan menggumpal! Akan tetapi penggunaan media /air ini relati6 lebi maal! 4edangkan untuk media padat memiliki kelebian arga lebi mura dan baan lebi muda didapatkan! amun penggunaan media padat mengasilkan rendemen produk  $ang lebi renda, dan lebi sulit dalam memisakan asiln$a!

&aktor  6aktor $ang mempengarui kulti3asi dari Bacillus thuringiensis  sangat  beragam! Berikut ini akan di+elaskan 6aktor  6aktor $ang mempengaruin$a! Pada

komposisi media merupakan 6aktor $ang sangat mempengarui kulti3asi  Bacillus thuringiensis selain kondisi pertumbuan seperti pH, oksigen, dan temperatur %ulmage dan Rodes 1;1*! lukosa dan onggok tapioka digunakan untuk sintesis sel baru atau  produksi sel karena merupakan sumber karbon! .onsentrasi sumber karbon $ang terlalu tinggi dapat men$ebabkan pH media turun men+adi 5!)  5!8! .ondisi ini dapat mengambat atau mengentikan pertumbuan  Bacillus thuringiensis demikian pula aln$a dengan konsentrasi glukosa $ang terlalu renda %andekar dan ulmage 182*!

Bakeri Bacillus thuringiensis pertama kali ditemukan di Cepang pada taun 101 dari pen$akit pada +entik ulat sutera! "si7ata adala orang $ang pertama kali mengisolasikan Bacillus thuringiensis dari lar3a ulat sutera $ang mati! amun pada saat itu, bakteri tersebut belum dikenal sebagai Bacillus thuringiensis! Baru pada taun 111, Berliner menemukan se+enis bakteri $ang sama dengan $ang ditemukan ole "si7ata dari kumbang tepung #editeranian %#editerranean6lour mot*, Anagasta kueniella $ang mati %47adener, 1(*! Bakteri ini kemudian dinamakan dengan  Bacillus thuringiensis!

Bioinsektisida  Bacillus thuringiensis merupakan 05  dari bioinsektisida $ang dikomersialkan untuk dipakai ole petani di berbagai negara! .ristal protein $ang diasilkan  Bacillus thuringiensis bersi6at selekti6 %an$a toksik teradap serangga sasaran*, aman teradap organisme bukan sasaran dan manusia, serta tidak menimbulkan residu $ang dapat men/emari lingkungan! Bioinsektisida berbaan akti6 kristal protein diproduksi dengan /ara kulti3asi bakteri dalam media dan kondisi pertumbuan $ang optimum! .ondisi kulti3asi media berpengaru teradap toksisitas bioinsektisida $ang

(14)

diasilkan! &ormulasi media 6ermentasi $aitu rasio =G berpengaru teradap produksi  bioinsektisida, densitas optik dan pembentukan spora dari Ba/illus turingiensis

%Raa$uningsi, 200'*!

#enurut umbira %18;*, 6aktor lingkungan $ang berpengaru teradap  pertumbuan sel dan pembentukan produk adala suu dan pH a7al medium! 4pora dan kristal protein diasilkan pada saat akir dari 6ase logaritmik! .ondisi kultur dalam medium 6ermentasi berpengaru teradap pembentukan spora dan kristal protein! #enurut #orris et al!, %1)*, dera+at keasaman %pH* berpengaru teradap produksi spora dan kristal protein! 4uu berpengaru teradap pertumbuan sel, tetapi tidak ada ubungan se/ara langsung antara pertumbuan sel dengan produksi kristal protein! 4truktur dan susunan asamasam amino di dalam toksin berpengaru teradap toksisitas  bioinsektisida! Pembentukan produk ole mikroorganisme tergantung pada suu $ang sama dengan pertumbuan, tetapi suu $ang optimum untuk pertumbuan dan  pembentukan produk tidak arus sama! 9ntuk menentukan suu $ang optimum

diperlukan ubungan antara suu dengan produk $ang diasilkan!

Hampir semua mikroorganisme memiliki kisaran suu untuk tumbu dan  berkembang! 4uu $ang optimal untuk produksi sel atau produk sel dapat ditentukan se/ara empiris! Biasan$a suu $ang optimal berada sedikit diba7a suu maksimal untuk pertumbuann$a dan suu $ang paling baik untuk pembentukan produk sering tidak sama untuk pertumbuan maksimaln$a %ulmage dan Rodes, 1;1*! Bacillus thuringiensis dapat tumbu dengan medium buatan dengan suu pertumbuan berkisar  antara 15  (0°=! #enurut umbira %18;*, terdapat tiga +enis kur3a suu pertumbuan mikoorganisme, $aitu psikro6ilik, meso6ilik dan termo6ilik! #ikroorganisme $ang ke/epatan pertumbuann$a diba7a 20°= disebut psikro6ilik, $ang diantara '0'5°= disebut meso6ilik dan diatas 50°= disebut termo6ilik! Pola pertumbuan ketiga kur3a tersebut ampir sama, +ika suu dinaikkan ke ara suu pertumbuan optimal maka ke/epatan tumbu ratarata akan meningkat dua kalin$a pada kisaran suu 10°=! i atas suu pertumbuan optimum maka ke/epatan tumbu akan menurun se/ara /epat  berla7anan dengan naikn$a suu!

 Bacillus thuringiensis dapat tumbu pada medium $ang memiliki pH pada kisaran 5!5  8!5 dan tumbu optimum pada pH )!5  ;!5 %Benard dan 9t, 1'*! 4elama 6ermentasi pH dapat beruba dengan /epat tergantung pada penggunaan karboidrat %menurunkan pH* dan protein %menaikkan pH*! ilai pH dapat dikendalikan dengan memeliara keseimbangan antara sen$a7a gula dan nitrogen %uinlan dan Lisansk$, 185*! #ikroorganisme membutukan sumber air, sumber karbon, nitrogen, unsur mineral, dan 6aktor pertumbuan dalam medium pertumbuann$a %andekardan ulmage, 182*! Beberapa sumber karbon dapat digunakan untuk 6ermentasi Bacillus thuringiensis se/ara terendam antara lain glukosa, sirup +agung, tepung +agung, dekstrosa, sukrosa, laktosa, pati, min$ak kedelai, dan molase dari bit atau tebu! 4umber  nitrogen $ang dapat digunakan adala tepung kedelai, tepung bi+i kapas %pro6lo*, /orn steep, gluten +agung, ekstrak kamir, pepton, kedelai, tepung ikan, tripton dan kasein!

 Bacillus thuringiensis  adala ra/un perut bagi serangga ama dan merupakan  bakteri $ang mengasilkan kristal protein $ang bersi6at membunu serangga %insektisida* se7aktu mengalami proses sporulasin$a %Ho6te dan Ditele$, 18*!

(15)

.ristal protein $ang bersi6at insektisidal ini sering disebut dengan @endotoksin! .ristal  protein $ang ada pada Bacillus thuringiensis ini sebenarn$a merupakan protoksin $ang  +ika larut dalam usus serangga akan beruba men+adi polipeptida $ang lebi pendek 

serta mempun$ai si6at insektisidal! .ristal protein $ang dimakan ole serangga akan dipe/a ole enim protease di bagian tenga dalam saluran pen/ernaan men+adi molekul toksik! Toksin tersebut akan mempengarui permeabilitas membran sel, mikro3ili pada selsel epitalium $ang dapat men$ebabkan paralisis saluran makanan dan  beruban$a keseimbangan P emopilia, $ang kemudian dapat men$ebabkan

kematian!

 Bacillus thuringiensis ini dapat men$ebabkan terbentukn$a poripori %lubang $ang sangat ke/il* di sel membran saluran pen/ernaan dan dapat mengganggu keseimbangan osmoti/ dari selsel tersebut! .arena keseimbangan osmoti/ terganggu, maka serangga atau ama akan mati! .ematian serangga biasan$a ter+adi dalam 7aktu '5 ari, akan tetapi ada lar3a $ang dapat bertaan idup lebi lama! Tandatanda a7al serangan bakteri Ba/illus turingiensis pada serangga $aitu akti3itas makan serangga menurun bakan berenti! 4erangga men+adi lema dan kurang tanggap teradap sentuan! 4etela mati, serangga keliatan ber7arna /okelat tua atau itam!

Proses toksisitas kristal protein sebagai baan akti6 bioinsektisida dimulai dengan termakann$a kristal protein ole serangga! .ristal protein ini akan dipe/a ole enim  protease pada kondisi basa dalam usus tenga serangga seingga melepaskan @ endotoksin $ang bersi6at toksin! Toksin ini akan berinteraksi dengan reseptorreseptor   pada selsel epitelium usus tenga lar3a serangga $ang rentan! 4etela toksin ini  bereaksi, maka akan men$ebabkan terbentukn$a lubanglubang pada membran sel

seingga dapat mengganggu keseimbangan osmotik sel dan mengakibatkan ter+adin$a  pembengkakan $ang men$ebabkan lar3a berenti makan dan mati! Apabila serangga

target tersebut tidak rentan teradap aksi @endotoksin se/ara langsung, maka dampak  dari pertumbuan spora di dalam tubu serangga tersebut $ang akan men$ebabkan kematiann$a! 4pora tersebut akan berke/amba dan men$ebabkan membran usus serangga rusak! Replikasi dari spora akan membuat +umla spora dalam tubu serangga semakin ban$ak dan men$ebabkan perluasan in6eksi di dalam tubu serangga $ang pada akirn$a men$ebabkan serangga tersebut mati %47adener, 1(*!

4ala satu parameter $ang diu+ikan dalam pembuatan bioinsektisida dari bakteri  Bacillus thuringiensis aizawai adala nilai pH! Pengu+ian teradap pH ini merupakan /ara untuk memantau kondisi dari bakteri tersebut! engan mengetaui nilai pH selama  proses 6ermentasi, maka dapat diketaui berapa rentang nilai pH untuk bakteri $ang digunakan dan berapa nilai pH optimumn$a! 4etela diketaui, kita dapat mengontrol  pH tersebut supa$a selalu pada kondisi optimum atau minimal pada rentang idup dari  bakteri %uinlan dan Lisansk$, 185*!

.endala utama dalam produksi bioinsektisida adala baan baku 6ermentasi $ang masi impor! Pada umumn$a, 6ermentasi Bacillus thuringiensis menggunakan dekstrosa karena dekstrosa ka$a akan sumber karbon! 4olusin$a $aitu dari dekstrosa dapat digunakan baanbaan $ang memiliki kadar pati $ang /ukup tinggi, misalkan pati singkong! .adar pati $ang tinggi menun+ukkan ba7a terdapat ban$ak karbon pada sumber tersebut! 4umber karbon +uga bisa didapatkan dari baanbaan $ang memiliki kadar gula $ang /ukup tinggi! 4elain itu sumber karbon dari dekstrosa dapat pula

(16)

digunakan selulosa karena selulosa ka$a akan sumber karbon! amun, untuk  menggunakan selulosa sebagai sumber karbon arus diidrolisis terlebi daulu men+adi gulagula sederana seingga dapat digunakan ole bakteri tersebut! %ar7is et al  2012*!

4ala satu parameter $ang diu+ikan dalam pembuatan bioinsektisida dari bakteri  Bacillus thuringiensis aizawai adala nilai pH! Pengu+ian teradap pH ini merupakan /ara untuk memantau kondisi dari bakteri tersebut! engan mengetaui nilai pH selama  proses 6ermentasi, maka dapat diketaui berapa rentang nilai pH untuk bakteri $ang digunakan dan berapa nilai pH optimumn$a! 4etela diketaui, kita dapat mengontrol  pH tersebut supa$a selalu pada kondisi optimum atau minimal pada rentang idup dari  bakteri %uinlan dan Lisansk$, 185*!

Berdasarkan data asil praktikum diperole nilai pH $ang berbedabeda pada  produksi bioinsektisida dengan 6ermentasi /air! Pada +am ke 0 ingga 120 diperole nilai  pH akir sebesar 8! Pada +am ke 0 ingga +am ke ) ter+adi peningkatan pH $ang a7aln$a 5, sedangkan +am ke 120 tidak ter+adi perubaan pH! Pada produksi  bioinsektisida dengan kulti3asi padat pada +am ke 0 ingga 120 mengalami peningkatan!

Bila dibandingkan dengan literatur terdapat beberapa perbedaan asil nilai pH! #enurut literatur,  Bacillus thuringiensis aizawai merupakan organisme %bakteri* meso6ilik, dimana kisaran suu pertumbuann$a 15(5o= dengan suu optimum 2)'0o= dan kisaran pH pertumbuann$a iala 5!58!5 dengan pH optimum )!5;!5 %Benard dan 9t, 1'*! Literatur lainn$a men$atakan ba7a pertumbuan optimum sebagian bakteri ter+adi pada pH sekitar ;! ilai pH a7al media 6ermentasi sering kali diatur dengan menggunakan larutan pen$angga atau dengan penambaan alkali atau asam steril! ilai  pH a7al untuk media 6ermentasi Bacillus thuringiensis aizawai ditentukan pada kisaran )!8;!2! 4elama 6ermentasi pH dapat beruba dengan /epat tergantung pada penggunaan karboidrat dan protein! Penggunaan karboidrat $ang terlalu ban$ak daripada protein dapat menurunkan pH, sedangkan penggunaan protein $ang terlalu ban$ak daripada karboidrat dapat menaikkan pH! ilai pH dapat dikendalikan dengan memeliara keseimbangan antara sen$a7a gula dan nitrogen %uinlan dan Lisansk$, 185*!

Perbedaan nilai pH antara asil praktikum dengan literatur $ang ada tidak terlalu signi6ikan karena masi berkisar pada pH $ang sesuai dengan pertumbuan Bacillus thuringiensis aizawai. Adapun perubaan pH ter+adi karena adan$a enim urease pada  Bacillus thuringiensis aizawai. Inim urease akan menguba urea men+adi amonium  bikarbonat dengan reaksi kimia:

 %H2*2=- J 'H2- urease  %H(*2H=-' J -H  

Reaksi kimia tersebut men$ebabkan urea terlarut dalam air seingga ter+adi peningkatan  pH ingga 8,5 %Cames, 18'*! Literatur tersebut men+elaskan adan$a perubaan pH

men+adi basa, adapun nilai $ang berbeda dapat disebabkan pemba/aan alat $ang digunakan $aitu kertas pH tidak tepat!

Peningkatan kembali nilai pH selama 6ermentasi disebabkan ole peman6aatan kembali asam asetat $ang terakumulasi dalam medium untuk memproduksi  poliidroksilat %PHB*! PHB selan+utn$a akan digunakan sebagai energi selama proses spirulasi! 4elain itu kenaikan pH +uga disebabkan karena terakumulasin$a baanbaan alkali asil metabolisme urea %Benoit, 10*!

(17)

Pembaasan selan+utn$a $aitu mengenai pengaru lama 6ermentasi dengan nilai optical density  %-*! - merupakan sala satu metode langsung untuk mengetaui  pertumbuan sel! Pan+ang gelombang $ang digunakan pada prtaktikum kali ini $aitu ))0 nm! 4emakin tinggi nilai - menun+ukkan semakin keru larutan tersebut, al tersebut disebabkan adan$a pertumbuan sel $ang membuat kandungan sel di dalam larutan men+adi meningkat! Pertumbuan sel Bacillus thuringiensis aizawai akan memasuki 6ase stasioner dimana pertumbuan sel mulai melambat atau terkesan statis pada +am ke ') dan umumn$a pertumbuan optimum pada sekitar +am ke '0 6ermentasi %Benard, 1'*! Hasil $ang diperole untuk nilai - pada praktikum berbeda dengan literatur  $ang ada dimana ter+adi 6luktuasi nilai -! ilai - tersebut se/ara berurutan mulai dari +am ke 0 ingga +am ke 120 adala 8(, )(!8, )!), ;!8, )8!( dan 5!8!

Perbedaan asil praktikum dengan literatur tersebut dapat ter+adi karena adan$a ketidaktelitian praktikan dalam mengukur nilai - saat menggunakan spektro6otometer,  perbedaan medium, serta perbedaan baan baku $ang men$ebabkan nutrisi $ang

diperole mikroba dalam pertumbuann$a berbeda!

Pengu+ian selan+utn$a $aitu u+i biomassa kering! Pengu+ian biomassa kering $aitu pengukuran selisi massa biomassa setela dan sebelum proses 6ermentasi! 4elama  proses 6ermentasi, biomassa akan tumbu dan se/ara tidak langsung massa n$a akan

meningkat! Peningkatan massa ini akan ter+adi seiring 7aktu 6ermentasi sampai ter+adi 6ase stasioner %umbira, 18;*! Berdasarkan asil praktikum, diperole data $ang menun+ukkan adan$a penurunan dan peningkatan seiring bertamban$a 7aktu 6ermentasi! Adapun nilain$a dari +am ke 0 ingga +am ke 120 dalam gram $aitu 1!0'K 0!'K 1!0'K 1!0'K 1!08K dan 1!05! ata $ang diperole tela sesuai dengan literatur $ang men$atakan ba7a semakin lama produk 6ermentasi dilakukan akan terbentuk asl  biomassa $ang semakin ban$ak pula ingga mulai memasuki ke taap stasioner, dimana  pertumbuan sel mulai statis atau tidak ada pertumbuan lagi %umbira, 18;*! 4elisi nilai biomasa tertinggi terdapat dari +am ke ;2 ingga ) al tersbut menandakan  pertumbuan sel paling maksimum! ilai bobot kering biomassa tertinggi tidak selalu memberikan +umla sel tertnggi! Hal tersebut disebabkan pengukuran teradap bobot kering biomassa tidak an$a mengukur +umla sel idup sa+a, sel mati, spora dan baan lain $ang tidak terlarut +uga akan mempengarui asil! Pada literatur diperole biomassa kering terban$ak pada +am ke '0, akan tetapi bakteri $ang digunakan untuk bioinsektida adala  Bacillus thuringiensis israelensis, perbedaan +enis mikroba ini men$ebabkan 7aktu atau la+u maksimum saat pertumbuan biomassa berbeda!. Perbedaan asil  praktikum dengan literatur dapat ter+adi karena +enis mikroba $ang digunnakan berbeda, selain itu +uga dapat disebabkan karena +enis medium dan baan baku pembuatan medium berbeda seingga mempengarui nutrisi $ang diperole untuk pertumbuan mikroba! 4elain itu +uga dapat disebabkan karena adan$a kesalaan praktikan dalam mengitung biomassa %4alama, 2002*!

Pembaasan selan+utn$a $aitu mengenai nilai 4=! 4= %Viable pore Count! merupakan u+i $ang digunakan untuk menganalisa +umla spora idup $ang terkandung dalam /ampuran spora kristal! Pada u+i ini, sampel $ang akan diukur terlebi daulu dien/erkan se/ara serial kemudian diberi ren+atan panas dengan tu+uan untuk membunu selsel 3egetati6 $ang ada pada /airan kulti3asi! Pada praktikum kali ini, pengu+ian dilakukan untuk mengetaui pertumbuan spora pada media /air dan media padat!

(18)

Penentuan nilai 4= dilakukan an$a pada +am ke 2(;2, al tersebut karena pada +am ke 0 spora belum bertumbu dan pada +am ke ) pertumbuan spora dianggap tela menurun! Hasil 4= mengalami peningkatan seiring dengan pertambaan 7aktu 6ermentasi! Adapun nilai pada 4= dengan media /air dari +am ke 2(;2 pada  pengen/eran 10( $aitu T49, TB9, dan TB9! ilai 4= pada pengen/eran 105 dari +am ke 2() $aitu T49, ( dan T49! ilai 4= pada pengen/eran 10) dari  +am ke 2() $aitu T49, '2 dan T49! Terdapat perbedaan pertambaan nilai spora  pada setiap pengen/eran dimana semakin tinggi pengen/erann$a maka +umla spora $ang tumbu semakin sedikit! Pada literatur nilai tertinggi spora ter+adi pada +am ke '0 dengan pertambaan nilai spora terban$ak pada +am ke 2('0, dimana data mulai stasioner setela +am ke '0 %4alama, 2002*!

Adapun perbedaan $ang ter+adi pada asil praktikum dengan literatur dapat disebabkan ole beberapa 6aktor! iantaran$a karena baan baku $ang digunakan  berbeda seingga kandungan nutrisi didalamnn$a berbeda serta mikroba $ang digunakan  berbeda pada literatur $aitu  Bacillus thuringiensis israelensis. 4elain itu +uga dapat disebabkan karena kesalaan praktikan terutama saat inokulasi dan peritungan +umla spora $ang terbentuk, seingga mengasilkan data $ang berbeda!

PENUTUP

Ke*+.$a"

Bioinsektisida merupakan baan $ang ber6ungsi untuk membunu atau mengambat perkembangan spesies insekta $ang dapat diasilkan ole tumbuan maupun $ang menggunakan organisme idup seperti 3irus, bakteri, dan +amur! "nsektisida ini mengandung sen$a7a toksik $ang se/ara spesi6ik akan men$erang serangga $ang men+adi sasaran dan tidak men$erang serangga lainn$a! -le karena itu  bioinsektisida aman teradap organisme nontarget, manusia dan lingkungan! Bioinsektisida memilki e6ekti3itas $ang sama dengan pestisida $ang berbasis baan kimia! #aka dari itu, dengan penggunaan bioinsektisida diarapkan dapat mengurangi  pemakaian insektisida kimia $ang tela ban$ak menimbulkan kerugian bagi lingkungan!

Penelitian untuk memperole bioinsektisida $ang ampu dan rama lingkungan sampai saat ini tela ban$ak dilakukan! 4ala satu asiln$a adala bioinsektisida mikrobial $ang diperole dari  Bacillus thuringiensis % B.t * $ang bersi6at aman karena memiliki dera+at spesi6isitas $ang tinggi dan relati6 ke/il ter+adin$a resistensi %kekebalan* pada serangga ama! Bacillus thuringiensis aizawai merupakan sala satu  +enis bakteri $ang ban$ak diman6aatkan dalam produksi bioinsektisida mi/robial!

Produksi bioinsektisida dengan kultur  Bacillus thuringiensis dapat dilakukan dengan kulti3asiG6ermentasi padat atau semi padat % semi solid fermentation! dan /air atau terendam % submerged fermentation*! &ermentasi terendam atau /air lebi disukai karena men+aga kesterilan kultur serta proses pemanenan dan pengaturan parameter proses

(19)

 produksi atau 6ermentasi $ang lebi sederana! 4elain itu, produk asil 6ermentasi /air  dapat langsung digunakan dibandingkan asil 6ermentasi semi padat $ang sulit disuspensikan karena ada ke/enderungan menggumpal!

Pada praktikum bioinsektisida ini dilakukan beberapa u+i parameter, diantaran$a u+i pH, - %optical density*, biomassa, dan 4= %Viable pore Count *! #enurut literatur  Bacillus thuringiensis aizawai memiliki pH pertumbuan 5!58!5 dengan pH optimum )!5;!5! 9+i parameter pH menun+ukkan asil praktikum $ang diperole tidak  terlalu signi6ikan dengan literatur karena masi berkisar pada pH $ang sesuai dengan  pertumbuan  Bacillus thuringiensis aizawai. 4elama 6ermentasi, ter+adi kenaikan dan  penurunan pH! ilai pH berubauba dengan /epat tergantung pada penggunaan

karboidrat dan protein! Penggunaan karboidrat $ang terlalu ban$ak daripada protein dapat menurunkan pH, sedangkan penggunaan protein $ang terlalu ban$ak daripada karboidrat dapat menaikkan pH!

9+i - %"ptical Density* merupakan sala satu metode langsung untuk  mengetaui pertumbuan sel! 4emakin tinggi nilai - menun+ukkan semakin keru larutan tersebut, al tersebut disebabkan adan$a pertumbuan sel $ang membuat kandungan sel di dalam larutan men+adi meningkat! Hasil u+i $ang diperole untuk nilai - pada praktikum bernilai negati6 untuk setiap kelompok, asil ini sangat berbeda dengan literatur! ilai negati6 menandakan larutan $ang diu+i lebi bening bila dibandingkan dengan blangko, al tersebut dirasa +anggal karena di dalam larutan $ang diu+i terdapat sel bioinsektisida $ang membuat larutan lebi keru +ika dibandingkan dengan blangko!

Pengu+ian biomassa kering $aitu pengukuran selisi massa biomassa setela dan sebelum proses 6ermentasi! Berdasarkan asil praktikum, diperole data $ang menun+ukkan adan$a peningkatan seiring bertamban$a 7aktu 6ermentasi! ata $ang diperole tela sesuai dengan literatur $ang men$atakan ba7a semakin lama 6ermentasi dilakukan maka akan terbentuk asil biomassa $ang semakin ban$ak pula! Peningkatan massa ini akan ter+adi seiring 7aktu 6ermentasi sampai ter+adi 6ase stasioner, dimana  pertumbuan sel mulai statis atau tidak ada pertumbuan lagi!

4= %Viable pore Count!  merupakan u+i $ang digunakan untuk menganalisa  +umla spora idup $ang terkandung dalam /ampuran spora kristal! Pada praktikum kali ini, pengu+ian dilakukan untuk mengetaui pertumbuan spora pada media /air dan media padat! Penentuan nilai 4= dilakukan an$a pada +am ke 2(;2, al tersebut karena pada +am ke 0 spora belum bertumbu dan pada +am ke ) pertumbuan spora dianggap tela menurun! Hasil 4= mengalami peningkatan seiring dengan  pertambaan 7aktu 6ermentasi! Adapun nilai pada 4= dengan media /air dari +am ke 2(;2 pada pengen/eran 10( $aitu T49, TB9, dan TB9! ilai 4= pada  pengen/eran 105 dari +am ke 2() $aitu T49, ( dan T49! ilai 4= pada  pengen/eran 10) dari +am ke 2() $aitu T49, '2 dan T49! Terdapat perbedaan  pertambaan nilai spora pada setiap pengen/eran dimana semakin tinggi  pengen/erann$a maka +umla spora $ang tumbu semakin sedikit! Pada literatur nilai tertinggi spora ter+adi pada +am ke '0 dengan pertambaan nilai spora terban$ak pada  +am ke 2('0, dimana data mulai stasioner setela +am ke '0! Literatur tersebut menggunakan bakteri  Bacillus thuringiensis israelensis, al ini mungkin merupakan sala satu 6aktor perbedaan asil tersebut!

(20)

Sara"

Praktikum bioinsektisida ini sangat berguna seingga dibutukan peratian untuk  memaami taapan proses $ang sesuai prosedur! Pemaaman tentang prosesn$a sangat  berpengaru teradap keberasilan setiap u+i serta pemaaman penggunaan alat

seingga praktikan dapat dengan /epat dan /ermat dalam melaksanakan praktikum!

DAFTAR PUSTAKA

Abbas, 4!, Halim dan 4! T! Amidarmo! 185! Limba Tanaman 9bi ka$u! i dalam &! Dinarno %editor*! #onogra6i Limba Pertanian! .antor #enteri #uda 9rusan Peningkatan Produksi Pangan, Cakarta

Bele, et all! 1! #akala &ormulations &orum ! &ormulating Bionse/ti/ides To "mpro3e Residual A/ti3it$! 9ni3ersit$ Peoria! "llinois

Bernard, .! dan R! 9t! 1'! Produ/tion o6 Ba/illus turingiensis "nse/ti/ide 6or  IEperimental and =ommer/ial 9ses! i dalam P! &! In7istle, C! 4! =or$, #! C! Baile$ dan 4! Higgs %editor*! Ba/illus turingiensis, An In3iromental Biopesti/ide : Teor$ and Pra/ti/e! Con Dile$ and 4on, =i/ester : 2552))!

Benoit et al! 10!  #ermentation During $rowth and porulation of Bacillus thuringiensis! e7 Mork: Lett, Appl! #i/robiol!

=alal, !4! 185! 4olid 4tate &ermentation 7it Tri/oderma ressei! Appli/ation In3ironment! #i/robiolog$ (%1*:205210!

amard+ati, ! 4! 185! 4trategi Penelitian Limba 9bi .a$u di "ndonesia! i dalam &! ! Dinarno %ed*! #onogra6i Limba Pertanian! .antor #entri #uda 9rusan Peningkatan Produksi Pangan, Cakarta!

ar7is AA, .as7ar 4, 9mmi 4!2012!.a+ian Produksi Bioinsektisida dari Ba/illus turingiensis subsp israelensis Pada #edia Tapioka! Curnal Teknologi "ndustri Pertanian ol! 1(%1* al 15!

epartemen Pertanian! 2010! Ran/angan Ren/ana 4trategis .ementerian Pertanian 2010201(! .ementerian Pertanian Republik "ndonesia! Cakarta!

ulmage, H! T!, C! A! =orrea and ! ! #orales! 10! Potential o6 "mpro3ed &ormulation o6 Bt troug 4tandardiation and =ulti3ation e3elopment! i dalam Ba/terial =ontrol o6 #osNuitoes and Bla/k6leis : Bio/emistr$, eneti/s and Appli/ation o6 Bt and Ba/illus spaeri/us! Ids : H! ! Bar+a/ and ! C! 4uterland! Rutgers 9ni3ersit$ Press! e7 Bruns7i/k, e7 Cerse$, 94A! 110   1''!

ulmage, H! T! And Rodes, R!A! 1;1! Produ/tion o6 Patogens in Arti6i/ial #edia,  pp!50;5(0 "n : Burges, H!! %ed*! #i/robial =ontrol o6 Pest and Plant iseases

1;0180! e7 Mork : A/ad press!

ill, 4! 4!, I! A! =o7les, dan P! , Pietrantonio! 12! Te #ode o6 A/tion o6 Ba/illus turingiensis! IndotoEin! Annu, Re3! Intomol! '; : )15  )')

(21)

Ho6te H, Ditele$ HR! 18! "nse/ti/idal =r$stal Protein o6 Ba/illus turingiensis! #i/robial Re3 5' : 2(2255!

Cenie, B!4! L! dan &a/da! 11! Peman6atan -nggok dan edak Padi 9ntuk Produksi Pigmen Angkak -le #ones/us purpureus! Pertemuan "lmia Taunan! Perimpunan #ikrobiologi "ndonesia, Bogor 

Lere/lus , A ele/luse, ## Le/aded! 1'! i3ersit$ o6 Ba/illus turingiensis toEins and genes! Ba/illus turingiensis, an en3ironmental biopesti/ides: teor$ and  pra/ti/es! Con Dille$ and 4ons!

#a/6ud et al! 18! Teknik -ptimasi Reka$asa Proses Pangan! Bogor: PA9 Pangan dan ii, "nstitut pertanian Bogor!

#orris -!!, =on3erse !, .anagaratnam P!, and a3ies C!4! 1)! I66e/t o6 =ultural =ondition on 4pore=r$stal Mield and ToE$/it$ o6 Ba/illus turingiensis subs! Aia7ai %H1''*! Cournal o6 "n3ertebrate Patolog$ );, 121')!

Pablo, Culian! 2012! .ulti3asi #ikroba! >Terubung berkala? ttp:GGmatakuliabiologi!blogspot!/omG2012G0(Gkulti3asimikroba!tml %( #ei 2015*

Pra7ira, M! 2012! &ermentasi 4ubstrat Padat! ttp:GG777!$pra7ira!/om >28 April 201'? uinlan, R!C! dan 4! Lisansk$! 185! #ikrobial "nse/ti/ides! Deineim: erlag

=emist!

Raa$uningsi, #! 200'! Toksisitas dan Perbedaaan Akti3itas ipterosidalBioinsektisida Ba/illus turingiensis 3ar! israelensis Tipe Liar dan #utanpada berbagai &ormulasi #edia dan .ondisi .ulti3asi! isertasi! ProgramPas/asar+ana "nstitut Pertanian Bogor, Bogor!

4alama, 9! 2002! .a+ian Produksi Bioinsektisida dari Ba/illus turingiensis subsp! "sraelensis Pada #edia Tapioka! >Terubung berkala?! http%&&repository.ipb.ac.id&bitstream&handle&'()*+-/&')0)&#0(usa.pdf1

 se2uence3( %; #ei 2015*

4il3ina,  et al!2012!Peman6aatan Limba =air "ndustri Pengolaan Tau 9ntuk  #emproduksi 4pora Ba/illus Turingiensis 4ero3ar "sraelensis an Aplikasin$a 4ebagai Biokontrol Lar3a $amuk %kar$a tulis P.#*! 9ni3ersitas 9da$ana, enpasar 

47adener, =! 1(! Bt! Cournal o6 Pesti/ides Re6orm 3ol! 1(! o!' : 1'  20! ort7est =oalition 6or Alternati3e to Pesti/ides! =anada!

endekar, # and H! T! ulmage! 182! uidelines 6or Produ/tion Ba/illus turingiensis H1(! 4pe/ial Programme 6or Resear/ and Training in Tropi/al iseases! ene3a, 47iterland!

(22)

C-BI4= PRA.T".9# A LAP-RA

N- Na+a NIM Pra!t*!$+ La.ra" TTD

1! "/a Pebri$anti &'(120108 #embuat media  propagasi dan  pengamatan kulti3asi /air %-* Baas data,  penutup dan 6inising

2! Andi Rea &'(1201' #embuat kulti3asi

 padat

'! Ramanda Anugra &'(1201() #embuat kulti3asi /air dan blanko,

 pengamatan  biomassa

Pendauluan, metodologi,  pembaasan

(! &a/ri # &'(1201( #embuat kulti3asi

/air 

5! o3ia Ha$atinur &'(120152 #embuat dan

 pengamatan teradap kulti3asi padat

)! 4iti ur+anna ((110018 #embuat media

 propagasi dan kulti3asi padat

Referensi

Dokumen terkait