• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh: Budi Harto SMP Negeri 1 Besuki, Tulungagung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Oleh: Budi Harto SMP Negeri 1 Besuki, Tulungagung"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA/BIOLOGI MELALUI

PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME PADA SISWA KELAS IX B

SEMESTER II TAHUN 2010/2011 SMP NEGERI 1 BESUKI

TULUNGAGUNG

Oleh: Budi Harto

SMP Negeri 1 Besuki, Tulungagung

Abstrak. Tujuan penelitian ini diharapkan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) Strategi konstruktivisme dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar pokok bahasan Pewarisan sifat pada siswa Kelas IX B SMP Negeri 1 Besuki dalam kegiatan pembelajaran IPA/Biologi; (2) Konsep konstruktivisme dalam pembelajaran sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas IX B SMP Negeri 1 Besuki. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dalam dua siklus dapat disimpulkan bahwa Sikap siswa terhadap pembelajaran dengan menerapkan metode konstruktivisme sangat baik. Hal ini didukung dengan meningkatnya aktifitas siswa ditiap siklusnya. Pada siklus I aktifitas siswa sebesar 55,83% meningklat pada siklus II sebesar 70,00%. Strategi konstruktivisme dapat meningkatkan siswa aktif di dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga berdampak pada minat belajar siswa Kelas IX B SMP Negeri 1 Besuki Tahun 2010/2011, dalam mata Pelajaran IPA/ Biologi Pokok bahasan Pewarisan sifat. Peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat pada kenaikan nilai rata rata siswa. Nilai rata-rata sebelum siklus 65,56 siklus I 75,47 dan pada akhir siklus II meningkat menjadi 81,82. (2) Cara Meningkatkan prestasi belajar siswa: (a) pusat kegiatan belajar mengajar adalah siswa aktif, (b) pembelajaran dimulai dengan hal yang sudah diketahui dan dipahami siswa, (c) bangkitkan motivasi belajar dengan membuat materi pelajaran sebagai hal yang menarik dan berguna bagi kehidupan siswa, dan (d) guru harus selalu mengenali materi pelajaran dan metode pembelajaran yang membuat siswa bosan, dan hal ini harus segera ditanggulangi. (3) Strategi belajar konstruktivisme, sangat efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Terbukti nilai rata rata siswa mengalami peningkatan dan aktifitas belajar siswa juga mengalami peningkatan.

Kata Kunci: Prestasi Belajar, Metode konstruktivisme, IPA/Biologi

Mata pelajaran IPA/Biologi berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam se-cara sistematis, sehingga IPA/Biologi bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga meru-pakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA/Biologi diharapkan dapat menjadi wa-hana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam mene-rapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada

pemberian pengalaman langsung untuk me-ngembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA/Biologi diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat mem-bantu peserta didik untuk memperoleh pe-mahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

Dalam kehidupan sehari-hari IPA/ Biologi diperlukan untuk memenuhi kebu-tuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Pene-rapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana

(2)

untuk menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan. Di tingkat SMP/MTS diharap-kan ada penediharap-kanan pembelajaran Sa-lingtemas (Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) secara terpadu yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA/Biologi dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana. Kegiatan pembela-jaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk me-numbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasi-kannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA/ Biologi di SMP/MTs menekankan pada pemberian pengalaman keterampilan proses dan sikap ilmiah.

Standar Kompetensi (SK) dan Kom-petensi Dasar (KD) di SMP/MTs merupakan standar minimum yang secara nasional ha-rus dicapai oleh setiap peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kuri-kulum di setiap satuan pendidikan. Penca-paian SK dan KD didasarkan pada pember-dayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahu-an sendiri ypengetahu-ang difasilitasi oleh guru.

Salah satu kompetensi dasar yang ha-rus dicapai oleh siswa SMP adalah men-deskripsikan konsep pewarisan dan hasil pe-warisan sifat dan penerapannya.Untuk me-wujudkan kompetensi tersebut dalam suatu kegiatan pembelajaran guru perlu mene-rapkan suatu strategi pembelajaran yang sesuai, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Strategi pembelajaran IPA/Biologi yang diterapkan tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta, tetapi sebuah strategi tersebut diharapkan mampu mendorong siswa untuk mengkonstruksikan

penge-tahuan dibenak mereka sendiri. Menurut Hamalik (2002), mengatakan bahwa strategi merancang sistem pengajaran adalah suatu rencana untuk mengerjakan prosedur meran-cang sistem secara efisien. Strategi dasar da-lam perencanaan meliputi: (1) menganalisa tuntutan sistem, (2) mendesain sistem, dan (3) mengevaluasi dampak sistem.

Guru sebagai pelaksana pendidikan terdepan, harus mampu merencanakan suatu strategi pembelajaran yang memberikan ke-sempatan kepada anak didik, untuk me-ngembangkan potensi yang ada pada diri siswa melalui kegiatan belajar mengajar di kelas. Berdasarkan pada konteks penelitian ini strategi pembelajaran diarahkan pada strategi yang berasosiasi dengan pembelajar-an kontekstual. Dipembelajar-antarpembelajar-anya: (1) pengajarpembelajar-an berbasis masalah, (2) pengajaran kooperatif, (3) pengajaran berbasis inquiry, (4) peng-ajaran berbasis tugas/proyek, (5) pengpeng-ajaran berbasis kerja, dan (6) pengajaran berbasis jasa layanan. (Nurhadi & Senduk, 2003).

Potensi tersebut dapat dikembangkan oleh siswa agar dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Woodworth (1951) mengatakan bahwa prestasi (achivement) adalah actual ability and can be measured directly by use of lest. Artinya prestasi menunjukkan suatu kemampuan aktual yang dapat diukur secara langsung dengan menggunakan tes.

Dari pernyataan diatas, menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa memiliki peran penting dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Belajar merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh siswa untuk mencapai tujuan. Belajar adalah suatu aktivitas mental dan psikhis yang berlangsung dalam interaksi dengan ling-kungan yang menghasilkan perubahan-peru-bahan pengetahuan, pemahaman, keteram-pilan, dan nilai sikap (Winkel, 1984).

(3)

Nasution (2001) belajar adalah suatu proses yang berlangsung di dalam diri pebe-lajar (siswa). Bepebe-lajar adalah suatu kegiatan yang disengaja untuk berubah tingkah laku sehinga diperoleh kecakapan baru (Sukirin, 1984). Untuk itu guru harus mampu me-ngembangkan dan meningkatkan kemam-puan siswa agar didapatkan prestasi belajar yang optimal. Bagaimana upaya mening-katkan prestasi belajar siswa?

Berbagai cara dilakukan oleh guru sebagai motor dari pembelajaran, untuk me-ningkatkan prestasi belajar siswa. Tetapi, yang lebih penting dalam usaha pencapaian prestasi belajar siswa tersebut adalah ke-mampuan guru dalam menggunakan strategi dalam kegiatan pembelajaran.

Berdasarkan fenomena tersebut, liti akan melakukan suatu kegiatan pene-litian tindakan (action research) dalam upa-ya meningkatkan minat belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas, agar diper-oleh peningkatan prestasi belajar dari ma-sing-masing individu siswa yang belajar. Upaya yang dilakukan adalah dengan im-plementasi strategi pembelajaran konstruk-tivisme.

Nurhadi (2003) mengatakan bahwa konstruktivisme merupakan landasan berfi-kir (filosofi) pembelajaran kontekstual, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bu-kanlah seperangkat fakta-fakta, konsep atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Prinsip Konstruktivisme menyatakan bahwa aktivitas harus selalu mendahului analisis. Dengan kata lain belajar bermakna

dapat dicapai melalui pengalaman dan re-fleksi terhadap pengalaman.

Fahrurrazy (2000), mengatakan bahwa dalam pandangan konstruktivisme sebuah realitas, ada dalam pikiran mereka yang me-ngetahui, sehingga merekalah yang mem-bentuk atau sekurang-kurangnya menafsir-kan realitas berdasarmenafsir-kan persepsi mereka sendiri. Sebagai implikasinya, Strategi kons-truktivisme lebih menekankan bagaimana pengetahuan dibangun dengan bantuan pengalaman, pengetahuan awal dan ke-yakinan yang dimiliki untuk menafsirkan obyek-obyek dan peristiwa.

Berdasarkan pada konsep strategi pembelajaran konstruktivisme yang disam-paikan oleh para pakar pendidikan tersebut tersebut di atas, peneliti akan mencoba me-lakukan suatu usaha penelitian tindakan

(Action Research) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas IX.BSMP Ne-geri 1 Besuki melalui strategi konstruk-tivisme. Melalui penelitian tindakan tersebut diharapkan guru dapat melakukan upaya meningkatkan prestasi belajar siswa melalui strategi pembelajaran yaitu strategi konstruktivisme

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian tindakan. Penelitian Tindakan merupakan proses daur ulang, mulai tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan pemantauan, re-fleksi yang mungkin diikuti dengan peren-canaan ulang. Penelitian tindakan bertujuan mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau cara pendekatan baru untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia faktual (Zuriah, 2003). Kehadiran peneliti dalam kegiatan penelitian

(4)

ini lebih tepat bila dimaksudkan dalam ke-giatan peran serta. Sebab peneliti dalam pe-nelitian ini tergolong pada pepe-nelitian tin-dakan partisipan.

Spradley (1980) membagi tiga tahap pengamatan berperan serta dalam penelitian kualitatif; diantaranya: (1) Dimulai dari pengamatan-pengamatan yang bersifat me-meriksa (descriptive observations) secara lu-as, dengan melukiskan situasi sosial secara umum yang ada di lokasi penelitian; (2) Kemudian dilanjutkan dengan pengamatan-pengamatan yang lebih terfokus (focused observations) untuk menemukan kategori-kategori utama tentang fokus penelitian, dan; (3) Setelah itu diadakan pengamatan-pengamatan yang bersifat selektif (selective observations) untuk menemukan kategori-kategori yang lebih rinci tentang sub-sub fokus penelitian.

Selanjutnya Spradley (1980) men-jabarkan lima tipe keterlibatan peneliti da-lam Partisipasi Observasi ini adalah sebagai berikut: (a) Non Participation. Pada tipe ini peneliti dalam melakukan penelitian tidak berpartisipasi. Artinya peneliti hanya mela-kukan pengamatan (melihat) secara pasif dan menjauhi agar tidak terlibat dalam ak-tivitas obyek penelitian; (b) Passive Partici-pation. Tahap ini peneliti ikut atau berada dalam obyek penelitian, tetapi tidak berpar-tisipasi atau interaksi dengan obyek pene-litian. Peneliti hanya mondar-mandir seba-gai penonton saja; (c) Moderal Participa-tion. Peneliti sudah pada konteks untuk menjaga keseimbangan antara seseorang yang berada di dalam (insider) dan menjadi seseorang yang berada di luar (outsider) ataupun terlibat dan mengamati; (d) Active Participation. Pada tahap ini peneliti secara aktif melakukan apa yang dilakukan oleh personal-personal sekolah, dan; (e)

Com-plete or Ordinary participation. Tipe ini merupakan tahap tertinggi dalam keterli-batan peneliti sebagai observer partisipant. Peneliti total melakukan seperti apa yang dikerjakan oleh personal-personal sekolah dalam memperoleh data penelitian.

Lokasi penelitian tindakan ini adalah SMP Negeri 1 Besuki. Sedangkan Obyek dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Per-timbangan tersebut adalah faktor perbedaan kemampuan belajar antara siswa, dan kon-disi lingkungan lokasi penelitian. Objek pe-nelitian ini adalah siswa Kelas IX B SMP Negeri 1 Besuki Tahun 2010/2011.

Sumber data yang dimaksudkan ada-lah manusia dan non manusia. Sumber data manusia dalam penelitian tindakan ini ada-lah Guru Bidang Studi (sebagai mitra guru/pengamat) di SMP Negeri 1 Besuki, Guru mata pelajaran IPA/ Biologi Pokok Bahasan Pewarisan sifat di SMP Negeri 1 Besukidan siswa Kelas IX B SMP Negeri 1 Besuki. Sedangkan sumber data non ma-nusia berupa dokumentasi hasil pengamatan dan catatan observasi peneliti, hasil evaluasi belajar, dan dokumen lain yang relevan de-ngan ruang lingkup penelitian.

Penggunaan prosedur pengumpulan data yang tepat dapat diperoleh data yang objektif dalam kegiatan penelitian. Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini diantaranya: (1) Observasi. Dalam penelitian ini metode observasi yang dilakukan oleh peneliti ada-lah pengamatan berperan serta dalam se-rangkaian kegiatan penelitian; (2) Wawan-cara. Wawancara dilakukan peneliti untuk memperoleh data sesuai dengan kenyataan pada saat peneliti melakukan wawancara. Wawancara dalam penelitian ini ditujukan kepada siswa Kelas IX B SMP Negeri 1

(5)

Besuki dan guru mata pelajaran di sekolah tersebut dan sekolah lainnya.Wawancara dalam penelitian ini menggunakan jenis wawancara mendalam yang tidak terstruk-tur; (3) Dokumentasi. Menurut Zuriah (2003) teknik ini adalah cara mengumpul-kan data melalui peninggalan tertulis, teruta-ma berupa arsip-arsip dan terteruta-masuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.

Teknis analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yang bersi-fat linear (mengalir) maupun bersibersi-fat sirku-ler. Adapun teknik analisis data yang dila-kukan dengan langkah-langkah sebagai beri-kut: (1) Menelaah seluruh data yang telah dikumpulkan. Penelaahan dilakukan dengan cara menganalisis, mensintesis, memaknai, menerangkan, dan menyimpulkan. Kegiatan penelaahan pada prinsipnya dilaksanakan sejak awal data dikumpulkan; (2) Mereduksi data yang didalamnya melibatkan kegiatan mengkategorikan dan pengklasifikasian, dan; (3) Menyimpulkan dan memferivikasi.

Dalam penelitian tindakan ini, untuk mengecek keabsahan data yang diperoleh maka, ada beberapa langkah yang dilakukan oleh peneliti, diantaranya: (1) Perpanjang siklus kegiatan penelitian; (2) Ketekunan Pengamatan; (3) Triangulasi

Tindakan penelitian yang direncana-kan dalam penelitian tindadirencana-kan ini adalah sebagai berikut: (1) Menetapkan indikator desain pembelajaran konstruktivisme yang digunakan dalam proses belajar mengajar; (2) Menyusun strategi penyampaian dan pengelolaan pengajaran dengan pembelajar-an konstruktivisme ypembelajar-ang meliputi: merpembelajar-an- meran-cang dan menyusun bahan ajar, meranmeran-cang satuan pelajaran yang digunakan dalam ke-giatan proses belajar mengajar; (3)

Menyu-sun metode dan alat perekam data yang ter-diri atas catatan lapangan, pedoman ob-servasi, pedoman analisis, dan catatan haria-n, dan; (4) Menyusun perencanaan teknik pengolahan data didasarkan pada model analisis data penelitian kualitatif.

Berkaitan dengan tindakan penelitian, maka diperlukan suatu langkah-langkah pe-nelitian, agar dalam pelaksanaan penelitian dapat terprogram dengan baik, diantaranya: (1) Refleksi, merupakan fase refleksi awal yang berarti melakukan refleksi terhadap situasi yang sebenarnya, setelah merumus-kan tema penelitian; (2) Perencanaan, me-rupakan fase perencanaan yang dilakukan setelah melakukan fase pertama, perlu me-review analisis awal yang harus dilakukan, tentang strategi pembelajaran konstruktivis-me dalam kegiatan belajar konstruktivis-mengajar pada siswa Kelas IX B SMP Negeri 1 Besuki. Dalam tahap ini diharapkan (a) Dapat men-terjemahkan gambaran yang jelas tentang strategi pembelajaran konstruktivisme da-lam proses belajar mengajar, dan alasan pemilihan tema tersebut; (b) Draf kerja tin-dakan tiap individu dan kelompok; (c) Gam-baran tentang pihak yang terlibat; (d) Garis besar rencana program kerja (time sche-dulle); (e) Memonitor perubahan saat pene-litian berlangsung dan gambaran awal ten-tang efisiensi data yang terkumpul. Tahap ini memastikan bahwa siswa Kelas IX B SMP Negeri 1 Besuki dijadikan sebagai ob-yek penelitian dengan pertimbangan karak-teristik yang dimiliki kelas ini sesuai dengan permasalahan yang akan di bahas oleh pe-neliti; (3) Tindakan Observasi, merupakan tahap penjabaran rencana ke dalam tindakan dan mengamati jalannya tindakan. Dimak-sudkan untuk mengetahui keadaan obyek penelitian sebelum peneliti melakukan pene-litian sesuai dengan kenyataan yang ada; (4)

(6)

Refleksi Akhir, tahap ini terdiri dari: (a) menganalisis, (b) melakukan sintesis, (c) memberikan makna, (d) eksplanasi, dan (e) membuat simpulan.

Paparan data ini mendeskripsikan bah-wa implementasi strategi pernbelajaran konstruktivisme memiliki peran yang sangat penting dalam usaha pencapaian minat dan prestasi belajar siswa Kelas IX B SMP Negeri 1 Besuki. Paparan data ini diperoleh dari kegiatan pengamatan dan observasi peneliti selama kegiatan penelitian berlang-sung. Catatan-catatan prestasi tersebut diwu-judkan dalam bentuk hasil evaluasi yang dilakukan akhir kegiatan setiap siklus. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Siklus 1

Refleksi Awal

Pada kegiatan ini peneliti bersama mitra guru mengidentifikasi permasalahan yang timbul pada Kelas IX B mengenai rendahnya nilai hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA/ Biologi. Kegiatan dalam refleksi awal, meliputi:

Perencanaan Tindakan

Dari hasil refleksi awal yang dilaku-kan oleh peneliti, disusun rencana tindadilaku-kan pembelajaran sebagai berikut: (a) Menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan metode yang digunakan yaitu pendekatan Konstruktivisme; (b) Menyusun lembar kerja siswa; (c) Menyusun lembar observasi guru dan siswa; (d) Menyusun lembar ang-ket untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran.

Pelaksanaan Pembelajaran

Dari rencana pembelajaran yang disu-sun pada tahap perencanaan tindakan dapat

dipaparkan secara terperinci langkah-lang-kah pembelajaran sebagai berikut: (1) Kegiatan Pendahuluan (10 menit), terdiri dari: (a) Apersepsi; (b) Motivasi; (c) Prasa-rat pengetahuan; (2) Kegiatan Inti (60 menit), terdiri dari: (a) Siswa membentuk kelompok 4-5 siswa; (b) Siswa menyiapkan LKS tentang persilangan monohibrida; (c) Guru menjelaskan langkah-langkah penting dalam mengerjakan LKS; (d) Setiap kelom-pok melakukan percobaan persilangan mo-nohibrida dan mencatat hasilnya; (e) Setiap kelompok mendiskusikan hasil percobaan-nya untuk memahami istilah-istilah fenotip, genotip, dominan, resesif serta menunjukkan perbandingan fenotip dan genotipnya; (f) Beberapa kelompok diminta untuk mempre-sentasikan hasil diskusi di depan kelas, kelompok yang lain menanggapinya; (g) Guru memberikan soal latihan tentang monohibrida. (3) Kegiatan Penutup (10 menit), terdiri dari: (a) Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman; (b) Guru memberikan soal latihan persilangan mono-hibrida untuk dikerjakan di rumah.

Pengamatan

Berdasarkan paparan data kegiatan siklus I, maka diperoleh hasil pengamatan dan observasi peneliti berkaitan dengan upa-ya peningkatan minat dan prestasi belajar siswa melalui pembelajaran konstruktivis-me.

Secara umum, hasil dari observasi dan catatan peneliti selama kegiatan penelitian berlangsung, menunjukkan bahwa strategi pembelajaran konstruktivisme berdampak positif terhadap minat belajar siswa bidang studi IPA/Biologi Pokok bahasan Pewarisan sifat, sehingga berpengaruh terhadap pres-tasi belajar siswa Kelas IX BSMP Negeri 1 Besuki dalam kegiatan belajar mata

(7)

pelajaran IPA/Biologi pokok bahasan Pewa-risan sifat.

Dalam penelitian tindakan ini, minat belajar siswa dapat didiskripsikan melalui nilai kegiatan siswa selama melakukan ke-giatan pembelajaran.Asumsi peneliti bila siswa aktif dalam kegiatan belajar, dipasti-kan bahwa minat belajar siswa terhadap materi pembelajaran itu lebih besar. Demi-kian juga sebaliknya.

Adapun aktivitas siswa dalam pembe-lajaran berdasarkan hasil pengamatan sebe-sar 55,83% (lampiran 4) termasuk kategori “baik”. Dan untuk aktivitas guru pada siklus I sebesar 67,50% (lihat lampiran 3) terma-suk kategori “baik”. Sedangkan prestasi belajar siswa ditunjukkan oleh nilai hasil evaluasi setiap akhir kegiatan (akhir siklus).

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam kegiatan belajar meng-ajar pada tahap siklus I, dapat dicatat nilai siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (diskusi kelas) dengan strategi pembelajaran konstruktivisme yang disam-paikan oleh peneliti. Adapun paparan hasil observasi sebagai berikut.

Tabel 1 Aktivitas Belajar Siswa Kelas IX.BSMP Negeri 1 Besuki padaSiklus I

NO NAMA SISWA NILAI SIKLUS I 1 MILA HIDAYATUL F. 75 2 MOH. CHAMAD NURHUDA 80 3 MUCHAMMAD YOGA P. 80 4 NANDA AMALIA HASANAH 75 5 NOFA RINAWAN 75 6 RIZAL DWI SAPUTRA 75 7 NOVAN BUDI SUSETYO 63 8 NOVITA TRI MELYANI 75 9 NURUL HIDAYANTI 80 10 RETNO DHEA PALUPI 80 11 SANTI LESTARI 75 12 SINDI PROBO RETNO 80 13 ULVA SETYA NUR AFENDI 85 14 YOESEPH PRATAMA PUTRA 70 15 YOGA WISNU WARDANA 80 16 YOHANA DINDA YOHITA 65 17 A’AL NURMAJID 80

NO NAMA SISWA NILAI SIKLUS I 18 ADE LISTAYUDA 75 19 AINUR ULFA 78 20 ALDO SETIAWAN 65 21 ALVIN VIDHEA UTARANI 85 22 ARDI NIRWANA 65 23 ARFI ROYNANDA DIMAS P. 75

JUMLAH 1736

RATA-RATA 75.47

Dari data tersebut menunjukkan bahwa nilai siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar masih terpengaruh oleh strategi tradisional (ceramah) dalam artian komunikasi satu arah yang disampaikan oleh guru pada kegiatan belajar mengajar sebelumnya, ada 18 siswa dari 23 siswa dengan nilai≥ 75 atau 76,19% siswa telah tuntas belajar pada sebelum siklus. Hasil ini berada di bawah standar ketuntasan belajar yaitu 85% siswa dengan nilai minimal 75, sehingga perlu ditindaklanjuti pada siklus II.

Refleksi

Berdasarkan paparan data tentang prestasi belajarsiswa Kelas IX B SMP Negeri 1 Besuki, peneliti melakukan refleksi dari hasil temuan kegiatan penelitian seba-gai berikut: (1) aktivitas siswa dalam kegiat-an belajar mulai nampak terlihat ada pening-katan dibandingkan dengan kegiatan belajar mengajar sebelumnya; (2) beberapa siswa cepat dalam mempelajari materi yang disampaikan oleh guru, sehingga hasil eva-luasi belajar yang dilakukan oleh guru bebe-rapa siswa tidak mengalami kesulitan; (3) beberapa siswa sudah ada keberanian dalam menyampaikan pendapat; dan (4) kegiatan diskusi sudah tekesan hidup dan berjalan, tetapi masih didominasi oleh siswa yang pandai.

Selanjutnya untuk membuktikan efektifan Strategi konstruktivisme dalam ke-giatan belajar mengajar dalam upaya peningkatan minat dan prestasi belajar siswa

(8)

Kelas IX B SMP Negeri 1 Besuki, akan dijabarkan lebih lanjut pada kegiatan siklus II. Adapun paparan penjabaran hasil dari kegiatan pada siklus II ini adalah sebagai berikut:

Kegiatan Siklus II

Perencanaan

Pada dasarnya perencanaan tindakan pada siklus II tidak jauh berbeda dengan siklus I. Hanya saja pada siklus II ini ren-cana tindakan pembelajaran ditambah dengan rencana perbaikan yang telah disu-sun peneliti bersama mitra guru.

Pelaksanaan

Dari rencana pembelajaran yang telah disusun, dapat dipaparkan pelaksanaan pem-belajaran pada siklus II sebagai berikut: (1) Kegiatan Pendahuluan (10 menit), terdiri dari: (a) Apersepsi; (b) Motivasi; (c) Prasa-rat pengetahuan. (2) Kegiatan Inti (60 menit), terdiri dari: (a) Siswa membentuk kelompok 4-5 siswa; (b) Siswa menyiapkan LKS tentang persilangan monohibrida; (c) Guru menjelaskan langkah-langkah penting dalam mengerjakan LKS; (d) Setiap kelom-pok melakukan percobaan persilangan mo-nohibrida dan mencatat hasilnya; (e) Setiap kelompok mendiskusikan hasil percobaan-nya untuk memahami istilah-istilah fenotip, genotip, dominan, resesif serta menunjukkan perbandingan fenotip dan genotipnya; (f) Beberapa kelompok diminta untuk mempre-sentasikan hasil diskusi di depan kelas, kelompok yang lain menanggapinya; (g) Guru memberikan soal latihan tentang monohibrida. (3) Kegiatan Penutup (10 menit), terdiri dari: (a) Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman; (b) Guru memberikan soal latihan persilangan mono-hibrida untuk dikerjakan di rumah

Pengamatan

Berdasarkan paparan data kegiatan siklus II, maka diperoleh hasil pengamatan dan observasi peneliti berkaitan dengan upaya peningkatan minat belajar siswa me-lalui pembelajaran konstruktivisme.

Secara umum, hasil dari observasi dan catatan peneliti selama kegiatan penelitian berlangsung, menunjukkan bahwa strategi pembelajaran konstruktivisme berdampak positif terhadap minat belajar siswa, se-hingga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa Kelas IX B SMP Negeri 1 Besuki dalam kegiatan belajar mata pelajaran IPA/Biologi pokok bahasan Pewarisan sifat.

Hasil observasi terhadap aktivitas sis-wa pada siklus II sebesar 70% (lampiran 4) termasuk kategori baik. Sedangkan untuk aktivitas guru (lampiran 3) sebesar 80% ter-masuk kategori sangat baik.

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam kegiatan belajar meng-ajar pada tahap siklus II, dapat dicatat nilai siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (diskusi kelas) dengan strategi pembelajaran konstruktivisme yang disam-paikan oleh peneliti. Adapun paparan hasil observasi sebagai berikut.

Tabel 2 Distribusi Aktivitas Belajar Siswa Kelas IX B Semester II SMP Negeri 1 Besuki Dalam Kegiatan Siklus II

NO NAMA SISWA NILAI SIKLUS II

1 MILA HIDAYATUL F. 80 2 MOH. CHAMAD NURHUDA 85 3 MUCHAMMAD YOGA P. 88 4 NANDA AMALIA HASANAH 78 5 NOFA RINAWAN 78 6 RIZAL DWI SAPUTRA 80 7 NOVAN BUDI SUSETYO 75 8 NOVITA TRI MELYANI 80 9 NURUL HIDAYANTI 85 10 RETNO DHEA PALUPI 88 11 SANTI LESTARI 80 12 SINDI PROBO RETNO 86 13 ULVA SETYA NUR AFENDI 88 14 YOESEPH PRATAMA PUTRA 78

(9)

NO NAMA SISWA NILAI SIKLUS II

15 YOGA WISNU WARDANA 86 16 YOHANA DINDA YOHITA 75 17 A’AL NURMAJID 85 18 ADE LISTAYUDA 80 19 AINUR ULFA 85 20 ALDO SETIAWAN 77 21 ALVIN VIDHEA UTARANI 90 22 ARDI NIRWANA 75 23 ARFI ROYNANDA DIMAS P. 80

JUMLAH 1882

RATA-RATA 81.82

Dari data tersebut menunjukkan bah-wa nilairata-rata pada siklus II sebesar 81,82, siswa yang telah tuntas belajar (nilai ≥ 75) sebanyak 23 siswa (100%) sedangkan siswa yang belum tuntas hanya 0 siswa (0%). Jika dibandingkan dengan siklus I ke-tuntasan belajar mengalami peningkatan se-besar 76,19% menjadi 100% meningkat 23,81%. Dan jika dibandingkan dengan ke-tuntasan belajar sebelum penelitian terjadi peningkatan sebesar 23,81% menjadi 100% meningkat 76,19%. Kondisi ini secara kla-sikal siswa telah tuntas belajar, sehingga dapat dikatakan penggunaan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran IPA/ Biologi mampu meningkatkan prestasi bela-jar siswa kelas IX.B SMP Negeri 1 Besuki.

Refleksi

Berdasarkan observasi dan pengamat-an ypengamat-ang dilakukpengamat-an oleh peneliti didapatkpengamat-an temuan sebagai berikut: (1) terlihat ada pe-ningkatan yang signifikan terhadap aktivitas dan prestasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, (2) sebagian besar siswa lebih cepat memahami dan mempelajari ma-teri yang disampaikan oleh guru, (3) se-bagian besar siswa ada keberanian dalam menyampaikan pendapat, dan (4) kegiatan diskusi sudah terkesan hidup dan berjalan, dan tidak lagi didominasi oleh siswa yang pandai, sehingga aktivitas siswa dalam be-lajar mempermudah pencapaian tujuan yang direncanakan dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan konstruktivisme sangat efektif dalam me-ningkatkan minat dan prestasi belajar siswa Kelas IX.B Semester II SMP Negeri 1 Be-suki. Peningkatan nilai rata-rataprestasi be-lajar yang diperoleh siswa mulai sebelum si-klus, siklus I dan siklus II adalah sebagai berikut: pada sebelum siklus 65,56pada si-klus I 75,47 dan pada sisi-klus II 81,82. De-ngan demikian dapat di tunjukkan deDe-ngan grafik peningkatan prestasi belajar sebagai berikut.

(10)

Proses Penganalisis dan Refleksi

Dalam penelitian ini refleksi yang dilakukan oleh peneliti dan tim peneliti adalah dengan cara mendiskusikan hasil kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini. Kegiatan tersebut meliputi: (1) analisis, (2) sintesis, (3) pemaknaan, (4) penjelasan, dan (5) penyimpulan data dan informasi yang dikumpulkan.

Berdasarkan paparan data tersebut, maka dalam penelitian tindakan ini dapat direfleksikan sebagai berikut: (1) Strategi konstruktivisme memiliki dampak siswa aktif di dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga motivasi belajar siswa Kelas IX.B SMP Negeri 1 Besuki, dalam kegiatan bela-jar mata pelabela-jaran IPA/ Biologi mengalami peningkatan yang berarti; (b) Dalam Strategi konstruktivisme, setiap materi pelajaran yang baru harus dikaitkan dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang ada se-belumnya. Materi pelajaran yang baru dise-suaikan secara aktif dengan pengetahuan yang sudah ada. Karena itulah dalam Stra-tegi konstruktivisme, kegiatan belajar meng-ajar harus dimulai dengan hal yang sudah dikenal dan dipahami siswa. Agar siswa aktif guru perlu menciptakan strategi yang tepat guna sedemikian rupa sehingga siswa mempunyai motivasi yang tinggi untuk be-lajar. Demikian juga guru harus dapat men-ciptakan situasi yang kondusif, sehingga materi pelajaran selalu tampak menarik dan tidak membosankan; (3) Strategi konstruk-tivisme dalam pengajaran dapat diaplikasi-kan dalam kegiatan belajar mengajar mata pelajaran lain selain mata pelajaran IPA/ Biologi. Namun yang perlu dicatat, bahwa penggunaan strategi belajar, harus disesuai-kan dengan situasi dan kondisi siswa, baik itu lingkungan belajar, maupun kemampuan masing-masing individu; (4) Hal yang perlu

diingat dalam penggunaan Strategi kons-truktivisme dalam kegiatan belajar mengajar adalah: (a) pusat kegiatan belajar mengajar adalah siswa aktif; (b) pembelajaran dimulai dengan hal yang sudah diketahui dan dipa-hami siswa; (c) bangkitkan motivasi belajar dengan membuat materi pelajaran sebagai hal yang menarik dan berguna bagi kehi-dupan siswa; dan (d) guru harus selalu me-ngenali materi pelajaran dan metode pem-belajaran yang membuat siswa bosan, dan hal ini harus segera ditanggulangi; (5) Stra-tegi konstruktivisme, mengkondisikan siswa belajar dengan meningkatkan aktivitas, mo-tivasi dan prestasi belajar. Sehingga pen-dekatan konstruktivisine yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini diharap-kan mampu meningkatdiharap-kan aktivitas, dan prestasi belajar siswa Kelas IX.BSMP Negeri 1 Besuki.

Dari hasil refleksi tersebut, hasil penelitian tindakan ini perlu kiranya diting-katkan lagi pelaksanaanya dalam kegiatan belajar mengajar sehingga dihasilkan kuali-tas pendidikan yang bermutu.

Hasil Pembahasan Penelitian dan Peng-ambilan Kesimpulan

Berdasarkan pada pembahasan rumus-an masalah dalam penelitirumus-an tindakrumus-an ini, menunjukkan bahwa Strategi konstruktivis-me dalam kegiatan belajar konstruktivis-mengajar mata pelajaran IPA/ Biologi bagi siswa Kelas IX.B Semester IISMP Negeri 1 Besuki dimaksudkan untuk:

Meningkatkan Aktivitas Siswa

Setiap siswa memiliki berbagai kebu-tuhan, meliputi kebutuhan jasmani, rohani, dan sosial. Kebutuhan menimbulkan do-rongan untuk berbuat. Perbuatan-perbuatan yang dilakukan, termasuk perbuatan belajar

(11)

dan bekerja, dimaksudkan untuk memuas-kan kebutuhan tertentu dan untuk mencapai tujuan tertentu pula.Setiap saat kebutuhan dapat berubah dan bertambah.

Atas dasar pernyataan tersebut diatas, maka aktivitas siswa dalam belajar perlu ditingkatkan dengan suatu strategi pengajar-an ypengajar-ang dapat meningkatkpengajar-an aktivitas siswa. Strategi konstruktivisme salah satu pende-katan yang ditawarkan peneliti dalam pene-litian tindakan kelas ini.

Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

Motivasi merupakan salah satu unsur pokok dalam proses belajar mengajar. Keller (1993) membedakan motivasi belajar menjadi dua kelompok, (a) motivasi yang ada dalam diri siswa, dan (b) motivasi yang ada dalam pembelajaran.

Motivasi adalah perubahan energi dalam dari seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk men-capai tujuan.Di dalam perumusan ini dapat dilihat, bahwa ada dua unsur yang saling berkaitan, yaitu sebagai berikut, (1) motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi, dan (2) motivasi ditandai dengan timbulnya perasaan affective arousal.

Dengan Strategi konstruktivisme diha-rapkan motivasi belajar siswa dalam mata Pelajaran IPA/Biologi dapat mengalami pe-ningkatan yang berarti, sebab dalam proses belajar dengan pendekatan ini siswa lebih aktif dan selalu melakukan kegiatan belajar sesuai dengan kemampuan siswa selaku pebelajar.

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Hamalik (2002), yang mengatakan bahwa siswa lebih senang belajar jika mengambil bagian yang aktif dalam latihan/praktek un-tuk mencapai tujuan pengajaran.Praktek se-cara aktif berarti siswa mengerjakan sendiri,

beraktivitas, bukan mendengarkan ceramah dan mencatat. Pengajaran hendaknya dise-suaikan dengan prinsip sebagai berikut: (1) usahakan agar siswa sebanyak mungkin menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memberikan respon terhadap pertanyaan gu-ru, sedangkan siswa lainnya menulis jawab-an djawab-an menjawab-anggapi secara lisjawab-an, (2) min-talah agar siswa menyusun dan menata kem-bali informasi yang diperolehnya dari baca-an, dan (3) sediakan laboratorium dan situ-asi praktek lapangan berdasarkan tujuan pengajaran yang dirumuskan sebelumnya.

Meningkatkan Prestasi belajar Siswa

Prestasi belajar merupakan segala pekerjaan yang berhasil dan prestasi belajar menunjukkan kecakapan manusia yang telah di capai. Prestasi Belajar dapat diukur de-ngan menggunakan tes karena prestasi be-lajar berupa ketrampilan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, ketrampilan, dan nilai dan sikap.

Berkaitan dengan usaha meningkatkan prestasi belajar, belajar akan lebih mudah dan dapat dirasakan bila belajar tersebut mengetahui hasil yang diperoleh. Kalau be-lajar berarti perubahan-perubahan yang ter-jadi pada individu, maka perubahan-peru-bahan itu harus dapat diamati dan dinilai. Hasil dari pengamatan dan penilaian inilah umumnya diwujudkan dalam bentuk prestasi belajar.

Prestasi belajar yang diperoleh oleh siswa Kelas IX B SMP Negeri 1 Besuki menunjukkan peningkatan lebih baik. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi peneliti dalam serangkaian kegiatan penelitian tin-dakan, khususnya kegiatan belajar mengajar di kelas. Hasil kegiatan yang diperoleh meliputi, peningkatan aktivitas, motivasi dan prestasi belajar

(12)

PENUTUP Kesimpulan

Sikap siswa terhadap pembelajaran dengan menerapkan metode konstruktivisme sangat baik. Hal ini didukung dengan me-ningkatnya aktifitas siswa ditiap siklusnya. Pada siklus I aktifitas siswa sebesar 55,83% meningklat pada siklus II sebesar 70,00%. Strategi konstruktivisme dapat meningkat-kan siswa aktif di dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga berdampak pada minat belajar siswa Kelas IX.BSMP Negeri 1 Be-suki Tahun 2010/2011, dalam mata Pela-jaran IPA/ BiologiPokok bahasan Pewarisan sifat. Peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat pada kenaikan nilai rata rata siswa. Nilai rata-rata sebelum siklus 65,56 siklus I 75,47 dan pada akhir siklus II meningkat menjadi 81,82.

Cara Meningkatkan prestasi belajar siswa: (a) pusat kegiatan belajar mengajar adalah siswa aktif, (b) pembelajaran dimulai dengan hal yang sudah diketahui dan dipa-hami siswa, (c) bangkitkan motivasi belajar dengan membuat materi pelajaran sebagai hal yang menarik dan berguna bagi

kehidup-an siswa, dkehidup-an (d) guru harus selalu menge-nali materipelajaran dan metode pembela-jaran yang membuat siswa bosan, dan hal ini harus segera ditanggulangi.

Strategi belajar konstruktivisme, sa-ngat efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Terbukti nilai rata rata siswa mengalami peningkatan dan aktifitas belajar siswa juga mengalami peningkatan.

Saran

Guru hendaknya mempertimbangkan pemberian materi pembelajaran dengan mengenalkan kepada siswa dengan meng-gunakan berbagai macam strategi. Salah satu strategi pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran konstruk-tivisme. Penerapan Strategi konstruktivisme dalam kegiatan belajar mengajar di kelas perlu ditingkatkan, dengan harapan siswa dapat terpacu minat dalam belajar. Pende-katan ini perlu diulang-ulang dengan mem-berikan materi yang sederhana menuju ke materi yang lebih variatif. Minat belajar siswa dapat dimunculkan dengan berbagai macam teknik dan metode yang disam-paikan oleh guru.

DAFTAR RUJUKAN

Fahrurrazy. 2000. Pendekatan Konstruktivis dan Kendalanya dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Jurnal Pen-didikan Dasar dan Menengah. Vol. 3 No. 9, 10 Tahun 2001

Hamalik, O. 2002. Perencanaan Pengajar-an BerdasarkPengajar-an PendekatPengajar-an Sistem. Jakarta: PT Bumi Aksara

Nasution, S. 1988. Metode Penelilian Natu-ralistik Kualitatif. Bandung: Penerbit Tarsito.

Nurhadi, 2003. Pendekatan Kontekstual. Malang: Universitas Negeri Malang

Nurhadi, & Senduk, G., A., 2003. Pem-belajaran Kontekstual dan Pene-rapannya dalam KBK. Malang: Uni-versitas Negeri Malang.

Sukirin. 1984. Psikologi Belajar. Yogya-karta: FIP IKIP Yogyakarta

Winkel, 1984. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia Woodworth, R., 1951. Psichology. New

Gambar

Tabel  1    Aktivitas  Belajar  Siswa  Kelas  IX.BSMP  Negeri 1 Besuki padaSiklus I
Gambar 1 Grafik Peningkatan Prestasi Belajar Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah merupakan Lembaga Lain sebagai bagian dari perangkat daerah yang dapat dibentuk oleh Pemerintah Daerah dalam rangka melaksanakan

Dengan demikian, contoh yang dipelajari dapat dikategorikan dalam tiga kelompok, yakni tanah hasil pelapukan granit (RGL 33 A dan TRS 34), tailing bauksit yang telah

hotspot sebagai indikator kejadian kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau tahun 1997-2014, dan menganalisis korelasi antara

Alhamdulillahirobil’alamin, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada penulis

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Hubungan secara simultan antara atribut produk, harga dan saluran distribusi dengan loyalitas konsumen. 2) Hubungan

Sang Buddha pernah mengatakan bahwa nafsu untuk kehidupan menciptakan masalah-masalah, tetapi Beliau tidak mengatakan bahwa kita harus menyiksa diri kita

Negara Republik Indonesia mempunyai wilayah yang luas dengan karakteristik daerah yang berbagai macam. Letak seko lah dasar tersebar di seluruh pelosok tanah air dari daerah

Sebagai orang yang beragama apapun agamanya / sekiranya tidak ada agama yang mengerjakan dan mengabsahkan hal – hal yang berbau porno// Bahkan para mubaligh pada saat