• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISBN:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ISBN:"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BUKU PANDUAN PRAKTIK

KETERAMPILAN KLINIK PRAKTIK KEBIDANAN

Hamidah, SST, MKM

Penerbit

Fakultas Kedokteran dan Kesehatan

Universitas Muhammadiyah Jakarta

(3)

BUKU PANDUAN PRAKTIK

Penulis

: Hamidah,. SST,. MKM.

ISBN

: 978-602-6708-31-1

Desain Sampul : Oktaviany Ismiarika S., S. Keb, Bd.

Penerbit

: Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas

Muhammadiyah Jakarta

Jl. KH Ahmad Dahlan Cirendeu Ciputat 15419

www.fkkumj.ac.id

Cetakan I

: 2017

Hak Cipta dilindungi Undang-undang

Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemah sebagian seluruh isi

buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit

(4)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami sehingga buku panduan praktikum Keterampilan Dasar Kebidanan I, dan II ini dapat diterbitkan sebagai alat untuk membantu mahasiswa Program Studi diploma III Kebidanan FKK UMJ bagi mahasiswa semester I dan semester II.

Kami menyadari bahwa Ilmu Kebidanan berkembang sangat pesat dan buku panduan praktikum ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu,dengan kerendahan hati kami mengharapkan pembaca/pengguna buku ini selalu menyesuaikan dengan perkembangan ilmu yang ada dengan selalu membaca berbagai buku lainya dan tidak selalu terpaku pada buku petunjuk praktikum ini..

Kritik dan saran serta masukan yang ditunjukan untuk penyempurnaan buku panduan praktikum ini sangat kami harapkan, Semoga buku panduan praktikum ini dapat bermanfaat dan membantu mahasiswa dalam proses pembelajaran.

Jazakumullahi khoiron khasiiron

Jakarta, Februari 2017 Penulis

(5)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR iv

DAFTAR ISI v

Mukadimah 1

Deskripsi Mata Ajar 2

Analisa karakteristik mahasiswa 2

Tujuan Umum 2

Tujuan Khusus 2

Keterampilan yang dipelajari 3

Pelaksanaan 4 Evaluasi 4 Pembimbing Praktikum 5 Kegiatan Praktik 5 Pedoman Mahasiswa 5 Tugas 5 Tata Tertib 6 Daftar Tilik 7

(6)

MUKADIMAH

“78. (Yaitu Tuhan) yang telah menciptakan Aku, Maka Dialah yang menunjuki Aku, 79. dan Tuhanku, yang Dia memberi Makan dan minum kepadaKu, 80. dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku, 81. dan yang akan mematikan Aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), 82. dan yang Amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”. (asy-Syu’araa’: 78-82)

Hadits

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam shahihnya, dari shahabat Abu Hurairah bahwasanya Nabi bersabda,

ْﻧَأ ﺎَﻣ ًءﺎَﻔَﺷ ُﮫَﻟ َلَزْﻧَأ ﱠﻻِإ ًءاَد ُﷲ َلَز

“Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya”

Dari riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah, beliau berkata bahwa Nabi bersabda,

ُءا َوﱠدﻟا َبﺎَﺻَأ اَذِﺈَﻓ ،ٌءا َو َد ٍءا َد ﱢلُﻛِﻟ ﱠل َﺟ َو ﱠز َﻋ ِﷲ ِن ْذِﺈِﺑ َأ َرَﺑ ،َءاﱠدﻟا

“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa

(7)

A. Deskripsi mata ajar

Fokus mata ajar membahas penerapan konsep dasar kebutuhan dasar manusia, Prinsip pemenuhan kebutuhan nutrisi, prinsip pemenuhan kebutuhan oksigenisasi, prinsip pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit, system eliminasi, personal hygiene, kebutuhan istirahat, prinsip pencegahan infeksi, pemeriksaan fisik, persiapan pemeriksaan laboratorium, prosedur pemberian obat, baik teori terkait dengan keterampilan klinik praktik kebidanan yang aplikasinya di lahan praktik. Adapun kegiatan KKPK ini merupakan kegiatan aktif yang mengharapkan mahasiswa semester II DIII Kebidanan FKK UMJ memperoleh pengalaman belajar dalam tatanan nyata mahasiswa diberikan kesempatan untuk mencoba dan mengaplikasikan kemampuan kognitif, komunikatif, afektif dan psikomotor baik di laboratorium maupun lahan praktik.

B. Analisa karakteristik mahasiswa

Mahasiswa yang praktik KKPK semester II ini memiliki latar belakang lulusan SMA yang belum mempunyai pengalaman dilahan praktik baik di Rumah Sakit maupun di klinik, mahasiswa rata-rata berumur 18 tahun dan belum bekeluarga.

C. Tujuan Umum

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu melakukan tindakan keterampilan klinik praktik kebidanan dasar sesuai kebutuhan dasar manusia.

D. Tujuan Khusus

Mahasiswa diharapkan dapat mempraktekan ketrampilan:

1.

Bed Making (menyiapkan tempat tidur tertutup, menyiapkan tempat tidur terbuka, menyiapkan tempat tidur pasca bedah dan mengganti linen dengan klien diatas tempat tidur)

(8)

2.

Personal Hygiene (Memandikan klien diatas tempat tidur, Mencuci rambut, Merawat kuku dan Oral hygiene)

3.

Vital Sign ( RR, HR, SUHU, TD )

4.

Pengendalian Infeksi (Scrubbing/Cuci tangan, Gowning/Memakai gaun oprasi dan Gloving/Memakai sarung tangan steril).

5.

Pemeriksaan Fisik (Kepala dan leher, paru,kardiovaskuler,abdomen, ekstermitas)

6.

Body Aligment ( membantu pasien berdiri dan duduk, mengatur posisi fowler, mengatur posisi dorsal recumbent, mengatur posisi pronasi, mengatur posisi lateral, mengatur posisi SIM)

7.

Mekanika tubuh (Memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda)

8.

Kebutuhan eliminasi (Menolong pasien BAK, menolong pasien BAB, Huknah, Kateterisasi)

9.

Pemberian Obat (Oral, Bucal, Sublingual, Topical, injeksi IM, injeksi IC dan injeksi SC)

10.

Oksigenasi (Pemberian O2, Fisioterapi dada, inhalasi)

11.

Kebutuhan Nutrisi ( Pemasangan NGT, memberi makan melalui NGT, melepas NGT)

12.

Perawatan Luka

13.

Pemasangan Infus

D.

Ketrampilan yang dipelajari

1. Menyiapkan tempat tidur tertutup 2. Menyiapkan tempat tidur terbuka 3. Menyiapkan tempat tidur pasca bedah

4. Mengganti alat tenun dengan klien diatas tempat tidur 5. Memandikan klien diatas tempat tidur

6. Mencuci rambut 7. Merawat kuku 8. Oral hygiene

(9)

9. Mengukur Tanda-tanda vital 10. Scrubbing/Mencuci tangan 11. Pemeriksaan fisik Head To Too 12. Membantu pasien duduk dan berdiri 13. Mengatur posisi fowler

14. Mengatur posisi dorsal recumbent 15. Mengatur posisi pronasi

16. Mengatur posisi Sim

17. Memindahkan pasien dari kursi tempat tidur ke kursi roda 18. Menolong pasien BAK

19. Menolong pasien BAB 20. Pemasangan Kateter

21. Melakukan Pemberian obat melalui oral,bucal dan sublingual 22. Memberikan obat salep

23. Memberikan obat Supositoria 24. Melakukan injeksi IM

25. Melakukan injeksi IC 26. Melakukan injeksi SC

E.

Pelaksanaan Praktikum

Sesuai Jadwal/ terlampir

F.

Evaluasi

Evaluasi kegiatan KKPK ini meliputi beberapa aspek antara lain: a. Sikap = 40%

b. Pre dan post confrence = 30% c. Laporan kegiatan harian = 30%

(10)

G.

Pembimbing Praktikum

Terlampir sesuai jadwal/terlampir

H.

KEGIATAN PRAKTIK DI RUANGAN RAWAT INAP

Melakukan pengumpulan data dengan tehnik observasi, inspeksi, palpasi, dan auskultasi melalui:

a. Pengkajian dan anamnesa tentang pemenuhan kebutuhan dasar manusia

b. Pemeriksaan fisik head to too

c. Menganalisa data yang diperoleh dari hasil pengkajian dan anamnesa d. Menyusun rencana tindakan

e. Melaksanakan tindakan pemenuhan kebutuhan dasar manusia f. Mengevaluasi pemenuhan kebutuhan dasar manusia

I.

Pedoman bagi mahasiswa

a. Memahami tujuan praktik

b. Membaca status pasien untuk mempelajari identitas c. Melakukan komunikasi terapeutik

d. Mengumpulkan data melalui penggkajian

e. Melakukan tindakan asuhan kebidanan berdasarkan masalah pada pasien

J.

TUGAS TUGAS

Mahasiswa

a. Mengikuti kegiatan pre dan post conference.

b. Melaksanakan kegiatan ketrampilan klinik praktik kebidanan. c. Membuat laporan:

 Kegiatan harian, ditanda tangani oleh pembimbing ruangan/ pendidikan setiap hari

(11)

 Hasil pengkajian pemenuhan kebutuhan dasar manusia minimal 3 ( tugas individu ditanda tangani oleh pembimbing ruangan ) dikumpulkan 1 hari setelah praktik berakhir.

K.

Pembimbing

a. Melakukan pre conference, diskusi focus kesiapan mahasiswa melaksanakan praktik.

b. Mengobservasi dan membimbing mahasiswa dalam melakukan setiap tindakan keperawatan

c. Mendiskusikan dan memberi contoh tentang tindakan keperawatan yang benar

d. Melakukan post conference

e. Memberi penilaian pada mahasiswa selama praktik

L.

Tata Tertib

1. Kehadiran praktikum 100%

2. Setiap mahasiswa harus datang ke ruangan dan pulang tepat pada waktunya

3. Setiap mahasiswa harus mengisi absen praktik yang ada di ruangan masing –masing

4. Berpakaian seragam sesuai aturan rapi, wangi dan sopan

5. Mengganti apabila menghilangkan, merusak alat instrumen diruangan 6. Mahasiswa menyiapkan alat sehari sebelum pelaksanaan perasat.

(12)

DAFTAR TILIK

CUCI TANGAN 7 LANGKAH

Nilailah setiap kinerja yang di amati menggunakan skala sebagai berikut: 4 Sangat baik : Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat

sesuai dengan teknik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu yang efisien

3 Baik : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan kurang percaya diri kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan

2 Cukup : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relative lebih lama menyelesaikan suatu tugas 1 Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu

mendemonstrasikan sesuai prosedur 0 Gagal : Bila langkah kerja tidak dilakukan

NO. KOMPONEN PENILAIAN

4 3 2 1 0

A. Persiapan:

1.Sarana cuci tangan disiapkan 2.Air bersih yang mengalir

3.Sabun sebaiknya dalam bentuk cair 4.Handuk kecil

5.Kuku dijaga selalu pendek

6.Cincin, gelang perhiasan dan jam tangan harus dilepas

(13)

B. Prosedur:

1.Basahi tangan setinggi pertengahan lengan bawah dengan air mengalir 2.Taruh sabun di bagian telapak tangan

yang telah basah. Buat busa secukupnya tanpa percikan

3.Gerakan cuci tangan terdiri atas  Gosok kedua telapak tangan

 Gosok telapak tangan kanan diatas punggung tangan kiri dan sebaliknya  Gosok kedua telapak tangan dengan

jari saling mengait

 Gosok kedua ibu jari dengan cara menggenggam dan memutar

 Gosok pergelangan tangan

 Proses berlangsung selama 10-15 detik

 Bilas kembali dengan air sampai bersih

 Keringkan tangan dengan handuk atau tisu sekali pakai

 Matikan kran dengan kertas atau tisu  Pada cuci tangan aseptik/bedah

diikuti larangan permukaan yang tidak steril

(14)

DAFTAR TILIK

PENGATURAN POSISI KLIEN DI TEMPAT TIDUR

POSISI DORSAL RECUMBEN

A Pengertian Mengatur klien dalam posisi telentang dengan kedua tungkai ditekuk, sedikit diregangkan dan kedua telapak kaki menapak pada kasur

B Kegunaan 1. Memberikan rasa nyaman

2. Memudahkan pemeriksaan seperti pemeriksaan touché rectal, touché vagina, palpasi perut

3. Memudahkan pelaksanaan tindakan seperti [enyadapan air kemih, irigasi vagina dan partus

C Indikasi 1. Klien pada pemerikasaan gynecology/ urology 2. Klien pada pengobatan uretra dan kandung

kemih

3. Klien yang sedang melahirkan

Nilailah setiap kinerja yang di amati menggunakan skala sebagai berikut:

4 Sangat baik : Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan teknik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu yang efisien 3 Baik : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan

kurang percaya diri kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan

2 Cukup : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang

(15)

diperlukan relative lebih lama menyelesaikan suatu tugas

1 Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur

0 Gagal : Bila langkah kerja tidak dilakukan

NO. KOMPONEN PENILAIAN

0 1 2 3 4 1. Persiapan: a. Tempat Tidur b. Bantal 2-3 c. Guling 2. a. Mempersiapkan alat-alat b. Mempersiapkan klien

c. Memberitahu klien dan mengobservasi kondisi umum

d. Mencuci tangan

e. Klien menekuk kedua tungkai, diregangkan sedikit dan menapakkan kedua telapak kaki pada kasur

f. Merapikan klien

g. Merapikan tempat tidur h. Mencuci tangan

(16)

DAFTAR TILIK

PENGATURAN POSISI KLIEN DI TEMPAT TIDUR

POSISI FOWLER

A Pengertian Membantu mengubah posisi klien ke posisi setengah duduk

B Jenis Posisi 1. Low fowler/ Semi fowler

Posisi setengah didik dimana kepala dan dada menbentuk sudut 15-45 derajat

2. High fowler

Posisi duduk dimana kepala dan dada membentuk 90 derajat

Pada posisi fowler ini lutut dapat ditekuk atau tanpa ditekuk

B Kegunaan 4. Memberikan rasa nyaman 5. Memberikan mobilisasi

6. Memberi perasaan lega pada klien yang sesak nafas

7. Memberikan perawatan, misal nya dalam pemberian makan

8. Memperlancar keluar nya cairan, misalnya pada klien dengan pemasangan WSD pasca operasi

C Indikasi 4. Klien yang sesak nafas

5. Pasca operasi (hidung, strauma, thorax, perut) bilakeadaan umum baik atau sudah sadar betul

D Hal Yang Harus Diperhatikam

1. Keadaan umum klien selama bekerja/ member tindakan

(17)

2. Pada Klien yang harus tidur lama dengan ini pasang sandaran kaki untuk mencegah kaki drop

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut:

4 Sangat baik : Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan teknik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu yang efisien 3 Baik : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan

kurang percaya diri kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan

2 Cukup : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relative lebih lama menyelesaikan suatu tugas

1 Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur

0 Gagal : Bila langkah kerja tidak dilakukan

NO. KOMPONEN PENILAIAN

0 1 2 3 4

1. Persiapan:

d. Tempat Tidur

e. 3 Buah bantal (sesuai kebutuhan) f. Sandaran kaki (jika diperlukan) g. Sandaran punggung (jika diperlukan)

2. i. Mengucapkan salam dan menjelaskan pada keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan dan tujuan

(18)

j. Observasi kondisi klien

k. Mencuci tangan dan memberitahu klien

l. Klien dipinggirkan menjauhi tenaga kesehatan. m. Pegang daerah pinggul dan lengan kemudian

miringkan mendekati tenaga kesehatan.

n. Letakkan bantal di bawah kepala klien untuk mensejajarkan kepala dam leher pada bagian dada

o. Berikan posisi fleksi pada pundak dan lengan bagian bawah, posisi ini membuat klien lebih nyaman dan sirkulasi lancar

p. Letakkan bantal pada tangan untuk menyangga tangan dan memberi rasa nyaman

q. Salah satu kaki (bagian atas) ditekuk dan diletakkan bantal di sela kaki untuk menopang kaki yang di tekuk

r. Bila posisi ini perlu dipertahankan lama dapat diletakkan bantal pada punggung sebagai penopang

s. Merapikan tempat tidur t. Mencuci tangan

(19)

DAFTAR TILIK

PENGATURAN POSISI KLIEN DI TEMPAT TIDUR

POSISI KNEE CHEST

A Pengertian Posisi klien dengan sikap menungging, kedua kaki ditekuk, dada menempel pada kasur

B Kegunaan Memudahkan pemeriksaan daerah rectum dan sigmoid untuk membantu merubah letak kepala, pada klien hamil dengan presentasi bokong C Indikasi 6. Klien pada yang memerlukan tindakan

sigmoidoscopy, rectoscopy

7. Klien yang hamil dengan presentasi bokong D Hal yang harus

diperhatikan

1. Jangan terlalu lama klien pada posisi ini, sehingga melelahkan klien

2. Setiap mengawali tindakan membaca basmalah dan mengakhiri nya dengan hamdalah

Nilailah setiap kinerja yang di amati menggunakan skala sebagai berikut:

4 Sangat baik : Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan teknik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu yang efisien 3 Baik : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan

kurang percaya diri kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan

2 Cukup : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relative lebih lama menyelesaikan

(20)

suatu tugas

1 Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur

0 Gagal : Bila langkah kerja tidak dilakukan

NO. KOMPONEN PENILAIAN

0 1 2 3 4

1. Persiapan:

a. Tempat Tidur khusus pemeriksaan kebidanan

b. Selimut/ kain penutup

2. a. Klien diberitahu dan diberi penjelasan tentang posisi tersebut

b. Bantal disingkirkan atur posisi menungging

(21)

PENGATURAN POSISI KLIEN DI TEMPAT TIDUR

POSISI LATERAL (MIRING)

A Pengertian Membantu mengubah posisi dari satu posisi ke posisi miring dengan menekuk paha dan lutut ke arah depan

B Kegunaan 1. Memudahkan perawatan

2. Memudahkan pengaliran secret / mucus dari mulut/ke kerongkongan

3. Mencegah tekanan pada sacrum dan tumit pada klien yang berbaring di tempat tidur C Indikasi 1. Klien yang terlalu lama berbaring di satu

posisi

2. Untuk memenuhi kebutuhan klien dalam hal makan, menggosok gigi, mandi dengan berbaring di tempat tidur

3. Klien yang mengalami gangguan sensorik dan motorik

4. Klien yang salah satu sisi nya tidak boleh tertekan/ tertindih

Nilailah setiap kinerja yang di amati menggunakan skala sebagai berikut:

4 Sangat baik : Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan teknik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu yang efisien 3 Baik : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan

kurang percaya diri kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan

(22)

kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relative lebih lama menyelesaikan suatu tugas

1 Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur

0 Gagal : Bila langkah kerja tidak dilakukan

NO. KOMPONEN PENILAIAN

0 1 2 3 4

1. Persiapan:

a. Tempat Tidur

b. 3 Buah bantal (sesuai kebutuhan)

c. Sandaran kaki (jika diperlukan) 2. a. Mengucapkan salam dan

menjelaskan pada keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan dan tujuan

b. Observasi kondisi klien

c. Mencuci tangan dan memberitahu klien

d. Klien dipinggirkan menjauhi tenaga kesehatan.

e. Pegang daerah pinggul dan lengan kemudian miringkan mendekati tenaga kesehatan.

f. Letakkan bantal di bawah kepala klien untuk mensejajarkan kepala dam leher pada bagian dada

(23)

g. Berikan posisi fleksi pada pundak dan lengan bagian bawah, posisi ini membuat klien lebih nyaman dan sirkulasi lancar

h. Letakkan bantal pada tangan untuk menyangga tangan dan memberi rasa nyaman

i. Salah satu kaki (bagian atas) ditekuk dan diletakkan bantal di sela kaki untuk menopang kaki yang di tekuk j. Bila posisi ini perlu dipertahankan

lama dapat diletakkan bantal pada punggung sebagai penopang

k. Merapikan tempat tidur l. Mencuci tangan

(24)

DAFTAR TILIK

PENGATURAN POSISI KLIEN DI TEMPAT TIDUR

POSISI LITHOTOMI

A Pengertian Membaringkan klien telentang dengan kedua paha diangkat dan ditekuk ke arah perut, tungkai bawah membentuk sudut 90 derajat terhadap paha

B Kegunaan 1. Memudahkan pemasangankan AKDR

2. Memudahkan pemeriksaan genetalia 3. Memudahkan persalinan

C Indikasi 1. Klien pada yang memerlukan tindakan gynecoliogy

2. Klien pada pemeriksaan kandung kemih Nilailah setiap kinerja yang di amati menggunakan skala sebagai berikut:

4 Sangat baik : Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan teknik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu yang efisien 3 Baik : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan

kurang percaya diri kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan

2 Cukup : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relative lebih lama menyelesaikan suatu tugas 1 Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu

mendemonstrasikan sesuai prosedur 0 Gagal : Bila langkah kerja tidak dilakukan

(25)

NO. KOMPONEN PENILAIAN

0 1 2 3 4

1. Persiapan:

h. Tempat Tidur khusus pemeriksaan kebidanan

i. Selimut/ kain penutup 2. u. Mempersiapkan alat-alat

v. Mempersiapkan klien

w. Klien berbaring telentang, pakaian bawah dibuka

x. Kedua kaki ditekuk dan dibantu oleh tenaga kesehatan untuk meletakkan pada penahan lutut

(26)

DAFTAR TILIK

PENGATURAN POSISI KLIEN DI TEMPAT TIDUR

POSISI PRONE

A Pengertian Membantu mengubah posisi dari suatu posisi miring dengan menekuk paha dan lutut ke arah depan

B Kegunaan 1. Memudahkan perawatan

2. Memudahkan pengaliran secret/ mucus dari rongga mulut→kerongkongan

3. Mencegah tekanan pada sacrum dan tumit pada klien yang berbaring di tempat tidur C Indikasi 1. Pada klien yang terlalu lama berbaring pada

satu posisi

2. Untuk memenuhi kebutuhan klien dalam hal makan, menggosok gigi, mandi dengan berbaring di tempat tidur

3. Pada klien yang mengalami gangguan pada sensorik dan motorik

(27)

boleh tertindih/ tertekan

Nilailah setiap kinerja yang di amati menggunakan skala sebagai berikut:

4 Sangat baik : Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan teknik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu yang efisien 3 Baik : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan

kurang percaya diri kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan

2 Cukup : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relative lebih lama menyelesaikan suatu tugas 1 Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu

mendemonstrasikan sesuai prosedur 0 Gagal : Bila langkah kerja tidak dilakukan

NO. KOMPONEN PENILAIAN

0 1 2 3 4

1. Persiapan:

a. Tempat Tidur

b. 3 Buah bantal (sesuai kebutuhan) c. Sandaran kaki (jika diperlukan)

2. d. Mengucapkan salam dan

menjelaskan pada keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan dan tujuan

e. Menjelaskan kepada klien tentang tindakan yang akan dilakukan dan

(28)

tujuannya f. Mencuci tangan

g. Klien diposisi kan menjauh dari tenaga kesehatan.

h. Pegang daerah pinggul dan lengan, kemudian miringkan mendekati tenaga kesehatan i. Letakkan bantal di bawah kepala

klien untuk mensejajarkan kepala dan leher pada bagian dada j. Berikan posisi fleksi pada puncak

dan lengan bagian bawah, posisi ini membuat klien lebih nyaman dan sirkulasi lancar

k. Letakkan bantal pada lengan untuk menyangga tangan dan memberikan rasa nyaman

l. Salah satu kaki klien (bagian atas) ditekuk dan diletakkan bantal di sela kaki untuk menopang kaki yang di tekuk

m. Bila posisi ini perlu dipertahankan lama, dapat diletakkan bantal pada punggung sebagai ponapang

n. Merapikan tempat tidur o. Mencuci tangan

(29)

DAFTAR TILIK

PENGATURAN POSISI KLIEN DI TEMPAT TIDUR

POSISI SIMS

A Pengertian Membantu mengubah posisi setengah telungkup dengan salah satu kaki ditekuk kea rah depan B Kegunaan a. Memudahkan dalam melakukan huknah

dan pemeriksaan di daerah perineum b. Memudahkan pengaliran cairan dari

rongga mulut/ kerongkongan

c. Mengurangi tekanan pada tulang belakang dan trochanter mayor (tonjolan pada panggul dan paha)

C Indikasi d. Klien yang tidak sadar

e. Klien paralyse, hemiplegie atau hemiparise

(30)

klisma

g. Klien yang akan manjalani pemeriksaan pada perineal

h. Wanita hamil

i. Klien yang berbaring terlalu lama pada satu posisi

Nilailah setiap kinerja yang di amati menggunakan skala sebagai berikut:

4 Sangat baik : Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan teknik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu yang efisien 3 Baik : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan

kurang percaya diri kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan

2 Cukup : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relative lebih lama menyelesaikan suatu tugas

1 Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur

0 Gagal : Bila langkah kerja tidak dilakukan

NO. KOMPONEN PENILAIAN

0 1 2 3 4

1. Persiapan:

(31)

k. 3 Buah bantal (sesuai kebutuhan) l. Sandaran kaki (jika diperlukan) 2. m. Mengucapkan salam dan

menjelaskan pada keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan dan tujuan

n. Observasi kondisi klien o. Mencuci tangan

p. Letakkan bantal di bawah kepala, kecuali bila pengaliran cairan dari rongga mulut, bantal diatur agar lebih rendah.

q. Letakkan tangan klien bagian bawah di samping dan jauh dari tubuh.

r. Letakkan bantal di antara dada dan perut serta antara tangan bagian atas dengan alas tempat tidur untuk menyokong dan memberikan rasa nyaman pada klien

s. Letakkan bantal untuk menyokong bagian antara abdomen dengan pelvis antara paha bagian atas dengan alas tempat tidur

t. Letakkan penopang pada kaki klien seperti kantong berisi pasir atau gulungan kain di kaki bagian bawah

u. Merapikan tempat tidur v. Mencuci tangan

(32)

DAFTAR TILIK

PENGATURAN POSISI KLIEN DI TEMPAT TIDUR

POSISI TRENDELENBURG

A Pengertian Mengatur posisi klien dimana bagian kepala lebih rendah dari pada kaki/ badan

B Jenis Posisi 1. Modified trendelenburg

a. Pengertian : Posisi dengan bagian kaki lebih tinggi dari bagian kepala

b. Kegunaan :

1. Memperlancar peredaran darah ke otak

2. Memudahkan jalannya operasi daerah perut

3. Mengalirkan sekresi saluran pernafasan

(33)

pemeriksaan 2. Reserved trendelenburg

Pengertian : Posisi dengan bagian kaki lebih rendah dari bagian kepala

Kegunaan :

1. Meningkatkan sirkulasi arteri pada bagian kaki

2. Mengurangi sesak nafas (bila posisi fowler tidak memungkinkan)

C Indikasi a. Klien dalam keadaan syok

b. Klien dengan tekanan darah rendah c. Klien dengan pembedahan daerah perut d. Klien dengan pemeriksaan tertentu seperti

Bronchoscopy

Nilailah setiap kinerja yang di amati menggunakan skala sebagai berikut:

4 Sangat baik : Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan teknik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu yang efisien 3 Baik : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan

kurang percaya diri kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan

2 Cukup : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relative lebih lama menyelesaikan suatu tugas

1 Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur

(34)

0 Gagal : Bila langkah kerja tidak dilakukan

NO. KOMPONEN PENILAIAN

0 1 2 3 4

1. Persiapan:

a. 2 potong balok yang sama tinggi untuk meninggikan kaki tempat tidur atau tempat tidur yang bisa dinaikkan pada bagian kaki b. Bantal 2-3

2. c. Mempersiapkan alat-alat d. Mempersiapkan klien

e. Memberitahu klien dan mengobservasi kondisi umum

f. Mencuci tangan

g. Memasang balok pada kedua kaki tertentu atau menaikkan kaki tertentu

h. Meletakkan bantal di bawah kaki klien

i. Merapikan klien j. Mencuci tangan

(35)

MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR TERTUTUP

Nilailah setiap Kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut: a. 0 : Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.

b. 1 : Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur.

c. 2 : Cukup : langkah klinik dilakukan dengan bantuan,kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif lebih lama menyelesaikan suatu tugas.

d. 3 : Baik : langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawbkan .

e. 4 : Sabgat baik : langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

(36)

No ASPEK YANG DINILAI

Nilai 1 Mencuci tangan

2 Mempersiapkan alat dengan meletakkan alat-alat tenun yang sudah dilipat dan disusun diatas meja bersih

3 Memasang alas kasur dan mengikatkan tali-talinya kearah dalam pada rangka tempat tidur pada tiap sudut

4 Meletakkan laken dengan lipatan memanjang yang menentukan garis tengahnya ditengah-tengah tempat tidur

5 Memasukkan laken pada bagian kepala kurang lebih 25 cm dibawah kasur kemudian dibuat sudut.

6 Memasukkan laken pada bagian kaki kurang lebih 25 cm dibawah kasur dan dibuat sudut.

Jika laken tidak sesuai ukurannya maka masukkanlah bagian kepala lebih banyak dari pada bagian kaki

7 Masukkan laken bagian sisi ke bawah kasur (sisi tempat perawat berdiri)

8 Meletakkan perlak melintang kurang lebih 50cm dari garis kasur bagian kepala, demikian juga steak laken, dan masukkan sama-sama ke bawah kasur

9 Meletakkan bovenlaken secara terbalik dengan jahitan lebar di bagian kepala mulai garis kasur, masukkan bagian kaki ke bawah kasur

10 Meletakkan selimut kurang lebih 25 cm dari garis kasur bagian kepala dan masukkan bagian kaki ke bawah kasur

11 Melipat bovenlaken bagian atas tepat diatas garis selimut

12 Memasukkan bantal kedalam sarungnya dan meletakkan bantal dengan bagian tertutup ke jurusan pintu

(37)

14 Mencuci tangan Jumlah:

MENYIAPAKAN TEMPAT TIDUR TERBUKA

Nilailah setiap Kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut: a. 0 : Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.

b. 1 : Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur.

c. 2 : Cukup : langkah klinik dilakukan dengan bantuan,kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif lebih lama menyelesaikan suatu tugas.

d. 3 : Baik : langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawbkan .

4 : Sangat baik : langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO ASPEK YANG DINILAI

(38)

1 Mencuci tangan

2 Mempersiapkan alat dengan meletakkan alat-alat tenun yang sudah dilipat dan disusun diatas meja bersih

3 Memasang alas kasur dan mengikatkan tali-talinya kearah dalam pada rangka tempat tidur pada tiap sudut

4 Meletakkan laken dengan lipatan memanjang yang menentukan garis tengahnya ditengah-tengah tempat tidur

5 Memasukkan laken pada bagian kepala kurang lebih 25 cm dibawah kasur kemudian dibuat sudut.

6 Memasukkan laken pada bagian kaki kurang lebih 25 cm dibawah kasur dan dibuat sudut.

Jika laken tidak sesuai ukurannya maka masukkanlah bagian kepala lebih banyak dari pada bagian kaki

7 Masukkan laken bagian sisi ke bawah kasur (sisi tempat perawat berdiri)

8 Meletakkan perlak melintang kurang lebih 50cm dari garis kasur bagian kepala, demikian juga steak laken, dan masukkan sama-sama ke bawah kasur

9 Meletakkan bovenlaken secara terbalik dengan jahitan lebar di bagian kepala mulai garis kasur, masukkan bagian kaki ke bawah kasur

10 Meletakkan selimut kurang lebih 25 cm dari garis kasur bagian kepala dan masukkan bagian kaki ke bawah kasur

11 Melipat bovenlaken bagian atas tepat diatas garis selimut

12 Memasukkan bantal kedalam sarungnya dan meletakkan bantal dengan bagian tertutup ke jurusan pintu

13 Mencuci tangan

(39)

MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR PASCA BEDAH

Nilailah setiap Kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut: a. 0 : Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.

b. 1 : Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur.

c. 2 : Cukup : langkah klinik dilakukan dengan bantuan,kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif lebih lama menyelesaikan suatu tugas.

d. 3 : Baik : langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawbkan .

e. 4 : Sangat baik : langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO ASPEK YANG DINILAI

NILAI 1 Baca Basmallah

2 Mencuci tangan

(40)

yang sudah dilipat dan disusun diatas meja bersih 4 Memasang alas kasur dan mengikatkan tali-talinya

kearah dalam pada rangka tempat tidur pada tiap sudut 5 Meletakkan laken dengan lipatan memanjang yang

menentukan garis tengahnya ditengah-tengah tempat tidur

6 Memasukkan laken pada bagian kepala kurang lebih 25 cm dibawah kasur kemudian dibuat sudut

7 Memasukkan laken pada bagian kaki kurang lebih 25 cm dibawah kasur dan dibuat sudut.

Jika laken tidak sesuai ukurannya maka masukkanlah bagian kepala lebih banyak dari pada bagian kaki 8 Masukkan laken bagian sisi ke bawah kasur (sisi

tempat perawat berdiri)

9 Meletakkan perlak melintang kurang lebih 50cm dari garis kasur bagian kepala, demikian juga steak laken, dan masukkan sama-sama ke bawah kasur

10 Meletakkan bovenlaken secara terbalik dengan jahitan lebar di bagian kepala mulai garis kasur, masukkan bagian kaki ke bawah kasur

11 Meletakkan selimut kurang lebih 25 cm dari garis kasur bagian kepala dan masukkan bagian kaki ke bawah kasur

12 Melipat bovenlaken bagian atas tepat diatas garis selimut

13 Memasukkan bantal kedalam sarungnya dan meletakkan bantal dengan bagian tertutup ke jurusan pintu

14 Mnyelesaikan sisi yang lain seperti sisi yang tadi

(41)

bagian kepala

16 Meletakkan buli-buli panas diatas laken bagian kaki, diarahkan mulut buli-buli kearah pinggir tempat tidur 17 Memasang selimut tambahan hingga menutup seluruh

permukaan tempat tidur

18 Mengangkat buli-buli panas sebelum pasien dibaringkan setelah kembali dari kamar bedah

19 Mencuci tangan 20 Hamdallah

MENGGANTI ALAT TENUN DENGAN KLIEN DIATASNYA

Nilailah setiap Kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut: a. 0 : Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.

b. 1 : Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur.

c. 2 : Cukup : langkah klinik dilakukan dengan bantuan,kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif lebih lama menyelesaikan suatu tugas.

d. 3 : Baik : langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawbkan .

e. 4 : Sangat baik : langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

(42)

FASE PRE INTERAKSI

1 Membaca catatan keperawatan 2 Mencuci tangan

3 Mempersiapkan alat FASE ORIENTASI 4 Mengucap salam

5 Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan 6 Basmallah

7 Memberi kesempatan kepada klien untuk bertanya 8 Menutup sampiran

FASE KERJA

1. 7Mengenakan sarung tangan bersih

2. Memindahkan alat perlengkapan milik klien yang ada di tempat tidur

3. 8Membantu klien tidur miring menjauhi perawat, dengan memperhatikan KU klien

4. 9Melepas laken, perlak, steak laken dengan menggulungnya kearah punggung klien ,bagian kotor berada dalam gulungan

5. 1 0

Menggulung linen bersih ke tengah tempat tidur , dan meletakkannya dibelakang pungung klien

6. 1 1

Klien dibantu untuk membalikkan posisi kehadapan perawat dengan melewati gulungan linen bersih tersebut

7. 1 2

Melepas laken dan selimut penutup, melipatnya dan meletakkannya pada ember

8. 1 3

Semua linen kotor diambil kemudian dimasukkan ke dalam tempat kain kotor. Gulungan linen bersih dibentangkan, dirapikan dengan memasukkan sisa-sisa linen pada sisi tempat tidur ke bawah kasur 9. 1

4

Klien dikembalikan pada posisi supinasi (posisi nyaman)

(43)

5

memakaikannya 11. 1

6

Melepas bantal dengan hati-hati sambil menyangga kepala klien

12. 1 7

Melepas sarung bantal yang kotor dan menggantikannya dengan yang bersih

13. 1 8

Membantu klien tidur dengan posisi yang nyaman

FASE TERMINASI 1 Rapikan alat

2 Evaluasi respon klien 3 Cuci tangan

4 Dokumentasikan tindakan dan hasil observasi yang dilakukan pada catatan keperawatan

5 Hamdallah

MEMANDIKAN KLIEN DIATAS TEMPAT TIDUR

Nilailah setiap Kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut: a. 0 : Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.

b. 1 : Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur.

c. 2 : Cukup : langkah klinik dilakukan dengan bantuan,kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif lebih lama menyelesaikan suatu tugas.

d. 3 : Baik : langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawbkan .

e. 4 : Sangat baik : langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

(44)

NO ASPEK YANG DINILAI

Nilai Fase Pre Interaksi

Basmallah

1 lihat kembali rencana memandikan 2 Cuci tangan

3 Siapkan alat Fase Orientasi

4 Ucapkan salam dan jelaskan tujuan dan prosedur dilakukan tindakan,

Serta kontrak waktu Fase Kerja

5 Tinggikan tempat tidur jika perlu 6 Tutup pintu dan sampiran

7 Ganti selimut dengan selimut mandi 8 Tanggalkan baju klien

9 Cuci bagian muka , telinga, leher letakkan handuk dibawah kepala klien

bersihkan mata dari cantus dalam ke cantus luar menggunakan waslap, dan tidak diberi sabun

penggunaan sabun muka disesuaikan dengan kebiasaan klien, kemudian dibilas dan dikeringkan

bersihkan daun telinga menggunakan waslap dan sabun bersihkan leher menggunakan waslap dan sabun

10 Cuci lengan klien:

letakkan handuk dibawah lengan klien yang jauh dari perawat dan meninggikan lengan dengan cara memegang bagian siku , kemudian mencuci lengan dari pergelangan tangan ke ketiak, bilas dengan air bersih lalu dikeringkan.

(45)

11 Mencuci dada dan perut klien

Miringkan klien kearah membelakangi perawat, lalu letakkan handuk besar melintang di bawah punggung klien

Kembalikan klien pada posisi supine

turunkan selimut mandi hingga batas atas pubis,

cuci dada hingga perut menggunakan waslap dan sabun

bilas dada dan perut dengan air bersih, stlh selesai dikeringkan. 12 Mencuci punggung

Miringkan pasien membelakangi perawat

Cuci dengan sabun, bilas dan keringkan punggung sampai pantat Massage punggung dapat dilakukan pada tahap ini

13 Oleskan lotion atau baby oil pada bagian-bagian penonjolan tulang Jika terdapat luka decubitus, oleskan antiseptik

14 Mencuci kaki

Membuka selimut mandi 1 sisi kaki (mulai dari bagian kaki yang terjauh dari perawat)

Letakkan handuk dibawah kaki yang akan dicuci Cuci dengan sabun, bilas dan keringkan

Cuci kaki yang satu dengan cara yang sama. 15 Mencuci genitalia

Buka selimut mandi hingga didaerah pubis Atur klien pada posisi litotomi

Cuci organ genital dengan sabun, bilas dengan air bersih dan keringkan

Kembalikan pada posisi supinasi, 16 Bantu klien memakai baju bersih

Fase Terminasi 17 Rapikan alat

18 Evaluasi respon klien terhadap tindakan 19 Ucapkan salam

(46)

20 Cuci tangan 21 Dokumentasikan Hamdallah Jumlah skor DAFTAR TILIK VULVA HYGIENE

Nilailah setiap kinerja yang di amati menggunakan skala sebagai berikut: 4 Sangat baik : Langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat

sesuai dengan teknik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu yang efisien

3 Baik : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan kurang percaya diri kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan

2 Cukup : Langkah klinik dilakukan dengan bantuan kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relative lebih lama menyelesaikan suatu tugas

(47)

1 Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur

0 Gagal : Bila langkah kerja tidak dilakukan

NO. KOMPONEN PENILAIAN

4 3 2 1 0

A. Persiapan:

1. Kom steril berisi cairan sublimat (300-500 ml)

2. Forcep steril dan kapas daper 3. Kassa

4. Bed pad/ pispot 5. Alas tahan air 6. Sarung tangan 7. Sampiran

B. Prosedur:

1. Mengucapkan salam

2. Melakukan evaluasi / validasi

3. Menjelaskan pada pasien tindakan yang akan dilakukan 4. Menanyakan persetujuan dan kesiapan pasien

5. Mencuci tangan 6. Mempersiapkan alat

7. Meletakkan alas dibawah bokong pasien

8. Meletakkan bed pan/ pispot dibawah bokong pasien 9. Letakkan pengalas tahan air dibawah bokong pasien 10 Mengatur posisi pasien, yaitu posisi dorsal recumbent

dengan lutut fleksi dan kedua kaki direntangkan 11 Menyelimuti pasien kecuali daerah perineum/ parineal 12 Membersihkan area vulva dengan menggunakan

(48)

daerah non dominan membuka labia mayora. Tangan dominan dengan memegang forcep dan kapas

sublimat membersihkan area vulva dari klitoris ke anus, lakukan satu arah.

13 Mengeringkan dengan kasa kering dengan cara yang sama seperti membersihkan vulva

14 Merapikan klien dan mengembalikan pasien ke posisi nyaman

15 Merapikan peralatan 16 Mengevaluasi respon klien

17 Mendokumentasikan tindakan dan respon pasien

MERAWAT KUKU

Nilailah setiap Kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut: a. 0 : Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.

b. 1 : Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur.

c. 2 : Cukup : langkah klinik dilakukan dengan bantuan,kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif lebih lama menyelesaikan suatu tugas.

d. 3 : Baik : langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawbkan .

(49)

e. 4 : Sangat baik : langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO ASPEK YANG DINILAI Nilai

Fase Pre Interaksi

1 lihat catatan keperawatan 2 Persiapkan alat:

Gunting kuku Sikat kuku Bengkok 2 buah Kom berisi air hangat Lisol

Aceton dan kapas Sabun

Handuk

Perlak dan alas 3 Cuci tangan

Fase Orientasi 4 Ucapkan salam

5 Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan serta kontrak waktu 6 Dekatkan alat

Fase Kerja 7 Atur posisi pasien 8 Pasang perlak dan alas

9 Bila ada cat kuku bersihkan dengan kapas aceton 10 Rendam dalam air hangat

jari tangan 1-2 menit jari kaki 2-3 menit

(50)

11 Jika kuku kotor bersihkan dengan sabun dan sikat kuku 12 Angkat jari tangan/kaki, lalu keringkan dengan handuk 13 Letakkan jari tangan/kaki diatas bengkok

14 Kuku dipotong menurut lengkung kuku

15 masukkan alat yang sudah dipakai kedalam bengkok berisi lisol Rapikan pasien

Fase Terminasi

16 Evaluasi respon klien terhadap tindakan Rapikan alat 17 Cuci tangan 18 Dokumentasikan tindakan Jumlah skor MERAWAT RAMBUT Nama Mahasiswa : NIM :

Nilailah setiap Kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut: a. 0 : Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.

b. 1 : Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur.

c. 2 : Cukup : langkah klinik dilakukan dengan bantuan,kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif lebih lama menyelesaikan suatu tugas.

(51)

d. 3 : Baik : langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawbkan .

e. 4 : Sangat baik : langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO ASPEK YANG DINILAI Nilai

Fase Orientasi 1 Mengucapkan salam

2 Memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan 3 Menjelaskan langkah prosedur

4 Melakukan kontrak waktu dan menanyakan persetujuan klien 5 Menjaga privasi klien

Fase Kerja

6 Memakai celemek dan handscoen

7 Menyiapkan pasien: Menutup badan klien dengan selimut mandi 8 Mengatur posisi pasien secara diagonal menyilang tempat tidur* 9 Mengangkat bantal dari kepala klien

10 Meletakkan perlak dan handuk dibawah kepala klien

11 Memasang plastik talang dari bawah kepala, kesamping bawah menuju ember

Meletakkan ember diatas kain pel

12 Menutup dada dengan handuk sampai leher

13 Menutup mata klien dengan kassa lembap dan lubang telinga dengan kapas

14 Menuangkan air pelan-pelan dari pangkal sampai ke seluruh rambut

(52)

16 Memijit kulit kepala dan menggosok sampai berbusa

17 Memutar kepala pada sisi yang lain agar semua kulit kepala bersih, dan menambah air bila perlu

18 Menuangkan air hangat secukupnya diatas rambut untuk membilas rambut dan kulit kepala

19 Menggesek rambut diatara jari-jari untuk emamstikan bahwa rambut benar-benar bersih

20 Memperhatikan kelelahan klien 21 Melepas talang

22 Mengeringkan rambut, telinga, leher dan wajah dengan handuk 23 Membungkus kepala dengan handuk

24 Jika handuk dibawah kepala klien basah/lembab, diganti dengan yang kering

25 Melepas perlak dan selimut mandi

26 Membantu klien duduk jika memungkinkan

27 Menyisir rambut, mengeringkan rambut dengan alat pengering rambut (Jika ada)

28 Membereskan alat, memasang kembali selimut dan membantu klien ke posisi yang nyaman

Fase Terminasi

29 Evaluasi respon klien terhadap tindakan 30 Cuci tangan

31 Dokumentasikan intervensi yang telah dilakukan, termasuk shampo, keadaan rambut, kulit kepala serta reaksi klien

(53)

PENGUKURAN TTV

Nilailah setiap Kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut: a. 0 : Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.

b. 1 : Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur.

c. 2 : Cukup : langkah klinik dilakukan dengan bantuan,kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif lebih lama menyelesaikan suatu tugas.

(54)

d. 3 : Baik : langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawbkan .

4 : Sangat baik : langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO ASPEK PENILAIAN Nilai

A. FASE ORIENTASI

1. Mengucapkan salam & memperkenalkan diri Baca Basmallah

2. Menjelaskan tujuan prosedur

3. Menanyakan persetujuan klien untuk dilakukan tindakan

B. FASE KERJA

4. Memasang tirai / penutup

5. Mengatur posisi klien semifowler / supine 6. Mencuci tangan

7. Memakai sarung tangan

8. Membersihkan aksila yang lebih jauh dengan tissue, pasang termometer dan letakkan tangan klien menyilang di atas dada

9. Menggulung lengan baju bagian atas pada lengan yang akan dilakukan pengukuran tekanan darah

10. Melakukan palpasi arteri brachialis, memasang manset 2.5 cm diatas arteri brachialis

11. Meletakkan diafragma stetoskop diatas arteri brachialis 12. Memompa manset sampai tekanan 30 mmHg diatas titik

dimana denyut tidak terdengar

13. Membuka katup dan membiarkan air raksa turun secara perlahan, tentukan tekanan sistolik dan diastolik

(55)

14. Menghitung nadi selama satu menit penuh

15. Menghitung pernafasan selama satu menit penuh 16. Mengangkat termometer lalu membaca hasilnya

17. Mencuci termometer dengan air sabun, desinfektan dari arah pangkal ke ujung termometer ( reservoir ). Kemudian dengan air bersih dari ujung ke pangkal 18. Mengeringkan termometer dan menurunkan suhunya

C. FASE TERMINASI

19. Merapikan klien dan alat

20. Melepaskan sarung tangan dan mencuci tangan 21. Mengevaluasi respon klien

22. Mengucapkan salam Baca Hamdallah

23 Mendokumentasikan hasil pemeriksaan TOTAL

PEMBERIAN OBAT

Nilailah setiap Kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut: a. 0 : Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.

b. 1 : Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur.

c. 2 : Cukup : langkah klinik dilakukan dengan bantuan,kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif lebih lama menyelesaikan suatu tugas.

(56)

d. 3 : Baik : langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawbkan .

e. 4 : Sangat baik : langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT

Fase Orientasi 1 Mengucapkan salam

2 Memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan Baca Basmallah

3 Menjelaskan langkah prosedur

4 Melakukan kontrak waktu dan menanyakan persetujuan klien 5 Menjaga privasi klien

Fase Kerja 6 Mencuci tangan

7 Memakai sarung tangan 8 Mengatur posisi klien 9 Memasang pengalas 10 Mendekatkan alat

A. Injeksi Intramuskuler (IM) Menentukan area penyuntikan

Melakukan desinfeksi pada area yang ditentukan

Melepaskan tutup jarum dengan menggunakan teknik satu tangan Masukkan jarum kedalam muskulo dengan sudut 900 dengan tangan yang tidak dominan meregangkan atau mencubit sekitar area penyuntikan (disebutkan)*

Mengaspirasi dan mengobservasi jika ada darah yang masuk ke dalam spuit*

(57)

Memasukkan obat pelan-pelan

Mencabut jarum sambil menekan tempat tusukan dengan kapas alkohol. Massage bagian tsb

Mengobservasi adanya perdarahan superfisial Menutup jarum dengan teknik satu tangan Mengambil perlak dan pengalas

Melepas sarung tangan

Mengembalikan klien pada posisi yang nyaman Merapikan pasien

B. Injeksi Intracutan (IC) Menentukan area penyuntikan

Melakukan desinfeksi pada area yang ditentukan

Melepaskan tutup jarum dengan menggunakan teknik satu tangan Memasukkan jarum dengan sudut 150, dengan tangan yang tidak dominan meregangkan area sekitar penyuntikan*

Memasukkan obat pelan-pelan sampai tampak bulatan menonjol Menarik jarum dan jangan melakukan masage. Tandai bulatan yang menonjol dengan pena

Menutup jarum dengan teknik satu tangan Mengambil perlak dan pengalas

Melepas sarung tangan

Mengembalikan klien pada posisi yang nyaman Merapikan pasien

C. Injeksi Subkutan (SC)

Menentukan area penyuntikan

Melakukan desinfeksi pada area yang ditentukan

Melepaskan tutup jarum dengan menggunakan teknik satu tangan

Memasukkan jarum dengan sudut 450, dengan tangan yang tidak dominan meregangkan area sekitar penyuntikan

(58)

Memasukkan obat pelan-pelan

Mencabut jarum sambil menekan tempat tusukan. Massage bagian tsb kecuali kontraindikasi

Menutup jarum dengan teknik satu tangan Melepas sarung tangan

Mengembalikan klien pada posisi yang nyaman Merapikan pasien

D. Pemberian Obat Melalui Rektum/ Supositoria Cuci tangan.

Menjelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan.

Menggunakan Sarung Tangan

Membantu klien pada posisi Sim, jaga agar hanya pada bagian anus saja yang terbuka

Keluarkan supositoria dari bungkusnya, lumasi ujung supositoria dan tangan yang dominan dengan dengan jely atau pelumas larut air

Minta klien tarik nafas dalam dengan perlahan melalui mulut agar spingter anus relaksasi*

Retraksi bokong dengan tangan tidak dominan. Masukka supositoria dengan perlahan melalui anus melalui sfingter internal dan kearah dinding rektum, 10 cm pada dewasa 5 cm pada anak dan bayi*.

menganjurkan klien untuk menahan ±15 menit agar obat tidak keluar sehingga bereaksi optimal

melepas sarung tangan Dekontaminasi alat Fase Terminasi

12 Mengevaluasi respon klien 13 Membereskan alat

(59)

14 Mencuci tangan 15 Mengucap salam

16 Mendokumentasikan tindakan yang telah dilakukan Baca Hamdallah

Total

PEMASANGAN KATETERISASI

Nilailah setiap Kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut: a. 0 : Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.

b. 1 : Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur.

(60)

c. 2 : Cukup : langkah klinik dilakukan dengan bantuan,kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif lebih lama menyelesaikan suatu tugas.

d. 3 : Baik : langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawbkan .

e. 4 : Sangat baik : langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO ASPEK YANG DINILAI NILAI

Pada laki-laki 1 Mengucapkan salam

2 Memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan 3 Baca Basmallah

4 Menjelaskan langkah prosedur

5 Melakukan kontrak waktu dan menanyakan persetujuan klien 6 Menjaga privasi klien

7 Memasang sampiran

8 Menanggalkan pakaian bagian bawah

9 Memasang selimut mandi, perlak dan pengalas bokong. 10 Menyiapkan posisi klien

11 Meletakkan dua bengkok diantara tungkai pasien 12 Mencuci tangan dan memakai sarung tangan 13 Memegang penis dengan tangan kiri

14 Menarik preputium sedikit ke pangkalnya, kemudian membersihkanya dengan kapas

15 Mengambil kateter, ujungnya di beri vaselin 20 cm

(61)

penis diarahkan ke atas, jika kateter tertahan jangan di paksakan. Usahakan penis lebih di keataskan, sedikit dan pasien di anjurkan menarik nafas panjang dan memasukkan kateter perlahan-lahan sampai urine keluar sedalam 5 – 7,5 cm dan selanjutnya dimasukkan lagi kurang lebih 3 cm,

kemudian menampung urine kedalam botol steril bila diperlukan untuk pemeriksaan.

17 SeSetelah kateter masuk, isi balon dengan cairan aquades atau sejenisnya untuk kateter menetap, dan bila intermiten tarik kembali ambil pasien diminta menarik napas dalam.

18 Sambung kateter dengan kantung penampung dan viksasi

kearah atas paha/abdomen

19 Rapikan alat.

20 Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

Baca Hamdallah

21 C Catat prosedur dan respon pasien.

o Hari tanggal dan jam pemasangan kateter

o Tipe dan ukuran kateter yang digunakan

o Jumlah, warna, bau urine dan kelainan-kelainan

lain yang ditemukan

o Nama terang dan tanda tangan pemasang

PPaPada Wanita

1 Mengucapkan salam

2 Memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan 3 Baca Basmallah

4 Menjelaskan langkah prosedur

5 Melakukan kontrak waktu dan menanyakan persetujuan klien 6 Menjaga privasi klien

(62)

8 Menanggalkan pakaian bagian bawah

9 Memasang selimut mandi, perlak dan pengalas bokong. 10 Menyiapkan posisi klien

11 Meletakkan dua bengkok diantara tungkai pasien 12 Mencuci tangan dan memakai sarung tangan 13 L Lakukan vulva higyene dengan kapas DTT

14 M Mengambil kateter lalu ujungnya diberi faseline 3-7 cm

15 Membuka labia mayora dengan menggunakan jari telunjuk dan ibu jari tangan kiri sampai terlihat meatus uretra, Masukkan kateter kedalam uretra kira-kira 10 cm secara perlahan-lahan dengan menggunakan pinset sampai urine keluar. Masukkan Cairan Nacl/aquades 20-30 cc atau sesuai ukuran yang tertulis di kateter. Tarik sedikit kateter. Apabila pada saat ditarik kateter terasa tertahan berarti kateter sudah masuk pada kandung kemih

16 Lepaskan duk, sambungkan kateter dengan urine bag. Lalu ikat disisi tempat tidur

17 Fiksasi kateter pada bagian sisi dalam paha klien 18 Klien dirapikan kembali

19 Al Alat dirapikan kembali 20 Men cuci tangan

21 Baca Hamdallah

22 Catat prosedur dan respon pasien.

o Hari tanggal dan jam pemasangan kateter

o Tipe dan ukuran kateter yang digunakan

o Jumlah, warna, bau urine dan kelainan-kelainan

lain yang ditemukan

(63)

PEMERIKSAAN FISIK HEAD TO TOE

Nilailah setiap Kinerja yang diamati menggunakan skala sebagai berikut: a. 0 : Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan.

(64)

b. 1 : Kurang : Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu mendemonstrasikan sesuai prosedur.

c. 2 : Cukup : langkah klinik dilakukan dengan bantuan,kurang terampil atau kurang cekatan dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif lebih lama menyelesaikan suatu tugas.

d. 3 : Baik : langkah klinik dilakukan dengan bantuan, kurang percaya diri, kadang-kadang tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat dipertanggungjawbkan .

e. 4 : Sangat baik : langkah klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan tehnik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu efisien.

NO ASPEK YANG DINILAI NILAI

1 Mengucapkan salam

2 Memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan 3 Baca Basmallah

4 Menjelaskan langkah prosedur

5 Melakukan kontrak waktu dan menanyakan persetujuan klien

6 Menjaga privasi klien 7 Memasang sampiran

8 Lakukan pemeriksaan dengan berdiri di sebelah kanan klien dan pasang handschoen bila di perlukan.

9 Pemeriksaan umum meliputi : penampilan umum, status mental dan nutrisi

10 Kesadaran, tingkah laku, ekspresi wajah, mood. (Normal : Kesadaran penuh, Ekspresi sesuai, tidak ada menahan nyeri/ sulit bernafas)

11 Tanda-tanda stress/ kecemasan (Normal :)Relaks, tidak ada tanda-tanda cemas/takut.

(65)

12 Jenis kelamin ,Usia dan Gender

13 TB, BB ( Normal : BMI dalam batas normal)

14 Kebersihan Personal (Normal : Bersih dan tidak bau) 15 Cara berpakaian (Normal : Benar/ tidak terbalik) 16 Postur dan cara berjalan

17 Bentuk dan ukuran tubuh

18 Cara bicara. (Relaks, lancer, tidak gugup)

19 Evaluasi dengan membandingkan dengan keadaan normal

20 Dokumentasikan hasil pemeriksaaa Pemeriksaan kulit dan kuku

21In Inspeksi : kebersihan, warna, pigmentasi,lesi/perlukaan,

pucat, sianosis, dan ikterik.

Normal: kulit tidak ada ikterik/pucat/sianosis.

22 Palpasi : kelembapan, suhu permukaan kulit, tekstur,

ketebalan, turgor kulit, dan edema.

Normal: lembab, turgor baik/elastic, tidak ada edema. Setelah diadakan pemeriksaan kulit dan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal, dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.

23 I Inspeksi: kebersihan, bentuk, dan warna kuku

Normal: bersih, bentuk normaltidak ada tanda-tanda jari tabuh (clubbing finger), tidak ikterik/sianosis.

Palpasi : ketebalan kuku dan capillary refile (

pengisian kapiler ).

Normal: aliran darah kuku akan kembali < 3 detik.

setelah diadakan pemeriksaan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal,

(66)

dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.

P Pemeriksaan kepala, wajah, mata, telinga, hidung, mulut dan leher

Posisi klien : duduk , untuk pemeriksaan wajah sampai dengan leher perawat berhadapan dengan klien

P Pemeriksaan kepala:

24In Inspeksi : ukuran lingkar kepala, bentuk, kesimetrisan,

adanya lesi atau tidak, kebersihan rambut dan kulit kepala, warna, rambut, jumlah dan distribusi rambut. Normal: simetris, bersih, tidak ada lesi, tidak menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi(rambut jagung dan kering)

Palpasi : adanya pembengkakan/penonjolan, dan

tekstur rambut.

Normal: tidak ada penonjolan /pembengkakan, rambut lebat dan kuat/tidak rapuh.

setelah diadakan pemeriksaan kepala evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal, dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat.

Pemeriksaan wajah:

25 Inspeksi : warna kulit, pigmentasi, bentuk, dan

kesimetrisan.

Normal: warna sama dengan bagian tubuh lain, tidak pucat/ikterik, simetris.

Palpasi : nyeri tekan dahi, dan edema, pipi, dan

(67)

Normal: tidak ada nyeri tekan dan edema.

setelah diadakan pemeriksaan wajah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal, dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.

Pp pemeriksaan mata:

26 Inspeksi : bentuk, kesimestrisan, alis mata, bulu mata,

kelopak mata, kesimestrisan, bola mata, warna konjunctiva dan sclera (anemis/ikterik), penggunaan kacamata / lensa kontak, dan respon terhadap cahaya. Normal: simetris mata kika, simetris bola mata kika, warna konjungtiva pink, dan sclera berwarna putih.

P Pemeriksaan telinga :

27 Inspeksi : bentuk dan ukuran telinga, kesimetrisan,

integritas, posisi telinga, warna, liang telinga (cerumen/tanda-tanda infeksi), alat bantu dengar.

Normal: bentuk dan posisi simetris kika, integritas kulit bagus, warna sama dengan kulit lain, tidak ada tanda-tanda infeksi, dan alat bantu dengar.

Palpasi : nyeri tekan aurikuler, mastoid, dan tragus

Normal: tidak ada nyeri tekan.

setelah diadakan pemeriksaan telinga evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal, dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.

(68)

28 Inspeksi: hidung eksternal (bentuk, ukuran, warna, kesimetrisan), rongga, hidung (lesi, sekret, sumbatan, pendarahan), hidung internal (kemerahan, lesi, tanda2 infeksi)

Normal: simetris kika, warna sama dengan warna kulit lain, tidak ada lesi, tidak ada sumbatan, perdarahan dan tanda-tanda infeksi.

Palpasi dan Perkusi frontalis dan,

maksilaris (bengkak, nyeri, dan septum deviasi) Normal: tidak ada bengkak dan nyeri tekan.

Se telah diadakan pemeriksaan hidung dan sinus evaluasi hasil yang di dapat dengan membandingkan dengan keadaan normal, dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut

Pemeriksaan Mulut dan Gigi:

29I Inspeksi dan palpasi struktur luar: warna mukosa

mulut dan bibir, tekstur, lesi, dan stomatitis.

Normal: warna mukosa mulut dan bibir pink, lembab, tidak ada lesi dan stomatitis

Inspeksi dan palpasi strukur dalam: gigi

lengkap/penggunaan gigi palsu, perdarahan/ radang gusi, kesimetrisan, warna, posisi lidah, dan keadaan langit2.

Normal: gigi lengkap, tidak ada tanda-tanda gigi berlobang atau kerusakan gigi, tidak ada perdarahan atau radang gusi, lidah simetris, warna pink, langit2 utuh dan tidak ada tanda infeksi.

Gigi lengkap pada orang dewasa berjumlah 36 buah, yang terdiri dari 16 buah di rahang atas dan 16 buah di rahang bawah. Pada anak-anak gigi sudah mulai tumbuh

(69)

pada usia enam bulan. Gigi pertama tumbuh dinamakan gigi susu di ikuti tumbuhnya gigi lain yang disebut gigi sulung. Akhirnya pada usia enam tahun hingga empat belas tahun, gigi tersebut mulai tanggal dan dig anti gigi tetap.

Pada usia 6 bulan gigi berjumlah 2 buah (dirahang bawah), usia 7-8 bulan berjumlah 7 buah (2 dirahang atas dan 4 dirahang bawah), usia 9-11 bulan berjumlah 8 buah(4 dirahang atas dan 4 dirahang bawah), usia 12-15 bulan gigi berjumlah 12 buah (6 dirahang atas dan 6 dirahang bawah), usia 16-19 bulan berjumlah 16 buah (8 dirahang atas dan 8 dirahang bawah), dan pada usia 20-30 bulan berjumlah 20 buah (10 dirahang atas dan 10 dirahang bawah)

setelah diadakan pemeriksaan mulut dan bibir evaluasi hasil yang di dapat dengan membandingkan dengan keadaan normal, dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut

Pemeriksaan leher:

30 I Inspeksi leher:warna integritas, bentuk simetris.

Normal: warna sama dengan kulit lain, integritas kulit baik, bentuk simetris, tidak ada pembesaran kelenjer gondok.

Inspeksi dan auskultasi arteri karotis: lokasi

pulsasi

Normal: arteri karotis terdengar.

Inspeksi dan palpasi kelenjer tiroid (nodus/difus,

pembesaran, batas, konsistensi, nyeri, gerakan/perlengketan pada kulit), kelenjer limfe (letak, konsistensi, nyeri, pembesaran), kelenjer parotis (letak,

Referensi

Dokumen terkait

Penatalaksanaan pasien sewaktu dilakukan rekonstruksi pada maksila harus sesuai prosedur dengan teknik bedah yang tepat dan perawatan pasca bedah yang baik untuk mencegah

Kebijakan dan prosedur harus ditetapkan, dan proses pendukung dan langkah-langkah teknis diterapkan, untuk deteksi tepat waktu kerentanan dalam aplikasi yang dimiliki

1. Peserta didik belum memahami dengan baik prosedur atau langkah-langkah melakukan teknik dasar passing bawah bolavoli. Peserta didik belum melakukan gerakan teknik dasar

didalam belanga (badeng) Setiap cara atau langkah yang diambil dalam.. benar tepat dan efisien. Karena apabila produk ikan pindang sudah. mengalami kerusakan / pembusukan maka

Dengan demikian perlu dilakukan penelitian tentang Pengaruh Kecemasan dan Depresi Pada Mahasiswa Praktik Klinik Kebidanan Terhadap Prestasi Praktik Klinik Kebidanan mahasiswa

 Prosedur perawatan peralatan dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen dengan benar dan efisien dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak

Pengoperasian Alat Medik adalah langkah-langkah yang dilakukan agar alat dapat difungsikan dengan benar sesuai dengan prosedur, dengan pengoperasian alat medis

fraud dapat dilakukan dengan membuat prosedur yang tepat dalam perusahaan.. karena hal ini merupakan langkah awal untuk mencegah fraud. Prosedur yang tepat tidak