MANUAL MUTU AKADEMIK STIKES NAHDLATUL ULAMA TUBAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NAHDATUL ULAMA TUBAN
MANUAL MUTU AKADEMIK
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NAHDLATUL ULAMA TUBAN
Kode dokumen : DS.MMA.X.2016
Revisi : I
Tanggal : 19 Oktober 2016
Di susun oleh :
Ketua Pusat Jaminan Mutu “DAMAI”
Sunanita., S.Kep., Ns., M.Kes NIK. 45115025
Di setujui oleh :
Ketua Stikes NU Tuban
Dr. H. Miftahul Munir., SKM., M.Kes., DIE NIP. 197104121997031009
Manual Mutu Akademik 1 KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga penyususnan buku pedoman system penjaminan mutu STIKES NU Tuban dapat terselesaikan. Shalawat dan salam atas Rasulallah dan keluarganya. Serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Merujuk undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Higher Education Long Term Strategy (HELTH) 2003 - 1010, dan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pelaksanaan penjaminan mutu di perguruan tinggi merupakan kegiatan yang
wajib dilakukan. Sehingga penjaminan mutu perguruan
tinggi (Quality Assurance) sesuatu yang tidak dapat diabaikan lagi oleh perguruan tinggi.
Buku ini memberikan pedoman kepada semua unit kerja dilingkungan STIKES NU Tuban dalam menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan posisinya. Karena didalamanya memuat ketentuan umum tentang standar baik penjaminan mutu pada delapan standar minimal yang dijalankan oleh STIKES NU dan tiga standar tambahan.
Manual Mutu Akademik 2
Tiada gading yang tak retak, memberikan ibarat bahwa dalam penyusunan buku pedoman ini tentunya masih banyak ditemukan kekurangan dan keslahan. Sehingga masukan berupa kritik dan saran sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesempurnaan buku pedoman ini dimasa yang akan datang.
Terima kasih, Semoga bermanfaat.
Ketua Pusat Penjaminan Mutu “DAMAI” STIKES Nahdlatul Ulama Tuban
Manual Mutu Akademik 3 DAFTAR ISI Sampul Depan Kata Pengantar ... 1 Daftar Isi ... 3 BAB 1 Pendahuluan ... 4
BAB 2 Ketentuan Umum ... 7
BAB 3 Standar Mutu ... 23
BAB 4 Standar Identitas Stikes NU Tuban... 30
BAB 5 Standar Isi Stikes NU Tuban ... 40
BAB 6 Standat Proses Pembelajaran ... 51
BAB 7 Standart Kompetensi Lulusan Stikes NU Tuban ... 78
BAB 8 Standart Dosen dan Tenaga Kependidikan Stikes Nu Tuban... 92
BAB 10 Standar Prasarana dan Sarana Stikes NU Tuban ... 117
BAB 11 Standar Pengelolaan Stikes NU Tuban ... 122
BAB 12 Standar Penilaian Pendidikan ... 123
BAB 13 Proses Penetapan Standart Mutu ... 124
Daftar Pustaka ... 140 Lampiran
Manual Mutu Akademik 4 BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003 - 1010, dan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pelaksanaan penjaminan mutu di perguruan tinggi merupakan kegiatan yang wajib dilakukan. Sehingga penjaminan mutu perguruan tinggi (Quality Assurance) sesuatu yang tidak dapat diabaikan lagi oleh perguruan tinggi. Hal ini disebabkan oleh berbagai tantangan pendidikan tinggi yang antara lain: (1) pengaruh intervensi global dan liberalisasi pendidikan; (2) permasalahan makro nasional seperti: ekonomi, politik, moral dan budaya; (3) globalisasi, keterbukaan, demokrasi, rasionalisasi berpikir, budaya persaingan; (4) peran perguruan tinggi membentuk masyarakat madani; (5)
rendahnya daya saing lulusan dalam tingkat
nasional/internasional dan sebagainya.
Sehubungan dengan persoalan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan perundang-undangan yang
Manual Mutu Akademik 5
mendorong peningkatan kualitas pendidikan diIndonesia. Undang-undang Sisdiknas nomor 20 Tahun 2003 menegaskan: pengendalian dan evaluasi mutu pendidikan harus dilakukan, baik terhadap program maupun terhadap institusi pendidikan secara berkelanjutan. Begitu pula dalam peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 dijelaskan bahwa penetapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) untuk mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Dengan demikian, penetapan manajemen mutu pada pendidikan tiinggi merupakan suatu keharusan.
Visi STIKES NU Tuban ialah Menjadikan lembaga pendidikan kesehatan unggulan dan berkarakter islami yang mampu berkompetisi secara global tahun 2025. Dalam upaya mewujudkan Visi tersebut STIKES NU Tuban memiliki Misi sebagai berikut (1) Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran secara profesional dibidang kesehatan sesuai dengan standar kompetensi, (2) Mengembangkan kompetensi civitas akademika dalam penelitian, pengabdian masyarakat berdasarkan IPTEK dan IMTAQ, (3) Meningkatkan kualitas
tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan dan (4)
Manual Mutu Akademik 6
organisasi/institusi dalam lingkup regional, nasional dan global.
Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM-PT) adalah proses yang menetapkan dan pemenuhan standar mutu
pengelolaan pendidikan tinggi secara konsisten dan
berkelanjutan sehingga stakeholders (mahasiswa, orang tua, dunia kerja, pemerintah dosen tenaga penunjang serta pihak lain yang berkepentingan) memperoleh kepuasan. SPM-PT secara sinergi dilaksanakan oleh lembaga internal, Berdasarkan beberapa hal tersebut diatas, Pusat Jaminan Mutu (PJM) “DAMAI” STIKES NU Tuban perlu membuatkan buku pedoman system penjaminan mutu.
1.2Tujuan
Buku Pedoman SPM-STIKES NU Tuban menjadikan landasan bagi pelaksanaan system penjaminan mutu internal pendidikan di STIKES NU Tuban
1.3Sasaran
Semua unit kerja dilingkungan STIKES NU Tuban
Manual Mutu Akademik 7 BAB II
KETENTUAN UMUM
2.1Pengertian Sistem Penjaminan Mutu Internal STIKES NU Tuban
Kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi diperguruan tinggi oleh perguruan tinggi (internally driven), untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi secara berkelanjutan (continuous improve-ment). Dalam arti bahwa SPM-STIKES NU Tuban dilaksanakan dan diawasi secara mandiri oleh semua unit/komponen kerja yang ada di STIKES NU Tuban melalui Pusat Jaminan Mutu.
2.2Pusat Jaminan Mutu STIKES NU Tuban
Bagian unit kerja didalam institusi STIKES NU Tuban, yang bertanggung jawab langsung kepada Ketua Stikes.
2.3Landasan hukum Pusat Jaminan Mutu STIKES NU Tuban Keputusan Ketua STIKES NU Tuban
2.4Visi Pusat Jaminan Mutu STIKES NU Tuban
Mengutamakan budaya mutu pada setiap unit layanan pendidikan.
Manual Mutu Akademik 8 2.5Misi Pusat Jaminan Mutu STIKES NU Tuban
1. Mengoptimalkan setiap unit untuk mengembangkan dan
menerapkan system manajemen mutu.
2. Mengembangkan dan menerapkan system monitoring dan
evaluasi.
2.6Tujuan Pusat Penajamina Mutu STIKES NU Tuban
1. Mengimplemantasikan sistem penjaminan mutu internal
secara konsisten dan berkelanjutan dalam rangka penyelenggara Tri Dharma Perguruan Tinggi.
2. Menghasilkan dokumen SPMI dan seperangkat yang
diperlukan dalam rangka implementasi SPMI.
3. Membantu manajemen yang ada di STIKES NU Tuban
untuk mengukur kinerja secara lebih sistematis dan mengelola semua proses Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih baik.
4. Membantu pencapaian tingkat Akreditasi Institusi dan
Program Studi sesuai dengan kebijakan SPMI dan Renstra yang diterapkan STIKES NU Tuban.
5. Menghasilkan standart, dokumen, dan rambu-rambu SPMI.
6. Membantu manajemen yang ada di STIKES NU Tuban
Manual Mutu Akademik 9
mengelola semua proses Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih baik.
2.7Tugas Pusat Jaminan Mutu Quality Assurance) STIKES NU Tuban
1. Menyiapkan data dari semua unit kerja yang ada di STIKES NU Tuban
2. Merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan
SPM-STIKES NU Tuban
3. Menyusun dokumen-dokumen mutu dan perangkat yang
diperlukan dalam rangka pelaksanaan SPM-STIKES NU Tuban
4. Melakukan koordinasi pelaksanaan SPM-STIKES NU
Tuban
5. Memantau, menilai, mengaudit dan mengevaluasi
pelaksanaan SPM-STIKES NU Tuban
6. Melakukan kajian - kajian terhadap pelaksanaan
penjaminan mutu pada unit kerja dan menyampaikan hasil kajiannya kepada ketua Stikes, dengan tembusan sebagai masukan untuk Senat STIKES NU Tuban
7. Menyiapkan sumberdaya manusia yang kompeten
melaksanakan penjaminan mutu, maupun penilaian penjaminan mutu (auditor internal) di STIKES NU Tuban
Manual Mutu Akademik 10 2.8Fungsi Pusat Jaminan Mutu STIKES NU Tuban
1. Memberikan informasi dan konsultasi terkait kegiatan pada unit kerja di STIKES NU Tuban
2. Pusat Jaminan Mutu bertanggungjawab menyelenggarakan sistem penjaminan mutu secara keseluruhan di STIKES NU Tuban dan mencapai indikator - indikator kinerja sesuai target yang telah ditetapkan.
3. Mengembangkan system penjaminan mutu yang
berkelanjutan (Continuous Quality Improvement) di
STIKES NU Tuban
4. Memberikan layanan konsultasi, pendampingan dan
kerjasama dalam bidang penjaminan mutu perguruan tinggi.
5. Mengembangkan sistem informasi penjaminan mutu yang adaptif dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
2.9Organisasi Pusat Jaminan Mutu STIKES NU Tuban
Pusat Jaminan Mutu Damai adalah Bagian unit kerja didalam institusi STIKES NU Tuban, yang bertanggung jawab langsung kepada Ketua Stikes. Bertugas penyelenggaraan sistem penjaminan mutu diSTIKES NU Tuban, guna mencapai indikator kinerja yang telah ditetapkan untuk kurun waktu
Manual Mutu Akademik 11
tertentu. Sistem penjaminan mutu dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat STIKES, Prodi dan Unit Penunjang (perpustakaan, laboratorium).
Pada tingkat Stikes dipimpin oleh seorang Kepala Badan dengan dibantu oleh seorang Sekretaris, serta Unit Tugas Pusat Jaminan Mutu yaitu suatu tim yang dibentuk oleh Kepala Badan untuk suatu penugasan tertentu (Struktur Organisasi Lihat Gambar 1). Kepala Pusat Jaminan Mutu bertanggung jawab langsung kepada Ketua, serta berkoordinasi dengan para Pembantu Ketua dan pimpinan unit-unit kerja dalam pelaksanaan penjaminan mutu STIKES NU Tuban.
Pusat Jaminan Mutu Damai diangkat dan diberhentikan oleh Ketua Stikes untuk masa jabatan tiga tahun dan dapat diangkat kembali untuk maksimal 2 (dua) kali masa jabatan berikutnya. Pada tingkatan Prodi, organ yang terlibat dalam
penjaminan mutu adalah Ketua program Studi
diimplementasikan sebagai bagian dari tupoksi Kaprodi, dengan dibantu oleh Sekprodi dan dosen - dosen yang ditunjuk dari setiap Program Studi. Mekanisme serupa berlaku pula untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) di STIKES NU Tuban, dengan diketuai oleh Kepala unit kerja yang bersangkutan.
Manual Mutu Akademik 12 STRUKTUR ORGANISASI PJM DAMAI
STIKES NU TUBAN
Gambar 1 Struktur Organisasi Pusat Jaminan Mutu DAMAI
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
Senat Stikes NU Tuban
Ir. H. Noor Nahar Hussein, MSi
Ketua Stikes NU Tuban
Dr. H. Miftahul Munir, SKM., M.Kes., DIE
Ketua PJM “DAMAI”
Sunanita, S.Kep., M.Kes
Sekretaris
Li’il Muslihatin Faiza, S.Kep., Ns
Ka. Akreditasi
(Puket I)
Nurus Safa’ah, S.Kep., Ns., M.Kes
Ka. Monev
(Puket II) Muntari, SKM., MM
Ka. Pengolahan Data
Milad Kamalil, S.Kep., Ns
UJM Prodi Ners
UJM D3 Kebidanan
Manual Mutu Akademik 13 2.10 Mekanisme Sistem Penjaminan Mutu Internal STIKES
NU Tuban
2.10.1 Sistem Penjaminan Mutu Berkelanjutan STIKES NU Tuban
Upaya peningkatan mutu secara terus menerus yang dilakukan di STIKES NU Tuban diharapkan akan menumbuhkan budaya mutu sehingga akan tercapai peningkatan standar yang berkelanjutan (continous quality improvement). Salah satu model manajemen kendali mutu yang dapat digunakan adalah model PDCA (Plan, Do, Check, Action), yang menghasilkan pengembangan yang berkelanjutan (continuous improvement) atau kaizen mutu perguruan tinggi. Model manajemen kendali mutu berbasis PDCA, dapat digambarkan sebagai berikut:
Manual Mutu Akademik 14
Gambar 2 Manajemen Kendali Mutu Berbasis PDCA
Beberapa prinsip yang harus melandasi pola pikir dan pola tindak semua pelaku manajemen kendali mutu berbasis PDCA adalah:
1. Quality first
Semua pikiran dan tindakan pengelola perguruan tinggi harus memrioritaskan mutu
2. Stakeholder-in
Semua pikiran dan tindakan pengelola perguruan tinggi harus ditujukan pada kepuasan para pemangku kepentingan (internal dan eksternal)
Manual Mutu Akademik 15
3. The next process is our stakeholders
Setiap orang yang menjalankan tugasnya dalam proses pendidikan pada PT harus menganggap orang lain yang menggunakan hasil pelaksanaan tugasnya tersebut sebagai pemangku kepentingan yang harus dipuaskan. 4. Speak with data
Setiap pengambilan keputusan/ kebijakan dalam proses pendidikan pada PT seyogianya didasarkan pada analisis data, bukan berdasarkan pada asumsi atau rekayasa
5. Upstream management
Setiap pengambilan keputusan / kebijakan dalam proses pendidikan pada PT seyogianya dilakukan secara partisipatif dan kolegial, bukan otoritatif
Sedangkan untuk proses peningkatan mutu secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3 Skema Peningkatan Mutu STIKES NU Tuban
Monitoring oleh unit Kebijakan & standart Pelaksanaan kerja Evaluasi diri oleh unit kerja Standar Baru Peningkatan Mutu Rumusan Koreksi Audit oleh UJM
Manual Mutu Akademik 16 2.10.2 Manajemen Kendali Mutu dalam SPMI-STIKES NU
Tuban
Gambar 4 Bagan Manajemen Kendali Mutu dalam
SPMI-STIKES NU Tuban
2.10.3 Menuju Pemenuhan Penjaminan Mutu STIKES NU Tuban
SPM-STIKES NU Tuban dilakukan atas dasar Penjaminan Mutu Internal (PMI), Penjaminan Mutu Eksternal (PME), dan Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED) yang dikaitkan dengan perijinan penyelenggaraan program studi.
Manual Mutu Akademik 17
PMI- STIKES NU Tuban adalah penjaminan mutu
yang dilakukan oleh STIKES NU Tuban (internally
driven). Sistem beserta parameter dan metoda yang dilakukan untuk mengukur hasil ditetapkan oleh STIKES NU Tuban dengan mengacu pada visi dan misi STIKES NU Tuban dan berdasarkan pada pemenuhan Standar Nasional Pendidikan. PME-STIKES NU Tuban adalah penjaminan mutu yang dilakukan oleh badan akreditasi seperti BAN-PT atau lembaga lain dengan cara yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi yang melakukan. Lembaga akreditasi mewakili masyarakat sehingga sifatnya mandiri. Penjaminan mutu eksternal ini yang menghasilkan akreditasi wajib dilakukan oleh program studi seperti yang diatur dalam Undang-Undang Sisdiknas. EPSBED adalah bentuk pengawasan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dilakukan oleh pemerintah, sesuai dengan amanah Undang-Undang Sisdiknas, dan dikaitkan dengan izin penyelenggaraan program studi.
Dokumen ini terutama menuju pada Pemenuhan Penjaminan Mutu Internal, STIKES NU Tuban yang sejak dari awal berdirinya komit pada mutu, melekatkan tugas ini pada tugas struktural. Sejalan dengan perkembangannya
Manual Mutu Akademik 18
dan sesuai dengan harapan dari pemerintah, maka di samping Senat Akademik dalam Pusat Jaminan Mutu STIKES NU Tuban terdapat Senat Akademik dan Unit Jaminan Mutu.
2.10.4 Sasaran Penjaminan Mutu Internal STIKES NU Tuban Sasaran Penjaminan Mutu Internal STIKES NU Tuban, Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Pasal 2: (1) Lingkup SNP, menjalankan Delapan macam standar minimal wajib meliputi:
1. Standar isi 2. Standar proses
3. Standar kompetensi lulusan
4. Standar pendidik dan tenaga kependidikan 5. Standar sarana dan prasarana
6. Standar pengelolaan
7. Standar pembiayaan
8. Standar penilaian pendidikan.
Sedangkan melampaui secara kuantitatif berarti STIKES NU Tuban menambahkan sejumlah standar selain delapan standar minimal yang dijabarkan dalam visi STIKES NU Tuban, misalnya:
Manual Mutu Akademik 19
1. Standar identitas 2. Standar penelittian
3. Standar pengabdian kepada masyarakat
4. Standar sistem informasi 5. Standar kerjasama 6. Standar kesejahteraan 7. Standar kebersihan 8. Standar lainnya
2.10.5 Perangkat Sistem Penjaminan Mutu STIKES NU Tuban
1. Visi, misi, dan tujuan
2. Kebijakan
3. Renstra
4. Renop dan Anggaran
5. Peraturan dan Prosedur (SOP)
6. Laporan
7. Audit
Manual Mutu Akademik 20 2.10.6 Proses Penjaminan Mutu STIKES NU Tuban
Untuk menjamin bahwa pelaksanaan kegiatan akademik dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan oleh organisasi, STIKES NU Tuban mengatur melalui tahap-tahap sebagai berikut:
1. Tahap pertama, berdasarkan visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan STIKES NU Tuban tersebut diatas, senat menetapkan kebijakan dan standar.
2. Tahap kedua, berdasarkan kebijakan dan standar yang telah ditetapkan, pimpinan STIKES NU Tuban menyusun renstra yang berisi rencana kerja untuk kurun waktu 3 tahun. Penyusunan renstra dilakukan melalui pembahasan pimpinan STIKES NU Tuban dengan pimpinan Program Studi, Unit Pelayanan Teknis (UPT) terkait. Pengesahan renstra dilakukan oleh Senat STIKES NU Tuban dan Pengurus Yayasan.
3. Tahap ketiga, berdasarkan renstra yang telah disahkan oleh Senat STIKES NU Tuban dan Pengurus Yayasan, Pimpinan STIKES NU Tuban bersama Pimpinan Program Studi, UPT terkait menyusun renop dan anggaran yang berisi rencana kerja secara lebih rinci untuk kurun waktu 1 tahun. Pengesahan renop dan
Manual Mutu Akademik 21
anggaran bidang akademik dilakukan oleh Senat pimpinan Program Studi, UPT terkait dan Pengurus Yayasan.
4. Tahap keempat, berdasarkan renop yang telah disahkan
oleh Senat STIKES NU Tuban dan Pengurus Yayasan NU, STIKES NU Tuban dengan pimpinan Program Studi, UPT terkait menyusun standar operasional kegiatan akademik. Pengesahan standar akademik ini dilakukan oleh Ketua STIKES NU Tuban
5. Tahap kelima, berdasarkan renop dan standar
operasional yang telah disahkan, pimpinan Program Studi, UPT terkait, menyusun ketentuan dan peraturan akademik serta Standard Operating Procedure (SOP) agar dapat menjadi pedoman pelaksanaan di Program Studi, UPT terkait.
6. Tahap keenam, secara periodik (minimal setiap
semester) Pimpinan Program Studi, UPT terkait. membuat laporan pelaksanaan kegiatan akademik beserta realisasi anggarannya.
7. Tahap ketujuh, berdasarkan laporan pelaksanaan
kegiatan yang telah dilakukan oleh pimpinan Program Studi, UPT terkait, Ketua Stikes melakukan evaluasi
Manual Mutu Akademik 22
dengan meminta UPT Penjaminan Mutu (UPT-JM) melakukan audit. Laporan hasil audit oleh UPT-JM akan diserahkan ke Ketua Stikes dengan tembusan pimpinan Program Studi, UPT terkait. Laporan hasil audit dan rekomendasi UPT-JM akan dijadikan dasar oleh Ketua Stikes dengan tembusan pimpinan Program
Studi, UPT terkait melakukan tindak lanjut
penyelesaian atau untuk menjadi bahan pertimbangan
dalam penyempurnaan kebijakan, standar, dan
peraturan/SOP dimasa mendatang.
Manual Mutu Akademik 23 BAB III
STANDAR MUTU
3.1Pengertian Standar Mutu STIKES NU Tuban Standar Mutu adalah:
1. Pernyataan berisi kriteria untuk menetapkan dan/atau mengevaluasi mutu dari suatu hal (mis: mutu program studi, mutu dosen, mutu lulusan).
2. Pernyataan berisi jabaran/rincian karakteristik dari suatu hal (mis: kompetensi lulusan dan kualifikasi dosen).
3. Pernyataan berisi perintah untuk melakukan sesuatu. 4. Pernyataan tentang sesuatu yang harus terjadi atau cita-cita
atau ide
5. Standar Mutu STIKES NU Tuban adalah Pernyataan berisi
kriteria untuk menetapkan dan/atau mengevaluasi mutu dari suatu hal (misalnya: mutu program studi, mutu dosen, mutu lulusan) di STIKES NU Tuban.
Contoh:
a. Paling lambat pada tahun 2020 tercapai rasio dosen dan mahasiswa sebesar 1:20
b. Setiap dosen pada perguruan tinggi X paling lambat pada tahun 2018 harus telah memiliki:
Manual Mutu Akademik 24
1) Setiap dosen gelar minimal magister
2) Setiap dosen jabatan akademik minimal asisten ahli 3) Setiap dosen memiliki sertifikat dosen
3.2 Jumlah Standar Mutu STIKES NU Tuban
Tidak ada jumlah ideal standar mutu dalam SPMI, SPMI- STIKES NU Tuban, berlandaskan pada PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan 8 (delapan) standar mutu yang wajib, yaitu:
1. Standar isi 2. Standar proses
3. Standar kompetensi lulusan
4. Standar pendidik dan tenaga kependidikan 5. Standar sarana dan prasarana
6. Standar pengelolaan
7. Standar pembiayaan
8. Standar penilaian pendidikan
STIKES NU Tuban menambah jumlah standar minimum dengan cara:
1. Menambah jumlah standar secara horizontal sehingga 8 menjadi 12 atau 15 atau lebih. Misal standar penelitian ilmiah, kesejahteraan, kerjasama, sistem informasi
Manual Mutu Akademik 25
2. Menambah jumlah standar secara vertikal yaitu 8 standar di atas dielaborasi lebih rinci menjadi beberapa standar turunan. Misal standar sarana dan prasarana dijabarkan menjadi standar kebersihan dan standar pemeliharaan. Sedangkan melampaui secara kuantitatif berarti STIKES NU Tuban menambahkan sejumlah standar selain delapan standar minimal yang dijabarkan dad visi perguruan tinggi, misalnya:
1. Standar identitas 2. Standar penelittian
3. Standar pengabdian kepada masyarakat
4. Standar sistem informasi 5. Standar kerjasama 6. Standar kesejahteraan 7. Standar kebersihan 8. Standar lainnya
3.3Penetapan Standar STIKES NU Tuban
Terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam penetapan standar, yaitu:
1. Standar adalah penjabaran visi, misi, dan tujuan perguruan tinggi
Manual Mutu Akademik 26
2. Kepatuhan pada peraturan perundang-undangan yang
relevan dengan bidang pendidikan tinggi
3. Kesesuaian standar dengan kebutuhan, tuntutan atau
harapan pemangku kepentingan. Untuk mengetahui hal tersebut perlu dilakukan studi pelacakan (tracer study) 3.3.1 Teknik Perumusan Standar
1. Perumusan standar menggunakan kata kerja yang dapat
diukur, contoh menetapkan, membuat, menyusun, merancang, dan hindari kata kerja yang tidak dapat diukur, contoh memahami, merasakan
2. Rumusan standar harus memenuhi unsur:
3. Audience 4. Behavior 5. Competence 6. Degree
Contoh Perumusan Standar Standar
Pimpinan perguruan tinggi, fakultas, dan jurusan sesuai kewenangan masing-masing harus melakukan rekrutasi, pembinaan, dan pengembangan dosen tetap agar paling lambat pada tahun 2019 tercapai rasio dosen dan mahasiswa sebesar 1:25.
Manual Mutu Akademik 27
Contoh Perumusan Standar Anatomi Standar
1. Audience (subjek yang harus melakukan sesuatu): Pimpinan perguruan tinggi, fakultas, dan jurusan sesuai dengan kewenangan masing masing
2. Behavior (apa yang harus dilakukan/dicapai): harus melakukan rekrutasi, pembinaan dan pengambangan dosen tetap
3. Competence (kriteria, target, cita-cita): tercapai rasio dosen mahasiswa sebesar 1:20
4. Degree (tingkat/level/periode/frekuensi dari behavior): paling lambat tahun 2020
3.3.2 Tahap Penetapan Standar
1. Tim dibentuk sesuai dengan jenis standar yang akan disusun beranggota antara lain unsur pimpinan, unsur dosen, tenaga kependidikan, dan eksternal stakeholders, yang disetujui oleh perguruan tinggi
2. Analisis kebutuhan standar dilakukan oleh Tim.
Analisis bermanfaat untuk menentukan ruang lingkup, jenis dan jumlah standar yang dibutuhkan. Untuk perguruan tinggi yang telah memiliki standar, analisis
Manual Mutu Akademik 28
kebutuhan dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut atas hasil evaluasi penerapan standar.
3. Standar dirumuskan berdasarkan peraturan perudang-undangan terkait, hasil evaluasi diri tentang kinerja yang sedang berjalan, masukan dari stakeholders, dan hasil studi pelacakan (kalau diperlukan).
4. Alternatif standar dianalisis dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan perguruan tinggi dibandingkan dengan standar yang telah ada, ataupun benchmarking. Standar ditetapkan dengan meramu visi dengan kebutuhan stakeholders.
5. Sebelum disahkan, konsep standar disosialisasikan kepada seluruh sivitas akademika, umpan balik (apabila ada) dan perumusan ulang oleh tim
6. Standar perlu disahkan oleh pimpinan perguruan tinggi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masing masing perguruan tinggi.
Manual Mutu Akademik 29 3.3.3 Formulir
1. Dokumen/formulir (sebagai dokumen yang dibutuhkan dalam rangka penerapan, SPMI), dirancang bersamaan dengan perumusan standar mutu.
2. Dokumen/formulir dapat berupa berbagai bentuk dan jenis formulir, buku laporan, petunjuk operasional (SOP), catatan tertulis dari pengguna standar maupun pengelola SPMI (auditor)
Manual Mutu Akademik 30 BAB IV
STANDAR IDENTITAS STIKES NU TUBAN
4.1 Pendahuluan
Identitas atau identity secara sederhana dapat diartikan sebagai jati diri atau sekumpulan unsure yang secara bersamaan mampu mencitrakan tentang siapa dan atau apa STIKES NU Tuban. Identitas sebagai sebuah kata benda yang diambil dari kamus adalah identitas, ingin jadi siapa atau seperti apa, kondisi dimanaingin menjadi sama dengan sesuatu gambaran atau memiliki karakter yang diingikan. Singkatnya identitas menunjuk pada tampilan (look) dari STIKES NU Tuban, sehingga identitas STIKES NU Tuban dapat dilihat dari nama, logo, alamat, visi, misi dst.
Untuk STIKES NU Tuban, identitas tidak lain adalah karakteristik esensial dank has melekat pada STIKES NU sehingga mampu mencitrakan dan membedakanya dengan institusi serupa yang lain. Karakteristik identititas yang harus
dipenuhi adalah (a) bersifat administrative: nama,
logo/lambing, alamat (b) bersifat substansial: nilai nilai dasar, visi, misi, tujuan bidang kajian STIKES NU.
Manual Mutu Akademik 31
Berbeda dengan standar mutu lainnya, standar identitas dari STIKES NU sebenarnya dapat menjadi paying bagi beragam mutu lainnya yaitu menjadi dasar dan arah bagi seluruh unit
kerja didalam lingkungan dari STIKES NU untuk
meningkatkan mutunya secara utuh, menyeluruh dan berkelanjutan.
4.2 Mekanisme penetapan standar identitas STIKES NU Tuban
Untuk menetapkan isi dari standar identitas STIKES NU Tuban ditempuh langkah-langkah utama sebagai berikut:
1. Melakukan studi terlebih dahulu terhadap seluruh
ketentuan normative berupa peraturan
perundang0undangan yang mengatur tentang identitas perguruan tinggi
2. Melakukan evaluasi diri dengan menerapkan analisa SWOT dan atau studi pelacakan untuk merumuskan isi standar, khusu bila akan merumuskan pernyataan visi, misi institusi
3. Melakukan uji public, apabila perlu terhadap
rancanganisi standar dengan mengandung perwakilan dari unsure-unsur pemangku kepentingan (stake holder) pergurun tinggi.
Manual Mutu Akademik 32 4.3 Standar Identitas Minimum STIKES NU Tuban
Berdasarkan PP No. 60 Tahun 1999, pasal 2 dan kepmendiknas No. 234/U/2000, Pasal 5, 118. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah telah menetapkan standar minimum yang harus dipenuhi oleh sebuah STIKES NU Tuban agar dapat disebut sebagai sebuah institusi perguruan tinggi yang memiliki identitas:
1. Memiliki tujuan 2. Memiliki statute
3. Memiliki anggran dasar
4. Memiliki rencana induk pengembangan
5. Memiliki kode etik civitas akademika
Elemen lain yang tidak tersebut dalam aturan normative, yang bersifat esensial dan perlu ditambahkan adalah:
1. Memiliki visi 2. Memiliki misi
3. Memliki keterangan nama, lambing/logo, motto, kartu nama (id card), cap stempel dsb.
4. Bila perlu sampai pada tataran indicator keberhasilan Catatan:
1. Pernyataan visi, misi dan tujuan menjadi acuan utama bagi seluruh standar mutu didalam SPM STIKES NU Tuban.
Manual Mutu Akademik 33
Logikanya adalah jika semua standar mutu didalam SPM STIKES NU Tuban dengan mengacu visi, misi dan tujuan, maka ketika seluruh standar tersebut dapat diupayakan pemenuhanya hal ini berarti visi, misi dan tujuan STIKES NU Tuban tersebut telah tercapai
2. Kesesuaian visi misi tujuan dalam tingkatan STIKES NU Tuban, prodi dan UPT yang ada.
3. Pernyataan visi, misi rumusanya jelas dan ringkas tidak lebih dari satu paragraph, pilihan kata dan struktur kalimatnya lugas, jelas dan komunikatif
4. Rumusan visi misi dan tujuan prodi harus bersifat strategis dan mampu menunjukan kekhasan prodi yang dapat memotivasi semua unsure didalam program studi.
4.4 Mekanisme Pemenuhan Standar Identitas STIKES NU Tuban
Prinsipnya pada tahap ini setiap unit kerja pada STIKES NU Tuban haruslah secara konsisten melalui kebijakan-kebijakan terstruktur berupaya untuk memenuhi atau mencapai isi dari standar identitas yang telah ditetapkan. Hal ini berarti pimpinan dari unit tersebut harus secara sadar menjadikan standar ini sebagi tolak ukur bagi unit tersebut harus secara sadar menjadikan standar ini sebagi tolak ukur bagi unit
Manual Mutu Akademik 34
masing-masing dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Pada tahap ini perlunya bagi pimpinan unit kerja melakukan sosialisasi standar isi kepada seluruh pemangku kepentingan: dosen, mahasiswa, bila perlu orang tua atau wali dan alumni. 4.5 Mekanisme Pengendalian Satandar Identitas STIKES NU
Tuban
Pada tahp ini pimpinan unit kerja STIKES NU Tuban senantiasa mengontrol/memantau bagi terlaksanya standar identitas. Dengan kata lain pimpinan unit kerja selalu melihat kondidi factual, bila mana perlu pimpinan unit kerja segera mengambil langkah koreksi bila didapatkan penyimpangan atau kesalahan
Kemudian untuk kepentingan pengembangan standar pada siklus penjaminan mutu STIKES NU Tuban berikutnya dievaluasi secara berkala yaitu 5 tahapan. Untuk itu sebaiknya pengelola standar identitas membuat catatan tertulis yang memuat semua data dan informasi tentang pencapaian substansi standar, penyebab terjadinya ketidaksesuaian antara pencapaian dengan substansi standard an tindakan korektif yang diambil.
Ilustrasi mekanisme penetapan hingga pengendalian standar identitas
Manual Mutu Akademik 35
Table 1. table mekanisme pentapan hingga pengendalian standar identitas STIKES NU Tuban
Mekanisme Proses Pengendalian
Penetapan standar
Pimpinan unit kerja dengan melibatkan
pemangku kepentingan prodi harus
menetapkan visi, misi dan tujuan unit kerja, yang rumusnya harus memenuhi criteria antara lain:
a. Mencerminkan nilai-nilai dasra
STIKES NU Tuban
b. Tidak bertentangan dengan visi misi dan tujuan STIKES NU Tuban
c. Singkat jelas dan komunikatif
Boring atau formulir yang butuhkan adalah;
a. Chekslist pernyataan visi dan misi b. Formulir yang bersi visi dan misi Pemenuhan
standar
a. Semua pimpinan unit kerja STIKES
NU Tuban membuat pernyataan visi misi dan tujuan sesuai dengan isi standar identitas STIKES NU Tuban, dengan cara menggunakan analisi
Manual Mutu Akademik 36
SWOT, studi pelacakan, dan studi
terhadap peraturan
perundang-undangan yang relevan
b. Pimpinan unit kerja harus mengisi
boring atau formulir checklist
pernyataan visi yang telah disediakan dan juga menuliskan pernyataan visi tersebut pada formulir visi
c. Pimpinan unit kerja bertanggung
jawab untuk melakukan berbagai upaya agar visi benar0benar terpenuhi. Caranya tentu saja dapat diwujudkan
melalui proses pembelajran,
penyusunan kurikulum dan
kompetensi lulusan, pembinaan dosen,
penelitian, perencanaan anggaran,
penyediaan sarana dan prasarana, unit penunjang teknis dst
d. Pimpinan unit membuat catatan atas semua upayanya untuk memenuhi isi standar tersebut. Catatan bias berupa apa saja yang telah dilakukan dan
Manual Mutu Akademik 37
belum dilakukan hambatan-hambatan, strategi mengatasi dst.
Pengendalian standar
a. Pimpinan unit kerja harus memeriksa apakah fakta dilapangan benar-benar
telah sesuai dengan apa yang
dituliskan distandar identitas
b. Pimpinan unit segera mengambil
langkah koreksi apabila ditemukan ada suatu keslahan atau ketidaksseuaian antara apa yang terjadi dilapangan dengan isi standar
c. Pimpinan unit kerja mencatat semua temuan dilapangan yang tidak sesuai dengan isi standar atau hal-hal lain
yang berkaitan dengan upaya
pengendalian isi standar pada formulir yang telah disediakan.
Manual Mutu Akademik 38
Checklist penetapan standar identitas STIKES NU Tuban Table 2. Checklist penetapan standar identitas STIKES NU Tuban
No Pernyataan apakah isi standar mutu visi unit kerja STIKES NU Tuban
Jawaban
Ya Tidak
1. Tidak bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan
yang relevan?
2. Telah mencerminkan nilai0nilai
dasra STIKES NU Tuban
3. Berpaya pernyataan tentang sesuatu yang diharapkan akan terjadi dalam hitungan jangka waktu 15-20 tahun kedepan
4. Memuat tentang sesuatu yang dapat
diukur
5. Telah dirumuskan secara singkat dan jelas
6. Telah menggunakan bahasa dan
style yang komunikatif
7. Telah dirumuskan dengan
menerapkan analisa SWOT
8. Telah dirumuskan dengan
menetapkan studi pelacakan
9. Telah ditetapkan dengan
melibatkan stakeholder
10. Telah disosialisasikan kepada
stakeholder
11. Telah dilengkapi dengan instrument
tertulis seperti formulir atau
Manual Mutu Akademik 39
12. Apakah isi standar mutu visi misi unit kerja STIKES NU Tuban
13. Tidak bertentangan dengan
peraturan perundnag-undangan
yang relevan
14. Telah mencerminkan nilai-nilai
dasar STIKES NU Tuban
15. Telah sejalan dengan visi STIKES NU Tuban
16. Telah menyebutkan karakteristik
jenis jasa pendidikan yang
ditawarkan oleh STIKES NU
Tuban
17. Telah menyebutkan dengan jelas dan rinci prioritas STIKES NU Tuban
18. Telah menyebutkan target pasar yang dituju
Manual Mutu Akademik 40 BAB V
STANDAR ISI STIKES NU TUBAN
5.1 Pendahuluan
Buku tentang standar isi STIKES NU Tuban ini dimaksudkan untuk memberi inspirasi STIKES NU Tuban dalam melaksanakan SPMI STIKES NU Tuban, khusunya dalam hal menetapkan, melaksanakan, dan mengendalikan standar isi. Tentunya pelaksanaan pemenuhan berbagai standar dalam SPMI STIKES NU Tuban, termasuk standar isi, perlu bertahap sesuai dengan kesiapan STIKES NU Tuban, namun sebaiknya perlu disusun kerangka waktu yang jelas untuk pelaksanaanya atau perlu disusun blue print.
Bersdasarkan buku panduan pelaksnaan system penjaminan mutu perguruan tinggi (2006) ada beberapa formulasi SPMI, tetapi di cermati lebih dalam, maka dapat dicatat beberapa kata kunci yang sama terkandung dalam kegiatan tersebut, yaitu:
1.Penetapan standar 2.Pelaksanaan
3.Monitoring dan evaluasi
4.Evaluasi kolega eksternal (audit mutu akademika internal) 5.Peningkatan kualitas dan benchmarking
Manual Mutu Akademik 41
Pada prinsipnya STIKES NU Tuban apabila akan merumuskan dan menetapkan substandi dari berbagai standar mutu dalam SPMI nya, dan khusu dalam hal ini tentang standar isi, seyogyanya terlebih dahulu memahami peraturan perundang-undangan yang mengatur, atau yang relevan dengan standar isi dalam konteks ini peraturan tersebut adalah (a) PP No. 19 tahun 2005 tentang SNP, khusunya pasal 5,9,15,17 nayat 4 dan 18 (b) keputusan mendiknas no. 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan (c) keputusan mendiknas no. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidkan tinggi.
5.2 Mekanisme penetapan standar isi STIKES NU Tuban Standar isi STIKES NU Tuban adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam criteria tentang kompetensi lulusan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata kuliah, dan silabus pembelajran yang harus dipenuhi oleh mahasiswa STIKES NU Tuban. Hal ini berarti bahwa substansi standar isi tidak lain adalah tentang kurikulum, dan standar ini akan berkaitan dengan standar mutu lain dalam SPMI STIKES NU Tuban yaitu standar proses pembelajaran, standar penilaian pendidikan, dan standar kompetensi lulusan.
Manual Mutu Akademik 42
Untuk memperjelas posisi standar isi dalam kurikulum suatu prodi dan kaitanya dengan standar proses dan standar penilaian pendidikan dapat dilihat skema kurikulum pada table dibawah ini:
Table 3. kandungan dalam kurikulum STIKES NU Tuban Kurikulum
Dokumen (curriculum plan) Kegiatan nyata (actual
curriculum) Serangkaian mata kuliah Silabus Program pembelajaran Proses pembelajaran Proses evaluasi Penciptaan suasana pembelajaran
Berdasarkan table diatas dapat dinyatakan bahwa
yang dimaksud dengan standar isi dlam SNP adalah dokumen kurikulum suatu prodi. Kegiatan nyata kurikulum yaitu proses pembelajaran dan penciptaan suasana pembelajaran sama dengan standar proses dalam SNP dan proses evaluasi sama dengan standar penilaian pendidikan dalam SNP. Adapun kualifikasi kemmapuan lulusan pendidikan tinggi yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
Manual Mutu Akademik 43
ketrampilan yang tercakup dalam kurikulum tersebut dinyatakan dalam standar kompetensi.
Berdasarkan informasi ini dapat dinyatakan bahwa kurikulum merupakan hal yang sangat penting dalam suatu program studi karena menyangkut 4 butir standar dalam SNP. Untuk itu peningkatan mutu kurikulum merupakan keniscayaan bagi suatu perguruan tinggi.
Karena standar isi merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dengan kurikulum maka untuk memperjelas maksud standar isi dalam bab ini dituliskan definisi kurikulum.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampainya dan penilainya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar diperguruan tinggi (SK Mendiknas No. 232/U/2000 Psl. 1 butir 6). Kurikulum dipahami sebagai dokumen dan sebagai kegiatan nyata pendidikan tinggi yang menjadi dasar penyelenggaraan program studi. Kurikulum tersusun atas dua hal yaitu:
Manual Mutu Akademik 44
2. Kurikulum institusional yang merupakan bagian dari kurikulum STIKES NU Tuban komplementer dengan kurikulum inti, disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta cirri khas STIKES NU Tuban yang bersangkutan (SK Mendiknas No. 232/U/2000 Psl. 7)
Kurikulum disusun berdasarkan atas elemen-elemen kompetensi yang dapat menghantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama, kompetensi pendukung dan kompetensi lain. Proses penetapan standar isi perlu dilakukan secara berjenjang dimulai di tingkat STIKES NU Tuban dan tingkat program studi. Penetapan standar mutu ditingkat yang lebih tinggi dan mnyempurnakannya, sehingga standar mutu tersebut menjadi sesuai untuk masing-masing unit kerja. Standar isi STIKES NU Tuban secara deduktif merupakan penjabaran visi STIKES NU Tuban dan secara induktif merupakan pemenuhan kebutuhan stake holder dari STIKES NU Tuban tersebut.
Proses penetapan standar isi perlu dilakukan secara berjenjang dimulai ditingkat STIKES, kemudian dan tingkat program studi. Penetapan standar mutu ditingkat yang lebih rendah perlu mengacu kebijakan standar mutu
Manual Mutu Akademik 45
ditingkat yang lebih tinggi dan menyempurnakannya, sehingga standar mutu tersebut menjadi sesuai untuk masing-masing institusi. Standar isi perguruan tinggi secara deduktif merupakan penjabaran visi perguruan tinggi dan secara induktif merupakan pemenuhan kebutuhan stakeholder dari perguruan tinggi tersebut. Tabel 4. Anatomi standar isi menurut PP nomor 19 tahun 2005 tentang SNP
Diatur Oleh
PP. No 19/2005 Permendiknas Perguruan Tinggi
Kurikulum tingkat pendidikan tinggi wajib memuat mata kuliah pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia dan bahasa inggris
pada program sarjana dan diploma Kurikulum tingkat pendidikan tinggi program sarjana
dan diploma wajib
Beban SKS minimal dan maksimal program pendidikan pada pendidikan tinggi dirumuskan oleh BSNP dan ditetapkan permen Kalender akademik untuk perguruan Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh PT ybs untuk
setiap program
studi
Dalam
mengembangkan kerangka dasar dan struktur kurikulum,
perguruan tinggi
melibatkan asosiasi profesi, instandi pemerintah terkait,
Manual Mutu Akademik 46 memuat mata kuliah yang bermuatan kepribadian, kebudayaan serta mata kuliah
statistika, dan atau matematika.
tinggi diatur
lebih lanjut
dengan permen
dan kelompok ahli yang relevan Kurikulum tingkat pendidikan tinggi dan kedalaman muatanya diatur oleh perguruan tinggi masing-masing Beban SKS efektif program pendidikan tinggi diatur oleh masing-masing perguruan tinggi Kurikulum tingkat pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tringgi dikembangkan dan ditetapkan masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu SNP. Apa substansi dari standar isi yang perlu dirumuskan dan ditetapkan oleh STIKES NU Tuban agar dapat dikatakan memenuhi criteria dari SNP. Jawabanya adalah
Manual Mutu Akademik 47
dengan mempelajari isi dari pasal 5,9,15,17 ayat 4, dan 18 dari PP No. 19 tahun 2005 sebagaimana telah dikutip diatas, dan berikut ini diulang kembali dalam bentuk tabel 4 yang terlihat ada substansi dari standar isi yang telah ditetapkan oleh PP No. 19/2005 dan peraturan menteri pendidikan nasional, tetapi ada juga yang perlu ditetapkan oleh STIKES NU Tuban relative lebih banyak dari pada yang telah diteapkan oleh PP. No 19/2005 dan permendiknas. Hal ini dapat disikapi dengan suatu pemikiran yang positif bahwa pemerintah member
keleluasaan terhadap STIKES NU Tuban untuk
berkembang sesuai dengan kondisi, kemampuan, dan budaya masing-masing. Suatu perguruan tinggi wajib menetapkan dan melaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan kandungan standar isi tersebut. Hal ini dimaksudkan agar perguruan tinggi dapat memenuhi SNP bahkan selanjutnya dapat melampaui SNP baik dalam jumlah maupun level dari substansu standar tersebut. Dalam proses penetapan standar isi, tim atau satuan tugas SPMI STIKES NU Tuban perlu memetakan dan merumuskan secara lebih detail substandi dari standar isi, baik yang secara minimal telah diatur oleh pemerintah
Manual Mutu Akademik 48
melalui SNP seperti disebut diatas, ataupun substansi standar isi yang melebihi standar minimal menurut SNP itu. Berikut ini contoh Dario permetaan tersebut.
1. Substansi standar isi yang telah ditetapkan oleh PP No 19/2005
1. Kurikulum tingkat pendidikan tinggi wajib memuat
mata kuliah pendidikan agama, pendidikan
kewarganegaraan, bahasa Indonesia, dan bahasa inggris pada program sarjana dan diploma
2. Kurikulum tingkat pendidikan tinggi program sarjana dan diploma wajib memuat mata kuliah yang bermuatan kepribadian kebudayaan serta mata kuliah statistika dan atau matematika
2. Substansi standar isi yang telah ditetapkan oleh permendiknas
a. Beban SKS minimal dan maksimal program
pendidikan pada pendidikan tinggi dirumuskan oleh BSNP dan ditetapkan Permen
b. Kalender akademik untuk perguruan tinggi diatur lebih lanjut dengan permen
3. Substansi standar isi yang perlu diteapkan oleh STIKES NU Tuban
Manual Mutu Akademik 49
a. kerangka dasar dan struktur kurikulum STIKES NU
Tuban dikembangkan oleh STIKES NU Tuban untuk setiap program studi
b. dalam mengembangkan kerangka dasar dan struktur
kurikulum, STIKES NU Tuban perlu melibatkan asosiasi profesi, instansi pemerintah terkait dan kelompok ahli yang relevan
c. kurikulum tingkat STIKES NU Tuban dan
kedalaman muatanya diatur oleh STIKES NU Tuban
d. beban SKS efektif diatur oleh STIKES NU Tuban
e. kurikulum tingkat pendidikan untuk setiap program studi di STIKES NU Tuban dikembangkan dan ditetapkan oleh STIKES NU Tuban dengan mengacu SNP
Substansi Standar Isi Yang Melampaui SNP
Salah satu cara sederhana dan praktis dalam perumusan substansi standar isi yang melampaui SNP dapat dilakukan dengan cara memperhatikan dua aspek tersebut dan merujuk pada standar penjaminan mutu eksternal (akreditasi dan sertifikasi) yang di cita-citakan tim yang ditunjuk melakukan pencermatan substansi yang sesuai
Manual Mutu Akademik 50
dengan visi dan kebutuhan stakeholder dan yang ada dalam standar yang diacutersebut tetapi belum ada dalam SNP. Penetapan standar isi seyogyanya secara bertahap sesuai dengan kemampuan STIKES NU Tuban tersebut tetapi terprogram dengan baik.
5.3 Mekanisme Pemenuhan Standar Isi
Dikatakan sebagai serangkaian kegiatan untuk
mendapatkan standar isi sebagai mana yang diharapkan oleh STIKES NU Tuban. Pemenuhan standar isi dapat dinyatakan
dalam tahapan kegiatan mulai dari penyusunan,
penyempurnaan atau peninjauan oleh STIKES NU Tuban yang menghasilkan dokumen.
Manual Mutu Akademik 51 BAB VI
STANDAR PROSES PEMBELAJARAN
6.1Pendahuluan
Didalam pasal 1 butir 20 uu No. 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional, dinyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dilingkungan pendidikan tinggi interaksi tersebut terjadi antar mahsiswa (student centeres learning) tersebut terjadi proses perubahan yang dialami mahasiswa dalam empat ranah, yaitu disebut ranah kognitif, yaitu kemampuan yang berkenaan dengan pengetahuan, penalaran atau pikiran. Ranah afektif yaitu kemampuan yang mengutamakan perasaan, emosi dan reaksi-reaksi yang berbeda berdasarkan penalaran misalnya penerimaan, partisipasi, penentuan sikap ranah psikomotorik yaitu kemampuan yang mengutamakan ketrampilan jasmani, misalnya persepsi, kreatifitas, ranah kooperatif, yaitu kemampuan untuk bekerja sama
Agar proses pembelajaran dapat menghasilkan perubahan pada mahasiswa dalam empat ranah seperti dikemukakan diatas dan bermutu (memenuhi standar kompetensi lulusan),
Manual Mutu Akademik 52
diperlukan standar mutu proses pembelajaran yang disusun berdasarkan peraturan perundangan, visi dan misi perguruan tinggi serta dengan memperhatikan kompetensi lulusan yang dibutuhkan stakeholder, sesuai dengan pasal 1 butir 6 peraturan pemerintahan nomor 19/2005 tentang standar nasional pendidikan dan pasal 21 SNP menyatakan bahwa, pelaksanaan proses pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat 3 harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik perkelas dan beban mengajar maksimal per pendidik, rasio maksimal buku teks pelajaran setiap peserta didik dan rasio maksimal jumlah peserta didik setiap pendidik. Dalam suatu proses pembelajaran, terdapat berbagai komponen tersebut adalah dosen, mahasiswa, tujuan pembelajran, materi metode dan strategi pembelajaran.
Komponen-komponen yang mempengaruhi kebesaran proses pembelajaran seperti dikemukakan diatas, (yang ditetapkan, dilaksanakan dikendalikan oleh perguruan tinggi, perlu dikelola dengan baik agar menghasilkan mutu pembelajaran yang baik pula. Untuk itulah diperlukan standar mutu untuk berbagai komponen tersebut.
Manual Mutu Akademik 53 6.2Mekanisme penetapan standar proses pembelajaran
STIKES NU Tuban
Standar proses pembelajaran STIKES NU Tuban adalah keseluruhan tolok ukur pencapaian minimal pada suatu siklus
penjaminan mutu tentang bseluruh proses kegiatan
pembelajaran pada setiap program studi yang diselenggarakan oleh STIKES NU Tuban serta pengembanganya secara berkelanjutan.
Tujuan standar ini adalah menjamin pemenuhan mutu seluruh proses pembelajaran didalam lingkungan belajar yang kondusif, inspiratif, kreatif yang mampu memotivasi dan
meningkatkan kemampuan aspek kognitif afektif,
psikomotorik, dan kooperatif, secara utuh, menyeluruh, dan berkelanjutan di STIKES NU Tuban.
Untuk menetapkan standar proses pembelajaran di STIKES NU Tuban dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1. Melakukan studi pendahuluan penelusuran terhadap
ketentuan normatif yaitu peraturan perundangan yang mengatur tentang proses pembelajran. Selain ketentuan normatif, harus pula diperhatikan visi dan misi STIKES NU
Manual Mutu Akademik 54
menentukan isi standar proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelusuran tersebuty, tentukan standar yang menggambarkan sesuatu (dapt berupa keadaan, proses) yang diharapkan akan terjadi atau seharusnya terjadi
2. Melakukan evalluasi diri dengan menerapkan SWOT
analisis
3. Melakukan studi lapangan untuk mengetahui kebutuhan stakeholder tentang kompetensi lulusan
4. Rumuskan standar dengan menggunakan rumus atau
prinsip audience, behavior, competence dan degree (ABCD), dengan memperhatikan acuan normatif yaitu perundang-undangan yang relevan, nilai-nilai dasar, visi, misi dan tujuan dan sasaran STIKES NU Tuban serta keterkaitan antar standar
Penjelasan:
a. Studi pendahuluan penelusuran terhadap ketentuan normatif
1) Pasal 1 butir 20 UU No. 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional: pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar
Manual Mutu Akademik 55
2) Pasal 35 ayat 1 UU No. 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional yang intinya bahwa standar proses harus ditingkatkan secara berencana dan berkara. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan keunggulan lokal, kepentingan nasional, keadilan, dan kompetensi antar bangsadalam peradaban dunia
3) Pasal 60 huruf b UU No. 14/2005 tentang guru dan dosen, bahwa tugas keprofesionalan dosen adalah merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran 4) Pasal 19 PP No 19/2005 tentang standar nasional
pendidikan yang intinya:
Proses pembelajaran diselenggarakan secara
interaktif, inspiratif, menyenagkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Pendidik memberikan keteladanan
Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan
Manual Mutu Akademik 56
pembelajaran, penilaian hasil pemebelajaran, dan
pengawasan proses pembelajaran untuk
terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien
Pasal 20 PP No. 19/2005 tentang standar nasional
pendidikan: perencanaan proses pembelajaran
meliputi silabus dan rencana pelaksanaan
pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar
Pasal 21 PP No. 19/2005 tentang standar nasional pendidikan: pelaksanaan proses pembelajaran harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik dan rasio maksimal jumlah peserta didik setiap pendidik
Pasal 23 PP No. 19/2005 tentang standar nasional pendidikam: pengawasan proses pembelajaran meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan.
Mekanisme penetapan standar proses pembelajaran adalah tentang tindakan apa saja yang harus dilakukan dalam perencanaaan pelaksanaan dan pengawasa proses
Manual Mutu Akademik 57
pembelajaran oleh prodi pendidikan ners di STIKES NU Tuban. Seluruh proses pembelajaran tersebut perlu ditetapkan standar mutunya, yaitu:
Standar perencanaan proses pembelajaran oleh
STIKES NU Tuban
Standar pelaksanaan proses pembelajaran oleh
STIKES NU Tuban
Standar pengawasan proses pembelajaran oleh
STIKES NU Tuban
b. Evaluasi diri dengan menerapkan analisa SWOT
Setelah perumus standar mutu dalam SPMI STIKES NU Tuban menetapkan komponen atau unsur-unsur apa saja yang sebaiknya ditetapkan didalam standar mutu tentang perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proses pembelajaran sesuai peraturan perundangan sebagaimana dipaparkan diatas, maka langkah berikutnya adalah melakukan analisis SWOT dengan dukungan studi pelacakan.
Untuk aspek strengths, yang harus menjadi focus
analisis adalah berbagai hal yang menjadi
kekuatan/keunggulan dari STIKES NU Tuban, sedangkan untuk aspek weaknes, yang harus dianalisi adalah berbagai
Manual Mutu Akademik 58
hal yang menjadi kelemahan/kekurangan STIKES NU Tuban tersebut, jadi, analisi terhadap kedua aspek ini lebih berupa analisis terhadap faktorinternal STIKES NU Tuban, seperti misalnya jumlah dosen, kualifikasi dosen, ketersediaan ruangan dll. Sedangkan untuk aspek opportunities dan threaths yang harus menjadi focus analisi adalah berbagai hal yang merupakan peluang dan ancaman bagi STIKES NU Tuban yang bersangkutan. Dengan demikian, analisis terhadap kedua aspek terakhir harus diarahkan pada faktor eksternal STIKES NU Tuban, mislanya perkembangan teknologi informasi, peraturan perundangan dll.
Dengan demikian, untuk merumuskan substansi standar perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran, harus mengetahui lebih dahulu kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang dihadapi STIKES NU Tuban melalui analisa SWOT. Jika dilakukan secara cermat, terarah sesuai cita-cita bersama, dan melibatkan segenap potensi yang ada, maka analisa SWOT dapat yang minimal dengan tingkat akurasi yang sangta baik. Hasil analisa SWOT yang didukung dengan hasil kajian misi
Manual Mutu Akademik 59
STIKES NU Tuban sehingga menghasilkan rumusan substansi standar proses dari STIKES NU Tuban.
c. Merumuskan standar dengan rumus ABCD
Penjabaran rumus ABCD ke dalam perumusan, bahasa, standar mutu adalah sebagai berikut:
1) Siapa yang bertugas untuk menjalankan atau menjamin
terpenuhinya isi standar (Audience)
2) Kondidi atau keadaan atau proses yang diharapkan terjadi, kondisi tersebut sifatnya harus terukur (Behavior)
3) Apa sasaran atau target tugas yang harus dicapai (competence)
4) Tentukan periode atau satuan waktu yang disebut (degree)
Contoh perumusan standar dengan rumus tersebut:
Setiap awal semester kaprodi menentukan dan
mempersiapkan jadwal perkuliahan, jadwal ujian, ruang kuliah, dan dosen pengampu mata kuliah
Setiap dosen wajib menyusun bahan ajar yang
dibagikan kepada mahasiswa pada awal kuliah
Setiap awal tahun akademik, kaprodi masing-masing prodi menyelenggarakan rapat dosen lengkap untuk
Manual Mutu Akademik 60
menentukan mata kuliah yang akan diselenggarakan dan dosen pengajarnya
d. Uji publik untuk mengetahui kebutuhan stakeholders Setelah isi standar proses telah berhasil dirumuskan, maka sebelum standar tersebut resmi ditetapkan, lebih dahulu disosialisasikan kepada public, khususnya ke pada perwakilan dari unsure pemangku kepentingan STIKES NU Tuban. Tujuanya antara lain untuk memperkenalkan dan menguji sejauh mana tingkat akses STIKES NU Tuban, abilitas dan akurasi dari isi standar tersebut menurut penilaian mereka, dan untuk memperoleh ususlan-usulan yang konstruktif. Dari hasil uji coba ini, bila perlu isi standar dapat disempurnakan.
6.3 Standar proses pembelajaran di STIKES NU Tuban
6.3.1 Standar perencanaan proses pembelajaran oleh prodi di STIKES NU Tuban
Standar mutu tentang perencanaan proses pembelajaran yang sekurang-kurangnya mengatur berbagai hal berikut ini:
1. Penetapan mata kuliah yang dilaksanakan pada
semester tersebut
Manual Mutu Akademik 61
3. Jadwal perwakilan akademik
4. Jadwal perwalian akademik
5. Jadwal pendaftaran mata kuliah (KRS) oleh mahasiswa
6. Penetapan kalender perkuliahan
7. Jadwal dan tempat perkuliahan
8. RPS dan RPP yang memuat sekurang-kurangnya tujuan
pembelajran, materi ajar, metode pembelajran, sumber belajar dan penilaian hasil belajar. Dan ditambahkan kode mata kuliah, jumlah SKS dalam distribusi (ceramah, diskusi, praktikum, lab atau klinik) PJMK, Deskripsi mata kuliah, waktu dan tatap muka perkuliahan.
Demikian pula halnya dengan dosen, harus merencanakan proses pembelajaran sesuai dengan perencanaan proses pembelajarn yang telah ditetapkan oleh STIKES NU Tuban (Cq. Program Studi). Untuk
menetapkan standar mutu perncanaan proses
pembelajaran STIKES NU Tuban beberapa hal berikut ini perku diperhatikan:
1. Standar silabus, standar perwalian akademik,
Manual Mutu Akademik 62
harus mengacu pada visi dan misi program studi yang diturunkan dari visi misi STIKES NU Tuban
2. Menetapkan kompetensi yang relevan dengan
kebutuhan stakeholder
3. Substansi mata kuliah yang sesuai dengan visi misi
program studi, kebtuhan stakeholder dan
keunggulan lokal
4. Strategi pembelajran yang sesuai, agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dengan demikian penyusunan langkah-langkah pembelajran, pemanfaatan berbagai fasilitas das umber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujaun. Oleh karena itu, sebelum mennetukan strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas dan dapat diukur keberhasilanya.
5. Metode pengajaran, yaitu untuk merealisasikan
strategi pembelajaran yang telah ditetapkan. Dalam
satu strategi pembelajaran dapat digunakan
beberapa metode, karena itu dosen harus dapat menerapkan metode pengajaran yang efektif dan efisien
Manual Mutu Akademik 63
6. Standar pelaksanaan proses pembelajaran STIKES NU Tuban
Pelaksanaan proses pembelajaran yang sekurang-kuranya mengatur perihal:
1. Jumlah ± 40 mahasiswa
2. Beban mengajar seorang dosen 8 SKS/equivalen
112 jam/semester, yang lain menyesuaikan
kebijakan institusi
3. Rasio jumlah mahasiswa untuk setiap dosen tetap 1: 20
4. Prasarana dan sarana perkuliahan: kursi mahasiswa, meja kursi dosen, white board dan spidolnya, LCD Proyektor, AC, Sound system
Pelaksanaan perkuliahan:
1. Penguasaan materi kuliah oleh dosen
2. Kemampuan menjelaskan materi kuliah
3. Sistematika menjelaskan kuliah
4. Kemmapuan membangkitkan minat belajar bagi
mahasiswa
5. Kemampuan member jawaban atas pernyataan yang
diajukan
Manual Mutu Akademik 64
7. Kesediaan membantu mamhasiswa diluar jam kuliah
8. Kepatuhan terhadap silabus
9. Kejelasan kompetensi yang akan diperoleh setelah mengikuti kuliah
10.Kejelasan rangkaian mata kuliah ini dengan mata kuliah lainya
11.Tugas yang diberikan sesuai dengan bebean kuliah 12.Manfaat kuliah bagi mahasiswa
13.Pemanfaatan sarana/prasarana pendukung
perkuliahan
6.3.2 Standar pengawasan proses pembslajaranSTIKES NU Tuban
Agar proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik, terutama oleh dosen, maka perlu ada mekanisme untuk mengawasinya dan mekanisme pengawasan ini perlu dibuatkan standar mutunya. Standar mutu pengawasan proses pembelajaran, meliputi:
1. Pemantauan
Adanya suatu kegiatan pengawasan secara terus menerus oleh PJMK, Sekprodi, Kaprodi dan ketua dalam pelaksanaan proses pembelajaran
Manual Mutu Akademik 65
2. Supervise
Adanya suatu kegiatan pengawasan secara berkala oleh sekprodi, kaprodi dan ketua dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
3. Evaluasi
Kegiatan untuk mengetahui pencapaian tujuan
pembelajaran dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Evaluasi meliputi kegiatan mengukur dan menilai.
a. Standar kegiatan mengukur:
Ujian (UTS dan UAS, Ujian perbaikan)
Tugas
Presensi
b. Standar pelaksanaan dan soal ujian:
Ujian boleh dilaksanakan bila jumlah tatap muka
perkuliahan mencapai 60% dari rencana
Menetapkan jadual ujian satu minggu sebelum ujian dilaksanakan
Menetapkan penjaga dan tempat ujian satu
minggu sebelum ujian dilaksanakan
Manual Mutu Akademik 66
Melengkapi berita acara dan daftar hadir
mahasiswa dalam ujian
PJMK diperkenankan memberikan kisi-kisi soal
PJMK diharuskan menyerahkan soal maksimal
satu minggu sebelum ujian dilaksanakan
Pembuatan soal disesuaikan dengan tujuan
pembelajaran
c. Menilai (menentukan kategori kemampuan
mahasiswa)
Penilaian PAP dan PAN
Nilai diserahkan maksimal dua minggu setelah ujian dilaksanakan
4. Pelaporan
Adanya suatu system informasi dan solusi terkait dengan pelanggaran standar dari proses pembelajaran oleh PJMK, sekprodi, kaprodi ketua 1 dan ketua STIKES
5. Pengambilan tindak lanjut yang diperlukan dalam
konteks pengawasan.
6.3.3 Mekanisme pemenuhan standar proses pembelajaran STIKES Nahdlatul Ulama Tuban
Pemenuhan standar pada prinsipnya menuntut setiap program studi dan atau dosen sesuai dengan tugas dan
Manual Mutu Akademik 67
kewenangan masing-masing berdaarkan struktur organisasi STIKES Nahdlatul Ulama Tuban yang bersangkutan secara konsissten memenuhi atau melaksanakan standar proses pembelajaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian pejabat atau pimpinan unit atau dosen harus menjadikan standar ini sebagai tolok ukur dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Dalam tahap ini, pimpinan unit perlu melakukan sosialisasi isi standar proses pembelajaran kepada para pemangku kepentingan internal, khususnya dosen dan tenaga kependidikan. Setelah upaya ini dilakukan, pimpinan unit mulaibekerja untuk memenuhi atau melaksanakan isi standar tersebut.
Pada tahap ini, pimpinan juga harus memperhatikan semua ketentuan normative yang relevan (bila ada), agar upaya pemenuhan isi standar tidak melanggar peraturan perundangan. Sebagai bagian dari mekanisme pemenuhan standar proses pembelajran, pengelola standar harus pula menyiapkan perangkat dokumen tertulis seperti formulir borang, bagan checklist, tabel atau instrument lain yang relevan dengan isi standar ini untuk memudahkan administrasi pelaksanaanya, maka semua instrument tertulis tersebut harus diberi nama dank ode numerasi tertentu.
Manual Mutu Akademik 68
Beberapa contoh dikemukakan dibawah ini.
Pemenuhan standar perencanaan proses pembelajaran, termasuk juga administrasi kegiatan pendukung proses pembelajran dilakukan secara transparan dan akuntabel. Program studi sesuai dengan kewenangan masing0masing mempersiapkan administrasi kegiatan pendukung proses pembelajaran, yang dapat dilakukan melalui:
Penyelengaraan rapat dosen lengkap dengan cara:
1. Memahami kembali Visi dan Misi program studi
2. Penetapan standar administrasi kegiatan pendukung proses pemeblajaran, antara lain:
a. Jumlah tatp muka rata-rata persemester, jika semester sebelumnya mencapai 80%, maka pada semester berjalan ditargetkan meningkat menjadi 85%
b. Jumlah penugasan kepada mahasiswa rata-rata
persemester, jika semester sebelumnya mencapai 50% dari tugas yang seharusnya diberikan, maka pada semester berjalan ditargetkan 60%
c. Jumlah kelulusan dalam suatu mata kuliah, jika semester sebelumnya mencapai rata-rata 90%, maka pada semester berjalan ditargetkan 95%