PEDOMAN
PROSEDUR
PENERAPAN K3
DI LABORATORIUM
SISTEM
MANAJEMEN
MUTU
AIRLANGGA
INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM
@rMS)
UNIVERSITAS AIRLANGGA
Revisi ke 0
Tanggal Revisi 0
Tanggal
Berlaku
:
1 November 2017 Kode Dokumen PP-UNAIR-MUN-01.08oleh: Champion
Mul
Diperiksa oleh:
Direktur
Sarana Prasaranadan
Karnaji. S.Sos.. M.Si.
\-Disetujui oleh:
Wakil
RektorII
., 3.
1.
TUJUAN
RUANG
LINGKUP
TARGET
MUTU
4.
DEFINISI
5.
REFERENSI
6.
DIDISTRIBUSI
KAN
KEPADA
Pedoman
Prosedur
ini
dibuat untuk melindungi
seluruhcivitas
akademika
yang
melakukan kegiatannya
di laboratorium, agar terhindar bahaya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.Pedoman Prosedur
ini
meliputi
pengertian,jenis
bahaya, pencegahan,dan
penanggulangan bahayadi
laboratoriumserta monitoring dan evaluasi.
a.
Setiap tenaga kerja/laboran dan orang lainnya yang beradadi
laboratorium mendapat perlindungan ataskeselamatannya.
b.
Setiap bahan kimia atau peralatan dapat dipakai, dipergunakan secara aman dan efisien.c.
Proses pengujian berjalan lancar.Pedoman Prosedur Penerapan
K3
di
Laboratorium
adalah suatu pedomanyang dibuat
oleh
Subdit
K3L
agar seluruh pelaksanaankegiatan
di
laboratorium
berdasarkan prinsipK3
(Kesehatan dan Keselamatan Kerja).a.
UUNo.
1 Tahun 1970 Tentang KeselamatanKerja
b.
UU No.23 Tahunlgg2Tentang
Kesehatanc.
UU
No.32 Tahun
1992 Tentang
Perlindungan
danPengelolaan Lingkungan HiduP
d.
PermenlH
No.
6
Tahun 2009
tentang
Laboratorium Lingkungane.
Peraturan Pemerintah
No.18 Tahun
1999
Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracunf.
KepmenkesRI
No.1244lMenkes/SK/XII/1994
tentangPedoman Keamanan Laboratorium
Mikrobiologi
dan Biomedisg.
Kepmenaker.
No.
Kep-186/MEN/1999
tentang
Unit
Penanggulangan Kebakaran di TempatKerja
h.
Statuta Universitas Airlanggai.
Keputusan
Rektor
No.
50IlIH3lPPJ20l2
tentangPembentukan
Sub
Direktorat
Keselamatan
danKesehatan
Kerja
(K3)
pada Direktorat
Sumberdaya Universitas AirlanggaSemua pemegang
controlled copy
atauunit
yang
berhakmemiliki
dokumen sistem mutu7.1
7.t.1
7.
PROSEDUR
Umum
prosedur
ini
berlaku
sejak tanggal ditetapkan. Setiap perubahan atas langkah dalam prosedur danformulir
yang digunakan harus dibahas dalam forum yang ditentukan dan kemudian disahkan oleh RektorPenyusun prosedur dan pemeriksa prosedur bertanggung jawab untuk memastikan :
a.
semua personel yangterlibat
dalam prosedurini
mengerti dan memahami setiap langkah dan ketentuan dalam prosedur ini.b.
semua personel yangterlibat
dalam prosedurini
harusmemiliki
kompetensi yang dipersyaratkan dalam dokumen wewenang dan tanggungi awab'PELAKSANAAN
Tata Laksana
Penggunaan BahanKimia di Laboratorium
Semua bahan
kimia
harus tersimpan dalambotol
atau kalengyang
sesuai dan tahan lama. Sebaiknyadi
simpandi
tempat-tempat yangkecil
dan cukupuntuk
pemakaian sehari-hari.b.
Tempat persediaan untuk jangka panjang harus tersimpan dalam gudang bahankimia
yang khusus/ gudang dalam tanah misalnya'c.
Setiap saat bahankimia
harus diperiksa secararutin,
untuk menentukan apakah bahan-bahan tersebut masih dapat digunakan atautidak,
dan perbaikanlabel
yang biasanya7.t.2
11
7.2.1
PENGERTIAN
Kesehatan
dan
Kesel amatanKerja
(K3)
adalah suatu
pemikiran dan
upaya
untukmenjamin
keutuhandan
kesempurnaanbaik jasmani
maupun rohaniah tenaga kerja (laborarVanalis)pada
khususnya
dan
manusia
pada umumnya,
hasil
karya
dan budayunyu menuju masyarakatadil
dan makmur. Secara keilmuanK3
merupakanilmu
pengltahuan
dan
p..r..upurrnyu dalam
usaha mencegah kemungkinan
terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.7.2.2.
Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa, dosen, danpeneliti
melakukan percobaan. Bekerjadi
laboratoriumkimia
tak akan lepas dari kemungkinan bahaya dari terbagaijenis balan kimia
dan peralatan yang adadi
dalamnya. Karenaitu
diperlukanp.-uhu*u1
dan
kesadaran terhadapbahaya
di
laboratorium.Telah banyak
terjadi kecelakaan ataupun menderitaluka
serta kerusakan fasilitaskerja
yang sangat mahal. Semuakejadian
ataupun kecelakaandi
laboratorium
sebenamya dapatdihindari
jika
mereka selalu mengikuti prosedur kerja yang aman di laboratorium.7.2.3.
penerapanK3
di
Laboratorium
adalah salah satubentuk
paya
untuk
menciptakantempai
kerja yang
amafl, sehat, bebasdari
pencemaranlingkungan,
sehingga dapat-.rrgr.urg1
aunJu,
bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhiinya dapat mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja. Kecelakaan kerja tidak sajamenimbulkan
[orUu"
jiwa
maupunkerugian materi
bagi
Praktikan,
tetapijuga
dapat mengganggu proses Praktikum secara menyeluruh'7.3 7.3.1
7.3.2
a.
b.
d.
rusak. Bahan-bahan yang tak dapat digunakan
lagi
harus dibuang/ dimusnahkan secarakimia.Semua bahan
harus diberi
tanda-tandakhusus,
diberi
label
dengan
semua keterangan yang diperlukan misalnya :1. nama bahan
2.
tanggal pembuatan 3.jumlah (isi)
4.
asaTbahan (merek pabrik dan lain-lain)5.
tingkat bahaya yang mungkin (racun, korosiv, higroskopisdll)
6.
keterangan-keterangan yang perlu (presentase, smbol kimianya dan lain-lain)d.
Selain BahanKimia,
dalam
Laboratoriumjuga
terdapat peralatanyang
terbuat darigelas, bahan gelas tersebut mudah pecah
dan
pecahannyadapat
melukai
tubuh. Khususnyabila
memasukkanpipa
gelas kedalam propkaret, harus digunakan sarung tanganuntuk
melindungi
tangandari
pecahankaca.
Pada proses pemanasan suatu larutan, harus digunakan batudidih
untuk mencegah terjadinya proses lewat didih yang menyebabkanlarutan
panasitu
muncrat
kemana-mana.Juga
ketika
menggunakan pembakar spiritus atau pembakar bunsen, hati-hati karena spiritus mudah terbakar,jadi
jangan
sampai tumpahke
atas meja dan selang penyambungaliran
gas pada bunsen harus terikat kuat, jangan sampai lepas.Langkah-langkah
praktis
Sebagai laboran
di
laboratorium, yang bertugas membimbing mahasiswa untuk bekerja dengan baik dan aman, maka perlu persiapan sebelum bekerja'Laboran
perlu
datanglebih
awal untuk
memeriksalokasi
dan carapakai
alat bantu keselamatan kerja.Laboran harus mengetahui
jenis
bahankimia
dan peralatan yang akan digunakan pada percobaanhari
tersebut dan cara menanggulangibila
terjadi
kecelakaan karena bahan atau peralatan tersebut.Biasakanlah menutup kran
air
dan gas, mematikanlistrik
dan api serta mencuci tangan dan meninggalkan laboratorium dalam keadaan bersih.Ini
dilakukan oleh laboran agar menjadi panutan bagi mahasiswa.7.3.3
Larangan
-
larangan
saat beradadi
Laboratorium
a.
Dilarang bekerja sendiriandi
laboratorium,minimal
ada laboran yang mengawasi.b.
Dilarang bermain-main dengan peralatan laboratorium dan bahanKimia'
c.
Persiapkanlahhal
yang
perlu
sebelum masuklaboratorium
sepertibuku
kerja, jenis percobaan,d.
Jenis bahan, jenis peralatan, dan cara membuang limbah sisa percobaan.e.
Dilarang makan, minum dan merokok di laboratorium.f.
Jagalah kebersihanmeja praktikum,
apabila mejapraktiukm
basah segera keringkan dengan lap basah.g.
Jangan membuat keteledoran antar sesama teman.h.
Pencatatan datadalam
setiap percobaan selengkap-lengkapnya. Jawablah pertanyaanpada penuntun praktikum untuk menilai kesiapan anda dalam memahami percobaan.
i.
Berdiskusi
adalahhal
yang
baik
dilakukan untuk
memahamilebih
lanjut
percobaan yang dilakukan.j.
Gunakan peralatankerja
seperti
kacamata pengamanuntuk melindungi
mata, jas laboratorium untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki.k.
Dilarang memakai perhiasan yang dapat rusak karena bahanKimia'
L
Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.m.
Wanita/pria yang berambut panjang harus diikat.n.
Biasakanlah mencuci tangan dengan sabun danair
bersih terutama setelah melakukan praktikum.o.
Bilakulit
terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.p.
Bila
terjadi
kecelakaanyang
berkaitan dengan bahanKimia,
laporkan
segera pada laboran atau pemimpin praktikum. Segera pergi ke dokter untuk mendapat pertolongan secepatnya.7.3.4
Teknik kerja di laboratorium
Hal
pertama yangperlu dilakukan
1.
Gunakan perlatan kerja seperti kacamata pengaman untuk melindungi mata, jas laboratorium untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki2.
Dilarang memakai perhiasan yang dapat rusak karena bahanKimia.
3.
Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.4.
Wanrta/pria yang berambut panjang harus diikat.Bekerja
aman dengan bahankimia
1. Hindari kontak langsung dengan bahan
Kimia.
2. Hindari mengisap langsung uap bahan Kimia.4. Bahan
Kimia
dapat bereaksi langsung dengankulit
menimbulkaniritasi
(pedih atau gatal).Memindahkan
bahanKimia
1. Baca label bahan
Kimia
sekurang-kurangnya duakali
untuk menghindari kesalahan. 2. Pindahkan sesuai dengan jumlah yang diperlukan.3. Jangan menggunakan bahan
Kimia
secara berlebihan.4.
Janganmengembalikan bahanKimia
ke dalam botol semula untuk mencegah kontaminasi.Memindahkan
bahanKimia cair
1. Tutup botol dibuka dan dipegang dengan
jari
tangan seklaigus telapak tanganmemegang botol tersebut.
2. Tutup botol jangan ditaruhdi atas meja karena isi botol dapat terkotori.
3. Pindahkan cairan melalui batang pengaduk untuk mengalirkan agar tidak memercik.
Memindahkan
bahanKimia
Padat1. Gunakan tutup botol untuk mengatur pengeluaran bahan
Kimia.
2.
Jangan mengeluarkan bahanKimia
secara berlebihan.3. Pindahkan sesuai keperluan tanpa menggunakan sesuatu yang dapat mengotori bahan tersebut.
Cara
memanaskanlarutan
menggunakantabung reaksi
1. Isi tabung reaksi maksimal sepertiganya.
2.
Apipemanas hendaknya terletak pada bagiuan atas larutan. 3. Goyangkan tabung reaksi agar pemanasan merata.4. Arahkan mulut tabung reaksi pada tempat yang aman agar percikannya tidak melukai orang lian maupun
diri
sendiri.Cara
memanaskanlarutan
menggunakan gelasKimia
1. Gunakan kaki tiga dan kawat kasa untuk menopang gelas
Kimia
tersebut' 2. Letakkan Batang gelas atau batu didih dalam gelasKimia
untuk mencegah pemanasan mendadak.3. Jika gelas
Kimia
digunakan sebagai penangas air, isilah dengan air. Maksimum seperampatnya.Keamanan
kerja di laboratorium
1. Rencanakan percobaan yang akan dilakukan sebelum memulai praktikum' 2. Gunakan perlatan kerja seperti kacamata pengaman untuk melindungi mata, jas laboratorium untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki.
3. Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi. 4. Wanitalpria yang berambut panjang harus diikat.
5. Dilarang makan, minum dan merokok
di
laboratorium.6.
Jagalah kebersihan meja praktikum, apabila meja praktiukm basah segera keringkan dengan lap basah.7. Hindari kontak langsung dengan bahan kimia. 8. Hindari mengisap langsung uap bahan kimia.
9. Bila
kulit
terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.10. Pastikan kran gas tidak bocor apabila hendak mengunakan bunsen.
1 1. Pastikan kran air dan gas selalu dalam keadaan tertutup pada sebelum dan sesudah
praktikum selesai.
7.4
HAKIKAT
HIGIENE LABORATORIUM DAN KESEHATAN KERJA
1.
Sebagaialat untuk
mencapai derajat kesehatan laboran/analisyang
setinggi-tingginya, dengan maksud untuk kesejahteraan laboran.2.
Sebagaialat untuk
meningkatkananalisis,
yang
berlandaskan kepada meningginyaeffisiensi
dan
daya produktivitas
faktor
manusia
dalam analisis atau
pengujian.7.1
SanitasiRuang
DanPeralatan
Laboratorium
1. Kondisi lantai
secara umum harus bersih, kedapair, tidak
licin,
rata sehingga mudah dibersihkan dan tidak ada genangan air.2.
Dinding
tembok,jendela, langit-langit,
kerangka bangunan, perpipaan, lampu-lampu dan benda lain yang beradadi
sekitar ruang pengujian harus dalam kondisi bersih.3.
Kondisi
umum bangunan harus memperhatikan aspek pencahayaan dan ventilasi yangbaik. Ventilasi
harus tersedia dengan cukup dan berfungsi denganbaik.
Pencahayaanatau
penerangan hendaknya tersebar secara meratadan cukup
di
semua ruangan, namun hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak menyilaukan.4. Semua peralatan
yang
digunakan
untuk
pengujian
harus selalu
diperhatikan kebersihannya, danjuga
penanganannya harushati-hati
karena kebanyakan peralatan laboratorium mudah pecah.5.
Setelah penggunaan alat gelas dan non gelas selesai atau pekerjaan telah selesai semua peralatan tersebut dibersihkan dan ruangan yang digunakan harus dibersihkan dengan bahan saniter. Saniter adalah senyawakimia
yang dapat membantu membunuh bakteri danmikroba.
Air
yang
digunakan dalam pencucianalat
hendaknyaair
yang bersihyang
memenuhi
persyaratan sanitasi, sehingga mencegahkontaminasi.
Air
bersihmempunyai
ciri-ciri
antaralain
tidak
berasa,tidak
berwarna,
dan
tidak
berbau7.2
PengendalianRuang
Penyimpanan BahanKimia
1.
Ruang
penyimpanan
bahan
kimia
di
laboratorium
harus dikendalikan
sehingga temperatur, kelembaban,dan
sirkulasi udara
sesuai denganyang
diharapkan, Jikatemperatur dalam ruang penyimpanan bahan
kimia
tersebut tingga dan terasa pengap, maka exhaust fan (alat sejenis kipas angin) dihidupkan dan ventilasi atau pintu dibuka agar terjadi sirkulasi udara, sehingga dapat menurunkan temperatur dan kelembaban.2.
Padasaat
akan
mengambil bahan
kimia
harus memakai
alat
keselamatan kerja.Sebelum
masuk ruang
penyimpanan
bahan
kimia,
harus
memeriksa
suhu
dan kelembaban ruangan apakah sesuai dengan persyaratan, baru melakukan pengambilan atau penempatan bahan kimia.7.3
Fasilitas Penggudangan1. Ruangan,
dinding,
bangunandan
pekarangan bangunanharus selalu bersih,
bebassampah dan kotoran.
2.
Barangbarang yang disimpan dalam gudang harus diatur dan disusun secara baik danteratur,
dengan menyisakanjarak
yang cukup, baik
jarak
antar tumpukan
maupun dengan dinding tembok.3.
Barang yang telah rusak atau bahan baku yang telah busuk, hendaknyadiambil
dan dipisahkan dari barang-barang yang masih baik.4. Untuk
sampah yangkering
dan padatperlu
disediakan tempat pembuangan sampahpadat
yang cukup, baik
kebersihannyamaupun ukurannya
sesuai denganjumlah
sampah diproduksi.7.4
PengaruhBahan
Kimia
Terhadap
Kesehatan1.
Iritasi, yaitu
terjadinya luka bakar setempat akibat kontak bahankimia
dengan bagian tubuh.2.
Korosif
kerusakan j aringan.3.
Timbulnya alergi
nampak sebagianbintik-bintik
merahkecil
atau gelembung berisicairan atau gangguan pernafasan (tersumbat dan pendek-pendek).
4.
Pemafasan terganggu, sepertisulit
bernafas sehingga terasatercekik
atau aspiksian karena kekurangan oksigen akibatdiikat
olah gas thinner seperti : nitrogen dan karbon dioksida.5.
Timbulnya
keracunan sistemik,yaitu
bahankimia
yang dapat mempengaruhi bagian-bagian tubuh seperti merusak hati, ginjal, susunan syaraf dan lain-lain.6.
Kanker, akibat paparan bahankimia
sehingga merangsang pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali dalam bentuk tumor ganas.7.
Kerusakan atau kelainanjanin
yang ditandai oleh kelahiran dalam keadaan cacat ata:u kemandulan.8.
phemokoniosis, yaitu timbunan debu dalam paru-paru sehingga kemampuan pam-paru untuk menyerap oksigen menjadi kurang akibatnya penderita mengalami nafas pendek.7.5
PEMBUANGAN
LIMBAH
7.5.1
Limbah Cair
1.
Saluran pembuangan limbah bahankimia
dalam bentuk cair harus dikonstruksi dengan baik sehingga proses pembuangan limbah cair tidak terhambat.2.
Tempat penampungan hendaknya dibuat,jangan
langsungdibuang
ketempat umum karena akan mengganggu dan mencemari lingkungan umum'3.
Jika produksi
sampah/limbahcair
temyata
cukup tinggi,
atau
telah
mengakibatkan ganggguan pencemaran adalah indikasi awal bahwa masalah pencemarandi
lingkungan telahte{adi,
maka disarankan untuk berkonsultasi dengan SubditK3L.
4.
Limbahcair
yang dihasilkan akan dilakukan pengangkutan dan pengolahan oleh pihak ke-3 yang sudahditunjuk
untuk bekerjasama dengan Universitas Airlangga.7.5.2
Limbah
Padatl.
Limbah
padatyang
dihasilkanoleh
laboratorium dikemasjadi
satu dan diletakkan di tempat yang tertutup.2.
Limbah yang dihasilkan akan dilakukan pengangkutan dan pengolahan oleh pihak ke-3 yang sudahditunjuk
untuk bekerjasama dengan Universitas Airlangga.7.6
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT di
LABORATORIUM
7.6.1
Terkena
bahankimia
A.
Percikan Bahan
Kimia
1. Janganpanik.2.
Mintalah bantuan rekan anda yang berada didekat anda.3.
Lihat data MSDS.4.
Bersihkan bagian yang mengalami kontak langsung tersebut (cuci bagian yang mengalami kontak langsung tersebut dengan air apabila memungkinkan).5.
Bilakulit
terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.6.
Bawa ketempat yang cukup oksigen.7.
Hubungi paramedik secepatnya (dokter, rumah sakit).B.
Tumpahan
BahanKimia
1. Beritahukan kesemua orang yang ada di area tumpahan.
2.
Hubungi nomor darurat yang sesuai yang seharusnya telah terpasang di tiap pesawat telepon.Beri bantuan korban, pindahkan mereka dari paparan dan mandikanjika
diperlukan.3.
Tergantung jenis dan sifat bahan kimia tersebut, Anda mungkin perlu membuka jendela dan pintu untuk memberikan sirkulasi udara yang cukup, menutup areayang terpapar untuk menyimpan tumpahan atau mematikan sumber nyala api dan panas.4.
Jika Anda terlatih dan berwenang, gunakan material yang tepat untuk menyerap ata menampung tumpahan. Contohnya, Anda bisa menggunakan perlengkapat untuk menertralkan tumpahan asam, Untuk bahan kmia lainnya, Anda mungkin perlu menaburkan penyerap pada tumpahan, atau sekitar tumpahan dengan tanggul.7.6.2
7.6.3
5.
Jangan berupaya membersihkan dalam situasi sepertidi
bawahini:
a.
Anda tidak tahu material apa yang tumpah.b.
Anda tidakmemiliki
cukup pelindung atau peralatan yang tepat untuk melakukan pekerj aan tersebut.c.
Tumpahan terlalu luas dan banyak.d.
Tumpahan sangat beracun.Kebakaran
Bahan
kimia
yang mudah terbakar yaitu bahan-
bahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Terjadinya kebakaran biasanya disebabkan oleh 3 unsur utama yang sering disebut sebagai segitigaAPI
:Keterangan :
A
: Adanya bahan yang mudah terbakar P : Adanyapanas yang cukupI
: Adanya ikatan Oksigendi
sekitar bahan.Penanganan yang perlu dilakukan :
1. Jangan panik.
2.
Ambil
tabung gas CO2 apabila api masih mungkin dipadamkan. 3. Beritahu teman anda.4. Hindari mengunakan
lift.
5. Hindari mengirup asap secara langsung.
6. Tutup pintu untuk menghambat api membesar dengan cepat (angan dikunci). 7.Pada gedung
tinggi
gunakan tangga darurat.8. Hubungi pemadam kebakaran. Gempa
bumi
1. Jangan panik.
2. Sebaiknya berlindung dibagian yang kuat seperti bawah meja, kolong kasur, lemari. 3. Jauhi bangunan yang tinggi, tempat penyimpananzat kimia, kaca.
4. Perhatikan bahaya
lain
seperti kebakaran akibat kebocoran gas,tersengatlistrik.
5. Jangan gunakanlift.
7.7
STMBOL-IMBOL
B3
DAN EU (EUROPEAN
UNION)
Simbol
-
simbol
yang sering digunakan untuk menandai jenisjenis
bahankimia
secarainternasional :
1.
Toxic
: Sedikit saja masuk ke tubuh dapat menyebabkan kematian atau sakit keras2.
Flammable : Bahan yang mudah terbakar3.
Corrosive : bahan yang dapat merusak kayu, besi, dsb.4.
Irritant
: Sedikit saia masuk ke tubuh dapat membakar5.
kulit,
selaput lendir atau sistem pernapasan6.
Oxidising Agent : Bahan yang dapat menghasilkan panas7.
bila bersentuhan dengan bahan lain terutama bahan-bahan yang mudah terbakar8.
Explosive
:
Bahan yang mudah meledakbila
kena panas,api
atau sensitif terhadap gesekan atau goncangan9.
Radioactive : Bahan-bahan yang bersifatradioaktif
10.
POISON : Bahan-bahan yang bersifat racunTorh Geg Flrmrblr Grr
&
O
Noa Grr
Orfliar Oqrnic Pcrcrile Poico r OriLiiirE -lE..t
Rrdioectie I III SBIJ IOO: sBrJl003
,,#
.w
v
lfucelh wur Goodr 31o+
l(oa ILmrbL l{oa
Toric e.t
Torh Spo.1. wErl)'
Caab*ibla
c
Tori Crc,A
Y
Lfub-6HrN,|
!i t POISOil\
7
A
q
\,.
,,
I
\
\,.
t\
l0xrcAgent Flammable
Flammable
Toxic Irritant
Toxic
I)angerour for The Euriroomeat
7.8
EVALUASI
Evaluasi
ini
bertujuanuntuk
:a.
Setiap tenaga kerja/laboran dan orang lainnya yang beradadi
laboratorium mendapatperl indungan atas keselamatannya.
b.
Setiap bahankimia
atau peralatan dapat dipakai, dipergunakan secara aman dan efisien.c.
Proses pengujian berjalan lancar.d.
Kondisi
tersebutdi
atas dapat dicapai antaralain
bila
kecelakaan termasuk kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja dapat dicegah dan ditanggulangiIndikator keberhasilan adalah zero accident
di
seluruh laboratorium Universitas Airlangga.oxelaxcAsEllr
Extreue$'
ffi
&
IOXE VERYTOXIC ,{tR$fl}Ltu
coxRo$ME
0