Panduan Umum FLS2N 2015 - Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Panduan Umum FLS2N

64  13 

Teks penuh

(1)

FESTIVAL DAN LOMBA SENI SISWA NASIONAL (FLS2N)

TAHUN 2015

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Seni menurut Ki Hajar Dewantara adalah perbuatan manusia yang timbul dari hidupnya, perasaan, dan bersifat indah sehingga dapat menggetarkan jiwa perasaan manusia, sehingga seni dapat diimplementasikan melalui budaya belajar, berkarya dan pengembangan potensi diri, sikap kompetitif serta meningkatkan dan memperkokoh rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan bangsa.

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyelenggarakan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diikuti oleh seluruh peserta didik dari 34 provinsi jenjang Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa/Madrasah Ibtidaiyah (SD/SDLB/ MI), Sekolah Menengah Pertama/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa/Madrasah Tsanawiyah (SMP/ SMPLB/MTs), Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa/Madrasah Aliyah (SMA/ SMALB/MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sehubungan dengan penyelenggaraan FLS2N tersebut maka disusun buku panduan sebagai acuan bagi para peserta, pelatih/pendamping, juri, panitia penyelenggara FLS2N tahun 2015 dengan harapan akan mempermudah dalam melaksanakan tugas, koordinasi, komunikasi serta pengambilan kebijakan lebih lanjut yang bersifat teknis maupun administrasi.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam penyelenggaraan FLS2N tahun 2015. Kepada para peserta yang berbakat dan berprestasi, kami ucapkan selamat berlomba, jadilah yang terbaik.

Panitia Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2015,

(4)
(5)

Daftar Isi

Kata

Pengantar

iii

Daftar

Isi

v

Bab I Pendahuluan

1

Bab II Kegiatan FLS2N

3

Bab III Kilas Balik FLS2N

15

Bab IV Kepanitiaan

33

Bab V Penutup

41

(6)
(7)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kesenian merupakan salah satu kelompok mata pelajaran yang strategis dan merupakan salah satu wahana bagi siswa untuk berekspresi sehingga memunculkan karya yang dapat dibanggakan oleh bangsa Indonesia. Dengan kesenian diharapkan mampu untuk memfasilitasi pembangunan karakter, sehingga anggota masyarakat mempunyai kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis dengan tetap memperhatikan sendi-sendi Pendidikan karakter menjadi suatu keharusan, karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik menjadi cerdas juga mempunyai budi pekerti dan sopan santun, sehingga keberadaannya sebagai anggota masyarakat menjadi bermakna baik bagi dirinya maupun masyarakat pada umumnya.

Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 Pasal 37 ayat (1) yang menyatakan bahwa Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: pendidikan agama; pendidikan kewarganegaraan; bahasa; matematika; ilmu pengetahuan alam; ilmu pengetahuan sosial; seni dan budaya; pendidikan jasmani dan olahraga; keterampilan/kejuruan; dan muatan lokal.

Dalam pasal 6 ayat (1) PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dinyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: (1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, (2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, (3) kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, (4) kelompok mata pelajaran estetika, dan (5) kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

(8)

aktivitas yang mewadahi berbagai kegiatan seni dan sastra serta mampu mengangkat potensi yang dimiliki siswa hingga dapat memberikan prestasi dan kebanggaan bagi dunia pendidikan khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Dengan terselenggaranya FLS2N tahun 2015, diharapkan akan tercipta insan cerdas dan berdedikasi sebagai kader penerus dan pemimpin bangsa di masa yang akan datang yang bertumpu pada kecintaan dan kebanggaan terhadap Bangsa dan Negara dengan Pancasila, UUD NKRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pilarnya.

B. Tujuan Pelaksanaan

1. Membina dan meningkatkan kreativitas siswa dalam bidang seni dan sastra.

2. Menanamkan dan membina apresiasi seni dan sastra, khususnya terhadap nilai-nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa.

3. Membangun karakter bangsa.

4. Mengembangkan sikap kompetitif dalam diri siswa yang berwawasan global.

5. Sebagai sarana promosi potensi siswa kepada dunia industri pariwisata.

6. Menyediakan wahana kompetensi putra-putri terbaik Indonesia dalam mengembangkan minat dan talenta yang dimiliki khususnya di bidang seni.

7. Mengasah kepekaan siswa dalam menghargai seni dan karya orang lain.

C. Hasil yang Diharapkan

(9)

2. Terwujudnya pengembangan bakat siswa untuk meningkatkan kreativitas dalam bidang seni dan sastra secara optimal.

3. Terwujudnya rasa cinta terhadap nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa.

4. Terwujudnya sikap toleransi, kompetitif dan jiwa sportivitas siswa.

5. Terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa yang semakin kuat.

D. Tempat Pelaksanaan

FLS2N tahun 2015 dilaksanakan di Palembang, Sumatera Selatan, berdasarkan:

1. Surat Direktur Jenderal Pendidikan Dasar nomor: 1983/C/KP/2014 tanggal 30 April 2014 tentang Usulan Tuan Rumah FLS2N tahun 2015.

2. Surat Gubernur Sumatera Selatan nomor: 420/1488/Disdik.SS/2014 tanggal 21 Mei 2014 tentang Kesediaan menjadi Tuan Rumah FLS2N tahun 2015.

E. Tema

Tema FLS2N 2015:

(10)
(11)

BAB II KEGIATAN FLS2N

A. Jenis Festival dan Lomba FLS2N

No Jenjang

Pendidikan Jenis Lomba Jumlah Peserta

1 SD

Menyanyi Solo/Tunggal 34 Tari Kreasi Baru (Kontemporer) 170 Pidato Bahasa Indonesia 34 Seni Baca Alqur’an 68 Cipta Cerpen Berbahasa Indonesia 34 Kreativitas Cerita Berbahasa Inggris (story telling) 34

Baca Puisi 34

Cipta dan Baca Puisi 33

MTQ 33

Memainkan Alat Musik Modern 33

(12)

No Jenjang

Pendidikan Jenis Lomba Jumlah Peserta

4 SMA

Musik Gitar Klasik Tunggal 23

Jumlah Peserta SMK 724

6 SMALB

Menyanyi Solo/Tunggal 33

Menari 33

Merias Wajah dan Kuku 33

Design Grais 33

Jumlah Peserta SMALB 132

(13)

B. Peserta/Pendamping/Pelatih/Pembina/Juri/Panitia Uraian SD SMP SDLB/

SMPLB SMA SMK SMALB Jumlah Peserta/Siswa 374 714 165 510 724 132 2.619

C. Tempat Lomba dan Penginapan 1. Direktorat Pembinaan SD

No. Jenis Lomba Tempat Lomba Tempat Menginap

1 Menyanyi Solo/Tunggal Hotel Novotel Hotel Novotel 2 Tari Kreasi Baru (Kontemporer) Hotel Aryaduta Hotel Aryaduta 3 Pidato Bahasa Indonesia Hotel Novotel Hotel Novotel 4 Membuat Gambar Bercerita Hotel Aryaduta Hotel Aryaduta

5 Kriya Anyam Hotel Novotel Hotel Novotel

6 Pantomim Hotel Novotel Hotel Novotel

2. Direktorat Pembinaan SMP

No. Jenis Lomba Tempat Lomba Tempat Menginap

(14)

No. Jenis Lomba Tempat Lomba Tempat Menginap

3 Musik Tradisional Hotel Aston Hotel Aston

4 Seni Baca Alqur’an Hotel Sintesa Peninsula Hotel Sintesa Peninsula 5 Cipta Cerpen Berbahasa Indonesia Hotel Grand Zuri Hotel Grand Zuri 6 Kreativitas Cerita Berbahasa Inggris

(story telling)

Hotel Aston Hotel Aston

7 Baca Puisi Hotel Fave Hotel Fave

8 Desain Poster SMKN 7 Palembang Hotel Sintesa Peninsula

3. Direktorat Pembinaan PKLK Dikdas

No. Jenis Lomba Tempat Lomba Tempat Menginap

1 Menyanyi Solo/Tunggal Puri Maraja Ballroom 1

Emilia Hotel

2 Melukis Emilia Hotel

3 Cipta dan Baca Puisi Puri Maraja Ballroom 2 4 MTQ Bantaeng Room 5 Memainkan Alat Musik Modern Toraja Room

4. Direktorat Pembinaan SMA

No. Jenis Lomba Tempat Lomba Tempat Menginap

1 Menyanyi Solo/Tunggal Hotel Horison Ultima Hotel Horison Ultima 2 Tari Berpasangan Hotel Jayakarta Hotel Jayakarta

3 Baca Puisi SMA 1 Palembang Hotel Jayakarta

4 Design Poster Hotel Jayakarta Hotel Jayakarta

5 Seni Kriya SMA 1 Palembang Hotel Jayakarta

6 Film Pendek Taman Purbakala dan

(15)

5. Direktorat Pembinaan SMK

No. Jenis Lomba Tempat Lomba Tempat Menginap

1 Tari Tradisional SMK 2 Palembang

Hotel Sahid, Swarna Dipa, Grand Duta syariah, Hotel Duta, Rio City, Sin-tesa Peninsula, Sanjaya Hotel

2 Teater Berbahasa Indonesia SMK 3 Palembang 3 Musik Daerah/Karawitan SMK Sumsel Palembang

4 Musik/Band SMK 2 Palembang

5 Musik Gitar Klasik Tunggal SMK 2 Palembang

6. Direktorat Pembinaan PKLK Dikmen

No. Jenis Lomba Tempat Lomba Tempat Menginap

1 Menyanyi Solo/Tunggal Hotel Amaris

Hotel Amaris

2 Menari SLB Pembina Palembang

3 Merias Wajah dan Kuku Hotel Amaris

4 Design Grais Hotel Amaris

D. Penghargaan

Penghargaan diberikan dalam bentuk:

1. Sertiikat; diberikan kepada seluruh Peserta, Juri dan Pendamping Festival dan Lomba.

2. Hadiah Uang/Tabanas; diberikan kepada para juara I, II, III dan Harapan untuk lomba, sementara untuk festival adalah penampil terbaik sesuai kategori tertentu.

3. Medali; diberikan kepada para juara I, II, dan III untuk lomba, sementara untuk festival adalah penampil terbaik sesuai kategori tertentu.

(16)

jumlah medali emas terbanyak.

Mekanisme pemberian penghargaan sebagai berikut:

1. Para juara akan diberikan hadiah berupa uang, sertiikat dan medali setelah pelaksanaan lomba

selesai di lokasi lomba.

2. Piala bergilir untuk juara umum diberikan pada saat acara penutupan festival dan lomba seni siswa nasional.

E. Acara Pembukaan

SUSUNAN ACARA PEMBUKAAN FESTIVAL DAN LOMBA SENI SISWA NASIONAL ( FLS2N)

TAHUN 2015

No Waktu Durasi Agenda Acara

1 08.00-09.30 90’ Pra Acara

2 09.30-09.40 10’

Mendikbud dan Gubernur Sumatera Selatan beserta rombongan tiba di lokasi acara pembukaan diiringi Tarian Gending Sriwijaya

3 09.40-09.45 5’ Opening: MC protokoler membuka acara FLS2N 4 09.45-09.50 5’ Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

5 09.50-09.55 5’ Menyanyikan Mars FLS2N 6 09.55-10.00 5’ Pembacaan Do’a

7 10.00-10.05 5’ Laporan Penyelenggaraan FLS2N 2015

(17)

No Waktu Durasi Agenda Acara

9 10.15-10.20 5’ Penyerahan piala bergilir FLS2N dari Juara Umum tahun 2014 ke Tuan Rumah 2015

10 10.20-10.40 20’ Sambutan Mendikbud sekaligus membuka FLS2N Tahun 2015

11 10.40-11.00 20’ Tarian Nusantara dan Sand Art 12 11.00-11.05 5’ Closing

No Waktu Durasi Agenda Acara

1 18.30-19.20 50’ Pra Acara

2 19.20-19.30 10’ Gubernur Sumatera Selatan dan Dirjen Dikdasmen bersama rombongan pejabat tiba di lokasi acara penutupan

3 19.30-19.35 5’ Opening: MC protokoler membuka acara penutupan FLS2N 4 19.35-19.50 15’ Parade Bendera Merah Putih

5 19.50-19.55 5’ Menyanyikan Lagu Bagimu Negeri 6 19.55-20.00 5’ Pembacaan Do’a

(18)

No Waktu Durasi Agenda Acara

9 20.10-20.25 15’

Sambutan Gubernur Sumatera Selatan sekaligus menutup FLS2N 2015

Baku Terima Cenderamata antara Gubernur Sumatera Selatan dan Dirjen Dikdasmen serta Penyerahan Piagam Penghargaan Kepada Tuan Rumah FLS2N 2015

Prosesi serah terima Pataka kepada tuan rumah FLS2N 2016

9 20.25-20.35 10’

Sambutan Dirjen Dikdasmen sekaligus Pengumuman Pemenang Juara Umum FLS2N 2015

Penyerahan Piala Bergilir kepada Kontingen Juara Umum FLS2N 2015

10 20.35-20.50 15’ Hiburan Penampilan para juara FLS2N 2015

11 20.50-21.20 30’ Penampilan Artis

12 21.20-21.25 5’ Closing

(19)

G. Tata Tertib

Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh para peserta dan pendamping adalah sebagai berikut:

1. Peserta menyerahkan berkas kelengkapan administrasi keikutsertaannya.

2. Mengisi biodata peserta yang telah disediakan panitia.

3. Peserta dan pendamping diwajibkan mengenakan tanda pengenal (id card) yang diberikan panitia selama kegiatan FLS2N berlangsung.

4. Akomodasi/penempatan kamar ditentukan oleh panitia.

5. Biaya akomodasi dan konsumsi selama kegiatan berlangsung menjadi tanggung jawab panitia.

6. Akomodasi dan konsumsi dan kebutuhan lain diluar yang disediakan panitia, menjadi tanggung jawab masing-masing peserta.

7. Meninggalkan penginapan di luar jadwal yang telah ditentukan harus dengan izin panitia penyelenggara.

8. Apabila ada peserta atau pendamping yang sakit atau mendapat suatu halangan, segera melapor kepada panitia.

9. Dilarang membawa dan atau menggunakan narkoba, minuman keras, dan barang-barang yang dapat membahayakan keamanan diri sendiri maupun orang lain.

10. Hal-hal yang belum tercantum dalam tata tertib ini akan ditentukan kemudian melalui pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh panitia penyelenggara.

11. Peserta wajib mengikuti acara pembukaan dan penutupan FLS2N yang telah ditetapkan oleh panitia.

(20)
(21)

BAB III KILAS BALIK FLS2N

A. Perjalanan Pelaksanaan FLS2N 1. Direktorat Pembinaan SD

No. Festival/Lomba Tahun

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

1 Pidato Bahasa Indonesia - - √ - √ √ √ √ 2 Menyanyi Tunggal (solo) √ √ √ √ √ √ √ √ 3 Mengarang dan bercerita - √ √ √ √ - - -4 Seni Kerajinan Tangan/Kriya √ √ √ - √ √ √ √ 5 Cipta/Baca Puisi √ - - - -6 Seni Lukis √ - - - -7 Lomba Kinerja Perpustakaan - - √ - - - - -8 Tari Tradisional - - - - √ √ - -9 Tari Kreasi Baru - - - √ √ 10 Membuat Gambar Bercerita - - - √ √ √ 11 Pantomim - - - √ √ √

2. Direktorat Pembinaan SMP

No. Festival/Lomba Tahun

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

(22)

No. Festival/Lomba Tahun

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

2 Vokal Grup √ √ √ √ √ √ √ √

3. Direktorat Pembinaan PKLK Dikdas

No. Festival/Lomba

Tahun

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

1 Menyanyi Tunggal (solo) - - - √ √ √ √ √ 2 Cipta/Baca Puisi - - - √ √ √ √ √ 3 Melukis dan Mewarnai - - - √ √ √ √ √ 4 Memainkan Alat Musik Modern - - √ √ √ √ √ √

(23)

4. Direktorat Pembinaan SMA

No. Festival/Lomba Tahun

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

1 Menyanyi Tunggal (solo) √ √ √ √ √ √ √ √ 2 Seni Baca Al Qur’an √ √ √ √ √ √ - -3 Seni Kerajinan Tangan/Kriya √ √ √ - √ √ √ 4 Seni Poster √ √ √ √ √ √ √ √ 5 Cipta/Baca Puisi - √ √ √ √ √ √ √ 6 Cipta Cerpen √ - - - √

7 Tari √ - - -

-8 Festival Tari Kreasi Berpasangan - √ √ √ √ √ √ √ 9 Festival Drama Singkat - √ √ √ √ √ √ -10 Festival Band - √ √ - - - - -11 Film Pendek - - - √ √

5. Direktorat Pembinaan SMK

No. Festival/Lomba Tahun

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

1 Desain Komunikasi Visual - √ √ - - - -

-2 Perilman - √ √ - - - -

(24)

No. Festival/Lomba Tahun

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

5 Teater √ √ √ - - √ √ √

6 Karawitan √ √ √ - - √ √ √ 7 Pedalangan √ √ √ - - - - -8 Musik Gitar Klasik - - - √ √ √

6. Direktorat Pembinaan PKLK Dikmen

No. Festival/Lomba

Tahun

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

(25)

B. Penyelenggaraan FLS2N

Penyelenggaran Pelaksanaan Tuan Rumah Jumlah Peserta

Juara Umum

I 21-26 Juli 2008 Bandung, Jawa Barat 1.615 Jawa Tengah

II 1-5 Juni 2009 Yogyakarta, DIY 2.211 Jawa Barat III 15-18 Juni 2010 Surabaya, Jawa Timur 2.261 Jawa Tengah IV 19-25 Juni 2011 Makassar, Sulawesi Selatan 1.584 Jawa Barat

V 17-23 Juni 2012 Mataram, NTB 1.743 Jawa Timur VI 16-22 Juni 2013 Medan, Sumatera Utara 2.838 Jawa Barat

VII 1-7 Juni 2014 Semarang, Jawa Tengah 2.806 Jawa Barat VIII 23-29 Agustus 2015 Palembang, Sumatera Selatan 2.619 ………

C. Perolehan Medali dari tahun 2008 s.d . 2014

Rekapitulasi Perolehan Medali FLS2N Tahun 2008

(26)

No Provinsi Jumlah Medali

13 Kalimantan Barat 1 0 1 17 14 Kalimantan Selatan 0 0 0 26 15 Kalimantan Tengah 1 0 0 18 16 Kalimantan Timur 0 0 0 27

17 Kep. Riau 1 0 2 16

18 Lampung 0 0 1 23

19 Maluku 1 0 0 20

20 Maluku Utara 0 0 0 30 21 Nusa Tenggara Barat 2 0 1 11 22 Nusa Tenggara Timur 0 0 1 24

23 Papua 0 0 0 29

24 Papua Barat 0 0 0 32

25 Riau 0 1 0 21

(27)

No Provinsi

Jumlah Medali

Emas Perak Perunggu Peringkat

32 Sumatera Selatan 0 0 1 22 33 Sumatera Utara 2 3 1 9

Total 63 22 22

107 Medali

Rekapitulasi Perolehan Medali FLS2N Tahun 2009

No Provinsi Jumlah Medali

(28)

No Provinsi Jumlah Medali

Emas Perak Perunggu Peringkat

16 Kalimantan Timur 5 1 1 7

17 Kep. Riau 0 0 0 31

18 Lampung 2 1 0 13

19 Maluku 1 0 0 20

20 Maluku Utara 1 0 0 21

21 Nusa Tenggara Barat 4 5 0 8 22 Nusa Tenggara Timur 1 0 1 17

23 Papua 0 0 0 29

24 Papua Barat 0 0 0 32

25 Riau 1 1 1 16

26 Sulawesi Barat 0 0 0 33 27 Sulawesi Selatan 3 1 0 10 28 Sulawesi Tengah 0 0 0 28 29 Sulawesi Tenggara 2 1 0 14 30 Sulawesi Utara 0 0 1 25 31 Sumatera Barat 4 2 2 9 32 Sumatera Selatan 2 1 2 12 33 Sumatera Utara 0 0 0 27

Total 92 31 30

(29)

Rekapitulasi Perolehan Medali FLS2N Tahun 2010

13 Kalimantan Barat 4 2 1 8 14 Kalimantan Selatan 0 0 1 28 15 Kalimantan Tengah 0 0 0 31 16 Kalimantan Timur 6 2 4 5

17 Kep. Riau 1 0 1 17

18 Lampung 0 1 0 21

19 Maluku 1 1 0 14

20 Maluku Utara 0 0 1 30

21 Nusa Tenggara Barat 1 1 0 15 22 Nusa Tenggara Timur 0 1 0 22

(30)

No Provinsi Jumlah Medali

Emas Perak Perunggu Peringkat

24 Papua Barat 0 0 0 33

25 Riau 2 3 2 10

26 Sulawesi Barat 1 0 0 19 27 Sulawesi Selatan 3 2 0 9 28 Sulawesi Tengah 1 0 0 18 29 Sulawesi Tenggara 1 1 1 11 30 Sulawesi Utara 0 0 1 29 31 Sumatera Barat 7 2 1 4 32 Sumatera Selatan 0 0 1 27 33 Sumatera Utara 0 0 1 26

Total 76 49 41

166 Medali

Rekapitulasi Perolehan Medali FLS2N Tahun 2011

(31)

No Provinsi Jumlah Medali

13 Kalimantan Barat 0 0 0 25 14 Kalimantan Selatan 1 1 0 13 15 Kalimantan Tengah 0 0 0 26 16 Kalimantan Timur 0 0 2 23

17 Kep. Riau 2 1 0 9

18 Lampung 0 1 0 20

19 Maluku 1 0 2 16

20 Maluku Utara 0 1 0 22

21 Nusa Tenggara Barat 1 0 3 15 22 Nusa Tenggara Timur 1 0 1 17

23 Papua 0 0 0 29

24 Papua Barat 0 0 0 32

25 Riau 2 0 0 10

(32)

No Provinsi Jumlah Medali

Emas Perak Perunggu Peringkat

32 Sumatera Selatan 1 0 0 18 33 Sumatera Utara 0 2 2 19

Total 44 28 28

100 Medali

Rekapitulasi Perolehan Medali FLS2N Tahun 2012

No Provinsi Jumlah Medali

(33)

No Provinsi Jumlah Medali

Emas Perak Perunggu Peringkat

16 Kalimantan Timur 2 1 0 13

17 Kep. Riau 2 1 4 12

18 Lampung 0 0 0 30

19 Maluku 2 0 0 15

20 Maluku Utara 0 0 1 28

21 Nusa Tenggara Barat 1 1 2 18 22 Nusa Tenggara Timur 1 1 0 20

23 Papua 0 1 4 24

24 Papua Barat 5 0 0 10

25 Riau 5 4 5 8

26 Sulawesi Barat 0 0 0 33 27 Sulawesi Selatan 2 0 2 14 28 Sulawesi Tengah 0 1 1 25 29 Sulawesi Tenggara 0 0 0 31 30 Sulawesi Utara 1 1 1 19 31 Sumatera Barat 6 2 0 5 32 Sumatera Selatan 1 0 1 21 33 Sumatera Utara 1 1 2 17

Total 91 42 42

(34)

Rekapitulasi Perolehan Medali FLS2N Tahun 2013

13 Kalimantan Barat 2 3 3 9 14 Kalimantan Selatan 0 0 2 23 15 Kalimantan Tengah 1 0 1 15 16 Kalimantan Timur 1 1 0 14

17 Kep. Riau 2 2 1 12

18 Lampung 0 0 0 29

19 Maluku 0 0 1 25

20 Maluku Utara 0 0 1 27

(35)

No Provinsi Jumlah Medali

Emas Perak Perunggu Peringkat

24 Papua Barat 0 0 0 32

25 Riau 3 5 0 7

26 Sulawesi Barat 0 0 0 33 27 Sulawesi Selatan 0 1 1 20 28 Sulawesi Tengah 1 0 1 16 29 Sulawesi Tenggara 0 0 0 30 30 Sulawesi Utara 0 1 1 19 31 Sumatera Barat 4 4 1 6 32 Sumatera Selatan 0 0 2 22 33 Sumatera Utara 3 3 2 8

Total 67 39 39

145 Medali

Rekapitulasi Perolehan Medali FLS2N Tahun 2014

(36)

No Provinsi Jumlah Medali

13 Kalimantan Barat 1 2 1 20 14 Kalimantan Selatan 2 0 0 18 15 Kalimantan Tengah 0 0 1 28 16 Kalimantan Timur 6 2 0 4 17 Kepulauan Riau 2 1 2 13

18 Lampung 3 2 0 9

19 Maluku 0 0 1 29

20 Maluku Utara 0 0 0 32

21 Nusa Tenggara Barat 0 0 1 30 22 Nusa Tenggara Timur 0 0 2 27

23 Papua 0 0 0 31

24 Papua Barat 2 0 1 17

25 Riau 2 0 3 14

(37)

No Provinsi Jumlah Medali

Emas Perak Perunggu Peringkat

33 Sumatera Utara 1 1 3 21

Total 77 43 43

(38)
(39)

BAB IV KEPANITIAAN

A. Struktur Kepanitiaan

Struktur kepanitiaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2015 terdiri atas unsur:

1. Pelindung

a. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

b. Gubernur Provinsi Sumatera Selatan.

2. Penasehat

a. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

b. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

3. Pengarah Teknis

Para Direktur di Lingkungan Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

4. Ketua I dan II

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.

5. Sekretaris Umum

(40)

6. Sekretaris I, II, dan III

Kepala Bagian Keuangan, Kepala Bagian Umum, dan Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

7. Sekretariat

Para pejabat eselon dan staf yang ditunjuk di lingkungan Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.

8. Seksi-Seksi, Sekretariat dan Direktorat terdiri dari: Seksi Acara, Seksi Transportasi, Seksi Akomodasi/Konsumsi, Seksi Pelaksanaan Lomba, Seksi Dokumentasi dan Pelaporan, Seksi Kesehatan, Seksi Keamanan, Seksi Perlengkapan, Seksi Publikasi/Humas dan Seksi Keuangan.

B. Uraian Tugas

1. Ketua I, II, dan III :

a. Bertanggung jawab terhadap semua kegiatan kepanitiaan baik keluar maupun ke dalam untuk suksesnya acara FLS2N.

b. Koordinator umum semua panitia.

c. Memberikan arahan terhadap semua tugas-tugas kepanitiaan.

2. Sekretaris Umum:

a. Bertanggung jawab terhadap semua kegiatan kepanitiaan khususnya yang berkaitan dengan administrasi mulai dari persiapan sampai selesainya FLS2N.

(41)

3. Sekretaris I, II dan III:

a. Bertanggung jawab terhadap kelancaran administrasi kepanitiaan.

b. Membantu semua tugas-tugas sekretaris umum.

c. Mewakili sekretaris umum bila berhalangan hadir.

C. Seksi-Seksi 1. Seksi Acara:

a. Bertanggung jawab terhadap kelancaran acara pembukaan, penutupan dan selama kegiatan FLS2N berlangsung.

b. Menyiapkan agenda acara pembukaan, penutupan dan kegiatan FLS2N.

c. Menyiapkan tempat pelaksanaan kegiatan.

d. Bekerjasama dengan panitia lokal, khususnya di seksi yang sama.

e. Berkoordinasi dengan sekretaris umum.

2. Seksi Akomodasi:

a. Bertanggung jawab terhadap kelancaran penginapan peserta.

b. Menjajaki dengan pihak ketiga, untuk memberikan proposal penawaran harga dengan mempertimbangkan kualitas dan kemampuan anggaran.

c. Mendata peserta FLS2N sesuai dengan kapasitas penginapan, mengatur waktu check-in dan

(42)

d. Bekerjasama dengan panitia lokal, terutama seksi yang sama.

e. Berkoordinasi dengan wakil ketua dalam melaksanakan tugas-tugas kepanitiaan.

3. Seksi Konsumsi:

a. Bertanggungjawab terhadap kelancaran konsumsi peserta FLS2N.

b. Menjajaki dengan pihak ketiga yang akan menjadi supplier makanan/catering, yang berkualitas, tepat waktu dan harga terjangkau.

c. Mengatur ruangan representative untuk makan, minum dan snack.

d. Bekerjasama dengan panitia lokal khususnya seksi yang sama.

e. Bekerjasama dengan bendahara/wakil bendahara untuk melaksanakan tugas-tugas kepanitiaan.

4. Seksi Transportasi:

a. Bertanggungjawab terhadap kelancaran transportasi peserta, panitia pusat dan panitia daerah dari tempat penginapan ke tempat kegiatan.

b. Bekerjasama dengan panitia lokal khususnya di seksi yang sama.

c. Berkoordinasi dengan wakil ketua dalam melaksanakan tugas-tugas kepanitiaan.

5. Seksi Sekretariat:

a. Bertanggung jawab terhadap kelancaran surat menyurat yang berkaitan dengan FLS2N.

(43)

d. Berkoordinasi dengan sekretaris umum dan wakil sekretaris dalam melaksanakan tugas-tugas kepanitiaan.

6. Seksi Publikasi dan Dokumentasi:

a. Bertanggung jawab terhadap publikasi FLS2N melalui berbagai media yang bisa dijangkau, seperti press release, iklan, spanduk, umbul-umbul, dll.

b. Membuat bulletin atau website tentang FLS2N.

c. Melakukan dokumentasi selama kegiatan FLS2N.

d. Bekerjasama dengan panitia lokal khususnya di seksi yang sama.

e. Berkoordinasi dengan Sekretaris Umum dan Sekretariat.

7. Seksi Keamanan:

a. Bertanggung jawab terhadap keamanan dan kenyamanan kegiatan FLS2N.

b. Melakukan pengamanan terhadap tamu penting (VVIP: Menteri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Gubernur Sumatera Selatan).

c. Bekerjasama dengan Kepolisian Daerah (POLDA), atau POLRES setempat atau dengan pihak-pihak pengamanan lain jika dianggap perlu.

d. Bekerjasama dengan panitia lokal khususnya di seksi yang sama.

(44)

D. Media Center

Sebagai pusat kehumasan dan penyaluran informasi hasil-hasil Festival dan Lomba berada di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Jalan Kapten A. Rivai No.47, Palembang.

E. Kontak Person (Penghubung)

1. Kontak Person Panitia Pusat a. Sekretariat Ditjen Dikdas

1. Yudistira Wahyu W., M.Si 081513063344

2. Guritno Wahyu W., ME 0811193433

3. Muhammad Rizal, SE 081219308577

4. Margo Subekti 081218519455

b. Direktorat Pembinaan SD

1. Drs. Samino, MA 081315324259

2. Gusmayadi Muharmansyah, SE., M.Ed 08129726904

3. Drs. Agus Firmansyah 081218823106

(45)

2. Agus Sirajuddin, S.Sos 08179102468

3. Retno Juni R., S.Sos 0818425232

d. Direktorat Pembinaan PKLK Dikdas

1. R. Achmad Yusuf SA, SE., M.Ed 08129732414

2. Kurniawan, ST., MBA 08112110612

3. Eka Purwantara, SH 0818961691

e. Direktorat Pembinaan SMA

1. Suharlan, SH., MM 08111009297

2. Rizal Alian 081410048534

3. C. Devita Andini 081389491429

f. Direktorat Pembinaan SMK

1. Ir. Teguh Widodo, MM 08129915380

2. Dra. Augustin Wardhani 08567303062

3. Endang 0816939298

g. Direktorat Pembinaan PKLK Dikmen

(46)

2. Wachid Hidayat 081383509390

3. Iim Ibrahim, S.PdI 081394836085

2. Kontak Person Panitia Provinsi

a. Dr. Nurlina, S.Pd., M.M. Ketua 081271147000

b. Drs. Sutarman, MM Sekretaris 08127813220

c. Rosmalinda Sekretariat 081271132155

d. Mayorlan Effendi, SH Sekretariat 08127853099

e. Drs. H. Aridi Akuan, MM Koordinator SD 08127866623

f. Hertati, SE., MM Koordinator SMP 081368718198

g. Dra. Erani Rusti Koordinator

SDLB/SMPLB 081367670674 h. Jatmiko Koordinator SMA 082177804849

i. Ryacudu Koordinator SMK 081368852851

j. Drs. Syamsurizal Koordinator

(47)

BAB V PENUTUP

Keberhasilan penyelenggaraan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2015 ditentukan adanya faktor: 1) Perencanaan yang terprogram dengan baik, 2) Tenaga yang profesional dan 3) Adanya pengelolaan yang baik dan terkoordinir.

Untuk itu, diharapkan seluruh kegiatan yang telah dituangkan dalam program kerja/kegiatan masing-masing harap dijadikan pedoman/pegangan oleh seluruh pihak yang relevan agar apa yang menjadi tujuan dapat tercapai. Selain itu kerjasama antara pengelola dan unsur terkait dibina dengan baik agar pelaksanaan program setiap kegiatan dapat berjalan lancar.

(48)
(49)

“Pujangga Belida”

Maskot Ikan Belida/Belido yang sudah langka ini sangat menginspirasi terwujudnya FLS2N ini, eksplorasi talenta terhadap seni dan budaya yang mengarah pada profesionalisme perlu dikembangkan dan digali melalui festival dan kompetisi di kalangan pelajar agar mampu bersaing secara sehat di forum nasional bahkan internasional.

1. Ikan Belida

Identitas Ikan Belida ini diambil dari nama salah satu sungai di Sumatera Selatan yang menjadi habitatnya. Sekarang keberadaan ikan Belida ini sudah langka karena sudah sulit ditangkap dan rusaknya mutu sungai. Ikan ini merupakan bahan baku kerupuk kemplang dan pempek khas Palembang. Namun kini karena kelangkaannya sering digantikan oleh ikan tenggiri. Tampilan 3

2 1

ikan Belida yang unik dengan ciri bentuk punggungnya yang seperti pisau, membuatnya dipelihara di akuarium sebagai ikan hias.

2. Kain Songket

Kain Songket Lepus khas Sumatera Selatan, yang bermotif kembang goyang cempako, dengan warna merah jambu dipadu dengan warna keemasan, kedua warna tersebut diyakini sebagai cermin keagungan para bangsawan sriwijaya.

3. Tanjak

Ikat kepala laki-laki yang disebut tanjak merupakan bagian dari kelengkapan Aesan Gede(pakaian adat Sumatera Selatan).

LAMPIRAN

(50)

Lampiran 2. Sekilas Sumatera Selatan

Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya, pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri china Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan.

Sumber: sumselprov.go.id

A. Sejarah

(51)

dan logat antara lain seperti Palembang, Ogan, Komering, Musi, Lematang dan masih banyak bahasa lainnya.

Menurut sumber antropologi disebutkan bahwa asal usul manusia Sumatera bagian selatan dapat ditelusuri mulai dari zaman paleolitikum dengan adanya benda-benda zaman paleolitikum pada beberapa wilayah antara lain sekarang dikenal sebagai Kabupaten Lahat, Kabupaten Sarolangun Bangko, Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Tanjung Karang yakni desa Bengamas lereng utara pergunungan Gumai, di dasar (cabang dari Sungai Musi) sungai Saling, sungai Kikim lalu di desa Tiangko Panjang (Gua Tiangko Panjang) dan desa Padang Bidu atau daerah Podok Salabe serta penemuan di Kalianda dan Kedaton dimana dapat ditemui tradisi yang berasal dari acheulean yang bermigrasi melalui sungai Mekong yang merupakan bagian dari bangsa Monk Khmer.

Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya; pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri China.

Sumber: sumselprov.go.id

B. Geograi

1. Letak Geograis

Garis Lintang : 10 sampai 40 Lintang Selatan

(52)

2. Batas Wilayah

Sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Jambi

Sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Lampung

Sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung

Sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

3. Luas Wilayah

87.017.41 km² (33,597.61 mil²)

C. Struktur Pemerintahan 1. Ibukota Provinsi

Kota Palembang adalah ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan.

(53)

2. Periode Pemerintahan

5. Mochtar Prabu Mangkunegara 6. H. A. Bastari

7. Abu Yasid Bustomi

8. Ali Amin

9. Asnawi Mangku Alam 10. Sainan Sagiman

11. Letjen H.Ramli Hasan Basri

12. H. Rosihan Arsyad

(54)

Lampiran 3. Objek Wisata

1. Objek Wisata Jembatan Ampera Palembang

Jembatan Ampera merupakan jembatan kebanggaan masyarakat Palembang, Sumatera Selatan dan menjadi Trade Mark bagi kota Palembang. Keberadaan jembatan tersebut sangat penting untuk menghubungkan daerah ulu dan ilir sehingga transportasi menjadi lancar dan otomatis juga memperlancar kehidupan ekonomi. Jembatan Ampera merupakan hadiah Bung Karno bagi masyarakat Palembang yang dananya diambil dari dana pampasan perang Jepang (juga untuk membangun Monas, Jakarta). Dahulu jembatan ini sempat diberi nama Jembatan Bung Karno, tetapi beliau tidak setuju (supaya tidak ada kultus individu), maka nama Ampera lebih cocok sesuai dengan fungsinya sebagai Amanat Penderitaan Rakyat, yang pernah menjadi slogan bangsa Indonesia pada tahun 1960-an.

Struktur Jembatan Ampera

(55)

• Tinggi : 11.5 m dari permukaan air

• Tinggi Menara : 63 m dari permukaan tanah

• Jarak antara menara : 75 m

• Berat : 944 ton

Pada awalnya, jembatan sepanjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut sejarawan Djohan Hanaiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.

2. Benteng Kuto Besak

(56)

Dibangun pada abad ke 17, Kuto Besak merupakan warisan Kesultanan Palembang Darussalam yang memerintah pada 1550-1823. Benteng ini memiliki panjang 288,75 m, lebar 183,75 m, tinggi 9,99 m dan tebal 1,99 m, berfungsi sebagai pos pertahanan. Lokasi Benteng ini baik secara politik dan geograis sangat strategis karena membentuk pulau sendiri, berbatasan dengan sungai musi di sebelah selatan, sungai sekanank di sebelah barat, sungai kapuran di sebelah utara dan sungai tengkuruk di sebelah timur.

Berdasarkan catatan sejarah di Balai Arkeologi Kota Palembang, benteng ini pendiriannya memakan waktu 17 tahun (1780-1797). Pembangunan Benteng Kuto Besak diprakarsai Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah 1724-1758. Konstruksinya dimulai pada 1780 selama era Sultan Mahmud Badaruddin. Benteng ini dimaksudkan sebagai sebuah istana yang dibangun untuk menggantikan Keraton Kuto Lamo Tua atau Benteng Kuto Lamo yang luasnya tidak cukup besar. Saat ini, Benteng Kuto Lamo digunakan sebagai Museum Sultan Mahmud Badarudin II. Benteng Kuto Besak akhirnya digunakan secara resmi sebagai pusat pemerintahan Kesultanan dari 21 Februari 1797.

Tahun 1821 benteng ini diserbu oleh tentara kolonial Belanda. Benteng Kuto Besak dirampas dan Sultan Mahmud Badaruddin II dibuang ke Maluku. Kejadian ini menandai akhir dari era Kesultanan Palembang. Tanda pendudukan Belanda terukir di Benteng Kuto Besak dengan ukir gaya kolonial.

Benteng Kuto Besak adalah releksi dari masyarakat multi-etnis dari era Kesultanan Palembang Darussalam. Pengawasan konstruksi dipercayakan kepada seorang supervisor Cina, sementara para buruh bangunan asli Palembang dan Cina yang bekerja bergandengan tangan dalam keharmonisan. Keharmonisan ini juga salah satu warisan yang diturunkan sampai hari ini seperti digambarkan dalam banyak acara-acara di Kota Palembang seperti di Cap Go Meh dan Imlek (Tahun Baru Cina).

(57)

3.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Berada di seberang Sungai Musi ini memiliki bentuk asli bangunan tidak berubah dari masa awal pendiriannya. Lokasinya di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II No. 2, Palembang.

Di museum ini Anda dapat menikmati sekitar 556 koleksi benda bersejarah, mulai dari bekas peninggalan kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang. Nama Sultan Mahmud Badaruddin II dijadikan nama museum ini untuk menghormati jasanya bagi kota Palembang.

Museum ini berdiri di atas bangunan Benteng Koto Lama (Kuto Tengkurokato Kuto Batu) dimana Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo dan Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1758) memerintah. Berdasarkan penyelidikan oleh tim arkeologis tahun 1988, diketahui bahwa pondasi Kuto Lama ditemukan di bawah balok kayu.

(58)

House sebagai balas dendam kepada Sultan yang telah membakar Loji Aur Rive. Kemudian di atasnya dibangun gedung tempat tinggal Residen Belanda. Pada masa Pendudukan Jepang, gedung ini dipakai sebagai markas Jepang dan dikembalikan ke penduduk Palembang ketika proklamasi tahun 1945. Museum ini direnovasi dan difungsikan sebagai markas Kodam II/Sriwijaya hingga akhirnya menjadi museum.

4.

Masjid Agung Palembang

Merupakan salah satu peninggalan Kesultanan Palembang. Masjid ini didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I atau Sultan Mahmud Badaruddin Jaya Wikramo mulai tahun 1738 sampai 1748. Konon masjid ini merupakan bangunan masjid terbesar di Nusantara pada saat itu.

(59)

28 Jumadil Awal 1151 H (26 Mei 1748). Ukuran bangunan mesjid waktu pertama dibangun semula seluas 1080 meter persegi dengan daya tampung 1200 jemaah. Perluasan pertama dilakukan dengan wakaf Sayid Umar bin Muhammad Assegaf Altoha dan Sayid Achmad bin Syech Sahab yang dilaksanakan pada tahun 1897 dibawah pimpinan Pangeran Nataagama Karta mangala Mustafa Ibnu Raden Kamaluddin.

Pada awal pembangunannya (1738-1748), sebagaimana masjid-masjid tua di Indonesia, Mesjid Sultan ini pada awalnya tidak mempunyai menara. Kemudian pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Najamudin (1758-1774) barulah dibangun menara yang letaknya agak terpisah di sebelah barat. Bentuk menaranya seperti pada menara bangunan kelenteng dengan bentuk atapnya berujung melengkung. Pada bagian luar badan menara terdapat teras berpagar yang mengelilingi bagian badan.

Bentuk masjid yang sekarang dikenal dengan nama Masjid Agung, jauh berbeda tidak seperti yang kita lihat sekarang. Bentuk yang sekarang ini telah mengalami berkali-kali perombakan dan perluasan. Pada mulanya perbaikan dilakukan oleh pemerintah Belanda setelah terjadi perang besar tahun 1819 dan 1821. Setelah dilakukan perbaikan kemudian dilakukan penambahan/perluasan pada tahun 1893, 1916, 1950-an, 1970-an, dan terakhir pada tahun 1990-an. Pada pekerjaan renovasi dan pembangunan tahun 1970-an oleh Pertamina, dilakukan juga pembangunan menara sehingga mencapai bentuknya yang sekarang. Menara asli dengan atapnya yang bergaya Cina tidak dirobohkan.

Perluasan kedua kali pada tahun 1930. tahun 1952 dilakukan lagi perluasan oleh Yayasan Masjid Agung yang pada tahun 1966-1969 membangun tambahan lantai kedua sehingga luas mesjid sampai sekarang 5520 meter persegi dengan daya tampung 7.750.

Masjid Agung merupakan masjid tua dan sangat penting dalam sejarah Palembang. Masjid yang berusia sekitar 259 tahun itu terletak di Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, tepat di pertemuan antara Jalan Merdeka dan Jalan Sudirman, pusat Kota Palembang. Tak jauh dari situ, ada Jembatan Ampera. Masjid dan jembatan itu telah menjadi land mark kota hingga sekarang.

(60)

Syihabuddin bin Abdullah adalah beberapa ulama yang berkecimpung di masjid itu dan memiliki peran penting dalam praksis dan wacana Islam.

Lampiran 4. Informasi Hotel

No. Nama Hotel Alamat No. Telepon

1 Novotel Hotel Jl. R. Sukamto No. 8 A 0711 379777

2 Arya Duta Hotel Jl. Pom Ix Kampus 0711 383838 3 Aston Hotel Jl. Basuki Rahmad 0711 383838 4 Sahid Imara Hotel Jl. Jend. Sudirman No.Iii A 0711 366066 5 The Jayakarta Daira Hotel Jl. Jend. Sudirman No.153 0711 365222 6 Arista Hotel Jl. Kapt. A. Rivai 0711 355000 7 Hotel Royal Asia Jl. Veteran No. 521 0711 365555 8 Hotel Sandjaya Jl. Kapt. A. Rivai No.5193 0711 362222 9 Hotel Swarna Dwipa Jl. Tasik No.2 0711 319332 10 Hotel Princess Jl. Kol. Iskandar 0711 313131 11 Hotel Lembang Jl. Kol. Atmo No.16 0711 365555 12 Hotel Classic Jl. Rajawali

(61)

No. Nama Hotel Alamat No. Telepon

19 Grand Duta Hotel Jl. Radial 0711 374873 20 Hotel Duta Jl.Kol. Iskandar 535

21 Hotel Bumi Asih Jl. Kapt. A. Rivai 36 0711 364349 22 Grand Zuri Hotel Jl. Rajawali No.8 0711 313800 23 Zuri Hotel Jl. Dr. M. Isa No. 988 0711 710800 24 Sintesa Peninsula Hotel Jl. R. H. Abdul Rozak No.168 0711 7826055

Lampiran 5. Kuliner 1. Pempek

(62)

2. Tekwan

Nama makanan khas lainnya dari Palembang adalah Tekwan. Tampilan masakan yang menyerupai sup ikan ini pembuatannya menggunakan bahan dasar dari daging ikan dan sagu kemudian dibentuk kecil - kecil hampir menyerupai bakso ikan. Dalam penyajiannya Tekwan ditambahkan dengan kaldu udang sebagai kuah, serta soun dan tak lupa jamur kuping sebagai pelengkap.

3. Otak - Otak

(63)

4. Brengkes Tempoyak

Palembang bukan hanya punya kuliner pempek saja. Ada banyak lagi kuliner-kuliner khas dari Kota Palembang. Salah satunya adalah kuliner bernama Brengkes Tempoyak. Bagi Anda yang pernah merasakan makanan ini, mungkin Anda akan setuju bahwa rasanya sangat nikmat di lidah. Brengkes Tempoyak adalah bahasa Palembang yang berarti pepes durian yang sudah difermentasikan.

5. Mie Celor

Wisata kuliner khas Palembang selanjutnya adalah kuliner bernama Mie Celor, bukan mie telor, ya. Mungkin mie celor ini berarti mie rebus atau mie seduh, karena celor menurut bahasa Palembang berarti diseduh. Kuliner khas Palembang yang satu ini menjadi salah satu menu terfavorit masyarakat Palembang untuk sarapan. Jadi di pagi hari yang masih dingin, Anda bisa menghangatkan tubuh Anda dengan sarapan mie seduh ini.

6. Pindang Patin

(64)

CATATAN:

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...