• Tidak ada hasil yang ditemukan

BPK DIMINTA AUDIT PROYEK JEMBATAN BOLIVAR SBT Enka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BPK DIMINTA AUDIT PROYEK JEMBATAN BOLIVAR SBT Enka"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1 Catatan Berita/UJDIH

BPK DIMINTA AUDIT PROYEK JEMBATAN BOLIVAR SBT

darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pusat dan Perwakilan Provinsi Maluku diminta

mengaudit Proyek Pembangunan Jembatan Bolivar, Kota Bula Kabupaten Seram Bagian Timur

(SBT) yang diduga terjadi korupsi. Proyek tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU)

Kabupaten SBT Tahun 2008 yang menghabiskan anggaran sebesar Rp7 milyar dan selesai

dibangun di Tahun 2014, namun baru seumur jagung jembatan tersebut sudah ambruk.

Menurut Dosen Fakultas Hukum, Nazarudin Tianotak , sebagai anak daerah Ia menangis

melihat kondisi pembangunan di Kabupaten SBT. Proyek Pembangunan Jembatan Bolivar

menghabiskan anggaran cukup besar sehingga termasuk salah satu proyek multi year dan telah

selesai dikerjakan, namun belum setahun proyek tersebut sudah ambruk. Hal tersebut

disampaikan saat seminar BPK tentang Pengelolaan Keuangan Negara dan Kesejahteraan

Masyarakat, bertempat di Lantai II Kantor Rektorat Unpatti, pada hari Kamis tanggal 26 Februari 2015.

Ketika diberikan kesempatan oleh moderator untuk bertanya kepada narasumber, Ketua

BPK RI, Harry Azhar Azis, Nazarudin Tianotak mengungkapkan bahwa dengan ambruknya

jembatan Bolivar yang belum berumur setahun menunjukkan pekerjaan tersebut tidak

berkualitas. Ini pekerjaan tidak berkualitas, sehingga BPK harus memeriksa atau mengaudit

keuangannya. Ia menilai, BPK Perwakilan Provinsi Maluku belum komitmen dalam

memberantas korupsi, karena terkesan tertutup dan tidak transparan. Setiap kali melakukan audit

atas kasus tindak pidana korupsi khususnya kasus korupsi di Kabupaten SBT, mengalami

hambatan dalam proses penyidikannya karena menunggu hasil audit BPK. Ia meminta kepada

(2)

2 Catatan Berita/UJDIH

Menjawab permintaan Nazarudin Tianotak, Ketua BPK RI, Harry Azhar Azis, berjanji

akan memperhatikannya. Ia juga akan menindak anggotanya yang melakukan tindakan yang

bertentangan dengan aturan.

Sumber Berita :

Ambon Ekspres, 27 Februari 2015

CATATAN :

o Menurut Pernyataan Standar Audit Keuangan (PSAK), pengertian audit adalah suatu proses sistematik yang bertujuan untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti yang dikumpulkan atas

pernyataan atau asersi tentang aksi-aksi ekonomi, kejadian-kejadian dan melihat tingkat

hubungan antara pernyataan atau asersi dan kenyataan, serta mengomunikasikan hasilnya

kepada yang berkepentingan.

o Tujuan Audit secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Kelengkapan (Completeness), untuk meyakinkan bahwa seluruh transaksi telah dicatat

atau ada dalam jurnal secara actual telah dimasukkan.

2. Ketepatan (Accurancy), untuk memastikan transaksi dan saldo perkiraan yang ada telah

dicatat berdasarkan jumlah yang benar, perhitungan yang benar, diklarifikasikan dan dicatat dengan tepat.

3. Eksistensi (Existence), untuk memastikan bahwa semua harta dan kewajiban yang

tercatat memiliki eksistensi atau keterjadian pada tanggal tertentu, jadi transaksi tercatat

tersebut harus benar-benar telah terjadi dan tidak fiktif.

4. Penilaian (Valuation), untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip akuntansu yang berlaku

umum telah diterapkan dengan benar.

5. Klasifikasi (Classification), untuk memastikan bahwa transaksi yang dicantumkan dalam

jurnal diklasifikasikan dengan tepat. Jika terkait dengan saldo maka angka-angka yang

dimasukan didaftar klien telah diklasifikasikan dengan tepat.

6. Ketepatan (Accurancy), untuk memastikan bahwa semua transaksi dicatat pada tanggal

yang benar, rincian dalam saldo akun sesuai dengan angka-angka buku besar serta

penjumlahan saldo sudah dilakukan dengan tepat.

7. Pisah Batas (Cut-Off), untuk memastikan bahwa transasksi-transasksi yang dekat tanggal

neraca dicatat dalam periode yang tepat. Transaksi yang mungkin sekali salah saji adalah

(3)

3 Catatan Berita/UJDIH

8. Pengungkapan (Disclosure), untuk meyakinkan bahwa saldo akun dan persyaratan

pengungkapan yang berkaitan telah disajikan dengan wajar dalam laporan keuangan dan

dijelaskan dengan wajar dalam isi dan catatan kaki laporan tersebut.

o Berdasarkan tujuan yang dilaksanakan, jenis-jenis audit dapat diklasifikasikan menjadi tiga,

yaitu :

1. Audit terhadap Laporan Keuangan (General Audit/Financial Audit);

2. Audit Operasional/Audit terhadap Kinerja (Operational Audit/Performance Audit);

Referensi

Dokumen terkait

Jika kebijakan subsidi BBM dicabut, maka akan berdampak sangat buruk bagi nelayan dimana dapat menurunkan pendapatan rerata 89.5%, bahkan untuk nelayan kecil khususnya akan

LUARAN PENELITIAN Luaran wajib dari penelitian dana internal berupa satu artikel ilmiah minimal pada jurnal penelitian yang memiliki ISSN.. Luaran lainnya yang diharapkan

Rasa tidak senang dan kekecewaan Sultan Syarif Abdurrahman terhadap puteranya, Syarif Kasim, bertambah besar dan disebabkan oleh beberapa hal: (1) usaha campur

Promosi kesehatan untuk Penanggulangan TB dilakukan disemua tingkatan administrasi baik pusat, provinsi, kabupaten/kota sampai dengan fasilitas pelayanan kesehatan. Promosi TB

Un itu penting, dengan adanya un yg memiliki cut of point sebagai standart kelulusan sebuah institusi pendidikan dalam hal ini adalah sekolah, guru, siswa, orang tua

Perbandingan ekstrak daun melinjo dengan ekstrak daun pepaya memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai organoleptik rasa emping simulasi yang

memasarkan produk asuransi. Wakil Ketua AAUI Untuk Bidang Keagenan Bambang S Soekarno menambahkan bahwa salah satu poin penting yang diatur dalam Standar Praktik dan Kode

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis Suku Dinas Kelurahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.