• Tidak ada hasil yang ditemukan

Magister Pendidikan Bahasa Indonesia NOSI Volume 4, Nomor 2, Agustus 2016 AINUR ROFIQ HAFSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Magister Pendidikan Bahasa Indonesia NOSI Volume 4, Nomor 2, Agustus 2016 AINUR ROFIQ HAFSI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

NILAI KEARIFAN LOKAL MADURA

DALAM KUMPULAN GURINDAM KITABTARBIYATUS SHIBYAN

KARYA KH HABIBULLAH RAIS

Ainur Rofiq Hafsi

Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia

Abstrak: Sastra dapat menjadi media penanaman nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat pembacanya. Semua gendre karya sastra dapat memuat nilai-nilai kehidupan yang luhur. Sastra tidak sekedar menghibur pembaca tetapi dapat memuat pesan dan didikan melalui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kajian gurindam kitab Tarbiyatus Shibyan yang luar biasa dan kandungan nilai-nilai di dalamnya perlu mendapat ulasan lebih mendetail agar dapat bermanfaat dan dikembangkan diberbagai daerah khususnya di Indonesia.

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan kandungan nilai kearifan lokal Madura dalam kumpulan gurindam Kitab Tarbiyatus Shibyan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitif. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis data penelitian adalah pendekatan hermineutik. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan Pertama, kearifan lokal Madura kategori komunikasi dengan tuhan yang terkandung dalam gurindam ini berisikan nasihat dan ajakan untuk takut kepada Allah dengan melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi laranganNya, berbuat baik kepada orang lain, tidak menyakiti orang kain, dan mencari keridhaan Allah Swt. Kedua, wujud komunikasi dengan manusia lain berupa nasihat atau petuah agar mengedepankan etika sopan santun terhadap guru, harus menghormati guru, melaksanakan perintah guru, dan rajin dalam belajar. Ketiga, kearifan lokal komunikasi dalam keluarga berupa nasihat etika terhadap orang tua, gambaran orang tua yang mencari nafkah dan memberikan didikan, ketika sudah dewasa anak diharapkan bisa membalas jasa orang tua dengan memenuhi kebutuhan hidup orang tua, dan anak harus mengikuti perkataan dan perintah orang tua. Keempat, kearifan lokal kategori komunikasi dengan masyarakat tersebut berwujud nasihat dan himbauan agar bermoral baik sebagai bekal untuk bisa diterima dengan baik dalam masyarakat.

(2)

berpotensi untuk dijadikan media penanaman nilai kearifan lokal. Langkah-langkah pembelajaran (pendahuluan, isi, dan penutup) dapat dikondisikan secara sengaja oleh guru. Guru dapat memilih karya sastra gurindam kitab Tarbitaus Shibyan karya KH Habibullah Rais. Guru saat pembelajaran dapat memberikan motivasi dan umpan balik bagi siswa yang berhubungan dengan kearifan lokal Madura.

Kata-kata kunci: kearifan lokal Madura, gurindam kitab Tarbiyatus Shibyan, hermeneutika

PENDAHULUAN

Kearifan budaya lokal terbentuk dari cara berpikir dan bersikap dari suatu masyarakat ketika mereka merespon masalah-masalah yang timbul di sekitarnya. Kearifan budaya lokal terbentuk tidak dalam rentang waktu yang panjang melalui perenungan-perenungan dan pengujian-pengujian pada setiap kurun yang dilalui.

Jamal Ma’mur (2012:45) mengartikan kearifan lokal atau keunggulan lokal adalah segala sesuatu yang menjadi ciri khas kedaerahan yang mencakup aspek ekonomi, budaya, teknologi informasi, komunikasi, ekolago, dan sebagainya.

Kearifan lokal Madura terbagi atas komunikasi dengan tuhan, komunikasi dengan manusia lain, komunikasi dalam keluarga, komunikasi dengan masyarakat, dan komunikasi dengan alam. Secarakeseluruhan kearifan lokal Madura adalah pegangan hidup dengan menjunjung tinggi budi perketi luhur sebagai manusia dalam berkomunikasi atau berhubungan dengan tuhan, manusia lain, keluarga, masyarakat, dan alam.

Karya sastra adalah bentuk pencerminan dari masyarakat. Melalui karya sastra, dapat diketahui tentang kehidupan sebuah

masyarakat, baik dari wujud budaya, ekonomi, maupun religiusitasnya. Namun demikian, penampilan kembali sebuah masyarakat yang dilakukan oleh satrawan berbeda dengan yang dilakukan penulis sejarah yang bersifat lugas dan tekstual. Para sastrawan cenderung menggunakan media dunia fiksi yang berdiri sendiri.

Sastra dapat diartikan sebagai sebuah produk budaya, kreasi pengarang yang hidup dan terkait dengan nilai-nilai kehidupan masyarakatnya. Sastra merupakan cerminan dari kehidupan masyarakat tempat pengarang tinggal. Pengarang dalam hubungan sosialnya bersinggungan dengan nilai-nilai kehidupan yang ada dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut seperti Nilai-nilai pendidikan, nilai moral, nilai sosial, nilai budaya dan nilai religius. Nilai-nilai kehidupan yang menjunjung tinggi budi perkerti dan hal-hal yang baik pada suatu daerah tertentu disebut kearifan lokal. Jadi, karya sastra tidak dapat dipisahkan dengan kearifan lokal daerah.

(3)

nilai-nilai kehidupan dengan positif, akan terjadi berbagai masalah sosial yang dapat mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat.

Membaca kritis kreatif merupakan kegiatan membaca teks dengan melibatkan keterampilan berfikir kritis dan kreatif secara terintegrasi. Dalam aktivitas belajar, siswa dituntut untuk memahami dan mengolah informasi baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap yang disampaikan oleh guru atau dari buku-buku yang dipelajarinya. Membaca kritis kreatif dibutuhkan siswa untuk mendapatkan informasi atau pemahaman terhadap bahan ajar dan menerapkan isi bacaan dalam kehidupan nyata sehari-hari. Oleh sebab itu, keterampilan membaca kritis kreatif penting diberikan kepada siswa.

Di berbagai lembaga pendidikan telah banyak memanfaatkan karya sastra sebagai bahan ajar tambahan. Seperti halnya lembaga pendidikan di pesantren telah memanfaatkan karya sastra sebagai bahan ajar tambahan bahkan mata pelajaran khusus. Pada lembaga pendidikan di lembaga pendidikan yang demikian ini karya sastra sudah berbentuk kitab. Beberapa kitab yang berisi karya sastra tersebut seperti Hidayatus Shibyan, Aqidatul Awam, Tarbiyatus Shibyan,dll.

Kitab Tarbiyatus Shibyan adalah kitab yang populer menjadi pegangan dan mata pelajaran khusus di madrasah diniyah dan lembaga pesantren. Santri dan siswa biasanya membaca kitab ini dengan cara melagukannya. Isi dalam kitab Tarbiyatus Shibyan ini berupa karya sastra puisi lama yakni gurindam. Isi kitab ini sesuai dengan ciri-ciri

gurindam yaitu berbentuk bait-bait yang terdiri atas dua baris atau larik, memiliki persajakan di akhir masing-masing barisnya, baris pertama menjadi sebab dan baris kedua menjadi akibat, dan berisi petuah atau nasihat kepada kebaikan.

Kitab Tarbiatus Shibyan sangat istimewa karena dalam bahasa Arab dan bahasa Madura tetap mempertahannkan bentuknya sebagai gurindam. Kini kitab Tarbiatus Shibyan telah hadir dan disebar luaskan dalam bentuk audio dan video sehingga lebih mudah diingat dan dipahami.

Kumpulan gurindam kitab Tarbiyatus Shibyan merupakan salah satu kumpulan gurindam karangan orang Indonesia asli. Sebagaimana diketahui gurindam yang hingga saat ini paling populer di Indonesia adalah karangan dari Raja Ali Haji yang merupakan kelahiran Selangor Malaysia.

Arti kitab Tarbiyatus Shibyan sendiri dalam bahasa Indonesia berarti “pendidikan anak-anak”. Kitab ini adalah sekumpulan gurindam yang di dalamnya memuat bahan ajar cara beriman kepada Allah, cara menghormati orang tua, cara menghormati guru, cara belajar dan menuntut ilmu yang mendatangkan keberkahan, tata cara dalam bergaul, sampai cara makan dan tata kehidupan yang pada akhirnya member tuntunan keselamatan hidup untuk para anak-anak seperti terdapat pada judulnya.

(4)

perlu dikaji secara ilmiah dan dikenalkan ke berbagai daerah lainnya sebagai tambahan koleksi karya sastra karya orang Indonesia sendiri.

Kajian kitab Tarbiyatus Shibyan yang luar biasa dengan kandungan nilai-nilai kearifan lokal Madura di dalamnya perlu mendapat ulasan lebih mendetail agar dapat bermanfaat dan dikembangkan diberbagai daerah khususnya di Indonesia. Dalam pembelajaran sastra Indonesia agar dalam mengapresiasi karya sastra dapat sekaligus membentuk pendidikan karakter peserta didik.

Berdasarkan kontek penelitian di atas maka penulis tertarik menyusun tesis dengan judul “Nilai-nilai Dalam Kumpulan Gurindam Kitab Tarbiyatus Shibyan karya KH Habibullah Rais”.

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan kearifan lokal Madura yang terkandung dalam kumpulan gurindam KitabTarbiyatusShibyan.

Menurut Setiyadi (2012:75), kearifan lokal merupakan adat dan kebiasan yang telah mentradisi dilakukan oleh sekelompok masyarakat secara turun temurun yang hingga saat ini masih dipertahankan keberadaannya oleh masyarakat hukum adat tertentu di daerah tertentu.

Gurindam merupakan salah satu jenis puisi lama, disamping mantra, pantun, talibun, seloka, dan sejenisnya.Gurindam berasal dari India yang digunakan sebagai media penyampai curahan hati.

Kitab Tarbiatus Shibyanadalah sebuah kitab karangan Kiai Haji Habibullah Ra’is yang merupakan

pengasuh pondok pesantren Klaba’an Guluk-Guluk Sumenep Madura. KitabTarbiatus Shibyantersusun atas beberapa bait berbahasa Arab dengan terjemahan bahasa Madura. Bait-bait di dalamnya memiliki karakteristik karya sastra yaitu gurindam.

KEGUNAAN PENELITIAN

Hasil penelitian ini dapat digunakan baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi (1) pengembangan wawasan terhadap gurindam dalam kitab Tarbiyatus Shibyan sebagai karya sastra kreasi murni ulama muslim dan budayawan asli Indonesia, (2) dapat memberikan teori kependidikan dalam memperkaya pemikiran tentang nilai-nilai kearifan lokal Madura, (3) dapat disumbangkan sebagai pengayaan bahan pustaka dengan harapan dapat diterima sebagai koleksi karya ilmiah yang bermanfaat.

(5)

Bahasa Indonesia Program pascasarjana.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini termasuk pada penelitian kualitatif. Menurut Aminuddin (1990:14) menyatakan bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian untuk menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau tulisan tentang orang-orang dan prilaku yang dapat diamati.

Dikatakan kualitatif karena (1) berlatar alamiah; (2) mengandalkan manusia sebagai alat penelitian; (3) data penelitian dianalisis secara induktif, (4) bersifat deskriptif; (5) mementingkan proses daripada hasil; dan (6) rancangan bersifat sementara (Moleong, 2000:30)

Data penelitian ini berlatar ilmiah dengan mengambil data dari kumpulan gurindam kitab Tarbiyatus Shibyan karya KH. Habibullah Rais yang digunakan sebagai bahan acuan dalam proses komunikasi oleh pembacanya.

Mengandalkan manusia sebagai alat penelitian, artinya peneliti sebagai instrument dalam penelitian. Peneliti terlibat langsung atau berperan serta dalam pengumpulan data penenlitian.

Data penelitian dianalisis secara induktif, karena penelitian ini dilakukan tidak untuk membuktikan hipotesis yang telah disusun sebelumnya, akan tetapi merupakan pembentukan abstraksi berdasarkan bagian-bagian yang telah dikumpulkan.

Bersifat deskriptif, artinya data berupa paparan bahasa yang digunakan dalam larik-larik gurindam pada kitab Tarbiyatus Shibyandan tidak berupa angka-angka. Pelaporan

penelitian ini berupa penjelasan (deskripsi) dari data yang ditemukan dab bukan berupa statistik.

Mementingkan proses daripada hasil, artinya proses penelitian merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian ini, sebab pengamatan terhadap hubungan antar bagian-bagian yang sedang diteliti akan lebih jelas apabila diamati dalam proses.

Desain yang bersifat sementara, artinya desain penelitian yang digunakan senantiasa berubah dan berkembang sesuai dengan temuan objek yang diteliti, jadi tidak menggunakan desain yang telah disusun secara ketat dan kaku atau tidak dapat diubah.

Penelitian ini menggunakan metode hermeneutik, yaitu dengan berusaha memahami makna karya satra yang ada di balik struktur. Dikatakan demikian karena pemahaman makna tidak hanya pada simbol, melainkan memandang sastra sebagai teks yang di dalamnya terdapat konteks yang bersifat polisemi (Sumaryono dalam Endrawarsa, 2006:42).

Data penelitian ini berupa data deskriptitif, berupa paparan bahasa yang digunakan KH. Habibullah Rais dalam gurindam kitab Tarbiyatus Shibyan. Data penelitian ini meliputi kandungan nilai-nilai kearifan lokal Madura dalam kumpulan gurindam kitab Tarbiyatus Shibyan karya KH. Habibullah Rais. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan gurindam dalam kitab Tarbiyatus Shibyan karya KH. Habibullah Rais dalam Bahasa Arab dan diterjemahkan Bahasa Indonesia.

(6)

data penelitian. Adapun langkah-langkah pengumpulan data dalam penelitian ini sebagai berikut. (1) membaca kitab Tarbiyatus Shibyan karya KH. Habibullah Rais dan menterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, (2) membaca dengan intens dan menandai setiap bagian yang berkenaan dengan nilai-nilai pendidikan, moral, dan religius sesuai dengan masalah penelitian, (3) Menuliskan data yang ditemukan dalam tabel pengumpulan data, (4) memberikakan kodifikasi pada setiap data temuan dalam tabel data sesuai dengan kodefikasi yang telah ditetapkan. Data yang dikumpulkan dalam tabel data disajikan dengan menggunakan kodifikasi sesuai klasifikai fokus kajian, (5) mendeskripsikan data temuan sesuai dengan masalah penelitian, (6) mengklasikasi data temuan sebagai langkah tabulasi sesuai dengan masalah penelitian, (7) Editing data yakni untuk mengoreksi adanya kesalahan penulisan pada korpus data. Dalam penelitian gurindam kitab Tarbiyatus Shibyan karya KH. Habibullah Rais, instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri (human instrument). Peneliti bertindak sebagai pelaku dalam menafsirkan makna dari data-data yang telah diperoleh dalam teks gurindam.

Menurut Moleong (2000: 121), penelitian yang menggunakan (human instrument) berarti peneliti bertindak sebagai perencana, pelaksana pengumpul data, analisis, penafsir data dan apada akhirnya ia menjadi pelapor hasil penelitiannya.

Indikator nilai kearifan lokal Madura kategori komunikasi dengan tuhan meliputi, memuat ajakan,

anjuran, peringatan, dan nasihat untuk, takutkepada Allah dengan melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi laranganNya, melaksanakan kewajiban sebagai manusia, ikhlas dalam beramal, berbuat baik kepada orang lain, tidak menyakiti orang lain, dan mencari keridhaan Allah Swt.

Indikator nilai kearifan lokal Madura kategori komunikasi dengan manusia lain meliputi, ajakan, anjuran, peringatan, dan nasihat untuk menghormati seseorang dengan melihat usia, seperti kepada orang yang lebih tua, guru, orang yang dituakan karena kebijakannya, orang kaya yang juga dihormati sebab orang kaya diharapkan bisa membantu si miskin, demikian pula harus menghormati orang yang berilmu dan orang yang memiliki status seperti ulama dan umara. Sedangkan saling menghargai dimaksukan agar kita tidak bersikap maunya sendiri, memaksakan kehendak terutama kepada mereka yang lebih muda kepada kita. Selesaikan segala sesuatu dengan orang lain dengan cara santun, bijak dan cerdas.

Indikator nilai kearifan lokal Madura kategori komunikasi dalam keluarga meliputi, ajakan, anjuran, peringatan, dan nasihat untuk bertuturkata yang baik kepada seluruh anggota keluarga, melakukan tugas dan kewajiban sebagai anggota keluarga seperti ayah mencari nafkah, ibu merawat dan mendidik anak, dan anak mematuhi yang diperintahkan orang tua, menjaga nama baik dan martabat keluarga

(7)

baik sebagai bekal untuk bisa diterima dengan baik dalam masyarakat. Nasihat tersebut antara lain mengucapkan salam dan berkata lemah lembut saat bertemu dengan teman, larangan menyebut keburukan orang lain, lebih menekankan introspeksi diri, larangan suka bercanda dan berlebihan karena menjadi biang pertengkaran, kebahagiaan punya banyak teman dan keresahan karena punya musuh, dan berteman yang benar adalah ada untuk teman di saat suka maupun duka.

Indikator nilai kearifan lokal Madura kategori komunikasi dengan alam meliputi, ajakan, anjuran, peringatan, dan nasihat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, mempelajari fenomena alam yang terjadi dan menghayatinya, tidak merusak alam yang akan berimbas pada kepunahan umat manusia, memanfaatkan alam dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan manusia.

HASIL PENELITIAN

Interpretasi nilai kearifan lokal Madura kategori komunikasi dengan tuhan berupa nasihat dan ajakan untuk takut kepada Allah dengan melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi laranganNya, melaksanakan kewajiban menuntut ilmu, ikhlas dalam mengamalkan ilmu, berbuat baik kepada orang lain, tidak menyakiti orang kain, mencari keridhaan Allah Swt, nasihat serta ajakan dalam melaksanakan syariat Islam dengan benar dengan terlebih dahulu mempelajari ilmu agama, cara meraih keberuntungan di dunia dan akhirat dengan melaksanakan ibadah,

dan bencana yang terjadi dan

menimpa manusia sebab

meninggalkan ibadah yang diperintahkan Allah swt.

Interpretasi nilai kearifan lokal Madura kategori komunikasi dengan manusia lain berupa nasihat atau petuah KH Habibullah Rais kepada siswa agar mengedepankan etika sopan santun terhadap guru. Nasihat tersebut meliputi siswa harus menghormati guru, melaksanakan perintah guru, rajin dalam belajar, memohon ridha dan doa dari guru, merawat buku dan peralatan pelajaran yang lain, memuliakan guru dan yang berhubungan dengan guru, dan jangan malas dalam belajar.

Interpretasi nilai kearifan lokal Madura kategori komunikasi dalam keluarga berupa nasihat etika terhadap orang tua tersebut meliputi gambaran perjuangan orang tua dari hamil, melahirkan hingga membesarkan anak, gambaran orang tua yang mencari nafkah dan memberikan didikan, ketika sudah dewasa anak diharapkan bisa membalas jasa orang tua dengan memenuhi kebutuhan hidup orang tua, dan anak harus mengikuti perkataan dan perintah orang tua.

(8)

keresahan karena punya musuh, dan berteman yang benar adalah ada untuk teman di saat suka maupun duka.

SIMPULAN

Dalam hubungannya dengan nilai kearifan lokal Madura, gurindam kitab Tabiyatus Shibyan karya KH Habibullah Rais banyak memuat data yang berhubungan dengan komunikasi dengan tuhan, komunikasi dengan manusia lain, komunikasi dalam keluarga, dan komunikasi dalam masyarakat.

Wujud kearifan lokal komunikasi dengan tuhan yang terkandung dalam gurindam ini berisikan nasihat dan ajakan untuk takut kepada Allah dengan melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi laranganNya, melaksanakan kewajiban menuntut ilmu, ikhlas dalam mengamalkan ilmu, berbuat baik kepada orang lain, tidak menyakiti orang kain, dan mencari keridhaan Allah Swt.

Wujud kearifan lokal komunikasi dengan manusia lain pada penelitian ini berwujud nasihat atau petuah KH Habibullah Rais kepada siswa agar mengedepankan etika sopan santun terhadap guru.

Wujud kearifan lokal komunikasi dalam keluarga menekankan pada moral seorang anak dalam keluarga terutama kepada orang tua juga menjadi perhatian pengarang dalam gurindamnya. KH Habibullah Rais menasehati dan mengajarkan anak cara bersikap kepada orang tua.

Wujud kearifan lokal komunikasi dalam masyarakat banyak ditemukan dalam gurindam kitab Tabiyatus Shibyan karya KH

Habibullah Rais. Pengarang menekankan etika saat berada di tengah masyarakat seperti bergaul dengan teman. Wujud kandungan nilai moral kategori komunikasi dengan manusia tersebut berwujud nasihat dan himbauan agar bermoral baik sebagai bekal untuk bisa diterima dengan baik dalam masyarakat.

Penanaman nilai kearifan lokal Madura dapat diawali dari dunia pendidikan. Seluruh elemen pendidikan harus bekerja sama mewujudkan siswa yang memenuhi kearifan lokal Madura. Mulai dari perangkat pembelajaran, guru, dan warga sekolah lainnya dapat mengkondisikan lingkungan sekolah yang bernuansakan kearifan lokal Madura. Saat proses belajar mengajar berlangsung, pada mata pelajaran apapun penting untuk disisipkan nilai kearifan lokal Madura.

Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia sangat berpotensi untuk dijadikan media penanaman nilai kearifan lokal Madura. Empat keterampilan berbahasa menyimak, berbicara, membaca, dan menulis bermuara pada efektifitas dalam berkomunikasi. Nilai kearifan lokal Madura dapat ditanamkan harus dengan proses komunikasi yang baik, sehingga keterampilan berbahasa dapat menopang penanaman nilai kearifan lokal Madura.

(9)

bermuatan nilai kearifan lokal Madura seperti pada bagian langkah-langkah pembelajaran, dan bahan ajar.

Langkah-langkah pembelajaran (pendahuluan, isi, dan penutup) dikondisikan secara sengaja oleh guru sehingga memudahkan dalam penyisipan nilai kearifan lokal Madura. Pada pendahuluan atau memulai pelajaran guru bisa menyapa siswa dengan menyampaikan informasi terkini yang berhubungan dengan kearifan lokal Madura kemudian membahas sedikit mengenai pentingnya bertindak sesuai dengan nilai kearifan lokal Madura. Saat menutup pelajaran guru juga bisa berpesan agar siswa tetap menjaga diri sesuai nilai kearifan lokal Madura yang kemudian ditutup dengan doa.

Pemilihan bahan ajar oleh guru sangat penting berhubungan dengan penenaman nilai kearifan lokal Madura. Guru bisa menyusun atau memilih bahan ajar serta materi ajar yang bercorak kearifan lokal Madura. Bahan dan materi ajar bahasa Indonesia tidak terlepas dari teks dan karya sastra. Guru dapat memilih karya sastra gurindam kitabTarbitaus Shibyan karya KH Habibullah Rais yang kaya dengan kandungan nilai kearifan lokal Madura.

Peran dan tugas guru penting dalam pembelajaran. Guru merupakan sumber inspirasi murid sekaligus sumber ilmu pengetahuan utama bagi murid-muridnya. Guru menjadi teladan dan figur untuk dicontoh atau ditiru muridnya.

Menurut Padil tugas guru yang paling utama adalah mengajarkan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan oleh siswa, yang mendidik nilai, norma, dan etika yang berlaku di

masyarakat menuju terbentuknya kepribadian anak (2007: 172)

Peran guru sebagai fasilitator dapat pula berperan sebagai penginternalisasi nilai kearifan lokal Madura saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Guru saat pembelajaran dapat memberikan motivasi dan umpan balik bagi siswa yang berhubungan dengan kearifan lokal Madura.

SARAN

Bagi pemerhati sastra agar lebih mensosialisasikan gurindam kitab Tarbiyatus Shibyan sebagai karya sastra yang terlahir atas kreasi murni budayawan Indonesia.

Bagi guru atau dosen bahasa dan sastra Indonesia agar memilih gurindam kitab Tarbiyatus Shibyan sebagai materi ajar yang berhubungan dengan gurindam, karena saat ini gurindam yang sering dijadikan materi ajar selalu gurindam dua belas karya Ali Haji. Gurindam dalam kitab Tarbiyatus Shibyan juga merupakan karya sastra yang sarat dengan nilai luhur sehingga baik bagi perkembangan kepribadian anak.

DAFTAR RUJUKAN

Aminuddin. 1990. Penelitian Kualitatif Sastra. Bandung: HISKI dan YA 3

Endraswara, Suwardi. 2013. Metodologi Penelitian sastra. Yogyakarta: CAPS

Ma’mur, Jamal. (2012). Pendidikan berbasis keunggulan lokal. Yogyakarta: DIVA Press.

(10)

Padil. 2007. Sosiologi Pendidikan. Malang: UIN-Malang Press Setiyadi, Putut. (2012). Pemahaman

Referensi

Dokumen terkait

[r]

c. Laporan Jasa Non Atestasi, yang disusun dengan menggunakan Formulir Nomor: X.J.2-3 lampiran 3. Laporan sebagaimana dimaksud dalam angka 2 wajib disampaikan setiap tahun

2016 , mengundang Saudara untuk keperluan Pembuktian Kualifikasi terhadap semua data dan informasi yang ada dalam dokumen penawaran yang Saudara. sampaikan pada pekerjaan

Pasar Modal, dipandang perlu untuk mengubah Keputusan Ketua Bapepam Nomor 38/PM/1991 tentang Laporan Kepada Bapepam Oleh Akuntan dengan Keputusan Ketua Bapepam yang baru;.. Mengingat

Dengan ini memberitahukan bahwa setelah diadakan Penetapan oleh Pejabat Pengadaan barang/jasa Dinas Perikanan Kabupaten Pesawaran maka diberitahukan Pemenang

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, dipandang perlu untuk menyempurnakan Peraturan Nomor X.H.1 Lampiran Keputusan Ketua Badan

Menimbang : bahwa dengan berlakunya Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, dipandang perlu untuk menetapkan Keputusan Ketua Bapepam tentang Pemeliharaan Dokumen Oleh

[r]