• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum Perdagangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum Perdagangan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Keputusan Menteri Pertanian

Nomor 445/Kpts/TN.5407/7/2002 tanggal 12 Juli 2002 TENTANG

PELARANGAN PEMASUKAN TERNAK RUMINANSIA DAN PRODUKNYA DARI NEGARA TERTULAR PENYAKIT BOVINE SPONGIOFORM

ENCEPHALOPATHY (BSE) MENTERI PERTANIAN,

Menimbang :

a. bahwa berdasarkan bukti ilmiah telah dinyatakan adanya keterkaitan antara penyebab penyakit Bovine Spongioform Encephalopathy (BSE) dengan Creutzfell Jacob Disease varian baru (nv CJD) yang menyerang pada manusia;

b. bahwa berdasarkan data Badan Kesehatan Hewan Dunia (Office International des Epizooties/OIE), jumlah negara yang tertular BSE dilaporkan mengalami peningkatan disamping adanya penambahan jenis bahan beresiko yang dapat menularkan penyakit BSE;

c. bahwa sehubungan dengan hal tersebut diatas, untuk mencegah terjadinya resiko penularan penyakit BSE pada ternak ruminansia ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan sekaligus dalam rangka mempertahankan wilayah Indonesia tetap bebas dari penyakit BSE, maka dipandang perlu menetapkan pelarangan pemasukan ternak ruminansia dan produknya dari negara tertular BSE ke dalam wilayah NKRI dengan Keputusan Menteri Pertanian.

Mengingat :

1. Undang-undang No. 6 Tahun 1967 (BN No. 1534 hal. 7A-12A dst) tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (LN Tahun 1967 No. 10, TLN No. 2824);

2. Undang-undang No. 16 Tahun 1992 (BN No. 5292 hal. 4B-13B) tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (LN Tahun 1992 No. 56, TLN No. 3482);

3. Undang-undang No. 8 Tahun 1999 (BN No. 5934 hal. 20B-25B, dst) tentang Pangan (LN Tahun 1996 No. 99, TLN No. 3656);

4. Undang-undang No. 8 Tahun 1999 (BN No. 6311 hal. 5B-11B, dst) tentang Perlindungan Konsumen (LN Tahun 1999 No. 33, TLN No. 3817);

5. Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 1977 tentang Penolakan, Pencegahan, Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan (LN Tahun 1977 No. 20, TLN No. 3101);

6. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2000 (BN No. 6528 Hal. 1B-18B) tentang Karantina Hewan (LN Tahun 2000 No. 161, TLN No. 4002);

(2)

Pembentukan Kabinet Gotong Royong;

8. Keputusan Menteri Pertanian No. 284/Kpts/OP.1983 tentang Penunjukan Pejabat Penerima Wewenang mengatur Penolakan, Pencegahan, Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan;

9. Keputusan Menteri Pertanian No. 01/Kpts/OT.210/1/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian juncto Keputusan Menteri Pertanian No. 354.1/Kpts/OT.210/2/2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian juncto Keputusan Presiden No. 392/Kpts/OT. 210/7/2001.

10.Keputusan Menteri Pertanian No. 99/Kpts/OT. 210/2/2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian juncto Keputusan Presiden No. 392/Kpts/OT. 210/7/2001.

Memperhatikan :

1. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Produksi Peternakan No. TU. 340/28/E/01.2002 tanggal 24 Januari 2002 tentang Penghentian Sementara Pemasukan Ruminansia dan Produknya dari Negara Tertular BSE;

2. International Animal Health Code OIE tentang persyaratan lalu lintas hewan dan produk hewan yang terkait dengan BSE;

3. Notifikasi Kebijakan Darurat (Notification of Emergency Measures) ke World Trade Organization/WTO mengenai penghentian sementara pemasukan hewan dan produk hewan dari negara-negara tertular BSE ke Indonesia tanggal 12 Februari 2001.

MEMUTUSKAN Menetapkan :

KESATU :

Melarang pemasukan ternak ruminansia dan produknya dari negara-negara yang dinyatakan tertular BSE.

KEDUA :

Jenis ternak ruminansia dan produknya yang dilarang untuk Peternakan ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

KETIGA :

Berdasarkan laporan OIE, Direktur Jenderal Bina Produksi Peternakan menetapkan daftar negara tertular BSE.

KEEMPAT :

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

(3)

MENTERI PERTANIAN ttd.

PROP. DR. IR. BUNGARAN SARAGIH, M.Ec.

LAMPIRAN :

Daftar Jenis Ruminansia dan Produknya yang Dilarang Pemasukannya ke Indonesia 1. Ruminansia

a. Sapi b. Kambing c. Domba

2. Bahan asal ruminansia

a. Daging dan produk olahannya dari ruminansia b. Tulang

c. Offal

d. SRM (Specified Risk Material, otak, mata, tonsil, syaraf tulang belakang, usus, kelenjar, limpa dan produk yang mengandung syaraf).

e. Embrio yang digunakan untuk perbibitan (breeding) f. Semen

g. Fetal bovine serum

h. Gut/biadder/stomach dari ruminansia untuk casing sosis i. Hati

j. Ekstrak dan juice daging 3. Hasil bahan asal rumaninsia

a. Meat and bone meal (MBM) yang berasal dari ruminansia b. Blood meal

c. Protein meal d. Tankage

(4)

f. Gelatin yang terbuat dari tulang g. Collagen yang terbuat dari tulang h. Tallow yang mengandung protein

i. Petfood yang terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari ruminansia.

MENTERI PERTANIAN ttd.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mencegah resiko terjadinya berbagai penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit dapat dilakukan perilaku hidup bersih dan sehat agar masyarakat yang

Peraturan ini dibuat untuk mencegah masuk, menyebar, dan keluarnya hama penyakit hewan karantina ke dalam atau ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memberikan perlindungan kesehatan terhadap sarang burung