• Tidak ada hasil yang ditemukan

Index of /ProdukHukum/kehutanan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Index of /ProdukHukum/kehutanan"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

tnsbktur IV

I

PEMIMPIN REDAKSI

Ir. Dwianto C. Subandrio, M Sc. REDAKSI PELAKSANA

Ir. Rosihan tndrawanto, MM. Ir. Poemama Gandhi Nz. MM.

It. Khaerui Anwar,

~ h . ,

tr. J o b PulCvono,

tr. Harnbali RA, MM. SEKRETARIP- --- -

I

Herman Jos

I

Maya Ambind Ir. H e m e Desi lntan Am

PENGAh

IA.K UAKI K ~ V A K S I

BULETIN

PENGAWASAN

sebelumnya Ada hal-ha1 datam yaw sam pernbuatan sekali tidak edisi 02 te

Maka, y a y seharusnya 'sudah dap-• PELINDUNG awal Oktober 2006, lbaru s mi

r

InspeMur Jenderal Departemen akhir Desember. Kesib

n Kehutartan masing yang susu'

PENANGGUNGJAWAB mmperlambat penyelr Se kretaris iwp3ktorat Jendenl kesala han teknis yang

Departernen Kehutanan peyedarannya. Hi '

DEWAN PEMBINA : jarak antara

a

lnspektur I begi3

lnspektur II

lnswktur Ill

ke'i

me

rencapaian yang sckedar berangan-angan dan tid

W L m N PENGAWASAN. Dhrbitkmn deh Inspeldorat Jenderal Deprtemen Kehhnan dengan tujuan set& media komunikasl dan penyebaduasan berbagai inlormsl dl antara para auditor, p r a m , petmrhati, dan berbagai pihakyargterkaitdalarn upap pangawagan dan psmbinaan.

(3)

DASTAR

IS,

Pengantar dari Red

-

si

Surd

Pembaca

, A d i I

4NGKAIPRADUGA

Bagaimma

mentaknainya dalam Audit Oleh: Ir. syaflml-, M.Sc

Go 'G.O.N.Ea Satu Langkah Awal Berani Untuk Ttdak Korupsi

m:Ir.aock'WahyuK,M.M

' - Pmgendalian Atas Mutu Laporan Audit 11

~ : k ~ ~ , M M

Re& (Sosialiisi dan E W u s i ) 13

:Ir. Doc# WgAyu

6

W. &nWHuda,A.llQd,

Xnjauan S i m Akuntansi Pemerintah 16

C W e h : ~ L N k ~ B u c # , MM Sekilas Pandang Tentang Audi *

0 l e h : h Tiihgyatm r l

4 w

Benta

Dalam

Gamhar

. ,: -?

.

-* : " :d->

22

Cerdig Buwas

, +

5,

:::, >:+

,?<' , $ + I' I > < 25

A * l

.

P?& ;L4t-- Me-pa Wisata Atam

Kurang

Dimhati?

.E.:

30 -.,<: :;<

~ * ~ . + " l : ,< A

Contoh b u s di Taman N..ionaI Kutai T: +

5p2:

L L

iTq

;:y

~ 7 ' o f e A : I r . D w f a n d a c ~ , ' L ? . S c . ~ ~ " . j : , --, L.

& & : Q +:ky:

g & h n v i k a p i Pelaksanaan I I I e g ~ I ~ b g ~ n g

;$+

L;+;:;;;,;

:;;;

34

CWeh:h.Binrar- A ?*., ,.;$ T*;5?t <> ,,>>

Ir. WlalfutAnwar, MM

Ktiteria Tulisan Untuk Buletin

Pengawasar

40

ttjen Dalam Berita

41

Pojok

42

Kuesioner

44

Credit Title :

Lay out design : Ardyanto Mugroho S.Hut dan Dian Nugraha S.Hut

Photo sarnpul depan, sampul belakang, halaman depan dalam: Koleksi BTN Teluk Cenderawasih

(4)

5*

' Farah

(5)

Audit terhadap Program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GRNH L) harus dilaksanakan secara bersinergi antara lnspektorat Jenderal Departemen Kehutanan dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan {BPKP). Untuk i t u telah

diterhtkan Kepcrtusan Bersama Inspektur Jenderal Departernen Kehutanan dan Deputi lnstansi Pemerintah Bidang Perekonomian BPKP Nomor SKB.441111-Sek12006, KEP

81 7/D1102/2006 tanggal 1 September 2006. Dalam Surat Keputusan Bersama tersebut disampaikan bahwa sinergi kegiatan audit GNRH L meliputi seluruh tahapan audit, mulai perencanaan, pelaksanaan, pelaporan maupun monitoring tindak {anjut hasil audit.

Berdasarkan Surat Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor

B/

1355#M.PAN/

5/2006

Tanggal 31 Mei 2006, Menteri Kehutanan menerbitka Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.46/Menhut-1112006 tentang Perubahan Ata Peraturan Menteri Kehutanan Nornor I? 1 31Menhut- 11/2005 tentang Organisasi dan Tat Kerja Departemen Kehutanan. Dalam peraturan tersebut, terdapat unit Eselon II bar

di lnspektorat Jenderal, yaitu Inspektorat Khusus. Organisasi dan tata kerj

a

.

?&.n

Inspektorat Khusus diatur dengan Peraturan lnspektur Jendera! Departerne

-

* h h

Kehutanan Homor P.501111.4/2006 tanggal 4 Nopember 2006. Tugas dari lnspektorat Khusus adalah melaksanakan pengawasan, pengumpulan bahan, meneliti, menganalisis, dan mengevatuasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek- praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme, pelanggaran adrninistrasi, rnenindaklanjuti pengaduan masyarakat, serta melaksanakan tugas lain berdasar instruksi khusus Menteri

,

dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur

3. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. 58lMenhut-1112006 tenrang Rencana Strategis KementerianILembaga (Renstra-Kt) Departemen Kehutanan 2005-2009

memefintahkan Eselon I dan I1 untuk menjabarkan Renstra-KL Departemen Kehutanan tahun 2005-2009 (penyeinpumaan) ke dalam Renstra Unit Kerja masing-masing, tuna

menindaklanjuti Peraturan Menteri Kehutanan dimaksud, inspektur Jenderal Departemen Kehutanan telah menerbitkan Peraturan lnspektur Jenderal Nomor

P. 51.1 /I ll-Sek. 1 /ZOO6 tanggal 30 Nopember 2006 tentang Rencana Strategis Inspektorat Jenderal Tahun 2005-2009 (Penyempurnaan). Selanjutnya Renstra ini akan menjadi acuan dalarn penyusunan Rencana Kinerja, Rencana Kerja dan Anggaran serta menjadi dasar dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas lnstansi Pemerintah lingkup

(6)

P R A S A N G N A / P R A D U 6 A

penulis pada waktu terliba t dalam "diskud Pr mfl&a. k a r e n ~ 5eb~S'ja~

~rason3ka

itu

5

keci I" dengan staf calm audi tan, pada saat -' ' '""(Surat A[- HuJurat aYat 12). Dalam

I * , rnelakukan audit pendahuluan

ai

P r M n ~ j , ~ 'h%irt b a y a t Illlam Tirmidzi dari Abu

Maiuku Utara tahyh

zm.

Msebut "d&kusi Hurairah RA, Rasulullah SAW menegaskan,

.<

%*

kecil" k4kr$

teR&b"

iidak "Tokutbh kaiian berprorolglo, karma

sponun, jauh.

dar4'

suasana f o r m dan +

-A

h a n p rnelibatkagbeberaPa orins. Namun, pr

subrtanri perbiii&nan cuhp ~ n a r i k . b Betapa tidally ' p & ~ 3 h ~ a h & * 2 r yan'g rb,e

didiskusikan cukup .prinsip, yakn'

'

the

mengenai prarangka/praduga darl I

menay+rari kesaluban orang lain dalam hubungannya dengan profesi penuiis

,

.

sebagai auditor di satu pi hak dan keyakinan Dalam ungkapan sehari-hari, baik

\

(agama) yang melarang melakukan ha! dalam perspektif hukurn ataupun yang dernikian itu di pi hak lain. perspektif bahasa (etimologi) kata prasangka dapat kita temui dalam bermacam-macam bentuk. Beberapa

Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, prasangkaipraduga adalah dugaan yang kurang baik mengenai sesuatu y a n g b e l u m d i k e t a h u i s e n d i r i kebenarannya; atau anggapan yang keras dan kurang tajam mengenai sesuatu, biasanya bersifat pradini, merusak, dan rnemihak serta mendorong ke arah tindakan yang ceroboh. Sedangkan menurut Poerwadarminta dalam Kamus Urnurn Bahasa Indonesia, prasangka adalah pendapat (anggapan) yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui (menyaksikan, menyelidiki) sendi ri.

Sementara itu, referensi dalam Al-

Qur'an maupun Hadist, antara lain.

bentuk ungkapan adalah di antaranya sebagai : hipotesis, dugaan, praduga tak

bersalah, patut diduga. - Misal, ada

hipotesis yang mengatakan, "Ciri-ciri orang yang sering melakukan kecurangan

(fraud)

adalah mereka yang sering bekerja sendiri, jarang mengambil cuti dan mudah

marah". Sebagai hipotesis, -- sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau untuk rnengutarakan pendapat rneskipun kebenarannya belum dibuktikan, -- hat tersebut harus diteliti benar tidaknya. Kita

(7)

harkat dan martabat rnanusia adalah asas

J G E F I

praduga tak bersalah. Yakni setiap orang

yang disangka (tersangka) wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap. KUHAP juga menyebutkan, bahwa tersangka adalah seseorang yang karena p e r b u a t a n n y a a t a u keadaannya, berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku (tindak pidana).

Dari beberapa contoh ungkapan keseharian sebagaimana uraian d i atas, prasangkal praduga bersifat ambigu, karena dengan berprasangka kita berarti (mendekati) dusta, tetapi prasangkal praduga juga diperlukan sebagai entry

point untuk mencari atau untuk membuktikan kebenaran, keadilan dan membuktikan prasangkal praduga dan hipotesis itu sendiri.

Sementara itu, menurut Ary Ginanjar dalam bukunya "Rahasia Sukses

Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual" mengatakan, prasangka mempunyai dua sisi, yakni sisi positif dan sisi negatif. Lebih jauh Ary Ginanjar menjelaskan bahwa prasangka positif akan mendorong dan melahirkan kondisi /

tindakan untuk saling percaya, saling mendukung, sikap

yang

terbuka dan

kooperatif. Sebaliknya, dengan prasangka

Non l(o.cperatlf

Pada t a t a r a n p r a k t i k a u d i t operasional, kosakata prasangka/praduga lebi h sering digunakan daiarn rnengungkap

Tentative Audit Objective (TAO) btau tujuan audit sementara. Dalam audit operasional, misalnya terhadap kegiatan ,,

<+

' ,

pengadaan barangljasa pada suatu unit. i.:; kerja, misalnya, dapat disusun suatu TAO c .

* -

sebagai berikut. I) Rencana yang disusun . -

negatif akan terjadi salin? menahan Pengawasan bukan mencar1 kesalahan

informasi penting, bersikap defensif, tidak

Dalam buku Petun j uk Pelaksanaan

membantur dan kernamwan terbaik Pen yebarluasan Pengertian da n Keradaran mereka tidak muncul. Sikap demikian ini, Pengawaran (1996), akan pihak yang dircbutkan bahwa dalam perrpekrif

bersang kutan. agama, pengawasan adalah sama tuanya

dengan usia penciptaan manusia. Manusia d a l a m k o d r a t n y a m e m p u n y a i tidak realistis dan biasanya berlebihan .

serta jauh dari kebutuhan sebenarnya, baik dari aspek biaya, volume, kualitas dart bahan; 2) Penyusunan spesifikasi teknis dan k r i t e r i a n y a diarahkan u n t u k memperbesar peluang suatu produk dan

penyedia tertentu untuk memenangkan lelang. Contoh lain, rnisalnya TAO dalam kegiatan Gerhan: pengadaan bibit MPTS

(8)

penyirnpangan kesalahan / untuk menjadi Sehi ngga, banyak

ayat-ayf

Al-Quran

&ma jelas menyatakan, ba a Allah SW

8'

smantiasa mengawasi d a ~ - m$nget*ui

F

perbuatan-perbuatan tmmbawa. M i s a l u

qeringatan. ~ e b ~ : s e j a t i n y a

--

jika kesalaha penyimpangan itu memang

-

N

i d&erfad?,,

351

diawarildidudit ataupun

,tida,h% $krirtensi

ruatu

kesalahan /

n, prasangka/praduga ini m

komendasi dan

b

atan.

Dalam pengertian

2 4 Oleh karena i t u , h a k e k a t ' rnernaknainya.&

4

pengawasan menurut pandangan agama , v ' : .

4 merupakan langkah awal untuk sating

&

mengingatkan dan sekaligus sebagai

*) Auditor Ahli Madya pada lnspektorat

5

;, pecngejawantahan dad kewajiban untuk 7

Y .

* . ;, i -. berbuat baik dan mencegah perbuatan L- .< Jenderal Departemen Kehutanan *

g,

.'

,.,+"4

'",

'T

terlarang. Oleh karena itu puta, audit

--

3 ,,,
(9)

Oleh: Ir. Dody Wahyu K, MM*

WNE TRANSACTDN [CORRUPTION]

ACTOR : VlCrtM

OPPMlTUNlTY

GREED EXPOSURE

Go-"G,O.N. E" apa maksudnya ? "G.O. N-E". tersebut bertemu dalam satu Munculnya gagasan untuk menuiis titik (kondusif ) maka kecurangan yang artikel dengan judut Go- "G.O.N.E." mengarah kepada tindak pidana korupsj setelah penulis membaca bu ku strategi akan terjadi

.

pemberantasan korupsi nasional (BPKP,

1999).

.

Penggunaan "phrase in English" tersebut dengan pertim bangan setain sulit dicari kan padan katanya, frase tersebut mudah diingat dan enak diucapkan untuk slogan atau yel-yel. Slogan Go-G .O. N. E. mengandung makna Go (away) artinya "enyahtah ! " (dengan intonasi tidak suka)

selanjutnya disebut "go" saja, sedangkan Analisis faktor ~~G,o,N,E,

"

G

.O.N.E. adalah teori yang dikemukakan

oleh Jack Bologne (BPKP, 1999) tentang "Greeds" berkaitan aeng adanya suatu kondisi yang dapat mengaki batkan perilaku serakah yang secara potensiai t e r j a d i n y a atau t i d a k t e r j a d i n y a ada dalam diri setiap orang, faktor kecurangan yang rnenjurus kepada ti ndak keserakahan inilah penyebab utama pidana korupsi. t e r j a d i n y a t i n d a k k e c u r a n g a n . Mengenyahkan penyebab dari greeds yang

"GOO-N.E. theory'' sebenarn~a palingrnudahadalah pada l w e i individu

sangat sederhana dan mudah difahami. karena kits &pat memerang1 sendiri "6.O.N.E." terdiri darl faktor-faktor yang mun,-u[nya faktor keserakahan tanpa kondusif dapat mengakibatkan terjadinya tergantung dengan pihak lain dan tidak kecurangan, yaitu: Greeds (kfierakahan) 7 memerlukan biaya apapun. Masalahnya

Opportunities ( a d a n ~ a kesem~atan), a p a k a h s p i r i t u a l k i t a m a m p u

Needs (tidak t e r c u k u ~ i n ~ a kebutuhan mem bendu ngnya apa bi la fa ktor lainn ya

YaW wajar) Exposures (lcmahn~a tidak menduku ng

.

Oleh karena i tu pada pengungkapan dan tindakan) level institusi, pencegahan harus di'design' Faktor reeds dan

Needs

berkaitan melalui pembenahan kode eti k profesi, dengan pelaku (aktor). Pelaku tindak perbarkan sistem ~ e n d i d i k a n dan kecurangan tersebut adalah individu atau ~ e l a t i h a n , bimbingan kerohanian, kelom pok di dalam organisasi maupun dS menumbuhkan budaya rnalu melakukan luar o rganisasi

.

Sedangkan fa ktor kecurangan, sehingga secara bertaha~

Opportunities dan Eqwures berkaitan lingkungan institusi steril dari faktor

dengankorbanke~urangan~yangumumnya Yeeds.

adalah instansi, organisasi ataupun "Opportun f ties" berkaitan dengan m a s ~ a r a k a t Yang kepentingannya keadaan instansi, organisasi, masyarakat

dirugikan.

yang

sedemikian rupa sehingga terbuka
(10)

r +

di~babRnL.-alcmahnyamanajemen,-..iKranpan. Ketidakpastian dan

langgarnya pengawasa n

,

lernahn ya kelemahan t i n d a k h tPr_hadap kecurangan kepemimpinan serta tidak adanya akan mendorong pela k u u n t u k k e t e l a d a n a n Oteh k a r e n a i t u mengabaikan per-ran#perundang- mengenyahkan kesempatan un t u k undangan yamg b e r b k u , Un t u k rnelakukan kecurangan adalah dengan mengenyahkan penyebab lemahnya faktor

membangun sirtern manajemen yanp expbsures p$Ju terus rnenerus dilakukan transgaran, leadership yang tangguh, penathn pranafa hukum yang j tlas dan

sistern

pelayanan publik yang baik, b as,apemberian sank! yang@i&asdan perbaikan

sistem

pengendalian in! nalk'

t y k y b n g

.flihWg?

msidisasi

(pengawasan melekaf) dan ketel

n

konse

uensi

hukum

>ak

daVt tindakan

yang prima. Dengan demikian kesewpatan rkerwganga - I

P'*

' -

-untuk melakuka kecurangak a k a k f ,

,.

adanya inrtitusi yan tertutup rapat. + m e m p u n y a i k e ~ e n a n g a n r n e ~ a d a i ~ ~ a

"Needs" berkairan dengan f

ak&

rnenankulangi korupri S&Y: KPK, faktor yang dibutuhkan oleh individwe

individu untuk menunjang hidupnya secara

layak

dan

wajar. Kebutuhan dasar

yang

tidak pernah tercukupi akan mendoron

%

indiridu-individu "berkreasi" menciptakan - peluang melakukan kecurangan atau paling tidak akan mudah tergoda untuk diajak berkolusi oleh para 'kreator". Pemencrhan kebutuhan yang wajar adaiah faktor yang paling sulit ditanggulangi karena sangat tergantung dengan kemampuan keuangan

negara, kondisi pasar dan juga masalah politik pemerintahan secara umum, Belum terpenuhinya kebutuhan yang wajar perlu disepakati tidak dapat dijadikan alasan u n t u k m e n t o l e r a n s i t e r j a d i n y a kecurangan. Oleh karena i t u untuk mengenyahkan faktor belum terpenuhinya "needs" mutlak perlu adanya perbaikan pendapatan pegawai secara layak dan wajar. Selain itu sejalan dengan upaya

perbaikan pendapatan juga perlu di

"galakkan" lagi dan diteladankan oleh pimpinan gaya hidup sederhana (tidak konsumtif) serta membiasakan budaya

saling mernbantu dan peduli terhadap sesama.

TIPIKOR; BPK R1, APIP ma@ semangat

"enyahlah k e t i d a k p s t i a a n lernahnya

tindakan" terhadap (Nlaku kecurangan

*

merupakan hdrximn yang tidaklah

berlebihan.

4

-

Bangkitkan sernangat Go- "G.O.N.E." di lingkungpn lnstansi

Untuk mem bangkitkan sernangat go-

"G.O.N.E." menuju "berani tidak korupsi"

terdapat beberapa hal yang perlu dipikirkan dan diresapi:

Pepatah lawas yang masih relevan namun sudah jarang dipraktekan yaitu

"lebih baik mencegah dari

pado

mengobati" sebenarnya cocok dengan semangat Go-"G.O.N.E." yaitu cegah dini. Jangan biarkan kelemahan menyeruak berlama-lama muncul dan kernudian kita terkejut-kejut bertanya kenapa koq bisa terjadi? Sebenarnya sudah terlatu banyak contoh yang sangat gamblang yang d a p a t menjelaskan t e o r i "G.O.N.E."

sayangnya kejadian kecurangan selalu terulang lagi dan terulang lagi. (AYO KlTA CEGAH!

I

"Exp~sures" berkaitan dengan

(11)

dijinjjng berat

samu Gipikul

".

Jangan

pernah berpikir bahwa pencegahan tindak pidana korupsi hanya tugas

aparat gengawasan semata tapi

sebenarnya merupakan kewajiban

semua instansi, juga tidak hanya pimpinannya saja tapi seluruh jajarannya mernpunyai kewajiban yang

sama, (AYO KlTA KERJAKAN BERSAMA SAM4 ,

3. Pepatah yang puitis namun cukup jetas memben' peringatan yaitu "sfapu

menebar angin

akan

menuai badai"

.

Pepatah ini mengingatkan kepada kita

semua betapa besarnya resiko yang

harus ditanggung

dari

suatu perbuatan y a n g m e i a n g g a r p e r a t u r a n .

{AVO JANGAN AMBlL R B I KO)

4. Terakhir pepatah yang sejak sekolah dasar sudah kita hapal luar kepaLa

namun sampai tua tidak jua kita pandai mernaknai nya yaitu "guru kencing

berdiri

murid kencing berlari".

Berhati hati agar tidak menjadi contoh yang buruk bagi jajaran di bawah

merupakan keteiadanan yang arief,

karena murid akan meniru apa yang

dilakukan gurunya, (AYO KITA BERIKAN ,

TELADAN )

Setelah kita resapi pemikiran

tersebut,

rida

beberapa pertanyaan untuk diri sendie di bawah Zni .yang petlu

dijawab: '

Apakah saya tidak berani menjawab

"YAW apabila dimfnta kesegakatannya untuk mengenyahkan

transaction"? Ataukah saya masih ragu.

Apakah saat ini "berani tidak korupsf':

hanya sekedar mimpi? Ataukah wkedar

rnimpi pun anda tak krani?

Jawaban i t u akan mencerminkan sudah dekatkah atau masih jauhkah negeri

ini bebas korupsi. Kalau jawahnnya YA

tentunya yel go-"G.O.H.E." yes!

,

go- "G.O.N.E." yes! akan menjadi yel tanpa

semangat dan tidak akan menghasilkan apa

apa (sernoga saja jawabannya TIDAK).

*

Kepala Subbag Data dan Pelaporan
(12)

I

Pendahu luan opini auditor sekarang, sepanjang

laporan audit tersebut diyakini obygktifihsnya, akan rnemberikan

rnerupakan bagian penting dar' bantuan yang sangat berarti bagi keberhasi Ian suatu pengambila pengambil keputusan. Oplni auditor

keputusan. Sangat kompleksny g r n e n y a t a k a a l , r n e n e r i m a transaksi dan kegiatan, menyebabkan p e r n y a t a a n gr r n a r j f j e r n e n a t a u

para pengambil keputusan tidak vengejola, tTigrnunj ukan bahwa rnampu rnerna$mmi inform%i dan data

p r i v r yang -diperlukan

r

untuk rnenggunakan l a pengarnbien kpurusan. Oleh karena sebagai salah satu itu* para penqqmbil keputusan haws proses peng

&hsgunakaq'rnformasi sekundw ye29

telah di&sun dalam bemtuk bgrbagal ,

laporan. Namun, timbul permasalahan mengenai keandalan laporan karena umumnya laporan disusun oleh

pengelola yang berkepen tingan dalam pengambilan keputusan.

bai k buruknya k e g i a t a n yang dilaporkan. Dengan demikian terdapat pertentangan kepentingan antara pengguna laporan dengan penyusun laporan kegiatan.

Audit adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan- kegiatan dan transaksi keuangan untuk menentukan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan atau kriteria teoritis, serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-piha k yang berkepen tingan. Secara sederhana, audit adalah p e n g e c e k a n t e r h a d a p s u a t u pernyataanlasersi atau laporan kegiatan yang dilakukan secara i n d e p e n d e n . P e r a n g k a t b a r u independensi auditor merupakan faktor krisis bagi dihasilkannya Laporan audit yang obyektif. Entah apapun

Obyektlfitas audltor bersumber

pada independensi, tetapi belumlah cukup tanpa disertai pemahaman auditor terhadap hakekat kegiatan atau transaksi yang diauditnya. Oleh karena itu, sikap independen harus

d i s e r t a i d e n g a n p e n g u a s a a n pengetahuan untuk memahami dan meletakkan permasatahan transaksi yang dijurnpainya dengan tepat pada konteknya. Hal ini sen'ng disebut

sebagai profesionalisme. Ketiga sikap tersebut sangat menentukan rnutu Laporan hasii audit yang dihasilkan oleh

seorang auditor.

II. Permasalahan

(13)

didukung standar sehingga sangat para pengguna jasa audit sekalipun minim untuk dijadikan bahan tetap sulit melakukan pengukuran pengambilan keputusan yang tepat. terhadap rnutu audit. Manya orang-

2. Laporan hasil audit yang disajikan orang yang telah menjalani pelatihan auditor sangat jauh dari harapan dan telah melaksanakan praktek audit instansi pelaksana audit dan entitas dengan benar yang marnpu rnengukur yang memanfaatkan hasil laporan keberhasi lan suatu audit.

dimaksud dalam tindakan perbaikan Mutu laporan hasil audit hanya dan penyempurnaan dari seluruh dapat diyakini jika informasi yang hasil kegiatan yang menjadi dihasilkan dapat digunakan untuk

tangsung jawabnya. pengambilan keputusan. Namun

3. Laporan h a s i l a u d i t sangat keberhasilan pengambi lan keputusan diharapkan oleh instansi pelaksana tidak dapat disandarkan pada informasi

audit untuk dapat disajikan dengan tersebut saja. Terdapat informasi- mutu yang dapat rnemberikan f n f o r m a s i l a i n y a n g d a ~ nuansa perbaikan dan dilaksanakan dipertimbangkan, seperti dinarrllna oleh auditor yang mempunyai lingkungan dan institusi pengambil kompetensi dan kemampuan yang keputusan yang turut berpengaruh pada

memadai. keberhasilan pengambilan keputusan.

Hasil audit dikatakan bermutu jika semua pihak pengguna Laporan merasa

Ill. Analisis Masala puas dengan informasi yang diperoleh

Pelaksanaan a dari laporan audit. Oleh karena itu, yang unik, karena setiap penugasan mutu hasil audit harus dijaga dengan audit maupun permasalahan yang cara menegakkan tanggung jawab profesi auditor terhadap pengguna di hadapi dalam penugasan, selalu baru

dan tidak pernah dijumpai sebelumnya. jasan Oleh karena itu bagi orang yang kurang

mengerti kegiatan pengawasan akan

5ulit metakukan pengukuran mutu basil *Auditor Ah li Utama pada I nsp~ktorat I I

suatu audit. Dernikian sulitnya, bahkan

Jolngan engGau menjaai orang

yang

Getiliapagi

menanti sore

k n

yang

Getilia

sore

menantipagi.

XaGo

(14)

Qleh: Ir. Dody Wahyu K, MM*'

.*

Nurul Huda, A.Md**

l

i

rf

Menyatukan Visi dan Langkah , I > Pengum& bahan, penelitian, dan

, m

Peraturan lnspektur Jenderal No

ar3$tf&is

aths

kasus

pelanggaran yang

L A

P.51.1/11I.Sek-112008 tangsal30 Novembe berindi kasi korupsi, kolusi, dan 2006 t e n t a n g Rencana Strategi nepotisrne, pelanggaran administrasi, ' lnspektorat Jenderal D e p a r t e y e tiiklak lanjut pengaduan masyarakat,

Kehutanan (penyempurnaan) pgrl serta pelaksanaan tugas berdasarkan disosialisasikan kepad ,s&Luruh aparatur instruksi khusus Mmteri;

lingkup Departernen &man khururnya

.

, yang beketla di lingku, mspektorat

$.

Inspektorat Jenderal;

Jenderal, bdk sekara f ma1 rnaupun e. P

informal

dalam

,

Q g h p f l

kermpati Daiarn rnanyerne"*iq' m o d w n sudah

sepatutnya* wrnua &hggofa organis i

rnengetahui dan

rnerna~tmni.

di

organisasinya %n

ra amanah dan

Bagai mana mengaktuatisasikan pihpinannya.

- C tugas pokok pengawasan dan fungsi-

Tugas Po kok

dan

Fungsi fungsinya kedalam penetapan kebijakan, perancangan program dan perurnusan

Untuk dapat memahami Inspektorat tu j uan serta pendiskripsian sasaran Jenderal Departemen Kehutanan, terlebih kegiatan yang berorientasi pada "azas

dahulu perlu dikenali dan diresapi apa m a n f a a t , efjsjsn d a n efektjf".

tugas pokok yang menjadi kewajibannya. Jawabannya adatah sistem perencanaan Berdasarkan Peraturan Menten' Kehutanan yang mempunyai instrumen yang dapat

Pl0.P. 13 /Menhut-11/2005 tanggal 6 Mei 2005 menjaring kegiatan yang benar-benar tentang Organisasi dan Tata Kerja diperlukan dan memberi manfaat nyata Departemen Kehu tanan sebagai mana telah sekaligus dapat mengiden tifikasi kegiatan diubah dengan Peraturan Menteri yang rnubazir karena sebenarnya kegiatan Kehutanan No. P.461Menhut-I I /ZOO6 tersebut tidak jelas manfaatnya untuk tanggat 12 Juni 2006, tugas pokok pencapaian visi yang telah ditetapkan. lnspektorat Jenderal adalah melaksanakan

psngawasan terhadap pelaksanaan tugas di ldentifikasi

lingkungan Departemen Kehu tanan. Untuk SWOT adalah salah satu instrumen men~elenggarakan tugas ~okoktersebut untuk mengidentifikasi kekuatan, lnspektorat Jenderal Depart emen kelemahan, peluang dan ancaman,

F..

. Kehutanan rnernpunyai fungsi : sehingga dapat diperoleh beberapa

a. Penyiapan perum usan kebi j a kah strategi yang dapat diformulasikan lebih

wnnawasan: lanjut menjadi langkah-langkah yang

.

-

konkret. Strategi yang dapat difor- b. Pelaksanaan pengawasan kinerja,

untuk keeiatan pensawasan di

keuangan dan adrninistrasi;

Departemen Kehutanan adalah scbagai

(15)

t. Ekrlrtend dan legalit= h b q a p m g a w a m k t .

2. Peramran perundangan-undangan cuhp l e w p

3. Dukungan surnbw dana &up

4. Hubungan rs h a m i s &ngan N I P terkalt

5. Adanya kewnangan melakuan investlgasi

KELEMAHAN

1. Jurnlah dan kcrnarnpuan audlbr terbah 2. M u m lengkapnya Woman audt bprbasls klneija

3. Penerapan s W i blrn efeMif dan blm menlmkdkan

efek jera

4. Penerapan sistlrn peer reviu Mrn dllalrsanakan

-

PELU ANG

1. Mmya Rwnmnen msmd W pemberantaran

KmN

2. m n y a perm serta macyamkat dm p e n m n

3. Aduya kewajlban me-n r e r i c a ~ r t n t w s

dan lapwan akmtabHltar

4. M m y a kewajlkin d a l u a M k a n wdadlt MMa,

k e w w n dan ildmlewad

5. Mwa W t h n melakukan pu(baht, pem(ttlan dm armllsro thd UKIH, pelanggarmadmlr&trarl

dm Tl harll aMtlpmgsduw rnarysrakat

6. Adanya M j a h agar mmJsdl bgmt of e'

STRATEGI PENDORONG '

t. h-gwtaile f m g l Mrmbsgaan

2. Perc-bn e l a nl'L N u a n

maryaraka t

3. MmBoptlmaUran waluast tM

~untsMIiCa5, m-qram dan Iqlm

4. mgemba*n ad4t h r h s i s IrlnwH

lpeuavgan dm admlnbtd

5. Men-- W t a n w ,

pzndltlnn dan andisls

6. Mnflapkm dW -4 'zgem of c h m p '

A N C M N

1. Penepkan hukurn Tipikw blm optimal 2. Komitrnen plmpinan sutuan kwja dlm

m i a h n a k a n w a w t rnaslh rerdah dan lernahnya penerapan sfstem pengendalian manajemen

3. Pembinaan plmplnan satker dlm

rnenlndaklanjutl rekamendasi temuan

belum optimal

4. m r n pembangunan kehutanan blayanya h rdm berjangka panjang

'

STRATEGI STATUS QUO

1 . Menlnghtkan koordlnasl dgn

institusi penegak hukum

2. Mendwong penerapn sktem

pengawasan manajemen rnelalul evaluasl m a t a n SPI

3. Meningkatkan pemblnaan wllayah

4. Memfokuskan audit thd program pembangunan yg blayanya b@sar dan \ krjangka panjay

(STRATEGI STATUS QUO ,

I. Menerima SDM sesual standar dan

krlterla

2. Menln#atkan kuaiilitas SDM

3. w p t i r n a l k a n Fungsi I n m u r

Khusur

4. Mengkapl pdwnan audlt

berbasls Mnefja

5. Melenglrapl m a n kegfatan pulbaket, penelltlan dm analik

/

I STRATEGI PENGHAMBAT 1. Mempubll!msl!mn has41 -wasan

dan penegakan hukum 2. M e n d u q u w a M a l l - M h n dlm

perencawan dan pengmq#ran

3. Mendlxq ngnln$Ralan kfnerja PI

4. M m d m penangpung jawab

p w m mengevahl MI pmbmgunan y$ M a y q a W r

dan b?rjan#ka panjang

Poin Renstra Yang Perlu Dipahami perundang-undangan yang berlaku, Visi yang telah disepakati yang perlu menerapkan prinsip-prinsip efektifitas, dikenaii dan difahami bersama : efisiensi, ekonomis dan melindungi

kekayaan negara dari setiap upaya

"Terwujudnya pengawasan

yang

penyimpangan.

p r o f e s i o n a l g u n a m e n d u k u n g

t e ~ i p t m y a oparatur yong bersfi kngawasan a~aratur negara akan lebih

bebas KKN" efektif apabila terjadi sinergi antar

pengawasan internai, eksternal dan Landasan penetapan visi : pengawasan masyarakat

.

Terwujudnya pengawasan yang

profesional merupakan visi dengan ~ i ~ i

perspektif ke dalam (outside-in),

y a i t u mengintensifkan peranan Untuk mencapai visi yang telah pengawasa n, rneliputi pemeri ksaan, diteta~kan maka lan~kah-langkah yang

monitoring, reviu, sasialisasi harus dilakukan di kelompokkan menjadi 3 d a n a s i s t e n s i , s e k a l i g u s misisebagai berikut:

mengefektifkan penyelenggaraan Misi I: Menguatkan kelembagaan

pengawasan berdasarkan kode etik dan pengawasan

tandar pengawasan yang diakui Langkah-langkah yang harus dilakukan bersama. u n r u k m e n g u a t k a n k e l e m b a g a a n Terciptanya aparatur yang bersih dan pengawasan agar fungsi organisasi lebih

bebas KKN merupakan visi dengan efisien dan efektif adalah :

perspektif keluar

(inside-out),

yaitu Memantapkan kebijakan dan sistem memberikan dorongan kepada aparatur kerja pengawasan.

a g a r d a l a m p e n y e l e n g g a r a a n

(16)

-

i : , Memenuhi kebutuhan -sum ber daya

manusia sesuai persya ratan*Fyang

SP1.

vasarana. bimbingan Whgawasab

dernantapkan pengorganisarir Jan d. &nera$km

*stem

reviu akuntabilitar

.

pelayanan adrninistrasi -. )urn. Ir e.

MmimgkaBhn profesionaiisme aparatur

~91d~ipendidikandanpeIatih~. M i ~ i 2: M e n i n g k a t k o n p e r a n a n r e - I b e

pengowasan A -.

'

Soaa sasi dan Eksekusi

Langkah-langkah ya d i l a m a n

,

X*

Kita r;ela1fi.'*

.

Wefoepakat

#'

untuk untuk rneningkatkan P g a w a s a n + , ,m e w u j & k a n p e n g a

adalah :

,-.

.

profesional, tentunya

t

%

a. Melaksanakan pengawasan k i n e r m tersebut akan dapat t e w j

keuangan dan pengawasan d e m s sebagai individu-individu

,++ a tujuan tertentu. i anggota organisasi

b. Mela ksana kan eval uasi siscem profesional. Apabila

pengendalian manajemen, penggunaan telah P h p u berkinerja

dana dekonsentrasi dan profesional tpntunya kita akan

pembsntua n rerta k e m m ~ a n untuk mendukung

program. aparatur yang bersih dan

bebas KKN.

c. Mengintensifkan koordinasi peren-

Canaan pengawasan dengan APlP untuk Cita-cita yang telah diformulasikan menghindari terjadiny turn pang tindih

ke

dahm visi tersebut tentunya pertu pelaksanaan pengawasan. disosialisasikan dan dikampanyekan terus menerus untuk membangun motivasi yang d

-

Memanta~kan pengawasan t e r ~ a d u ku& guns

menggapai

cita -cita bemma, dengan APIR BPK-RI, KPK, ue~aksaan Apakah cukup dengan sosialisad mja,

4 dan POLRI

.

ten tu tidak. Kualitas stra teqi yang baik, e. Melaksanakan pemantauan tindak

lanjut hasil pengawasan internal dan eksternat serta pengaduan masyarakat.

f.

Mengubah paradigma pengawasan dari

watchd do^"

ke "agent of changes".

g. Mendorong upaya penelitian dan pengemban gan bidang pengawasan.

Misi 3: Mendorong ketaoton

don

okuntabil itas apurutur

pemahaman yang merata tidak- akan berarti tanpa tindakan yang nyata. Seperti pernyataan lembaga pengawasan independen (Ernst B Young), " The ability

to execute strategy is more

important

than quality

of

strategy

it self"

Bagaimana hasilnya ?? Kita akan tahun jawabannya di tahun 2009, (SEMOGA BERHASIL)

Langkah-langkah yan3 harus dilakukan Kepala Subbag Data dan Pelapomn untuk mendorong ketaatan d a n **StaffpadaBagianPrqramdanPe(aporan

akuntabilitas aparatur adalah :

(17)

Oleh : Drs. tilik Prasetya Budi, MM*

A. PEMDAHULUAN B. BASIS AKUNTANSI

Tuntutan terhadap terciptanya good

governance

sudah menjadi kehendak sebagian besar masyarakat d i Indonesia. Untuk menjawab tuntutan tersebut, pemerintah terus berupaya untuk ! bersikap tebih transparan dalam

pertanggungjawaban pubiiknya. Walaupun sudah agak terlambat, sebagai tindak lanjut dari reformasi dalam bidang keuangan. Pemerintah Indonesia telah menetapkan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun

2005.

Standar akuntansi merupakan pedoman atau prinsip-prinsip yang

mengatur pelaksanaan akuntansi dalam menyusun laporan keuangan untuk tujuan pelaporan kepada para pengguna laporan keuangan. Tidak adanya standar akuntansi yang memadai akan menimbul kan implikasi negatif berupa rendahnya reliabilitas dan obyektivitas informasi yang disajikan, inkonsistensi dalam pelaporan keuangan

serta

rnenyuli t kan dalam pengauditan.

Dasar hukum yang melandasi PP tentang SAP, yaitu :

1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Ueuangan Negara pasal 32 ayat d l >

b e n t u k d a n i s i l a p o r a n pertanggungjawaban APBN /APBD

berdasar SAP

2. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara pasal 51 : Akuntansi untuk menyusun Laporan keuangan sesuai SAP

3. UU No. 15 Tahun 2004 tentang Peme- riksaan dan Tanggung Jawab Ke-

uangan Negara Pasal 16: Kriteria la- poran keuangan diperi ksa sesuai SAP

5trategi pengembangan SAP

dilakukan melalui proses transisi dari

basis kas menuju akrual yang diseb cash

towards

accrual. Basis kas unt laporan realisasi anggaran ber bahwa pendapatan diakui pada saat diterima d i rekening kas umu negara /daerah atau oleh entitas pelaporan dan belanja diakui pada saat kas dikeluarkan dari rekening kas

umum negaraldaerah atau entitas pelaporan. Entitas pelaporan tidak menggunakan istilah laba. Peneqtuan sisa pembiayaan anggaran baik tebih atau kurang untuk setiap periode

tergantung pada selisih realisasi p e n e r i m a a n dan pengeluaran. Pendapatan dan belanja bukan tunai seperti bantuan pihak asing dalam bentuk barang dan jasa disajikan pada Laporan realisasi anggaran, sedangkan basis akrual untuk neraca berarti bahwa asset, kewajiban, dan ekuitas dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan b e r p e n g a r u h p a d a k e u a n g a n pemerintah.

Keunggulan basis a k r u a l dibanding dengan basis kas adalah membantu pemakai laporan untuk :

-

Meni lai akuntabilitas atas perolehan dan pemanfaatan sumber daya

- Menilai tingkat kinerja, posisj keuangan dan arus kas,

- Mernbuat berbagai keputusan terkai t dengan penyediaan barang dan jasa kepada entitas pemerintah.

-

Lebih informatif.

C,

PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
(18)

kan harta/aktiva untuk

saat pembentukan

s

adalah semua pengeluaran

menyebabkan entitas memiliki harta kan perubahan ekuitas

atau aktiva. Kesepakatan akuntahsi an akan menyebabkan

menghendaki kontribusi pemilik w t e r s e b u t m e n j a d i a k t i v a yanq

dipisahkan dad kekayaan pemiliknya. menurunnya ekuitas dana. Sehirqga

K e s e ~ a k a t a n - w n h n s i

j u g a 4 persamaanakuntasinyamenjadi:

s)

rnenghendaki pbcatatan ng jeia5.a

dari mana aktiva tenebuqiperoleh. AKTIVA= UTANG + EKUITAS DANA

aktiva dicatat PENDAPATAN B W '

Karena pada dasarnp re rekening pendapatan dgn 'belanja rnerupakan subbagi& dari rekening ekuitas dana, r n a k e d a akhir periode akuntansi atau akbir-tahun anggaran, spldp-saldonya akin ditransfer ke rekening ekuitas dana melalui proses

? t u t u p buku. Rekening-rekening

, -Dalam perjalanan selanjutnya, pendapatan dan biaya/belanja

bisa

jadi entitas dalam hal i n i tersebut disebut rekening temperer/

pemerintah menerirna aktiva dari para nomi nai karena bersifat sementara dan kreditor. Jadi ada dua pihak yang pada akhir periode akan dibuat laporan menjadi sumber diperolehnya aktiva, rugi-laba. Di pihak lain, kelompok

, yaitu pemilik clan kreditor. Agar dapat rekening aktiva, utang, dan ekuitas dibedakan dengan jelas antara hak milik dana disebut rekening permanenlrii t dan hak kreditor, maka hak para dan akan dilaporkan dalam neraca. kreditor disebut utang atau kewajiban

sedangkan hak pemiUk disebut ekuitas

d a n a , s e h i n g g a p e r s a m a a n D. IS1 STANDARAKUNTANSI

akuntansinya men jadi PEMERINTAHAN

AKTlVA

=

UTANG

*

EKUITAS DANA

Selanjutnya dalam melak- sanakan aktivitasnya, entitas akan melaksanakan penjualan barang atau penyerahan jasa yang akan diikuti penerimaan aktiva, baik berupa uang

maupun berupa piutang. Dalarn

pemerintahan penerimaan tersebut b e r u p a p e n d a p a t a n , sehingga

pendapatan merupakan semua

penerimaaan dalam periode tahun

anggaran yang bersangkutan yang

mempengaruhi kekayaan entitas. Selain i t u dalam rangka memperoleh pendapatan, entitas tersebut perlu

Scbagi dasar dan pedoman dalam penyusunan Laporan keuangan, SAP

mencakup i s i yang terdiri dari definisi, pengukuranlpenilaian, pengokuan dun penyujfan dun pengungkapan.

I . Definisi, dengan pendefinisian

elernen pos atau istilah dengan cermat, diharapkan pemakai laporan mengartikan simbol-sirn bol

tersebut sesuai dengan pengertian yang didifinisi dalam standar akuntansi, sebagai contoh SAP

mendefinisikan "asset sebagoi sumber daya ekonomi yung dikuami

dunlatau

d i m i i i k i d i e h
(19)

ekonomi

masa

depan diperoleh ban mempunyai nilai yang

pemerintah sebagai akibat dari

peris

tiwa masa Ialu

dari

yang

dikuasai don/atau dimilfki oleh pernerintah sebagai akibat dori peristiwa

masa

IaIu dun dari

rnana

monfaur ekonomi dant atau sosiai df masa depan diharapkon dapat diperoleh, h i k oieh pernerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur

dalam

satuan uang, termasuk

sumber

daya non keuangm yang diperiukan untuk

penyediaan

jasa bagi

masyurakal

umum don sumber-sumber daya yang dipelihara

karenu alasan

sejarah dan buduyd"' Demikian juga pos kas didefinisikan sebagai

"uang

tunai dan

saido

simponon di bank yang setiop soot dopat digunakun untuk rnembiayai kegiatan pemerintah. " Penge rtian

ini berbeda dengan pengertian umum kas yang disamakan dengan uang tunai. Dengan definisi tersebut dapat ditentukan apakah suatu obyek dapat di klasifikasikan sebagai elemen asset atau pos kas.

2 . Pengukuran,

sering

juga disebut penilaian/evaluation. Akan tetapi, penilaian lebih ditujukan untuk penentuan jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada suatu elemen atau pos pada saat dilaporkan datam

laporan keuangan. Penilaian berkaitan dengan masalah apakah persediaan dilaporkan sebesar cost

atau harga pasar. Ada beberapa pendekatan penilaian yang dapat dijadikan acuan dalam akuntansi antara lain : cost histories, biaya pengganti, biaya likuidasi, harga masukan, harga keluaran dan daya beli konstan.

3. Pengakuan, SAP memberi pedoman pengakuan t e r h a d a p asset, kewajiban, pendapatan, dan belanja sebagai beri kut :

a. Aset diakui pada saat potensi

dapat diukur dengan andal;

b. Kewajiban diakui jika besar k e m u n g k i n a n b a h w a pengeluaran sumber daya ekonomi akan dilakukan atau t e l a h d i l a k u k a n u n t u k menyelesaikan kewajiban yang ada sekarang dan perubahan atas

kewajiban tersebut mempunyai nilai penyelesaian yang dapa ,

diukur dengan andal;

c. Pendapatan menurut basis kas

diakui pada saat kas diterima di

rekening Kas Umum Negaraf Daerah atau o l e h e n t i t a s pelaporan. Pendapatan menuru t

basis accrual diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan tersebut;

d. Belanja menurut basis kas diakui p a d a s a a t t e r j a d i n y a *

bengeluaran dari ~ e k e n i n ~

as

-$$.E,'.g;

~ m i m Negaraf Daerah -atau

L ~ 3 . 2 < >

e n t i t a s peiaporan. Khusus pengeluaran meIalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi pada saat pertanggung- jawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang

mempunyai fungsi perben -

daharaan. Belanja rnenurut basis accrual diakui saat timbulnya kewajiban atau pada saat diperoleh manfaat.

4. Penya

jian

dun

Pengungkapan, penyajianlpresentution menetap-

kan tentang cara-cara melaporkan elemen atau pos dalam seperangkat laporan keuangan agar elernen atau pos tersebut cukup informatif. Pengungkapan /disclosure berhu- bungan dengan cara penjelasan hal-

(20)

dirinci, atau apakah suatu informasi

J

I

Termawk dalarn peneertian pengungkapan ini a&Cah masalah

p e n e n t u a n masuk t i d a k n y a informasi yang bersifat kualitatif ke dalarn seperangkat l a p o r a n

:

"*

keuangan. SAP mengatur cam-wra pengungkapan infwlmsi ters&ut.

Salah satu contoh penyajian yang diatur, daletm %AP misalnya saja bahwk wtmg disajikarr. di laporan keuzumgm dengan cara mengurutkan

5.

&stem

Akuntansi, agar dapat menghasilkan laporan keuangan

sesuai dengan SAP yang telah

dttetapkan dibutuhkan satu syarat yaitu adanya sitem akuntansi. Sistem akuntansi merupakan

praktek khusus yang digunakan

j u n t u k mengimplementasikan s t a n d a r . S e l a i n i t u u n t u k memastikan diikutinya prosedur yang telah ditetapkan, sistem akuntansi harus dilengkapi juga dengan sistem pengendalian intern.

Sistem akuntansi didefinisi- kan sebagai organisasi formulir, c a t a t a n , dan l a p o r a n yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi akuntansi. Dari pengettian tersebut unsur suatu sistem akuntansi pokok

, , adalah formulir, catatan yang terdiri

,'

, dari jurnal, buku besar dan buku

++

1

pembantu serta laporan.

$5

a. F r m u l irldokumen, merupa kan merupakan dokumen yang digunakan untuk

rnerekam

terjadinya transaksi dan m e r u p a k a n m e d i a u n t u k mencatat peristiwa yang terjadi dalam organisasi ke dalam catatan.

I

mdY

,

rnerupakan catatan a n s i p e r t a m a yang

nakan

untuk mencatat,

fikasi, dan meringkas ngan dan data lainnya, r ~nformasi pencatatan ke dalam jurnal adalah berasal dari formulir. Dalam jurnal, data

keuangan d i k l a s i f i k a s i k a n , , menurut penggolongan yang

sesuai dengan informasi yang akan disajikan Pdatam laporan

c. Buku Besor, terdiri dari rekenin

yang digunakan unt

data keuangan yang

sebelumnya dalarn j

r@ciapnya @ih lanjut, dapat dibektrf? Kuku p e m b a n t u l subsidiary 1 edger.

Laporan, hasil akhir proses akuntansi a d a l a h laporan keuangan yang dapat berupa : $ neraca, laporan rugi laba,

laporan perubahan laba yang

K%L ditahan, dan Laporan perubahan

modal. , 4 .,; J,

Tidak adanya pelaporan surplus/ defisit, menurut SAP jenis laporan keuangan melipu ti, Neraca, Laporan Realisasi AnggaranILRA, Laporan Arus Kas/LAK, dan catatan atas

laporan Keuangan. Dari jenis laporan tersebut nampak bahwa SAP

tidak ada pelaporan tentang

surplus/defisit. Kelemahan Laporan Realisasi Anggaran adala h :

a. Hanya melaporkan penerimaan kas selama satu periode

sedangkan pendapatan di luar. kas tidak dimasukkan;

b. P e n d a p a t a n d a r i d a n a

(21)

LRA. ha1

.-.

.gakibatkan

P g dilaporkan

d m LRA tidak menggam-

b an jumlah pendapatan yang s - ~ e n a r n y a d i t e r i m a pemerintah.

T i d a k a d a n y a p e n j u r n a l a n surplusidefisit. Pada akhir periode u n t u k r e k e n i n g - r e k e n i n g pendapatan dan biayalbelanja yang m e r u p a k a n r e k e n i n g temporerl nominal saido-saldonya akan ditransfer ke rekening ekuitas dana melalui proses tutup buku.

K a r e n a t i d a k a d a Laporan surplusldefisit rnaka jurnal untuk menutup surplusldefisit tidak

di taku kan sehingga t e r d a p a t hilangnya informasi pengakuan surplus difisit.

3. Tidak adanya pengakuan rugi. Dalam

SAP perlakuan akuntansi terhadap adanya kerugian selama periode

berjalan tidak dilakukan. Akuntansi untuk pendapatan belanja dan pernbiayaan. Sebagai contoh

pen j ualan asset pemerintah dcngan harga dibawah n i l a i buku, menurunnya nilai persediaan yang menyebabkan kerugian bagi

pemerintah tidak ada pengakuan k e r u g i a n s e h i n g g a a k a n

menga kibatkan informasi yang berkaitan dengan kinerja keuangan cenderung kelihatan lebih baik.

1. Basis yang digunakan dalam SAP merupakan transisi dari basis kas

menuju akrual yang disebut cash

towards accrual. Dengan basis ini untuk pengakuan pendapatan belanja, dan pembiayaan dalam laporan reatisasi anggaran dicatat berdasarkan basis

kas

sedangkan untuk pengakuan asset, kewajiban,

I

dan ekuitas datarn neraca dicatat dengan basis akrual.

2. Persamaan dasar akuntansi juga terdapat dalam SAP tetapi pada

jenis pelaporannya masih ada laporan surplusldefisit.

3. Sebagai dasar dan pedoman da~arn penyusunan laporan keuangan, SAP mencakup isi yang terdfri dari definisi, pengukuran/penilaian, pengakuan dan penyajian dan pengungkapan.

1. Agar dapat menghasilkan iaporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang telah di tetapkan dibutuhkan satu syarat yaitu adanya

sistern akuntansi. Sistem akuntansi merupakan praktek khusus yang

' *' digunakan untuk mengirnplemen-

7%

tasikan standar akuntansi.

2. Masing-masing unit organisasi diberi keleluasaan dan kebebasan dalam mengembangkan sistem akuntansi sesuai dengan kebutuhan unit

"Auditor Ahli Pertama pada lnspektorat H

m-:

Daftar Pustaka

Mulyadi 1993, Sistem Akuntansi, Edlsi

,

Akademi Akuntansi YKPM

---

UU No. 17

Tahun

2003 t e n t + ~ ~ Keuangan Nqara

- - - UU Nornor 32 Tahun 2004 tentazg

Pemerintah Daerah

---

,

UU No. 1 Tahun 2004 tentang

Perbendaharaan Negara

+ - - -

,

UU No. 15 Tahun 2004 tentang

Pemeri ksaan Pengelolaan dan,, ,

Tanggung Jawab Keuangan Negara .-r ,

- - -

,

PP Nomor 24 Tahm 2005 tentang

'1.1~3

Standar Akuntansi Pemerintah.

-

v.a-

,+*

*

Forum dosen Akuntansi Sektor Publik 2006, - -

SAP, BPFE

(22)

ilu

pandanq tentant

audit

k*,

Oleh: Drs, Tri Yogyandi* I *

edia massa baik mengheran kan bila ada pendapat, analisis,

elektronik maupun media cetak banyak dijumpai berita mengenai pemeriksa

atau audit. Oleh karenanya tidak rnengherankan bila di masyarakat banyak dijumpai adanya pem bicaraan dan diskus

, tentang audit. Akan tetapi pembicaraar

atau diskusi tersebut sering kali adaB mempunyai arah dan sasgan yang jelas. Keadaaan tersebut

adanya pe@haman

m a s y ~ p a t pengertian audit yang sederh

na

i t u disederhanakan lagi. myederhanaan yang k r l a n j u t tersebut, berakibat terjadi beragamnya persepsi tentang audit dan arti audit menjadi kabur serta sulit dipahami. Hal terebut menyebabkan penggunaan istilah audit tidak sesuai dengan makna sebenamya. Penggunaan istilah audit yang tidak tepat dapat mempunyai akibat yang fatal, yaitu kekeUruan dalam menyimpulkan hasil audit.

Sebagai gam baran kekeliruan menyimpulkan basil audit seperti tercermin pada sikap masyarakat dalam menanggapi adanya berita akan di takukan audit terhadap suatu instansi, masyarakat selalu akan menilai akan mengungkap adanya penydewengan berupa tindak pidanya korupsi pada instansi yang akan di audit. Kekeliruan dalam menyimpulan hasil audit pada masyarakat umum dapatlah dimengerti, karena pengertian audit oleh masyarakat sangat terbatas. Namun yang mengejutkan adalah pada kenyataannya terbatasnya pengetahuan tentang audit dijurnpai juga di kalangan eHte pada lembaga ekskutif, yudikatif dan legislatif. Oleh karenanya tidak

usulan dan peraturan yang k r k a i t a n dengan audit kurang sesuai dengan makna udit, seperti Kantor Akuntan Publik akan ~~ielakukan audit pada suatu Departemen.

D~mikian juga adanya ketentuan berbunyi,

* ''khuh untuk pengawasan dari aspek

keuangan akan dilaksanakan oleh

lnspektarat Jenderal dengan bekerjasama dengan Bawasda".

Berkenaan dengan hal tersebut

4

atas, perlu kiranya disadari be ' bahva retiap pelnkranoon $uh aul

tentu menghasilkan kesim bl atau rekornendasi yang ram Hz& audit juga

me$ngkal adanya tindak pidana yang didapat

n

oleh jenis audit yang

dilaksanakan. Banyak dijumpai pula bahwa hasil audit tidak memberikan rekomendasi apapun. Keadaan t e r s e b u t dapat dianalogkan pada kejadian yang diaiami oleh Komisi kmilihan Umum (KPU). Pada waktu i t u banyak pihak yang mensinyalir adanya penyelewengan tindak pidanya korupsi dalam pengadaaan barang / jam d i KPU. Menanggapi ha1 tersebu t pemerintah dan KPU menunjuk sabh satu Kantor Akuntan Publik untuk rnelakukan audit. Hasil audit dari Kantor Akuntan Publik tidak menyatakan adanya penyelewengan tindak pidana korupsi. Namun dikemudian hari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

melakukan audit investigasi dan hasilnya menunjukkan adanya tindak pidanya korupsi. Selanjutnya yang menjadi pertanyaan adalah mengapa terjadi perbedaan hasil audit antara hasil audit dari Akuntan Publik dengan hasil audit dari

BPK.

Untuk menjawab masalah tersebut di atas, secara singkat akan diuraikan pengertian- pengertian yang berkaitan dengan auditing dan jenis-jenisnya. Pengertian tersebut diharapkan dapat

(23)

Audilor lnspektorat Jenderal Departemen Kehutanan sedang

memeriksa

kayu

ya ng

0

diduga merupakan hasil

a

cia, illegal logging dslam

pemeriksaan khusus di Provinsi Kalimantan Tengah pada awal

tahun 2006.

Mantan lnspektur Jenderal Departemen Kehutanan, Ir. Surachrnanto Hutorno, yang saat ini menjadi Staf Khusus Menteri Kehutanan Bidang Pengamanan Hutan, hadir dalam acara halal bi halal dan

pelepasan purnakarya Wanabhakti lingkup lnspektbrat Jenderal, pada 31 OMober 2006, dengan

a-

didampingi oleh Sekretaris lnspektorat Jenderal dan lnspektur III

, m

(24)

I Phoh i Djoko. A.Md ,

1

2

Sekretaris lnspektorat Jenderal yang bertindak

sela ku Moderator sedang rnemberikan

pengantar dalam

ceramah dan diskusi tentang Management of

I

Change yang disampaikan oleh Drs. Soekardi Hoesodo, M.Soc.Sc, CGFM, CFE. dari Lembaga

Pengembangan Fraud Auditing, dalam rangka pem binaan pegawai lnspektorat Jenderal

yang diadakan di

Agrowisata INKARLA Cihdas pada

1 dan 2 Desernber 2006.

I

(25)

lnspektur Jenderal Departemen Kehutanan

menyerahkan kenang- kenangan kepada lr. Harisudin, salah seorang Auditor lnspektorat Jenderal

yang rnemasuk~ masa puma

I

tugas, dalam acara

pelepasan Purnakarya Wanabhakti pada

31 Oktober 2006.

0

Sebagian peserta pembinaan pegawai lnspektorat Jenderal yang rnelaksanakan trekking di Tarnan

Nasional Gunung Gede Pangrango, pada tanggal 2 Desember 2006.

Photo : PIK

(26)

Oleh Dodv Wahvi

Jangan seneng dulu, abis

nanem

suka lupa

Jerapah liat tuh ngerawatnya

SPANDUK, kayaknya

I

hutan kita bakal HlJAU lagi nih

lown loaidari Ink It)

(27)

sambungan hal. 21

Audit (auditing) adalah suatu proses k e g i a t a n y a n g b e r t u j u a n u n t u k menyakinkan tingkat kesesuaian antara suatu kondisi yang menyangkut kegiatan dari suatu entitas (lingkup atau pusat pertanggungjawaban) dengan kriterianya, dilakukan oieh auditor yang kompeten dan independen dengan mendapatkan dan mengevaiuasi bukti - bukti pend ukungnya secara sistematis, anatitis, kritis dan seiektif, guna memberikan pendapat atau simpulan dan rekomendasi kepada ~ i h a k - pi hak yang bcrkepenti ngan.

Pengertian a u d i t i n g tersebut menunjukan bahwa dalam pelaksanaan a u d i t ( a u d i t i n g ) A u d i t o r hanya membandingkan suatu kondisi pada entitas tertentu dengan kriterianya. Bukti-bukti pendukung dan analisis hanya merupakan suatu alat danlatau langkah untuk menyatakan keadaan kondisi tertentu. Kemudian dinyatakan bahwa kondisi suatu entitas sesuai atau tidak sesuai dengan kriterianya. Apabila t i d a k adanya kesesuaian antara kondisi dan kriteriannya berarti ada pelanggaran yang lazim disebut sebagai temuan.

Selain dari itu dalam pengertian auditing terdapat satu istilah penting untuk mendapatkan perhatian lebi h lanjut, yaitu "istilah memberikan pendapat atau simpulan dan rekomendasi". Pendapat atau simpulan dan rekomendasi akan disarnpaikan auditor melalui laporan hasil audit (LHA) kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pihak-pi hak yang berkepentingan tersebut bisa manajemen audit (auditanlpihak yang diperiksa), dan atau pihak luar manajemen auditan. Pendapat atau simpulan dan rekomendasi sama-sama merupakan kesimpulan hasil audit, t e t a p i berbeda makna dan

penggunaan serta kepentingannya. kndapat atau simpulan dan rekomendasi tidak harus selalu rnengungkap adanya penyimpangan berupa adanya tindak pidana korupsi. Masil audit berupa pendapat atau simpulan dan rekomendasi ditentukan oleh jenis audit yang dilaksanakan.

Adapun jenis-jenis audit secara garis

b

besar dapat disebutkan sebagai berikui:

1. Audit Keuangan (Financial Audit)

2. Audit Operasional

(Operational

Audit ) 3. Audit Ketaatan (Comp4ianceAudit)

Audit keuangan (Financial Audit) sering disebut juga audit umum

{general

audit) adalah audit

yang

bertujuan menentukan apakah laporan keuangan secara keseluruhan yang merupakan informasi terukur yang akan diverifikasi telah disajikan sesuai dengan kriteria- kriteria tertentu. Adapun yang digunakan sebagai kri teria adalah prinsip akuntansi yang b e r l a k u urnurn. I n d o n e s i a

r

sebagaimana dimuat dalam Pernyataan Srandar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 sld No. 35 yang telah disahkan berlakunya

"'

oleh lkatan Akuntan Indonesia (IAl) tanggal 7 September 1994 dan berlaku efektif sejak 1 Januari 1995.

Hasil audit keuangan Derupa pendapat auditor (akuntan) atas penyajian Laporan keuangan suatu entitas, yaitu salah satu dari pernyataan berikut:

1

.

Wajar tanpa pengecualian ( U n q u a t ~ l e a Opinion)

2. Wajar dengan pengecualian (Qualified

Opinion)

3. Tidak wajar {Adverse Opinion)

4. Menolak rnemberikan pendapat (No

Opinion a tau Disclaimer)

Lem baga pelaksana audit keuangan adalah Kantor Akuntan Publik. Sedangkan laporan keuangan yang dilakukan verifikasi untuk di audit adalah laporan keuangan yang disusun sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku pada PSAK dan terbatas pada laporan akuntansi, antara lain Neraca,

Laparan Rugi laba, Arus kas dan perubahan entitas. Laporan keuangan seperti diatas hanya dibuat dan disusun oIeh perusahaan- perusahaan swasta dan BUMN-Sedang

lembaga I instansi pernerintah seperti Departemen, Lernbaga Non Departemen tidak melakukan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan kaidah PSAK, melainkan diatur sesuai kaidah-kaidah pengclolaan keuangan negara.

(28)

""'

# r *

,

a

Llan.

(a, going audit) atau data tahun

taw (Post audit).

*

c

.

" Pada umumnya

'

audit operasional

sebagainya. ienderung memberf kdh saran perbaikan

Audit OperasionaC dibandingkan dengan melaporkan

&fit) adalah audit yang

kekrhasiT

suatu entitas. Dalam audit mmelaah suatu kegiatan dilihat dari segi opebasiona i"ni wring rnengungkap adanya prosedur dan metode opw&Fsuatu entitas pemborgsan dan terjadinya kerugian telah dilakukan

secara

ekonomis, efisi negar3 yang beru jung pada terjadinya clan efektlTtff. Kriteria yang digunak%R' rpmyelewengan tindak pidana korupri.

Walah keekonomisan, keefektifan daT? Ba'Hw (Auditan) dari pelaksanaan audit keefesienan. Selan j u tnya rnengiden

-

bperasionai dapar berup proyek atau tifikasikan penyebab dan m b a t n y a swta kegiatan DlPA atau Komp &ensif tugas dan

memberikan rekom&dasi perbaikan f ungsi pokok. Bleh karenanya audit berkepentfhgan, yaitu operasional sesuai untuk i n pernberi periwah. Dalam pemerintah.

Wan yang dillakukn rnasalah-masalah keuangan), tetapt terhadap struktur organiasi, pernanfaatan sarana dan prasarana, dan sumber daya ekonorni yang

lain sesuai dengan keahlian auditor.

Peiaksanaan audit operasional dan

hasil yang dilaporkan lebih sulit untuk Kriteria yang digunakan dalam audit didefinisikan dari pada jenis audit lainnya. ketaatan adalah peraturan perundang- Ekonomis, efisien dan efektif suatu undangan yang k r l a k u bagi auditee

. organisasi jauh lebih sulit mengevaluasinya (auditan). peraturan-perundangan

secara ob~ektif dibanding Penerapan dan tersebut termasuk ketentuan yang dibuat

Pen~ajianla~orankeuangansesuaidengan oleh pihak yang lebih tinggi dan di luar prinsip akuntansi yang berlaku urnum. audite (auditan), asal berlaku bagi auditan Kri teria yang digunakan untuk dengan berbagai bentuk dan medianya evaluasi informasi terukur dalam audit dapat tertulis maupun tidak tertulis. operasional cenderung subyektif. Karena Hasil audit ketaatan biasanya hanya kriteria dalam audit operasional cenderung dilaporkan kepada pimpinan tertinggi sub~ektif, sehin~ga serin3 men~akibatkan dalam organisasi (lnstansi). Pimpinan

adan~a perdebatan densan pihak auditan, instansi adalah pihak yang paling

maka pelaksanaan audit operasional sub t berkepentingan atas dipatuhinya prosedur

dipisahkan dengan audit ketaatan, Yang danaturan yang telahditetapkan.

rnana audit ketaatan kriteria yang Waktu petaksanaan audit bba tahun digunakan pe ratutan* peraturan atau berjalan (or, going audit) atau data tahun perundang-undangan yang berlaku pada lalu (post

auditan. Ini berarti audit operasional tidak

bisa berdiri sendiri tanpa audit ketaatan dapat digambarkan melalui tabel berikut Secara ringkas ketiga jenis audit Waktu pelaksanaan audit bisa tahun ini

:

Tabel: Jenis-jenis Audit beserta uraiannya

Uraian Audit Keuangan Audit Operaslonal Audit Ketaatan

Contoh Audit tahunan atas Audit pengadaan barang Audit pengadaan barang laporan keuangan dan jasa pada UPT KSDA dan jasa pada DlPA

(29)

-

Dokumen Kontrak,

-

Dokumen Kontrak, mulai dari RKS, mulai darl RKS, penawaran sd surat penawaran sd surat

-

Lap. Arus Kas

-

BA Serah terima

-

BA Serah terima

-

Lap. Perubahan

-

BA Pembayaran

-

BA Perneriksaan oleh

mingguan Pengawa sn

informasi lain yang berasal dari luar dan

terjadi pemborosan, aturan / ketentuan yam

c. Tidak wajar rnenyimpang dari d. Menolak mem- prosedur.

berikan pendapat

Instand Direksi dan pihak luar Top Manajemen, TOP

Pengguna yang berkepentingan, (Menteri, Presiden) Manajemen,(Menteri, seperti Bank, Mitra Lembaga Peradilan. Presiden)

.

bisnis, perpajakan, calon pernbeli perusahaan, dan sebagainya.

Waktu Audit Tahun lalu (Post Tahun lalu (post audit) Tahun lalu (post audit) Audit) dan tahun berjalan (on dan tahun berjalan {on

going audit) going audit)

Selain tiga jenis audit di atas, sering /SAI). Audit investigasi dan audit dijumpai pula istilah audit lain, yaitu audit komprehensif sebenarnya merupakan tigasi, audit komprehensif dan audit audit operasional dan ketaatan, dengan ngan sistem Akuntansi Pemerintah perbedaan terletak pada :

(30)

uraian-uraian di atas,

3. Sedangkan Audit keuangan SAPP / SAl karena audit Yang dilakukan merupakan audit keua ngan pa& adalah audit keuangan yang menghasilkan instansi pemerintah. SAPP merupakan ~ e n d a ~ a t ~ WaJar tanpa Pengecualian audit keuangan un tu k Departemen (Unqualified Opinion) I Wajar dengan

Keuangan. S

Referensi

Dokumen terkait

c. Fakta bahwa jumlah komparatif dalam laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan tidak dapat diperbandingkan.. Laporan

DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN Alamat : Gedung Manggala Wanabakti Blok I Lt.. Mutuagung Lestari akan melaksanakan audit verifikasi legalitas

Penyediaan Jasa Audit Oleh Kantor Akuntan Publik Atas Audit Laporan Keuangan Universitas Sumatera Utara Tahun Buku 2014 (Rp.399,30 ca. Penyediaan Jasa Audit oleh Kantor

Kantor Akuntan Publik (KAP) bertanggung jawab pada audit atas laporan keuangan historis yang dipublikasikan oleh semua perusahaan terbuka.Kantor Akuntan Publik pun

a) General Audit (Pemeriksaan Umum) General Audit adalah suatu pemeriksaan umum atas laporan keuangan yang dilakukan oleh kantor akuntan publik (KAP) independen

Yang menjadi objek penelitian penulis adalah Kantor Akuntan Publik (KAP) PC berupa perencanaan audit laporan keuangan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah

Menyetujui mendelegasikan kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk melakukan penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik yang akan melakukan Audit Laporan

 Pelaksanaan tugas Satuan Kerja Audit Intern (SKAI).  Kesesuaian pelaksanaan audit oleh Kantor Akuntan Publik dengan standar audit yang berlaku.  Kesesuaian