• Tidak ada hasil yang ditemukan

keputusan presiden

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "keputusan presiden"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 14 TAHUN 2015

TENTANG

KOMITE KEBIJAKAN PEMBIAYAAN BAGI

USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pemberdayaan usaha

mikro, kecil, dan menengah, perlu mengembangkan akses

pembiayaan dari perbankan dan lembaga keuangan bukan

bank bagi usaha mikro, kecil, dan menengah;

b. bahwa untuk menyinergikan kebijakan atas pengembangan

akses pembiayaan sebagaimana dimaksud pada huruf a,

perlu membentuk komite kebijakan;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud

pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan

Presiden tentang Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi Usaha

Mikro, Kecil, dan Menengah;

Mengingat : Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik

Indonesia Tahun 1945;

(2)

- 2 -

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG KOMITE KEBIJAKAN

PEMBIAYAAN BAGI USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH.

Pasal 1

(1) Membentuk Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi Usaha

Mikro, Kecil, dan Menengah, yang selanjutnya disebut

Komite Kebijakan.

(2) Komite Kebijakan berkedudukan dan bertanggungjawab

kepada Presiden.

Pasal 2

(1) Komite Kebijakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1,

mempunyai tugas sebagai berikut:

a. merumuskan dan menetapkan kebijakan pembiayaan

bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, termasuk

penetapan prioritas bidang usaha;

b. melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan

kebijakan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan

Menengah; dan

c. mengambil langkah-langkah penyelesaian hambatan

dan permasalahan dalam pelaksanaan kebijakan

pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

(3)

- 3 -

Pasal 3

Susunan keanggotaan Komite Kebijakan sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 1, terdiri dari:

Ketua : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;

Anggota : 1. Menteri Keuangan;

2. Menteri Dalam Negeri;

3. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan

Menengah;

4. Menteri Perindustrian;

5. Menteri Perdagangan;

6. Menteri Pertanian;

7. Menteri Kelautan dan Perikanan;

8. Menteri Tenaga Kerja;

9. Menteri Badan Usaha Milik Negara;

10. Sekretaris Kabinet;

11. Kepala Badan Pengawasan Keuangan

dan Pembangunan;

12. Kepala Badan Nasional Penempatan

dan Perlindungan Tenaga Kerja

Indonesia;

Sekretaris : Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro

dan Keuangan, Kementerian Koordinator

Bidang Perekonomian.

(4)

- 4 -

Pasal 4

Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman pelaksanaan

kebijakan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur dengan Peraturan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Komite

Kebijakan.

Pasal 5

Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 2, Komite Kebijakan:

a. berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa

Keuangan; dan

b. dapat melibatkan dan bekerja sama dengan

kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, serta pihak

lain yang dianggap perlu.

Pasal 6

(1) Untuk membantu pelaksanaan tugas Komite Kebijakan,

dibentuk Tim Pelaksana.

(2) Susunan keanggotaan, tugas, dan tata kerja Tim

Pelaksana sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

ditetapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

selaku Ketua Komite Kebijakan.

(5)

- 5 -

Pasal 7

(1) Untuk memberikan dukungan pelaksanaan tugas Komite

Kebijakan, dibentuk Sekretariat Komite Kebijakan.

(2) Sekretariat Komite Kebijakan sebagaimana dimaksud pada

ayat (1), dilaksanakan secara fungsional oleh Deputi

Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan,

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Pasal 8

Ketentuan mengenai imbal jasa penjaminan untuk

pelaksanaan kebijakan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil,

dan Menengah, diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan

dengan memperhatikan kebijakan yang ditetapkan oleh Komite

Kebijakan.

Pasal 9

Komite Kebijakan melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya

kepada Presiden paling kurang 1 (satu) kali dalam 6 (enam)

bulan atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.

Pasal 10

Segala biaya yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas Komite

Kebijakan dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan

Belanja Negara pada Anggaran Kementerian Koordinator Bidang

Perekonomian.

(6)

- 6 -

Pasal 11

Keputusan Presiden ini berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 7 Mei 2015

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

JOKO WIDODO

Salinan sesuai dengan aslinya

SEKRETARIAT KABINET RI Deputi Bidang Perekonomian,

ttd.

Referensi

Dokumen terkait

Maka kami selaku panitia Diksi Study club memohon kesediaan. menjadi pembicara dalam acara starlium General pada

Keterlibatan rakyat membentuk pemerintahan sebagai wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat dilaksanakan melalui pemilihan umum. Pelaksanaan prinsip kedaulatan rakyat dapat

Adapun dalam pembuktian kualifikasi ini, peserta yang di undang wajib membawa serta memperlihatkan Dokumen yang disyaratkan dalam dokumen lelang kepada Panitia

Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan masih ada beberapa kelemahan yaitu adanya rangkap tugas pada Mantri, belum ada formulir checklist kelengkapan persyaratan,

Berdasarkan hasil eva Jembatan Dana P.APBD Kabupa Biaya sebagaimana tersebut dala 2017, Pejabat Pengadaan Barang Asahan T.A 2017, menetapkan :1.

Sarjana Teknik Sipil S1, atau Teknik Pengairan S1 dengan pengalaman kerja selama 5 (lima) tahun dalam pekerjaan perencanaan pengendalian banjir (sungai), mempunyai Sertifikat

Seorang auditor internal yang telah melaksanakan tugasnya secara profesional, akan menghasilkan laporan hasil pemeriksaan yang berkualitas sesuai dengan standar

Hasil pembahasan analisis deskriptif terhadap setiap variable penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa secara umum kondisi kecerdasan emosional dan kinerja