CRYS FAJAR PARTANA
PENDIDIKAN KIMIA
ENTREPRENEURSHIP
BAB I
PENDAHULUAN DAN PENGENALAN
BAB II
KEWIRAUSAHAAN
BAB III
MEMULAI USAHA
BAB IV
MEMAHAMI PENOLAKAN
BAB V
BERHASIL DITENGAH STRESS
BAB VI
AKUNTANSI PERUSAHAAN
BAB VII
PERENCANAAN USAHA
BAB VIII
BERBAGAI INDUSTRI TERAPAN
BAB I
PENGENALAN INDIVIDU
NAMA : ... ALAMAT : ... HOBI : ... SUMBER DAYA ALAM SETEMPAT: ...
...
BARANG ATAU PRODUKSI YANG BANYAK DIPERLUKAN DI LINGKUNGAN ANDA: ...
... HAL-HAL YANG ANDA SUKAI DALAM BEKERJA : ...
... HAL-HAL YANG KURANG ANDA SUKAI: ... HOBI YANG DILAKUKAN PADA WAKTU LUANG:...
... APA YANG ANDA INGINKAN DALAM PERKULIAHAN INI: ... LAIN-LAIN YANG PERLU ANDA UNGKAPKAN: ...
BAB II
KEWIRAUSAHAAN
KEWIRAUSAHAAN/ENTREPRENEURSHIP
DEFINISI ENTREPRENEURSHIP
Tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan dan membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga, produktif, dan inovatif.
WIRA USAHA/ ENTREPRENEUR
Orang yang mendirikan, mengelola, dan melembagakan perusahaan miliknya sendiri, menciptakan kerja bagi orang lain dengan berswadaya
KENAPA BERWIRAUSAHA ?
AKU
SEORANG
TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW
1.
KEBUTUHAN FISIOLOGIS
Kebutuhan Akan Kecukupan Ekonomi
Pangan
Pakaian
Seksual
Dan Sebagainya
2.
KEBUTUHAN AKAN RASA AMAN
Kebutuhan Akan Ketentraman Hidup
Keamanan Dari Ancaman Masa Sekarang
Keamanan Dari Ancaman Masa Akan
Datang
3.
KEBUTUHAN SOSIAL
Kebutuhan Untuk Bergaul Dengan
Masyarakat
Pergaulan Antar Personal
4.
KEBUTUHAN PENGHARGAAN
Ingin Dihargai Jabatannya
Pangkat
Keahlian
Status Sosial
Dan Sebagainya
5.
KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI
Ekspresi Diri Sendiri
SIFAT-SIFAT YANG DIMILIKI WIRAUSAHA
KONSEP 10 D DARI BYGRAVE
1.
DREAM
: mimpi terhadap keinginan masa
depan pribadi dan bisnis serta mampu mewujudkannya2. DECISIVENESS: bekerja cepat, membuat keputusan secara cepat dan penuh perhitungan
3. DOERS: keputusan segera ditindaklanjuti, tidak menunda-nunda kesempatan
4. DETERMINATION : melaksanakan kegiatan dengan penuh perhatian, rasa tanggungjawab tinggi dan tidak mau menyerah walau dihadapkan pada halangan dan rintangan yang berat
5. DEDICATION: rasa pengorbanan yang tinggi, bekerja tidak mengenal lelah, 12 jam ehari, 7 hari seminggu
6. DEVOTION: kegemaran atau kegola-gilaan dalam mencintai bisnisnya atau produknya.
7. DETAILS : memperhatikan faktor-faktor kritis secara rinci
8. DESTINY : bertanggungjawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapai. bebas dan tidak tergantung kepada orang lain
9. DOLLARS : Motivasinya tidak semata-mata mencari uang, tetapi uang merupakan tolok ukur keberhasilan bisnisnya. Mereka berasumsi jika mereka sukses berbisnis maka pantas mendapatkan laba/bonus/hadiah
KEBUTUHAN AKAN KEBERHASILAN
Seseorang memiliki tingkat motivasi berbeda-beda. (Abraham Maslow-Teori Motivasi).
David C. McClelland psikolog dari Harvard”
Adanya korelasi positif antara kebutuhan akan keberhasilan dengan aktivitas wira usaha”
KEINGINAN UNTUK MENGAMBIL RESIKO
McCleland: “ Orang yang memiliki kebutuhan tinggi akan keberhasilan juga memiliki kecenderungan untuk mengambil resiko yang moderat”. Memilih situasi resiko yang hasilnya dapat dikendalikan. Berbeda dengan situasi taruhan/undian yang hasilnya hanya tergantung pada kesempatan/peluang yang ada.
PERCAYA DIRI
Orang yang memiliki keyakinan pada dirinya sendiri merasa dapat menjawab tantangan yang ada di depannya. Mereka mempunyai pemahaman atas segala jenis masalah yang mungkin muncul.
JB Rotter:
i. Internal locus of control (kepercayaan bahwa
kesuksesan seseorang tergantung pada usahanya sendiri)
ii. External locus of control (kepercayaan bahwa kehidupan seseorang lebih
dikendalikan oleh keberuntungan atau nasib daripada usahanya sendir
i)
“ Tanda penting pertama adalah keinginan kuat”
Keinginan kuat untuk berbisnis dengan tujuan apapun, ini
akan menciptakan ketabahan dan kemauan untuk bekerja
keras.
Skala Minat Wira usaha
SIFAT PERILAKU SKOR
Yakin terhadap diri sendiri (self confidence) 5 4 3 2 1
Optimis 5 4 3 2 1
Kepemmimpinan 5 4 3 2 1
Fleksibel 5 4 3 2 1
Bisa mengelola uang 5 4 3 2 1
Imajinasi 5 4 3 2 1
Bisa merencana 5 4 3 2 1
Sabar 5 4 3 2 1
Tegas 5 4 3 2 1
Semangat 5 4 3 2 1
Tanggungjawab 5 4 3 2 1
Kerja Keras 5 4 3 2 1
Dorongan mencapai sesuatu 5 4 3 2 1
Integritas 5 4 3 2 1
Percaya Diri (Self-reliance) 5 4 3 2 1
Realisme 5 4 3 2 1
Organisasi 5 4 3 2 1
Ketepatan 5 4 3 2 1
Ketenangan 5 4 3 2 1
Memperhitungkan Resiko 5 4 3 2 1
Kesehatan Fisik 5 4 3 2 1
Komunikasi dengan orang lain 5 4 3 2 1
Kebebasan 5 4 3 2 1
Bisa Bergaul 5 4 3 2 1
Membuat Keputusan 5 4 3 2 1
BAB III
MENCAPAI CITA-CITA
Ketika seseorang telah menerima gelar kesarjanaan, seakan-akan telah berhasil menyelesaikan suatu perjalanan panjang melewati terusan yang melelahkan mulai dari masa kanak-kanak sampai ke ambang kedewasaan. Dengan berbekal cita-cita kini siap meraih sesuatu yang bermakna dan kemandirian finansial. Tetapi mungkin tekad untuk berhasil sudah bercampur dengan perasaan prihatin. “Saya tahu kemana saya hendak pergi, namun bagaimana saya bisa ke sana?” seakan telah mempunyai tujuan tetapi belum memiliki peta jalan. Mungkin akan mempertimbangkan berbagai pekerjaan, sebagai guru atau pekerja sosial, tetapi kurang ada tantangan dan gajinyapun mungkin kurang sesuai harapan.”Bisnis?”
A. JALUR MENUJU BISNIS
1. Bisnis Keluarga. Bentuk bisnis yang melibatkan seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam kepemilikan dan atau operasional bisnis. Bisnis keluaraga diakui ketika perusahaan tersebut dialihkan dari generasi ke generasi berikutnya. Hubungan di antara anggota keluarga dalam bisnis bersifat lebih sensitive daripada hubungan antara para karyawan yang tidak memiliki hubungan sama sekali.
2. Franchise. Franchising system pemasaranan dengan perjanjian sah antara (franchise) diberi hak istimewa untuk menjalankan bisnis sebagai pemilik pribadi dengan syarat perusahaan dijalankan menurut metode dan terminology yang dispesifikasikan oleh pihak yang lain (franchisor).
3. Usaha Baru. Tiga jenis dasar yang dikembangkan menjadi ide awal, yaitu ide-ide pasar baru. Teknologi baru dan manfaat baru. Keuntungan: Menampilkan penemuan terbaru atau barang/jasa terbaru yang dikembangkan mengambil keuntungan dari lokasi, peralatan, produk atau layanan, pekerjaan pemasok dan bankir yang ideal.
4. Membeli Bisnis. Alasan-alasan:
pengurangan ketidak pastian
memperoleh sebuah bisnis dengan operasi yang sedang berjalan dan mengembangkan hubungan dengan pelanggan dan pemasok
8 JALAN MENUJU WIRAUSAHA SUKSES
(Murphy and Peck: 8-anak tangga untuk mencapai puncak karir)
Ability to Communicate
Ambition-Drive
College Education
Making Sound Decisions
Self-Confidence
Good Appearance
Getting things done with and \through People
CARA MENINGKATKAN KEYAKINAN DIRI
o
Tulis sebuah rencana tindakan dan jangan
menangguhkannya, tapi segera kerjakan
o
Pertimbangkan langkah yang dapat kita ambil setiap
hari, yang bisa membawa kita lebih dekat pada
tujuan
o
Pilih sumber penghasilan yang belum terjamah
dengan menerima tantangan baru
o
Hargai apa yang sudah kita lakukan dengan benar
dan pelihara terus kemampuan kita
IDE AWAL BISNIS
Dari ke empat jalur menuju bisnis yang telah diuraikan
di depan kita tinggal menyaring dan mengembangkan ide
awal untuk mulai melangkah ke bisnis. Banyak sumber ide
awal bisnis yang dapat kita kembangkan. Dari penelitian
yang telah dilakukan sumber ide awal bisnis terbanyak
diperoleh dari pengalaman kerja terdahulu. Secara rinci
sumber ide awal dapat dituliskan sebagai berikut:
o
Pengalaman kerja terdahulu
45 %
o
Minat Pribadi
16 %
o
Muncul Kesempatan
11 %
o
Saran
7 %
o
Pendidikan Kursus
6 %
o
Bisnis Keluarga
6 %
o
Teman/saudara
5 %
BAB IV
MEMAHAMI PENOLAKAN Belajar dari Kegagalan
Semua orang akan menghadapi rasa takut gagal jika akan memulai suatu usaha. Orang takut gagal dikarenakan banyak sebab antara lain malu dilihat orang bahwa dirinya gagal atau juga takut bangkrut diakibAtkan kegagalannya, dan sebab-sebab yang lain.
Dalam Bisnis kegagalan merupakan hal biasa, namun seorang wirausaha harus mampu mengantisipasi terjadinya kegagalan. Dengan terlebih dahulu mengantisipasi terjadinya kegagalan, maka akan mampu menyiapkan diri dari kekecewaan yang timbul akibat adanya penolakan atau kegagalan dalam menawarkan produknya. Jalan keluarnya adalah dimulai dengan pemahaman dari nilai diri kita dan apa yang penting dari diri kita.
Penolakan yang kita hadapi selama melakukan usaha bisnis harus kita fahami sebagai berikut:
bahwa penolakan tidak bahaya bagi jiwa kita
anggap penolakan adalah permainan dan kita pas
menderita kekalahan, ulangi lagi sehingga kita dapat memenangkan permainan
untuk dapat meraih sukses perlu perjuangan dan
kehilangan sesuatu bukan masalah yang serius
TIGA ALASAN KITA MEMPERDULIKAN PENOLAKAN
1. Keterlibatan Emosional
Memahami keterlibatan emosional dapat membangkitkan rasa takut terhadap kemungkinan ditolak
Selama citra diri lebih besar dari keterlibatan emosional, kita tidak akan mempedulikan penolakan.
Citra diri menentukan reaksi kita terhadap kegagalan dan penolakan.
Mereka yang memiliki citra diri negatif dan pernah mengalami kegagalan akan berfikir tentang dirinya sendiri. “ Seharusnya saya tidak mencobanya dulu. Pada mulanya saya tahu bahwa saya pasti gagal. Semua yang sudah saya lakukan sungguh telah mempermalukan diri saya sendiri”.
Sebaliknya bila kita memiliki citra diri yang kuat kita akan berfikir.
”Ini adalah kemunduran yang cuma sesaat. Saya berhak memperoleh sukses. Karena itu saya perlu menemukan cara lain untuk memenuhi keinginan saya”.
Reaksi sukses juga merupakan refleksi citra diri. Kalau kita mempunyai citra diri negatif. ”Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Saya tentu sedang bernasib mujur. Jika saya mencobanya lagi, mungkin saya akan gagal dan saya bisa kehilangan semuanya. Lebih baik saya berdiam diri saja dan merasa cukup dengan apa yang sudah saya peroleh”.
Kalau kita mempunyai citra diri positif dan sukses, kita akan berfikir,
”Ibarat mesin, saya baru saja melakukan pemanasan. Sukses hanya sekedar contoh bahwa saya bisa melakukan hal yang lebih baik lagi”.
2. Frekuensi umpan balik negatif
Seberapa banyak umpan balik negatif yang bisa kita tanggung sebelum dia mulai mengganggu ketenangan hidup kita?
Kadar ketabahan kita menentukan berapa lama kita bisa bertahan
Penolakan menjadikan diri kita lebih tabah
Timbulnya rasa takut menolong kita untuk mencapai tujuan dengan selamat dan menjamin kesuksesan kita
3. Perasaan Kekurangan
Keberanian untuk bersikap jujur pada diri sendiri, berani mengakui kelemahan dapat menolong kita untuk semakin berkembang
MAKIN TINGGI MEMANJAT TANGGA, MAKIN BESAR KEMUNGKINAN JATUH
Semakin banyak yang kita capai, semakin besar pula peluang untuk meraih tingkat sukses yang lebih tinggi lagi, Namun, sejalan dengan itu, kita juga akan menghadapi bahaya yang semakin besar bagi kejatuhan kita. Di sini terdapat tiga jalan keluarnya:
1. Bagilah tantangan menjadi langkah yang bertahap sehingga kemungkinan menemui kegagalan dapat kita tekan seminimal mungkin
2. Gunakan penolakan sebagai alat pengumpan balik untuk memperbaiki citra diri kita, sehingga kita dapat memahami bagaimana meningkatkan cara kita bergaul dengan orang lain.
3. Salurkan kegelisahan menjadi tenaga yang positif untuk menghasilkan prestasi, sehingga bila kita mengalami frustasi kita akan menjadi lebih produktis,
Patricia Sperduto
Cara menanggapi Kegagalan
MEMANFAATKAN KEGAGALAN ATAU
UMPAN BALIK NEGATIF
Memanfaatkan umpan balik negatif untuk menuju
sukses. Kita harus pandai-pandai memanfaatkan penolakan
atau umpan balik negatif karena jika kita dapat memanfaat
umpan balik tersebut akan menjadikan kita semakin kokoh
dalam berbisnis.
umpan balik negatif dari konsumen berharga untuk
menuntun kita mencapai target
penilaian orang merupakan evaluasi sehingga kita
bisa memodifikasi arah hidup dan tujuan kita
umpan balik negatif dapat mengarahkan kita ke arah
tujuan yang lebih besar, karena akan menambah
kreativitas kita jika kita kuat menghadapinya
kecuali kritik yang asal (ngawur) jangan sampai
mempengaruhi, cobalah di cek dengan menanyakan
hal yang lebih baik
BAB V
BERHASIL DI TENGAH STRESS
Secara garis besar ada dua hal yang dapat menyebabkan
seseorang mengalami depresi mental atau stress.
Kebosanan
. kebosanan dapat menyebabkan orang
menjadi stres. Hal ini terjadi jika kita kurang
mendapat tantangan. Sehingga secara tidak disadari
kita akan mengalami stres. Harapan atau target
rendah menyebabkab seseorang cepat bosan.
Sedangkan target tinggi menyebakab eeorang
overhead. (kewalahan)
Kewalahan. – tantangan yang kita hadapi membuat
kita kerepotan. misalnyai mendapat order yang tidak
mungkin dipenuhi
Key Rule
:
Jika seorang merasa mendapat tanda-tanda yang
menggelisahkan maka ubahlah kegelisahan tersebut
menjadi energi yang kreatif :
Kegelisahan dapat menjadi tanda untuk berjaga-jaga
dari segala kemungkinan
Krisis dapat menjadi energi kreatif, karena seorang
yang mengalami krisis, saat itu sangat tepat
digunakan untuk tumbuh dan memulai hal kreatif
yang baru
Ketegangan akan dapat membangkitkan rasa ego
kita
Stres dapat menjadi sukses jika kita mau menempuh
langkah-langkah sebagai berikut:
Buatlah perubahan setiap hari walau sekecil
apapun
mintalah nasehat pada orang yang kita hormati
untuk membuat strategi baru
cobalah cara pendekatan baru/ pendekatan lain
pelajari kebudayaan bangsa lain
BAB VI Perencanaan Usaha
A. Kegiatan dan Jenis usaha
Judul. Menggambarkan secara garis besar usaha yang akan dilakukan
Jenis Usaha. Meliputi produk-produk apa yang akan dihasilkan
Analisis Situasi. Menggambarkan situasi mulai dari sumber daya alam, bahan baku produk, sumber daya manusi, usaha yang telah ada sampai prospek pemasaran, hambatan dan juga keuntungannya.
Tujuan. Meliputi tujuan atau target yang diharapkan dapat dalam jangka pendek dan jangka panjang
B. Spesifikasi Produk
Perumusan produk Proses pengolahan Manfaat
C . Rencana Usaha
Proses Lokasi Investasi
Rencana produksi Kebutuhan dana
D. Diagram cash flow
Proposal Perencanan Usaha
I. KEGIATAN DAN JENIS USAHA
A.JUDUL
INDUSTRI PENGOLAHAN KELAPA
B.JENIS USAHA
1. Produksi komoditas minyak kelapa yang sesuai dengan Standar Industri Indonesia.
2. Produksi Nata de Coco
3. Pemanfaatan Limbah, diantaranya: Sabut kelapa, Batok kelapa, Ampas kelapa, Blondo, Endapan pemurnian minyak kelapa.
C. ANALISA SITUASI
Usaha pokok pengolahan kelapa adalah mengolah daging kelapa menjadi minyak kelapa yang bermutu tinggi. Juga memiliki produk sampingan berupa: Pengolahan Sabut Kelapa menjadi powder yang bisa dimanfaatkan untuk campuran media benih atau bahan baku pembuatan jok mobil. Pengolahan Batok kelapa menjadi arang ( carbon ). Pengolahan ampas kelapa menjadi pupuk kompos dan pengolahan air kelapa menjadi Nata de Coco. Pemanfaatan Blondo (ampas saring minyak) untuk bahan baku pembuatan makanan.
Agar masyarakat menjadi mantap dan tidak was-was, maka perlu dilakukan tindakan nyata oleh orang yang mengetahui seluk-beluk minyak kelapa. Minyak kelapa yang akan diproduksi merupakan minyak kelapa asli yang diproduksi sendiri dan menampung minyak yang diproduksi oleh pengrajin minyak kelapa tradisional. Minyak kelapa tradisional yang dibuat pengrajin merupakan minyak kelapa dengan mutu rendah sehingga minyak tersebut tidak dapat tahan lama juga penampilan fisiknya kurang menarik.
1. Keadaan Mitra Usaha minyak kelapa tradisional
penduduk yang lain memanfaatkan tempurung kelapa sebagai bahan bakar dan diolah menjadi bahan arang.
2. Data Produksi
Dari analisa data yang dilakukan, diketahui rata-rata produksi minyak kelapa yang dihasilkan mencapai 100 sampai 200 liter per hari per unit usaha tradisionil. Jumlah produksi tersebut merupakan hasil produksi yang diperoleh dengan mengolah bahan baku kelapa sebanyak lebih kurang 1.000 sampai 2.000 butir kelapa dengan cara basah tradisional atau bothokan. Di daerah kecamatan Srandakan dan sekitar terdapat 12 pengrajin minyak kelapa, rata-rata produksi per hari antara 800 sampai 1.000 liter minyak kelapa. Produksi tersebut masih dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Hambatan utama para pengrajin adalah pemasaran, kwalitas minyak, sehingga jika ada industri yang mau menampung, maka kuantitas produksi adakan ditingkatkan.
3. Data Bahan Baku
tetangga dekatnya yaitu Kulon Progo dan disekitar DIY. Kulon Progo merupakan penghasil buah kelapa terbesar di DIY. Demikian juga dengan kabupaten Sleman dan Gunung Kidul yang merupakan penghasil buah kelapa ketiga dan keempat setelah kabupaten Kulon Progo dan Bantul.
D.TUJUAN KEGIATAN
1. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. 2. Meningkatkan nilai manfaat buah kelapa.
3. Menggairahkan usaha-usaha kerakyatan.
II.SPESIFIKASI PRODUK
A.Perumusan Produk Usaha
N o
Jenis Produk Spesifikasi Produk
1. Minyak Kelapa Kemasan 0,5 Liter
Kemasan 1 Liter
Kemasan 2 Liter
Kemasan Jerigen 20 Liter
2. Nata de Coco Lembaran
Netralan 3. Batok
Kelapa/Arang
Karung
Penerapan IPTEK Dalam Pelaksanaan Usaha
Alat yang dipakai dalam pelaksanaan program ini adalah seperangkat alat pembuatan minyak kelapa dan pemurnian minyak kelapa dari minyak bermutu rendah menjadi minyak bermutu tinggi. Perangkat alat tersebut terdiri atas alat parut kelapa, alat peras, alat pemasak, tangki-tangki pemurnian berikut alat tambahannya, tangki penampungan minyak belum murni dan tangki penampungan minyak kelapa yang sudah dimurnikan. Alat tambahan yang diperlukan adalah pompa untuk menaikkan minyak kelapa, pompa vakum, filter pres untuk penyaringan dan pipa-pipa penghubung serta kran-kran untuk membuka dan menutup. Secara garis besar langkah-langkah dalam proses pemurnian adalah sebagai berikut :
1. Pembuatan Minyak Kelapa terdiri dari tahapan sebagai berikut :
a. Membeli kelapa dari petani b. Mengupas
c. Memarut dan memeras santan d. Memasak santan
e. Memisahkan minyak kelapa dengan air dengan cara pengepresan.
2. Pemurnian Minyak Kelapa terdiri dari tahapan sebagai berikut :
lingkungan Kabupaten Bantul ditampung dalam tangki penampungan minyak kotor
b. Minyak dimasukan ke tangki pencampur. Dalam tangki ini minyak kelapa yang belum dimurnikan dicampur dengan zat penyerap air dan zat pembantu yang lain.
c. Dari tangki pencampur minyak dimasukan dalam tangki pengendapan. Jumlah tangki pengendapan minimal 10 buah, karena akan dilakukan pengendapan selama 10 hari. Dengan tangki pengendapan 10 buah tersebut diharapkan setiap hari dapat berproduksi minyak kelapa yang sudah murni. Selain mengendapkan kotoran yang ikut didalamya, tangki ini juga berfungsi untuk menghilangkan asam lemak bebas yang berada dalam minyak kelapa.
diketahui bahwa mutu minyak sangat baik dengan rasa dan aroma gurih, serta keawetan 1 tahun.
e. Langkah terakhir adalah pembersihan tangki bekas pengendapan, dalam tangki terdapat endapan zat padat. Zat padat dari pengendapan minyak kelapa mengandung kapur dengan kadar yang cukup tinggi, dalam kesempatan lain limbah ini akan diolah menjadi makanan ternak yang mengandung gizi tinggi.
3. Pembuatan Nata de Coco
a. Air kelapa disaring dan dimasak
b. Setelah mendidih ditambah dengan gula pasir, ZA, dan asam cuka
c. Campuran dituang dalam loyang setelah dingin diberi Acetobacter Xillinum sebagai stater.
d. Air kelapa yang sudah diberi Starter dipindah ke dalam loyang-loyang sampai 7 hari dalam inkubasi. e. Air kelapa sudah menjadi Nata de Coco.
4. Sabut Kelapa
ukuran 60 x 80 x 100 cm dengan berat antara 50 – 60 kg, dipackaging dengan plastik wrapping.
5. Pembuatan Batok Arang
Batok kelapa dibakar sampai keadaan tertentu dan di siram air.
B.Nilai tambah dari sisi Iptek
Produk yang dihasilkan dalam pemurnian minyak kelapa adalah minyak kelapa yang telah murni sesuai dengan Standar Industri Indonesia, bahkan mempunyai nilai lebih dari segi gizi. Sistem pengolahan dengan cara tersebut di atas belum pernah ada yang mencoba dan menemukannya, sehingga dari sisi iptek hal ini dapat dikatakan sebagai cara penemuan baru, dan dapat dicarikan hak paten.
C.Manfaat Industri Pemurnian Minyak Kelapa Dari Aspek Sosial Ekonomi
1. Adanya Industri pembuatan minyak kelapa dapat menampung produksi kelapa dari petani yang melimpah dengan harga yang relatif stabil.
meningkatkan produksinya tanpa adanya kekhawatiran produknya tidak laku. Minyak yang diperoleh dari pengrajin minyak kelapa tradisional bermutu jelek, keruh dan tidak tahan lama sehingga para pengrajin takut memproduksi dalam skala besar karena takut tidak cepat laku dan cepat tengik.
3. Jaminan kesehatan penggunaan minyak hasil pemurnian, karena yang diperoleh dari hasil pemurnian ini benar-benar merupakan minyak asli tanpa adanya zat pengisi maupun bahan pengawet. Minyak ini juga bermutu tinggi karena merupakan minyak yang tahan pada suhu yang relatif tinggi. Kadar kolesterol dan peroksida minyak hasil pemurnian ini relatif stabil walaupun dipakai pada suhu tinggi dan waktu cukup lama.
4. Harga relatif lebih murah.
III. RENCANA USAHA
A. BAGAN ALIR PROSES INDUSTRI
KELAPA DARI PETANI
INDUSTRI PEMBUATAN MINYAK KELAPA
MINYAK KELAPA UKM
(PENGRAJIN MINYAK KELAPA )
INDUSTRI PEMURNIAN MINYAK KELAPA
MINYAK KELAPA MURNI
PASAR
AIR KELAPA
NATA DE COCO
BATOK
KELAPA ARANG
BLONDO MAKANA N
SABUT
B. LOKASI DAN BANGUNAN INDUSTRI
PEMURNIAN MINYAK KELAPA
Lokasi industri minyak kelapa dekat dengan para
pengrajin minyak kelapa tradisional, yaitu di Kecamatan
Srandakan, Bantul di pinggir jalan raya Srandakan –
Wates. Luas bangunan yang diperlukan sekitar 1500 m
2C. RENCANA INVESTASI
Daftar Investasi
Dalam Rupiah
A. N0
B.Uraian ANGGARAN
1. Sewa Tanah dan Bangunan (5 tahun) 17.500.000 2. Tangki Pemurnian ( 60 unit ) @ 1000 Lt. 105.000.000
3. Tangki Pemvakum ( 1 unit ) 23.000.000
4. Pompa Vakum 350.000
5. Diesel dan Pompa 2.500.000
6. Filter press ( 5 unit ) 75.000.000
7. Mixer Minyak 2.750.000
8. Mesin Pemarut Kelapa ( 3 unit ) 2.800.000 9. Mesin Pengaduk Parutan Kelapa 2.250.000
10. Mesin Pemeras Santan 5.000.000
11. Mesin Pemeras Blondo 2.250.000
12. Alat Pemasak 5.000.000
13. Plastik Sealler 1.500.000
14. Rak Nata de Coco 10.000.000
15. Loyang (15 dosin) 750.000
17. Mobil Pick up ( 2 unit ) 120.000.000
18. Mobil Station 75.000.000
19. Komputer ( 1 unit ) 8.500.000
20. Alat-alat Kantor 2.500.000
Jumlah 464.150.000
D. RENCANA PRODUKSI
RENCANA KAPASITAS PRODUKSI ADALAH
SEBAGAI BERIKUT
N0.
URAIAN
Jumlah per
hari
Jumlah per
bulan
1. Produksi Minyak Kelapa 1.000 liter
25.000 kg
2.
Menampung Minyak
Kelapa Ukm
500 liter
12.500 kg
3. Produksi Minyak Kelapa
Murni
.500 liter
37.500 kg
4. Produksi Nata de Coco
3.000 kg
75.000 kg
5. Batok Arang
300 kg
7.500 kg
6. Blondo
250 kg
6.250 kg
D. Kebutuhan Dana
( Satu milyar dua ratus lima puluh ribu rupiah), dengan
perincian sebagai berikut :
1. Investasi awal Rp. 464.150.000,oo
2. Modal kerja
Rp. 785.850.000,oo
+
JUMLAH
Rp. 1.250.000.000,OO
IV. SISTEM PENGELOLAAN
Pengelola Industri Pengolahan Kelapa adalah Perusahaan dengan struktur kepemilikan saham bisa dikembangkan dengan beberapa alternatif sebagi contoh kepemilikan saham terdiri dari :
1. PMD (Pelayanan Masyarakat Desa)
2. Investor
3. Masyarakat
Kondisi ini bisa berkembang sesuai dengan kesepakatan pihak-pihak yang akan terlibat dalam Industri Pengolahan Kelapa. Adapun Perusahaan ini memiliki misi untuk pemberdayaan masyarakat petani. Disamping bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang layak, bisa mengembalikan pinjaman sesuai jadwal, juga bisa memberikan kepastian usaha dan pendapatan kepada petani kelapa.
Mekanisme kerjasama dengan petani kelapa adalah sebagai berikut:
2. Setiap kelompok melaksanakan kontrak kerjasama dengan Industri Pengolahan Kelapa, sebagai pemasok kelapa dengan jumlah tertentu dengan harga tertentu. Pada tahap awal harga kelapa ditetapkan Rp. 500 per buah di tingkat kelompok.
Adapun kebutuhan kelapa untuk Industri Pengolahan Kelapa adalah 10.000 butir per hari.
Struktur Organisasi
KOMISARI DIREKTUR BAG. KEUANGA BAG. ADMINISTR MANAGER
PRODUKSI PEMASARAMANAGER
Proyeksi aliran dana selama 5 tahun
ah NO URAIAN TAHUN
1 TAHUN 2 TAHUN 3 TAHUN 4 TAHUN 5 JUML AH MODAL AWAL 246.660 605.820 964.980 1.324.140
PENDAPATAN 1. Penjualan
Minyak
2.283.750 2.362.500 2.362.500 2.362.500 2.362.500 11.733.7 50
2. Batok Arang 67.500 67.500 67.500 67.500 67.500 337.500
3. Nata de Coco 641.250 675.000 675.000 675.000 675.000 3.341.25 0
4. Penjualan Blondo
375.000 375.000 375.000 375.000 375.000 1.875.00 0
JUMLAH PENDAPATAN
3.367.500 3.480.000 3.480.000 3.480.000 3.480.000 17.287.5 00
ARUS KAS 3.367.500 3.726.660 4.085.820 4.444.980 4.804.140 PENGELUARAN
1. Pembelian kelapa
1.500.000 1.500.000 1.500.000 1.500.000 1.500.000 7.500.00 0
2. Pembelian Minyak Kelapa UKM
487.500 487.500 487.500 487.500 487.500 2.437.50 0
3. Bahan Pembantu
180.000 180.000 180.000 180.000 180.000 900.000
4. Packing 180.000 180.000 180.000 180.000 180.000 900.000
5. Biaya Gaji 162.000 162.000 162.000 162.000 162.000 810.000
6. Pemeliharaan alat dan suku cadang
18.000 18.000 18.000 18.000 18.000 90.000
7. BBM (diesel ) 6.000 6.000 6.000 6.000 6.000 30.000
8. Transportasi dan
akomodasi
9. Biaya Telepon 12.000 12.000 12.000 12.000 12.000 60.000
10. Listrik 6.000 6.000 6.000 6.000 6.000 30.000
11. Administrasi Kantor
9.000 9.000 9.000 9.000 9.000 45.000
12. Depresiasi 92.832 92.832 92.832 92.832 92.832 464.160
13. Biaya Bunga 187.500 187.500 187.500 187.500 187.500 937.500
14. Cicilan Hutang
250.008 250.008 250.008 250.008 250.008 1.250.04 0
JUMLAH PENGELUARAN
3.120.840 3.120.840 3.120.840 3.120.840 3.120.840 15.604.2 00 LABA 246.660 605.820 964.980 1.324.140 1.683.300 1.683.30
0
B. Analisa Benefit per Cost ( B/C )
dalam ribuan rupiah
Th. Biaya FD 15%
Nilai Kini Produksi Nilai Kini
1 3.120.840 0,870 2.715.131 3.367.500 2.929.725 2 3.120.840 0,756 2.359.355 3.480.000 2.630.880 3 3.120.840 0,658 2.053.513 3.480.000 2.289.840 4 3.120.840 0,572 1.785.120 3.480.000 1.990.560 5 3.120.840 0,497 1.551.057 3.480.000 1.729.560 Total 15.604.200 3,353 10.464.176 17.287.500 11.570.565
FD adalah Faktor Diskonto yang besarnya ditentukan
oleh bunga Bank rata-rata 15%
11.570.565
Perhitungan B/C adalah
= 1,11
10.464.176
Dari hasil perhitungan B/C sebesar 1,11 menunjukkan
bahwa B/C lebih besar dari 1, maka manfaat yang
C. Analisa Net Present Value (NPV)
dalam ribuan rupiah
Th. Biaya Produksi Laba FD
15% Nilai Kini 1 3.120.840 3.367.500 246.660 0,870 214.594 2 3.120.840 3.480.000 359.160 0,756 271.525 3 3.120.840 3.480.000 359.160 0,658 236.327 4 3.120.840 3.480.000 359.160 0,572 205.440 5 3.120.840 3.480.000 359.160 0,497 178.503 Total 15.604.200 17.287.500 1.683.300 3,353 1.106.389
Nilai NPV dari Usaha Pengolahan Kelapa selama kurun
waktu 5 tahun adalah positif 1.106.389.000,
D. Analisa Internal Rate of Return (IRR)
dalam ribuan rupiah
Th. Biaya Produksi FD 15%
Laba Laba FD 15 %
FD 25 %
Laba FD 25
% 1 3.120.840 3.367.500 0,870 246.660 214.594 0,800 197.328 2 3.120.840 3.480.000 0,756 359.160 271.525 0,640 229.862 3 3.120.840 3.480.000 0,658 359.160 236.327 0,512 183.890 4 3.120.840 3.480.000 0,572 359.160 205.440 0,410 147.256 5 3.120.840 3.480.000 0,497 359.160 178.503 0,328 117.805 Total 15.604.200 17.287.500 3,353 1.683.300 1.106.389 2,698 876.141
Asumsi bahwa bunga Bank rata-rata 15 %, sedang
bunga Bank tertinggi 25 %
Perhitungan Internal Rate of Return adalah
1.683.300
IRR = 15 + 15 {
} % = 24,86
%
1.683.300 + 876.141
Dari ketiga tolok ukur di atas menunjukkan bahwa hasil
analisa konsisten, yaitu pada B/C > 1 pada kondisi NPV = 0;
IRR > dari bunga pinjaman Bank. Hal ini mengindikasikan
bahwa Usaha Pengolahan Kelapa menguntungkan atau
VI. PENUTUP
Industri Pengolahan Kelapa merupakan usaha terpadu
yang dapat memanfaatkan seluruh bahan yang ada dalam
buah kelapa, sehingga tidak ada bahan terbuang, bisa
dikatakan nilai tambah pengolahan buah kelapa sangat
tinggi.