• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEDIA PENDIDIKAN BAHAN AJAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MEDIA PENDIDIKAN BAHAN AJAR"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dr. Sunaryo Soenarto
    • Drs. Suyanto, M.Pd., MT
    • Drs. Noto Widodo, M.Pd.
    • Drs. Suparman, M.Pd.
    • Dra. Prapti Karomah, M.Pd.
    • Drs. Bada Haryadi, M.Pd.
  • Pengajar:
    • Drs. Putut Hargiyarto, M.Pd.
  • Sekolah: Universitas Negeri Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
  • Topik: Media Pembelajaran Teknologi dan Kejuruan
  • Tipe: Buku
  • Tahun: 2012
  • Kota: Yogyakarta

I. PENDAHULUAN

Pendahuluan membahas peranan penting media dalam komunikasi dan pembelajaran. Media berfungsi sebagai perantara dalam proses penyampaian informasi antara pengajar dan pelajar. Tanpa media, komunikasi dalam pembelajaran menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, pemilihan media yang tepat sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

1.1 Peran Media Dalam Komunikasi dan Pembelajaran

Media adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam proses pembelajaran. Dalam konteks ini, media membantu memperjelas informasi yang disampaikan oleh pengajar, sehingga pelajar dapat memahami materi dengan lebih baik. Media yang efektif dapat meningkatkan interaksi antara pengajar dan pelajar, serta mempercepat proses belajar mengajar.

1.2 Media dalam Pembelajaran

Media pembelajaran mencakup berbagai alat dan teknik yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Menurut beberapa ahli, media pembelajaran adalah sarana fisik yang digunakan untuk menyampaikan materi ajar. Pemilihan media yang sesuai dengan metode pengajaran dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.

1.3 Manfaat Media Pembelajaran

Media pembelajaran memiliki banyak manfaat, termasuk memperlancar komunikasi antara pengajar dan pelajar, membuat pembelajaran lebih menarik, serta meningkatkan kualitas belajar. Media juga memungkinkan pengajaran dilakukan di berbagai tempat dan waktu, sehingga proses belajar tidak terikat pada ruang dan waktu tertentu.

II. KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN

Klasifikasi media pembelajaran penting untuk memahami jenis-jenis media yang ada dan karakteristik masing-masing. Dengan memahami klasifikasi ini, pengajar dapat memilih media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Klasifikasi ini mencakup taksonomi media, jenis media, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan media.

2.1 Taksonomi Media Pembelajaran

Taksonomi media pembelajaran membantu dalam mengklasifikasikan media berdasarkan karakteristiknya. Misalnya, media dapat dibedakan menjadi media audio, visual, dan audiovisual. Setiap jenis media memiliki keunggulan dan kelemahan yang perlu dipertimbangkan saat memilih media untuk pembelajaran.

2.2 Jenis dan Karakteristik Media Pembelajaran

Setiap jenis media memiliki karakteristik yang berbeda, yang mempengaruhi efektivitasnya dalam pembelajaran. Media grafis, audio, dan projeksi masing-masing memiliki cara penyampaian yang unik dan dapat digunakan sesuai dengan konteks pembelajaran yang diinginkan.

2.3 Nilai Praktis Media Pembelajaran

Media pembelajaran memiliki nilai praktis yang tinggi, seperti memudahkan pemahaman konsep yang abstrak dan memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Penggunaan media yang tepat dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa.

2.4 Kelaikan Media

Kelaikan media mencakup aspek praktis, teknis, dan biaya. Media yang baik harus mudah digunakan, relevan dengan tujuan pembelajaran, dan tidak memerlukan biaya yang tinggi. Kelaikan ini penting untuk memastikan bahwa media yang dipilih dapat digunakan secara efektif dalam proses pembelajaran.

2.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Media Pembelajaran

Pemilihan media pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, dan ketersediaan sumber daya. Pengajar harus mempertimbangkan semua faktor ini untuk memilih media yang paling sesuai dengan konteks pembelajaran.

III. MEDIA PEMBELAJARAN NON PROJEKSI

Media pembelajaran non proyeksi mencakup berbagai alat yang tidak memerlukan perangkat projeksi untuk menyampaikan informasi. Media ini dapat berupa media dua dimensi dan tiga dimensi, yang masing-masing memiliki cara penggunaan dan aplikasi yang berbeda dalam pembelajaran.

3.1 Pengertian

Media pembelajaran non proyeksi adalah alat yang digunakan dalam pembelajaran tanpa memerlukan proyektor. Ini termasuk papan tulis, poster, dan alat peraga lainnya. Media ini sangat berguna dalam situasi di mana proyeksi tidak memungkinkan.

3.2 Media Dua Dimensi Non Projeksi

Media dua dimensi non proyeksi meliputi papan tulis, poster, dan handouts. Media ini dapat digunakan untuk menyampaikan informasi secara visual dan dapat diakses dengan mudah oleh siswa. Penggunaan media ini dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi ajar.

3.3 Media Tiga Dimensi Non Projeksi

Media tiga dimensi non proyeksi mencakup alat peraga yang dapat digunakan untuk demonstrasi. Alat peraga ini memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan memungkinkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan objek belajar.

IV. OVERHEAD PROJECTOR (OHP)

Overhead Projector (OHP) adalah alat yang digunakan untuk memproyeksikan objek transparan. OHP memungkinkan pengajar untuk menyajikan informasi secara visual kepada siswa dengan cara yang interaktif. Penggunaan OHP dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan siswa.

4.1 Pengertian

OHP adalah alat yang digunakan untuk menampilkan gambar atau teks dari transparansi ke layar. Alat ini memungkinkan pengajar untuk menjelaskan materi dengan cara yang menarik dan dapat dilihat oleh seluruh siswa di kelas.

4.2 Anatomi dan Cara Kerja OHP

OHP terdiri dari beberapa komponen utama, termasuk lampu, lensa, dan meja proyeksi. Cara kerja OHP adalah dengan menerangi transparansi dan memproyeksikan gambar ke layar. Penggunaan OHP memerlukan pemahaman tentang cara mengoperasikan alat ini dengan benar.

4.3 Kelebihan OHP

Kelebihan OHP termasuk kemudahan penggunaan, kemampuan untuk menampilkan informasi secara langsung, dan interaktivitas yang tinggi. OHP juga memungkinkan pengajar untuk menulis atau menggambar langsung di atas transparansi saat menjelaskan materi.

Referensi Dokumen

  • e-learning ( Fery (2000) )
  • e-learning ( Hartanto (2002) )
  • web-based learning ( Jolliffe, dkk (2001) )
  • e-learning ( Soekartawi (2002) )
  • sistem pengelolaan pembelajaran ( Sukartawi (2002) )

Gambar

Gambar 5.   Anatomi OHP
Gambar 7. Peletakan OHP dan tata ruang kelas
Gambar 9. Slide Projector dengan Sinkronisasi
Gambar 10. Pedoman Jarak antara Obyek dan Lensa
+7

Referensi

Dokumen terkait

Komunikasi daring memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan komunikasi konvensional, antara lain sebagai berikut. ¾ Dapat dilakukan kapan saja di mana saja:

Website adalah salah satu media penyampaian informasi yang berbasis internet sehingga memudahkan para pengguna dalam mendapatkan informasi karena dapat diakses dimana saja dan

Sistem informasi penjualan berbasis web memiliki beberapa keuntungan, yaitu : Dapat diakses dari mana saja kapan saja melalui jaringan internet, mengurangi

Keunggulan media interaktif juga siswa dapat belajar dimana saja dan kapan saja (Nana & Surahman, 2019). Pengembangan media pembelajaran menggunakan media interaktif dengan

Dengan adanya aplikasi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan berbasis mobileakan lebih praktis dilakukan dimana saja dan kapan saja sehingga dapat membuat siswa lebih mudah

Hangouts diharapkan proses diskusi pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien dimana proses berdiskusi dapat diakses dimana dan kapan saja, sehingga memudahkan

Ciri teknologi internet yang selalu dapat diakses kapan saja, dimana saja, multiuser serta menawarkan segala kemudahannya telah menjadikan internet suatu media

b Fungsi bahan ajar bagi peserta didik 1 Peserta didik dapat belajar tanpa harus ada pendidik atau teman peserta didik lain; 2 Peserta didik dapat belajar kapan saja dan di mana saja