• Tidak ada hasil yang ditemukan

TELAAH BUKU AJAR.doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "TELAAH BUKU AJAR.doc"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

SILABUS

1. Identitas Mata kuliah

Nama Mata Kuliah : Telaah Buku Ajar Bahasa dan Sastra Sunda

Kode Mata Kuliah : DR 409

Bobot SKS : 2 SKS

Semester/ Jenjang : 7/S1 Kelompok Mata Kuliah : MKBS

Jurusan/Program Studi : Pendidikan Bahasa Daerah Status Mata kuliah :

-Prasyarat :

-Dosen /Kode -Dosen : Dr. Dingding Haerudin, M.Pd.

2. Tujuan

3. Deskripsi Mata Kuliah

URAIAN POKOK BAHASAN SETIAP PERTEMUAN: 4. Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan : Ekspositori, komunikatif

Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi, pemecahan masalah, dll

Tugas : Laporan buku dan makalah, penyajian. Media : OHP. LCD/Power Point, dll

1 Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu memiliki pengetahuan dan kemampuan, serta sikap yang positif terhadap mata kuliah Telaah Buku Ajar Bahasa dan Sastra Sunda sebagai bekal di masyarakat dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar keterampilan berbahasa Sunda SMP/SMA/K.

(2)

5. Evaluasi

 Kehadiran  Laporan buku  Makalah

 Penyajian dan diskusi  UTS

 UAS

6. Rincian Materi Perkuliahan Tiap Pertemuan Pertemuan I

Membahas:

1. Tujuan mata kuliah

2. Ruang lingkup mata kuliah

3. Kebijakan pelaksanaan perkuliahan 4. Kebijakan penilaian hasil belajar 5. Tugas yang harus diselesaikan

6. Buku ajar yang digunakan dan sumber belajar lainnya 7. Hal-hal lain yang esensial dalam pelaksanaan perkuliahan.

Pertemuan II s.d. VII Membahas:

1. Pengertian Buku Ajar 2. Fungsi Buku Ajar 3. Keunggulan Buku Ajar 4. Kelemahan Buku Ajar 5. Jenis-jenis Buku Ajar

6. GBPP/Kurikulum dan Buku Ajar 7. Kualitas Buku Ajar

8. Reviu materi perkuliahan sebelum UTS

Tugas :

Bentuk tugas : Laporan Buku

Pertemuan VIII

Ujian Tengah Semester : Ujian tertulis/lisan

Pertemuan IX s.d. XV Membahas:

9. Jenis-jenis Buku Tugas 10. Fungsi Buku Tugas

11. Kelebihan dan kelemahan Buku Tugas 12. Dasar Penyusunan Buku Ajar

(3)

13. Komponen-komponen Buku Ajar

14. Komponen Kurikulum/GBPP Basa Sunda

15. Penyusunan Buku Ajar (Kelompok dan Individual)

16. Program Urutan dan Ruang lingkup Bahan pengajaran B. Sunda dalam Buku Ajar untuk SD, SMP, SMA/K

17. Analisis Kualitas Buku Ajar Bahasa dan Sastra Sunda SD, SMP, SMA/K

18. Reviu materi perkuliahan sebelum UAS

Tugas :

Bentuk tugas : Laporan hasil Seminar dan hasil Analisis Buku Ajar

Pertemuan XVI

Ujian Akhir Semester : Ujian tertulis/lisan

7. Daftar Buku

Ano Karsana,. 1995. Atikan Basa Sunda. Bandung; Rosda Karya Deny Juhaendi, 2006. Nyangkem Basa Sunda. Bandung: Pelita Ilmu.

Depdikbud, 1994. Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Sunda. Bandung:Geger Sunten.

Dingding Haerudin, 2006. Gentra Basa Sunda SMA. Bandung; Primedia. Dingding Haerudin, 2006. Panyungsi Basa Sunda SMA. Bandung: CV. Kiblat

Utama.

Hadi AKS, 2006. Maher Basa Sunda. Bandung: CV. Geger Sunten Hidayat Suryalaga. 1999 . Gapura basa. Bandung:Geger Sunten.

Kosim Kardana, Dkk. 1996. Ngaderes buku Teks basa Sunda. Bandung: IKIP Press.

Tarigan, H.G. 1986. Telaah Buku Teks. Bandung: Angkasa

Taufik Faturohman, 2006. Pamager Basa. Bandung: CV. Geger Sunten. Tim Mustika, 2004. Mustika Basa Sunda untuk SD. Jakarta: Grasindo. Wahyu Wibisana, 1999 . Basa Sunda Urang. Bandung:Geger Sunten. Wahyu Wibisana, 2000. MIDA DAMI. Bandung:Geger Sunten.

Referensi

Dokumen terkait

Dari beberapa definisi auditing tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa auditing pada hakekatnya merupakan suatu proses yang sistematis untuk mengumpulkan dan

Chartered Institute of Personnel and Development (2014) dalam tinjauannya menemukan lebih dari 50 definisi employee engagement , dimana beberapa definisi berfokus pada

spesimen, proses penelitan dan proses pengujian. Standart yang digunakan adalah ASTM E-1251 untuk pengujian komposisi kimia dan ASTM E3-11 untuk pengujian struktur

Hal ini berarti bahwa sikap terhadap uang tidak berpengaruh buruk terhadap perilaku pengelolaan keuangan keluarga, yang artinya bahwa responden menjawab sangat

Seksi Kemasyarakatan yang merangkap menjadi petugas pelayanan. Terbatasnya pengetahuan petugas pelayanan dalam memberikan pelayanan juga menyebabkan proses pelayanan

Faktor internal yang membentuk strategi kebijakan komunikasi krisis di sektor pariwisata Indonesia adalah (1) potensi kawasan objek wisata, hal ini bisa dilakukan dengan

Hasil analisis kelayakan usaha peternak ayam broiler dengan pola kemitraan ini, merupakan hasil kajian Studi Kasus di Wilayah Kecamatan Wajak Kabupaten

pelengkung memungkinkan jembatan pelengkung bisa dibuat lebih panjang dari jembatan balok dan bisa menggunakan material yang tidak mampu menerima tarik dengan baik seperti beton.