• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Jenis Sarana Bermain Luar Ruangan (Outdoor) PAUD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Jenis Jenis Sarana Bermain Luar Ruangan (Outdoor) PAUD"

Copied!
186
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Syari’ati Masyithoh
  • Pengajar:
    • Bapak Sudarmanto, M. Kes
    • Bapak Joko Pamungkas, M. Pd
  • Sekolah: Universitas Negeri Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
  • Topik: Peningkatan Keterampilan Motorik Kasar Melalui Alat Permainan Edukatif (APE) Outdoor Pada Kelompok A PAUD IT Zaid Bin Tsabit Ambartawang, Mungkid, Magelang
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2014
  • Kota: Yogyakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya pengembangan keterampilan motorik kasar pada anak usia dini. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berperan penting dalam mempersiapkan anak untuk pendidikan selanjutnya dengan memberikan rangsangan yang tepat. Keterampilan motorik kasar meliputi gerakan yang melibatkan otot besar, yang sangat penting untuk perkembangan fisik dan mental anak. Melalui penggunaan Alat Permainan Edukatif (APE) outdoor, diharapkan keterampilan ini dapat ditingkatkan secara efektif.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini menggarisbawahi pentingnya stimulasi motorik kasar pada anak usia dini. Penelitian ini berfokus pada kelompok A di PAUD IT Zaid Bin Tsabit, di mana keterampilan motorik kasar anak masih kurang. Dengan menggunakan APE outdoor, diharapkan dapat meningkatkan keseimbangan, kelincahan, dan kekuatan anak.

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah menyebutkan bahwa keterampilan motorik kasar anak di kelompok A1 masih rendah. Terdapat beberapa anak yang pasif dalam pembelajaran, dan media yang digunakan dalam pembelajaran motorik kasar kurang bervariasi dan optimal.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak melalui penggunaan APE outdoor. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan efektif bagi anak-anak di kelompok A1.

II. KAJIAN TEORI

Kajian teori membahas tentang perkembangan motorik kasar dan pentingnya APE outdoor dalam pendidikan anak usia dini. Perkembangan motorik kasar meliputi gerakan yang menggunakan otot besar, yang sangat penting bagi kesehatan fisik dan perkembangan kognitif anak. APE outdoor memberikan kesempatan bagi anak untuk bergerak bebas, yang meningkatkan keterampilan motorik mereka.

2.1 Perkembangan Motorik Kasar

Perkembangan motorik kasar adalah proses perubahan kemampuan gerak anak yang melibatkan otot-otot besar. Hal ini penting untuk membantu anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan membangun kepercayaan diri. Stimulasi yang tepat dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak secara signifikan.

2.2 Alat Permainan Edukatif (APE) Outdoor

APE outdoor adalah alat yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak. APE ini dirancang agar aman dan menarik, serta dapat digunakan dalam berbagai aktivitas yang mendukung perkembangan anak. APE outdoor memungkinkan anak untuk belajar melalui permainan, yang merupakan cara efektif untuk belajar pada usia dini.

2.3 Model Pembelajaran Motorik Kasar

Model pembelajaran yang berpusat pada anak sangat penting dalam pengembangan keterampilan motorik kasar. Guru berperan sebagai fasilitator, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi dan kreativitas anak. Pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif dapat meningkatkan keterlibatan anak dalam proses belajar.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi untuk menganalisis peningkatan keterampilan motorik kasar anak.

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak melalui penggunaan APE outdoor. Penelitian ini melibatkan kolaborasi antara guru dan peneliti untuk menciptakan strategi pembelajaran yang efektif.

3.2 Subjek Penelitian

Subjek penelitian terdiri dari 21 anak di kelompok A1 PAUD IT Zaid Bin Tsabit, yang terdiri dari 14 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Penelitian ini berfokus pada peningkatan keterampilan motorik kasar anak melalui aktivitas yang menyenangkan.

3.3 Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak melalui penggunaan APE outdoor yang bervariasi.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan motorik kasar anak setelah penggunaan APE outdoor. Observasi selama penelitian menunjukkan bahwa anak-anak menjadi lebih aktif dan percaya diri dalam melakukan gerakan motorik kasar.

4.1 Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan motorik kasar anak, yaitu keseimbangan, kelincahan, dan kekuatan, meningkat setelah pelaksanaan tindakan. Data observasi menunjukkan bahwa anak-anak mampu melakukan gerakan dengan lebih baik dan percaya diri.

4.2 Pembahasan

Pembahasan menguraikan pentingnya APE outdoor dalam mendukung perkembangan motorik kasar anak. Penggunaan APE outdoor memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar melalui permainan, yang meningkatkan keterampilan motorik mereka secara keseluruhan.

4.3 Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan penelitian ini meliputi waktu yang terbatas dan jumlah subjek yang sedikit. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang dari penggunaan APE outdoor dalam pengembangan keterampilan motorik kasar anak.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan Alat Permainan Edukatif (APE) outdoor efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik kasar anak. Peneliti merekomendasikan agar guru lebih mengoptimalkan penggunaan APE outdoor dalam pembelajaran untuk mendukung perkembangan motorik anak.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa APE outdoor dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar anak secara signifikan. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam keseimbangan, kelincahan, dan kekuatan setelah menggunakan APE outdoor.

5.2 Saran

Saran bagi guru adalah untuk lebih memanfaatkan APE outdoor dalam pembelajaran dan menciptakan lingkungan yang mendukung eksplorasi dan pembelajaran aktif bagi anak-anak. Penelitian lebih lanjut juga disarankan untuk mengeksplorasi berbagai metode dan alat permainan lainnya.

Gambar

Tabel 2. Kisi-kisi instrumen
Gambar 3. Tali 4 meter untuk  melatih keseimbangan
Gambar 10. Suasana ketika anak- anak dikondisikan untuk berbaris.
Gambar 12. Susana ketika anak  sedang meniti tali sepanjang 4 meter.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan yang di angkat dalam permasalahan ini adalah penggunaan permainan egrang untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak di PAUD Harapan Bunda kurang

Salah satu metode pembelajaran yang sesuai untuk mengatasi permasalahan dalam mengembangkan fisik motorik kasar adalah dengan permainan outdoor.. Metode ini diharapkan dapat

Yulia Slamet, 161320898, Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Tradisional Egrang Batok di PAUD MELATI 4 Jakarta Pusat, Jurusan

Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh permainan halang rintang terhadap kemampuan motorik kasar anak kelompok B PAUD Teratai Merah Palembang dengan

Berdasarkan pendapat ahli dan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa peningkatan kreativitas anak usia dini melalui bermain outdoor di lembaga PAUD TPQ Roudhotul

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan motorik kasar anak melalui permainan tradisional engklek pada anak kelompok A di PAUD Terpadu Karya Bakti

Buku inventaris ini berfungsi untuk mendata kuantitas dan kondisi Alat Permainan Edukatif yang digunakan untuk pembelajaran luar ruangan yang dimiliki PAUD (TK KB TPA SPS)..

Inovasi alat peraga edukatif bermain cerdas (BCD’s) sebagai salah satu bentuk media pembelajaran motorik halus dalam bentuk permainan dengan mensinergikan penggunaan logika