ABSTRAK
PENGENALAN DAN DIAGNOSA AUTISME PADA ANAK
Diana Natalia, 2001. Pembimbing Utama : Dr. Andy Soemara, Sp.KJ.
Peinbimbing Pendamping : Dr. Surya Tanuraharja, MPH.
Tidak ada tes inedis yang khusus untuk inendiagnosa autisme. Diagnosa autisme berdasarkan atas pengamatan tingkah laku seseorang. Karena tingkah laku yang berhubungan dengan autisme menyerupai gangguan lain, autisme dapat
salah terdiagnosa. Hal ini dapat menyebabkan terapi tidak sesuai untuk anak
autisme.
Autisme dapat terjadi beberapa saat setelah kelahiran, dan sebelum umur tiga tahun. Anali autisine dapat terdiagnosa sejak awal melalui gejala-gejalanya. Anal; autisme terlihat menjauhkan diri dan tidak terpengaruh oleh Iingkungan.
Penyebab autisine masih beluin diketahui. Beberapa penelitian menduga oleh karena kerusakan otak, vaksinasi terhadap ibu atau janin, infeksi virus, alergi makanan tertentu, dan infeksi jamur. Lingkungan yang inempengaruhi kejiwaan anak masih dipertanyakan. Autisine juga dapat disebabkan oleh beberapa sebab.
Sangat penting untuk meinbedakan autisine dari gangguan lain, karena dengan diagnosa yang tepat dan cepat dapat inenjadi dasar untuk terapi yang tepat dan efektif.
ABSTRACT
2.2.4.1. Masa Bayi . . . . . . 11
2.2.4.2. Usia 2-5 Tahun . . . 11
2.2.4.2.
I
. Kespon pang Luar Biasa Terhadap Suara ... 122.2.4.2.2. Kesulitan dalain Memahami Kata-kata . . . 13
2.2.4.2.3. Kesuli tan Berbicara . . . . . . . . . ... 14
2.2.4.2.4. Kesulitan Memahami Benda yang Dilihat ... 15
BAB IV. KESIMPULAN DAN S A R A N . . . . . . _ _ _ ... ... . . , . . . 2 8
4. I . Kesimpulan.. . . . . . . . . . .. . . .. . . . . . 2 8
4.2. Saran.. . . . . . . . . .28
DAFTAR PUSTAKA . . . . . _ _. . _. . . . . . __ . . . . . _ . . _ . . . __. _. . ... . . . _ _ _ _. . . . . . . . xi
. . . . . . . .. . . _ .. . . . . . . . . . . . xiv
RIWAYAT H l D U P . . . . . . . . .
DAFTAR TABEL
2.1. Peristiwa-peristiwa penting dalam perkembangan perilaku yang normal
BAB I
PENDAHULUAN
1 .1.
LATAR BELAKANG
Autisme/ Gangguan Autistik/ Autisme Infantil merupakan gangguan
perkembangan dan bukan penyakit baru didunia, inelainkan sudah diteinukan
sejak tahun 1943, hanya saja belum banyak diketahui masyarakat awam, bahkan
Juga dokter. Orangtua atau dokter inengira anak hanya mengalami keterlambatan
perkembangan yang sementara saja.
Hal ini tentunya membuat autisine yang diderita anak semakin parah.
Penyandang autisme dalam 1 0 tahun terakhir ini meningkat luar biasa.
Diperkirakan jumlah penyandang autisine 15-20 per 10000 kelahiran. Jadi dari
kelahiran 4,6 juta bayi tiap tahun di Indonesia. 9200 dari mereka inungkin
menyandang autisme (Kompas,7 Juli 1998).
Autisme infantil atau autisme masa kanak muncul beberapa lama setelah
kelahiran dan sebeluin umur 3 tahun. Sebagian kecil saja penyandang autisine
berhasi I berkembang normal. biasanya sebelum mencapai uniur 3 tahun
perkembangannya terhenti. kemudian timbul hemunduran dan mulai tampak
gejala-gejala autisme. Ge-jala yang terjadi pada anak autisine sangat banyak
ragamnya. Tetapi ada beberapa gejala yang umumnya ditemukan pada anak
autisme. Seorang anak autisme tidak mampu mengadakan interaksi sosial. dan
seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. menghindari kontak mata dan tidak
merespon keti ka di panggil. mengal ani i gangguan dal ani perkembangan berbahasa.
melakukan gerakan-gerakan yang berulang-ulang dan kegiatan yang aneh. respon
sensorinya biasa kurang, lebih bahkan tidak ada. merasa terganggu atas perubahan
Iingkungannya Gangguan ini tidak berkaitan dengan tingkat inteligensi, karena
ditemui pada berbagai tingkat IQ. Bahkan beberapa penderita autisme ber-IQ
tinggi. seperti Albert Einstein dan Leonardo da Vinci ( Kompas,3 Maret 2000).
Autisme perlu diantipasi dan dideteksi sedini m u n g k i n . Dalam menegakkan
diagnosis diperlukan seorang ahli yang sudah berpengalaman dalam mengenal
perkeinbangan anak baik yang normal maupun yang abnormal. Tapi sebelum
sampai ke ahli biasanya anak akan dibawa ke dokter umum atau dokter anak.
Sehingya seorang dokter perlu inengetahui tanda-tanda anak autisme. Ada tiga ciri
utama yang inuncul sebelum umur 3 tahun, vaitu interaksi sosial dan
perkeinbangan sosial yang abnormal, tidak terjadi perkeinbangan komunikasi
yang normal dan minat serta perilaku terbatas dan berulang-ulang.
Autisme dalam terapinya memerlukan penanganan baik secara psikologis
maupun medis. dengan menyertakan pula peran orangtua.
Dan penulisan Karya Tulis Ilmiah ini diharapkan dapat meinbantu atau
inenggugah dokter untuk dapat mendeteksi atau mengenal autisme/ gangguan
autistik lebih dini.
1.2.
IDENTIFIKASI
MASALAH
Saat ini diagnosa autisme gangguan autistik kurang cepat dan tepat. dan
masih perlu disosialisasikan baik pada orangtua inaupun dokter (umum anak)
1.3.
Maksud DAN
TUJUAN PENULISAN
Maksud dari karya tulis ini adalah untuk Iebih memasy arakatkan gangguan
autistik dan membantu atau inenggugah dokter untuk dapat mendiagnosa
gangguan ini lebih dini
4.1.
Diagnosa yang tepat dan cepat merupakan dasar bagi pelaksanaan terapi
yang tepat dan efektif.
Terapi yang dilakukan sejak awal dapat berhasil inenurunkan gejala-
gejala autisine.
SARAN
Peineriksaan terhadap anak dengan gangguan perilaku sebaiknya
dilakukan dengan lebih teliti, sehingga autisine sebagai salah satu
kemungkinannya tidak terlewat.
Adanya metode terapi yang lebih mudah dan dapat dilakukan oleh
keluarga sendiri (dengan bekerja saina dengan ahlinya) sebaiknya lebih
disosialisasikan.
DAFTAK
PUSTAKA
Bagian Ilmu kesehatan Anak. FK-Ul Buku Kuliah: Ilmu Kesehatan Anak I
Cetakan kedelapan. Jakarta FK-UI I998
Bakwin, Harry., Ruth Morris Bakwin. Clinical Management
of
BehaviorDisorders in Children edition. Philadelphia: W.B. Saunders Company.
1960.
Barker, Philip. Basic Child Psychiatry. edition. Baltimore: University Park
Press. 1983.
Behrman, Richard E., Victor C. Vaughan. Ilmu Kesehatan Anak Bagian 1.
Cetakan keduabelas. Jakarta. EGC. 1994.
Edelson, Stephen M 7he Candida Yeast-Autism Connection Oregon
www/Autism com 2000
Harry, Wied ,L R Supritapto Yahya ,Djati S Kumpulan Artikel Intisari Psikologi
Anak: Andi Sangat Cuek, ia menderita autisma Cetakan keempat Jakarta
Majalah Intisari 1999
Heerdjan. Soeharto. Apa itu Kesehatan] Jiwa ?. Jakarta: FK-UI 1987
3 rd
Hetherington, E Mavis Child Psychology: A Contenipomry Viewpoint
Hurlock, Elizabeth B. Perkembangan Anak Jilid i . Edisi keenain. Jakarta:
Penerbit Erlangga. 1997.
Kaplan, Harold I., Benjamin J. Saddock. Sinopsis Psikiatri: Ilmu Pengetahuan
Perilaku Psikiatri Klinik. Edisi ketujuh. Jakarta: Binarupa Aksara. 1997.
Koinpas cyber media. Waspadai, jika Balita Enggan Berkomunikas I. Jakarta:
www/kompas coin 3 Maret 2000
Newsome Crighton., Arnold Rincover T reatment of Childhood Disorders. New
York: The Guilford Press. 1989
Rimland, Bernard What Are The Causes of Autism California www/kirkman