• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul pembelajaran. Jurnalistik 2: Jurnalisme Media Cetak dan Elektronik. Oleh: Novi Dwi Gitawati, S.S., M.Sas.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Modul pembelajaran. Jurnalistik 2: Jurnalisme Media Cetak dan Elektronik. Oleh: Novi Dwi Gitawati, S.S., M.Sas."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnalistik 2: Jurnalisme Media Cetak dan Elektronik

Oleh: Novi Dwi Gitawati, S.S., M.Sas.

Modul pembelajaran

: Jurnalisme Media Cetak dan Elektronik

Oleh: Novi Dwi Gitawati, S.S., M.Sas.

(2)

i

KATA PENGANTAR

Modul yang berjudul ‘Jurnalistik 2: Jurnalisme Media Cetak dan Elektronik’ ini merupakan modul yang ditujukan kepada para rekan dosen dan mahasiswa/i Universitas Gunadarma khususnya yang mengajar dan belajar di Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Budaya. Dengan adanya modul ini, diharapkan dapat digunakan oleh para rekan dosen dan mahasiswa/i Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Budaya sebagai bahan pembelajaran tambahan dalam mempelajari mata kuliah Jurnalistik 2.

Sesuai dengan judul yang diberikan, modul ini berisi tentang jurnalisme yang ada di dua media masa yang ada, yaitu media cetak dan ektronik. Media cetak yang dimaksud dalam modul ini meliputi koran dan majalah. Sedangkan media elektronik yang dibahas dalam modul ini adalah radio dan televisi. Lebih jauh, pada modul ini dibahas diantaranya mencakup tentang karakteristik produk jurnalisme, penulisan berita, serta jenis-jenis produk jurnalisme yang ada pada masing-masing media.

Terima kasih penulis sampaikan kepada Universitas Gunadarma yang telah mengesahkan modul ‘Jurnalistik 2: Jurnalisme Media Cetak dan Elektronik’ ini. Penulis berharap bahan pembelajaran ini bisa bermanfaat bagi yang menggunakannya, terutama para rekan dosen dan mahasiswa/i Universitas Gunadarma Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Budaya.

Salam,

Penulis

(3)

ii

Daftar Isi

Kata Pengantar ……….. i

Daftar isi ………ii

Jurnalisme Media Cetak ……… 1

1. Jenis media cetak ……….. 1

2. Konten media cetak ……….. 1

3. Produk jurnalistik media cetak ………..1

4. Latihan 1 ………7

Jurnalisme Media Elektronik: Radio ……… 8

1. Jenis media elektronik……….. 9

2. Karakteristik berita radio ………. 9

3. Penulisan berita untuk radio ………. 9

4. Pemilihan kata ……… 10

5. Tanda baca khusus untuk naskah berita radio ……… 10

6.Produk jurnalistik radio ………11

7. Program berita radio ……….. 12

8. Latihan 2 ……….……… 12

Jurnalisme Media Elektronik: Televisi ……….. 14

1. karakteristik berita televisi ………. 14

2. Penulisan naskah berita televisi ………. 14

3. Format berita televisi ……….. 14

4. Latihan 3 ……… 19

Daftar Pustaka ……… iii

(4)

1 Jurnalisme Media Cetak

1. Jenis Media Cetak

Berdasarkan jenisnya, media cetak terbagi paling sedikit atas 2 jenis, yaitu:

a. Koran atau surat kabar b. Majalah

2. Konten Media Cetak

Berdasarkan jenis isinya, jenis konten atau isi media cetak terbagi atas 3 kelompok besar, yaitu:

a. Berita b. Opini c. Iklan

Dari ketiga jenis konten media cetak, hanya berita dan opini yang termasuk kedalam produk jurnalisme dalam media cetak, sedangkan iklan menurut Sumandiria (2016: 6) tidak termasuk ke dalam produk jurnalisme media cetak.

3. Produk Jurnalistik Media Cetak

Masih menurut Sumandiria (2016), produk jurnalisme media cetak yang merupakan opini selanjutnya terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

a. Tajuk rencana/ editorial

Tajuk rencana atau disebut juga editorial merupakan pendapat dan sikap resmi media terhadap persoalan aktual, fenomenal, dan atau kontroversial yang berkembang di masyarakat . Karena merepresentasikan sikap atau opini media terhadap masalah yang diangkat, maka tajuk rencana idak ditulis dengan mencantumkan nama penulisnya.

(5)

2 Berikut merupakan contoh tajuk rencana:

b. Karikatural

Produk jurnalisme media cetak ini merupakan representasi sikap atau karakter seseorang dengan cara melebih-lebihkan sehingga melahirkan kelucuan. Ciri khas karikatural ialah sifatnya yang sarat memuat unsur kelucuan, anekdot, dan humor.

Berikut merupakan contoh karikatural yang diambil dari Koran Kompas yang terbit pada tanggal 20 September 2017:

(6)

3 c. Pojok

Mirip seperti karikatural, pojok juga biasanya memuat unsur humor yang biasanya bersifat satiris. Akan tetapi, tidak seperti karikatural yang berupa gambar, pojok berisi tentang komentar pendek pihak redaksi terhadap peristiwa yang dianggap menarik atau kontroversial dengan kata-kata yang mengusik, menggelitik, dan terkadang juga reflektif. Tujuan dari pojok adalah untuk mengeritik, mengingatkan sesuai dengan fungsi kontrol sosial pers.

Secara struktur, pojok biasanya terdiri atas 2 alinea yang mana alinea pertama berupa suntingan berita/ peristiwa/ kutipan, sementara alinea kedua merupakan opini/

pandangan media sebagai tanggapan hal tersebut. Berikut merupakan contoh pojok yang termuat dalam : Kompasiana dengan judul Kasihan Tersangka Koruptor yang terbit pada tanggal 12 Desember 2012:

d. Artikel

Artikel dalam media cetak dapat diartikan sebagai tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual atau kontroversial bertujuan untuk memberi tahu (informatif), memengaruhi dan meyakinkan (persuasif argumentatif), atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif).

Lebih lanjut, menurut Sumadiria (2016, pp: 12- 14), berdasarkan jenis & tingkat kesulitannya, artikel dibedakan menjadi 4 jenis:

 Artikel praktis

Seperti namanya, artikel praktis kebanyakan merupakan petunjuk praktis untuk melakukan atau membuat sesuatu yang biasanya ditulis menggunakan pola kronologis untuk memudahkan pembaca mengikuti petunjuk yang diberikan.

Berikut merupakan contoh artikel praktis:

(7)

4

 Artikel ringan

Artikel ringan ini lazim ditemukan para rubrik anak, remaja, wanita, keluarga. Disebut artikel ringan karena artikel jenis ini mengangkat topik yang ringan yang mana pembaca tak perlu persiapan dan perhatian khusus dalam mencernanya.

Berikut merupakan contoh artikel ringan:

 Artikel halaman opini

Artikel halaman opini lazim ditemukan pada halaman khusus opini bersama tulisan opini lain yakni tajuk rencana, karikatur, pojok, kolom, dan surat pembaca. Tidak seperti dua jenis artikel sebelumnya, artikel halaman opini memiliki gaya penulisan yang serius dan menggunakan pendekatan analitis akademik. Oleh karena itu, sifat artikel ini relatif berat, sehingga biasanya ditulis oleh orang yang memiliki latar

(8)

5 belakang pendidikan, pengetahuan, keahlian, pengalaman memadai terkait bahasan yang diangkat.

Berikut merupakan contoh artikel halaman opini:

 Artikel analisis ahli

Mirip seperti artikel halaman opini, artikel analisis ahli juga biasanya ditulis oleh ahli/

pakar di bidangnya, namun dalam bahasa populer dan komunikatif. Isi dari artikel jenis ini biasanya berupa hasil tinjauan, pikiran, temuan pakar yang memberikan panduan tentang apa yang seharusnya kita lakukan.

Berikut merupakan contoh artikel analisis ahli:

e. Kolom

Kolom dapat diartikan sebagai opini penulis yang lebih menekankan aspek pengamatan

& pemaknaan terhadap suatu persoalan. Kolom dapat membahas mengenai topik yang

(9)

6 ringan hingga yang berat. Berbeda dengan artikel, kolom bersifat lebih singkat dan padat makna. Ciri lain dari kolom ialah penyertaan foto penulis.

Berikut merupakan contoh kolom:

f. Surat pembaca

Surat pembaca merupakan opini singkat yang ditulis pembaca dan dimuat khusus pada rubrik khusus surat pembaca. Isi dari surat pembaca biasanya merupakan komentar atau keluhan pembaca tentang apa saja yang menyangkut kepentingan dirinya.

Berikut merupakan contoh surat pembaca yang termuat dalam pikiran-rakyat.com:

(10)

7 4. Latihan

Setelah membaca dan memahami penjelasan-penjelasan di atas terkait jurnalisme media cetak, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

1. Manakah yang bukan merupakan produk jurnalistik media cetak?

a. Editorial b. karikatur c. pojok d. iklan

2. Disebut apakah komentar pendek pihak redaksi terhadap peristiwa yang dianggap menarik atau kontroversial dengan kata-kata yang mengusik, menggelitik, dan terkadang juga reflektif?

a. artikel analisis ahli b. karikatur

c. editorial d. pojok

(11)

8 3. Produk jurnalistik media cetak manakah yang merupakan pendapat dan sikap resmi media

terhadap persoalan aktual, fenomenal, dan atau kontroversial yang berkembang di masyarakat?

a. artikel analisis ahli b. pojok

c. kolom d. tajuk rencana

4. "4 Langkah Mudah Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia"

Jika dilihat dari judul artikel di atas, termasuk ke dalam jenis apakah artikel tersebut?

a. artikel praktis b. artikel ringkas c. artikel ringan d. artikel sederhana

5. Petani belum terjamin kebijakan harga Bulog.

Berarti, belum bijak.

Contoh produk jurnalistik media cetak apakah kutipan di atas?

a. sudut b. kolom c. karikatur d. pojok

(12)

9 Jurnalisme Media Elektronik: Radio

1. Jenis media elektronik

Seperti yang diketahui, terdapat media elektronik setidaknya dapat terbagi menjadi 2, yaitu:

a. Radio, yang merupakan media elektronik yang memuat unsur audio

b. Televisi, yang merupakan media elektronik yang memuat unsure audio dan visual.

2. Karakteristik berita radio

Seperti yang dinyatakan oleh Basuki (2014), terdapat beberapa karakteristik berita radio, yaitu:

a. Menggunakan suara sebagai alat penyampaiannya

b. Menggunakan bahasa tutur (bahasa sehari-hari) agar dapat langsung dipahami pendengar c. Radio as a theater of the mind, yaitu menciptakan gambaran dalam imajinasi pendengar) d. Isi siaran bersifat ‘sepintas lalu’

e. Dibatasi oleh waktu

f. Global ̶ meringkaskan berita dengan menghindari detail dan membulatkan angka.

3. Penulisan berita untuk radio

Beberapa metode yang dapat digunakan untuk penulisan naskah berita radio, seperti yang dinyatakan Basuki (2014), adalah sebagai berikut:

a. ELF – Easy Listening Formula, yaitu formula penyusunan kalimat yang jika diucapkan enak didengar dan mudah dimengerti pada pendengaran pertama.

b. KISS – Keep It Simple and Short, yaitu metode penulisan yang hemat kata atau tidak mengumbar kata. Dengan menggunakan metode ini, kalimat yang dipakai dalam naskah bersifat pendek dan tidak rumit. Penulisan dengan menggunakan metode ini juga menggunakan sesedikit mungkin kata sifat dan anak kalimat (adjectives).

c. WTYT – Write The Way You Talk, adalah merupakan metode penulisan naskah sebagaimana akan diucapkan atau menulis untuk “disuarakan”, bukan untuk dibaca.

d. Satu Kalimat Satu Nafas, adalah metode yang menekankan pengupayaan agar sedapat mungkin tiap kalimat naskah berita dapat disampaikan dalam satu nafas. Oleh karena itu, dengan menggunakan metode ini, penulisan naskah diusahakan untuk tidak menggunakan anak kalimat.

(13)

10 4. Pemilihan kata

Karena berita di radio hanya bisa didengar dan bersifat sepintas lalu, maka dibutuhkan pemilihan kata yang tepat agar semua isi berita dapat ditangkap dan dimengerti dengan baik oleh pendengar. Berikut poin-poin penting dalam pemilihan kata untuk naskah berita radio:

a. Spoken Words. Pilih kata-kata yang biasa diucapkan sehari-hari (spoken words), e.g. jam empat sore (16.00 WIB), 15-ribu rupiah (Rp 15.000), dll.

b. Sign-Posting. Sebutkan jabatan, gelar, atau keterangan sebelum nama orang.

Atribusi/predikat selalu mendahului nama, e.g. Ketua DPR –Agung Laksono—

mengatakan…

c. Stay away from quotes. Jangan gunakan kutipan langsung. Ubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, e.g. Ia mengatakan siap memimpin demo (“Saya siap memimpin demo,” katanya).

d. Avoid abbreviation. Hindari singkatan atau akronim, tanpa menjelaskan kepanjangannya lebih dulu, e.g. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri –BEM UIN—

Bandung menggelar… (Ketua BEM UIN Bandung –Fulan—mengatakan…).

e. Subtle repetition. Ulangi secara halus fakta-fakta penting seperti pelaku atau nama untuk memudahkan pendengar memahami dan mengikuti alur cerita, e.g. Presiden Joko Widodo mengatakan… Menurut Presiden…. Kepala Negara juga menegaskan….

f. Present Tense. Gunakan perspektif hari ini. Untuk unsur waktu gunakan kata-kata

“kemarin”, “hari ini”, “besok”, “lusa”, bukan nama-nama hari (Senin s.d. Minggu).

Mahasiswa UIN Bandung melakukan aksi demo hari ini… Besok mereka akan melanjutkan aksi protesnya…

g. pembilangan angka. Satu angka (1-9) ditulis pengucapannya. Angka 1 ditulis “satu” dst.

Lebih dari satu angka, ditulis angkanya. Angka 25 atau 345 jangan ditulis: duapuluh lima, tigaratus empatpuluh lima. Angka ratusan, ribuan, jutaan, dan milyaran, sebaiknya jangan gunakan nol, tapi ditulis: lima ratus, depalan ribu, 15-juta, 145-milyar.

h. Penyebutan mata uang diakhir. Ditulis pengucapannya di belakang angka, e.g. 600-ribu rupiah (Rp 600.000), 500-ribu dolar Amerika Serikat (US$ 50.000)

5. Tanda baca khusus untuk naskah berita radio

Terdapat beberapa tanda baca khusus yang biasa digunakan dalam penulisan naskah radio, antara lain yaitu:

a. Dash. tanda garis pisah (–) untuk sebelum nama atau kata penting atau butuh penekanan.

(14)

11 b. Punctuation. Tanda Sengkang, yaitu tanda-tanda pemenggalan (-) untuk memudahkan

pengucapan singkatan kata yang dieja. M-U-I, B-A-P, W-H-O, PU-I, dsb

c. Garis Miring. Jika perlu, gunakan garis miring satu (/) sebagai pengganti koma atau sebagai tanda jeda untuk ambil nafas, garis miring dua (//) untuk ganti titik, dan garis miring tiga (///) untuk akhir naskah.

Berikut merupakan contoh penulisan naskah radio sebagaimana yang dinyatakan oleh Gunawan (2013):

Selamat siang pendengar / kembali lagi dalam News Flash / pelopor berita terkini dan teraktual seputar lintas negara / selama sepuluh menit kedepan saya akan menyajikan berita menarik / dari Kota London Inggris / ada kunjungan beberapa orang tersohor manca negara ke Indonesia / wah siapa saja ya?/ bersama saya – Prasomya Gunawan- / langsung saja / inilah berita pertama//

Indonesia kembali kedatangan bintang besar tahun ini / kabar baik ini hadir untuk pecinta musik metal tanah air / Band besar asal London, Inggris –Dragonforce – akan datang ke Indonesia untuk kedua kalinya / Setelah sempat menyambangi Indonesia tahun 2007 silam / kini Dragonforce akan tampil di kota Bandung / dalam acara Bandung Clothing Expo / yang akan di adakan tanggal 26-28 April 2013 / tepatnya di lapangan Gasibu Bandung//

6. Produk jurnalistik radio

Terdapat setidaknya 5 jenis produk jurnalistik radio, yaitu:

a. Copy – atau merupakan berita pendek yang berdurasi hanya berdurasi sekitar 15-20 detik.

Biasanya isi berita dalam copy dianggap sebagai berita penting yang harus cepat diberitakan. Berita copy biasanya disampaikan di sela-sela siaran (breaking news) atau program reguler insert berita (news insert) tiap menit 00 tiap jam misalnya: Straight News.

b. Voicer, atau laporan Reporter yang terdiri dari pengantar (cue) penyiar di studio dan laporan reporter di tempat kejadian, termasuk sound bite dan/atau live interview.

c. Paket, yang merupakan produk jurnalisme radio yang lengkap yang panjangnya sekitar 2-8 menit. Isi paket meliputi paduan antara naskah berita, petikan wawancara (soundbite), musik pendukung, dan rekaman suasana (wildtracking).

d. Feature, yang biasanya berdurasi antara 10-30 menit, merupakan paduan antara berita, wawancara, ulasan redaksi, musik pendukung, dan rekaman suasana (wildtracking).

Feature biasanya membahas tema tertentu yang mengandung unsur human interest atau bisa pula berupa dokumenter (documentary).

(15)

12 e. Vox Pop, yang merupakan singkatan dari vox populi (suara rakyat), merupakan produk jurnalisme radio yang berisi rekaman suara opini masyarakat awam tentang suatu masalah atau peristiwa.

7. Program berita radio

Program berita radio dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu:

a. Buletin (Paket berita), merupakan program berita yang berisi rangkaian berita-berita terkini (copy, straight news) yang dapat memuat berita dalam berbagai bidang seperti bidang ekonomi, politik, sosial, olahraga, dan sebagainya. Cakupan berita juga beragam, dapat berupa lokal, regional, nasional, ataupun internasional. Program berita ini biasanya berdurasi sekitar 30 menit atau lebih yang mana durasi dapat menjadi lebih lama jika diselingi lagu dan “basa-basi” siaran seperti biasa.

b. News Insert atau insert berita berisikan informasi-informasi aktual berupa Straight News atau Voicer. Program berita ini biasanya berdurasi antara 2-5 menit bergantung panjang- pendek dan banyak-tidaknya berita yang disajikan. Program berita ini juga biasanya disajikan setiap jam tertentu dan dapat berupa breaking news, yaitu berita yang disampaikan penyiar secara khusus di sela-sela siaran non-berita.

c. Majalah Udara, yaitu program berita yang berisi straight news, wawancara, dialog interaktif, feature pendek, dokumenter, dan sebagainya.

d. Talkshow, seperti namanya, merupakan program berita yang berupa dialog interaktif atau wawancara langsung (live interview) di studio dengan narasumber, atau melalui telepon.

8. Latihan

Setelah membaca dan memahami penjelasan-penjelasan di atas terkait jurnalisme media cetak, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

1. Berikut merupakan karakteristik berita radio, kecuali:

a. Menggunakan suara dan gambar dalam penyampaiannya b. Bersifat sepintas lalu

c. Menggunakan bahasa tutur d. Dibatasi oleh waktu

2. Berikut merupakan teknik penulisan naskah berita radio, kecuali:

a. WTYT (Write The way You Talk) b.KISS (Keep It Simple and Short) c. Menggunakan bahasa formal dan ilmiah d.Satu kalimat satu nafas

3. Bagaimanakah seharusnya penulisan naskah berita radio yang baik mengenai penyebutan “Rp. 350,000,- ” :

(16)

13 a. Rp. 350-ribu

b. 350-ribu Rupiah

c. Tiga ratus lima puluh ribu rupiah d. Rp. 350,000,-

4. Produk jurnalistik radio manakah yang merupakan paduan antara berita, wawancara, ulasan redaksi, musik pendukung, dan rekaman suasana (wildtracking)?

a. Copy b. Vox pop c. Feature d. Paket

5. Produk jurnalistik radio manakah yang terdiri atas pengantar (cue) penyiar di studio dan laporan reporter di tempat kejadian, termasuk sound bite dan/atau live

interview?

a. Feature b. Voicer c. Copy d. Vox pop

(17)

14 Jurnalisme Media Elektronik: Televisi

Berbeda dengan radio, berita atau produk jurnalisme televisi dipadukan dengan unsur visual yang dapat berupa gambar, video, maupun ilustrasi visual.

1. Karakteristik berita televisi

Berikut merupakan karakteristik berita di televisi:

a. Mengutamakan unsur gambar dan memadukannya dengan unsur verbal b. Mengutamakan kecepatan

c. Bersifat sekilas

d. Memiliki daya jangkau luas

2. Penulisan naskah berita televisi

Berikut merupakan beberapa teknik penulisan naskah berita televisi:

a. Menggunakan huruf kapital b. Tanda koma diganti dengan / c. Tanda titik diganti dengan //

d. Penulisan angka, singkatan seperti naskah radio e. Di akhir naskah dituliskan END

3. Format berita televisi

Seperti yang dinyatakan oleh Basuki (2014), terdapat 9 format berita televisi, yaitu:

a. Reader (RDR)

Reader merupakan jenis format berita yang seluruh narasinya dibacakan oleh presenter tanpa gambar atau wawancara. Isi berita dengan format ini dianggap sangat penting dan harus segera disampaikan sehingga meskipun unsur visual berita belum diperoleh, berita harus tetap disampaikan sesegera mungkin. Oleh karena itu, format naskahnya hanya berisi Lead.

Berikut merupakan contoh naskah berita televisi dengan format reader:

(LEAD RDR)

GEMPA BUMI DILAPORKAN MELANDA PROPINSI ACEH/ PUKUL DELAPAN WAKTU INDONESIA BARAT// BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA ATAU B-M-G MELAPORKAN/ KEKUATAN GEMPA

(18)

15 MENCAPAI ENAM KOMA DELAPAN SKALA RICHTER// B-M-G JUGA MELAPORKAN GEMPA/ YANG DIIKUTI TSUNAMI// BELUM

DIPEROLEH INFORMASI DAMPAK GEMPA DAN TSUNAMI

TERSEBUT//

(END)

b. Reader-Graphics (RDR-GRAP)

Jenis berita untuk format ini dilengkapi oleh grafik sebagai pengganti gambar yang belum diperoleh. Seluruh narasi dalam berita untuk format ini dibaca oleh presenter dan yang tampak di layar adalah kombinasi antara wajah presenter dan grafik.

Berikut merupakan contoh naskah berita dengan format reader-graphics:

(LEAD RDR-GRAP)

GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DILAPORKAN MELANDA PROPINSI ACEH/ PUKUL DELAPAN WAKTU INDONESIA BARAT//

(ROLL GRAPH)

BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA ATAU B-M-G MELAPORKAN/

KEKUATAN GEMPA MENCAPAI ENAM KOMA DELAPAN SKALA RICHTER// B- M-G JUGA MELAPORKAN GEMPA/ YANG DIIKUTI TSUNAMI// BELUM DIPEROLEH INFORMASI DAMPAK GEMPA DAN TSUNAMI TERSEBUT//

(END)

c. Reader Sound on Tape (RDR-SOT)

Pada format berita ini, lead dibaca oleh presenter, kemudian dilengkapi oleh pernyataan narasumber. Narasumber dalam jenis berita dengan format ini dinilai sangat penting. Naskah berita ditambah dengan tag yang dapat berupa rekaman yang dapat melengkapi pernyataan narasumber. Tag berguna untuk mengembalikan kendali berita dari narasumber ke presenter.

Berikut merupakan contoh naskah berita dengan format reader sound on tape:

(LEAD RDR-SOT)

GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DILAPORKAN MELANDA PROVINSI ACEH/

PUKUL DELAPAN WAKTU INDONESIA BARAT// MENURUT KEPALA BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA/ SUNARYO/ KEKUATAN GEMPA MENCAPAI ENAM KOMA DELAPAN SKALA RICHTER// MENURUT SUNARYO/ GEMPA DIIKUTI OLEH TSUNAMI//

(ROLL-SOT: SUNARYO/KEPALA BMG)

(19)

16 ---TAG---

NAMUN/B-M-G HINGGA KINI BELUM MEMPEROLEH INFORMASI DAMPAK GEMPA DAN TSUNAMI TERSEBUT//

(END)

d. Voice Over (VO)

Mirip seperti reader, berita dengan format voice over adalah format berita yang seluruh beritanya dibaca oleh presenter, namun tidak hanya terdiri atas lead. Naskah berita VO ditulis bila ada gambar dan informasi yang memadai.

Berikut merupakan contoh naskah berita dengan format voice over:

(LEAD VO)

RATUSAN ORANG TEWAS AKIBAT GEMPA BUMI DAN TSUNAMI YANG MELANDA PROPINSI ACEH/ TADI PAGI//

(ROLL VO)

GEMPA BUMI MENGHANCURKAN BANYAK BANGUNAN// GELOMBANG TSUNAMI YANG DATANG BEBERAPA MENIT SETELAH GEMPA/

MEMPERPARAH KONDISI INI// APARAT MEMPERKIRAKAN RATUSAN ORANG TEWAS DALAM KEJADIAN INI// APARAT DAN WARGA YANG SELAMAT BERUPAYA MENGEVAKUASI KORBAN TEWAS// BANTUAN LOGISTIK BELUM BISA DIKIRIM/ KARENA BANYAK INFRASTRUKTUR YANG RUSAK//

(END)

e. Voice Over Sound on Tape (VO-SOT)

Seperti namanya, jenis format berita ini menggabungkan antara VO dan SOT. Dalam jenis format berita ini, terdapat naskah berita, gambar dan rekaman wawancara dengan narasumber. Kemudian, karena mempunyai unsur SOT, maka berita untuk jenis format ini juga memiliki tag.

f. Paket / Package (PKG)

Paket merupakan jenis format berita televisi yang lengkap yang terdiri dari gambar, suara atmosfir, grafik, VO, dan SOT. Leadnya dibaca oleh Presenter, sementara tubuh beritanya dibaca oleh dubber. Di akhir berita, ditayangkan juga nama reporter dan juru kamera.

Berikut merupakan contoh naskah berita paket:

(20)

17 (LEAD PKG)

RATUSAN ORANG TEWAS AKIBAT GEMPA BUMI DAN TSUNAMI YANG MELANDA PROPINSI ACEH/ TADI PAGI//

(ROLL PKG)

GEMPA BUMI MENGHANCURKAN BANYAK BANGUNAN// GELOMBANG TSUNAMI YANG DATANG BEBERAPA MENIT SETELAH GEMPA/

MEMPERPARAH KONDISI INI// APARAT MEMPERKIRAKAN RATUSAN ORANG TEWAS DALAM KEJADIAN INI// APARAT DAN WARGA YANG SELAMAT BERUPAYA MENGEVAKUASI KORBAN TEWAS// BANTUAN LOGISTIK BELUM BISA DIKIRIM/ KARENA BANYAK INFRASTRUKTUR YANG RUSAK//

MENURUT SAKSI MATA/ HANYA BEBERAPA MENIT SETELAH GEMPA/

GELOMBANG TSUNAMI MENERJANG DARATAN//

(SOT: HAMBALI/SAKSI MATA)

--- TAG --- WARGA YANG SELAMAT KINI MENGUNGSI KE TEMPAT-TEMPAT YANG AMAN/ SEPERTI MASJID DAN SEKOLAH//

(USMAN KS/ KITA TV//) (END)

g. Live on Tape (LOT)

Jenis format berita ini sebenarnya merupakan jenis berita paket, hanya saja reporternya yang melaporkan langsung dengan ada gambar reporter. Kemunculan reporter dimaksudkan untuk menjembatani informasi awal dan akhir. Kemunculan ini disajikan dalam bentuk ON CAM pada naskah berita. Lead naskah tetap dibaca oleh presenter, sementara tubuh beritanya dibaca oleh dubber. Kemudian, sama seperti paket, di akhir berita juga dituliskan reporter dan juru kamera.

Berikut merupakan contoh naskah berita dengan format Live on Tape:

(LEAD LOT)

RATUSAN ORANG TEWAS AKIBAT GEMPA BUMI DAN TSUNAMI YANG MELANDA PROPINSI ACEH/ TADI PAGI//

(ROLL PKG)

GEMPA BUMI MENGHANCURKAN BANYAK BANGUNAN// GELOMBANG TSUNAMI YANG DATANG BEBERAPA MENIT SETELAH GEMPA/

MEMPERPARAH KONDISI INI// APARAT MEMPERKIRAKAN RATUSAN ORANG

(21)

18 TEWAS DALAM KEJADIAN INI// APARAT DAN WARGA YANG SELAMAT BERUPAYA MENGEVAKUASI KORBAN TEWAS// BANTUAN LOGISTIK BELUM BISA DIKIRIM/ KARENA BANYAK INFRASTRUKTUR YANG RUSAK//

MENURUT SAKSI MATA/ HANYA BEBERAPA MENIT SETELAH GEMPA/

GELOMBANG TSUNAMI MENERJANG DARATAN//

(SOT: HAMBALI/SAKSI MATA)

--- TAG --- WARGA YANG SELAMAT KINI MENGUNGSI KE TEMPAT-TEMPAT YANG AMAN/ SEPERTI MASJID DAN SEKOLAH//

(ON CAM: USMAN KS/ REPORTER//) (END)

h. Live Report

Mirip seperti LOT, jenis format berita ini sebernarnya juga merupakan jenis berita paket, namun dengan tambahan komunikasi antara reporter dan presenter. Lead naskah dapat dibaca oleh presenter atau langsung oleh reporter. Dikarenakan menampilkan laporan dari tempat kejadian, maka berita jenis ini membutuhkan perangkat yang lengkap di lokasi.

Berikut merupakan contoh naskah berita live report:

(LEAD LIVE)

RATUSAN ORANG TEWAS AKIBAT GEMPA BUMI DAN TSUNAMI YANG MELANDA PROPINSI ACEH/ TADI PAGI// INFORMASI SELENGKAPNYA DISAMPAIKAN OLEH REPORTER USMAN/ LANGSUNG DARI BANDA ACEH//

USMAN/ BISA ANDA LAPORKAN KONDISI TERKINI DI BANDA ACEH//

(ROLL REPORTER MELAPORKAN DARI LAPANGAN) (END)

i. Visual News

Jenis format berita ini mengutamakan kekuatan gambar, sehingga narasinya dibuat sedikit.

Narasi pada naskah hanya berupa lead yang dibacakan presenter dan pada saat penyampaian gambarnya, tidak diikuti oleh narasi.

Berikut merupakan contoh naskah berita visual news:

(22)

19 (LEAD IN)

SEJUMLAH PENGUNJUK RASA LUKA-LUKA DALAM BENTROKAN

ANTARA MASSA FRONT PEMBELA ISLAM DAN POLISI DI DEPAN KONSUL JENDERAL AMERIKA SERIKAT DI SURABAYA// BENTROKAN TERJADI KARENA F-P-I MENCOBA MENYERANG KONJEN AMERIKA SERIKA DI SURABAYA//

(ROLL Visual)

----Gambar muncul tanpa narasi----

4. Latihan

Setelah membaca dan memahami penjelasan-penjelasan di atas terkait jurnalisme televisi, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

1. Berikut merupakan format berita televisi, kecuali:

a. Voice Over

b. Reader Sound on Tape c. Voicer

d. Live on Tape

2. Format berita televisi manakah yang merupakan jenis berita yang terdiri atas lead yang dilengkapi oleh rekaman pernyataan narasumber dan tag?

a. Reader Sound on Tape b. Reader Graphics c. Package

d. Voicer

3. Dalam penulisan naskah berita radio maupun tv, tanda garis miring (/) biasanya digunakan untuk menggantikan ……

a. Koma (,) b. Titik (.) c. Titik dua (:) d. Titik koma (;)

4. Format berita televisi manakah yang merupakan jenis berita yang terdiri atas narasi yang dilengkapi oleh grafik sebagai pengganti gambar yang belum diperoleh?

a. Reader Sound on Tape b. Reader graphics c. Package d. Voice Over

(23)

20 5. Berikut merupakan penulisan naskah berita tv yang biasa diterapkan,

kecuali:

a. Menggunakan huruf kapital

b. Tanda titik digantikan dengan dua garis miring (//)

c. Menggunakan tiga garis miring untuk menggantikan koma d. Akhir naskah ditandai dengan kata “END”

(24)

iii Daftar Pustaka

Muhtadi, A. S. (1999). Jurnalistik: Pendekatan teori dan praktik. Jakarta: Logos.

Sumadiria, A. S. (2006). Jurnalistik Indonesia menulis berita dan feature: Panduan praktis jurnalis profesional. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Basuki, Ahmad. “Jurnalistik Radio.” 2014, Surabaya, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, basuki.lecturer.pens.ac.id/lecture/jurnalistik6.pdf.

Romli, Asep Yamsul M. Broadcast Journalism. NUANSA, 2010.

Gunawan, Prasomya. “Contoh News Script Radio.” Catatan Prasomya, prasomyagunawan- 31.blogspot. com/2013 /06/contoh-news-script-radio.html.

Referensi

Dokumen terkait

diharapkan Hasil pengujian Keterangan 1 Semua data jurnal tidak di isi kemudian klik tombol simpan No refrensi, kode akun, no transaski, dan tgl transaksi,

kelompok kecil yang heterogen yang terdiri dari 5-6 peserta didik, yang kemudian kelompok-kelompok ini disebut kelompok asal, dengan arahan dan bimbingan dari

Nilai kerapatan relatif, frekuensi relatif dan dominansi relatif dari jenis tanaman Tengkawang disajikan pada Tabel 1 dan nilai kerapatan relatif, frekuensi relatif dan

Dalam keseimbangan pada film Slepping Beauty, lebih memperlihatkan bagaimana kehidupan raja dan ratu, ketika mereka telah mempunyai seorang anak yang telah lama mereka

Sikap kerja yang alamiah yaitu sikap dalam proses kerja yang sesuai dengan anatomi tubuh, sehingga tidak terjadi pergeseran atau penekanan pada bagian tubuh

Hasil percobaan memperlihatkan bahwa tetua P2 (US- 605) lebih bersifat toleran dan mampu mempertahankan daya hasil secara nyata dibandingkan tetua P1 (Kelinci) yang peka.

Nilai-nilai berupa: harga pasar serpih kering tersaring (Rp. 5.734.964,77) tersebut memberi indikasi akan kelayakan pengoperasian mesin SMD berikut alat

Sn DITINJAU DARI BENTUK VISUALNYA (Studi Analisis di Sanggar “Gogon” Surakarta)” Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret