• Tidak ada hasil yang ditemukan

HAMANG UTAN SEBAGAI LEMBAGA PENYELESAIAN KONFLIK (STUDI BUDAYA PADA MASYARAKAT DI WILAYAH ADAT NAPAULUN KECAMATAN ILE APE KABUPATEN LEMBATA) SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HAMANG UTAN SEBAGAI LEMBAGA PENYELESAIAN KONFLIK (STUDI BUDAYA PADA MASYARAKAT DI WILAYAH ADAT NAPAULUN KECAMATAN ILE APE KABUPATEN LEMBATA) SKRIPSI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

HAMANG UTAN SEBAGAI LEMBAGA PENYELESAIAN KONFLIK

(STUDI BUDAYA PADA MASYARAKAT

DI WILAYAH ADAT NAPAULUN KECAMATAN ILE APE KABUPATEN LEMBATA)

SKRIPSI

Diajukan Guna Memenuhi Tugas-Tugas Dan Syarat-Syarat Untuk Melengkapi Gelar Sarjana Lengkap Pada

Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Jurusan Komunikasi

OLEH :

MARIANA ANI NO. REG : 43102055

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDIRA KUPANG

2009

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

HAMANG UTAN SEBAGAI LEMBAGA PENYELESAIAN KONFLIK (STUDI BUDAYA PADA MASYARAKAT DI WILAYAH ADAT NAPAULUN KECAMATAN ILE APE KABUPATEN LEMBATA)

Skripsi Ini Disetujui Dan Diterima Dengan Baik Pada Tanggal : 20 Maret 2009

Diajukan Oleh

MARIANA ANI NO. REG : 431 02 055

Menyetujui :

Pembimbing I Pembimbing II

Drs. Marianus Kleden, M.Si Lucy Max, S.Sos

Mengesahkan

Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

(Drs. Fransiskus Nyong, M. Si)

(3)

Dengan bangga skripsi ini kupersembahkan kepada : Bunda Maria dan Tuhan Yesus Sang Khalik yang empunyai kehidupan karena berkat dan perlindungan sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

Ayahanda Paulus Nggari dan Ibunda Elisabeth Roma yang kukasihi, yang telah mengasuh, memelihara dan membesarkanku dengan

penuh kasih sayang. Tanpamu berdua aku tak berarti dan rapuh. Terima kasih buat cinta dan pengorbanan yang

mungkin tak dapat kubalas hanya kesuksesan ini yang kupunya untuk memenuhi janjiku.

Almamaterku tercinta FISIP Unwira Kupang.

KATA PENGANTAR

(4)

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa dan Bunda Maria karena atas bimbingan dan penyertaan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik.

Skripsi ini berjudul “HAMANG UTAN SEBAGAI LEMBAGA PENYELESAIAN KONFLIK (STUDI BUDAYA PADA MASYARAKAT DI WILAYAH ADAT NAPAULUN KECAMATAN ILE APE KABUPATEN LEMBATA)” disusun guna memenuhi tugas-tugas dan sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan studi guna meraih gelar sarjana pada Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat terselesaikan berkat bimbingan, dorongan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini, penulis menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dengan ucapan “Terima Kasih” kepada :

1. Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

2. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

3. Bapak Drs. Marianus Kleden, M. Si selaku dosen Pembimbing I yang telah memberikan banyak masukan, saran untuk penyempurnaan skripsi ini.

4. Ibu Lucy Max, S. Sos selaku dosen Penasehat Akademik dan dosen Pembimbing II yang selalu mendampingi, mengajarkanku untuk selalu disiplin, memberikan koreksi dalam tulisan ini.

5. Bapak Drs. Rodriques Servatius, M. Si selaku dosen penguji I dan Bapak Yoseph Andreas Gual, S. Sos selaku penguji II yang telah meluangkan waktu dan pikiran bagi penyempurnaan skripsi ini.

6. Seluruh staf pengajar dan karyawan di FISIP UNWIRA Kupang yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan, bimbingan dan bantuan kepada penulis selama ini.

7. Seluruh jajaran dan instansi terkait baik di tingkat Propinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Lembata, Kecamatan Ile Ape maupun Desa Napasabok dan Bungamuda yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian.

(5)

8. Masyarakat adat Napaulun khususnya Desa Napasabok dan Bungamuda sebagai informan dalam penelitian ini yang telah memberikan informasi penting untuk melengkapi tulisan ini.

9. Omaku Veronika Rodya, senyum dan doamu adalah kekuatanku. Dia yang kucintai, buat saudaraku berlima, Roni, Adi, Helena, Rofina dan Yunita yang selalu mendukung penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

10. Keluarga Bapak Lukas, keluarga Kakak Laurens yang selalu memotivasi dan memberikan dukungan dan sumbangan pikiran buat penyusunan skripsi ini.

11. Sahabat karibku Mince dan Ati yang selalu membantu penulis selama ini baik suka maupun duka.

12. Rekan-rekanku, Haron, Oskar, Vino, Lora Mandala, Lora Wula, Erni, Oza, Konte, Kakak Engki, serta semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Karya ilmiah ini disadari masih jauh dari harapan pembaca, sehingga dengan lapang dada penulis menantikan kritik dan saran yang membangun dalam penyempurnaan karya ini.

Akhirnya harapan penulis agar tulisan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat adat Napaulun khususnya dan masyarakat Kabupaten Lembata umumnya. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa menyertai kita sekalian.

Kupang, Pebruari 2009

Penulis

(6)

ABSTRAK

Hamang Utan disepakati sebagai suatu pranata adat dalam masyarakat di wilayah adat Napaulun, yang bermaksud menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi baik antar suku, golongan, maupun individu. Namun belakang ini keberadaannya (eksistensi) Hamang Utan kurang mendapat perhatian masyarakat. Dengan dasar pemikiran ini, maka dibuat suatu penelitian dengan judul : Hamang Utan Sebagai Lembaga Penyelesaian Konflik (Studi Budaya Pada Masyarakat Di Wilayah Adat Napaulun Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata).

Masalah dalam penelitian ini yaitu faktor-faktor apa yang membuat pelaksanaan ritual Hamang Utan tidak dapat dilaksanakan dan strategi apa yang digunakan dalam menghidupkan kembali lembaga yang telah melemah perannya ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang membuat pelaksanaan ritual Hamang Utan tidak dapat dilaksanakan, dan untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam menghidupkan kembali lembaga yang telah melemah perannya ini.

Konstruk dalam penelitian ini yaitu fungsi manifes dengan indikator menyelesaikan konflik antar warga misalnya masalah batas tanah; menyelesaikan permasalahan antar suku misalnya masalah belis; dan mendamaikan perselisihan, fungsi laten dengan indikator adanya kemauan bersama dari masyarakat adat Napaulun untuk mempertahankan keaslian tradisi lembaga Hamang Utan, meningkatkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan dengan indikator saling mengunjungi antar sesama warga adat Napaulun yang mengalami musibah sakit; gotong royong membangun rumah atau mengerjakan kebun, meningkatkan partisipasi masyarakat dengan indikator partisipasi langsung (kegiatan fisik) dari persiapan sampai dengan pelaksanaan upacara ritual Hamang Utan. Teori yang digunakan untuk mendukung validitas penelitian ini adalah teori konflik Lewis Coser yang memperlihatkan fungsi positif konflik dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan yang menjadi informan dalam penelitian ini berjumlah 18 orang dengan kualifikasi, 12 orang informan merupakan tokoh adat, 4 orang tokoh masyarakat dan 2 orang aparat pemerintah desa.

Hasil analisis terhadap makna tahapan dan fungsi dalam ritual Hamang Utan serta faktor-faktor yang membuat pelaksanaan ritual Hamang Utan tidak dapat dilaksanakan, diantaranya yaitu pemimpin adat yang berwatak individual dan egosentrik maksudnya sikap pemimpin adat Napaulun yang cenderung memikirkan dirinya sendiri tanpa melihat keberadaan orang lain, mentalitas berkaitan dengan watak keras masyarakat adat Napaulun yang mengikuti kemauannya sendiri dan tidak mau mengalah dengan orang lain dan motivasi berkaitan dengan dorongan dari dalam diri masyarakat adat Napaulun untuk memenuhi kebutuhannya. Artinya kesadaran yang timbul dari masyarakat sangat kurang akan kebutuhannya untuk menyelesaikan konflik lewat ritual Hamang Utan.

Keberadaan lembaga Hamang Utan di wilayah adat Napaulun sangat membantu masyarakat dalam menyelesaikan konflik. Normalisasi kehidupan masyarakat pun akan menjadi baik apabila ritual Hamang Utan dikembalikan sesuai fungsinya. Berdasarkan kesimpulan, maka kepada masyarakat adat setempat agar memiliki kesadaran akan pentingnya fungsi lembaga Hamang Utan sehingga tidak terjadi konflik berkepanjangan, Ata Raya sebagai pihak yang berwenang terhadap pelaksanaan ritual. Hamang Utan agar menyadari kebutuhan masyarakat untuk menyelesaikan konflik, dibutuhkan motivasi dari pemerintah untuk melestarikan lembaga Hamang Utan.

(7)

DAFTAR ISI

Halaman

Lembaran Pengesahan ... i

Motto Dan Persembahan ... ii

Kata Pengantar ... iii

Abstrak ... v

Daftar Isi ... vi

Daftar Tabel ... x

Daftar Gambar ... xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 7

1.3 Tujuan Dan Kegunaan ... 7

1.3.1 Tujuan Penelitian ... 7

13.2 Kegunaan Penelitian ... 8

1.4 Kerangka Pikir Dan Asumsi ... 9

1.4.1 Kerangka Pikir Penelitian ... 9

14.2 Asumsi Penelitian ... 11

BAB II LANDASAN KONSEPTUAL 2.1 Konsep Lembaga ... 12

2.2 Konsep Konflik ... 13

2.3 Konsep Resolusi Konflik ... 18

2.4 Kebudayaan dan Komunikasi ... 21

2.5 Komunikasi dan Manusia ... 22

2.6 Komunikasi Antarbudaya ... 25

(8)

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Penentuan Metode dan Lokasi ... 26

3.1.1 Jenis Metode Penelitian ... 26

3.1.2 Lokasi Penelitian ... 26

3.2 Satuan Kajian Dan Informan ... 27

3.2.1 Satuan Kajian Penelitian ... 27

3.2.2 Informan ... 27

3.3 Defenisi Konsep Penelitian ... 28

3.3.1 Fungsi Manifes ... 28

3.3.2 Fungsi Laten ... 28

3.3.3 Meningkatkan Rasa Kekeluargaan dan Kebersamaan ... 29

3.3.4 Meningkatkan Partisipasi Masyarakat ... 29

3.4 Jenis dan Teknik Pengumpulan Data ... 30

3.4.1 Jenis Data Yang Diperlukan ... 30

3.4.2 Teknik Pengumpulan Data ... 30

3.5 Teknik Analisis Dan Interpretasi Data ... 34

3.5.1 Teknik Analisis Data ... 31

3.5.2 Interpretasi Data ... 32

3.6 Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data ... 33

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Sejarah Terbentuknya ... 35

4.2 Letak dan Luas Wilayah ... 36

4.3 Keadaan Penduduk ... 37

4.3.1 Penduduk Menurut Jenis Kelamin ... 37

4.3.2 Penduduk Menurut Pendidikan ... 37

(9)

4.3.3 Penduduk Menurut Mata Pencaharian ... 37

4.3.4 Penduduk Menurut Agama ... 38

4.4 Bentuk Karya Seni Masyarakat ... 38

4.5 Profil Informan ... 39

4.6 Latar Belakang Sejarah Lembaga Hamang Utan .. 42

4.7 Data Hasil Wawancara ... 45

4.7.1 Fungsi Manifes (Menyelesaikan Konflik) ... 45

4.7.2 Fungsi Laten (Mempertahankan struktur) ... 48

4.7.3 Meningkatkan Rasa Kekeluargaan ... 50

4.7.4 Meningkatkan Partisipasi Masyarakat ... 52

4.8 Tahapan Prosesi Upacara Ritual Hamang Utan .... 53

BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL PENELITIAN 5.1 Makna Tahapan Ritual Hamang Utan ... 61

5.1.1 Persiapan Awal ... 61

5.1.2 Gasik Wulan ... 62

5.1.3 Gute Tapo ... 62

5.1.4 Lodo Nuba ... 63

5.1.5 Lok Nun Mayangen ... 64

5.1.6 Utan Lango Belen Tahak ... 65

5.1.7 Soro Utan ... 65

5.2 Fungsi-Fungsi Dalam Ritual Hamang Utan ... 67

5.2.1 Fungsi Manifes ... 67

5.2.2 Fungsi Laten ... 70

5.2.3 Meningkatkan Rasa Kekeluargaan dan Kebersamaan ... 72

(10)

5.2.3 Meningkatkan Partisipasi Masyarakat ... 73

5.3 Faktor-Faktor Yang Membuat Pelaksanaan Ritual Hamang Utan Menurun Frekuensinya ... 75

5.3.1 Pemimpin Berwatak Individual dan Egosentrik ... 75

5.3.2 Motivasi ... 75

5.3.3 Mentalitas ... 76

5.4 Strategi Pemecahan ... 76

5.5 Interpretasi Data ... 77

BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan ... 88

6.2 Saran ... 89

Daftar Pustaka ... 91

Pedoman Wawancara ... 93

Lampiran ... 94

DAFTAR TABEL

Halaman

(11)

Tabel 1. Bentuk Karya Seni Masyarakat……… 39 Tabel 2. Sebaran Informan………. 41 Tabel 3. Unsur Pimpinan Dan Wewenang Yang Diakui

Masyarakat Di Wilayah Adat Napaulun……….. 43 Tabel 4. Jadwal Upacara Ritual Hamang Utan………... 59 Tabel 5. Urutan Upacara Adat Hamang Utan………. 66

DAFTAR GAMBAR

Halaman

(12)

Gambar Skema Kerangka Pikir Penelitian ... 11

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis akan mengkaji lebih lanjut tentang sifat-sifat pelabelan cordial dan e-cordial pada beberapa jenis graf sederhana,

Selain peningkatan jumlah mahasiswa, peningkatan mutu dosen melalui program magister dan doktor, pengembangan dan peningkatan mutu kelembagaan juga harus didukung

11 Tahun 2010 tentang Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar, serta Rencana Pembangunan Nasional Jangka Panjang.Masalah yang ada di Jawa Tengah adalah masih

Dapatan kajian boleh disimpulkan bahawa penggunaan teks KOMSAS, iaitu cerpen dalam pengajaran penulisan karangan jenis cereka akan memberi kesan yang positif kepada

Hasil penelitian ditemukan: (1) Program supervisi pengajaran yang dilaksanakan oleh kepala sekolah adalah merumuskan kegiatan-kegiatan akademik yaitu;

Penelitian dengan penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) dikatakan berhasil karena sudah memenuhi indikator ketercapaian sebesar 82% atau 32

Menurut al-Qardhawi dalam memahami sebuah hadis harus melihat sasaran hakikat teks hadis tersebut karena sarana yang terlihat secara lahiriah dapat berubah-ubah.. Oleh karena

The purpose of this study is to underst Z nd Z bout the intern Z l control system tow Z rds the submission of life insur Z nce cl Z im p Z yment Z nd to know