• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARYA ILMIAH TERAPAN OPTIMALISASI PENGGUNAAN PERSONAL SAFETY EQUIPMENT DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DIATAS KAPAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KARYA ILMIAH TERAPAN OPTIMALISASI PENGGUNAAN PERSONAL SAFETY EQUIPMENT DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DIATAS KAPAL"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

KARYA ILMIAH TERAPAN

OPTIMALISASI PENGGUNAAN PERSONAL SAFETY EQUIPMENT DALAM MENGURANGI RESIKO

KECELAKAAN KERJA DIATAS KAPAL

Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program PendidikandanPelatihanPelaut Diploma III

BACHTIAR NUGROHO NIT. 04.16.034.1.41

AHLI NAUTIKA TINGKAT III

PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

TAHUN 2020

(2)

i

OPTIMALISASI PENGGUNAAN PERSONAL SAFETY EQUIPMENT DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN

KERJA DIATAS KAPAL

Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III

BACHTIAR NUGROHO NIT. 04.16.034.1.41

AHLI NAUTIKA TINGKAT III

PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

TAHUN 2020

(3)

ii

PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : BACHTIAR NUGROHO

Nomor Induk Taruna : 04.16.034.1.41

Program Diklat : Ahli Nautika Tingkat III

Menyatakan bahwa KIT yang saya tulis dengan judul :

“OPTIMALISASI PENGGUNAAN PERSONAL SAFETY EQUIPMENT DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI ATAS KAPAL”. Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema dan yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.

Jika pernyataan di atas terbukti tidak benar, maka saya sendiri menerima sanksi yang di tetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.

Surabaya, 2020

Bachtiar Nugroho NIT.04.16.034.1.41

(4)

iii

PERSETUJUAN SEMINAR KARYA ILMIAH TERAPAN

Judul : OPTIMALISASI PENGGUNAAN PERSONAL SAFETY EQUIPMENT DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI ATAS KAPAL NamaTaruna : BACHTIAR NUGROHO

NIT : 04.16.034.1.41

Program Diklat : Ahli Nautika Tingkat III

Dengan ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk di seminarkan

SURABAYA,……….. 2020

Menyetujui:

Mengetahui:

Ketua Jurusan Nautika

DAVIQ WIRATNO, S.Si.T., M.T.

Penata Tk.I (III/d) NIP. 19790107 200212 1 002 Pembimbing I

A.A. NGURAH ADE DWI P.Y, S.Si.T, M.Pd Penata (III/c)

NIP. 19830226 201012 1 003

Pembimbing II

ANTONY DAMANIK, SE Penata TK. I (III/d) NIP. 197509111997031005

(5)

iv

PENGESAHAN

KARYA ILMIAH TERAPAN

OPTIMALISASI PENGGUAAN PERSONAL SAFETY EQUIPMENT DALAM MENGURANGI KECELAKAAN KERJA DI ATASA KAPAL

Disusun Oleh : BACHTIAR NUGROHO

NIT.04.16.034.1.41

Telah dipertahankan di depan Panitia Ujian Karya Ilmiah Terapan Politeknik Pelayaran Surabaya

SURABAYA ...2020

Menyetujui:

Mengetahui:

Penguji I

Capt. Tri Mulyatno B, S.Si.T,M.Pd., M.Mar

Pembina (III/c) NIP. 197511012009121002

Penguji II

A.A. Ngurah Ade P.Y, S.Si.T, M.Pd Penata (III/c)

NIP. 19830226 201012 1 003

Penguji III

Antony Damanik, SE

Penata TK. I (III/d) NIP. 197509111997031005

Ketua Jurusan Nautika

Daviq Wiratno, M.T.,M.Mar.

Penata TK.I (III/d) NIP. 19790107 200212 1 002

(6)

v

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Karya Ilmiah Terapan ini dengan judul OPTIMALISASI PENGUNAAN PERSONAL SAFETY EQUIPMENT DALAM MENGULANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI ATAS KAPAL. Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka menyelesaikan tugas sebagai kelengkapan syarat praktek laut dan program DIPLOMA III di Politeknik Pelayaran Surabaya.

Dalam kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada:

1. Yth. Capt.Heru Susanto,M.M.selaku Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya.

2. Dosen pembimbing IBapak A.A Ngurah Ade Dwi P.Y S.Si.T, M.Pd. yang memberi petunjuk dengan baik.

3. Dosen pembimbing II Bapak Antony Damanik, S.E. yang juga turut memberi arahan dan bimbingan.

4. Bapak Daviq Wiratno, S.Si.T., M.T.,M.Mar. selaku Ketua Jurusan Nautika yang selamainimemberidukungansecaramorilterhadap para taruna.

5. Kepada kedua orang tua saya yang selalu memberikan semangat dan doa.

6. Civitas AkademikaPoliteknik Pelayaran Surabaya.

7. Kepada seluruh rekan-rekan taruna angkatan VII POLTEKPEL Surabaya.

8. Dan PT. TONASA LINE yang telah bersedia menerima saya untuk melaksanakan praktek laut diatas kapal KM.TL IX.

Demikian, semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat mengetahui tentang optimalisasi penggunaan personal safety equipment dalam mengurangi resiko kecelakaan kerja diatas kapal.

Surabaya, 2020

Bachtiar Nugroho NIT.04.16.034.1.41

(7)

vii ABSTRAK

BACHTIAR NUGROHO, 2018. Optimalisasi Penggunaan Personal Safety Equipment dalam Mengurangi Resiko Kecelakaan Kerja di atasKapal. Di bimbing oleh Bapak A.A Ngurah Ade Dwi P.Y, S.Si. T, M.Pd dan Bapak Antony Damanik, S.E.

Keadaan darurat merupakan situasi yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja dalam kegiatan pelayaran. Dalam keadaan seperti ini, tidak sedikit yang memakan korban jiwa. Salah satu factor selain kehendak Tuhana dalah kurangnya pemahaman tentang cara pemakaian dan fungsi dari masing – masingalat Personal Safety Equipment. Hal inilah yang menjadi titik awal tentang peranan Personal Safety Equipment dalam mengurangi resiko kecelakaan kerja diatas kapal. Karena tanpa disadari keacuhan awak kapal tentang peranan alat keselamatan dikapal akan berujung pada kecelakaan. Penelitian ini dilaksanakan saat prala diatas kapal untuk memperoleh data primer melalui riset lapangan, maka penulis akan menggunakan teknik sebagai berikut dengan melakukan pengamatan langsung pada obyek yang diselidiki dan wawan cara dengan awak kapal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengoptimalan penggunaan Personal Safety Equipment berdampak positif karena dapat mengurangi resiko kecelakaan diatas kapal.

Kata kunci: Personal Safety Equipment, kecelakaan.

(8)

vii ABSTRACT

BACHTIAR NUGROHO, 2018. Optimizing the Use of Personal Safety Equipment in Reducing the Risk of Work Accidents on Ships. In guidance by Mr. A.A Ngurah Ade Dwi P.Y, S.Si. T, M.Pd and Mr. Antony Damanik, S.E.

Emergency is a situation that can happen anytime and anywhere in a shipping activity. In these circumstances, not a few who claimed casualties. One of the factors besides God's will is the lack of understanding of how the use and function of each Personal Safety Equipment appliance works. This is the starting point about the role of Personal Safety Equipment in reducing the risk of work accident on board. Because unwittingly the crew's misguidance about the role of safety equipment on the vessel will lead to an accident. This research is carried out when prale on the ship to obtain primary data through field research, then the author will use the following techniques by doing direct observation on the object under investigation and interview with the crew. The results of this study indicate that the optimization of the use of Personal Safety Equipment positive impact because it can reduce the risk of accidents on the ship.

Keywords: Personal Safety Equipment, accident.

(9)

viii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERNYATAAN KEASLIAN ... ii

PERSETUJUAN SEMINAR ... iii

PENGESAHAN PROPOSAL ... iv

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRAK ... vi

ABSTRACT ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Batasan Masalah ... 3

D. Tujuan Penelitian ... 3

E. Manfaat Penelitian ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

A. Review Penelitian Sebelumnya ... 4

B. Landasan Teori ... 6

1. Pengertian Optimalisasi ... 6

2. Pengertian Penggunaan ... 6

3. Pengertian Personal Safety Equipment ... 7

4. Jenis – Jenis Personal Safety Equipment ... 7

5. Definisi Kapal ... 14

C. KERANGKA PENELITIAN ... 17

(10)

ix

BAB III METODE PENELITIAN ... 18

A. JENIS PENELITIAN... 18

B. LOKASI PENELITIAN ... 18

C. JENIS DAN SUMBER DATA ... 18

D. PEMILIHAN INFORMAN ... 20

E. TEKNIK ANALISIS DATA ... 21

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 23

A. GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN ... 23

B. HASIL PENELITIAN ... 25

1. Penyajian Data ... 25

2. Analisis Data ... 31

C. PEMECAHAN MASALAH ... 33

BAB V PENUTUP ... 38

A. KESIMPULAN ... 38

B. SARAN ... 39

DAFTAR PUSTAKA ... 41

LAMPIRAN 1 ... 42

(11)

x

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Review Penelitian ... 4 Tabel 4.1 Catatan Kecelakaan Yang Terjadi Di KM.TL IX ... 30

(12)

xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Safety Goggles ... 8

Gambar 2.2 Ear Plug ... 9

Gambar 2.3 Safety Helm ... 9

Gambar 2.4 Breathing Apparatus ... 10

Gambar 2.5 Boiler Suit ... 11

Gambar 2.6 Sarung Tangan... 12

Gambar 2.7 Safety Shoes ... 14

Gambar 4.1 KM.TL IX ... 25

Gambar 4.2 Melakukan gurinda ridak memakai kaca mata ... 27

Gambar 4.3 Membersikan Bag Filter Tidak Menggunakan Werpack ... 27

Gambar 4.4 Pengecekan Propeller Menggunakan Werpack dan Helm ... 28

Gambar 4.5 Kadet Mengecat Tidak Menggunakan Alat Pelindung Diri ... 28

Gambar 4.6 Pengarahan Captain Agar Menggunakan Alat Pelindung Diri Dengan Benar ... 29

Gambar 4.7 Cadet Mesin Jaga Tidak Menggunakan Safety Shoes ... 29

(13)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 KUISIONER PENELITIAN ... 42

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kapal adalah alat transportasi laut yang berguna untuk mengangkut penumpang dan barang. Dalam dunia perdagangan dan transportasi, angkutan laut merupakan sarana yang sangat penting, karena barang atau penumpang yang diangkut bisa lebih banyak dari pada menggunakan angkutan darat. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu kegiatan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan cara peningkatan serta pemeliharaan kesehatan tenaga kerja baik jasmani, rohani dan sosial. Keselamatan secara khusus bertujuan untuk mencegah atau mengurangi kecelakaan diatas kapal dan untuk mengamankan awak kapal serta barang-barang yang dibawa agar selamat sampai tempat tujuan.

Namun, banyak sekali kejadian kecelakaan di laut seperti tubrukan, kebakaran, kecelakaan kerja awak kapal dan sebagainya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal-hal tersebut terjadi yaitu karena cuaca, human eror dan kurangnya perhatian awak kapal terhadap pemakaian alat keselamatan.Komponen terpenting dalam menjaga keselamatan jiwa dan keselamatan peralatan kerja adalah pengetahuan tentang penggunaan perlengkapan keselamatan kerja bagi awak kapal.

Permasalahan keselamatan diri di atas kapal masih sering diabaikan oleh semua awak kapal, akibatnya sering terjadi kecelakaan

(15)

2

kerja di atas kapal. Hal ini bisa terjadi karena kurang disiplinnya para awak kapal dalam menggunakan fungsi dari Personal Safety Equipment.

Personal Safety Equipment adalah perlengkapan kerja yang harus dikenakan oleh pekerja pada lingkungan kerja tertentu dengan tujuan untuk mengurangi dampak kecelakaan kerja. Personal Safety Equipment sangat penting digunakan pada saat bekerja, karenaapabila awak kapal tidak mengindahkan tentang keselamatan di kapal dan menggunakan alat perlindungan diri pada saat bekerja, maka ini sangat merugikan perusahaan kapal, penumpang dan awak kapal.

Sedangkan pada saat ini banyak awak kapal yang tidak mengetahui manfaat dan pentingnya Personal Safety Equipment. Sehingga hal ini berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja bagi awak kapal.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka penulis menulis Karya Ilmiah Terapan yang berjudul”OPTIMALISASI PENGGUNAAN PERSONAL SAFETY EQUIPMENT DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI ATAS KAPAL”.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, dengan demikian penulis mengambil rumusan masalah sebagai berikut :

Bagaimana mengoptimalkan penggunaan Personal Safety Equipment dalam mengurangi resiko kecelakaan kerja di kapal?

(16)

3 C. BATASAN MASALAH

Oleh karena luasnya masalah yang akan timbul dari pemahaman judul maka penulis membatasi ruang lingkup data, yaitu mengoptimalkan penggunaan Personal Safety Equipment dalam mengurangi resiko kecelakaan kerja di kapal pada saat proses bongkar muat di pelabuhan.

D. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan proposal ini diantaranya adalah:

Untuk mengoptimalkan penggunaan Personal Safety Equipment dalam mengurangi resiko kecelakaan kerja di atas kapal.

E. MANFAAT PENELITIAN

Adapun manfaat dari penelitian ini, yaitu:

1. Bagi Penulis

Penelitian ini berguna sebagai masukan dan menambah pengetahuan tentang peranan Personal Safety Equipmen tuntuk mengurangi resiko kecelakaan kerja di kapal yang diterapkan pada perusahaan yang bersangkutan.

2. Bagi Pembaca

Sebagai pengetahuan dan membantu pembaca dalam meningkatkan perbendaharaan ilmu, serta sebagai acuan untuk melakukan tindakan yang berhubungan dengan masalah tersebut diatas.

(17)

4 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. REVIEW PENELITIAN SEBELUMNYA

Berdasarkan penelitian sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut:

Tabel 2 1 Review Penelitian

No

Nama Penulis

Judul Penelitian

Hasil Penelitian

1. Danis Maulana, Ir.Sritomo Wignjosoe broto M.sc, 2009

Evaluasi dan Perbaikan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk

Menekan Unsafe Behavior Pekerja (Studi Kasus

PT.DPS)

Unsafe behavior pekerja yang sering terjadi adalah kurangnya kesadaran pekerja menggunakan APD (Alat Pelindung Diri). Solusi yang diberikan adalah memberikan tambahan prosedur keselamatan yaitu prosedur

keselamatan masuk lokasi kerja, sehingga fungsi kontrol terhadap kelengkapan APD dan perawatan bisa terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. Saran mitigasi yang diberikan adalah pemilihan sub kantraktor dengan melihat aspek keselamatan dan kesehatan kerja,

(18)

5

sehingga berkompetensi dan perhatian terhadap potensi kecelakaan kerja.

2. Hutomo Hinawan, 2010

Gambaran Sistem Emergency Response And Preparedness Sebagai Upaya Pengendalian Kondisi Darurat Di Pt.

Polypet Karya persada Cilegon- Banten

Potensi bahaya yang terdapat di PT.

Polypet Karyapersada adalah kebakaran, peledakan dan mesin sedangkan faktor bahayanya berasal dari bahan baku proses produksi dan limbah telah dilakukan pengendalian sesuai dengan Undang-Undang Keselamatan Kerja No: 1 tahun 1970 dan Kepmenaker No: 186/MEN/1999.

Sistem keselamatan dan kesehatan kerja di PT. Polypet Karyapersada dapat dilihat pada penggunaan sistem ijin kerja, inspeksi peralatan, rencana tanggap darurat, pengendalian kebakaran, investigasi kecelakaan, pengamanan alat dan pemberian alat pelindung diri sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.

05/MEN/1996 Bab III pasal 2.

(19)

6 B. LANDASAN TEORI

Pada landasan teori ini tentang sumber teori yang kemudian akan menjadi dasar dari pada penelitian. Hal ini penting karena pembaca akan dapat memahami mengapa masalah atau tema yang diangkat dalam penelitiannya. Disamping itu, landasan teori juga bermaksud untuk menunjukkan bagaimana masalah tersebut dapat dikaitkan dengan hasil penelitian dengan pengetahuan yang lebih luas.Pada landasan teori ini penulis memaparkan tentang pengertian, jenis-jenis, sistem kerja dari Personal Safety Equipment .

1. Pengertian Optimalisasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Optimalisasi adalah berasal dari kata dasar optimal yang berarti terbaik, tertinggi, paling menguntungkan, menjadikan paling baik, menjadikan paling tinggi, pengoptimalan proses, cara, perbuatan mengoptimalkan (menjadikan paling baik, paling tinggi, dan sebagainya) sehingga optimalisasi adalah suatu tindakan, proses, atau metodologi untuk membuat sesuatu (sebagai sebuah desain, sistem, atau keputusan) menjadi lebih/sepenuhnya sempurna, fungsional, atau lebih efektif.

2. Pengertian Penggunaan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia penggunaan diartikan sebagai proses, cara perbuatan memakai sesuatu, pemakaian. (KBBI, 2002:852).Penggunaan sebagai aktifitas memakai sesuatu barang atau alat.

(20)

7

Dalam penelitian ini penggunaan adalah pemakaian alat pelindung diri diatas kapal.

3. PENGERTIAN PERSONAL SAFETY EQUIPMENT

Menurut OSHA (Occupational Safety and Health Administration), Personal Safety Equipment atau alat pelindung diri didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk melindungi awak kapal dari luka atau penyakit yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya (hazards) di tempat kerja, baik yang bersifat kimia, biologis, radiasi, fisik, elektrik, mekanik dan lainnya. Personal Safety Equipment adalah alat-alat yang mampu memberikan perlindungan terhadap bahaya – bahaya kecelakaan dan wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan awak kapal itu sendiri dan orang di sekelilingnya. Syarat – syarat Personal Safety Equipment adalah:

a. Personal Safety Equipment harus dapat memberikan perlindungan yang kuat terhadap bahaya yang akan dihadapi oleh awak kapal, b. Berat alat hendaknya seringan mungkin dan alat tersebut tidak

menyebabkan rasa ketidaknyamanan yang berlebihan, c. Alat harus dapat dipakai secara fleksibel,

d. Bentuknya harus cukup menarik,

e. Alat pelindung tahan untuk pemakaian yang lama,

f. Alat tidak menimbulkan bahaya–bahaya tambahan bagi pemakainya, g. Alat pelindung harus memenuhi standar yang telah ditentukan,

(21)

8

h. Alat tersebut tidak membatasi gerakan bagi pemakainya,

i. Suku cadangnya harus mudah didapatkan guna untuk mempermudah pemeliharaan dan perawatannya.

4. Jenis – Jenis Personal Safety Equipment

Jenis – jenis Personal Safety Equipment berdasarkan target organ tubuh yang berpotensi terkena resiko dari bahaya, antara lain : a. Mata

Gambar 2.1 Safety Goggles

Fungsi alat pelindung mata dan muka adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi mata dan muka dari paparan bahan kimia berbahaya, paparan partikel-partikel yang melayang di udara dan di badan air, percikan benda-benda kecil, panas, atau uap panas, radiasi gelombang elektromagnetik yang mengion maupun yang tidak mengion, pancaran cahaya, benturan atau pukulan benda keras atau benda tajam.

Sumber bahaya:cipratan bahan kimia atau logam cair, debu, katalis powder, proyektil, gas, uap dan radiasi.

Alat Personal Safety Equipment : safety spectacles, goggle, faceshield, welding shield.

(22)

9 b. Telinga

Gambar 2.2 Ear Plug

Fungsi alat pelindung telinga adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi alat pendengaran terhadap kebisingan atau tekanan.

Sumber bahaya : suara dengan tingkat kebisingan lebih dari 85 dB.

Alat Personal Safety Equipment : ear plug, ear muff, canal caps.

c. Kepala

Gambar 2.3 Safety Helmet

Fungsi alat pelindung kepala adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan, terantuk, kejatuhan atau terpukul benda tajam atau benda keras yang melayang atau meluncur di udara, terpapar oleh radiasi panas, api,percikan bahan- bahan kimia, jasad renik (mikro organisme) dan suhu yang ekstrim.

(23)

10

Sumber bahaya : tertimpa benda jatuh, terbentur benda keras, rambut terlilit benda berputar.

Alat Personal Safety Equipment : helm, bump caps.

d. Pernapasan

Gambar 2.4 Breathing apparatus

Fungsi alat pelindung pernapasan beserta perlengkapannya adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi organ pernapasan dengan cara menyalurkan udara bersih dan sehat danatau menyaring cemaran bahan kimia, mikro-organisme, partikel yang berupa debu, kabut (aerosol), uap, asap, gas/ fume, dan sebagainya.

Sumber bahaya : debu, uap, gas, kekurangan oksigen (oxygen defiency).

Alat Personal Safety Equipment : respirator, breathing apparatus.

(24)

11 e. Tubuh

Gambar 2.5 Boiler Suit

Fungsi pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi badan sebagian atau seluruh bagian badan dari bahaya temperatur panas atau dingin yang ekstrim, pajanan api dan benda-benda panas, percikan bahan-bahan kimia, cairan dan logam panas, uap panas, benturan (impact) dengan mesin, peralatan dan bahan, tergores, radiasi, binatang, mikro – organisme patogen dari manusia, binatang, tumbuhan dan lingkungan seperti virus, bakteri dan jamur.

Sumber bahaya: temperature ekstrim, cuaca buruk, cipratan bahan kimia atau logam cair, semburan dari tekanan yang bocor.

Alat Personal Safety Equipment : boiler suits, chemical suits, vest, apron, full body suit, jacket.

(25)

12 f. Tangan dan Lengan

Gambar 2.6 Sarung Tangan

Fungsi alat pelindung tangan (sarung tangan) adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi tangan dan jari – jari tangan dari pajanan api, suhu panas, suhu dingin, radiasi elektromagnetik, radiasi mengion,arus listrik, bahan kimia, benturan, pukulan, tergores, terinfeksi zat patogen (virus, bakteri) dan jasad renik.

Sumber bahaya : temperatur ekstrim, benda tajam, tertimpa benda berat, sengatan listrik, bahan kimia, infeksi kulit.

Alat Personal Safety Equipment : sarung tangan (hand gloves), armlets, mitts.

Jenis – jenis sarung tangan (hand gloves) :

1) Sarung tangan vinyl (Neoprene gloves) adalah sarung tangan yang digunakan untuk menangani bahan kimia beracun dan berbahaya.

2) Sarung tangan kulit (Leather gloves) adalah sarung tangan yang digunakan untuk permukaan kasar secara umum untuk melindungi tangan dari tergores, tersayat dan luka ringan.

(26)

13

3) Sarung tangan tahan listrik (electrical gloves) adalah sarung tangan yang terbuat dari karet biasanya digunakan dalam menangani kelistrikan / menghindari tersengat listrik.

4) Sarung tangan busa / kain ( Padded cloth gloves) adalah sarung tangan yang melindungi tangan dari benda tajam, bergelombang atau kotor.

5) Sarung tangan tahan panas (Heat ressistance glove) adalah berfungsi melindungi tangan dari panas api.

6) Sarung tangan lateks (Latex disposal glove) adalah sarung tangan lateks anti kuman / bakteri yang biasanya digunakan oleh dokter.

7) Sarung tangan besi (Metal mesh gloves / Ironclad gloves) adalah sarung tangan khusus untuk menangani pekerjaan yang berhubungan dengan besi, timah, kabel, sarung tangan ini tahan gesekan sekalipun dengan permukaan besi yang tajam, sehingga aman bagi tangan anda.

8) Sarung Tangan Karet (Rubber Gloves) adalah sarung tangan yang digunakan untuk melindungi tangan dari kontak dengan bahan kimia seperti oli, minyak, perekat dan grease.

9) Sarung Tangan Katun (Cotton Gloves), digunakan untuk melindungi tangan dari tergores, tersayat dan luka ringan.

(27)

14 g. Kaki

Gambar 2.7 Safety Shoes

Fungsi alat pelindung kaki berfungsi untuk melindungi kaki dari tertimpa atau berbenturan dengan benda-benda berat, tertusuk benda tajam, terkena cairan panas atau dingin, uap panas, terkena suhu yang ekstrim, terkena bahan kimia berbahaya dan jasad renik, tergelincir.

Sumber bahaya : lantai licin, lantai basah, benda tajam, benda jatuh, cipratan bahan kimia dan logam cair, aberasi.

Alat Personal Safety Equipment : safety shoes, safety boots, legging, spat.

5. Definisi Kapal

Menurut UU RI No 21 tahun 1992 mengenai definisi kapal,kapal adalah suatu kendaraan yang kompleks dimana dia dituntut untuk mampu tetap beroperasi dan bertahan dengan daya tahan yang tinggi dalam waktu yang relatif lama dalam lingkungan yang cepat berubah dan menghidupi anak buah kapal maupun penumpang yang ada di dalam kapal. Berdasarkan tuntutan tersebut di kapal disediakan berbagai macam peralatan dan sistem sehingga kita dapat persamakan

(28)

15

kapal dengan perkampungan yang terapung, dimana segala dasar kebutuhan hidup dan komunikasi harus tersedia di kapal.

Klarifikasi Kapal

Berdasarkan ILLC (International Load Line Convention) kapal mempunyai banyak bentuk dan jenis, secara umum kapal dapat digolongkan menurut fungsi dari kapal tersebut, fungsi-fungsi yang umum dari kapal yaitu

1) Kapal penumpang berfungsi untuk mengangkut penumpang dari suatu tempat ke tempat lain. Kapal penumpang yang termasuk jenis ini adalah :

a) Kapal fery: kapal yang menempuh jarak pendek dan tidak memakan waktu yang lama,

b) Kapal penumpang antar pulau: kapal yang menempuh jarak jauh dan memakan waktu yang relatif lama,

c) Kapal pesiar: kapal yang ditekankan pada kenyamanan dan kemewahan dari fasilitas yang ada di kapal.

2) Kapal barang berfungsi untuk mengangkut barang dari suatu tempat ke tempat lain. Kapal barang yang termasuk jenis ini, yaitu :

a) Kapal kontainer berfungsi untuk mengangkut barang yang dikemas didalam kontainer-kontainer,

b) Kapal curah berfungsi untuk mengangkut barang yang berbentuk curah atau terurai (tidak dalam kemasan),

(29)

16

c) Kapal Tanker berfungsi untuk mengangkut barang cair yang memerlukan tekanan tinggi untuk menyimpannya, seperti crude oil, HDO, MFO, Chemical, LNG, LPG, Clean Product.

3) Kapal perang yang fungsinya untuk perang sehingga bermacam – macam dan dibentuk sesuai fungsinya.

(30)

17 C. KERANGKA PEMIKIRAN

Kerangka dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

A.

B.

C.

D.

E.

F.

MASALAH POKOK

Personal Safety Equipment Dalam Mengurangi Resiko Kecelakaan Kerja Di Kapal

Penyebabnya?

1. Kurangnya pemahaman awak kapal terhadap pemakaian Personal Safety Equipment yang tidak benar

2. Tidak displinnya awak kapal dalam menggunakan Personal Safety Equipment

Mengapa terjadi masalah?

1. Kurangnya pemaksimalan pemakaian Personal Safety Equipment oleh awak kapal

2. Cara perawatan Personal Safety Equipment yang sering diabaikan

Bagaimana penanganannya?

1. Melakukan penjelasan kepada awak kapal tentang cara penggunaan Personal Safety Equipment yang baik dan benar

2. Melakukan perawatan secara rutin sesuai prosedur yang telah ditentukan

JUDUL KARYA ILMIAH TERAPAN

OPTIMALISASI PENGGUNAANPERSONAL SAFETY EQUIPMENT DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI

ATAS KAPAL

(31)

18 BAB III

METODE PENELITIAN

A. JENIS PENELITIAN

Penelitian yang dibuat oleh penulis ini menggunakan system kualitatif yang merupakan penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis data.Metode penelitian kualitatif mengandalakan pengumpulan data melalui wawancara lansung dengan narasumber serta melihat dan meneliti secara lansung di lokasi penelitian.

B. LOKASI PENELITIAN

Penelitian ini akan di laksanakan di KM.TL IX sesuai dengan penempatan Praktek Laut (Prala) yang akan di lakukan oleh penulis sendiri. Hal ini diharap menyesuaikan setelah penulis memperoleh kapal ketika sudah melaksanakan Praktek Laut (Prala), dikarenakan belum ditentukannya tempat (kapal) yang akan menjadi tempat praktek penulis sendiri sebagai lokasi penelitian dalam melaksakan penelitian ini.

C. JENIS DATA DAN SUMBER DATA

Menurut Arikunto (2002:116) sumber data adalah benda, hal atau orang, tempat peneliti mengamati, membaca atau bertanya tentang data.

Data penelitian ini meliputi :

a. Data primer merupakan data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan informan kunci, informan pendukung dan observasi.

(32)

19

b. Data sekunder merupakan data pelengkap yang diperoleh dari dokumentasi ataupun kepustakaan yang berkaitan dengan penelitian.

Data merupakan suatu pemaparan kejadian yang dialami secara langsung atau dapat dikatakan sebagai pencapaian suatu keputusan dari kesimpulan yang dihasilkan berdasarkan fakta-fakta yang didapat.

Adapun data dalam penelitian ini adalah diperoleh dari hasil wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi.

Wawancara adalah upaya yang dilakukan seseorang atau suatu pihak untuk mendapatkan keterangan, atau pendapat mengenai sesuatu hal yang diperlukannya untuk tujuan tertentu, dari seseorang atau pihak lain dengan cara tanya jawab.

Tujuan dari pewawancara untuk memperoleh keterangan atau pendapat dimaksud untuk digunakan sebagai masukan suatu penelitian atau digunakan sebagai bahan berita untuk dimuat di massa media.

Dengan demikian, kedudukan yang diwawancarai adalah sumber informasi, sedangkan pewawancara adalah penggali informasi.

Observasi adalah laporan yang berisi penjabaran umum atau melaporkan sesuatu hasil dari pengamatan (observasi). Jenis teksinimendeskripsikan atau menggambarkan bentuk, ciri, atau sifat umum (general) seperti benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, atau peristiwa yang terjadi di alam semesta kita.

Studi Pustaka, menurut M. Nazir dalam bukunya yang berjudul

“Metode Penelitian” mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan :

(33)

20

“Studi Kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaah terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan.” (Nazir,1988:111).

Studi Kepustakaan yaitu mengadakan penelitian dengan cara mempelajari dan membaca literatur-literatur yang ada hubungannya dengan permasalahan yang menjadi objek penelitian.

Dunia pelajar (2014:07), dokumentasi adalah proses yang dilakukan secara sistematis mulai dari pengumpulan hingga pengelolaan data yang menghasilkan kumpulan dokumen. Dokumentasi itu sendiri tujuannya adalah untuk memperoleh dokumen yang dibutuhkan berupa keterangan dan hal-hal yang membuktikan adanya suatu kegiatan yang didokumentasikan.

Menurut Ardila (2011:10), dokumentasi adalah kumpulan dari dokumen-dokumen yang dapat memberikan keterangan atau bukti yang berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan dokumen yang berbentuk barang, gambar ataupun tulisan sebagai bukti dan dapat memberikan keterangan yang penting secara sistematis serta menyebarluaskan kepada pemakai informasi tersebut.

D. PEMILIHAN INFORMAN

Selanjutnya menurut Sugiyono (2005:50) sample dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden melainkan informan kunci,

(34)

21

narasumber, partisipan, teman atau guru dalam penelitian. Sugiyono (2005:54) menyatakan bahwa penentuan informan kunci dalam penelitian kualitatif dilakukan saat peneliti mulai memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung yaitu memilih orang tertentu yang dipertimbangkan akan memberikan data yang diperlukan dan selanjutnya berdasarkan data atau informasi kunci yang lainnya yang diharapkan dapat memberikan data yang lebih lengkap, sehingga informan dalam penelitian ini ialah seluruh kru di deck kapal yang meliputi Kapten, Mualim 1 Mualim 2, Mualim 3, Jurumudi, Mandor Kapal dan ABK, karena peneliti sendiri berasal dari jurusan Nautika Pelayaran sehingga akan lebih banyak berada di anjungan kapal bersama orang-orang deck Department dan akan meneliti peralatan keselamatan kerja yang ada di deck, tetapi tidak menutup kemungkinan peneliti bisa memperoleh data dari Engine Department.

E. TEKNIK ANALISIS DATA

Analisis data merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian ilmiah sebab dengan adanya analisis data tersebut akan memberikan arahan dan makna yang berguna dalam pemecahan masalah penelitian (Nazir, 1999:405).

Ada berbagai cara untuk menganalisi data. Usman dan Akbar (2000:86-87) mengemukakan 3 cara menganalisis data, yaitu :

(35)

22 a. Reduksi data

Menurut Miles and Huberman (dalam Mustaji, 2009:45) tahap reduksi adalah proses pemilihan informasi yang relevan dan layak untuk disajikan dari informasi yang telah terkumpul demikian banyak dan komplek. Usman dan Akbar (2000:87) menambahkan data-data yang telah direduksi memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan dan mempermudah peneliti untuk mencarinya jika sewaktu-waktu diperlukan.Reduksi dapat pula membantu dalam memberikan kode-kode pada aspek-aspek tertentu.

b. Display data

Display data ialah menyajikan data dalam bentuk matrik, network, chart, atau grafik, dan sebagainya. Dengan demikian peneliti dapat menguasai data dan tidak terbenam dengan setumpuk data (Usman dan Akbar, 2000:87).

c. Pengambilan keputusan dan verifikasi

Menurut Miles and Huberman (dalam Mustaji, 2009:45), pada tahap ini peneliti selalu melakukan uji kebenaran setiap makna yang muncul dari data. Di samping menyandarkan pada klarifikasi data, peneliti juga memfokuskan pada abstraksi data.Setiap data yang menunjang komponen, diklarifikasi kembali dengan informan di lapangan.Apabila hasil klarifikasi memperkuat kesimpulan atas data, maka pengumpulan data untuk komponen tersebut siap dihentikan.

(36)

23

DAFTAR PUSTAKA

FarobiPujokuncoro. Alat Safety Kapal Laut. Tersedia:

http;//www.academia.edu/9656794/Alat_Safety_kapal_laut

Ibrahim, M.A, Dr. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif . Pontianak.

International Maritime Organization, (2004). SOLAS Consolidated 2004

Jurnal K3, (27 Desember 2011), BAGAIMANA JENIS DAN CARA 1 PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI YANG BENAR. Tersedia:

http;jurlank3.com/bagaimana-jenis-dan-penggunaan-alat-pelindung-diri-yang- benar.html

Konsul Kesehatan, (3 Maret 2008). Keselamatan Kerja, Tersedia;

file;///C;/User/se7en/Documents/Keselamatan%20Kerja%20_%20Kesehatan%

20Kerja.htm

POLTEKPEL–SBY, (2017). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Terapan,Surabaya:TimPOLTEKPEL-SBY

Tim penyusun, Buku Basic Safety Training, Surabaya; Politekik Pelayaran Surabaya

Tim penyusun, Buku Advance Fire Fighting, Surabay; Politeknik Pelayaran Surabaya

Referensi

Dokumen terkait