• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Maros, 18 Januari 2021 Plt. Kepala Dinas. Drs.H. A. FAISAL Pangkat : Pembina Tk. I NIP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. Maros, 18 Januari 2021 Plt. Kepala Dinas. Drs.H. A. FAISAL Pangkat : Pembina Tk. I NIP"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

DISHUBKOMINFO

(2)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan anugrahnya sehingga Dinas Perhubungan Kabupaten Maros berhasil menyusun Laporan Kinerja Pemerintah (LkjP) Tahun 2020.

Pertanggungjawaban merupakan sebuah komitmen yang harus diwujudkan dalam rangka menggapai cita, citra dan harapan terciptanya sebuah tata kelola keuangan yang baik (good governance). Sejalan dengan itu, pemerintah Kabupaten Maros telah memenuhi kewajiban menyususn laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan Kinerja Pemerintah (LkjP) disusun dengan mengacu pada Permen PAN-RB nomor 53 tahun 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Penertiban Laporan Kinerja Pemerintah (LkjP) ini diharapkan dapat memberikan motivasi terhadap penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan yang lebih berdaya guna dan berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab.

Kami harapkan dengan Laporan Kinerja Pemerintah (LkjP) ini dapat menjadi salah satu bahan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Kami mengucapkan terima Kasih pada Tim Penyusun Laporan Kinerja Pemerintah (LkjP) Dinas Perhubungan Daerah Kabupaten Maros dan semua pihak yang telah memberikan konstribusi dalam penyusunan laporan ini.

Maros, 18 Januari 2021 Plt. Kepala Dinas

Drs.H. A. FAISAL Pangkat : Pembina Tk. I NIP. 19631117 199303 1 008

(3)

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……… i

DAFTAR ISI ……….. ii

BAB I. PENDAHULUAN ………. 1

1.1. Latar Belakang ……… 1

1.2. Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi ………... 2

1.3. Susunan Organisasi ……… 2

1.4. Struktur Organisasi ..……….. 3

1.5. Sumber Daya Aparatur ………. 4

1.6. Isu-Isu Strategis ……….. 6

1.7. Sistematika LAKIP ……… 6

BAB II. PERENCANAAN KINERJA ………..……….. 9

2.1. Perencanaan Strategis ………..……… 9

2.2. Perjanjian Kinerja ………..………. 12

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA 3.1. Capaian Kinerja Organisasi ……….. 13

3.2. Target dan Realisasi Tahun Rencana ……….. 13

3.3. Perbandingan Realisasi Kinerja ……… 18

3.4. Perbandingan Realisasi Kinerja Sampai Dengan Tahun Ini……… 19

3.5. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan ……… 20

BAB IV. PENUTUP ……… 26

(4)

1 B A B I

P E N D A H U L U A N

1.1. Latar Belakang

Sesuai dengan amanat dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaran Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, serta dalam rangka menuju Reformasi Birokrasi sebagai salah satu tuntutan masyarakat, setiap instansi pemerintah dituntut untuk menunjukkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara demi terselenggaranya tata kepemerintahan yang baik (Good Governance).

Atas dasar tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Maros sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Daerah mempunyai kewajiban untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya yang dengan didasarkan suatu perencanaan strategis yang telah ditetapkan yang salah satunya diwujudkan dalam penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2020.

Dengan diterapkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, sebagai bentuk penyempurnaan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, demi mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance), berdasarkan prinsip tranparansi, partisipasi, efektif dan efisien, akuntabel dan berkelanjutan, sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat, guna membina dan memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia, diperlukan manajemen stratejik yang menempatkan organisasi pada titik yang stratejik, sehingga akan diperoleh prospek (keuntungan/kemakmuran), terutama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Berkaitan aplikasi manajeman stratejik di Indonesia pada sektor publik, secara formal diperkenalkan tahun 1999, dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilisasi Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), yang dituangkan didalam rencana stratejik organisasi yang merupakan perwujudan kewajiban instansi bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan ataupun kegagalan penyelenggaraan misi instansi meraih tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

Selama ini, keberhasilan suatu instansi pemerintah lebih ditekankan pada kemampuan instansi dalam menyerap sumber daya, terutama anggaran, sedangkan yang lainnya diabaikan, seharusnya keberhasilan suatu instansi pemerintah lebih dilihat dari kemampuan instansi tersebut,

(5)

2

berdasarkan sumber daya yang dikelolanya untuk mencapai hasil, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dalam perencanaan strategik.

1.2. KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Sesuai dengan Peraturan Bupati Maros Nomor 78 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Perangkat Daerah Dinas Perhubungan Kabupaten Maros adalah membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan bidang Perhubungan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang diberikan kepada Daerah.

Dalam melaksanakan urusan pemerintahan bidang Perhubungan, maka Dinas Perhubungan Kabupaten Maros mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Perumusan kebijakan urusan Pemerintahan bidang Perhubungan b. Pelaksanaan kebijakan urusan Pemerintahan bidang Perhubungan

c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan urusan pemerintahan bidang Perhubungan

d. Pelaksanaan administrasi Dinas Perhubungan

e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

1.3. Susunan Organisasi

Berdasarkan Peraturan Bupati Maros nomor 78 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Perangkat Daerah Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, maka susunan struktur organisasi yang dimiliki adalah:

a. Kepala Dinas Perhubungan b. Sekretaris Dinas :

- Subagian Perencanaan dan Keuangan - Subagian Umum, Asset, dan Kepegawaian

c. Bidang Sarana dan Prasarana Perhubungan, terdiri dari : - Seksi Sarana dan Prasarana Angkutan Darat;

- Seksi Sarana dan Prasarana Angkutan Sungai, Penyeberangan, laut dan Udara;

- Seksi Keselamatan Transportasi

d. Bidang Perhubungan Darat, terdiri dari : - Seksi Angkutan Jalan dan Perkeretaapian;

- Seksi Rekayasa dan Manajemen Lalu Lintas;

- Seksi Terminal dan Parkir.

(6)

3

e. Bidang Perhubungan Laut, Sungai dan Udara, terdiri dari : - Seksi Angkutan Laut, Sungai dan Penerbangan;

- Seksi Keselamatan Pelayaran Laut dan Sungai;

- Seksi Dermaga dan Penyeberangan.

f. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas;

g. Kelompok Jabatan Pelaksana;

h. Kelompok Jabatan Fungsional.

1.4. Struktur Organisasi

Struktur kelembagaan Dinas Perhubungan Kabupaten Maros sesuai peraturan bupati 78 Tahun 2016 tanggal 5 Oktober 2016 adalah sebagai berikut :

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN MAROS

KEPALA DINAS

SEKRETARIAT KELOMPOK JABATAN

FUNGSIONAL

SUB BAGIAN UMUM, ASSET DAN KEPEGAWAIAN

KEUANGAN SUB BAGIAN

PERENCANAAN DAN KEUANGAN

BIDANG PERHUBUNGAN LAUT, SUNGAI DAN

UDARA BIDANG

PERHUBUNGAN DARAT

BIDANG SARANA DAN

PRASARANA

SEKSI SARANA DAN

PRASARANA ANGKUTAN DARAT SEKSI

DERMAGA DAN PENYEBERANGAN SEKSI

TERMINAL DAN PARKIR

SEKSI SARANA DAN

PRASARANA ANGKUTAN SUNGAI,

PENYEBERANGAN,

SEKSI ANGKUTAN JALAN

DAN PERKERETAAPIAN

SEKSI ANGKUTAN LAUT,

SUNGAI, DAN PENYEBERANGAN

SEKSI KESELAMATAN TRANSPORTASI SEKSI

REKAYASA DAN MANAJEMEN LALU

LINTAS

SEKSI KESELAMATAN PELAYARAN LAUT

DAN SUNGAI

UPTD PKB

(7)

4 1.5. Sumber Daya Aparatur

Secara umum keberhasilan dalam melaksanakan program dan kegiatan suatu organisasi tidak terlepas dari peran serta aktif dari SDM organisasi tersebut, demikian pula halnya dengan SDM Aparatur di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Maros yang merupakan satu kesatuan individu yang melakukan kerjasama dalam melaksanakan kegiatan secara bersama- sama untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Salah satu prasyaratan utama untuk mendukung keberhasilan dalam pencapaian tujuan tersebut yaitu dengan tersedianya SDM yang terampil, ahli, mampu dan kompeten serta berdayaguna. Adapun Kondisi sumber daya manusia aparatur Dinas Perhubungan Kabupaten Maros pada saat sekarang adalah sebagaimana tabel berikut ini:

Tabel 2.1

Komposisi Sumber Daya Manusia Aparatur Dinas Perhubungan Berdasarkan Status Kepegawaian

NO STATUS PEGAWAI/APARATUR

JUMLAH PEGAWAI/APARATUR (Orang)

TAHUN 2018 TAHUN 2019 TAHUN 2020

LK PR Jumlah LK PR Jumlah LK PR Jumlah

1 Pegawai Negeri Sipil (PNS) 55 13 68 58 16 74 65 17 82

2 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)

- -

- - - - - - -

3 Pegawai Honorer/Tidak Tetap 24 6 30 16 14 30 16 14 30

4 Magang - - - - - - - - -

JUMLAH TOTAL 79 19 98 74 30 104 74 30 112

Sumber data: Subbag. Kepegawaian, Dinas Perhubungan

Tabel 2.2

Komposisi Sumber Daya Manusia Aparatur Dinas Perhubungan Berdasarkan Pangkat dan Golongan

NO GOLONGAN DAN PANGKAT PNS

JUMLAH PEGAWAI/APARATUR (Orang)

TAHUN 2018 TAHUN 2019 TAHUN 2020 LK PR Jumlah LK PR Jumlah LK PR Jumlah

1 GOLONGAN I (Juru) 1 - 1 2 - 2 1 - 1

1. I A (Juru Muda) - - - - - - - - -

2. I B (Juru Muda Tingkat I) 1 - 1 - - - - - -

3. I C (Juru) - - - 2 - 2 1 - 1

4. I D (Juru Tingkat I) - - - - - - - - -

2 GOLONGAN II (Pengatur) 26 3 29 25 5 30 28 4 33

1. II A (Pengatur Muda) 2 - 2 2 1 3 3 1 4

2. II B (Pengatur Muda Tingkat I) 6 3 9 2 - 2 2 - 2

3. II C (Pengatur) 17 - 17 20 3 23 14 1 15

4. II D (Pengatur Tingkat I) 1 - 1 1 1 2 9 2 11

3 GOLONGAN III (Penata Muda) 24 10 34 27 10 37 30 13 43

1. III A (Penata Muda) 5 - 5 7 2 9 8 4 12

2. III B (Penata Muda Tingkat I) 10 5 15 7 1 8 7 2 9

3. III C (Penata) 2 4 6 9 6 15 10 5 15

4. III D (Penata Tingkat I) 7 1 8 4 1 5 5 2 7

4 GOLONGAN IV (Pembina) 4 - 4 5 - 5 6 - 6

1. IV A (Pembina) 3 - 3 4 - 4 5 - 5

2. IV B (Pembina Tingkat I) - - - - - - - - -

3. IV C (Pembina Utama Muda) 1 - 1 1 - 1 1 - 1

(8)

5

4. IV D (Pembina Utama Madya) - - - - - - - - -

5. IV E (Pembina Utama) - - - - - - - - -

JUMLAH TOTAL 55 13 67 59 15 74 65 17 82

Sumber data: Subbag. Kepegawaian, Dinas Perhubungan

Tabel 2.3

Komposisi Sumber Daya Manusia Aparatur Dinas Perhubungan Berdasarkan Jabatan (Struktural Dan Fungsional)

NO JABATAN

JUMLAH PEGAWAI/APARATUR (Orang)

TAHUN 2018 TAHUN 2019 TAHUN 2020

LK PR Jumlah LK PR Jumlah LK PR Jumlah

1 STRUKTURAL 14 4 18 14 4 18 15 3 18

1. ESELON II B 1 - 1 1 - 1 1 - 1

2. ESELON III A 3 - 3 1 - 1 1 - 1

3. ESELON III B 8 3 11 3 - 3 3 - 3

4. ESELON IV A - 1 1 9 4 13 10 3 13

5. ESELON IV B 2 - 2 - - - - - -

2 FUNGSIONAL 1 - 1 1 - 1 1 - 1

1. FUNGSIONAL TERTENTU - - - 1 - 1 1 - 1

2. FUNGSIONAL UMUM 1 - 1 - - - - - -

JUMLAH TOTAL 15 4 19 15 4 19 16 3 19

Sumber data: Subbag. Kepegawaian, Dinas Perhubungan

Tabel 2.4

Komposisi Sumber Daya Manusia Aparatur Dinas Perhubungan Berdasarkan Tingkat Pendidikan

NO PENDIDIKAN

JUMLAH PEGAWAI/APARATUR (Orang)

TAHUN 2018 TAHUN 2019 TAHUN 2020

LK PR Jumlah LK PR Jumlah LK PR Jumlah

1 Strata Tiga (S3) - - - - - - - - -

2 Strata Dua (S2) 2 1 3 4 1 5 5 1 6

3 Strata Satu (S1) 26 11 37 28 10 38 32 11 43

4 Diploma Tiga (D III) - - - - 2 2 1 2 3

5 SMA/SMK/Sederajat 27 1 26 25 3 28 26 3 29

6 SMP/Sederajat - - - 1 - 1 1 - 1

JUMLAH TOTAL 55 13 68 58 16 74 65 17 82

Sumber data: Subbag. Kepegawaian, Dinas Perhubungan

Tabel. 2.5

Data Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas Kabupaten Maros

Sumber data: Unit Laka Lantas Polres Maros

Tahun Jumlah Kejadian Korban

Kerugian Materil Luka Berat Luka Ringan Meninggal Dunia

2017 493 63 543 493 Rp. 885.660.000,-

2018 324 57 480 324 RP. 1.102.240.000

2019 293 40 362 62 Rp. 757.750.000,-

2020 158 13 207 38 Rp. 356.600.000,-

(9)

6

Jumlah Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Maros

Tahun 2020

No KECAMATAN

Pembangunan Sarana dan Prasarana Rambu Lalu Lintas Traffic

Light

Zebra Cross

Halte Bis Warning Light

Barrier Road

Cermin Tikungan

Marka Jalan

1 Mandai 255 1 7 5 8 - 3 1.208 Meter

2 Camba - - - - - - - -

3 Bantimurung - - - 2 - - - -

4 Maros Baru 50 - 6 - - - - 200 Meter

5 Bontoa 38 - - - - - - -

6 Mallawa - - - - - - - -

7 Tanralili 200 - - 5 8 - 2 800 Meter

8 Marusu 200 - - - - - 1 -

9 Simbang 50 - - - - - - -

10 Cenrana - - - - - - - -

11 Tompobulu - - - - - - - -

12 Lau - - - - 1 - - -

13 Moncongloe 140 - - 3 3 - 7 -

14 Turikale 162 3 8 1 2 121 2 2.222 Meter

Jumlah 1.095 4 21 16 22 121 15 4.430 Meter

Sumber data: Bidang Sarana Prasarana Dinas Perhubungan Kab. Maros

1.6. Isu-Isu Strategis

Isu-isu strategis yang dihadapi Dinas Perhubungan Kabupaten Maros adalah sebagai berikut :

1. Sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang belum Merata di 14 Kecamatan Kabupaten Maros.

2. Layanan Transportasi Angkutan Umum yang belum mencapai target jaminan prioritas keamanan dan kenyamanan yang dalam hal ini tingkat keselamatan jalan.

3. Belum tersedianya sarana gedung pengujian kendaraan bermotor yang memadai.

4. Infrastruktur Transportasi yang belum maksimal baik itu jangkauan desa terpencil atau yang tertinggal.

5. Aksesibilitas Pelayanan Transportasi yang mencakup tiap Daerah Kecamatan di Kabupaten Maros.

1.7. SISTEMATIKA LAKIP 2020

Sistematika Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Perhubungan Kabupaten Maros Tahun 2018 disusun sebagai berikut :

 Kata Pengantar;

 Daftar Isi;

 Ringkasan Eksekutif;

 BAB I Pendahuluan

(10)

7

Pada bab ini disajikan penjelasan umum organisasi, dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi.

 BAB II Perencanaan Dan Perjanjian Kinerja

Pada bab ini diuraikan ringkasan/ikhtisar rencana strategis OPD dan perjanjian kinerja tahun yang bersangkutan.

 BAB III Akuntabilitas Kinerja

Pada bab ini menjelaskan Capaian Kinerja Organisasi tahun 2018, yang berisikan sub bab sebagai berikut:

A. Capaian Kinerja Organisasi

Pada sub bab ini disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis Organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut:

1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;

2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir;

3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi;

4. Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional (jika ada);

5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan;

6. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya;

7. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja).

B. Realisasi Anggaran

Pada sub bab ini diuraikan realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah digunakan untuk mewujudkan

(11)

8

kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja.

 BAB IV Penutup

Pada bab ini diuraikan simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.

(12)

9 B A B II

PERENCANAAN KINERJA

2.1. PERENCANAAN STRATEGIS

Untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan tahun 2016 – 2021 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Maros periode 2016 – 2021.Dalam rangka mendukung terwujudnya visi Bupati dan wakil Bupati Maros, yaitu : Maros Lebih Sejahtera 2021, dan misi untuk mewujudkan visi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan Perekonomian Daerah;

2. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik;

3. Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat;

4. Meningkatkan Pembangunan Wilayah Dan Kawasan;

5. Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Sumber Daya Alam;

6. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Dan Teknologi Informatika.

Berdasarkan uraian diatas dan memperhatikan pembagian urusan dan kewenangan sebagaimana yang telah digariskan dalam Undang–Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, maka dalam rangka pencapaian Visi pembangunan Kabupaten Maros, Dinas Perhubungan Kabupaten Maros berkontribusi terhadap misi Pertama, Kedua, keempat, kelima dan Keenam dalam RPJMD , yaitu:

- Meningkatkan Perekonomian Daerah;

- Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik;

- Meningkatkan pembangunan wilayah dan kawasan - Meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam

- Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Dan Teknologi Informatika.

Untuk mewujudkan kontribusi Dinas Perhubungan Kabupaten Maros terhadap pencapaian misi tersebut, maka ditetapkanlah tujuan dan sasaran sebagai dasar untuk menyusun struktur kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Maros untuk periode 2016 – 2020.

Tujuan dan sasaran adalah tahap perumusan sasaran strategis yang menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam perencanaan pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan arsitektur kinerja Perangkat Daerah selama lima tahun. Penjabaran tujuan dalam sasaran dan indikator sasaran serta target kinerja sasaran dalam 5 tahun mendatang adalah sebagaimana tertuang dalam tabel berikut:

(13)

10

Tabel 2.2.1

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas Perhubungan

RENSTRA TARGET

Tujuan Sasaran Indikator 1 2 3 4 5

Meningkatkan Kualitas pembangunan perhubungan

Meningkatnya konstribusi sektor perhubungan terhadap PAD

Persentase retribusi perhubungan

terhadap PAD 0,91 0,33 0,28 0,20 0,08

Meningkatnya kualitas tata kelola keuangan dan kinerja Dinas Perhubungan

Persentase anggaran yang menjadi temuan materil hasil pemeriksaan BPK pada Dinas Perhubungan

0 0 0 0 0

Predikat evaluasi SAKIP Dinas

Perhubungan C CC B B BB

Persentase Pegawai Dinas Perhubungan dengan SKP minimal

“Baik”

100 100 100 100 100

Tingkat kepuasan

internal Pegawai Dinas Perhubungan terhadap layanan kesekretariatan

Puas Puas Puas Puas Puas

Meningkatnya kualitas pelayanan transportasi yang nyaman

indeks kepuasan masyarakat dalam bertransportasi(IKM)

- - - B B

Meningkatnya

manajemen rekayasa lalu lintas angkutan jalan

Persentase jaringan jalan yang sesuai

RTRW 100 100 100 100 100

Menurunya kadar

polutan kendaraan bermotor

Rasio ketaatan pengujian standar emisi kendaraan bermotor

0,767 0,746 0,628 0,570 0,21

Menurunnya kasus kecelakaan lalu lintas

Indeks fatalitas

3,60 4,74 2,46 1,89 0,35 Meningkatnya kelaikan

sarana transportasi

Persentase kendaraan umum/barang laik jalan di kabupaten

58.45 56.84 55.43 55,43 55,43

Untuk melaksanakan dan merealisasikan tujuan dan sasaran tersebut, maka dibutuhkan suatu strategi dan arah kebijakan. Strategi dan arah kebijakan tersebut dirumuskan dengan cara atau langkah yang bersifat makro dan merupakan suatu tindakan yang diambil dalam suatu lingkungan tertentu dan digunakan untuk mencapai suatu tujuan, atau merealisasikan suatu sasaran atau maksud tertentu. Oleh karena itu, strategi dan arah kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk dalam pengembangan ataupun pelaksanaan program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam perwujudan sasaran dan tujuan OPD.

(14)

11

Berdasarkan hal tersebut maka strategi dan arah kebijakan yang ditetapkan untuk mencapai tujuan dan sasaran Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, adalah sebagai berikut:

Tabel 2.2.2

Strategi dan Arah Kebijakan yang ditetapkan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran VISI RPJMD : MAROS LEBIH SEJAHTERA 2021

TUJUAN SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN Meningkatnya

kualitas pembangunan perhubungan

Meningkatnya konstribusi sektor perhubungan terhadap PAD

Meningkatkan PAD Dinas Perhubungan melalui Pengujian Kendaraan Bermotor

(PKB)

Peningkatan pelayanan uji KIR angkutan

umum/barang

Meningkatnya kualitas tata kelola manajemen kelembagaan Dinas

Perhubungan yang baik dan bersih

1

Memperkuat koordinasi dan

penataan administrasi pemerintahan Dinas Perhubungan

1

Peningkatan koordinasi dan fasiltasi pelaksanaan layanan administrasi pemerintahan Lingkup Dinas Perhubungan

2

Meningkatkan koordinasi dan

sinergitas pelaksanaan tugas, fungsi,

program, dan kegiatan lingkup Dinas

Perhubungan

1

Penyusunan

pedoman, petunjuk teknis dan SOP pelaksanaan tugas, fungsi, program, dan kegiatan lingkup Dinas Perhubungan Kab.

Maros

2

Pelaksanaan rapat- rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan secara berkala

3

Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan Dinas Perhubungan

1

Penyusunan rencana program dan

anggaran Dinas Perhubungan Kab.

Maros

2 Penyusunan laporan

kinerja

4

Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM aparatur Dinas Perhubungan

Peningkatan upaya pengembangan karir dan kompetensi SDM ASN Dinas

Perhubungan Kab.

Maros

(15)

12 Meningkatnya

kualitas pelayanan transportasi yang nyaman

Meningkatkan layanan prima

Meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) melalui

pemenuhan standar pelayanan minimal Meningkatnya

manajemen

rekayasa lalu lintas angkutan jalan

Menata lalu lintas pusat kota

Penyelenggaraan analisis dampak lalu lintas di wilayah perkotaan Menurunnya

kadar polutan kendaraan

bermotor

Meningkatkan efektivitas

pelaksanaan uji emisi

kendaraan

Melaksanakan kegiatan uji emisi buang kendaraan bermotor

Menurunnya kasus kecelakaan lalu lintas

Meningkatkan

kuantitas dan kualitas pemahaman

pengguna angkutan umum terhadap moda transportasi

Melaksanakan kegiatan sosialisasi tertib lalu lintas

Pembangunan sistem pengendalian dan operasi

Terselenggaranya koordinasi antar pemangku kepentingan

Meningkatkan keselamatan dan keamanan dalam penyelenggaraan

pelayanan transportasi

Penyediaan sarana dan prasarana lalu lintas jalan yang memenuhi standar kelaikan keselamatan Meningkatnya

kelaikan sarana transportasi

Meningkatkan kualitas dan kuantitas

prasarana dan fasilitas keselamatan jalan

Pengembangan dan pemeliharaan fasilitas perlengkapan jalan

2.2 PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian Kinerja merupakan kesepakatan antara pihak yang menerima tugas dan tanggung jawab kinerja dengan pihak yang memberikan tugas dan tanggungjawab kinerja secara berjenjang dengan mempertimbangkan sumberdaya yang tersedia. Perjanjian kinerja ini menjabarkan target kinerja berupa target yang dilekatkan pada setiap indikator kinerja dan merupakan patokan bagi proses pengukuran keberhasilan organisasi yang dilakukan setiap akhir periode pelaksanaan.Dengan demikian Perjanjian Kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Maros Tahun 2020 pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam waktu 1 (satu) tahun (tahun 2020) dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dikelolanya.

(16)

13

Sebagaimana Renstra Dinas Perhubungan tahun 2016 - 2020, Perjanjian Kinerja tahun 2020 merupakan perjanjian kinerja dalam suatu rangkaian proses untuk pencapaian target untuk 5 (lima) tahun mendatang. Indikator Kinerja dan target kinerja yang ingin dicapai Dinas Perhubungan Kabupaten Maros pada tahun 2020 secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2.2.3.

Perjanjian Kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Maros Tahun 2020

NO SASARAN INDIKATOR KINERJA Target Satuan

1

Meningkatnya kualitas tata kelola manajemen

kelembagaan Dinas

Perhubungan yang baik dan bersih

Persentase anggaran yang menjadi temuan materil hasil pemeriksaan BPK pada Dinas Perhubungan

0 Persen

Perdikat evaluasi SAKIP Dinas

Perhubungan BB Nilai

SAKIP Persentase Pegawai Dinas

Perhubungan dengan SKP minimal

“Baik”

100 Persen Tingkat kepuasan Pegawai Dinas

Perhubungan terhadap layanan kesekretariatan

Puas

Nilai Survey Internal 2

Meningkatnya kualitas pelayanan transportasi yang nyaman

Indeks Kepuasan Masyarakat

dalam bertransportasi (IKM) B Nilai IKM 3 Menurunnya tingkat

kecelakaan lalu lintas Indeks Fatalitas 0,35 Nilai indeks 4

Meningkatnya kontribusi sektor perhubungan terhadap PAD

Persentase Retribusi Perhubungan

Terhadap PAD 0,08 Persen

5 Menurunnya kadar polutan kendaraan bemotor

Rasio ketaatan pengujian standar

emisi 0,21 Rasio

6

Meningkatnya manajemen rekayasa lalu lintas angkutan jalan

Persentase jaringan jalan yang

sesuai RTRW 100 Persen

7 Meningkatnya kelaikan sarana transportasi

Persentase kendaraan

umum/barang laik jalan 55,43 Persen

(17)

14

Untuk mencapai target sasaran tersebut dilakukan melalui program tahun 2020 sebagai berikut :

Tabel 2.2.4

Program Dinas Perhubungan Kabupaten Maros Tahun 2020

NO PROGRAM ANGGARAN

(Rp)

1 Program Penyediaan Dukungan Manajemen Perkantoran 588.105.900,-

2 Program Peningkatan Sarana Prasarana Kerja Aparatur 385.500.000,- 3 Program Pengelolaan Angkutan dan Lalu Lintas Darat 334.756.000,- 4 Program Pengembangan Sarana Prasarana Perhubungan 678.914.800,- 5 Program Pengelolaan Angkutan dan Lalu Lintas Sungai, Laut,

dan Udara 121.300.000,-

(18)

15 B A B III AKUNTABILITAS KINERJA

3.1 CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Akuntabilitas Kinerja merupakan pengukuran tingkat capaian kinerja yang diperoleh berdasarkan perbandingan antara target dengan realisasi yang berhasil dicapai dalam jangka waktu 1 (satu) tahun berjalan. Capaian Kinerja Dinas Perhubungan tahun 2020 didapatkan dengan membandingkan antara Realisasi yang dicapai dengan target sesuai dengan indikator kinerja yang ditetapkan dalam Indikator Utama Dinas Perhubungan tahun 2020 dalam Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Perhubungan dengan Bupati Maros.

Semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik dan sebaliknya jika semakin rendah realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin buruk. Perhitungan Capaian Kinerja didapat dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Capaian Indikator Kinerja = (Realisasi/rencana) X 100%

3.2 TARGET DAN REALISASI TAHUN RENCANA

Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama tahun 2020 ini merupakan lanjutan dari rangkaian tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kabupaten Maros dalam Rencana Strategis Dinas Perhubungan tahun 2016 - 2021. Adapun penghitungan capaian kinerja tahun 2020 untuk sasaran Dinas Perhubungan “Meningkatnya Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Dinas Perhubungan” dengan indikator kinerja : Nilai akuntabilitas kinerja dan Nilai kapasitas organisasi (Survey Internal) dihitung dengan menggunakan hasil evaluasi terhadap SAKIP OPD yang dilaksanakan oleh Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan dan Penilaian yang dilakukan dengan metode survey secara internal yang dibentuk oleh Kepala Dinas Perhubungan. Materi survey yang tertuang dalam kuisioner terdiri dari 2 (dua) pertanyaan utama yang digunakan dalam menentukan kapasitas organisasi Dinas Perhubungan. Kedua pertanyaan tersebut diturunkan kedalam 18 (delapan belas) pernyataan tertutup yang mempunyai skala pilihan jawaban sama dan terangkum dalam satu kuesioner, dengan perbandingan antara target kinerja dan realisasi sebagai berikut:

(19)

16

Tabel 3.2.1

Capaian Kinerja Tahun 2020

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

Meningkatnya kualitas tata kelola keuangan dan kinerja dinas perhubungan

Persentase anggaran yang menjadi temuan materil hasil pemeriksaan BPK pada Dinas

Perhubungan

0 0 100 Persen

Predikat Nilai SAKIP

Dinas Perhubungan BB B 90 Persen

Persentase pegawai Dinas Perhubungan dengan SKP minimal

“Baik”

100 100 100 Persen

Tingkat kepuasan internal pegawai Dinas

Perhubungan terhadap layanan kesekretariatan

Puas Puas 100 Persen

Sedangkan untuk sasaran: “Menurunnya tingkat kecelakaan lalu lintas”, dengan indikator kinerja : Indeks Fatalitas, dengan nilai indeks 0,35, dihitung dengan cara membandingkan jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas dibagi jumlah kecelakaan lalu lintas dikali seratus persen. Dengan perbandingan antara target kinerja dan realisasi sebagai berikut:

Tabel 3.2.2.

Capaian Kinerja Tahun 2020

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

Menurunnya tingkat

kecelakaan lalu lintas Indeks Fatalitas 0,35 0,35 100

Sedangkan untuk sasaran: “Persentase Retribusi Perhubungan Terhadap PAD”, dengan indikator kinerja : Persentase Retribusi Perhubungan Terhadap PAD, dihitung dengan cara membandingkan jumlah PAD Dinas Perhubungan dibagi total PAD Kabupaten Maros dikali seratus persen. Dengan perbandingan antara target kinerja dan realisasi sebagai berikut:

Tabel 3.2.3.

Capaian Kinerja Tahun 2020

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

Meningkatnya kontribusi sektor perhubungan terhadap PAD

Persentase Retribusi Perhubungan Terhadap PAD

0,08 0,06 75%

(20)

17

Sedangkan untuk sasaran : “Meningkatnya manajemen rekayasa lalu lintas angkutan jalan”, dengan indikator kinerja : “Persentase jaringan jalan sesuai RTRW”, dihitung dengan cara membandingkan Jumlah jaringan jalan yang sesuai RTRW dibagi Jumlah jaringan jalan dikali seratus persen. Dengan perbandingan antara target kinerja dan realisasi sebagai berikut:

Tabel 3.2.4.

Capaian Kinerja Tahun 2020

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

Meningkatnya

manajemen rekayasa lalu lintas angkutan jalan

Persentase jaringan jalan

yang sesuai RTRW 100 100 100 Persen

Sedangkan untuk sasaran : “Menurunnya kadar polutan kendaraan bermotor”, dengan indikator kinerja : “Rasio ketaatan pengujian standar emisi”, dihitung dengan cara membandingkan Jumlah kendaraan yang lulus uji emisi dengan Jumlah kendaraan. Dengan perbandingan antara target kinerja dan realisasi sebagai berikut:

Tabel 3.2.5.

Capaian Kinerja Tahun 2020

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

Menurunnya kadar polutan kendaraan bermotor

Rasio ketaatan pengujian

standar emisi 0,21 0,21 100 Persen

Sedangkan untuk sasaran : “Meningkatnya kelaikan sarana transportasi”, dengan indikator kinerja : “Persentase kendaraan umum/barang laik jalan”, dihitung dengan cara membandingkan Jumlah kendaraan umum/barang laik jalan per Jumlah kendaraan dikali seratus persen. Dengan perbandingan antara target kinerja dan realisasi sebagai berikut:

Tabel 3.2.6.

Capaian Kinerja Tahun 2020

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

Meningkatnya kelaikan sarana transportasi

Persentase kendaraan

umum/barang laik jalan 55,43 55,43 100 Persen

(21)

18

3.3 PERBANDINGAN REALISASI KINERJA

Pengukuran terhadap pencapaian target kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Maros sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Renstra Dinas Perhubungan periode 2016 – 2021, dilakukan setiap tahun. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi yang dapat memberikan gambaran tentang perbandingan capaian kinerja setiap tahunnya. Adapun perbandingan capaian kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Maros setiap tahunnya, adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2.4.

Perbandingan Capaian Kinerja setiap tahunnya

SASARAN INDIKATOR KINERJA

TARGET REALISASI

SATUAN 2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020

Meningkatnya kualitas tata kelola keuangan dan kinerja Dinas Perhubungan

Persentase anggaran yang menjadi temuan materil hasil

pemeriksaan BPK pada Dinas Perhubungan

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Persen

Predikat evaluasi SAKIP Dinas Perhubungan

C CC B BB BB C C CC B B

Nilai SAKIP Dinas Perhubu ngan Persentase

Pegawai Dinas Perhubungan dengan SKP minimal “Baik”

100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Persen

Tingkat kepuasan internal pegawai Dinas Perhubungan terhadap layanan kesekretariata n

Puas Puas Puas Puas Puas Puas Puas Puas Puas Puas Nilai Survey Internal

Meningkatnya kualitas pelayanan transportasi yang nyaman

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

- - - B B - - - B - Nilai IKM

Meningkatnya manajemen rekayasa lalu lintasangkuta n jalan

Persentase jaringan jalan yang sesuai RTRW

100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Persen

Menurunnya kadar polutan kendaraan bermotor

Rasio ketaatan pengujian standar emisi

0,77 0,75 0,63 0,57 0,21 0,77 0,75 0,63 0,57 0,21 Rasio

(22)

19

Menurunnya kasus kecelakaan lalu lintas

Indeks

Fatalitas 19,06 16,84 11,16 10,14 9,13 19,06 16,84 11,16 1,89 0,35 Nilai indeks

Meningkatnya kontribusi sektor perhubungan terhadap PAD

Persentase Retribusi Perhubungan Terhadap PAD

0,91 0,33 0,28 0,20 0,08 0,34 0,20 0,19 0,16 0,06 Persen

Meningkatnya kelaikan sarana transportasi

Persentase kendaraan umum/barang laik jalan

58,45 56,84 55,43 55,43 55,43 58,45 56,84 55,43 55,43 55,43 Persen

Berdasarkan uraian tabel diatas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa rata-rata pencapaian target kinerja mengalami peningkatan dalam hal realisasi capaian target kinerja sebagaimana yang ditetapkan dalam Renstra Dinas Perhubungan Kabupaten Maros periode 2016 – 2021.

3.4 PERBANDINGAN REALISASI KINERJA SAMPAI DENGAN TAHUN INI

a. Persentase anggaran yang menjadi temuan materil hasil pemeriksaan BPK pada Dinas Perhubungan.

Selama kurun waktu tahun 2016 hingga tahun 2020 Persentase anggaran yang menjadi temuan materil hasil pemeriksaan BPK pada Dinas Perhubungan tidak menunjukkan perubahan, dimana pada tahun 2016 realisasi capaian indikator tersebut sebesar 0 %.

Kemudian pada tahun 2020 realisasinya sebesar 0 %.

b. Predikat evaluasi SAKIP Dinas Perhubungan

Selama kurun waktu tahun 2016 dan Tahun 2020 Predikat evaluasi SAKIP Dinas Perhubungan

Mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 nilai Sakip Dinas Perhubungan menunjukkan capaian > 30 – 50 dengan predikat adalah C (kurang). sedangkan pada tahun 2020 Predikat evaluasi SAKIP Dinas Perhubungan adalah mencapai > 60 – 70 dengan perdikat SAKIP adalah B (Baik).

c. Persentase Pegawai Dinas Perhubungan dengan SKP minimal “Baik”

Selama kurun waktu tahun 2016 hingga tahun 2020 Persentase Pegawai Dinas Perhubungan dengan SKP minimal “Baik”

tidak menunjukkan perubahan, dimana pada tahun 2020 realisasi capaian indikator tersebut sebesar 100 %. Kemudian pada tahun 2020 realisasinya sebesar 100 %.

d. Tingkat kepuasan internal pegawai Dinas Perhubungan terhadap layanan kesekretariatan

Selama kurun waktu tahun 2016 hingga tahun 2020 Tingkat kepuasan internal pegawai Dinas Perhubungan terhadap layanan kesekretariatan tidak menunjukkan perubahan, dimana pada tahun 2016 nilai survey internal berada pada poin 3 dengan kategori puas.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian pada BUSN devisa dalam pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2011-2013 menunjukkan bahwa faktor profil risiko dengan rasio Non Perform

Pada Tabel 3 ditunjukkan bahwa produk yang paling dapat diterima panelis dari segi rasa adalah dendeng D2G2, yaituperlakuan menggunakan jamur tiram giling dengan

Gangguan perilaku tidur REM terjadi pada saat fase tidur REM dan sebagian besar (60%) bersifat idiopatik, sisanya kemungkinan disebabkan oleh gangguan sistem

Gedung kantor Pengadilan Negeri Gianyar berdiri diatas tanah seluas 1.812 m² luas tanah untuk bangunan 621 m² berlantai 2, terletak disebelah utara Kantor Pemerintahan

Gerakan tiap motor servo pada lengan robot akan dikontrol oleh gabungan antara kontrol RMAC dan PID sehingga lengan bergerak sesuai sudut yang diberikan oleh hasil

Tumuan dlaam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakan terdapat pengaruh dari latihan drill horizontal swing terhadap hasil lempar cakram mahasiswa pendidikan

Perlu pula digarisbawahi bahwa karena fokus disertasi ini adalah konstruksi patrilineal dalam hukum kewarisan Islam maka yang menjadi bagian dari perhatian disertasi ini

Hal ini terjadi karena walaupun banyaknya pekerjaan atau beban kerja yang di alami oleh perawat tetapi mereka dapat memanajemen dirinya dengan baik, artinya