• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. adalah YouTube, yang berbentuk komunikasi massa audio visual. YouTube tidak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. adalah YouTube, yang berbentuk komunikasi massa audio visual. YouTube tidak"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1

PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang

Di era globalisasi sekarang ini, sosial media adalah suatu media online yang sering digunakan masyarakat untuk melakakukan kegiatan komunikasi, baik mencari atau memberi informasi kepada mengguna lainnya. Salah satu media yang digunakan adalah YouTube, yang berbentuk komunikasi massa audio visual. YouTube tidak kalah dengan televisi, bahan lebih maju. YouTube dapat dilihat ulang video yang kita putar, sedangan televisi tidak. Media ini sangat mempengaruhi audies yang menyaksikan, yang dilengkapi dengan visual dan audio. Dengan gambar dan suara yang jelas, manusia mudah mencerna dan memahami maksud dari pesan yang disampaikan oleh YouTube tersebut, maka dari itu ini sangat mempengaruhi sikap dan prilaku manusia dalam pesan tersebut.

YouTube sebagai media untuk mempromosikan diri, aktualisasi diri dan propaganda (Bralink New, 2011). Banyak sekarang yang menggunakan YouTube untuk menunjukan aktualisasi, menunjukan sesuatu yang sesuai dengan kemampuanya. Misalnya Rani Ramadhany dengan meng-cover lagu dengan menggukan alat musik drum, hingga dijuluki sebagai artis YouTube. YouTube juga berfungsi propaganda dibidang politik, dimana seorang anggota politik

(2)

2 mempromosikan dirinya saat kampanye berlangsung. Fungsi YouTube memang untuk mengunggah video-video yang direkam untuk menyampaikan sesuatu yang menginformasikan dan mempromosikan diri dengan kemampuan dan kelebihan mereka di media sosial. Tapi terkadang YouTube disalah-gunakan oleh penggunanya, video yang seharusnya tidak diunggah malah diunggah dan dilihat oleh semua pengguna YouTube. Pengguna YouTube bukan hanya orang yang berusia sudah dewasa saja tapi oleh anak-anak yang masih dibawah umur (remaja) dan masih perlu bimbingan orangtuanya. Justru itu yang dikhawatirkan, dimana remaja sangat rentan untuk mendapakatkan informasi yang mereka dapat. Mereka masih mudah terpengaruh dan pikirannya pun masih ‘labil’.

Di Indonesia, menurut alexa.com YouTube menduduki posisi ke empat sebagi situs media sosial yang paling banyak dikunjung setelah Facebook, Google dan Blogspot. YouTube salah satu media yang berbasis internet menjadi alternatif menyakasikan televisi, karena stasiun televisi yang ada di Indonesia pun mempunyai dan menggunakan YouTube untuk tayangan yang sudah ditayangkan sebelumnya.

Penonton adalah kreatif makna dalam kaitannya dengan televisi (dalam hal ini tayangan YouTube) dan penonton memaknai berdasarkan berdasarkan pometensi kultural yang dimiliki sebelumnya yang dibangun dalam konteks bahasa dalam relasi sosial (Barker, 2004, h. 282). Khalayak yang menonton tidak hanya mengkonsumsi saja tapi mereka memaknai pesan yang disampaikan berdasarkan latar belakang

(3)

3 kultural yang dimiliki. Aristoteles menyatakan bahwa khalayak sangat penting bagi efektivitas seorang pembicara (West, 2008, h. 7).

Media YouTube ada kekurangan dan kelebihan, ada gerakan radikalisme yang terjadi dan ada juga anti-radikalisme. Semua yang baik dan buruk ada di YouTube dan dapat mempengaruhi semua khalayak yang menonton atau meggunakan YouTube. Pada dasarnya semua orang mempunyai tanggapan dan cara berpikir yang berbeda-beda pada apa yang dilihat dan didengar. Radikalisme yang terjadi sekarang sudah menyebar di media sosial, salah satunya YouTube.

Radikalisme adalah suatu perubahan drastis yang dilakukan oleh masyarakat dari budaya, agama, politik dan ekonomi. Radikalisme ini muncul karena adanya yang mempengaruhi agar berbuat sesuatu hal yang negatif. Secara termenologi, radikalisme agama berarti, prilaku keagamaan yang menyalahi syariat, yang mengambil karakter keras sekali antara dua pihak yang bertingkai, yang bertujuan merealisasikan target-target tertentu, atau bertujuan merubah situasi sosial tertentu dengan cara yang menyalahi aturan agama (Ramadhan, 2011). Banyak radikalisme yang terjadi adalah radikalisme mengenai agama dan politik. Yang dikhawatirkan dalam video di YouTube adalah anak dibawah umur yang masih perlu bimbingan orangtuanya, karena anak-anak mudah terpengaruh.

Dalam suatu blog Badan Nasional Penanggulang Terorisme (2015), Pola pengajaran yang menekankan pada penghayatan ajaran agama melalui pengalaman

(4)

4 nyata selama tinggal di pesantren telah menempa para santri untuk dapat memberikan yang terbaik bagi agama dan negeri. Dalam perkembangannya, pesantren nyatanya tidak hanya berkutat pada urusan mendidik para santri, karena lembaga ini telah pula memberi andil dalam segala upaya terkait pencegahan dan penanggulangan merebaknya tafsir-tafsir sempit atas ajaran agama yang mengajak pada kekerasan dan permusuhan, termasuk radikalisme dan terorisme. Pesantren salah satu sasaran yang retan dalam penyebaran pengaruh teroris dan radikalisme, maka dari itu pesantren sangat ketat dalam peraturan yang ada dalam setiap pesantren. Pesantren juga berisi dengan anak-anak yang berusia masih muda dan masih butuh bimbingan seperti pengajar di dalam pesantren.

Media-media menggunakan YouTube untuk memberitakan suatu khasus atau fenomena. Semua khalayak bisa menyaksikan memberitaan yang terjadi di YouTube.

Fenomena yang sekarang sering dibahas dalam pemberitaan salah satunya tentang radikalisme terhadap ISIS.

Radikalisme yang terjadi sekarang ini adalah masalah tetang ISIS yang semakin mendunia. ISIS adalah Islamic State of Iraq and Syria, berasal dari Irak dan awali oleh Abu Ayyub al-Masri. Kelompok teroris ini muncul sejak tahun 2014. ISIS dikenal kurang baik oleh masyarakat, karena mereka mengajarkan tentang kekerasan.

Kelompok teroris ini muncul sejak tahun 2014, maka dari itu, muslim lainnya beranggapan ISIS tersebut adalah ajaran sesat. Mengapa dibilang ajaran sesat, karena peneliti menemukan video di YouTube yang diunggah oleh akun pribadi, Iman D

(5)

5 Nugroho dan diunggah pada tahun 2015. Video tersebut isinya tentang, mengajarkan kekerasan yang seharusnya tidak dilakukan dan tidak diajarakan diagama muslim, dan mengajarkan anak kecil untuk perang dan membunuh seseorang dengan senjata api. Seharusnya anak kecil yang dibimbing dengan baik, tidak boleh diajarkan kekerasan dan ajaran tidak baik lainnya. Anak yang masih perlu bimbingan ini seharusnya masih bermain dan bersenang-senang dengan teman sebayanya, bukannya diajarkan untuk menggunakan senjata api dan ikut perang yang seharusnya tidak diajarakan atau dilakukan oleh anak dibawah umur.

Pemberitaan dari beberapa media pun menginformasikan ISIS adalah aliran sesat karena mereka melakukan jihad dan melakukan kekerasan, seperti membunuh seseorang yang menurut mereka itu musuhnya. Membunuh menurut mereka tidakan yang benar, dibilang benar karena ia membunuh seseorang yang tidak mau mengikuti agamanya. Tindakan yang dilaukan ISIS membuat pikiran dan pandangan masyarakat kaum non-muslim, muslim itu agama yang memaksakan kehendak dengan tindakannya yang membunuh itu dinilai sebagi teroris. Padahal sesungguhnya agama yang dijalankan tidak mengajarkan melakukan kekerasan dan tidak memaksa kehendak seseorang untuk memasuk agama Isalm. Semenjak radikalisme ISIS masuk Indonesia, agama Islam menjadi jelek dimata masyarakat karena ia mengajarkan yang salah yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam sesungguhnya. Pernyataan ini diucapkan oleh seorang anak pesatern Jam’iyyah Islamiyyah, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

(6)

6 Pon-pes Jam’iyyah Islamiyyah adalah salah satu pesantren yang berada di daerah Banten, tepatnya di jalan Pesantren RT.03/03, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten. Pesantren ini berdiri sejak tahun 1973, dipirikan oleh KH. Amin Sarbini, dan sekarang dikepalai oleh Haji Husnul dan Ustad Salim.

Pemberitaan pada media Metro Realitas dan Telusur TV One yang memberitakan ISIS datang dan mempengaruhi masyarakat muslim di Indonesia.

Bagaimana khayalak memaknainya dalam pemberitaan tersebut? Dengan ajaran ISIS ini dan pemberitaan media di YouTube sangat mempengaruhi bagi penggunanya dan banyak yang memaknainya berbeda-beda. Pemaknaan yang didapat oleh setiap orang memang berbeda-beda tentang pemberitaan ISIS tersebut, baik yang beragama muslim sekali pun, bahkan dalam satu pesantri pun bisa berbeda-beda pemaknaan tersebut.

Telusur TV One, mempunyai judul berita ‘Bayangan ISIS di Indoensia’. Isi berita tersebut, menjelaskan kedatangan radikal ISIS yang datang ke Indonesia sudah semakin merajarela. Dimana beberapa orang Indonesia mengikuti ISIS tersebut, ada yang tertanggap ada yang sudah menghilang dari tempat tinggalnya. Di Telusur TV One, hanya memberitakan beberapa orang yang sudah diduga mengikuti radikalisme ISIS tidak begitu menjelaskan tentang ISISnya tersebut.

Sedangkan, Metro Realitas dengan judul berita ‘Perkembangan ISIS’. Berita ini menjelaskan bagaimana ISIS bisa masuk ke Indoensia sampai menjelaskan radikal

(7)

7 yang dilakukan oleh ISIS di Arab dan di Indonesia. Menjelaskan tentang ajaran Islam sesungguhnya seperti apa, dan menentang ISIS kalau ajarannya sesat dan Islam tidak mengajarkan kekerasan dan paksaan dalam sesamanya.

Pesantri yang berada di Pon-pes Jam’iyyah Islamiyyah akan memaknai pemberitaan pemberitaan tentang radikalisme ISIS di media YouTube. Bagaimana menurut mereka berita yang disampaikan oleh kedua media tersebut, Metro Realitas dan Telusur TV One.

1.2 Perumusan Masalah

 Bagaimana Pemaknaan khalayak siswa/i pesantren pada pemberitaan isu Radikalisme ISIS Telusur TV One di YouTube?

 Bagaimana Pemaknaan khalayak siswa/i pesantren pada pemberitaan isu Radikalisme ISIS Metro Realita di YouTube?

 Bagaimana pemaknaan khalayak siswa/i pesantren pada pemberitaan isu Radikalisme ISIS yang sudah menonton tayangan di media Youtube?

1.3 Tujuan Penelitian

 Untuk mengetahui bagaimana pemaknaan khalayak siswa/i pesantren pada pemberitaan isu Radikalisme ISIS Telusur TV One di YouTube

(8)

8

 Untuk mengetahui bagaimana pemaknaan khalayak siswa/i pesantren pada pemberitaan isu Radikalisme ISIS Metro Realitas di YouTube

 Untuk mengetahui bagaimana pemaknaan khalayak khususnya siswa/i

pesantren pada pemeritaan isu Radikalisme ISIS yang sudah menonton tayangan di media Youtube

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Akademis

Hasil penelitian ini dapat mengetahui teori tentang gerakan radikalisme dikehidupan media baru terutama di media sosial, salah satunya adalah YouTube. Hasil penelitian ini juga tahu teori tentang agama Islam yang benar dan tidak menyimpang seperti yang dilakukan anggota ISIS.

1.4.2 Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman praktis bagaimana khalayak memberikan pendapat tentang pesan berupa video yang ada di YouTube, terutama gerakan radikalisme ISIS di Indonesia yang diberitakan oleh media Telusur TV One dan Metro Realitas. Khalayak juga dapat memberikan pendapat tentang Radikalisme yang dilakukan ISIS dan tentang agama Islam seperti apa.

Referensi

Dokumen terkait

Status ini berkaitan dengan kelas sosial seseorang seperti anak seorang Sikh yang lahir di keluarga dengan marga yang berada di golongan “Jatt” maka akan mendapatkan status

Youtube sebagai media beriklan rancangan iklan layanan masyarakat Anti Bullying ini. Dipilih karena dengan menggunakan media youtube, maka akan memudahkan khalayak

Hasil dari penelitian ini adalah mengungkapkan tentang Media Dakwah, Media Dakwah Youtube, Dakwah Persuasi Video Youtube pada Khalayak, Media Sosial dan Konsep Diri Mahasiswa

Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai peran pemerintah dalam menentukan upah yang diterima pekerja pada sektor

Adanya potensi buah yang ada pada saat kegiatan identifikasi pohon induk merupakan aset yang sangat berharga bagi program pemuliaan dan konservasi SDG tanaman

informasi tidak hanya dari televisi namun juga media internet khususnya media sosial seperti youtube yang menampilkan secara audio dan visual sehingga apa yang

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 133 ayat (3) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah

Sesuai dengan teori rekresi, permainan scramble dapat berfungsi sebagai kegiatan refresing.Anak-anak tidak dipaksa untuk belajar seperti mendengarkan guru atau membaca buku,