• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. permasalahan kesehatan terutama beban ganda masalah gizi (double burden

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. permasalahan kesehatan terutama beban ganda masalah gizi (double burden"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki permasalahan kesehatan terutama beban ganda masalah gizi (double burden of malnutrition) yaitu kekurangan gizi dan kelebihan gizi (Atmarita, 2004).

Kelebihan gizi terdiri dari overweight (indeks massa tubuh ≥25 kg/m2) dan obesitas (indeks massa tubuh ≥30 kg/m2). Obesitas terjadi karena asupan energi lebih tinggi daripada energi yang dikeluarkan (Kemenkes, 2012).

Menurut World Health Organization (2015), pada tahun 2014 orang dewasa di seluruh dunia yang mengalami overweight yaitu 39% dan obesitas sebesar 13%. Prevalensi paling tinggi terjadi di Amerika sebanyak 69%

overweight dan 27% obesitas. Sedangkan prevalensi terendah terjadi di Asia Tenggara dengan persentase 22% overweight dan 5% obesitas. Di Indonesia sendiri telah terjadi peningkatan obesitas dari 7,8% pada tahun 2010 menjadi 19,7% pada tahun 2013 (Riskesdas, 2013). Menurut Center for Disease Control (CDC), pada tahun 2020 akan terjadi peningkatan obesitas secara global sebesar 70%. Meningkatnya obesitas yang terjadi saat ini berhubungan langsung dengan berbagai penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus tipe 2, kanker, dan penyakit muskoloskeletal seperti osteoarthritis. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa obesitas telah menjadi masalah besar dan memerlukan penanganan secara serius.

(2)

2

Orang yang mengalami obesitas biasanya memiliki permasalahan mengenai psikologis seperti body image sehingga menimbulkan perasaan tidak puas akan dirinya dan kepercayaan diri yang rendah. Oleh karena itu, kegiatan menurunkan berat badan yang sering dilakukan yaitu mengurangi asupan makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Dengan membatasi asupan makan menyebabkan menurunnya ketersediaan energi sehingga terjadi penurunan berat badan (Victoriana, 2012).

Membatasi asupan makan atau mengonsumsi makanan rendah kalori dapat dilakukan melalui konsultasi/konseling. Konseling dengan para ahli termasuk ahli gizi merupakan salah satu cara untuk keberhasilan diet dalam menurunkan berat badan. Dengan adanya konseling, pengetahuan individu akan meningkat dan juga individu akan merasa ada seseorang yang memperhatikan kondisi kesehatan mereka sehingga dapat lebih termotivasi untuk mengubah gaya hidup, pola makan, kebiasaan makan tinggi energi, tinggi lemak jenuh, dan rendah serat. Namun, untuk keberhasilan konseling juga dipengaruhi oleh faktor internal (pengetahuan, sikap, dan persepsi) dan faktor eksternal (lingkungan, sosial ekonomi, sosial budaya) (Pusthika, 2011;

Rosita et al, 2012).

Strategi lainnya untuk menurunkan berat badan yaitu meningkatkan latihan fisik karena latihan fisik mampu memecah cadangan lemak dari simpanan jaringan adiposis menjadi energi (Widiyanto, 2005). Pada saat tubuh melakukan latihan fisik berupa latihan aerobik, energi yang digunakan pada awal latihan fisik yaitu glikogen di otot (Hernawati, 2007). Kemudian setelah beberapa menit, cadangan glikogen otot berkurang dan tubuh akan memanfaatkan energi yang berasal dari glukosa darah dan asam lemak

(3)

3

bebas. Semakin tinggi intensitas dan lamanya latihan, cadangan glikogen hepar akan digunakan sebagai energi dan selanjutnya asam lemak bebas hasil lipolisis jaringan lemak. Proses lipolisis merupakan terpecahnya trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol (Munawwarah, 2011). Gliserol akan dipecah lagi menjadi glukosa dan asam piruvat. Kemudian asam lemak akan dipecah melalui proses β-oksidasi. Dengan begitu akan terjadi peningkatan penggunaan simpanan lemak yang menyebabkan penurunan berat badan (Sugiharto, 2011). Selain melalui latihan aerobik, dapat juga dengan latihan beban. Kombinasi latihan aerobik dan beban sangat efektif dan variatif sehingga dapat menghilangkan kebosanan – kebosanan yang muncul.

Kombinasi ini juga dapat memberikan hasil yang lebih maksimal seperti untuk mencapai penampilan fisik yang optimal, penurunan berat badan. Menurut Widiyanto (2005), latihan fisik akan menghasilkan perubahan-perubahan pada aspek jasmani, yang dapat diketahui dari indikator pengukuran komposisi tubuh yang diukur dari persentase lemak tubuh dan berat badan.

Latihan fisik dapat menurunkan berat badan dikarenakan mampu memecah lemak dalam tubuh sehingga berat badan dapat turun diikuti dengan penurunan persen lemak tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika oleh Donelly et al (1991), terdapat penurunan persen lemak tubuh pada 69 perempuan obesitas yang menjalani diet very low calori diet (<800 kkal) dan kombinasi endurance exercise dan weight training selama 90 hari dari 46,5% menjadi 36,4%. Penelitian di Patiala oleh A, Lehri (2006) terdapat perbedaan penurunan berat badan pada 4 kelompok yaitu kontrol, aerobik, kekuatan, kombinasi aerobik dan kekuatan. Kelompok yang diberikan intervensi kombinasi aerobik dan kekuatan, terjadi penurunan berat

(4)

4

badan yaitu 2,1 kg dan perubahan persen lemak tubuh 0,63%. Ditambahkan oleh Belay et al (2013) yang melakukan penelitian pada 30 perempuan obesitas di Ethiopia, kombinasi antara aerobik dan latihan beban selama 12 minggu mampu menurunkan berat badan sebesar 5,32 kg dan penurunan lemak tubuh sebesar 4,3%.

Penelitian ini akan mengetahui peran latihan fisik dan konseling low calorie diet terhadap perubahan berat badan dan persen lemak tubuh pada individu overweight. Aktivitas fisik mampu menurunkan berat badan lebih besar 20% – 25% dibandingkan dengan pembatasan kalori saja, dan aktivitas fisik sangat berperan penting dalam penurunan berat badan, pemeliharaan berat badan, mencegah kenaikan berat badan kembali, dan dapat meningkatkan kebugaran jasmani termasuk sistem kardiorespirasi (Jakicic et al., 2013; Donelly, 2009; Adiwinanto, 2008). Masih terbatasnya penelitian dengan metode kombinasi latihan fisik berupa senam aerobik dan latihan beban untuk menurunkan berat badan membuat peneliti tertarik untuk mengetahui peran latihan fisik aerobik dan latihan beban terhadap perubahan berat badan dan persen lemak tubuh pada individu dewasa overweight dan obesitas yang menjalani konseling low calorie diet.

B. Rumusan Masalah

Apakah latihan fisik dapat memberikan perbedaan perubahan berat badan dan persen lemak tubuh pada individu overweight dan obesitas yang menjalani konseling low calorie diet?

(5)

5 C. Tujuan Penelitian

Tujuan Utama

1. Mengetahui pengaruh dari pemberian latihan fisik terhadap perubahan berat badan dan persen lemak tubuh pada individu overweight dan obesitas yang menjalani konseling low calorie diet.

Tujuan Khusus

1. Mengetahui perubahan berat badan pada individu overweight dan obesitas yang menjalani konseling low calorie diet dan tambahan latihan fisik.

2. Mengetahui perbedaan perubahan berat badan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi.

3. Mengetahui perubahan persen lemak tubuh pada individu overweight dan obesitas yang memjalani konseling low calorie diet dan tambahan latihan fisik.

4. Mengetahui perbedaan perubahan persen lemak tubuh antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini dapat menambah khasanah ilmu tentang gizi dan kesehatan mengenai metode untuk menurunkan dan menjaga berat badan. Selain itu, dapat menyumbangkan informasi untuk penelitian berikutnya.

(6)

6 2. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam pemilihan metode untuk menurunkan berat badan bagi individu yang overweight dan obesitas.

E. Keaslian Penelitian

1. Penelitian Nemet et al. 2005 yang berjudul “Short- and Long-Term Beneficial Effects of a Combined Dietary–Behavioral–Physical Activity Intervention for the Treatment of Childhood Obesity”

Jenis penelitian : Randomized prospective

Ringkasan penelitian : Kelompok kontrol yang terdiri dari 22 orang obesitas melakukan aktivitas fisik bebas tiga kali per minggu dan kelompok intervensi sebanyak 24 orang. Intervensi yang diberikan berupa pengarahan pada anak yang obesitas, pengarahan nutrisi secara umum, pengobatan gizi pada anak obesitas, dan exercise yang dilakukan selama 3 bulan. Intervensi makanan dilakukan melalui konseling gizi. Aktivitas fisik yang diberikan berupa program training sebanyak dua kali perminggu dengan waktu satu jam per sesi.

Asesmen gizi dilakukan dengan food record selama dua hari dan food recall 24 hours yang dilakukan pada awal, setelah intervensi (3 bulan), dan satu tahun kemudian.

Kesimpulan : Kelompok intervensi dapat menurunkan IMT – 1,7 kg/m2 dibandingkan dengan kelompok kontrol yaitu – 0,2 kg/m2.

Perbedaan : Intervensi aktivitas yang akan diberikan pada penelitian yaitu latihan fisik tiga kali per minggu, sedangkan pada penelitian ini

(7)

7

dua kali per minggu dengan waktu masing – masing satu jam. Subyek penelitian ini adalah anak-anak sedangkan pada penelitian yang akan dilakukan yaitu dewasa.

2. Penelitian A, Lehri and R, Mokha 2006 yang berjudul “Effectiveness of Aerobic and Strength Training in Causing Weight Loss and Favourable Body Composition in Females”

Jenis penelitian : Eksperimental

Ringkasan penelitian : Penelitian ini terdiri dari 4 kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok aerobik, kelompok latihan kekuatan (strength), dan kombinasi aerobik dan kekuatan. Masing – masing dilakukan oleh 30 perempuan obesitas selama 6 minggu dengan latihan 5 kali tiap minggu.

Kesimpulan : Kelompok kombinasi aerobik dan kekuatan dapat menurunkan berat badan sebesar 2,10 kg sedangkan dengan aerobik 2,32 kg. Akan tetapi kombinasi aerobik dan latihan beban mampu mempertahankan berat badan lebih bagus daripada aerobik.

Perbedaan : Perbedaan intervensi penelitian ini ada 4 kelompok sedangkan penelitian yang dilakukan yaitu 2 kelompok. Waktu intervensi penelitian ini 6 minggu sedangkan penelitian yang dilakukan yaitu 8 minggu.

3. Penelitian Belay et al (2013) yang berjudul “The Effects of Combined Aerobic and Resistance Exercise Training on Obese Adults, Northwest Ethiopia”

Jenis penelitian : Eksperimental tanpa kelompok kontrol

(8)

8

Ringkasan penelitian : Dilakukan kombinasi antara latihan senam aerobik dengan latihan beban pada 30 perempuan obesitas. Penelitian dilakukan selama 12 minggu. Pengukuran dilakukan pada awal dan akhir penelitian.

Kesimpulan: Setelah kombinasi latihan aerobik dan latihan beban selama 12 minggu, terdapat penurunan berat badan sebesar 6,1 %, persen lemak tubuh 11 %, dan indeks massa tubuh 6,3 %

Perbedaan : Pada penelitian hanya menggunakan kombinasi latihan fisik sedangkan penelitian yang dilakukan yaitu disertai konseling low calorie diet. Penelitian ini dilakukan selama 12 minggu sedangkan penelitian yang dilakukan selama 8 minggu.

Referensi

Dokumen terkait

Packet Loss / Error : ukuran error rate dari transmisi packet data yang diukur dalam persen.  Packet hilang (bit loss) yang biasanya dikarenakan buffer

Tujuan lainnya adalah untuk memberikan kontribusi studi empiris dalam riset akuntansi yang berkaitan dengan pengujian pengaruh informasi keuangan terhadap harga

Kondisi pasca intervensi diberikan atau baseline - 2 yang menjadi fase penyeimbang (control) dilakukan dengan maksud agar mengetahui besarnya pengaruh intervensi (B)

3HQHOLWLDQ LQL EHUMXGXO ³$ nalisis Penggunaan Metode Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman: Studi Kualitatif Siswa Tunarungu SD Kelas V di SLB

karya yang sangat ekspresif dan lebih bergairah dari pada

real time , dan memperkuat posisi di ranah internasional.. Program ini dilakukan untuk menunjang ilmu pengetahuan tentang Bumi. Terdapat 6 kartu pos yang bergambar

comping dalam jazz , serta penerapannya ke dalam permainan lagu. Mengingat karena masih banyak para praktisi jazz , khusunya bagi pemula yang belum paham bagaimana cara