BAB 1V KONSEP DESAIN
Penelusuran Masalah Analisa Objek desain
Komik Majapahit berhenti cetak pada akhir tahun 1990
Berbanding lurus dengan invasi manga ke Indonesia
Komik Indonesia semakin banyak mengadaptasi gaya gambar manga
Penjualan manga mendominasi kategori buku hiburan di berbagai toko buku
Konten sejarah, banyak digunakan dalam media novel grafis
Novel grafis yang mengangkat konten sejarah, banyak menerima
penghargaan atas sumbangsihnya tersebut, diantaranya adalah eksisting yang dipakai, yakni The White Lama, karya Alexandro Jodorowsky dan George Best.
BAB IV KONSEP DESAIN
BAB 1V KONSEP DESAIN
Format Novel Grafis
Novel Grafis berbasis cerita sejarah, dengan studi eksisting, seperti 300, The White Lama, dan komik Imperium Majapahit, menggunakan gaya gambar semirealis seperti Komik Imperium Majapahit, dan The White Lama. Adapun penggunaan warna diadaptasi dari novel grafis The White Lama
BAB IV KONSEP DESAIN
BAB 1V KONSEP DESAIN
Target Audiens atau Segmentasi
a. Segmentasi Geografis
Kota-kota yang berada di Jawa Timur, khususnya Surabaya.
Alasan : Secara langsung berdasarkan letak geografis proses pembuatan dan keterkaitan dengan tugas mata kuliah, letak geografis audiens yang akan dituju adalah para responden dewasa awal di Kota Surabaya, tentunya daerah perkotaan, karena kemungkinan besar media novel grafis ini akan diaplikasikan atau diterbitkan di Toko Buku sepertu Gramedia atau Gunung Agung, melalui penerbit yang
nantinya akan direkomendasikan oleh Pihak Gramedia sendiri. Melihat kesuksesan R.A Kosasih di masa lampau yang mampu berjaya di tingkat nasional, tentunya dengan konten yang ada jika dengan pengemasan yang tepat novel Grafis ini diharapkan mampu memuaskan dan menarik minat para pembacanya.
BAB IV KONSEP DESAIN
BAB 1V KONSEP DESAIN
Dewasa awal usia 21-35 tahun (Mahasiswa desain, karyawan,)
Alasan : Karena pada usia ini adalah usia dimana adalah usia dengan karakteristik ingin menambah pengetahuan mereka di tingkat yang lebih tinggi, karena itu mereka mulai menyukai bacaan, film, dan novel yang lebih membutuhkan pemikiran lebih.
Pendidikan minimal SMU
Alasan : Karena biasanya dengan pendidikan yang seperti itu mereka telah banyak membangun jaringan pertemanan yang luas, sehingga walaupun pendidikannya hanya sebatas SMU, mereka tetap memiliki pengetahuan yang luas,
Penikmat hiburan
Alasan : Mereka umumnya membutuhkan selingan di antara rutinitas sehari hari, menurut kuesioner, aktivitas mereka banyak dihabiskan dengan membaca dan menonton, apalagi minat mereka terhadap bacaan begitu besar, sehingga dapat disimpulkan membaca adalah salah satu unsur hiburan dalam aktivitasnya.
BAB IV KONSEP DESAIN
BAB 1V KONSEP DESAIN
Penghasilan Rp 1.500.000 – Rp 3.500.000
Alasan : Khusus untuk Mahasiswa desain, mereka mempunyai pengeluaran yang lebih besar dengan berbagai kebutuhan. Khususnya yang berhubungan dengan aktivitas mereka, mereka sebagian memiliki minat yang mendalam dengan media sequential art (komik dan novel grafis) sebagian besar dari mereka mengoleksi dalam jilid lengkap komik dan novel grafis, dan itu berpengaruh terhadap
aktivitasnya berupa menggambar karakter-karakter yang serupa dengan komik dan novel grafis yang mereka koleksi
BAB IV KONSEP DESAIN
BAB 1V KONSEP DESAIN
Demografis
Laki-laki dan perempuan berusia 21-35 tahun di tempat
Dampak media terhadap lngkungan dan orang-orang sekitar
Usia diatas sangat tepat menjadi target segmen sebuah novel grafis, karena rentang usia tersebut memang mulai berminat terhadap cerita yang tergolong berat dan
membutuhkan pemikiran lebih. Usia tersebut membutuhkan sebuah media baru yang dapat menyampaikan pesan melalui media visual, tetapi berkonten berat. Mereka umumnya sudah cukup bosan dengan melihat tulisan atau teks, tetapi mereka membutuhkan bacaan yang lebih berat dari sebuah komik biasa.
BAB IV KONSEP DESAIN
BAB 1V KONSEP DESAIN
Psikografis
Modern Lifestyle
Aktif
Fanatik terhadap sesuatu hal
Cukup peduli dengan budaya
Konsumtif
Rata-rata memiliki sosialisasi yang tinggi
Rasa ingin tahu yang tinggi
Mengikuti tren
Penikmat hiburan
Mempunyai perhatian terhadap seni
Menyukai film dan buku dengan alur cerita yang berbobot.
BAB IV KONSEP DESAIN
BAB 1V KONSEP DESAIN
Karakteristik Audien
Penikmat Hiburan
Membutuhkan rehat di tengah kesibukan mereka sehari-hari
Senang mencari informasi, sesuatu yang baru, untuk menghilangkan rasa bosan
Rata-rata memiliki sosialisasi yang cukup tinggi
Peka terhadap teknologi, minimal memiliki gadget tertentu. seperti smartphone.
Internet digunakan sebagai media bersosialisasi melalui jejaring sosial
Golongan ini suka menonton TV membaca novel dan komik
Mendengarkan musik, mengamati iklan, selalu menginginkan sebuah informasi baru (Up-date).
Bagi mereka membaca adalah cara efektif untuk menghabiskan waktu. Novel dan Komik menjadi yang terdepan.
Mayoritas menyukai komik Jepang
Dalam membaca komik, pembaca lebih mengutamakan isi cerita daripada produk komik itu sendiri.
BAB IV KONSEP DESAIN
BAB 1V KONSEP DESAIN
Informasi yang dicari audien ketika membeli novell grafis, ketika novel grafis itu dinilai menarik yang dinilai pertama kali adalah konten ceritanya.
Konten cerita menjadi faktor paling penting dalam novel grafis, menurut audien
Sejarah menjadi genre pilihan novel grafis audiens
Film layar lebar menjadi jenis acara yang banyak ditonton audien, dan mayoritas memilih genre drama dan action
Mereka jarang menonton televisi di rumah, media yang sering digunakan untuk menonton adalah DVD dan layar bioskop.
Film layar lebar menjadi jenis acara yang banyak ditonton audien di rumah, dan mayoritas memilih genre drama dan action.
Dalam menikmati sebuah cerita tertentu, audiens tidak terpaku hanya dalam satu media saja (biasanya berkesinambungan).
Tertarik dengan sejarah, budaya, dan seni.
BAB IV KONSEP DESAIN
KONSEP KEYWORD
BAB IV KONSEP DESAIN
Makna Harafiah atau makna denotasi
Beautifully dalam kamus bahasa Inggris terjemahan Indonesia adalah, indah, cantik, elok, enak dilihat, Novel Grafis berlatar Majapahit dengan sentuhan visual yang enak dilihat dapat meredam konten berat sejarah yang disajikan
Detail dalam kamus bahasa Inggris terjemahan Indonesia adalah, terperinci, hingga bagian kecil,
Gaya gambar semirealis yang dipilih oleh audien, serta adaptasi referensi eksisting dari Novel grafis The White Lama, 300, dan komik Imperium Majapahit, membuat faktor detail sangat penting disini, mengingat media ini adalah novel grafis, bertujuan untuk memberi informasi terhadap
pembacanya. Adapun faktor kedetailan sendiri memberi differensiasi antara komik dan novel grafis dari segi konten.
Artwork dalam kamus bahasa inggris terjemahan Indonesia adalah karya.
KONSEP KEYWORD KONSEP DESAIN
Makna konotasi
Makna konotasi dari Beautifully Detail Artwork, merupakan
penyederhanaan dari kata Cinematic, agar tidak terlalu umum dan rancu, karena kata cinematic mempunyai arti yang luas, sehingga penulis tidak menyanggupi ketika nantinya diaplikasikan dalam media. Adapun media sequential art adalah media statis yang jauh berbeda dengan media non statis seperti film, tetapi bukan berarti aspek-aspek dalam film tidak dapat dilakukan dalam media statis. Karena ketika melihat sebuah film, kita
melihat visual hidup melalui gambar bergerak. Artian gambar hidup ini, dapat diterjemahkan melalui kedetailan sebuah gambar pada media statis.
Seperti novel grafis.
KONSEP KEYWORD KONSEP DESAIN
Aplikasi Keyword dalam Perancangan
Scheme Color : Traditional, Powerfull,
KONSEP KEYWORD KONSEP DESAIN
Comic technique : Subjective move effect, Strong environment, Silent panel, Realistic expressive character.
KONSEP DESAIN
Character : Strong character, Experesif emotional effect.
KONSEP DESAIN
Konsep Visual
Adapun yang ditampilkan adalah halaman-halaman dengan proses rendering yang berbeda, mulai pemberian warna hitam-putih, halaman full colour , konsep tiap panelnya mencoba untuk mengambil sudut pandang yang bervariasi, tiap panel dibuat sederhana, mungkin agar cerita yang akan disampaikan lebih mengena dan detail. Proses dan teknik coloring, mulai dari halaman sketching, penciling akan discan dan diwarna secara digital.
Tone warna yang dihadirkan adalah tone warna tradisional dan powerfull, sesuai tone peradaban mereka pada masa lampau,
KONSEP DESAIN
Proses Desain
Gaya Gambar semi realis yang diinginkan Audien
Gy Gambar 1 Gy Gambar 2 Gy Gambar 3 Gy Gambar 4 Gy Gambar 5
23 27 13 20 17
KONSEP DESAIN
Sketsa awal para karakter utama
KONSEP DESAIN
Sketsa awal para karakter utama
KONSEP DESAIN
Sketsa awal para karakter dalam panel
KONSEP DESAIN
Proses Desain, Sketching hingga finishing
Sketsa Thumbnail karakter Arya Wiraraja
KONSEP DESAIN
Proses Desain, Sketching hingga finishing II
KONSEP DESAIN
Karakter (Thumbnail)
KONSEP DESAIN
Karakter (Rough Desain)
KONSEP DESAIN
Karakter (Final Desain)
KONSEP DESAIN
tt
Enviroment
KONSEP DESAIN
tt
Enviroment
KONSEP DESAIN
tt
Enviroment
KONSEP DESAIN
tt
Penerapan Factbase busana pada karakter
KONSEP DESAIN
tt
Adaptasi eksisting komik Imperium Majapahit pada busana karakter