3. PERANCANGAN BANGUNAN
3.1 Metode Perancangan
Skema kerangka berpikir yang digunakan dalam perancangan proyek adalah sebagai berikut:
3.2 Masalah Perancangan
Permasalahan umum yang terutama terjadi dalam proyek ini adalah masalah kebersihan sampah. Selain itu juga terdapat permasalahan penataan sirkulasi, yang meliputi parkir kendaraan, bongkar muat barang, dan pengguna bangunan.
Permasalahan utama yang menjadi permasalahan khusus perancangan pada pasar buah lokal ini adalah bagaimana merancang sebuah pasar tradisional di Batu dengan suasana/atmosfer yang baru, yang berbeda dari pasar tradisional yang telah ada, yang bersih, menarik, dan nyaman sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk berbelanja ke pasar, sekaligus menjadi ikon pariwisata baru bagi kawasan kota Batu.
3.3 Pendekatan Perancangan
Untuk membuat sebuah desain yang tepat sasaran dan bermakna, maka diperlukan sebuah pengerucutan pola pikiran menuju hal yang lebih spesifik dan tepat guna. Oleh karena itu diperlukan sebuah pendekatan perancangan dalam proses desain, sehingga desain yang terjadi akan menjadi jawaban yang pas akan kebutuhan yang ada. Hal ini juga berlaku untuk proyek Pasar Buah Lokal di Batu.
Metode pendekatan perancangan yang dipakai dalam proyek ini adalah dengan pendekatan sirkulasi, dimana hal ini dipilih karena dirasa tepat untuk diterapkan dalam desain perancangan dimana pasar sebagai sebuah fasilitas dengan berbagai macam aktivitas pengguna yang ada di dalamnya sehingga memerlukan pengaturan sirkulasi yang lebih agar dapat menciptakan sebuah desain pasar yang nyaman dan dapat dirasakan oleh masing-masing pengguna di dalamnya. Oleh sebab itu, dalam perancangan pasar ini sangat diperlukan pengaturan sirkulasi di dalamnya. Hal ini dimaksudkan dengan adanya sirkulasi yang baik tentunya akan menjawab permasalahan desain dihadapi proyek pasar ini.
3.4 Konsep Perancangan
Konsep perancangan yang dipakai dalam desain pasar ini dengan pendekatan sistem sirkulasi yang ada dalam pasar sesuai dengan aktivitas pengguna. Pasar ini ingin menampilkan suatu pasar yang memakai sistem
tradisional dalam aktivitas jual-belinya namun berbeda dan unik dari pasar yang telah ada dengan menampikan suasana/atmosfer yang berbeda dari pasar tradisional yang telah ada saat ini serta dapat memberikan kenyamanan pada pengunjung dalam melakukan aktivitasnya sehingga pengunjung dapat tertarik untuk berbelanja ke pasar. Berikut adalah konsep yang akan dicapai dalam proyek pasar ini:
Gambar 3.2 Konsep Pasar
3.5 Program Aktivitas 3.5.1 Aktivitas Pasar
Pada pasar ini terdapat berbagai macam aktivitas pengguna yang berbeda- beda, yaitu bongkar muat, servis, pedagang, pengunjung, dan pengelola. Berbagai aktivitas ini terjadi dalam ruang yang berbeda dan membutuhkan fasilitas yang sesuai dengan aktivitasnya. Berikut adalah aktivitas yang terjadi pada jam operasional pasar.
Aktivitas Bongkar Muat
Aktivitas Servis
Aktivitas Pedagang
Aktivitas Pengunjung
Aktivitas Pengelola Pasar
Pasar ini beroperasi pada pk.04.00- pk 21.00 dan memiliki jam operasional servis, yaitu servis barang pada pk.04.00-pk.15.00 dan servis sampah pada pk.
06.00, pk.10.00, dan pk 17.00 untuk dalam servis pasar dan pk 12.00 dan pk.18.00
untuk servis luar pasar. Sehingga lebih teratur dan tidak mengganggu aktivitas pengunjung dalam pasar. Aktivitas servis menggunakan troli sebagai alat bantu dalam pendistribusian barang dan menggunakan troli sampah untuk servis sampah, sehingga pengerjaannya lebih cepat dan mudah.
3.5.2 Aktivitas Penunjang
Selain aktivitas jual-beli yang terdapat dalam pasar, terdapat pula aktivitas penunjang seperti cooking fruits untuk anak dimana anak-anak umur7-13 tahun dapat mengikuti kegiatan memasak makanan dengan bahan buah segar. Terdapat pula workshop dimana pengunjung dapat menikmati suguhan menarik terkait pengolahan buah-buahan dan kerajinan carving buah.
Gambar 3.3 Kegiatan cooking fruits
Gambar 3.4 Kegiatan carving buah
3.6 Program Ruang 1. Fasilitas Pasar
o Entrance hall
o Ruang Informasi dan sekuriti o Kios-kios buah segar
o Kios-kios buah kering
o Kios-kios makanan kering dan oleh-oleh o Kios souvenir
o Kios tanaman dan bibit o Ruang troli
o Kios buah organik
o Toilet, ruang panel dan janitor o ATM center
2. Fasilitas Exhibition (Zona pasar buah grosir) o Loket pembayaran
o Ruang troli
o Ruang display buah o Ruang pedagang
o Toilet, mushola, dan janitor o Gudang penyimpanan o Ruang pengawas o Ruang karyawan 3. Fasilitas Penunjang
o Foodcourt o Cafe o Dapur
o Toilet dan janitor 4. Fasilitas Workshop
o Ruang workshop
o Ruang cooking fruits anak o Ruang peralatan
o Pantry
o Ruang pengelola 5. Fasilitas Pengelola
o R. Manajer pasar o R. Staff operasional o R. Staff teknis o R. Staff administrasi
o R. Staff pemasaran o Resepsionist o R. Tunggu o R. Meeting o Pantry o R. Makan o Toilet o Gudang
6. Fasilitas Servis dan Mekanikal o R. PLN & trafo
o R. Genset o R. Pabx
o R. Panel utama o R. Tandon & pompa o R. Keamanan
o R. Pengolahan kompos o Gudang komoditi o R. Sortir & timbang o R. Troli
o Loker karyawan o R. Pengawas o Gudang pendingin o Toilet dan janitor 7. Fasilitas Rekreasi Outdoor
o Area permainan anak o Gazebo
o Taman Buah
8. Area parkir dan Loading Dock
3.7 Kebutuhan Ruangan & Luasan 1. Fasilitas Utama (Pasar)
a) Entrance Hall : ± 250m2 (NAD)
b) Pusat Informasi : ± 20m2 (NAD)
c) Security : ± 24m2 (NAD)
d) Kios Buah Segar : ± 420m2 (Sv)
e) Kios buah kering : ± 168m2 (SB)
f) Kios keranjang : ± 14m2 (SB)
g) Organic fruit market : ± 96m2 (A)
h) Kios tanaman&bibit : ± 168m2 (SB)
i) Kios makanan kering : ± 96m2 (Sv)
j) Kios souvenir : ± 40m2 (Sv)
k) Stand majalah : ± 24m2 (SB) l) Ruang troli : ± 24m2 (A)
m) Toilet : ± 41,1m2 (NAD)
n) Koperasi : ± 25m2 (A)
o) Mushola : ± 30m2 (NAD)
p) Mini market : ± 80m2 (A) q) ATM center : ± 10m2 (Sv)
r) Mini klinik : ± 25m2 (SB)
s) Ruang janitor : ± 8m2 (A)
t) Gudang : ± 12m2 (A)
u) Ruang panel : ± 18m2 (A)
v) Ruang pompa : ± 18m2 (A)
w) Ruang istirahat : ± 32m2 (A)
2. Fasilitas Exhibition (Zona pasar buah grosir)
a. R. Display buah : ± 80m2 (A)
b. R. Pedagang : ± 20m2 (Sv) c. R. Troli : ± 9m2 (SB) d. R. Pengawas : ± 12m2 (A) e. R. Penyimpanan : ± 20m2 (A) f. R. Karyawan : ± 24m2 (A) g. Mushola : ± 10m2 (NAD)
h. Toilet : ± 20,55m2 (NAD)
3. Fasilitas Kantor Pengelola
a. R. Resepsionist : ± 6m2 (NAD)
b. R. Pimpinan : ± 20m2 (NAD)
c. R. Sekretaris : ± 15m2 (NAD)
d. R. Staff operasional : ± 30m2 (NAD)
e. R. Kabag operasional : ± 12m2 (NAD)
f. R. Staff teknis : ± 30m2 (NAD)
g. R. Kabag teknis : ± 12m2 (NAD)
h. R. Staff administrasi : ± 30m2 (NAD)
i. R. Kabag administrasi : ± 12m2 (NAD)
j. R. Staff pemasaran : ± 30m2 (NAD)
k. R. Kabag pemasaran : ± 12m2 (NAD)
l. R. Tunggu : ± 37,5m2 (NAD)
m. R. Rapat : ± 35m2 (NAD)
n. Pantry : ± 10m2 (A)
o. R. Makan : ± 20m2 (NAD)
p. Gudang : ± 6m2 (A) q. Toilet : ± 8m2 (NAD)
4. Fasilitas Servis
a. Gudang : ± 48 m² (ASS)
b. R. Genset : ± 60 m² (NAD)
c. R. Pompa+tandon bawah : ± 24 m² (NAD)
d. R. Panel : ± 10 m² (NAD)
e. R. Trafo : ± 32 m² (NAD)
f. R. PLN : ± 10 m² (NAD)
g. R. PABX : ± 24 m² (NAD)
h. Loading dock : ± 121,9 m² (NAD)
i. R. Keamanan : ± 16 m² (SB)
j. Gudang pendingin : ± 24 m² (SB)
k. Gudang buah : ± 60 m² (SB)
l. R. Sortir&timbang : ± 121,9 m² (NAD)
m. R. Troli : ± 12 m² (A)
n. Loker karyawan : ± 30 m² (A)
o. Toilet : ± 20,55 m² (NAD)
p. Janitor : ± 6 m² (NAD)
q. R. Pengawas : ± 12 m² (A)
r. R. Pengolahan kompos : ± 48 m² (Sv)
5. Fasilitas Penunjang
a. Foodcourt : ± 474 m² (NHM)
b. Cafe : ± 120 m² (NAD)
c. Dapur : ± 60 m² (NAD)
d. Tempat bermain anak : ± 204,6 m² (TSS)
e. Gazebo : ± 16 m² (A)
6. Fasilitas Workshop
a. R. Workshop : ± 160 m² (NHM)
b. R. Cooking fruits : ± 125 m² (SB)
c. R. Peralatan : ± 12 m² (NAD)
d. R. Pengelola : ± 12 m² (TSS)
e. Pantry : ± 20,55 m² (NAD)
Total Luasan Ruangan untuk Proyek adalah:
No. Kebutuhan Ruang Total (m2)
1 Fasilitas Pasar Buah ±2370,34
2 Fasilitas Exhibition ±280,21
3 Fasilitas Kantor Pengelola ±423,15
4 Fasilitas Servis ±745,85
5 Fasilitas Penunjang ±1380,08
6 Fasilitas Workshop ±428,41
Total Luas Keseluruhan : ±5627,68
Jumlah total luasan keseluruhan : ± 5627,68 m²
Jumlah ditambah luas area parkir : ± 7422,68 m²
Keterangan:
NAD = Neufert Architect’s Data NMH = New Metric Handbook TSS = Time Saver Standard SB = Studi Banding Sv = Survei
3.8 Penerapan Konsep
3.8.1 Pengelompokan Ruangan dan Zona dalam Tapak
Ruangan dikelompokkan sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas/kegiatan yang dilakukan pengguna dan kebutuhan tiap-tiap fasilitas. Penzoningan disesuaikan dengan kebutuhan dan hubungan antar fasilitas sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Gambar 3.5 Skema Hubungan antar fasilitas dalam tapak
Gambar 3.6 Skema Pembagian Zoning dalam tapak
3.8.2 Bentukan Massa
Melalui konsep yang ingin dicapai dan pendekatan maka bentukan massa yang terjadi mengambil bentukan lengkung untuk membuat pasar yang berbeda dari pasar yang telah ada biasanya. Dengan bentukan lengkung ini sirkulasi dalam ruang yang terbentuk dinamis sehingga dapat membuat pengunjung berjalan-jalan sambil berbelanja, namun dapat tetap efisien untuk sirkulasi servis.
Gambar 3.7 Bentukan massa bangunan (site plan)
Gambar 3.8 Gambar Bird Eye View
Gambar 3.9 Sirkulasi di dalam site
3.8.3 Sistem Sirkulasi Kendaraan
Pola penataan sirkulasi kendaraan di dalam tapak dibagi berdasarkan jenis kendaraan dan pengguna, yaitu parkir untuk mobil pengunjung dan pedagang, mobil pengelola, sepeda motor karyawan dan staff, sepeda motor pengunjung, loading dock, serta parkir bus pengunjung. Akses masuk pengunjung pasar melalui jalan Sultan agung, sedangkan untuk pengelola, servis, karyawan dan staff masuk melalui jalan Abdul Gani.
Gambar 3.10 Sistem sirkulasi kendaraan
Berikut adalah skema sirkulasi servis sampah (cleaning service) di dalam bangunan dan di luar bangunan:
Gambar 3.11 Skema sirkulasi servis sampah di dalam bangunan
Gambar 3.12 Skema sirkulasi servis sampah di luar bangunan
Sampah diangkut oleh cleaning servis menggunakan troli sampah dan beroperasi pada jam operasional tertentu agar tidak mengganggu aktivitas pengunjung dalam pasar. Sampah dipisahkan antara sampah organik dan tidak organik, sampah organik akan dimanfaatkan sebagai kompos dengan menggunakan dekomposer.
Gambar 3.13 Gambar Bagan Sampah Pasar
Gambar 3.14 Gambar Troli barang dan troli sampah
3.8.4 Sistem Penghawaan
Penghawaan alami diterapkan pada seluruh massa bangunan mengingat lokasi tapak yang berada di kota Batu dengan udara yang sejuk dan tidak memerlukan penghawaan pasif dan pengguna dapat tetap nyaman melakukan aktivitasnya. Untuk massa utama atau entrance menggunakan penghawaan alami, yaitu setiap ruangan mempunyai ventilasi silang dan terbuka (tanpa dinding) agar tetap terasa sejuk.
Gambar 3.15 Gambar sketsa potongan pasar
Gambar 3.16 Fasilitas pasar dan foodcourt yang menggunakan pencahayaan alami
3.8.5 Sistem Belanja Pengunjung
Pengunjung yang berbelanja dalam pasar disediakan fasilitas berupa troli untuk mengangkut barang belanjaannya. Dengan adanya troli, pengunjung dapat menikmati berbelanja di pasar dengan nyaman. Berikut merupakan bagan sirkulasi pengunjung dalam pasar:
Gambar 3.17 Sistem belanja pengunjung dalam pasar
3.8.6 Penataan Ruang Luar
Gambar 3.18 Pola penataan ruang luar
Dalam desain ini banyak berhubungan dengan ruang luar, karena faktor lokasi yang menguntungkan untuk membuat ruang terbuka yang banyak. Selain fungsi bangunan utama sebagai pasar, pasar ini juga merupakan salah satu objek wisata belanja.
Ruang luar disediakan pada area bermain anak, tempat makan outdoor, dan taman yang terdapat di dalam tapak. Area yang terbuka untuk memasukkan angin untuk mengurangi panas bangunan pada pasar ini.
Entrance yang terbuka mengundang orang untuk datang dan membuat orang ketika datang langsung dapat merasakan suasana alam.
Gambar 3.19 Gambar Visualisasi Entrance yang terbuka
Gambar 3.20 Gambar Entrance Utama
Sirkulasi di dalam site yang tiap massa bangunan dihubungkan oleh taman sehingga pengunjung dapat bebas memilih ketika berada dalam site serta dapat merasakan suasana alamnya.
Gambar 3.21 Suasana taman
3.8.7 Ekspresi Bangunan
Ekspresi yang ingin ditampilkan adalah ekspresi pasar buah yang menarik dan terdapat kesan terbuka sehingga dapat menarik pengunjung.
Gambar 3.22 Perspektif Eksterior Pasar
3.8.8 Interior Pasar
Interior pasar didisain sesuai dengan kebutuhan studi ruang gerak pengguna, yaitu pedagang, pengunjung, dan servis.
o Kios Buah Segar
Gambar 3.23 Perspektif interior area kios buah segar
Gambar 3.25 Tampak Depan kios buah segar
Gambar 3.26 Potongan kios buah segar
Pada kios buah segar disediakan tempat sampah pada setiap kios untuk membuang sisa kulit buah yang diletakkan diantara jalan pengunjung dan kios.
Display dibuat bertingkat dan di bawah meja display dapat digunakan sebagai rak penyimpanan buah. Di depan kios disediakan saluran air yang diberi affur. Agar pedagang dapat saling berinteraksi, maka di antara kios diberi partisi dinding beton dengan tinggi 1 meter sebagai pemisah antar kios.
Gambar 3.27 Sketsa perspektif kios buah segar
o Kios Makanan Kering
Pada lantai dua bangunan pasar, pengunjung dapat berbelanja makanan kering dan oleh-oleh, souvenir, buah organik, dan mini market. Suasana alam kota Batu yang sejuk masih dapat dinikmati oleh pengunjung ketika berbelanja dan berjalan-jalan. Pengunjung juga dapat menikmati pemandangan alam kota Batu dari lantai dua.
Gambar 3.28 Perspektif interior area kios makanan kering
Gambar 3.29 Denah kios makanan kering
Gambar 3.30 Tampak depan kios makanan kering
Gambar 3.31 Tampak samping kios makanan kering
Gambar 3.32 Perspektif kios makanan kering
3.9 Pendalaman Perancangan
Pendalaman yang diambil adalah pendalaman karakter ruang. Pendalaman karakter ruang mengacu pada konsep yang ingin ditampilkan pada bangunan pasar ini. Dengan pendalaman karakter ruang, kesan alam akan dapat tercapai dari unsur-unsur pembentuk ruang dalam seperti dinding, lantai, dan atap dengan
penggunaan material yang natural seperti batu alam, keramik, batu paras dan bambu serta pemilihan warna yang natural yang berasal dari unsur alam.
Gambar 3.33 Penerapan Pendalaman
Gambar 3.34 Unsur pembentuk ruang pasar
Gambar 3.35 Material pengisi ruang dalam
3.10 Sistem Struktur dan Konstruksi
Sistem struktur kolom balok dengan balok beton dan kolom baja dan menggunakan penutup atap tegola. Tegola dipilih karena bahannya ringan dan sederhana sesuai dengan konsep yaitu pasar yang bernuansa alam dan nyaman.
Gambar 3.36 Isometri Sistem Struktur
3.11 Sistem Utilitas
Sistem utilitas di dalam bangunan ini adalah sistem utilitas air bersih, air kotor, kotoran, sampah dan listrik serta air hujan.
Gambar 3.37 Denah Sistem Utilitas
Gambar 3.38 Isometri Sistem Utilitas
Pendistribusian air bersih dalam proyek ini adalah dari : PDAM TANDON BAWAH POMPA DISTRIBUSI
Sistem utilitas listrik pada proyek ini adalah dari :
PLN TRAFO PANEL UTAMAPANEL PER MASSA
*Jika listrik PLN/PLN mati GENSET
A. SISTEM KOTORAN
TOILETSEPTICTANKRESAPANSALURAN KOTA B. SISTEM AIR KOTOR
TOILET SEPTICTANKSUMUR RESAPAN C.SISTEM PEMBUANGAN SAMPAH
- SAMPAH ORGANIK (KULIT BUAH) TEMPAT PENGOLAHAN KOMPOS (MENGGUNAKAN DEKOMPOSTER) PUPUK KOMPOS -SAMPAH ANORGANIK (PLASTIK, BOTOL) TEMPAT
PEMBUANGAN SAMPAH SEMENTARA TRUK SAMPAHTPA