1 1.1 Latar Belakang
Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) kita patut bersyukur karena Indonesia dilimpahi oleh sumber daya alam yang cukup melimpah, salah satunya adalah bahan – bahan tambang seperti batubara, emas, nikel, tembaga, bauksit dan lainnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan di bidang sub sektor pertambangan telah memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Peranan sub sektor pertambangan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi nasional di masa yang akan datang masih akan cukup penting. Sektor pertambangan merupakan sektor yang sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri dalam negeri, memenuhi energi, menghasilkan devisa bagi pembanguan, menyediakan lapangan kerja dan menciptakan kesempatan untuk berusaha bagi lingkungan sekitarnya.
Produksi pertambangan Indonesia yang secara mayoritas terdiri dari batubara, timah, tembaga, emas dan ammonia. Menurut hasil survei tahunan Mine Indonesia 2013 Indonesia mengenai tren industri pertambangan di Indonesia menunjukkan bahwa 2011 dan 2012 merupakan tahun perubahan peruntungan di industri pertambangan di Indonesia (Mardi, 2013). Perbaikan kinerja keuangan dalam bisnis tambang di tahun 2011 berbalik menjadi memburuk di tahun 2012 sebagai akibat ketidakpastian ekonomi global dan penurunan harga komoditas (Republika, 2013).
untuk penemuan cadangan berbagai jenis mineral meski berbagai tantangan tetap ada (Imawan, 2013).
Salah satu perusahaan yang berkecimpung di industri pertambangan Indonesia adalah PT Aneka Tambang Tbk selanjutnya disebut PT Antam Tbk dan juga Antam. Perusahaan ini merupakan perusahaan pertambangan yang terdiversifikasi dan terintegrasi secara vertikal yang berorientasi ekspor. Melalui wilayah operasi yang tersebar di seluruh Indonesia yang kaya akan bahan mineral, kegiatan Antam mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari komoditas bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit dan batubara. Antam memiliki konsumen jangka panjang yang loyal di Eropa dan Asia. Mengingat luasnya lahan konsesi pertambangan dan besarnya jumlah cadangan dan sumber daya yang dimiliki, Antam membentuk beberapa usaha patungan dengan mitra internasional untuk dapat memanfaatkan cadangan yang ada menjadi tambang yang menghasilkan keuntungan.
Antam memiliki arus kas yang solid dan manajemen keuangan yang berhati - hati. Antam didirikan sebagai badan usaha milik negara atau BUMN pada tahun 1968 melalui merjer beberapa perusahaan pertambangan nasional yang memproduksi komoditas tunggal. Untuk mendukung pendanaan proyek ekspansi feronikel, pada tahun 1997 Antam menawarkan 35% sahamnya ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 1999, Antam mencatatkan sahamnya di Australia dengan status foreign exempt entity dan pada tahun 2002 status ini ditingkatkan menjadi ASX Listing yang memiliki ketentuan lebih ketat.
menurunkan biaya operasional di perusahaan. Ada banyak perdebatan tentang faktor - faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Job Enrichment dan Job Enlargement adalah beberapa faktor tersebut.
Tentunya dengan jumlah kantor dan karyawan berjumlah ribuan yang tersebar di seluruh Indonesia maka sepatutnya Antam perlu memperhatikan kepuasaan karyawannya, Pada Tahun 2009 Antam telah melakukan survey terhadap karyawan dan didapat hasil 4,40 dari skala 5 kemudian Antam melakukan survey lagi dengan mengubah sistem penilaian dengan menggunakan tingkat pengabdian (Employee Engagement Satisfaction) sebesar 88,30% dari 1351 angket dan ternyata hasilnya menurun menjadi 4,07 dari skala 5.
Kemudian kinerja karyawan di mana salah satu indikatornya adalah pelatihan karyawan. Dapat dilihat dari pelatihan yang diberikan yang dapat meningkatkan performa kerja mereka (Harel dan Tzahir dalam Shakeela, 2012). Program pelatihan yang dilakukan oleh Antam terdiri atas Pelatihan Internal yang di dalamnya terdiri atas Antam Leadership Development Program (ALDP) dan Antam Functional Development program (AFDP), kemudian pelatihan eksternal yang didalamnya terdapat Antam General Development Program (AGDP). Berikut ini data statistik rata – rata jam pelatihan per karyawan Antam dari tahun 2010 hingga tahun 2012. Tabel 1.1 Data Statistik Rata – Rata Jam Pelatihan per Karyawan PT Antam Tbk
Jenis Pelatihan
Berdasarkan Struktur Jabatan
Struktural Staf dan Pelaksana
2010 2011 2012 2010 2011 2012
ALDP 35,26 30,37 47,5 24,46 37,54 *-
AFDP 19,69 38,62 16* 50,53 40,98 16*
AGFP 88,79 23,66 23,07 79,83 21,18 26,9
Total 143,74 92.65 86.57 154,82 99.7 42.9
* Pada tahun 2012 pelatihan ALDP hanya diberikan kepada jabatan struktural dan pada AFDP pada jabatan staf dan pelaksana hanya diberikan sekali.
Berikut ini adalah data karyawan tetap Antam yang resign atau mengundurkan diri selang waktu 2010 – 2012.
Tabel 1.2 Data Turn-Over Karyawan PT Antam Tbk Periode 2010 - 2012
Tahun 2010 2011 2012 Jumlah 8 6 21 Presentasi terhadap keseluruhan karyawan tetap 0,36 % 0,25 % 0, 85%
Sumber: Sustainability Report Antam 2012
Dari hasil data statistik dapat dilihat rata – rata jam pelatihan per karyawan yang diberikan semakin menurun dan juga karyawan tetap Antam yang resign dari tahun 2011 ke 2012 menunjukkan perubahan jumlah yang signifikan yakni 3 kali lipat dari angka sebelumnya.
Untuk itu berdasarkan hal – hal diatas peneliti dalam penulisan penelitian ini mengangkat judul “ANALISIS PENGARUH JOB ENRICHMENT DAN JOB ENLARGEMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEPUASAN KARYAWAN PT ANTAM TBK”.
1.2 Identifikasi Masalah
Beberapa masalah yang menjadi obyek penelitian ini adalah faktor – faktor yang dapat disimpulkan menjadi:
1. Bagaimana pengaruh Job Enrichment (X1) dan Job Enlargement (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT Antam Tbk secara individual maupun simultan?
1.3 Ruang Lingkup Penelitian
Analisa permasalahan pada penelitian ini dilakukan pada lingkup internal perusahaan yaitu para karyawan PT Antam Tbk. Penelitian ini menggunakan data primer yakni dari hasil penyebaran kuesioner terhadap karyawan PT Antam Tbk dan data sekunder yakni dari hasil annual report perusahaan dan juga sustainability report perusahaan selang waktu 2010 – 2012.
Agar hasil yang didapat pada penelitian ini dapat sesuai dengan tujuan penelitian maka ditentukan batasan – batasan yang jelas dalam proses penelitian yaitu:
1. Jumlah sampel karyawan yang diambil sebanyak 100 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling.
2. Penelitian dilakukan di kantor PT Antam Tbk. 3. Penelitian ini menggunakan data hasil kuesioner.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh Job Enrichment (X1) dan Job Enlargement (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT Antam Tbk secara individual dan simultan.
2. Untuk mengetahui pengaruh Job Enrichment (X1) dan Job Enlargement (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) serta dampaknya terhadap Kepuasan Karyawan (Z) secara individual dan simultan.
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang dapat diperoleh dari penelitian ini bagi beberapa pihak adalah:
1. Perusahaan
2. Pembaca
Menjadi sumber informasi yang dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai masalah yang berkaitan dengan sumber daya manusia.
3. Dunia Pendidikan
Sebagai referensi untuk penelitian lebih lanjut mengenai variabel Job Enrichment, Job Enlargement, Kinerja Karyawan dan Kepuasan Karyawan.
1.6 State of the art
Tabel 1.3 Sumber Penelitan Terdahulu
No Judul Jurnal Pengarang Obyek
Penelitian Hasil Penelitian 1 The Impact of Job Enrichment and Job Enlargement on Employee Satisfaction Keeping Employee Performamce as intervening Variable: A Correlational Study From Pakistan (Jurnal Utama) Saleem, Shakeela; Shaheen, Wasim Abbas; Saleem, Rashada (2012) Organisasi – organsisasi di Regional Lahore, Rawalpindi dan Islamabad
Penelitian ini dilakuakn dengan melibatkan beberapa pekerja yang ada di Negara Pakistan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan. Job Enrichment
dan Job Enlargement
berdampak langsung pada kepuasan karyawan dengan tetap menjaga kinerja karyawan sebagai variabel intervening
Tabel 1.4 Lanjutan Sumber Penelitan Terdahulu
No Judul Jurnal Pengarang Obyek Penelitian Hasil Penelitian 2 The Job Enrichment Causes High Levels of Employee Commitmen during the performance of theit duties: A behavioural study from Pakistan Dost, M khyzer Bin; Zia-ur-Rehman; Saleem, Shakeela ( 2012) Organisasi – organsisasi di Regional Lahore, Rawalpindi dan Islamabad
Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel para pekerja yang ada di kota Karachi, Pakistan sebagai sumber penelitian. Hasulnya, Job Enrichment memiliki efek moderat pada komitmen karyawan dalam suatu organisasi yang akan mempengaruhi kinerja kerja mereka 3 High-Involvement Work Design and Job Satisfaction Robert D. Mohr dan Cindy Zoghi (2008) Tempat kerja dan karyawan di Kanada
Faktor – faktor seperti job
enrichment dan job
enlargement mempengaruhi Kepuasan Karyawan. 4 Empirical Analysis of Relationship Between Job Satisfaction and Performance Among Faculty Members: A Case Study of Sindh Syed, Anwar Ali Shah G. Shaikh, Faiz M; Shah, Hina ( 2009) 400 anggota fakultas dari 5 sektor publik universitas – universitas di Pakistan
Studi ini menemukan bahwa semua indikator – indikator yang ada seperti promosi, perilaku supervisor, lingkungan kerja, kompensasi dan konflik pekerjaan yang juga termasuk kinerja fakultas merupakan prediktor yang signifikan terhadap kepuasan kerja fakultas
Tabel 1.5 Lanjutan Sumber Penelitan Terdahulu
No Judul Jurnal Pengarang Obyek Penelitian Hasil Penelitian 5 The Impact of Superior-Subordinate Relationships on The Commitment, Job Satisfaction, and Performance of Virtual Workers Timothy D, Golden; John F, Veiga (2008) Para pekerja virtual
Sehubungan dengan kepuasan kerja. Menunjukkan bahwa individu yang bekerja secara ekstensif dalam mode virtual, kepuasan kerjanya sangat bergantung pada hubungan mereka dengan atasan merka. Sedangkan untuk kinerja, mereka yang bekerja lebih luas dalam modus maya memiliki kinerja yang lebih tinggi, dan efek ini terjadi bagi mereka dengan kualtias LMX tinggi dan rendah