• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hampir disemua aspek pemanfaatan perangkat komputer dalam sebuah organisasi / perusahaan senantiasa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hampir disemua aspek pemanfaatan perangkat komputer dalam sebuah organisasi / perusahaan senantiasa"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

Panduan Kuliah Basis Data TI-STMIK DCI’09

DESKRIPSI MATA KULIAH

Hampir disemua aspek pemanfaatan perangkat komputer dalam sebuah organisasi / perusahaan senantiasa berhubungan dengan basis data. Perangkat komputer dalam suatu organisasi/perusahaan biasa digunakan untuk menjalankan fungsi Pengelolaan Sistem Informasi, yang dewasa ini sudah menjadi suatu keharusan, demi untuk meningkatkan efesiensi , daya saing, keakuratan, kecepatan operasional organisasi perusahaan. Dan basis data merupakan salah satu komponen utama dalam setiap system operasi. Tidak ada system operasi bisa dibuat/dijalankan tanpa adanya basis data. Basis Data merupakan komponen penting dalam Teknologi Informasi yang dapat mengurangi ketidakpastian dan mempermudah pengambilan keputusan.

TUJUAN UMUM

Memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa saat ini pemrosesan data menjadi suatu informasi merupakan suatu keharusan dan bukan merupakan pekerjaan yang gampang. Dengan berbagai macam model data yang harus diolah dan berbagai harapan ketersediaan informasi yang dapat meningkatkan pelayanan kepada para pengguna, maka dibutuhkan suatu teknik tersendiri tentang bagaimana merancang dan membuat model data yang baik. Sampai akhirnya Basis Data yang ada bukan saja mempercepat pemerolehan informasi tetapi juga dapat meningkatkan pelayanan kepada para pengguna informasi tersebut.

TUJUAN KHUSUS

Agar mahasiswa mendapatkan gambaran lebih rinci tentang pengelolaan data, memahami konsep-konsep yang mendasari terbentuknya sebuah data base, dapat membuat pola hubungan dan keterkaitan antar data dalam sebuah tabel. Sampai akhirnya dapat memahami, merancang dan mengimplementasikan basis data tersebut untuk keperluan ketersediaan informasi yang berkwalitas.

STRATEGI PEMBELAJARAN

Acara Perkuliahan meliputi penyajian materi dan tanya jawab tentang isue terkini tentang teknik-teknik dan penggunaan Data Base, studi kasus dan penyajian contoh-contoh persoalan yang melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam setiap acara perkuliahan. Partisipasi dari mahasiswa meliputi tanya jawab , latihan-latihan soal dan diskusi baik secara kelompok maupun individu.

TAGIHAN BAGI PESERTA KULIAH :

PANDUAN KULIAH

(2)

Mahasiswa diharuskan mengikuti perkuliahan pada hari dan waktu yang telah ditentukan. Dan mahasiswa wajib mengikuti kegiatan-kegiatan evaluasi/review perkulihan yang meliputi Review/Quiz Pra-Kuliah, Tugas/PR, Paper, Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) yang merupakan unsur-unsur untuk mendapatkan Nilai Akhir.

PROSEDUR UNTUK MENDAPATKAN NILAI AKHIR

Pada setiap akhir dari pembahasan modul akan dilakukan evaluasi terhadap kemampuan dan kemajuan belajar untuk setiap mahasiswa. Hasil evaluasi belajar dinyatakan dalam Quiz, dan nilai dalam setiap Quiz selanjutnya akan dikomulatifkan sampai terbentuk Nilai Akhir yang terdiri dari unsur-unsur Absen, Quiz (quiz pra-kuliah & quiz mingguan), Tugas/PR, Paper, Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Kemudian Nilai Akhir yang telah diperoleh oleh masing-masing mahasiswa dikelompokkan dalam golongan Nilai Huruf mutu yang persentasinnya sebagai berikut :

1. ABSENSI 5 % 4. Paper 10 %

2. Quiz 5 % 5. U T S 30 %

3. Tugas/PR 5 % 6. U A S 45 %

Adapun Pengelompokan dari Nilai Akhir menjadi Nilai Huruf adalah sebagai berikut :

Nilai Akhir Nilai Huruf Bobot Keterangan 80 – 100 67 – 79 55 – 66 40 – 54 < 40 A B C D E 4 3 2 1 0 Sangat Baik Baik Cukup Kurang Tidak Lulus

(3)

GARIS BESAR PROSES PEMBELAJARAN (GBPP) MATA KULIAH : BASIS DATA

BOBOT SKS : 3 SKS TUJUAN MATA KULIAH :

Menguji kemampuan mahasiswa tentang berbagai prinsip untuk merancang basis data yang memenuhi tuntutan fungsi maupun unjuk kerja sesuai dengan yang dimaksud oleh bagian pengolahan informasi.

TUJUAN POKOK BAHASAN

1. Menjelaskan ruang lingkup matakuliah

1.1 Pendahuluan/ overview mata kuliah a. Pengertian

b. Tujuan

c. Ruang Lingkup

1.2 Aturan-aturan perkuliahan, tugas, kuis dan penilaian 1.3 Kupas buku referensi yang digunakan

2. Menjelaskan konsep dasar basis data.

2.1 Konsep dasar basis data a. Pendahuluan

b. Definisi-definisi

c. Operasi basis data/ objektif dan penerapan basis data 3. Menjelaskan

komponen

komponen basis data.

3.1 Komponen basis data

a. Hardware (perangkat keras) b. Operating system (sistem operasi)

(4)

d. Aplikasi basis data

e. User basis data (pemakai basis data) 4. Menjelaskan

kegunaan dan syarat basis data.

4.1 Kegunaan basis data/ syarat

a. Redudansi dan inkonsistensi data b. Pengaksesan dan isolasi data c. Integrasi dan independence data d. Keamanan data (security)

5. Menjelaskan tentang arsitektur basis data.

5.1 Arsitektur sistem basis data a. Abstraksi data

b. Bahasa basis data (databse language) c. Struktur sistem keseluruhan

6. Menjelaskan tentang konsep

basis data

relasional.

6.1 Basis data relasional a. Definisi

b. Opersai dan bahasa basis data c. Relasi antar tabel

7. Menjelaskan tentang model model data.

7.1 Model data

a. Representasi model data b. Model entity relationship c. Diagram entity relationship 8. Menjelaskan

tentang konsep normalisasi data.

8.1 Normalisasi data a. Atribut tabel

b. Domain dan tipe data c. Ketergantungan fungsional d. Bentuk-bentuk normalisasi 9. Menjelaskan tentang teknik teknik perancangan basis data.

9.1 Merancang model konseptual basis data a. Perancangan teknik normalisasi

● Bentuk tidak normal (un normalized form)

● Bentuk normal ke satu (1 NF/ first normal form) ● Bentuk normal ke dua (2NF/ second normal form) ● Bentuk normal ke satu (3 NF/ third normal form) ● Boyce cood normal form

● Penerapan bentuk normalisasi b. Perancangan teknik entity relationship

● One to one relationship ● One to many relationship ● Many to many relationship

● Penerapan bentuk entity relationship c. Model data logika

● Penerapan bentuk model data logika 10. Menjelaskan model

model data tingkat lanjut.

10.1 Model data lanjut a. variant entitas relasi

b. spesialisasi dan generalisasi c. agregasi

(5)

implementasi basis data.

a. Transformasi model data ke basis data fisik b. DBMS dan struktur tabel

c. Indeks dan struktur penyimpanan 12. Menjelaskan

bahasa dalam basis data.

12.1 SQL (structured query language) a. Struktur dasar

b. Fungsi agregasi c. Nilai null

d. Anomali basis data e. Kontrol transaksi f. Data definitif language 13. Menjelaskan

aplikasi aplikasi basis data dan lingkup

penerapannya.

13.1 Aplikasi basis data a. Arsitektur sistem

b. Pemilihan perangkat lunak c. Pemilihan integrasi basis data d. Lingkup penerapan basis data 14. Menjelaskan

tentang prespektif perkembangan mata kuliah.

14.1 Penutup

a. Prespektif perkembangan aktual dan masa depan mata kuliah b. Review mata kuliah

REFERENSI :

1. Atre S, “Database : Structured Techniques for Design, Performance and Management”, John Wiley and Sons, 1980.

2.

CJ Date HM, ”An Introduction to Database System”, Addison Wesley, 6th editions, 1995. 3. Fatansyah, “Basis Data”, CV. Informatika, Bandung, 2002.

(6)

BAB1

PENDAHULUAN

I. KONSEP DASAR BASIS DATA

A. Definisi

Basis Data terdiri atas 2 (dua) kata yaitu Basis dan Data. Basis dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau berkumpul. Sedangkan Data adalah reperesentasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek. Basis Data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang tertentu :

• Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

• Kumpulan file-file yang saling berelasi dan relasi tersebut biasanya ditunjukan dengan kunci dari tiap file yang ada, yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis. Satu basis data menunjukan satu kumpulan data yang dipakai dalam lingkup perusahaan, instansi.

Basis Data di Sebuah Harddisk.

Hampir disemua aspek pemanfaatan perangkat komputer dalam sebuah organisasi atau perusahaan senantiasa berhubungan dengan basis data. Perangkat komputer ini biasanya digunakan untuk menjalankan fungsi Pengolahan Sistem Informasi, yang dewasa ini sudah menjadi suatu keharusan, untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, keakuratan, kecepatan operasional perusahaan. Dan basis data merupakan salah satu komponen utama dalam setiap sistem informasi, tidak ada sistem informasi yang

disk

File

Mahasiswa MatakuliahFile File

Dosen

File Kuliah/Nilai

(7)

B. Istilah – Istilah

 Entity

Entity adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam. Misalnya pada sekolah terdapat entity mahasiswa, matakuliah, dosen, nilai test dan lain-lain.

 Atribute

Setiap entity mempunyai atribute atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang mahasiswa dapat dilihat dari atributenya, misalnya nim, nama, alamat, jenis kelamin dan lain-lain. Atribute juga disebut sebagai data elemen, data field, data item.

 Data value (nilai atau isi data)

Adalah data actual atau informasi yang disimpan pada tiap data elemen atau atribute. Atribute nama mahasiswa menunjukan tempat dimana informasi nama mahasiswa disimpan, sedang data value adalah Pita, Respati, merupakan isi data nama mahasiswa tersebut.

 Record (tupel)

Yaitu kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang misalnya, nomor induk mahasiswa, nama, alamat, jenis kelamin dan seterusnya.

 File

Kumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribute yang sama, namun berbeda-beda data valuenya.

 Database

Kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu bangunan data untuk menginformasikan satu perusahaan, instansi dalam batasan tertentu.

 Database Management System (DBMS)

Kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program untuk pengelolaannya disebut DBMS. Database adalah kumpulan datanya, sedangkan program pengelolanya berdiri sendiri dalam satu paket program yang berfungsi untuk membaca data, mengisi data, menghapus data serta melaporkan data dalam database.

C. Operasi Dasar Basis Data

Operasi dasar yang dapat dilakukan oleh basis data meliputi :  Pembuatan basis data baru (create database)

(8)

 Penghapusan basis data (drop database)

 Pembuatan file/table baru ke dalam basis data (create table)  Penghapusan file/table dari suatu basis data (drop table)

 Penambahan data baru ke sebuah file di sebuah basis data (insert)  Pengambilan data dari sebuah file (retrieve/search)

 Pengubahan data dari dari sebuah file (update)  Penghapusan data dari sebuah file (delete)

D. Objektif dan Penerapan Basis Data

Pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan (objektif) seperti berikut :  Kecepatan dan kemudahan (Speed)

 Efisiensi ruang penyimpanan (Space)  Keakuratan (Accurate)

 Ketersediaan (Availability)  Kelengkapan (Completeness)  Keamanan (Security)

 Kebersamaan pemakai (Sharability)

Secara lebih nyata bidang-bidang fungsional yang telah umum memanfaatkan basis data antara lain :  Kepegawaian

 Pergudangan (inventori)  Akuntansi

 Layanan pelanggan (customer care)  Dan lain-lain

Bentuk-bentuk organisasi/perusahaan yang memanfaatkan basis data (sebagai komponen sistem informasi) dapat berupa: Perbankan, Asuransi, Rumah Sakit, Produsen Barang, Industri Manufaktur, Pendidikan/ Sekolah, Telekomunikasi dan lain-lain.

II. SISTEM BASIS DATA a. Definisi

Basis data hanyalah sebuah objek yang pasif. Ia tidak akan pernah berguna jika tidak ada pengelola atau penggeraknya, yang menjadi pengelola atau penggerak secara langsung adalah program atau aplikasi (software). Gabungan dari keduanya (basis data dan pengelolanya) menghasilkan sebuah sistem. Secara umum sebuah sistem basis data merupakan sistem yang terdiri dari atas kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah system komputer) dan sekumpulan program (DBMS)

(9)

yang memungkinkan beberapa pemakai dan atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file (table-tabel) tersebut.

User User User Sistem Basis Data.

b. Komponen Sistem Basis Data

⇒ Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras yang terdapat dalam sebuah system basis data adalah Komputer (stand alone atau lebih dari satu/ networking), Memory sekunder (online dan offline) dan media/ perangkat komunikasi.

⇒ Sistem Operasi (Operating System)

Program pengelola basis data hanya dapat aktif (running) jika system operasi telah aktif. Sejumlah Sistem Opersai yang banyak digunakan misalnya : MS-DOS, MS-Windows v.XX (untuk komputer stand alone atau client dalam jaringan), Novel Netware, MS-Windows NT/2000, Unix (untuk komputer server dalam jaringan).

⇒ Basis Data

Basis data dapat berisi : File/table, indeks dll. Disamping berisi dan menyimpan data, basis data juga mengandung/ menyimpan definisi struktur.

⇒ Database Management System (Sistem Pengelola Basis Data)

DBMS merupakan sebuah perangkat lunak khusus yang akan menentukan bagaimana data diorganisasikan, disimpan, diubah dan diambil.

DBMS juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, keakuratan/ konsistensi data dsb. Perangkat lunak DBMS antara lain : dBAse III+, dBase IV, FoxBase, Rbase, MS Acess dan Borland Paradox, Borland Interbase, MS SQL Server, CA Open Ingres, Oracle, Informix, Sybase, dll.

⇒ Pengguna Basis Data a. Database Manager

Data Base Management System (DBMS)

Basis Data File1 File3

(10)

Suatu modul program yang menyediakan interface antara penyimpanan data dengan suatu aplikasi program. Tugas dan tanggung jawab : interaksi dengan file manager, integrasi, keamanan, kontrol, backup dan recovery.

b. Database Administrator (DBA).

Oarng yang mempunyai kekuasaan sebagai pusat pengontrolan terhadap seluruh system baik data maupun program yang mengakses data. Funsi DBA :

- mendefinisikan pola struktur database

- mendefinisikan struktur penyimpanan dan metode akses. - mampu memodifikasi pola dan organisasi phisik.

- memberikan kekuasaan pada user untuk mengakses data. - menspesifikasikan keharusan integritas data.

c. Database User

Ada 4 macam pemakai basis data yang berbeda keperluan dan cara aksesnya : - Programmer Aplikasi.

Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui DML (data manipulation language), yang disertakan dalam program yang ditulis dalam bahasa pemrograman induk (C, Pascal, Basic, Cobol, dll)

- User Mahir (Casual User)

Pemakai yang berinteraksi dengan system tanpa menulis modul program, mereka menyatakan query dengan bahasa query yang telah disediakan DBMS.

- User Umum (End User Naïve User)

Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executableprogram) yang telah ditulis/ disediakan sebelumnya oleh programmer. - User Khusus (Specialized User)

Pemakai khusus yang menuliskan aplikasi database tidak dalam kerangka data processing yang tradisional, aplikasi tersebut diantaranya : CAD, Knowledge Base, Expert System, system yang menyimpan data dalam bentuk data yang komplek misalnya data grafik, audio,dll.

⇒ Aplikasi Basis Data

Aplikasi (perangkat lunak) ini bersifat opsional, artinya ada tidaknya tergantung dari kebutuhan. Program ini ada yang sudah disediakan bersama dengan DBMS nya, ada juga yang harus dibuat sendiri dengan menggunakan aplikasi lain yang khusus (development tools). Artinya aplikasi ini ada yang terpisah atau menyatu dengan DBMS.

(11)

Aplikasi yang menyatu dengan DBMS implementasinya akan lebih cocok untuk pemakaian sendiri (stand alone) yang bebannya lebih ringan, perangkat lunak ini adalah : dBase III+, FoxBase dan MS-Access.

Aplikasi yang terpisah dengan DBMS implementasinya akan lebih cocok untuk pemakaian berat oleh banyak pemakai (multi user), perangkat lunak ini diantaranya : MS SQL Server, Oracle, CA OpenIngres, Sysbase, Informix, IBM DB2, dll Perangkat lunak ini memang dirancang sejak awal berdiri sendiri dan terpisah dari aplikasi basis datanya dan banyak sekali fasilitas (feature) yang ditangani oleh DBMS ini.

III Syarat Basis Data

Penyusunan suatu basis data digunakan untuk mengatasi maslah maslah pada penyusunan data, yaitu :  Redudansi dan Inkonsistensi Data

Redudansi adalah penyimpanan dibeberapa tempat untuk datayang sama dan mengakibatkan pemborosan ruang penyimpanan dan juga biaya pengaksesan akan lebih tinggi. Akibat penyimpanan yang berulang-ulang dibeberapa file dapat mengakibatkan juga inkonsistensi (tidak konsisten).

 Kesulitan pengaksesan data.

Belum adanya fasilitas tertentu untuk memenuhi permintaan user tentang pengaksesan data, penyelesaian dan solusi untuk hal ini adalah ke arah DBMS yang mampu mengakses data secara langsung dengan bahasa yang familiar dan user friendly.

 Isolasi Data untuk Standarisasi

Jika data tersebar dalam beberapa file dalam bentuk format yang tidak sama, misalnya bilamana data dibuat dari format text file Pascal, Basic, dan juga dalam format C++ dan lainnya, ini akan menyulitkan dalam menulis program aplikasi untuk mengambil dan menyimpan data. Maka haruslah data dalam satu basis data dibuat satu format sehingga mudah dalam pembuatan program aplikasinya.  Multiple User (Banyak pemakai)

Basis data dibangun karena nantinya data tersebut digunakan oleh banyak orang dalam waktu yang berbeda, diakses oleh program yang sama tapi berbeda orang dan waktu, karena data yang diolah tidaklah tergantung dan menyatu dalam program tapi terlepas dalam satu kelompok data.

 Masalah keamanan (security)

Tidak setiap pemakai sistem basis data diperbolehkan untuk mengakses semua data (pengaturan hak akses), misalnya disesuaikan dengan jabatan dan kapasitas pemakai tersebut di sebuah perusahaan.

(12)

Keamanan ini dapat diatur lewat program yang dibuat oleh pemrogram atau fasilitas keamanan dari sistem operasi.

 Masalah Integritas (kesatuan)

Database berisi file-file yang saling berkaitan, secara teknis maka ada field kunci yang mengkaitkan file-file tersebut.

 Masalah Data Independence (kebebasan data)

Bahasa yang diciptakan dari DBMS apapun yang terjadi pada struktur file misalnya melihat atau menambah data cukuplah dengan utility yang disediakan, ini berarti perintah-perintah dalam paket DBMS bebas terhadap basis data. Apapun perubahan dalam basis data semua perintah akan mengalami kestabilan tanpa perlu ada yang diubah. Berbeda dengan sistem pemrosesan file dengan suatu bahasa tertentu yang sudah dibuat, kemudian terjadi perubahan struktur file maka program tersebut haruslah diubah, dan ini tidak bebas terhadap database yang ada.

IV. Abstraksi Data

Abstraksi data merupakan tingkatan/ level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah basis data . Ada 3 level abstraksi data :

Level Abstraksi Data Keterangan :

• Level Fisik (Physical Level)

Adalah level terendah dalam abstraksi data, menggambarkan bagaimana sesungguhnya suatu data disimpan dalam kondisi sebenarnya. Data dilihat sebagai gabungan dari struktur dan datanya sendiri, level ini berurusan dengan data sebagai teks, angka atau bahkan melihatnya sebagai himpunan bit data.

View 1 View 2 View 3

Level Konseptual

(13)

• Level Konseptual (Conceptual Level)

Adalah level yang menggambarkan data apa yang sebenarnya disimpan dalam basis data dan hubungannya dengan data yang lain. Data disimpan/ direpresentasikan dalam beberapa file/table yang saling berhubungan.

• Level Pandang Pemakai (View Level)

Adalah level tertinggi dari abstraksi data, level ini sangat dekat dengan user yang hanya menunjukan sebagian dari basis data. Level ini yang mengkonversikan data asli/fisik menjadi data bermakna/lojik pada pemakai.

V. Bahasa Basis Data

DBMS merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data dalam disk, cara berkomunikasinya diatur dalam suatu bahasa khusus yang ditetapkan oleh perusahaan pembuat DBMS. Contoh-contoh bahasa basis data diantaranya adalah SQL, dBase, Ouel dan sebagainya. Sebuah Bahasa Basis Data biasanya dapat dipilah kedalam 2 bentuk, yaitu :

a. DDL (Data Definition Language) b. DML (Data Manipulation Language)

• DDL

Struktur/ skema basis data yang menggambarkan/ mewakili desain basis data, dengan bahasa ini dapat membuat table baru, membuat indeks, mengubah table, menentukan struktur penyimpanan table dsb. Hasil kompilasi perintah DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut kamus data.

• DML

Bahasa basis data yang berguna untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data, manipulasi dapat berupa penyisipan, penghapusan dan pengubahan data di suatu basis data. DML ini bertujuan memudahkan pemakai untuk mengakses data.

VI. Struktur Sistem Basis Data

Naïve user Programmer Casual User DBA Aplikasi

Program

(14)

Struktur Sistem Basis Data Keseluruhan DML

precompiler processorQuery compilerDDL

Kode objek program aplikasi Database Manager Disk File Manager

Data files Data dictionary

(15)

BAB II

MODEL DATA

Definisi

Model data adalah kumpulan perangkat konseptual untuk menggambarkan data,

hubungan data, makna data dan batasan data. Model data ini lebih tepat jika

disebut Model Data Lojik. Ada sejumlah cara dalam merepresentasikan model

data dalam perancangan basis data, yaitu secara umum dapat dibagi dalam 2 (dua)

kelompok :

1. Model Lojik Data Berbasis Objek

(Object Based Logical Models), terdiri dari :

Model Keterhubungan Entitas (Entity Relationship Model)

Model Berorientasi Objek (Object Oriented Model)

Model Data Semantik (Semantic Data model)

Model Data Fungsional (Functional Data Model)

2. Model Lojik Data Berbasis Record

(Record Base Logical Models), terdiri dari :

Model Relasional (Relational Model)

Model Hirarkis (Hierarchical Model)

Model Jaringan (Network Model)

Model Keterhubungan Entitas (Entity Relationship

Model)

ER-Model dapat didefinisikan suatu model untuk menjelaskan hubungan antara

data dalam basis data, didasarkan pada persepsi bahwa “real world” terdiri dari

objek-objek dasar yang memiliki relasi / hubungan antar objek. Pada ER-Model,

semesta data yang ada di dunia nyata diterjemahkan/ ditransformasikan dengan

(16)

memanfaatkan sejumlah perangkat konseptual menjadi sebuah diagram data, yang

umum disebut “Entity Relationship Diagram (ER-D)”.

Komponen-komponen pembentuk ER-Model :

a. Entitas : individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari

sesuatu yang lain.

b. Atribut : yang mendeskripsikan karakteristik (properti) dari entitas.

c. Relasi : menunjukan adanya hubungan diantara sejumlah entitas.

d. Kardinalitas : menunjukan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan

entitas pada himpunan entitas yang lain, dapat berupa :

-

Satu ke Satu (One to One)

-

Satu ke Banyak (One to Many) / Banyak ke Satu (Many to One)

-

Banyak ke Banyak (Many to Many)

Satu ke satu (One to One) : entitas pada himpunan entitas A berhubungan

dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan

sebaliknya.

A

B

Satu ke Banyak (One to Many)/ Banyak ke Satu (Many to One) : entitas

pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3 Entitas 3

Entitas 2 Entitas 1

(17)

himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya untuk setiap entitas pada himpunan

entitas B berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan

entitas B.

A

B

Untuk derajat relasi Banyak ke Satu (Many to One) sebaliknya dari pernyataan

diatas atau kondisi gambar diatas.

Banyak ke Banyak (Many to Many) : entitas pada himpunan entitas A dapat

berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, juga sebaliknya.

A

B

Entity Relationship Diagram (ER-D)

Model Entity-Relationship berisi komponen-komponen himpunan entitas dan

himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang

Entitas 1 Entitas 2 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 4 Entitas 3 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4

(18)

merepresentasikan seluruh fakta dari ‘dunia nyata’, dapat digambarkan dengan

lebih sistematis dengan menggunakan Entity Relationship Diagram (ER-D). Notasi

simbolik yang digunakan di dalam ER Diagram adalah :

Persegi Panjang

Menyatakan himpunan entitas

Lingkaran atau Elip

Menyatakan atribut, atribut yang

berfungsi sebagai key diberi garis bawah

Belah Ketupat

Menyatakan himpunan relasi

Garis

Sebagai penghubung antara himpunan

relasi dengan himpunan entitas dan

himpunan entitas dengan atributnya

Kardinalitas Relasi

1 dan 1 (satu ke satu)

1 dan N (satu ke

banyak)

N dan N (banyak ke

banyak)

Menyatakan jumlah maksimum entitas

yang dapat berelasi dengan entitas pada

himpunan entitas yang lain.

Berikut contoh penggambaran relasi antar himpunan entitas lengkap dengan

kardinalitas relasi dan atribut-atributnya :

Relasi satu ke satu (One-to-One)

a

E

(19)

Dosen 1 Mengepalai 1 Jurusan

nama dosen alamat_dosen nama dosen kode jurusan kode jurusan nama_jurusan

Pada relasi ini, setiap dosen paling banyak mengepalai satu jurusan dan setiap

jurusan pasti dikepalai oleh paling banyak satu orang dosen. Pada himpunan

entitas Dosen dan himpunan entitas Jurusan memiliki dua atribut, yang salah

satunya (memakai garis bawah) berfungsi sebagai kunci (key). Sementara pada

himpunan Relasi juga terdapat dua atribut, yang keduanya sebetulnya berasal

dari atribut key masing-masing himpunan entitas, maka kedua atribut tersebut

digolongkan sebagai kunci tamu (foreign key), yang berfungsi sebagai

penghubung antar himpunan entitas.

Relasi satu ke banyak (One to Many)

Dosen 1 Mengajar N Kuliah

nama dosen alamat_dosen nama dosen kode kuliah kode kuliah nama_kuliah

waktu tempat sks semester

Pada relasi ini, setiap dosen dapat dapat mengajar lebih dari satu mata kuliah,

sedangkan setiap matakuliah dipegang hanya paling banyak oleh satu orang

dosen. Pada himpunan relasi terdapat dua foreign key yang berasal dari

himpunan entitas, tetapi ada pula dua atribut tambahan yang tidak berasal dari

himpunan entitas. Hal ini memang dimungkinkuan dan bahkan umum terjadi.

(20)

Mahasiswa N Mempelajari N Kuliah

nim nama_mhs nim kode kuliah kode kuliah nama_kuliah

indeks_nilai sks semester

alamat_mhs tgl_lahir

Pada relasi ini setiap mahasiswa dapat mempelajari lebih dari satu mata kuliah,

demikian juga sebaliknya setiap mata kuliah dapat dipelajari oleh lebih dari

satu orang mahasiswa.

Pembuatan Diagram E-R

Diagram E-R selalu dibuat secara bertahap, langkah-langkah teknis yang dapat

dilakukan untuk menghasilkan Diagram E-R, adalah sebagai berikut :

Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan terlibat.

Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing himpunan entitas.

Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan relasi diantara himpunan

entitas-himpunan entitas yang ada beserta foreign key nya.

Menentukan derajat atau kardinalitas relasi untuk setiap himpunan relasi.

Melengkapi himpunan entitas dan himpunan relasi dengan atribut deskripsi

(nonkey).

Diagram E-R dengan Kamus Data

Pendeklarasian atribut-atribut pada Diagram E-R dapat dipisahkan dan dinyatakan

dalam sebuah kamus data. Ini diperbolehkan jika sebuah sistem yang ruang

lingkupnya lebar dan kompleks. Kamus data berisi atribut yang diapit kurung

kurawal dan atribut yang berfungsi sebagai key juga dibedakan dengan atribut

yang bukan key, dengan menggaris bawahi atribut tersebut. Berikut contoh

Diagram E-R dengan Kamus Data :

(21)

Mahasiswa N Mempelajari N Kuliah N Mengajar 1 Dosen

Kamus Data :

Mahasiswa = { nim, nama_mhs, alamat_mhs, tgl_lahir }

Kuliah = { kode kuliah, nama_kuliah, sks, semester }

Dosen = { nama dosen, alamat_dosen }

Mempelajari = { nim, kode kuliah, indeks_nilai }

Mengajar = { kode kuliah, nama dosen, waktu, tempat }

Model Jaringan (Network Model)

Model jaringan akan terdiri atas sekumpulan record yang dihubungkan satu sama

lain melalui link (yang berupa pointer), sebuah record setara dengan dengan

sebuah entitas dalam ER Model. Sebuah record adalah sekumpulan field yang

masing-masing hanya berisi sebuah nilai data. Sebagai contoh ada dua tipe record

yaitu dosen dan mata kuliah yang dapat dideklarasikan sebagai berikut :

type dosen = record

kode_dos :

integer ;

nama_dos :

string ;

alamat_dos :

string;

end

type kuliah = record

kode_kul :

string ;

nama_kul :

string ;

sks : integer;

semester :

integer;

end

(22)

Dengan struktur record seperti itu, berikut diagram struktur

data :

Dosen

Mengajar

Kuliah

Diagram struktur data merupakan skema yang menyatakan

desain basis data jaringan, diagram tersebut terdiri dari dua

komponen yaitu kotak yang menunjukan tipe record dan garis

yang menunjukan link.

Berikut data dan link yang terjadi antara record dosen dan

record kuliah :

Cara diatas hanya layak diterapkan pada basis data dengan link

yang berderajat satu ke satu atau satu ke banyak, dan cara

diatas akan sulit jika diterapkan untuk link yang berderajat

banyak ke banyak. Model jaringan ini secara umum sukar untuk

diimplementasikan dan sangat komplek. Kelebihna dari model

jaringan ini adalah efisiensi ruang penyimpanan akibat ketiadaan

nama dos alamat dos kode kul nama_kul sks semester

Yogaswara, MT Jl. Kaliurang IF-249 Perancangan Sistem 2 5 IF-976 Organisasi Komputer 3 3

Respati, MSc Jl. Edelwis MI-707 Basis Data 3 3

(23)

redudansi data dan akses data yang cepat karena langsung

memanfaatkan pointer ke alamat fisik data. Saat ini dapat

dikatakan model jaringan sudah tidak dimanfaatkan lagi, kecuali

untuk aktivitas-aktivitas penelitian.

Model Hirarkis (Hierarchical Model)

Model hirarkis akan terdiri atas sekumpulan record yang

dihubungkan satu sama lain melalui link (yang berupa pointer)

yang membentuk suatu struktur hirarkis, pengertian record dan

link sama seperti pada model jaringan. Berikut contoh diagram

struktur pohon yang mengilustrasikan hubungan record dosen

dan mata kuliah :

Dosen

Kuliah

Diagram struktur pohon merupakan skema yang digunakan untuk

basis data hirarkis. Diagram tersebut terdiri dari dua komponen

yaitu kotak yang menunjukan tipe record dan garis yang

menunjukan link. Berikut himpunan record-record dosen dan

kuliah diorganisasikan dalam sebuah struktur pohon:

nama dos alamat dos

kode kul nama_kul sks semester

(24)

Dari sruktur pohon tersebut dapat disimpulkan bahwa tipe

record kuliah berada dibawah tipe record dosen secara hirarkis.

Maka disebutkan tipe record kuliah merupakan child dan tipe

record dosen merupakan parent dalam struktur pohon tersebut.

Penggunaan struktur pohon sejauh ini tidak ada yang aneh, hanya

jika digunakan untuk relasi dengan derajat banyak ke banyak

akan menghasilkan banyak sekali redudansi data, kesulitan juga

terjadi pada operasi query dan manipulasi data tertentu.

Keunggulan dari model ini terletak pada keteraturan struktur

yang ditunjukan dan sangat cocok diterapkan pada sebuah

system/ persoalan yang keterkaitan antara objek-objek di

dalamnya mengikuti struktur hirarkis tertentu. Karena

keterbatasan pemakainya dan kelemahan yang cukup mendasar,

seiring dengan semakin sempurnanya “model relasional”, model

hirarkis ini juga jarang untuk dimanfaatkan.

Yogaswara, MT Jalan

Kliurng Respati, MSc Jalan Edelwis Rusi, Ir JalanMawar

IF-249 P S I 2 5 IF-976 ORKOM 3 3

(25)

BAB III

PERANCANGAN BASIS DATA

Definisi

Perancangan basis data merupkan suatu hal yang sangat penting, kesulitan utama dalam merancang basis adalah bagaimana merancang basis data sehingga dapat memuaskan/ memenuhi keperluan saat ini dan masa mendatang. Dalam merancang basis data dapat dilakukan dengan dua buah teknik/ pendekatan yaitu :

1. Menerapkan Normalisasi terhadap struktur table yang telah diketahui, atau dengan

2. Langsung membuat model Entity-Relationship.

Perancangan basis data seringkali diasosiasikan dengan pembuatan model Entity-Relationship (ER-Model), dimana kelompok-kelompok data dan relasinya diwujudkan dalam bentuk diagram, hal itu tidak salah karena model memang merupakan representasi nyata dari sebuah perancangan.

Normalisasi merupakan cara pendekatan lain dalam membangun desain lojik basis data relasional yang tidak secara langsung berkaitan dengan model data, tetapi dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standar untuk menghasilkan struktur table yang yang normal. Namun dalam pelaksanaannya desain lojik basis

(26)

data relasional yang didasari baik oleh prinsip normalisasi maupun model ER akan menghasilkan hasil yang mirip.

Dalam pendekatan Normalisasi :

• Perancang basis data bertitik tolak dari situasi yang nyata.

• Perancang basis data telah memiliki item-item yang siap ditempatkan dalam baris dan kolom pada table.

• Demikian juga dengan sejumlah aturan tentang keterhubungan antara item data.

Dalam pendekatan model Entity Relationship :

• Langsung membuat model data lebih tepat dilakukan jika yang telah diketahui baru prinsip-prinsip sistem secara keseluruhan.

Kedua pendekatan ini cukup sering terjadi dilakukan bersama-sama, berganti-ganti. Dari fakta yang telah dimiliki dilakukan normalisasi, untuk kepentingan evaluasi dan dokumentasi hasil normalisasi tersebut diwujudkan dalm bentuk sebuah model data. Model data yang sudah jadi tersebut bisa saja dimodifikasi dengan pertimbangan tertentu. Hasil modifikasi itu kemudian diimplementasikan dalam bentuk sejumlah struktur table dalam sebuah basis data. Struktur ini bisa diuji kembali dengan menerapkan aturan-aturan normalisasi, sehingga akhirnya dapat diperoleh sebuah struktur basis data yang benar-benar efektif dan efisien. Begitulah kedua pendekatan ini dapat saling memperkuat satu sama lain.

Normalisasi

Normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukan entity dan relasinya atau lebih difokuskan pada tinjauan komprehensif terhadap setiap kelompok dan (tabel) secara individual.

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai normalisasi ada beberapa konsep yang harus diketahui terlebih dahulu :

• Field/ Atribut kunci (Key)

• Ketergantungan Fungsional (Functional Depedency)

(27)

Key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data (row) dalam tabel secara unik. Terdapat beberapa macam key yang dapat diterapkan pada suatu tabel, yaitu:

1. Super Key

Satu atau lebih atribut (kunmpulan atribut) yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah table secara unik. Bisa terjadi ada lebih dari satu kumpulan atribut yang bersifat seperti itu dalam sebuah tabel, misalnya: Pada tabel nasabah terdapat atribut-atribut sebagai berikut :

no_rek, nama, no_ktp, tempat_lahir, tgl_lahir, alamat Super Key : no_rek : karena unik tidak mungkin ganda

no_ktp : karena unik tidak mungkin ganda

nama : jika bisa menjamin tidak ada nilai yang sama utk atribut ini. 2. Candidate Key

Merupakan kumpulan atribut minimal yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik. Jika satu kunci kandidat berisi lebih dari satu atribut, maka biasanya disebut sebagai composite key (kunci campuran/ gabungan). Pada tabel nasabah misalnya :

Candidate Key :

no_rek : karena unik tidak mungkin ganda

nama : jika bisa menjamin tidak ada nilai yang sama utk atribut ini.

nama + tgl_lahir : mungkin dapat dipakai sebagai kunci karena kemungkinan sangat kecil seseorang punya nama sama yang lahir pada hari yang sama. (composite key) 3. Primary Key

Pada sebuah tabel dimungkinkan adanya lebih dari satu candidate key, salah satu dari candidate key (jika memang ada lebih dari satu) dapat dijadikan sebagai primary key. Pemilihan primary key dari sejumlah candidate key tersebut didasari oleh :

(28)

• Dapat mengidentifikasi secara unik suatu kejadian dan dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entity (bersifat unik).

• Lebih sering (lebih natural) untuk dijadikan sebagai acuan.

• Lebih ringkas dan jaminan keunikan key tersebut lebih baik.

• Tidak boleh “null” (tidak ada datanya) dan Harus bisa menjamin setiap nilai primary key pada sebuah table, harus dimiliki pula oleh table lainnya.

Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka yang paling cocok digunakan sebagai primary key pada tabel nasabah adalah “no_rek”.

4. Alternate Key

Adalah candidate key yang tidak menjadi/ tidak dipakai sebagai primary key. Terkadang alternate key ini dipakai sebagai kunci pengurutan dalam laporan misalnya.

5. Foreign Key

Foreign key (kunci tamu) adalah satu atribut yang melengkapi satu relationship yang menunjukan ke induknya. Kunci tamu ditempatkan pada entity anak dan sama dengan kunci utama (primary key) induk relasinya. Contoh

Tabel Dosen : sandi_dose

n

nama no_ktp alamat gender

24001 Yogaswara, MT

117624 Jl. Kaliurang no.24 Laki-laki 24005 Respati, ST 110282 Jl. Pasanggrahan no.6 Laki-laki 24077 Rusi, Ir 110707 Jl. Edelwis no.7 Perempuan sandi_dosen = primary key

Tabel Mata kuliah kode_mtku

l

mata_kuliah semeste r

sks sandi_dosen

IF-2424 Basis Data 4 3 24001

IF-0707 Analisis Sistem Informasi 5 2 24077

IF-0583 Organisasi Komputer 3 2 24005

IF-7683 Arsitektur Komputer 4 3 24001

kode_mtkul = primary key sandi_dosen = foreign key

(29)

Field sandi_dosen pada tabel dosen sebagai primary keysedangkan field sandi_dosen pada tabel mata kuliah sebagai foreign key, karena tabel mata kuliah ini berhubungan dengan tabel dosen sebgai induknya.

Ketergantungan Fungsional (Functional Depedency)

Definisi dari functional depedence adalah :

“ Diberikan sebuah relasi R, atribut Y dari R adalah bergantung fungsi pada atribut X dari R jika dab hanya jika setiap nilai X dalam R punya hubungan dengan tetap satu nilai Y dalam R (dalam setiap satu waktu)”.

Pada tabel dosen berisi atribut : sandi_dose

n

nama no_ktp alamat gender

24001 Yogaswara, MT 117624 Jl. Kaliurang no.24 Laki-laki 24005 Respati, ST 110282 Jl. Pasanggrahan no.6 Laki-laki 24077 Rusi, Ir 110707 Jl. Edelwis no.7 Perempuan Isi dari atribut nama bergantung pada sandi_dosen. Jadi dapat dikatakan bahwa atribut nama bergantung secara fungsi pada sandi_dosen dan sandi_dosen menunjukan secara fungsi nama. Jika ingin mengetahui sandi_dosen seorang dosen, maka dapat menentukan nama dosen tersebut. Notasi untuk ketergantungan fungsi ini adalah :

sandi_dosen nama atau

nama = f (sandi_dosen)

Bentuk Bentuk Normalisai

Pada proses normalisasi terdapat tahapan-tahapan (bentuk) normalisasi, yaitu :

• Bentuk Tidak Normal (Un normalized Form)

Merupakan bentuk kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai kedatangannya.

(30)

• Bentuk Normal Pertama (1NF/ First Normal Form)

Jika semua atribut mempunyai nilai data yang atomic (tidak dapat dipecah lagi), tetapi masih terdapat beberapa atribut yang muncul secara berulang.

• Bentuk Normal Kedua (2NF/ Second Normal Form)

Relasi telah berada/ memenuhi bentuk normal pertama dan semua atribut yang bukan kunci hanya bergantung secara fungsi pada kunci utama/ primary key. Pada bentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci kunci field.

• Bentuk Normal Ketiga (3NF/Third Normal Form)

Relasi telah berada/ memenuhi bentuk normal kedua dan semua atribut yang bukan kunci adalah non transitive dependency (ketergantungan transitif = bila menjadi atribut biasa pada suatu relasi, tetapi menjadi kunci pada relasi lainnya)

• Boyce-Codd Normal Form (BCNF)

Relasi harus sudah dalam bentuk ketiga dan setiap atribut harus bergantung fungsi pada atribut super key/ semua determinannya merupakan candidate key.

Contoh Kasus :

Sebuah Relasi “ Rawat Pasien “

• Bentuk Tidak Normal (Un normalized Form)

no_pasien nama jenis_perawatan jenis_kamar Biaya_kamar

P0001 Bati Gawat Darurat KM001 Rp.100.000

P0002 Totti Rawat Inap KM002 Rp.75.000

P0003 Nesta Rawat Inap Sehari KM003 Rp.50.000 P0004 Maldini Rawat Jalan KM004 Rp.25.000 P0005 Cana Rawat Inap

P0006 Ihlam Rawat Inap Sehari P0007 Nuno Gawat Darurat P0008 Gomes Rawat Jalan

• Bentuk Normal Pertama (1NF/ First Normal Form)

no_pasien nama jenis_perawatan jenis_kamar biaya_kamar

P0001 Bati Gawat Darurat KM001 Rp.100.000

(31)

P0003 Nesta Rawat Inap Sehari KM003 Rp.50.000 P0004 Maldini Rawat Jalan KM004 Rp.25.000

P0005 Cana Rawat Inap KM002 Rp.75.000

P0006 Ihlam Rawat Inap Sehari KM003 Rp.50.000

P0007 Nuno Gawat Darurat KM001 Rp.100.000

P0008 Gomes Rawat Jalan KM004 Rp.25.000

• Bentuk Normal Kedua (2NF/ Second Normal Form) Menjadi : Relasi “Pasien” dan “Biaya_Rawat”

Relasi “Pasien”

no_pasien nama jenis_perawatan P0001 Bati Gawat Darurat P0002 Totti Rawat Inap

P0003 Nesta Rawat Inap Sehari P0004 Maldini Rawat Jalan P0005 Cana Rawat Inap

P0006 Ihlam Rawat Inap Sehari P0007 Nuno Gawat Darurat P0008 Gomes Rawat Jalan

Relasi “Biaya_Rawat”

jenis_perawatan jenis_kamar biaya_kamar Gawat Darurat KM001 Rp.100.000

Rawat Inap KM002 Rp.75.000

Rawat Inap Sehari KM003 Rp.50.000

Rawat Jalan KM004 Rp.25.000

• Bentuk Normal Ketiga (3NF/Third Normal Form)

Menjadi : Relasi “Pasien”, “Kamar_Rawat” dan “Biaya_Rawat” Relasi “Pasien”

no_pasien nama jenis_perawatan P0001 Bati Gawat Darurat P0002 Totti Rawat Inap

P0003 Nesta Rawat Inap Sehari P0004 Maldini Rawat Jalan P0005 Cana Rawat Inap

(32)

P0007 Nuno Gawat Darurat P0008 Gomes Rawat Jalan Relasi “Kamar_Rawat”

jenis_perawatan jenis_kamar

Gawat Darurat KM001

Rawat Inap KM002

Rawat Inap Sehari KM003

Rawat Jalan KM004 Relasi “Biaya_Rawat” jenis_kamar biaya_kamar KM001 Rp.100.000 KM002 Rp.75.000 KM003 Rp.50.000 KM004 Rp.25.000

• Boyce-Codd Normal Form (BCNF)

Relasi Antar Tabel

Keterangan : * = primary key ** = foreign key Pasien no_pasien * nama jenis_perawatan ** Kamar_Rawat jenis_perawatan * jenis_kamar ** Biaya_Rawat jenis_kamar * biaya_kamar

(33)

Misalnya : Relasi “Seminar” no_peser ta seminar Instruktur 240100 7783 Rusi, Ir 240101 7783 Respati, ST 240102 7776 Pita, Ir 240101 7776 Yogaswara, MT 240109 7776 Yogaswara, MT

Menjadi : Relasi “Pengajar” dan “Peserta-Instruktur” Relasi “Pengajar” Seminar Instruktur 7783 Rusi, Ir 7783 Respati, ST 7776 Pita, Ir 7776 Yogaswara, MT Relasi “Peserta-Instruktur” no_peser ta Instruktur 240100 Rusi, Ir 240101 Respati, ST 240102 Pita, Ir 240101 Yogaswara, MT 240109 Yogaswara, MT  Soal-Soal Latihan : Latihan I :

Misalnya diketahui relasi “Karyawan” sebagai berikut :

Nip Nama tgl_lahir alamat tgl_sk no_sk gol gaji tun j status 1230 Rusi 1/2/70 Jl.Edelwi s 1/3/84 3/sk/8 4 2A 50 25 Aktif 1230 Rusi 1/2/70 Jl.Edelwi s 5/6/87 6/sk/8 7 2B 65 40 Aktif 1231 Resa 8/1/68 Jl.Elang 15/7/7 5 7/sk/7 5 3A 80 35 Aktif 1231 Resa 8/1/68 Jl.Elang 7/2/78 2/sk/7 8 3B 100 65 Aktif 1231 Resa 8/1/68 Jl.Elang 21/12/8 1 12/sk/8 1 3C 120 75 Aktif 1231 Resa 8/1/68 Jl.Elang 1/2/82 1/sk/82 3C 120 75 Keluar 1232 Pita 4/3/72 Jl.Dahlia 5/4/89 4/sk/8 2A 50 35 Aktif

(34)

9

Kapan tabel/ relasi tersebut dikatakan dalam bentuk 1NF, 2NF dan 3NF ?

Latihan II :

Misalnya diketahui relasi “Pemesanan Tiket Kereta” sebagai berikut : n o nam a almt Kd_kr ta Nm_krta tujua n tar if tgl_ps n jam jm l Jml_b yr 1 Resa Jl.Edelw is A Parahiyanga n Bdg 50 1/9/0 3 08:0 0 2 100 1 Resa Jl.Edelw is B Sawunggali h Pwkt 100 2/9/0 3 10:0 0 2 200

2 Yoga Jl.Xurg C SenjaExpre s Yogy a 150 3/9/0 3 12:0 0 2 300

2 Yoga Jl.Xurg D ArgoBromo Sby 20

0 4/9/03 14:00 2 400 Kapan tabel/ relasi tersebut dikatakan dalam bentuk 1NF, 2NF dan 3NF ?

Latihan III :

Misalnya diketahui relasi “Pembelian Barang” sebagai berikut : No Fa c kode supp nama supp kode brg nama barang tgl jatuh temp o qty harg a jml total 79 9 S02 Swa R02 Plooter 2/2/ 04 9/3/ 04 10 150 1500 1500 99 8 G01 Ara A01 Hd Segeat 7/2/ 04 9/3/ 04 10 1350 1350 0 33500 99 8 G01 Ara A02 Hd Quntm 7/2/ 04 9/3/ 04 10 200 0 2000 0 33500

Kapan tabel/ relasi tersebut dikatakan dalam bentuk 1NF, 2NF dan 3NF ?

BAB IV

IMPLEMENTASI BASIS DATA

(35)

Implementasi basis data merupkan upaya untuk membangun basis data fisik yang ditempatkan dalam memori sekunder (disk) dengan bantuan DBMS, tahap

implementasi basis data diawali dengan melakukan transformasi dari model data yang telah selesai dibuat skema/ struktur basis data sesuai dengan DBMS yang dipilih. Secara umum sebuah Diagram ER akan direpresentasikan menjadi sebuah basis data fisik, sedangkan komponennya berupa himpunan entitas dan himpunan relasi akan ditransformasikan menjadi table-tabel (file-file data) dan atribut akan dinyatakan sebagai field-field dari tabel-tabel yang sesuai.

Faktor-faktor yang mempengaruhi performansi sistem basis data :

• Kualitas dan bentuk perancangan basis data yaitu struktur basis data dan cara akses (algoritma aplikasi)

• Kualitas mesin

• Sistem Operasi

• DBMS (Data Base Management System)

Transformasi Model Data ke Basis Data Fisik

Aturan umum dalam pemetaan model data yang digambarkan dengan Diagram ER menjadi Basis Data Fisik adalah sebagai berikut :

1. Setiap himpunan entitas akan diimplementasikan sebagai sebuah tabel (file data).

Mahasiswa

nim nama_mhs

alamat_mhs tgl_lahir Tabel Mahasiswa :

nim nama_mhs alamat_mhs tgl_lahir

2. Relasi dengan derajat relasi 1 – 1 (satu ke satu)

Dosen 1 Mengepalai 1 Jurusan

(36)

Direperesentasikan dalam bentuk penambahan/ penyertaan atribut-atribut relasi ke table yang mewakili salah satu dari kedua himpunan entitas.

Tabel Dosen : Tabel Jurusan :

kode_dos en

Nama Alamat kode_juru

san

nama_jur usan

kode_dos en

3. Relasi dengan derajat relasi 1 – N (satu ke banyak)

Dosen 1 Mengajar N Kuliah

nama alamat kode kuliah kode kuliah nama_kuliah

waktu tempat sks semester

kode dosen

kode dosen

Juga direpresentasikan dalam bentuk pemberian/ pencantuman atribut key dari himpunan entitas pertama (yang berderajat 1) ke tabel yang mewakili himpunan entitas ke dua (yang berderajat N).

Tabel Dosen :

kode_dosen nama alamat

Tabel Kuliah : kode_kulia h nama_kulia h sks semest er kode_dose n tempat waktu

Dari hasil transformasi diatas jika kemudian ternyata bahwa atribut waktu pada table kuliah merupakan atribut bernilai banyak, maka table tersebut tidak memenuhi bentuk normal tahap pertama (1 NF). Maka table ini dapat didekomposisikan lagi menjadi sebagai berikut.

Tabel Kuliah : Kode_kulia h nama_kulia h sks semest er Kode_dose n Tabel Jadwal :

(37)

Kode_kulia h

tempat waktu

4. Relasi dengan derajat relasi N – N (banyak ke banyak)

Mahasiswa N Mempelajari N Kuliah

nim nama_mhs nim kode kuliah kode kuliah nama_kuliah

indeks_nilai sks semester

alamat_mhs tgl_lahir

Direpresentasikan dalam bentuk tabel (file data) khusus yang memiliki field (foreign key) yang berasal dari key-key dari himpunan entitas yang

menghubungkannya. Tabel Mahasiswa :

nim Nama_mhs alamat_mhs tgl_lahir Tabel Memepelajari/ Nilai (Tabel Khusus) :

nim kode_kuliah indeks_nilai

Tabel Kuliah :

kode_kuliah nama_kuliah sks Semester

Model Data Lanjutan

Pada bab sebelumnya sudah dikenalkan komponen-komponen model data dasar dalam kegiatan perancangan serta langkah-langkah teknis dalam

mentransformasikan fakta dilapangan ke sebuah model data, berikut dibahas sejumlah varian komponen-komponen perancangan basis data serta proses-proses lanjutannya.

1. Himpunan Entitas Lemah (Weak Entity Sets)

Himpunan entitas lemah berisi entitas-entitas yang kemunculannya tergantung pada eksistensinya dalam sebuah relasi terhadap entitas lain (Strong Entity = sebaliknya dari entitas lemah), himpunan entitas lemah biasanya tidak memiliki key yang dapat menjamin keunikan entitas didalamnya.

(38)

Mahasiswa nim nama_mhs alamat_mhs tgl_lahir Memiliki Mempelajari Orang Tua Hobbi alamat_ortu hobbi N 1 1 1 nim hobbi nim nama_ortu nama_ortu

Data orang tua dan hobbi dapat digolongkan sebagai entitas lemah (dalam ER-D dinyatakan dengan kotak garis ganda), karena kemunculannya sangat

tergantung pada adanya relasi dengan entitas yang ada pada himpunan entitas mahasiswa. Atribut nama_ortu dan hobbi diberi garis bawah putus-putus untuk menunjukan atribut key yang tidak meyakinkan.

Entitas lemah dapat ditransformasikan menjadi sebuah table dengan menyertakan key yang ada pada entitas kuat, sebagai berikut :

Tabel Mahasiswa :

nim nama_mhs alamat_mhs tgl_lahir

Tabel Orang Tua : Tabel Hobbi :

nim nama_ort u

alamat_ortu nim hobbi

2. Spesialisasi dan Generalisasi

Himpunan entitas dimungkinkan adanya pengelompokan entitas-entitas yang menjadi anggotanya, dan terkadang ditemui atribut yang tidak sepenuhnya sama.

Jika dimulai dari sebuah himpunan entitas lalu kemudian melakukan pengelompokan yang melahirkan entitas baru (top-down) dan adanya pembedaan atribut menyebabkan entitas-entitas tersebut tidak mungkin disatukan dalam sebuah himpunan entitas saja, maka ini adalah Spesialisasi. Adanya spesialisasi dan generalisasi diwujudkan dalam notasi relasi yang khusus, yang disebut ‘ISA’ (yang berasal dari ‘Is A’) sebagai berikut :

(39)

top-down

Dosen

kode_dos nama_dos

ISA

Dosen Tetap Dosen Tidak Tetap nik pangkat tgl_masuk nama_kantor alamat_kantor alamat_dos

Sub Entitas hasil Spesialisasi diimplementasikan sebagai berikut : Tabel Dosen :

kode_dos nama_dos alamat_dos

Tabel Dosen Tetap : Tabel Dosen Tidak Tetap : kode_d

os

nik pangkat tgl_masuk kode_d os

nama_kant or

alamat_kan tor

Jika yang dilakukan adalah sebaliknya, sebuah himpunan entitas yang

sebenarnya dibagi menjadi dalam kelompok tertentu dan pengelompokan ini tidak dipertegas dengan adanya perbedaan atribut, malah kelompok-kelompok tersebut disatukan dalam sebuah himpunan dengan atribut yang sama. Jadi pendekatannya bersifat bottom-up mula-mula terpisah kemudian menjadi satu, proses yang demikian disebut Generalisasi. Sebagai berikut :

(40)

Mahasiswa

nim nama_mhs

ISA

Mahasiswa D3 Mahasiswa S1

alamat_mhs

Spesialisasi dan generalisasi merupakan dua proses yang berlawanan, yang ditekankan dalam spesialisasi adalah perbedaan antar kelompok entitas, sedangkan dalam generalisasi yang ditekankan adalah persamaannya. Implementasi pada generalisasi berlawanan dengan spesialisasi yaitu akan menyusutkan jumlah himpunan entitas menjadi hanya sebuah tabel, pada table tersebut ditambahkan sebuah atribut yang nantinya akan diisi dengan kode khusus yang menyatakan perbedaan tersebut, sebagai berikut :

Tabel Mahasiswa :

nim nama_mhs alamat_mhs prog_studi

prog_studi = atribut tambahan untuk mengakomodasi perbedaan kelompok entitas.

Adanya spesialisasi dalam perancangan basis data, umumnya akan terlihat secara eksplisit pada akhir Diagram-ER, sedangkan proses generalisasi seringkali ditiadakan. Peniadaan generalisasi ini direperesentasikan dengan adanya atribut baru pada himpunan entitas akhir.

3. Agregasi

Menggambar sebuah himpunan relasi yang secara langsung menghubungkan sebuah himpunan entitas dengan sebuah himpunan relasi dalam Diagram-ER/ sebuah relasi terbentuk tidak hanya dari himpunan entitas tapi juga

mengandung unsur dari relasi lain. Sebenarnya kondisi ini tidak tepat bahkan ada yang dengan tegas tidak memperbolehkan, sebagai jalan tengah digunakan notasi khusus untuk menunjukan adanya agregasi semacam itu. Berikut contoh dari agregasi :

(41)

Mahasiswa N Mempelajari N Matakuliah Mengikuti Praktikum nim kode_pra kode_kul nilai

kode_pra nama_pra jumlah_pra

N

N

Pengimplementasian harus dilakukan setelah relasi prasyarat tersebut terimplementasikan, selanjutnya tinggal meninjau derajat relasi dari

agregasinya. Relasi mengikuti merupakan bentuk agregasi relasi mempelajari dan entitas praktikum. Karena semua derajat relasi yang ada pada Diagram-ER diatas adalah N-N, maka baik relasi mempelajari maupun mengikuti masing-masing direpresentasikan dalam table khusus/terpisah, sebagai berikut : Tabel Mempelajari : Tabel Praktikum :

nim kode_kul indeks_nilai kode_pra nama_pra jumlah_p ra Tabel Mengikuti:

nim kode_kul kode_pra nilai

Pengkodean Internal

Cara yang digunakan untuk menyatakan suatu data (atribut) dalam bentuk lain adalah untuk efisiensi ruang penyimpanan disebut dengan pengkodean (data coding). Dari pemakaiannya bias dibedakan adanya pengkodean :

• Pengkodean eksternal (user define coding) : mewakili pengkodean yang telah digunakan secara terbuka dan dikenal oleh orang awam (ada pada fakta/ dunia nyata), contohnya : npm, kode_mtkul.

(42)

• Pengkodean internal (system coding) : kondisi sebaliknya dari pengkodean eksternal, contohnya : kode_dosen sebagai key alternatif. Pengkodean internal tidak hanya diterapkan pada pembuatan key alternatif, tapi juga dapat diterapkan pada atribut data lain (non key) yang memang kita kelola. Ada tiga bentuk pengkodean yang dapat dipilih :

1. Sekuensial

Mengasosiasikan data dengan kode terurut, misalnya : (Sempurna, Baik, Cukup, Kurang, Buruk) dikodekan dengan : “A, B, C, D dan E“.

2. Mnemonic

Membentuk suatu singkatan dari data yang ingin dikodekan, misalnya : jenis kelamin (Laki-Laki dan Perempuan) dikodekan dengan “L dan P “.

3. Blok

Pengkodean dinyatakan dalam format tertentu, misalnya No.Induk Mahasiswa dengan format XXYYYY

XX = dua digit terakhir angka tahun masuk YYYY = nomor urut mahasiswa

Format ini harus dibentuk dengan pemilihan domain atribut yang lebih luas, tetapi harus dipertimbangkan juga dari sisi efisiensi ruang penyimpanan.  DBMS dan Struktur Tabel

Pembuatan berbagai tabel basis data adalah sebagai pekerjaan utama dalam tahap implementasi juga penetuan struktur dari tabel-tabel tersebut. Penentuan pilihan tipe data dan featur-featur tambahan untuk struktur table sangat bergantung pada DBMS yang dipilih. Namun dalam penentuan struktur table khususnya penetapan tipe data dan featur tambahan untuk setiap field akan sering dihadapkan pada pilihan-pilihan seperti :

1. Data Angka

a. Numerik : nilai angka dari tipe data ini menunjukan suatu jumlah misalnya : field sks, field semester, dll. Data numerik berupa :

• Bilangan bulat (integer) terdiri dari Byte (1 byte), Small Integer (2 byte) dan Long Integer (4 byte).

• Bilangan Nyata (real) terdiri dari Single (4 byte) bisa menampung hingga 7 digit pecahan dan Double (8 byte) hingga 15 digit pecahan. Dalam penetuan tipe data numerik ukuran data disesuaikan dengan kebutuhan data masukan.

(43)

b. Alfanumerik : nilai angka dari tipe data ini tidak menunjukan suatu jumlah misalnya : field npm berisi data angka tapi tidak menunjukan suatu jumlah (bertipe teks).

2. Data Teks (Character)

Data teks ini dapat berupa abjad/ huruf, angka, karakter khusus atau gabungan dari ketiganya. Tipe ini tidak dapat melakukan operasi matematika.berupa :

a. Ukuran tetap (fixed character) : data teks yang ukurannya pasti dan pendek, misalnya untuk field npm ukuran datanya selalu tetap.

b. Ukuran dinamis (variable character) : data teks yang ukuran panjang pendeknya sangat bervariasi, misalnya untuk field nama_mhs dan alamat. 3. Data Uang

Jika DBMS yang digunakan menyediakan tipe data khusus untuk menyimpan data uang, misalnya bertipe money atau currency (8 byte). Tipe data ini cocok untuk diterapkan dan akan sangat membantu terutama dalam mengatur

tampilan datanya, yang dinyatakan dengan pemisahan ribuan/jutaan/milyaran dan pemakaian tanda mata uang.

4. Date/Tanggal

Berupa gabungan angka dengan format tanggal tertentu (8 byte). Formatnya terdapat dua pilihan, diantaranya:

day/month/year atau Hari/Bulan/Tahun month/day/year atau Bulan/Hari/Tahun 5. Feature tambahan pada DBMS

Sejumlah DBMS menyediakan feature tambahan seperti : mandatory (harus diisi atau boleh kosong), default, variant (dalam VB) bila data yang akan dimasukan belum tahu tipenya maka secara otomatis mendeteksi, variant ada dua jenis yaitu untuk number (16 byte) dan character (22 byte).

Menentukan tipe data bagi setiap field, pertimbangan pertama DBMS yang dipilih, kecukupan domain, efisiensi ruang penyimpanan, kecepatan pengolahan data dan harus dapat menjamin bahwa tipe data yang dipilih pada setiap field akan dapat mengakomodasi semua nilai yang akan diisikan ke dalam field tersebut.

Penetuan struktur dari tabel-tabel basis data dapat disajikan sebagai berikut : Misalnya :

Nama Tabel : Mahasiswa Primary Key : npm

N o

Nama Field Tipe Ukura n

(44)

1 npm C 8 * nomor pokok mahasiswa

2 nama_mhs C 30 nama setiap mahasiswa

3 alamat_mhs C 50 alamat setiap mahasiswa 4 tgl_lahir D 8 tanggal lahir setiap mahasiswa

5 photo G - photo mahasiswa

Nama Tabel : Matakuliah Primary Key : kd_mtkul

N o

Nama Field Tipe Ukura n

Kunci Keterangan

1 kd_mtkul C 5 * kode matakuliah

2 nama_mtkul C 30 nama matakuliah

3 sks N 1 jumlah bobot satuan kredit

semester

4 semester N 1 semester diselenggarakan

perkuliahan Nama Tabel : Nilai

Foreign Key : npm + kd_mtkul

N o

Nama Field Tipe Ukura n

Kunci Keterangan

1 npm C 8 ** nomor pokok mahasiswa

2 kd_mtkul C 5 ** kode matakuliah

3 Indeks_nilai C 1 indeks nilai matakuliah mahasiswa Keterangan :

C : Character N : Numeric D : Date

(45)

BAB V

ALJABAR RELASIONAL

Definisi

Basis data dipahami oleh pengguna sebagai kumpulan tabel-tabel yang saling ber relasi, konsep untuk akses pada basis data model relasi dapat diterapkan berdasarkan matematika aljabar relasional. Operasi pada aljabar relasional operator-operatornya antara lain adalah sebagai berikut :

Selection (γ = sigma)

Projection (π = phi)

Joint (× = cross)

Union (∪ = gabungan)

Intersection (∩ = irisan)

Set different (− = minus)

(46)

Operator Aljabar Relasional

a.

Selection (γ = sigma) adalah memilih tupel (baris) dalam relasi yang memenuhi predikat yang diberikan.

Contoh : Relasi Nasabah

Nama alamat no_rek

Respati Jl. RE Marthadinata 111.111

Yoga Jl. Merdeka 222.222

Rusi Jl. Pataruman 444.444

Swaraspati Jl. Tentara Pelajar 555.555

Misal : γ nama = “Yoga” (Nasabah) Hasil : Yoga Jl.Merdeka 111.111

b.

Projection (π = phi) adalah operasi semacam selection tetapi mengambil atau memilih beberapa atribut (kolom) dalam relasi.

Misal : π no_rek (Nasabah) Hasil : no_rek

111.111 222.222 444.444 555.555

Misal : π nama,no_rek (Nasabah) Hasil : nama no_rek

Respati 111.111

Yoga 222.222

Rusi 444.444

Swaraspati 555.555

c.

Joint (× = cross) adalah tupel t adalah hasil operasi joint antara r dan s jika t memenuhi beberapa tupel di r dalam skema r dan beberapa tupel dalam skema s.

Contoh:

(47)

nama_dose n

kode_mtkul nama_mhs kode_mtkul indeks_nilai

Yogaswara TI-3000 Bati TI-5000 B

Respati TI-4000 Totti TI-7000 A

Rusi TI-5000 Nesta TI-3000 C

Pitaloka TI-6000 Kana TI-4000 A

Swaraspati TI-7000 Maldini TI-7000 D

Misal : Dosen × Ambil_Kuliah Hasil : (t)

nama_dosen nama_mhs kode_mtkul indeks_nilai

Rusi Bati TI-5000 B

Swaraspati Totti TI-7000 A

Yogaswara Nesta TI-3000 C

Respati Kana TI-4000 A

Swaraspati Maldini TI-7000 D

Dalam query terhadap basis data operator-operator aljabar relasional dapat diekspresikan dengan gabungan, misalnya :

π nama_mhs(γ nama_dosen = “Swaraspati”(Dosen × Ambil_Kuliah))

d.

Union (∪ = gabungan) adalah menghasilkan semua tupel yang berada di kedua relasi. Contoh :

Relasi Mtkul_diinginkan Relasi Mtkul_tersedia

kode_mtkul nama_mhs nama_mhs kode_mtkul

TI-3000 Bati Bati TI-3000

TI-4000 Bati Totti TI-5000

TI-5000 Totti Nesta TI-4000

TI-3000 Totti Nesta TI-6000

TI-4000 Nesta

Misal : Mtkul_diinginkan ∪ Mtkul_tersedia Hasil : nama_mhs kode_mtkul Bati TI-3000 Bati TI-4000 Totti TI-5000 Totti TI-3000 Nesta TI-4000 Nesta TI-6000

e.

Intersection (∩ = irisan) adalah menghasilkan relasi dengan tupel-tupel yang berada pada kedua relasi.

(48)

Misal : Mtkul_diinginkan ∪ Mtkul_tersedia Hasil : nama_mhs kode_mtkul Bati TI-3000 Totti TI-5000 Nesta TI-4000

f.

Set different (− = minus) adalah menghasilkan relasi dengan tupel-tupel yang berada pada relasi kesatu, tetapi tidak ada pada relasi yang kedua.

Misal : Mtkul_diinginkan − Mtkul_tersedia Hasil :

nama_mhs kode_mtkul

Bati TI-4000

Totti TI-3000

Misal : Mtkul_ tersedia − Mtkul_ diinginkan Hasil :

nama_mhs kode_mtkul

(49)

BAB VI

STRUCTURED QUERY LANGUAGE

(SQL)

(50)

SQL adalah sebuah bahasa yang dijadikan bahasa standar untuk bahasa basis data. Sebagai sebuah bahasa standar, sejalan dengan perkembangan teknologi basis data dan teknologi komputer pada umumnya, SQL sendiri mengalami beberapa perubahan (penyempurnaan). SQL mula-mula dibuat pada tahun 1970 dengan “Sequel”. Standarisasi yang pertama dibuat pada tahun 1986 oleh ANSI (American National Standards Institute) dan ISO (International Standards Organization), yang disebut sebagai SQL-86. SQL-86 ini diperbaharui pada tahun 1986 menjadi SQL-89. Standar terakhir yang dibuat dan digunakan hingga saat ini adalah SQL-92 yang dikeluarkan pada tahun 1992. Bahasa basis data terdiri dari atas :

• DDL (Data Definition Language)

• DML (Data Manipulation Language)  Struktur Dasar

Sebuah ekspresi SQL dasar terdiri dari atas 3 klausa :

• Select : Bersesuaian dengan operasi proyeksi pada aljabar relasi/ memilih

atribut (field) yang diinginkan.

• From : Relasi yang dipilih atau terkena operasi proyeksi/ table atau gabungan table.

• Where : Bersesuaian dengan pilihan predikat pada aljabar relasi/ yang sifatnya opsional/ sebuah keadaan.

Sintaks dari ekspresi SQL dasar : Select F1,F2…Fn

Form T1,T2…Tn Where P

Keterangan : A : daftar atribut (field) T : daftar relasi (tabel) P : merupakan predikat query

Tabel nasabah Tabel simpanan

(51)

10924 Angie Jl. Mawar CBCihideu ng

10606 700.000

10606 Ari Jl. Dahlia CBIndihia

ng

12476 1.500.000

12476 Armand Jl.Ros CBCilemb

ang

10924 2.000.000

10678 Alanis Jl.Melati CBTawang 10678 500.000

18987 Aras Jl.Awan CBEmpang 10924 700.000

CBMerde ka

12476 1.000.000

Klausa Select dan Form Misal : Select nama

From nasabah Hasil : nama Angie Ari Armand Alanis Aras

Misal : Select nama, no_rek From simpanan

Hasil : Menampilkan seluruh isi atribut nama dan no_rek dari tabel simpanan

Misal : Select no_rek as Rekening From simpanan

Hasil : klausa as untuk mengganti tampilan header no_rek menjadi Rekening tanpa menggangu prosesnya.

Misal : Select * From nasabah

(52)

Klausa Where

Klausa ini boleh tidak digunakan, klausa untuk predikat ini dapat menerapkan operator relasi (<, >, <=, >=, =, <>) dan operator logika (and, or dan not). Untuk nilai predikat yang bertipe string harus diapit dengan tanda kutip tunggal (‘ ’).

Misal : Select nama Hasil : Angie From nasabah

Whereno_rek = ‘10924’

Misal : Select * From nasabah

Whereno_rek = ‘10924’ Hasil : 10924 Angie Jl.Mawar

Misal : Select no_rek,cabang From simpanan

Wherejumlah <= 700.000 Hasil : 10606 CBCihideung

10678 CBTawang 10924 CBEmpang

(53)

Misal : Select no_rek From simpanan

Wherejumlah between 450.000 and 800.000

Hasil : Kalusa between kriteria yang berbentuk range nilai tertentu. 10606

10678 10924

Misal : Jika dalam query tabel yang dilibatkan lebih dari satu tabel maka table-tabel

tersebut harus memiliki relasi.

Select nasabah.nama, nasabah.alamat, simpanan.cabang From nasabah, simpanan

Wherenasabah.no_rek = simpanan.no_rek

Hasil : Menampilkan nama, alamat dan cabang dari kedua table dimana no_rek nasabah pada table nasabah sama dengan no_rek pada table simpanan.

Latihan :

1. Buat contoh lain untuk penggunaan klausa select, from dan where seperti pada contoh diatas.

2. Pada kedua tabel nasabah dan simpanan, cari isi record data no_rek 10924 dengan jumlah simpanannya lebih dari 800.000

3. Pada kedua tabel nasabah dan simpanan, cari semua nasabah dan cabangnya yang mempunyai jumlah simpanan sebesar 700.000

4. Pada kedua tabel nasabah dan simpanan, cari semua nama, alamat dan cabangnya yang mempunyai simpanan dibawah 1000.000

5. Pada kedua tabel nasabah dan simpanan, cari no_rek, nama dan alamat nasabah yang memiliki simpanan dicabang CBIndihiang dan CBMerdeka. 6. Pada kedua tabel nasabah dan simpanan, cari semua nasabah yang memiliki

Gambar

Diagram E-R selalu dibuat secara bertahap, langkah-langkah teknis yang dapat  dilakukan untuk menghasilkan Diagram E-R, adalah sebagai berikut :
Diagram   struktur   data   merupakan     skema   yang   menyatakan  desain basis data jaringan, diagram tersebut terdiri dari dua  komponen yaitu kotak yang menunjukan tipe record dan garis  yang menunjukan link.
Tabel Dosen : sandi_dose
Tabel Mahasiswa :
+7

Referensi

Dokumen terkait

Ibu Pratista Arya Satwika, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Koordinator Skripsi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta atas arahan

Masyarakat Semende memiliki Lembaga adat yang sampai saat ini masih ada dalam masyarakat Semende adalah Lembaga Adat Bemeraje Anak Belai yang terdiri dari Payung jurai

Iklan Baris Iklan Baris Serba Serbi JAKARTA BARAT RUPA-RUPA SEKOLAH Rumah Dijual Rumah Dikontrakan LAIN-LAIN JAKARTA PUSAT JAKARTA PUSAT JAKARTA SELATAN JAKARTA TIMUR

3) Teknik transplantasi karang secara sederhana sebagai salah satu metode yang dapat digunakan dalam merehabilitasi ekosistem terumbu karang yang sudah mulai

Adapun hasil yang didapat dari proses tersebut adalah kelas VII-1 MTs PAB 2 Sampali Tahun Pembelajaran 2017-2018 yang berjumlah 35 orang siswa sebagai kelas

Karena itu pengadaan barang/jasa dengan nilai di atas Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) tidak dapat dilakukan jika tidak ada PPK. Kalaupun telah ditunjuk PPK yang tidak

Variasi konsentrasi pati singkong pada edible coating (1%, 2% dan 3%) memberikan pengaruh yang berbeda nyata dengan kontrol (tanpa edible coating) terhadap susut

Fungsi-fungsi dari Sistem Laboratorium Bahasa ini melakukan koneksi dengan database MySql di sebuah komputer yang nantinya akan dijadikan server (di salah satu komputer yang