KEBIJAKAN
DALAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN
PRIMER
1
Dr. Maya A.Rusady,M.Kes,AAK Direktur Pelayanan
Jakarta, 23 April 2016
2
1. PENDAHULUAN
AGENDA
2. EVALUASI 2 TAHUN JKN
3. KEBIJAKAN PENINGKATAN MUTU LAYANAN PRIMER TAHUN 2016
4. PENUTUP
BERDAULAT
BERKEPRIBADIAN
TRISAKTI
VISI JOKOWI-JK
“…harapan akan berdikarinya/penguatan sendi-sendi ekonomi bangsa menjadi semakin jauh ketika negara tidak kuasa
memberikan jaminan kesehatan dan kualitas hidup yang layak…”
Nawacita ke lima (5), “… akan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui … layanan kesehatan masyarakat dengan menginisisasi “Kartu
Indonesia Sehat”…”
BERDIKARI
Lembaga yang Bertanggung Jawab Langsung kepada Presiden untuk Menjalankan Jaminan Kesehatan
GOTONG ROYONG Menginisiasi KIS dengan mendorong masyarakat sehat dan mampu menjadi peserta jaminan kesehatan-KIS; dan untuk masyarakat
tidak mampu dibiayai negara UU Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial
ARAH RPJMN 2015-2019: PROGRAM INDONESIA SEHAT (Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 2/2015)
Indikator No. 4:
Meningkatnya
Perlindungan Finansial, Ketersediaan, Penyebaran dan Mutu Obat serta Sumber Daya Kesehatan.
Indikator SJSN:
Persentase kepesertaan SJSN Kesehatan dari 51,8% (awal) target 2019 Min 95%
Sasaran Umum: Meningkatkan derajat kesehatan & status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan &
pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial & pemerataan pelayanan kesehatan
Sasaran Pokok No. 4:
Meningkatnya cakupan pelayanan
kesehatan universal melalui:
Kartu Indonesia Sehat (KIS) &
Kualitas pengelolaan SJSN Kesehatan Arah Kebijakan & Strategi No. 4:
1. Peningkatan cakupan kepesertaan melalui KIS
2. Peningkatan jumlah faskes yang menjadi penyedia layanan sesuai standar
3. Peningkatan pengelolaan jaminan kesehatan dalam bentuk penyempurnaan
& koordinasi
4. Penyempurnaan sistem pembayaran untuk penguatan pelayanan kesehatan dasar
5. Pengembangan berbagai regulasi termasuk standar guideline pelayanan kesehatan
6. Peningkatan kapasitas kelembagaan untuk mendukung mutu pelayanan
7. Pengembangan pembiayaan pelayanan kesehatan kerjasama pemerintah-swasta
VISI - MISI BPJS KESEHATAN 2021
TERWUJUDNYA JKN-KIS SEMESTA YANG BERKUALITAS DAN
BERKESINAMBUNGAN
MENJAGA KESINAMBUNG AN PROGRAM JKN-KIS
MEMPERLUAS
KEPESERTAAN JKN-KIS MENCAKUP SELURUH PENDUDUK
INDONESIA
MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN YANG BERKEADILAN
MENINGKATKAN HARMONISASI HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA MEMPERKUAT
KAPASITAS DAN TATA KELOLA ORGANISASI
6
GOTONG ROYONG
Input Proses Output Outcome Peran BPJS Kesehatan dalam Sistem Pelayanan Kesehatan
Meningkatkan Derajat Kesehatan
Masyarakat Indonesia Pelayanan
Kesehatan Yang Berkualitas dan
Terjangkau
⁻ Pendidikan Tenaga Kesehatan
⁻ Ketersediaan Tenaga Kesehatan
⁻ Ketersediaan Fasilitas Kesehatan
⁻ Regulasi terkait standardisasi Nakes, Faskes, Pelayanan Kesehatan, Remunerasi Nakes, Obat
⁻ Pelayanan
⁻ Pembiayaan
Pelayanan Kesehatan
⁻ Monitoring Evaluasi Pelayanan
Kesehatan
⁻ Kemkes
⁻ Kemendiknas
⁻ Pemerintah Daerah
⁻ Organisasi Profesi
⁻ Faskes
⁻ Kemkes
⁻ Lembaga Pembiayaan
⁻ Lembaga Konsumen
BPJS KESEHATAN
membeli
7
Seluruh Stakeholder dan penduduk Indonesia
KENDALI MUTU KENDALI BIAYA
UU 36 tahun 2009, UU 24 tahun 2011
8
2. EVALUASI 2 TAHUN JKN
9
KERJA SAMA FASKES TINGKAT PERTAMA
s.d Desember 2015
• Pertumbuhan FKTP bulan Januari 2014 – Desember 2015 sebesar 24,44%
• Perbandingan antara FKTP Puskesmas dan Non Puskesmas 49 ,1% : 50,9%
DPP 22,24%
KLINIK POLRI 2,86%
KLINIK PRATAMA
16,43%
KLINIK TNI 3,61%
PUSKESM AS 49,07%
RS D PRATAMA
0,05%
PRAKTIK DOKTER
GIGI 5,75%
• Rasio dokter berbanding peserta (bila distribusi merata) = 1 : 4.778
16.047 16.680 17.419 18.437 18.644 19.110 19.619 19.969
Jan-14 Apr-14 Aug-14 Dec-14 Jan-15 Apr-15 Aug-15 Dec-15
JUMLAH FKTP KERJASAMA
Profil Tenaga Kesehatan
Rasio Ideal = 1 : 5.000
Tenaga kesehatan terbanyak bidan & perawat
KETERSEDIAAN/
DISTRIBUSI DOKTER ??
RE-DISTRIBUSI PESERTA ??
FKTP PESERTA TENAGA
DR
1 2 3 4 5 6 = 4/5
1 DOKTER PRAKTIK PERORANGAN 4.429 9.749.059 5.058 1.927 2 KLINIK POLRI 569 1.179.991 644 1.832 3 KLINIK PRATAMA 3.401 16.488.440 8.038 2.051 4 KLINIK TNI 714 1.623.599 872 1.862 5 PUSKESMAS 9.812 127.697.979 18.167 7.029 6 RS D PRATAMA 10 17.250 26 663
18.935
156.756.318 32.805 4.778
7 PRAKTIK GIGI PERORANGAN 1.142 - - - 20.077
156.756.318 32.805 Grand Total
JUMLAH JENIS FKTP
NO
SUB TOTAL
RASIO
DR DRG PERAWAT BIDAN APOTEKER
1 DOKTER PRAKTIK PERORANGAN 4.429 5.058 74 2.814 4.430 796 2 KLINIK POLRI 569 644 149 1.169 501 77 3 KLINIK PRATAMA 3.401 8.038 2.520 6.245 5.591 1.409 4 KLINIK TNI 714 872 293 2.205 902 200 5 PUSKESMAS 9.812 18.167 8.420 105.496 115.436 3.634 6 RS D PRATAMA 10 26 6 157 104 7
18.935
32.805 11.462 118.086 126.964 6.123 7 PRAKTIK GIGI PERORANGAN 1.142 - 1.192 488 40 71
20.077
32.805 12.654 118.574 127.004 6.194 TOTAL
JUMLAH TENAGA MEDIS JENIS FKTP
NO JUMLAH
FKTP
SUB TOTAL
Komposisi Tenaga Kesehatan
Sumber Data :
Aplikasi Referensi Online sd 31 Maret 2016
Laporan Manual Tenaga Medis Divisi Regional Maret 2016
PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN
Jenis
Pemanfaatan 2014 2015
Pemanfaatan di FKTP (Puskesmas/
Dokter Praktik Perorangan/Klinik Pratama).
66,8 Juta 100,6 Juta
Pemanfaatan di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit
21,3 Juta 39,8 Juta
Pemanfaatan Rawat Inap Rumah Sakit
4,2 Juta 6,3 Juta
TOTAL PEMANFAATAN
92,3 JUTA 146,7 JUTA
KONTRIBUSI LANGSUNG KESEHATAN:
Membantu pemulihan kesehatan dan pencegahan kecacatan
(+ upaya promotif dan preventif):
Menjaga masyarakat agar tetap produktif
secara sosial dan ekonomis
Total Peserta thn 2014:
133,4 Juta
Total Peserta thn 2015:
156,79 Juta Note :
Total Pemanfaatan adalah dalam kunjungan
12
PEMBAYARAN BIAYA MANFAAT
S.D Desember 2015
96,9% dari target
56,9 T
105,6% dari pendapatan iuran
BALANCING HEALTH CARE QUALITY AND COST CONTAINMENT
SUSTAINABILITY
Sumber : Laporan Manajemen Desember 2015 19,969
1,847 2,815
FKTP FKRTL
Faskes Penunjang FASILITAS KESEHATAN KERJASAMA
24.631
Pelayanan Primer, 12,084,388
Pelayanan Rujukan, 30,439,395
Biaya Pelkes 2014
42,5 T T
104,4% dari pendapatan iuran
Pelayanan Primer, 11,510,017
Pelayanan Rujukan, 45,474,586
20%
Biaya Pelkes 2015
28%
Sumber : Laporan Manajemen Desember 2014
13
PEMBAYARAN BIAYA MANFAAT PRIMER
s.d Desember 2015
Pelayanan Tingkat Pertama;
11.510.017
Pelayanan Rujukan : 40.891.076
• 73,6% biaya kapitasi diterima oleh Puskesmas
• Jumlah kasus yang dirujuk ke Rumah Sakit sebanyak 11,9 juta
• Diagnosa terbanyak yang dirujuk ke Rumah Sakit : Hipertensi Essensial, Asthma unspecified, Impacted Cerumen, Bronchitis (Non Spesialistik
1,54 Juta kasus)
20,2%
KAPITASI KUNJUNGAN RUJUKAN RASIO RUJUKAN UNIT COST
(dlm Juta Rp) (%)
Dokter Praktek Perorangan 829.871 12.401.391 1.509.782 12,17% 66.918 Faskes TNI/Polri 294.150 2.496.694 457.856 18,34% 117.816 Klinik Pratama 1.495.033 20.604.859 2.349.119 11,40% 72.557 Puskesmas 7.645.918 64.023.420 7.583.960 11,85% 119.424 RS Type D Pratama 1.025 7.220 973 13,48% 141.914 Dokter Gigi Praktek Mandiri 123.739 1.083.794 38.742 3,57% 114.172 Total 10.389.736 100.617.378 11.940.432 11,87% 103.260
FKTP
14
Kondisi Saat Ini
Ideal
s.d Desember 2015
Kondisi saat ini masih jauh dari Ideal, pelayanan primer belum berjalan optimal. Kontak antara peserta dengan FKTP hanya 56 orang per 1.000 peserta. Best Practice negara lain, idealnya 240 orang per 1.000 peserta melakukan kontak
dengan FKTP.
Masih terdapat 1,54 juta kasus yang dilayani di tingkat lanjutan seharusnya dapat ditangani oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
RATE PER TINGKAT LAYANAN
Angka kontak yang tinggi antara Dokter FKTP dan peserta, merupakan upaya pencegahan kesakitan dan menurunkan angka rujukan di Rumah Sakit
240 56.2
21 22.33
1 3.59
0 50 100 150 200 250 300
Kondisi Ideal Kondisi Saat ini
Rate Per Tingkat Pelayanan
RITL RJTL RJTP
MAPPING KEMAMPUAN 144 DIAGNOSA DI FKTP
15 144 101-143 76-100 51-75 ≤50
Kota 4.747 677 2.394 338 32 364 482 460
14% 50% 7% 1% 8% 10% 10%
Kabupaten 13.981 1.326 6.310 1.139 148 1.016 817 3.225
9% 45% 8% 1% 7% 6% 23%
Wilayah
Jumlah Faskes (tanpa drg)
Diagnosa Mampu Tuntas di FKTP Belum menentukan
Dalam progress
10%
45%
1%8%
7%
6%
23%
Wilayah Kabupaten
144 101-143 76-100 51-75
≤50
Belum sepakat 14%
50%
7%
1%
8%
10%
10%
Wilayah Kota
144 101-143 76-100 51-75
≤50
Belum sepakat
16
PROGRAM RUJUK BALIK
Program Rujuk Balik mempermudah penderita penyakit kronis mengakses
pelayanan kesehatan dan diharapkan dapat memperbaiki mutu layanan Rumah Sakit dengan berkurangnya antrian peserta penyakit kronis (stabil).
Pencapaian s.d Desember 2015
Peningkatan jumlah peserta PRB sebesar 108% dari Des 14 ke Des 2015.
Saat ini baru 34,05% dari 1,18 Juta peserta dengan diagnosa rujuk balik mengikuti Program Rujuk Balik.
Tantangan Program Rujuk Balik :
• Ketersediaan obat di Apotek
• FKTP belum siap
• Kriteria pasien stabil disetiap Rumah Sakit berbeda
Jumlah Peserta PRB 404.143
176,120 194,028
188,228
255,410
404,143
- 50,000 100,000 150,000 200,000 250,000 300,000 350,000 400,000 450,000
JUNI 2014 DES 2014 JAN 2015 JUNI 2015 DES 2015
Trend Perkembangan PRB
17
PROBLEMS 2015
KENDALI MUTU
– Masih kurangnya dukungan profesi dalam JKN
– Masih terdapat Gap Kompetensi Faskes – Belum optimalnya Peran dan Fungsi
TKMKB
– Transparansi kerja sama Faskes belum 100%
KENDALI BIAYA
– Sistem Rujukan berjenjang masih mengacu pada kelas Rumah Sakit – Gap Kompetensi Verifikator
– Implementasi kegiatan pencegahan Kecurangan belum optimal
– Pelayanan dengan biaya tertinggi
Jantung, Hemodialisa, Kanker dan SC
KEMITRAAN
– Rasa saling percaya dengan Faskes belum sepenuhnya – Kesamaan dan kesetaraan dalam bermitra belum optimal
WHAT NEXT???
18
3. KEBIJAKAN PENINGKATAN MUTU LAYANAN
PRIMER TAHUN 2016
Pelayanan Tersier
Pelayanan Sekunder
Pelayanan Primer
PENGUATAN PELAYANAN PRIMER
Non Spesialistik
Promotif, Preventif
, KuratifRehabilitatif
Spesialistik
Sub Spesialistik
1919
Tantangan Penguatan Pelayanan Primer :
• Sebaran Faskes dan
tenaga kesehatan belum merata
• Standardisasi FKTP belum sama di seluruh Indonesia
• Kemampuan Dokter menjalankan Permenkes No 5/ 2014 berbeda di tiap daerah
PERAN ORGANISASI PROFESI DALAM PENGUATAN PELAYANAN PRIMER
Permenkes No.001 tahun 2012, Per BPJS No. 1 tahun 2014
SUSTAINABILITAS JKN
GATEKEEPER
Medik Mutu
Mutu Layanan Non Medik Mutu
Administrasi
MUTU
KUALITAS
KUANTITAS
20
STANDAR MUTU di FASKES TERSELEKSI
Komitmen
terhadap mutu
Compliance
terhadap isi PKS
Tidak ada moral hazard
BPJS Kesehatan profesional dalam
seleksi faskes
FASKES BERKOMITMEN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN PROFESIONAL DAN BERMUTU
LUARAN FASKES BERMUTU
Ditunjang oleh administrasi faskes
PELAYANAN TERINTEGRASI
22
1. PENINGKATAN KERJA SAMA FASKES
KEBIJAKAN
MAPPING PROFILING KEBUTUHANANALISA KREDEN- SIALING
KESEPAKA
TAN TARIF KONTRAK Mencegah
under/over capacity
Memastikan compliance
terhadap persyaratan Memotret
kapasitas (sarana dan
prasarana)
Mengikat komitmen kedua belah
pihak Analisis
ketersediaan Faskes
Melibatkan Asosiasi
Faskes
TRANSPARANSI AKUNTABILITAS
KOORDINASI
Transparansi kerja
sama Faskes
MONITORING VIA
WEBSITE BPJS
KESEHATAN
PENGAJUAN KERJASAMA YANG TRANSPARAN
Mell. Health Facility Information System
1. Mengajukan pendaftaran
2. Mendapatkan kode akses by email
3. Entri data FKTP by AplikasiH.F.I.S
Proses Pendaftaran Faskes 1. Entri Data Faskes 2. Upload Dokumen 3. Self Assessment
Proses Seleksi di BPJS Kesehatan 1. Verifikasi berkas
2. Verifikasiself assessment 3. Kredensialing
4. Kontrak (berdasarkan hasil analisa kebutuhan
Transparansi kerja sama Faskes
MONITORING VIA WEBSITE BPJS KESEHATANMelibatkan Dinas Kesehatan
dan Asosiasi
Faskes
24
2. PEMBAYARAN BERBASIS KINERJA
KEBIJAKAN
KAPITASI BERBASIS KOMITMEN LAYANAN
2016 Dilaksanakan di Ibu kota Provinsi
Kesepakatan dengan Dinkes/Adinkes pada 34 Provinsi, tindaklanjut PKS pada 31 Provinsi
Perjanjian Kerjasama dengan 928 Puskesmas
Konseuensi sudah berjalan pada 90 Puskesmas
Transparansi dalam pengukuran kinerja
Monitoring dan evaluasi bersama (Dinkes, TKMKB, BPJS Kesehatan)
SE Bersama Kemenkes, Juknis KBK telah
disusun bersama
25
3. PENATAAN RUJUKAN BERJENJANG
Rujukan berjenjang berdasarkan kompetensi medis dan kelengkapan sarana prasarana Faskes
Rujukan bukan berdasarkan wilayah administratif
( memperhatikan jarak antara tempat tinggal peserta dengan Faskes )
Rujukan mempertimbangkan kondisi geografis
Koordinasi dengan Dinas Kesehatan, TKMKB dan IDI, Asosiasi Faskes
Penataan Rujukan
Berjenjang dilaksanakan tahun 2016
KEBIJAKAN
4. PEMERATAAN dan REDISTRIBUSI PESERTA
Peraturan Presiden Nomor 19/2016 Pasal 29
Peraturan Presiden Nomor 12/2013 Pasal 29
TUJUAN:
1. Sebagai upaya pemerataan pelayanan kepada Peserta JKN-KIS
2. Optimalisasi fungsi FKTP sebagai gatekeeper PRINSIP:
Peserta memiliki hak untuk memilih FKTP
PEMERATAAN DAN REDISTRIBUSI PESERTA
LANGKAH:
1. Mapping FKTP
2. Mapping Peserta
FKTP dengan rasio Dokter Umum berbanding Peserta 1: ≥ 5.000 dan 1 : ≤ 5.000
Kecukupan Dokter Umum Ketersediaan FKTP
Kriteria Peserta yang akan dipindahkan
Segmen Peserta PBI, Non PBI??
FKTP calon penerima Peserta
Komitmen Pelayanan??
Indeks Kepuasan Peserta??
Masa kerjasama FKTP??
Penetapan Standar/Kriteria yang jelas
Penetapan jumlah Peserta maksimal di FKTP
28
Terima Kasih
• Kartu Indonesia Sehat
• Dengan Gotong Royong, Semua Tertolong
www.bpjs-kesehatan.go.id @BPJSKesehatanRI BPJS Kesehatan
(Akun Resmi) BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan bpjskesehatan
Proses Seleksi dan Kredensialing
29
Permenkes 99 Tahun 2015
Seleksi dan kredensialing fasilitas kesehatan:
a. melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan/atau Asosiasi Fasilitas Kesehatan; atau
b. Secara bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan/atau Asosiasi Fasilitas Kesehatan melakukan penetapan hasil seleksi dan kredensialing
Proses Seleksi dan Kredensialing
30
Seleksi dan Kredensialing melalui aplikasi H.F.I.S
Perwakilan Dinkes Kab/Kota dan Asosiasi Faskes mempunyai akses monitoring
Seleksi dan Kredensialing Bersama
Perwakilan Dinkes Kab/Kota dan Asosiasi dapat ikut serta dalam proses kredensialing
Penetapan hasil seleksi dan kredensialing
Hasil dari penilaian kredensialing akan ditampilkan dalam HFIS dan ditetapkan secara bersama melalui aplikasi HFIS
Pembinaan dan Monev Dinkes dan Asosiasi Faskes
Dinkes Kab/Kota dan Asosiasi Faskes memberikan pembinaan dan melakukan
monev atas fasilitas kesehatan di masing-masing wilayah
H.F.I.S
Perpres Nomor 19 Tahun 2016
(Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 12 Tahun 2013 tentang JKN)
PASAL 29
(1) Untuk Pertama kali setiap peseta didaftarkan oleh BPJS Kesehatan pada satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan setelah mendapat rekomendasi dinas kesehatan kabupaten/ kota setempat.
(2) Dalam jangka waktu paling sedikit 3 (tiga) bulan selanjutnya peserta berhak memilih Fasilitas Kesehatan tingkat pertama yang diinginkan.
(2a) Untuk kepentingan pemerataan, BPJS Kesehatan dapat melakukan pemindahan peserta dari suatu Fasilitas Kesehatan tingkat pertama ke Fasilitas kesehatan tingkat pertama lain yang masih dalam wilayah yang sama.
(2b) Pemindahan peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (2a) dilakukan dengan
mempertimbangkan rekomendasi dari dinas kesehatan kabupaten/ kota setelah berkoordinasi asosiasi fasilitas kesehatan dan organisasi profesi.
(2c) Dalam hal peserta yang dipindahkan sebagaimana dimaksud pada ayat (2a) keberatan, maka peserta dapat meminta untuk dipindahkan ke Fasilitas Kesehatan tingkat pertama yang
diinginkan.