1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Samudera Hindia merupakan suatu kawasan yang strategis dan memiliki potensi sumber daya alam melimpah. Samudera Hindia adalah samudera terbesar ketiga di dunia setalah Samudera Pasifik dan Atlantik. Samudera Hindia 20%
permukaan laut bumi dari total area 73,56 juta mil persegi.
1Letak geografis Samudera Hindia di sebelah utara dibatasi oleh anak benua India, di sebelah barat berbatasan langsung dengan pantai Afrika Timur dan Semenanjung Arab, di timur berbatasan dengan Thailand, Semenanjung Melayu, Indonesia, dan Australia.
2Lokasi perbatasan ini juga telah tercantum dalam Perjanjian Antartika pada 1959.
3Di sekeliling sebelah barat dari Samudera Atlantik, Samudera Hindia berada pada jalur Terusan Suez dan di Meridian, kemudian berjalan ke arah selatan dari Cape Alguhas di Afrika Selatan. Menuju ke arah Timur Samudera Hindia menyentuh Samudera Pasifik pada 147 derajat E Meridian, membentang dari selatan ke tenggara Cape di Tasmania hingga 60 derajat S lintang.
4Paling utara dari Samudera Hindia yaitu Pelabuhan Iran Bandar Imam Khomeini di Teluk Persia, selain itu samudera ini memiliki laut regional dan beberapa wilayah laut; Laut Andaman, Laut Arab, Teluk Benggala, Teluk Besar Australia, Teluk Aden, Teluk
1
David Michel, dkk. Indian Ocean Rising: Maritime Security and Policy Challenges, Stimson, Washington DC, 2012, hal. 9
2
Ibid.
3
Ibid.
4
Ibid.
2
Mannar, Teluk Oman, Laut Laccadive, Selat Mozambik, Teluk Persia dan Laut Merah.
5Samudera Hindia memiliki potensi sumber daya begitu melimpah. Potensi sumber daya di samudera ini berupa sektor perikanan, akuakultur, sumber daya energi, penambangan dasar laut, dan mineral. Beberapa sektor tersebut ada dua sektor utama yang sangat komersial sampai saat ini yakni sektor mineral dan perikanan.
6Pada sektor mineral, di Samudera Hindia terdapat banyak sumber mineral seperti nodul polimetalik dan sulfidamasif polimetalik. Kedua sumber daya mineral tersebut menjadi dua sumber mineral utama dan banyak diminati untuk pengembangan di kawasan Samudera Hindia. Sumber nodul metalik ini banyak diminati karena kandungan yang terdapat di dalamnya yakni kandungan emas. Sumber daya mineral nodul polimetalik di Samudera Hindia diperkirakan sekitar 1,5 1011 ton.
7Sedangkan pada sektor perikanan, di Samudera Hindia pada tahun 1950 telah produksi ikan laut sebanyak 861.000 ton dan 10.2 juta pada 2006.
8Menurut FAO Samudera Hindia nantinya akan dapat mempertahankan produksi ikan dari tahun ke tahun apabila sumber daya ini tidak di eksploitasi secara berlebihan. Sehingga hal ini akan menjadikan Samudera Hindia sebagai samudera dengan potensi yang begitu melimpah.
Berdasarkan dari kondisi Samudera Hindia membuat wilayah tersebut menjadi begitu menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi setiap negara di sepanjang kawasan Samudera Hindia, seperti negara-negara yang berada di benua
5
Ibid.
6
Ibid., hal. 104
7
H.N Siddique, dkk, Superficial Mineral Resources of The Indian Ocean, Elsevier, Vol, 31, No, 6- 8, Netherlands: Elsevier & Sciecnce Technology
8
David Michel, dkk, Op.Cit., hal. 17
3
Asia, Australia, dan Afrika.
9Jika dilihat dari segi perekonomian, lokasi Samudera Hindia ini terbilang sangat menjanjikan bagi negara-negara kawasan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan apa yang dipaparkan oleh Andriana Elisabeth, Focal Point Indian Ocean Rim Academic Group (IORAG) sekitar 50% kapal dagang, 34% lalu lintas kargo, dan 67 pengiriman minyak dunia melalui Samudera Hindia.
10Oleh sebab itu, potensi-potensi yang ada di Samudera Hindia ini menjadi banyak diminati oleh negara-negara di seluruh dunia, terutama negara yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Banyaknya energi dan sumber daya tidak terbarukan di Samudera Hindia membuat negara-negara sekitarnya berlomba-lomba untuk mendapatkan dan menguasainya. Ada 30 negara yang mendapatkan pengaruh langsung dari potensi yang dimiliki oleh Samudera Hindia seperti; Australia, Bahrain, Bangladesh, Comoros, Djibouti, Timur Timor, Egypt, Eritrea, India, Indonesia, Iran, Iraq, Israel, Jordan, Kenya, Kuwait, Madagaskar, Malaysia, Maldives, Mauritius, Mozambique, Myanmar, Oman, Pakistan, Qatar, Saudi Arabia, Seychelles, Singapura, Somalia, Afrika Selatan, Sri Lanka, Sudan, Tanzania, Thailand, United Arab Emirates, dan Yaman.
11Negara-negara tersebut memiliki letak geografis yang begitu strategis, karena negara-negara itu berada pada jalur perdagangan tersibuk dunia.
9
Ditha Anggreini Ayuningtyas, Kepentingan Indonesia dalam Ocean Rim Association (IORA) Tahun 2015, FISIP Universitas Mulawarman, Vol. 6, No.5. (2017). Samarinda: Universitas Mulawarman, hal.1-2
10
Ibid.
11
David Michel, Op.Cit.
4 Gambar 1.1
Great Power Competition in the Indian Ocean
Sumber: https://asianmilitaryreview.com
Kondisi Samudera Hindia yang terbilang strategis dengan ditemukannya sumber daya baru, rupanya hal ini menjadikan perkembangan populasi antar satu negara dengan negara lain di kawasan tersebut semakin signifikan. Menurut United Nation Environment Programme (UNEP) bahwa populasi masyarakat akan semakin bertambah di kawasan Samudera Hindia pada 30 tahun kedepan dan jumlahnya lebih dari 6.3 miliar orang yang berpindah ke zona pantai samudera tersebut.
12Perkembangan populasi ini rupanya berdampak pada kondisi lingkungan Samudera Hindia, semakin berkembangnya populasi ini berakibat semakin meningkatnya bentuk eksploitasi terhadap sumber daya di samudera
12
Ibid., hal.105
5
tersebut. Geopolitik Samudera Hindia dengan adanya keinginan dari negara- negara di sepanjang kawasan memanfaatkan letak geografisnya sebagai alat untuk mencapai kepentingan nasional negaranya. Meskipun demikian, saat ini signifikansi dari Samudera Hindia mulai terlihat, seperti adanya dorongan dari keberlanjutan dunia terhadap sumber air hidrokarbon Persia yang menjadikan Samudera Hindia semakin penting dari jalur komunikasi laut India.
13Jalur komunikasi itu ialah jalur komunikasi India dalam kegiatan perekonomiannya, dan jalur tersebut saat ini semakin meningkat baik. Selain itu kondisi lingkungan sosial-politik yang bergejolak dengan adanya militer Amerika di Irak dan Afganistan, serta kebangkitan dari Tiongkok dan India sebagai kekuatan global baru membuat Samudera Hindia menjadi kawasan yang nampak semakin penting.
14Bukti kebangkitan Tiongkok ini terlihat dari inisiasi Tiongkok dalam menetapkan kebijakan untuk membentuk Belt Road Initiative (BRI). Program Belt Road Initiative ini merupakan program pembangunan jalur perdagangan darat dan laut Tiongkok. Perdagangan darat akan dibangun melalui wilayah Tiongkok daratan dan menyambungkan negera-negara di Asia Selatan, Tengah, Eropa Timur, Tengah, Utara, Barat.
15Jalur darat ini diproyeksikan akan menghubungkan Kunming ke Thailand, Kunming ke Vietnam-Kamboja, dan koridor Cina-India- Bangladesh-Myanmar.
16Sedangkan jalur laut Tiongkok akan menghubungkan jalur pelayaran historis mereka melalui Fujian ke Selat Malaka, Teluk Bengal,
13
Ibid.
14
Ibid.
15
Iqbal Ramadhan, China’s Belt Road Initiative: Dalam Pandangan Geopolitik Klasik, Journal of International Studies, Vol, 2, No, 2 (2018), Jawa Barat: FISIP UNPAD, hal.140
16
Ibid.
6
Laut Arabia, Terusan Suez, dan Laut Tengah. Jalur-jalur tersebut akan menghubungkan negara-negara di pantai Afrika Timur seperti Djibouti, Kenya, Madagaskar, Mozambik, dan Tanzania.
17Alasan dari Tiongkok dalam memilih negara-negara tersebut sebagai jalur dari pembangunan BRI ini karena Tiongkok menginginkan perluasan pangsa pasar serta kegiatan ekonomi seperti perdagangan dan investasi. Selain itu juga Tiongkok memilih negara-negara tersebut dengan alasan mendukung pencapaian dari kepentingan nasionalnya terkait dengan kebutuhan minyak dan gas untuk sektor manufakturnya. Pembangunan jalur laut ini bertujuan untuk mengamankan jalur logistik laut dari ancaman-ancaman yang akan mengganggu perekonomiannya.
18Pembentukan program BRI ini akan dirasa sangat menguntungkan bagi Tiongkok khususnya secara geopolitik dan geoekonomi. Secara geopolitik keuntungan dari kepentingan nasionalnya sangat besar dalam pembangunan BRI yang akan mempengaruhi peran dan posisi strategis Tiongkok dalam tatanan global.
19Sehingga berdasarkan dari inisiasi pembangunan BRI pada dua jalur yaitu darat dan laut menjadi alasan kenapa Tiongkok bersikeras untuk berupaya dalam meningkatkan powernya di kawasan Samudera Hindia, sebab jalur perdagangan Tiongkok ini sebagian besar melalui Samudera Hindia.
Tiongkok bukan menjadi satu-satunya negara yang berkeinginan untuk bisa berkuasa di kawasan Samudera Hindia, melainkan India juga menjadi salah satu pesaingnya. India adalah negara yang juga menganggap penting Samudera Hindia bagi keberlangsungan perekonomian dan keamanan negaranya. Hal ini
17
Ibid., hal. 141
18
Ibid.hal.140
19
Ibid.
7
sama dengan yang disampaikan oleh Perdana Menteri India dalam kunjungannya di Mauritius pada 12 Maret 2015:
“Our Indian Ocean Rim Association can be an important instrument for pursuing our vision for a sustainable and prosperous future in the region…We often define regional groupings around landmass. The time has come for a strong grouping around the Indian Ocean. We will pursue this with new vigor in the years ahead…We seek a future for Indian Ocean that lives up of the name to SAGAR – Security and Growth fo All in the Region.”
20India melalui Indian Ocean Rim Association (IORA) berupaya untuk meningkatkan kerja sama regional khususnya dalam bidang ekonomi. Pada IORA, India berfokus pada enam prioritas yakni keamanan maritim, fasilitas perdagangan dan investasi, menejemen perikanan, menejemen penanggulangan bencana, akademik, pengetahuan, dan teknologi, turis dan pertukaran budaya.
21Berdasarkan dari enam prioritas tersebut kemudian India menginisiasi beberapa projek untuk meningkatkan kerja sama regional kawasan Samudera Hindia.
Adapun projek India adalah Blue Economy Dialogue, Indian Ocean Seminar, International Relation Conference, beberapa projek tersebut dibuat untuk meningkatkan hubungan kerja sama regional negara-negara yang bergabung dalam IORA serta untuk mencapai kepentingan India menjadi negara yang cukup berperan besar dalam menjaga keamanan maritim Samudera Hindia. Alasan India untuk ikut serta menjaga keamanan maritim Samudera Hindia dikarenakan kawasan tersebut menjadi jalur penting bagi perekonomian dan keamanan
20
Indian Ocean Rim Association, Indian Ocean Rim Association and India’s Role, http://mea.gov.in (21/12/2019, 23.38 WIB)
21
Ibid.
8
nasional negara India. oleh karena itu, Samudera Hindia bermakna penting bagi India sebab sebagian besar perekonomian India bergantung dari wilayah tersebut.
Berdasarkan dari setiap penetapan kebijakan yang dilakukan oleh Tiongkok dengan BRInya dan India dengan IORAnya, terlihat bahwa adanya kompetisi yang dilakukan antara keduanya. BRI ini dibangun oleh Tiongkok melalui negara-negara kawasan Samudera Hindia seperti Fujian ke Selat Malaka, Teluk Bengal, Laut Arabia, Terusan Suez, dan Laut Tengah. Jalur-jalur tersebut akan menghubungkan negara-negara di pantai Afrika Timur seperti Djibouti, Kenya, Madagaskar, Mozambik, dan Tanzania. Pembangunan jalur laut ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan jalur perdagangannya serta meningkatkan pengaruhnya guna mendapatkan dukungan untuk menjadi negara utama di samudera tersebut. Sedangkan India, untuk bisa menyeimbangkan hal yang dilakukan oleh Tiongkok berusaha juga dengan perannya di IORA yakni dengan meningkatkan kegiatan kerja sama antara India dengan negara-negara anggota IORA. IORA yang beranggotakan negara-negara di kawasan Samudera Hindia seperti dengan Sri Lanka, Tanzania, Arab, Thailand, Singapura, Indonesia dan lain sebagainya. Peningkatan kerja sama ini dilakukan untuk membangun suatu aliansi atau mencari dukungan dari negara-negara tersebut.
Maka dari itu wilayah vital Samudera Hindia ini kemudian memunculkan
pergolakan geopolitik antar negara-negara di sekitar kawasan tersebut. Pergolakan
geopolitik ini tengah terjadi mulai dari Samudera Atlantik, Samudera Pasifik,
hingga ke Samudera Hindia. Selain itu banyaknya kekuatan angkatan laut di dunia
mengubah perhatian seluruh dunia ke kawasan Samudera Hindia, dan hal ini juga
didorong oleh adanya kebangkitan Tiongkok dalam pertumbuhan ekonomi yang
9
begitu signifikan.
22Serta kenaikan dari perdagangan ekspor India dan peningkatan ekspor bahan mentah dari negara-negara berkembang juga menjadi faktor adanya kemunculan berbagai ancaman yang ada di Samudera Hindia. Adanya pergeseran ekonomi yang begitu baik pada negara-negara di Kawasan Samudera Hindia memunculkan kekuatan besar angkatan laut yang membuat Samudera Hindia menjadi area prioritas untuk perencanaan di masa mendatang sebagai strategi yang penting.
23Samudera Hindia dijadikan sebagai wilayah yang diutamakan untuk membangun pangkalan militer, hal ini menjadi strategi tiap negara untuk bisa mendapatkan keuntungan dari kondisi geografis Samudera Hindia yang begitu vital.
Samudera Hindia yang menjadi jalur strategis dan prioritas membuat negara disekitarnya semakin memaknai Samudera Hindia sebagai lokasi yang penting. Jalur Samudera Hindia menjadi bagian vital Tiongkok dalam hal kemaritiman dan perdagangan. Bagi Tiongkok Samudera Hindia merupakan jalur utama dalam perdagangan minyaknya, maka dari itu kenapa samudera ini menjadi sangat bermakna bagi Tiongkok. Oleh sebab itu pembangunan String of Pearls di wilayah Samudera Hindia dijadikan sebagai strategi untuk memenuhi kepentingan nasionalnya terkait dengan pengiriman minyak Tiongkok. Bagi Tiongkok Samudera Hindia dipandang sebagai wilayah yang penting dalam hubungan perdagangan maritim dan memiliki peran yang kuat dalam bidang keamanan dan stabilitas perairan.
2422
Iqbal Ramadhan, Op. Cit.
23
Ibid., hal.15
24
Syahroni Alby, Implentasi Fungsi Strategi String of Pearls China di Samudera Hindia Tahun
2005-2013, Jom FISIP, Vol, 1, No, 2, (2014), Riau: Universitas Riau, hal. 3
10
Di jalur Samudera Hindia ini, segala bentuk perdagangan maritim terutama Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas Asia yang sangat besar di kapalkan melalui samudera ini.
25Oleh karena itu keamanan dan stabilitas perairan di wilayah ini begitu dijaga ketat dan diperkuat. Disini Tiongkok memiliki kepentingan yang begitu besar. Kepentingan Tiongkok di jalur ini dibagi dalam beberapa bidang yakni, politik, ekonomi, dan strategis.
26Secara politis wilayah ini dipandang sebagai wilayah dimana semua negara pantai adalah bangsa dan berbagi kepentingan bersama tatanan dunia secara ekonomi, kawasan ini memiliki kaitan yang cukup erat dengan Tiongkok. Kaitannya Samudera Hindia dengan Tiongkok terletak pada kegiatan ekspor impor minyak Tiongkok ke berbagai negara.
27Secara tidak langsung Tiongkok telah meningkatkan pengaruh kemaritimannya dengan melibatkan militer dan ekonominya. Selain itu usaha yang dilakukan oleh Tiongkok dalam meningkatkan pengaruhnya adalah dengan membangun berbagai infrastruktur bersama dengan negara-negara mitranya guna mempermudah perdagangan dan kerja sama.
Tiongkok belakangan ini berupaya untuk bisa meningkatkan segala hubungan baik dengan negara-negara mitranya. Di sisi lain Tiongkok juga sedang meningkatkan geoekonomi dan keamanan di kawasan Samudera Hindia sebab dalam hubungan internasional hal tersebut saat ini tengah menjadi hal yang penting. Maka dari itu Tiongkok dalam hal ini membuat strategi String of Pearls untuk meningkatkan keamanan guna melindungi kepentingan ekonomi dan
25
Ibid.
26
Ibid.
27
Ibid.
11
energinya di Kawasan Samudera Hindia.
28Strategi ini juga menjadi upaya Tiongkok dalam menyeimbangkan pengaruh dan kekuatan angkatan laut Amerika Serikat.
29Sehingga dari hal ini Tiongkok terus berupaya menjaga eksistensi kekuatannya di Samudera Hindia guna untuk memenuhi kepentingan nasional negaranya baik dalam bidang ekonomi maupun keamanan.
Selain Tiongkok, beberapa negara juga menganggap bahwa Samudera Hindia menjadi bagian vital bagi negaranya salah satunya yaitu India. India terletak di tengah Samudera Hindia, bagi India samudera tersebut sangatlah penting sebab perekonomian India sebesar 70% bergantung pada sumber energi Samudera Hindia.
30Sumber energi yang menjadi pendorong perekonomian India yaitu kegiatan memancing dan sumber daya mineral.
31Sumber daya perikanan dan sumber daya mineral bagi India menjadi dua hal penting untuk menunjang perekonomian negaranya. India menganggap penting Samudera Hindia karena sebagian besar ekonominya ditunjang dari sumber energi yang diimpor dari Teluk Persia melalui samudera tersebut. Proses perdagangan India sebagian besar juga harus melalui jalur Samudera Hindia. Belakangan ini kondisi Tiongkok di kawasan sekitar India yakni di halaman belakang India, membuat India merasa sangat terganggu akan jalur perdagangannya.
32Akibat dari ketergantungan India begitu besar terhadap segala aktifitas yang ada di Samudera Hindia, hal ini menjadi penting bagi India untuk mempertahankan keamanan dan kepentingannya di kawasan tersebut. Bagi India, Samudera Hindia merupakan puncak
28
Ibid., hal. 4
29
Ibid.
30
Mohammad Omer Shabbir, dkk, Geo-Strategic of Indian Ocean: Clash of Interest Between China and India, Journal of Indian Studies, Vol, 5 No.1 (2019), Pakistan: Punjab University, hal.48
31
Ibid.
32
Ibid.
12
perekonomian India serta penentu kebijakan India untuk menetapkan strategi India di masa mendatang.
Berdasarkan dari letak geografis dan peluang ekonomi yang tinggi di Samudera Hindia penting bagi Tiongkok dan India, sehingga menarik kedua negara tersebut untuk memperbesar pangkalan militernya di wilayah Samudera Hindia khususnya di Afrika. Afrika dipilih sebagai wilayah untuk memperbesar militernya karena kondisinya yang stabil khusunya di Djibouti dan Seychelles.
Selain itu Afrika dipilih karena kondisinya yang dianggap subur dan mampu menghasilkan produk industri.
33Berdasarkan dari nilai strategis Samudera Hindia baik bagi Tiongkok maupun India yang kemudian memunculkan persaingan karena adanya ancaman yang diberikan oleh satu sama lain menjadi kajian baru bagi penulis. Penulis memilih Tiongkok dan India sebagai dua negara yang tengah bersaing di Samudera Hindia karena kedua negara ini sedang menjadi negara emerging power di kawasan tersebut. Meskipun di samudera tersebut juga terdapat banyak negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Rusia yang mendirikan pangkalan militernya disana, namun negara-negara tersebut saat ini sedang meredup.
34Sedangkan Tiongkok dan India pada dekade ini tengah sama-sama menjadi dua negara baru yang sedang berjaya.
Sehingga disini penulis mengkaji persaingan stratgei geoekonomi Tiongkok dan India di Kawasan Samudera Hindia. Sebab adanya respon dari tindakan yang dilakukan oleh keduanya menjadikan penulis berasumsi bahwa ada persaingan strategi yang dibangun oleh masing-masing negara guna
33
Adhira, Op. Cit., hal.2
34
Ibid., hal.3
13
mempertahankan kepentingan nasionalnya di Samudera Hindia. Fenomena ini penulis analisa dengan menggunakan teori neo-realis dan konsep geoekonomi.
Kedua alat analisa tersebut digunakan untuk menjelaskan fenomena persaingan strategi geoekonomi yang dilakukan oleh Tiongkok dan India, serta bagaimana pengembangan pengaruh yang dilakukan oleh keduanya.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana persaingan strategi geoekonomi Tiongkok dan India di Kawasan Samudera Hindia?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan dari latar belakang permasalahan seperti yang telah
disebutkan diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk persaingan
strategi geoekonomi Tiongkok dan India di Kawasan Samudera Hindia.
14 1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Akademis
Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan informasi dan wawasan terhadap pembaca mengenai keamanan yang berusaha ditingkatkan oleh kedua negara yaitu Tiongkok dan India guna melindungi perekonomian masing-masing negara. Selain itu juga penulis berharap bahwa penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi untuk penelitian mendatang, serta memberikan wawasan terkait dengan teori dan konsep yang penulis gunakan untuk menganalisa fenomena persaingan geoekonomi yang dilakukan oleh Tiongkok maupun India. Penulis menggunakan teori neo-realis untuk menjelaskan bagaimana kekuatan militer yang dimiliki suatu negara dapat berfungsi melindungi kepentingan nasional suatu negara serta memberikan pengaruh bagi negara lain dan konsep geoekonomi untuk menganalisa bagiamana persaingan strategi masing-masing negara dalam melindungi jalur perekonomian Tiongkok dan India di Samudera Hindia.
1.4.2 Manfaat Praktis
Peneliti juga berharap bahwa penelitian yang dibuat ini mampu
memberikan manfaat bagi diri penulis sendiri dalam memahami sebuah fenomena
yang terjadi. Adanya penelitian ini penulis menjadi bisa memahami kekuatan yang
dimiliki oleh Tiongkok maupun India dalam bersaing untuk bisa menjadi negara
super power baru di Kawasan Samudera Hindia. Selain itu juga membuat penulis
menjadi memahami pola persaingan yang dilakukan oleh kedua negara tersebut.
15 1.5 Penelitian Terdahulu
Penelitian yang penulis buat ini tidak dapat terlepas dari penelitian- penelitian terdahulu. Sehingga untuk menunjukkan orisinalitas penelitian ini penulis menggunakan penelitian sebelumnya untuk direview. Pada penelitian sebelumnya yang penulis gunakan, penulis membaginya kedalam beberapa kategori review dan literatur yang pertama membahas pertahanan India dalam membendung kekuatan Tiongkok di Samudera Hindia, kedua yaitu peningkatan anggaran militer yang dilakukan oleh China guna meningkatkan keamanan di Asia Timur, ketiga adalah pengembangan kluster militer India.
Penelitian pertama ditulis oleh Muhammad Iqbal Cahyanto dalam jurnalnya yang berjudul “Perubahan Kebijakan Blue Water Navy India Terhadap Strategi String of Pearls Tiongkok”. Pada penelitiannya, Muhammad Iqbal membahas masalah perubahan kebijakan yang telah India buat dengan berbekal strategi dari Inggris yaitu meningkatakan kekuatan armada militernya di sepanjang jalur Samudera Hindia. Peningkatan armada angkatan laut India ini dilakukan untuk memperkuat armadanya dalam beroperasi di lautan terbuka dan kemampuannya dalam menampung kapabilitas dan power di lautan terbuka.
35Pada penelitiannya ia juga menjelaskan faktor perubahan dari kebijakan yang telah India buat terhadap adanya Strategi of Pearls dari Tiongkok. Akan tetapi, tidak terbukti secara keseluruhan bahwasannya India merubah kebijakannya dalam menghadapi Tiongkok, sebab dalam hal ini India hanya memiliki rasa kecurigaan terhadap ancaman yang diberikan oleh Tiongkok terhadap dirinya.
Selain itu juga, India meyakini bahwa kerjasama yang dibangun dengan negara-
35
Muh Iqbal Cahyanto, Perubahan Kebijakan Blue Water Navy India Terhadap Strategi of Pearls
Tiongkok, Jurnal Analisis Hubungan Internasional, Vol, 6, No, 1, (2017), Surabaya: Universitas
Airlangga, hal. 108
16
negara lain disekitar jalur Samudera Hindia mampu berkolaborasi untuk menghadapi strategi string of pearls Tiongkok tanpa India harus melakukan detterance terhadapnya. Selain itu adanya kerja sama yang dilakukan oleh India bersama dengan negara-negara disekitarnya memberikan ide untuk India membuat strategi “the necklace diamond” yang merupakan kelanjutan dari kebijakan blue water navy India.
36Penelitian selanjutnya ditulis oleh Prita Fitri Wijayanti dalam jurnalnya yang berjudul “Look East Policy India dan Usaha Pembendungan Tiongkok”.
Pada jurnalnya Prita juga membahas mengenai kebijakan India yaitu Look East Policy yang merupakan strategi lanjutan dari Blue Water Navy India. Look east policy ini digunakan sebagai strategi India bersama dengan negara-negara di kawasan timur dengan tujuan untuk membangun relasi dan mencari sekutu untuk bersaing dengan Tiongkok. Kebijakan ini pada awalnya hanya diterapkan India di wilayah Asia Tenggara saja, namun pada tahun 2003 India berusaha memperluas kerja samanya di kawasan Asia Timur hingga Australia.
37Adapun alasan dari India memilih kawasan timur karena hubungan India dengan negara-negara di kawasan Asia Selatan tidak baik, dan ditambah lagi dengan negara-negara di sekitar India termasuk kedalam sekutu Tiongkok.
38Kebijakan India lebih difokuskan pada kerja sama bilateral antar negara di kawasan Asia Timur, seperti antara Jepang, Korea Selatan maupun Tiongkok.
39Kerjasama bilateral yang India bangun dengan negara-negara tersebut memiliki perbedaan perilaku khususnya perilaku hubungan yang dijalin oleh India dengan
36
Ibid., hal. 121
37
Prita Fitri Wijayanti, Look East Policy India dan Usaha Pembendungan Tiongkok, Jurnal Hubungan Internasional, Vol, 9 No, 2, (2016), Surabaya : Universitas Airlangga, hal. 217
38
Ibid., hal. 108
39
Ibid., hal. 217
17
Tiongkok. Meskipun pada dasarnya India memiliki peluang besar untuk bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari Tiongkok. Akan tetapi, potensi dan kapabilitas Tiongkok yang dianggap lebih besar dan kuat dari India menjadikan India sedikit mengurangi kedekatannya dengan Tiongkok. Selain itu juga tindakan Tiongkok yang terlalu agresif membuat India merasa terancam.
40Berdasarkan dari teori balance of threat yang Prita gunakan untuk menganalisa kasus tersebut menjelaskan bahwa pembendungan yang India lakukan melalui look east policy terhadap Tiongkok hanya berfokus pada kerja sama ekonomi dan hubungan diplomatik
41, hal ini dilakukan untuk mengurangi tindakan agresif dan ancaman yang dilakukan oleh Tiongkok terhadap India atau dalam hal lain disebut dengan hedging strategy. Penerapan hedging strategy ini dilakukan oleh India dengan negara Jepang dan Korea Selatan.
Penelitian lain yang ditulis oleh Adi Joko Purwanto dalam jurnalnya yang berjudul “Peningkatan Anggaran Militer China dan Implikasinya Terhadap Keamanan di Kawasan Asia Timur”. Didalam jurnalnya Adi menjelaskan beberapa faktor baik internal maupun eksternal dari Tiongkok dalam meningkatkan anggaran militernya. Terdapat beberapa alasan mengapa Tiongkok meningkatkan anggaran militernya, hal ini disebabkan oleh kepentingan suatu negara dalam menjaga dan meningkatkan pertahanan negaranya
42karena apabila suatu negara yang merdeka dan berdaulat tidak memiliki sistem pertahanan yang kuat maka akan mudah untuk mendapatkan ancaman dari negara lain.
40
Ibid., hal. 218
41
Ibid., hal.233
42
Adi Joko Purwanto, Peningkatan Anggaran Militer China dan Implikasinya Terhadap Keamanan di Kawasan Asia Timur, e-Publikasi Ilmiah Unwahas, Vol, 7, No, 1, (2010), Semarang:
Universitas Wahid Hasyim, hal. 4
18
Teori Models of Military Expenditures menjadi pisau kajian yang digunakan oleh Adi untuk menganalisa fenomena Tiongkok dalam meningkatkan anggaran militernya dan implikasinya terhadap kawasan Asia Timur.
43Teori tersebut digunakannya untuk menjelaskan bahwasannya penting bagi suatu negara untuk meningkatkan pertahanan militernya, namun dengan demikian perlu untuk memperhatikan perekonomian negaranya. Sebab dalam teori yang dikemukakan oleh R.P Smith bahwa penetapan kebijakan suatu negara perlu mempertimbangkan dari faktor ekonomi dan politik domestik dalam ruang lingkup negaranya.
Sehingga dalam hal ini Tiongkok terus berusaha melakukan peningkatan persenjataan militer dengan diimbangi oleh perekonomian yang bagus, sebab di wilayah kawasan Asia Timur Tiongkok juga menjadi negara yang memiliki peran besar dalam menjaga keamanan dan integritas wilayahnya.
44Selain itu juga perkembangan teknologi yang semakin maju ini mendorong Tiongkok untuk terus melakukan modernisasi persenjataanya guna untuk menjadi negara super power seperti Amerika Serikat.
45Akibat dari peningkatan anggaran militer Tiongkok ini mendapatkan peluang untuk bisa menjadi negara super power yang suatu saat nanti bisa memiliki peran lebih besar daripada Amerika Serikat dalam menjaga perdamaian dunia.
Penelitian yang lain ditulis oleh Ismiyatun dalam jurnalnya yang berjudul
“Pengembangan Kluster Militer India dari Sudut Pandang Developmental State Theory”. Penelitian Ismiyatun ini membahas bagaimana pengembangan kluster militer India ditinjau dari Developmental State Theory (DST), yaitu teori
43
Ibid.
44
Ibid., hal. 12
45
Ibid.
19
tentang antisipasi yang diterapkan oleh negara berkembang terhadap adanya globalisasi, industrialisasi dan pembangunan nasional.
46Didalam penelitiannya ini ia menjelaskan mengenai strategi India dalam meningkatkan militer dan perekonomian negaranya melalui perdagangan persenjataan militer dengan ekspor maupun impor terhadap negara lain. Selain itu juga strategi ini dilakukan oleh India untuk meningkatkan pembangunan nasionalnya.
47Strategi yang dilakukannya ini tidak berupa intervensi penuh terhadap pasar-pasar asing yang menjalin kerjasama perdagangan dengannya, tetapi India berusaha untuk terus melakukan intervensi melalui kebijakan pasarnya. Sehingga hal ini bisa menjadikan India sebagai negara yang mandiri dan berdaya saing dalam meningkatkan perekonomian dan pembangunan nasionalnya.
Menurut penelitian yang ditulis oleh Mohammad Omer Shabbir, dkk. yang berjudul “Geo-Strategic Importance of Indian Ocean: Clash of Interest Between China and India” mereka menjelaskan bahwa di abad ke-21 ini wilayah Samudera Hindia menjadi kawasan yang begitu strategis sekaligus penting bagi negara-negara yang berada di sekitar kawasan tersebut. Kondisi geostrategi Samudera Hindia kemudian menjadi tempat bagi negara-negara tersebut bersaing untuk bisa mengamankan kepentingan nasionalnya masing-masing, seperti halnya negara Tiongkok dan India. Persaingan yang dilakukan oleh kedua negara tersebut melalui militer, infrastruktur, dan ekonomi. Disini Tiongkok berupaya untuk bisa menjadi negara yang dapat mendominasi kawasan Samudera Hindia disebabkan adanya kepentingan dalam menjaga dan meningkatkan perekonomian negaranya
46
Ismiyatun, Pengembangan Kluster Militer India dari Sudut Pandang Developmental State Theory, Leading and Lightening Journal UMY, Vol, 5, No, 2, (2016), Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, hal. 148
47
Ibid., hal..151
20
melalui jalur tersebut, kemudian adanya hal ini membuat India merasa terganggu.
Disebabkan oleh penjagaan keamanan militer Tiongkok yang kemudian ditempatkan di sepanjang jalur perdagangan dunia tersebut. Posisi Tiongkok yang berada tepat di halaman belakang India juga memberikan ancaman bagi India terhadap keamanan negaranya.
India kemudian berupaya untuk menghalau pengaruh Tiongkok dengan membangun aliansi bersama dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Rusia, dan Australia.
48Upaya India dalam menghadapi ancaman Tiongkok, dalam penelitian Omer memaparkan bahwa India juga membangun pangkalan militer di kawasan Samudera Hindia. Namun persaingan ini tidak hanya di wilayah pusat Samudera Hindia namun juga mulai mengarah ke arah sisi Afrika, sehingga sisi Timur Afrika juga menjadi tujuan dari Tiongkok dan India dalam mencapai kepentingan nasional yakni dalam bidang perekonomian dan keamanan. Keseimbangan kekuatan kedua negara tersebut begitu sangat diperhatikan, ini dikarenakan keduanya saling berusaha untuk menjadi negara yang mampu berpengaruh bagi negara-negara lain di kawasan Samudera Hindia.
Kemudian ada penelitian yang ditulis oleh Syahroni Alby dengan judul
“Implementasi Strategi String of Pearls China di Samudera Hindia Tahun 205- 2013” pada penelitiannya dijelaskan terkait dengan strategi China dalam menjaga sekaligus memenuhi kepentingan nasionalnya yakni menjaga jalur perdagangan maupun ekspor impor minyak. Penetapan strategi string of pearls di Samudera Hindia dengan alasan lokasi wilayahnya yang strategis. Strategi tersebut diharapkan dapat mencapai tujuan dari kepentingan nasional China serta dapat
48
Mohammad, Op. Cit.
21
mempengaruhi negara-negara kawasan Samudera Hindia agar bersedia untuk bekerjasama dengan China dalam bidang perekonomian khususnya. Hal ini dibuktikan dengan segala bentuk kerja sama ekonomi, militer, hingga infrastruktur seperti dengan negara Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh, Thailand, Myanmar, Kamboja dan Maladewa.
49Adanya kerja sama yang dilakukan China dengan berbagai negara-negara di kawasan Samudera Hindia kemudian menimbulkan respon dari Negara India dan Amerika Serikat. Kedua negara ini sama-sama memiliki pengaruh yang cukup besar di Samudera Hindia, sehingga dengan kehadiran strategi string of pearls yang dibuat China menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat maupun India.
India dan Amerika Serikat merasa terancam apabila dengan strategi baru tersebut China dapat memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan pengaruh yang sudah disebarkan oleh Amerika Serikat dan India. Baik India maupun Amerika Serikat memiliki asumsi yang sama apabila China berhasil dalam mengatur strateginya di Samudera Hindia maka akan merubah dominasi Amerika Serikat dan India di wilayah tersebut. Sehingga dengan adanya ini negara-negara tersebut terus bersaing untuk saling mempertahankan diri dalam menguasai Samudera Hindia.
Berdasarkan dari beberapa penelitian-penelitian sebelumnya ini membantu penulis untuk memahami hubungan dan persaingan yang dilakukan antara India dan Tiongkok. Penulis dalam hal ini mendapatkan wawasan yang lebih luas karena fenomena atau hubungan yang terjadi antara India dan Tiongkok ini dilihat tidak hanya dari satu sudut pandang negara melainkan dari India maupun
49
Syahroni Alby, Implementasi Fungsi Strategi String of Pearls China di Samudera Hindia Tahun
2005-2013, JOM UNRI, Vol, 1 No, 2 (2014), Riau: Universitas Riau, hal. 5-7
22
Tiongkok itu sendiri. Selain itu juga, hal ini menambah wawasan penulis terkait
dengan usaha-usaha atau strategi yang dilakukan oleh India dan Tiongkok dalam
mencapai kepentingan negaranya. Kesamaan topik yang diangkat oleh beberapa
peneliti terdahulu ini memberikan gambaran bagi penulis dalam menjelaskan
fenomena pada penelitian yang akan dikaji yaitu tentang persaingan strategi
geoekonomi Tiongkok dan India di Kawasan Samudera Hindia guna menjaga
jalur perekonomian keduanya. Meskipun terdapat kesamaan topik penelitian yang
diangkat masih terdapat perbedaan dari penelitian penulis dan penelitian terdahulu
yaitu penggunaan teori neo-realisme dengan konsep geoekonomi dalam mengkaji
persaingan strategi geoekonomi yang dilakukan oleh India dan Tiongkok dalam
bidang ekonomi dan keamanan.
23
Tabel 1.1 Posisi Penelitian No Nama Peneliti &
Judul
Jenis Penelitian dan Alat Analisa
Hasil
1. Muhammad Iqbal Cahyanto
“Perubahan Kebijakan Blue Water Navy India Terhadap Strategi String
of Pearls
Tiongkok”
Jenis Penilitian:
Deskriptif
Alat Analisa:
Defensif
Realisme dan Sea Power
Perubahan kebijakan Blue Water Navy India tidak sepenuhnya terbukti bahwa hal tersebut disebabkan oleh strategi baru Tiongkok yaitu , karena dalam hal ini India hanya memiliki kecurigaan terhadap tindakan agresif yang dilakukan oleh Tiongkok, dan strategi yang India lakukan dengan kebijakan Look East Policy melalui kekuatan laut bersama dengan negara-negara yang menjalin kerjasama dengannya guna untuk mempersiapkan India dimasa mendatang.
2. Prita Fitri Wijayanti “Look East Policy India dan Usaha Pembendungan Tiongkok”
Jenis Penelitian:
Deskriptif
Alat Analisa:
Teori Balance of Threat
India menerapkan hedging strategy untuk mengantisipasi ancaman dan tindakan-tindakan agresif yang Tiongkok tunjukkan terhadap India, strategi tersebut dilakukan India melalui berbagai kerjasama ekonomi dan keamanan India yang komprehensif dengan Korea Selatan dan Jepang.
3. Adi Joko Purwanto
“Peningkatan Anggaran
Militer China dan
Implikasinya Terhadap
Keamanan Di Kawasan Asia Timur”
Jenis Penelitian:
Deskriptif
Alat Analisa:
Teori Models of Military
Expenditures
Tiongkok terus berusaha melakukan peningkatan persenjataan militer dengan diimbangi oleh perekonomian yang bagus sebab Tiongkok memiliki peranan yang besar dalam kawasan Asia Timur.
Sehingga dengan peningkatan
anggaran militer ini mampu
memberikan peluang bagi
Tiongkok untuk bisa menjadi
negara super power seperti
Amerika Serikat, dan mampu
menjadi negara yang memiliki
peranan lebih besar dalam hal
24
menjaga keamanan dan perdamaian dunia.
4. Ismiyatun
“Pengembangan Kluster Militer India dari Sudut Pandang
Developmental State Theory
Jenis Penelitian:
Deskriptif
Alat Analisa:
Developmental State Theory
Strategi India dalam meningkatkan militer dan perekonomian negaranya melalui perdagangan persenjataan militer dengan ekspor maupun impor terhadap negara lain. Selain itu juga strategi ini dilakukan oleh India untuk meningkatkan pembangunan nasionalnya melalui intervensi terhadap kebijakan pasar terhadap modal asing negara lain, akan tetapi intervensi ini tidak dilakukannya secara penuh karena dalam hal strategi ini dilakukan oleh India fokus terhadap industri domestik.
5. Mohammad Omer Shabir, dkk. “Geo- Strategic
Importance of Indian Ocean:
Clash of Interest between China and India”
Jenis Penelitian:
Deskriptif
Alat analisa:
Konsep Balance of Power
Geostrategi Samudera Hindia menjadi lokasi yang sangat penting bagi negara-negara disekitarnya khususnya China dan India. kedua negara ini saling berusaha untuk menjadi negara kuat dalam mempertahankan kepentingan nasionalnya masing- masing. Berbagai upaya dilakukan oleh keduanya mulai dari bidang militer, keamanan, dan ekonomi. Disini India merasa mendapatkan ancaman dari China yang terus membangun pangkalan militer India hingga sampai pada halaman belakang kawasan India, hal ini dirasa oleh India sangat
mengganggu keamanan
negaranya sehingga India kemudian berupaya untuk membangun aliansi bersama dengan beberapa negara lain seperti Amerika Serikat, Rusia, Jepang, dan Australia.
6. Syahroni Alby
“Implementasi Fungsi Strategi String of Pearls
Jenis Penelitian:
Deskriptif, menjelaskan fenomena dari
Pembangunan dan perekonomian
China sangat bergantung pada
sumber energi, namun China
tidak mampu memenuhi
25
China di
Samudera Hindia Tahun 2005-2013”
implementasi strategi string of pearls China di Samudera Hindia secara rinci.
kebutuhannya sendiri. Maka dari itu China memerlukan pasokan energi dari negara-negara yang memasok minyak ke China.
Sehingga dari hal ini China berupaya untuk tetap menjaga keamanan pasokan minyak dengan strategi string of pearls.
Strategi ini diterapkan untuk meningkatkan pengaruh geopolitik China di Samudera Hindia, sehingga nanti dapat mempertahankan kepentingan nasional China itu sendiri. Disisi lain, hal ini kemudian menimbulkan respon dari negara India dan Amerika Serikat yang merasa terancam akan kehadiran China di samudera tersebut.
7. Ervina Fredayani
“Persaingan Strategi Geoekonomi Tiongkok dan
India di
Kawasan Samudera Hindia”
Jenis Penelitian:
Eksplanatif Alat Analisa:
Teori Neo-realis dan Konsep Geoekonomi
Persaingan pembangunan
pangkalan militer yang dilakukan
oleh Tiongkok dan India ini
merupakan strategi geoekonomi
dari masing-masing negara. Hal
ini terjadi karena adanya
keinginan dari masing-masing
negara untuk bisa menjadi negara
super power di Kawasan
Samudera Hindia. Persaingan
oleh keduanya ini kemudian
dilakukan melalui pembuatan
kebijakan dalam pembangunan
maupun peningkatan pengaruh
melalui perekonomian. Meskipun
demikian, Tiongkok masih
menjadi negara yang memiliki
kapasitas kekuatan yung besar
dalam menjaga jalur
perekonomiannya di kawasan
Samudera Hindia guna
melindungi perekonomian
negaranya dibandingkan dengan
India.
26 1.6. Teori dan Konsep
1.6.1 Teori Neo-realisme
Teori neo-realisme merupakan perkembangan dari teori realism klasik dan yang pertama kali dikenalkan oleh Kenneth Waltz pada tahun 1975 dan 1979 sebagai respon dari tantangan yang dikemukakan oleh independensi serta sebagai koreksi terhadap pengabaian realism klasik terhadap kekuatan ekonomi. Menurut Waltz para liberalis dan marxis ini memiliki kesalahan karena telah mengabaikan pentingnya sebuah sistem internasional yang muncul diantara tujuan negara dan dampak dari interaksi mereka. Waltz mempercayai bahwasannya sistem internasional ini memiliki sebuah struktur yang mana hal tersebut dibagi menjadi tiga karakteristik penting yaitu, prinsip tatanan sistem, karakter unit dalam sistem, dan distribusi kemampuan unit dalam sistem.
50Sistem internasional yang anarki menjadikan kebijakan luar negeri negera menjadi seragam, hal ini dilakukan dengan cara memperkenalkan negara dalam sistem politik kekuasaan.
51Teori neo-realism memiliki enam kunci utama dalam mempelajari tingkah laku suatu negara. Adapun enam kunci utama neo-realis yaitu, anarki, struktur, kemampuan, distribusi kekuatan, polaritas, dan kepentingan nasional. Anarki dan struktur pada teori ini sebenarnya saling berkaitan, dimana pada neo-realism ini anarki bukan dimaksudkan dengan suatu kekacauan melainkan diartikan dengan tidak adanya pemerintah dunia atau internasional. Karena tidak adanya otoritas yang dapat menjangkau secara global dalam keamanan dan stabilitas Hubungan Internasional maka politik dunia tidap dapat terorganisisr secara formal. Akibat
50
Nurul Achyar Fauzi, Sikap Irlandia Pasca Kemerdekaan Israel, Studi Kasus: Konflik Israel- Palestina, Journal of International Relations, Vol. 4, No, 2 (2018), Jawa Timur: Universitas Diponesgoro, hal. 217.
51
Ibid.
27
dari adanya sistem yang anarki ini kemudian membuat negara-negara merasa terancam oleh serangan-serangan yang mungkin akan dilakukan oleh negara lain.
Sebab adanya hal tersebut setiap negara memerlukan kemampuan untuk dapat membela dirinya serta untuk dapat bertahan hidup. Kemampuan suatu negara dapat dilihat melalui lima kriteria secara umum uakni sumber daya alam, demografinya, ekonomi, militer, dan kapasitas teknologinya.
52Namun kemampuan dari setiap masing-masing negara ini berbeda, sehingga hal ini membuat suatu negara dapat merasa terancam. Oleh karena itu perlu bagi suatu negara untuk menambah kemampuan mereka masing-masing yang mana hal tersebut kemudian dapat mengarah pada kemunculan security dilemma dalam mencapai sebuah kemampuan tersebut. Pada sebuah kompetisi, kemampuan mereka akan didistribusikan kepada setiap unit, dan perlu bagi suatu negara untuk mengingat bahwa kemampuan negara dilihat dari komponen yang telah disebutkan di atas.
Pada teori neo-realis juga dijelaskan bahwa pembentukan rejim internasional, kemungkinan terjadinya kerja sama antara sekutu jauh lebih besar dibandingkan dengan lawan.
53Selain itu neo-realis juga menyebutkan bahwa politik internasional merupakan bentuk dari kompetisi unit-unit yang tidak mengenal hambatan selain demi mencapai kepentingan nasional. Teori ini juga berpandangan bahwa power memiliki sentral baik dalam kerja sama maupun konflik, distribusi sumber daya juga mempengaruhi perkembangan rejim-rejim
52
Ibid.
53
Dian Triansyah Djani dan Yanyan Mochamad Yani, Internet Governance dalam Hubungan Internasional, Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi, Vol. VII, No.2 (Desember 2017), Bandung:
Universitas Komputer Indonesia, hal. 210-211.
28
baru, rejim tertentu menguasai beberapa bidang tertentu. Dari sini suatu negara harus mampu mengambil manfaat dari situasi yang anarkis.
1.6.2 Konsep Geoekonomi
Geoekonomi adalah konsep baru yang dijadikan sebagai strategi suatu negara untuk mencapai tujuan-tujuan geostrategisnya. Di abad ke-21, politik kekuasaan dan pencapaian kepentingan nasional suatu negara semakin mengarah pada cara-cara ekonomi. Menurut National Security Strategy of the United States 2017 menyatakan bahwa strategi saat ini dengan sebelumnya telah berbeda dimana strategi saat ini lebih ditekankan pada penggunaan kenegaraan ekonomi karena “keamanan ekonomi adalah keamanan nasional”.
54Geoekonomi menjadi alternatif baru bagi suatu negara yang digunakan untuk terlibat dalam kompetisi strategis, namun hal ini tidak sepenuhnya didominasi oleh militer.
55Hal ini terlihat jelas dari adanya fenomena ketergantungan antar negara, di era sekarang ini saling ketergantungan akan kebutuhan menjadi semakin kuat sama seperti pada masa sebelumnya yang pernah terjadi di abad ke-19 dimana saat itu Rusia dan Jerman muncul sebagai kekuatan benua dengan potensi untuk mengendalikan seluruh daratan Eurasia. Faktor ekonomi dan kemajuan teknologi menjadi faktor penting untuk tujuan geostrategis pada masa itu, seperti misalnya pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Asia dan Eropa Tengah untuk akses ke sumber daya alam, hal ini disampaikan oleh Halford Mackinder tahun 1904.
56Pada artikel yang dituliskan oleh Edward Luttwak (1990) bahwa istilah geoekonomi ada untuk menggambarkan bagaimana dalam sebuah sistem
54
Soren Scholvin and Mikael Wigell, 2019, Geo-Economics and Power Politics in the 21
stCentury: The Rivival of Economic Statecraft (ed. 1), New York:Routledge, hal. 11
55
Ibid.
56
Ibid.
29
internasional pasca Perang Dingin, dimana arena utama untuk persaingan di antara negara-negara adalah ekonomi, daripada militer. Selain Edward, tokoh ahli keamanan yakni Hutington mengamati bahwa “…..in a world in which military conflict between major states is unlikely, economic power will be increasingly important in determining the primacy or subordination of states”.
57Maka dari itu banyak para ahli yang menyatakan bahwasannya akhir dari Perang Dingin ini akan sangatlah berbeda dengan sejarah perang-perang yang pernah terjadi sebelumnya. Sehingga mereka memprediksi bahwa transformasi cara konflik dimainkan adalah dengan modal yang dihabiskan sebagai daya tembak, inovasi sipil sebagai pengganti kemajuan teknis-militer dan perkembangan pasar.
Geoekonomi menurut tradisi Luttwak didefinisikan sebagai strategi kontrol teritorial yang termotivasi secara ekonomi dan dilakukan dengan cara ekonomi, yang terpenting yaitu investasi dan perdagangan.
58Geoekonomi merupakan pergeseran dari militer ke masalah keamanan ekonomi, terutama yang berkaitan dengan peran baru Tiongkok dalam politik global. Kehadiran konsep geoekonomi di dalam tulisan ini berkaitan dengan fenomena yang terjadi saat ini yakni persaingan strategi Tiongkok dan India. Sebenarnya bukan hanya Tiongkok dan India, namun Brazil juga melakukan hal yang sama yaitu menjadikan strategi geoekonomi menjadi tipikal atau ciri khas dari kekuatan non-Barat untuk menyeimbangkan soft power-nya dalam menghadapi kekuatan Amerika Serikat.
Meskipun demikian, geoekonomi belum secara penuh dapat menggantikan dimensi militer untuk kenegaraan. Dimensi ekonomi dan militer akan terus berjalan beriringan dan digunakan oleh negara untuk menghadapi tantangan yang
57
Ibid. hal.12
58
Ibid., hal. 13
30
harus mereka hadapi secara lebih spesifik. Sehingga untuk saat ini aktor utama dari geoekonomi yaitu dimensi militer dan ekonomi, kedua hal ini harus bisa saling memperkuat satu sama lain. Maka dari itu untuk memahami suatu konflik atau fenomena yang tengah terjadi di abad ini terdapat beberapa indikator yang digunakan yaitu dapat dilihat melalui kekuatan ekonomi suatu negaranya yang kemudian mengarah pada kegiatan perdagangan, investasi, keuangan, kerja sama infrastruktur dan pengaruh yang disebarkan melalui beberapa kegiatan tersebut.
Berdasarkan dari kehadiran konsep geoekonomi yang lebih mengedepankan persaingan ekonomi melalui kebijakan baik kebijakan dalam maupun luar negeri. Terdapat beberapa fenomena yang belakangan ini begitu menggambarkan konsep tersebut, misalnya saja pada fenomena Presiden Trump bahwa Amerika Serikat (AS) melalui kebijaknnya mencoba untuk membujuk orang atau negara lain agar mengikuti kebijakan yang telah ia buat untuk menyebarkan tongkat perekonomiannya. Selain itu juga terdapat contoh dimana Trump mengancam akan menarik bantuan ekonomi atas pernyataan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
59Selain AS, Tiongkok juga menggunakan keuangan, investasi, dan perdagangan sebagai sarana untuk membangun aliansi dan mendapatkan pengaruh di negara-negara di seluruh Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
60Disamping negara-negara tersebut juga terdapat Negara India yang memiliki kemampuan finansial untuk melakukan investasi, perdagangan, dan penguatan pangkalan militer yang bertujuan untuk membangun aliansi di beberapa wilayah di Samudera Hindia seperti di Afrika.
59
Ibid.
60
Ibid.
31
Beberapa fenomena tersebut menjadi bukti bahwa strategi negara-negara di dunia telah bergeser yang sebelumnya mengacu pada strategi geopolitik menuju ke arah geoekonomi. Kebangkitan dari kedua negara ini menjadi petunjuk bahwa akan ada persaingan strategi geoekonomi di kawasan Samudera Hindia. Sehingga melalui fenomena persaingan antara India dan Tiongkok merupakan bentuk persaingan strategis dimana sebagian besar didorong oleh cara ekonomi yaitu melalui kebijakan, perdagangan,investasi maupun pembangunan infrastruktur. Hal ini sama dengan apa yang ingin penulis kaji terkait dengan persaingan Tiongkok dan India di kawasan Samudera Hindia ditinjau melalui teori neo-realisme dan konsep geoekonomi.
1.7 Metode Penelitian 1.7.1 Tipe Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksplanatif, yaitu penelitian yang berupaya untuk menjelaskan alasan atau sebab fenomena itu terjadi.
61Penelitian eksplanatif ini digunakan untuk menjawab pertanyaan
“mengapa dan bagaimana”, dan untuk menjelaskan sebuah sebab akibat dari terjadinya suatu fenomena.
62Penulis disini berusaha untuk menjelaskan bagaimana implikasi dari persaingan strategi geoekonomi yang dilakukan antara Tiongkok dan India di Kawasan Samudera Hindia.
1.7.2 Metode Analisa
Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif.
Penelitian deduktif yaitu mengacu pada satu atau lebih kesimpulan yang
61
Yanuar Ikbar, 2014, Metodologi dan Teori Hubungan Internasional, Bandung: PT. Refika Aditama, hal. 9
62
Ibid.
32
dilakukan terhadap generalisasi fenomena kemudian ditransformasikan menuju analisa yang lebih khusus.
63Dengan menggunakan teknik analisa deduktif maka penulis akan bisa menjelaskan persaingan strategi geoekonomi yang dilakukan oleh Tiongkok dan India di Samudera Hindia. Selain itu dengan adanya alat analisa ini pembahasan akan lebih terkontrol karena penelitian akan lebih fokus pada parameter yang telah ditentukan berdasarkan kerangka konseptual yang digunakan.
1.7.3 Teknik Pengumpulan Data
Pada penelitian ini penulis melakukan teknik pengumpulan data dengan studi dokumentasi. Studi dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data yang berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain, serta berkaitan dengan nilai, norma dan budaya yang terjadi pada fenomena sosial yang diteliti.
64pengumpulan data berdasarkan dari buku, jurnal, e-book, working paper, artikel, dan berita online yang berkaitan dengan penelitian serta permasalahan yang penulis teliti.
1.8 Ruang Lingkup Penelitian 1.8.1 Batasan Materi
Supaya penelitian ini pembahasannya tidak terlalu melebar, maka penulis disini membatasi dengan menjelaskan berdasarkan dari usaha-usaha yang dilakukan oleh Tiongkok dan India dalam meningkatkan pasukan militernya guna
63
Samsul, Bahri, 2017, Perbandingan Metode Deduktif dan Induktif Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa, Jurnal Matematika dan Pembelajaran, Vol, 5, No, 2, hal. 203.
64