RISALAH SEMENTARA RAPAT 80.
Hari Selasa, 18Oktober1955.
(Djam panggilan: 09.00).
Pengumuman Sekertariat Usul-usul perubahan atjara rapat-rapat Dewan Perwakilan Rakjat sesudah tanggal 15 Oktober 1955 Daftar suratsurat masuk.
Ketua: Mr Sartono.
Sekertaris: Mr Roesli.
Jang hadir 149 anggota:
B. M. Diah, Ahmad Nino Hadjarati, Ir Pangeran Mohd Noor, Ors T. L. W. R. Rhemrev alias Abdurrachman Abdul Salam, M. A. Pellaupessy, Mr Teuku Mohd Hasan, Mr Soebagio Reksodipoero, Ardiwinangun, Mr R. Boedisoesetya, Mr Djaidin Purba, Ngeradjai Meliala, Teuku Teungoh Hanafiah, Andi Baso Rachim, Mr Tjoeng Tin Jan, Abubakar, Mohamad Saad, Mohd Noh, A. Djelani, Mochran bin Hadji Ali, Helmuth Kunum, A. A. Rivai, Mr Burhanuddin, Mohd Jamani, Mr Assa'at, Baheramsjah Sutan Indra, H. Saifuddin Zuhri, P. M. Tangkilisan, Zainul Baharuddin, A. R.
Baswedan, Bebasa Daeng Lalo, Anwar Harjono, Bachtaroeddin, Djoko Sudjono, S. Hadikusumo, Hoesain Poeang Limboro, R. Hindrosudarmo, Hutomo Supardan, Mr R. Kasman Singodimedjo, Krissubanu, Dr Boentaran Martoatmodjo, Maizir Achmaddyn's, S. Utarjo Purwosugito, Sabilal Rasjad, I Gusti Gde Raka, Rangkajo Rasuna Said, S. Sardjono, Mr Sunario, Djohan Sjahruzah, Sudijono Djojoprajitno, Suhardjo, R Sumarto, Sumartojo, Njonja Sunarjo Mangunpuspito, R. P.
Soenarjo Gondokoesoemo, Njonja Susilowati, Mustafa Kamil Usman, Goga Rafiudin Sandjadirdja, Sunardi Adiwirjono, Dr Sukiman Wirjosancijojo, Mr Jusuf Wibisono, Dr H. Ali Akbar, Mohd Nur el lbrahimy, Mr Sartono, Saleh Umar, Manai Sophiaan, Teuku Jusuf Muda Dalam, Njonja Moedikdio, Noeroellah, Njonja Suwarti, Mr A. M. Tambunan, Maruto Nitimihardjo, Rh. Kusnan, K. Werdojo, Ahem Erningpradja, R Djadi Wirosubroto, Mohd Tau-chid, Siauw Giok Tjhan, Tony Wen, Mr Hamid Algadrie, Gusti, A. Moeis, I. R. Lobo, M. Yu.nan Nasution, Zainal Abidin Achmad, K. H. Tjikwan, Amelz, Sutan Said Ali, H. Rusli Abdul Wahid, Basri, Amri jara, M. Padang, Njonja Sunarjati Sukemi, T. Olii, A. S. Bachmid, I B. P. Manuaba, A. C. Manoppo, B. Sahetapy Engel, Andi Gappa, Sonda Daeng, Mattajang. Njonja A. Warah, A. D. Andilolo, jainco, Arm Sosroatinodjo, R. T.
Surjaningprodjo, Said Bahreisj, R. Saroso Harsono, J. Langkai, R. Bagioadi Mantjanegara, Mohd.
Mahfud, Mas Mohd Zainal Alim, Mohd Ersat Trunodjojo, 0. K. Ramli, Mohd Nuh (Sumatera Timur), R. Mohd Saddak, K. H. Ahmad Azhari, Mohd Nuh (Sumatera Selatan), Muhamad Hasan, R. Error Djajadinata, S. Mangunsarkoro, Max Maramis, H. Z. Arifin, A. M. Jusuf Rasidi, Abdul Samad, KA.
Djohar, Dr Sutan Z. A. Abidin, Ade Mohd Djohan, Tio Kiang Soen, E. Kunum Kusumojudo, Dr D. S.
ARSIP DPR RI
Diapari, Hasan Basri, ldham Chalid, I. A. Moeis, Rasjid Sutan Radja Emas; Ibrahim Sedar, G. R.
Schmitz, W. M. Nieuwenhuysen, R. Djerman Prawirawinata, R. Suparno, Musirin Sosrosubroto, Pandu. Kartawiguna, Nawawi, Rd. H. Sutarto Hadisudibjo, M. H. Loekman, Achmad Sumadi, Wardi Kusnatalistra, Emon Bratadiwidjaja, R. Abdurachman Wangsadikarta, Abulhajat, Gc.e Ngurah Rai, R. Cyrillus Kersanegara.
Wakil Pemerintah: Asraruddin, Menteri Muda Perhubungan.
Ketua: Rapat saja buka.
Saudara-saudara, saja beritahukan bahwa djumlah anggota jang hadir ada 134.
Sekarang saja persilakan lebih dulu Saudara Sekertaris untuk memberikan pemberitaan tentang surat-surat jang masuk.
Sekertaris: Saudara-saudara, djumlah. suratsurat masuk pada tangc,a110 s/d 13 Oktober 1955 ada 85 putjuk surat, jang sebagian besar diteruskan kepada Seksi-seksi jang bersangkutan.
Surat masuk jang perlu mendapat perhatian ialah sebagai berikut:
1. Surat dari Perdana Menteri kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakjat Republik Indonesia tanggal 11 Oktober 1955, perihal penjelesaian pckerdjaan perundang-undangan Kabinet-kabinet jang lampau.
Saja beritahukan derqran hormat bahwa Kabinet pada rapatnja jang ke-13 tanggal 7 Oktober 1955 telah memutuskan untuk mempertahankan bebcrapa Undang-undang jang dibuat oleh Kabinetkabinet jang lampau, jang masing-masing telah disampaikan dengan amanat Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakjat Republik Indonesia sebagai berikut:
I. Dalam lapangan Ktmenterian Dalani Negeri:
1. Rantjangan Undang-undang tentang Peraturan Umum Padjak Daerah. (Amanat Presider' tanggal 6-4-1954 No. 11227HK/54).
2. Rantjangan Undang-undang tentang Per-, aturan Umum Retr.busi Daerah.
(Amanat Presiden tanggal 6-4-1954 No. 1123/HK/54).
3. Rantjangan Uhdang-undang tentang Pembentukan Daerah Otonori Kota Ketjil dalam lingkungan Propinsi Sumatera Tengah. (Amanat Presiden tanggal 6-4-1954 No. 1126/HK/54).
4. Rantjangan Undang-undang tentang Menetapkan Undang-undang Darurat No. 7 tahun 1954 tentang Dasar Hukum Keputusan Kepala Daerah Otonom dalam keadaan Dewan Perwakilan RakjaUDewan Pemerintahan Daerah tidak ada atau tidak dapat mendjalankan tugas kewadjibannja sebagai Undang-undang, (Amanat Presiden tanggal 25-6-1954 No. 2027/HK/54).
5. Rantjangan Undang-undang tentang Perubahan Batas-batas Kota Besar Madiun dan Kabupaten Madiun. (Amanat Presiden tanggal 31-12-1954 No. 4345/HK154).
6. Rantjangan Undang-undang tentang Menetapkan Undang-undang Darurat No. 20
ARSIP DPR RI
tahun 1950 (L.N. No. 3111950) tentang Susunan Pemerintahan dalam daerah Kota Djakarta Raya dan Pembubaran ,,Gewest Djakarta ,dan sekitarnja" sebagai Undang-undang. (Amanat Presiden tanggal 5-7-1954 No. 21661HK154).
7. Rantjangan Undang-undang tentang Pembentukan Daerah-daerah Otonom Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Sumatera Tengah. (Amanat Presiden tanggal 6-4-1954 No.1124/HK154).
8. Rantjangan Undang-undang tentang Pembentukan Daerah-daerah Otonom Kota Besar dalam lingkungan Propinsi Sumatera Tengah. ( Amanat Presiden tanggal 6- 4-1954 No. 1125/ HK/54).
9. Rantjangan Undang-undang tentang Perubahan Undang-undang Pembentukan Daerahdaerah Otonom Propinsi, Daerah lstimewa setingkat Propinsi, Kabupaten.
Kota Besar dan Kota Ketjil di Djawa.
(Amanat Presiden tanggal 19-7-1954 No. 2019/
HK155).
II. Dalam lapangan Kementerian Kesehatan:
Rantjangan Undang-undang tentang Pembebasan Dr Soegiri, Pemimpin Rumah Sakit ,,Baju-Asih- di Purwakarta dari pembajaran penggantian uang sebesar Rp. 14.189, 17 jang digelapkan oleh pegawai kasnja Muchtar. (Amanat Presiden tanggal 23-9-1954 No. 3017( HK/54).
Berhubung dengan itu saja harap supaja pembitjaraan mengenai rantjangan-rantjangan Undang-undang tersebut diatas ,dapat ,dilandjutkan ,dalam Dewan Perwakilan Rakjat Republik Indonesia.
Kedua, surat dari Pengurus Besar Parindra, tanggal 18 Oktober 1955, perihal penggantian Ir Dipokusumo sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakjat.
Dipermaklumkan dengan hormat, bahwa untuk ganti Ir S. Dipokusumo, anggota Dewan Perwakilan Rakjat fraksi Parindra, jang telah berhenti sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakjat, ialah Saudara Sjamsuddin, partikelir, bertempat-tinggal di Tandjung Pinang, Riouw.
Actevan bekendheid akan menjusul. Mendahului apa jang tertjatat didalam acte van bekendheid itu, kami dapat mengabarkan, bahwa Saudara Sjamsuddin tersebut telah berumur lebih dari pada 25 tahun.
Ketiga, surat dari Saudara Sunario, anggota Dewan Perwakilan Rakjat minta dengan hormat supaja dimasukkan dida am Seksi Luar Negeri.
Sekian.
Ketua: Saudara-saudara, berhubung dengan surat dari Pengurus Besar Parindra jang mengusulkan supaja Saudara Sjamsuddin, partikelir, bertempat-tinggal di Tandjung Pinang supaja ditetapkan mendjadi tjalon pengganti jang akan diusulkan kepada Pemer ntah, jaitu sebagai tjalon pengganti Saudara Ir Dipokusumo. Karena kemarin Dewan Perwakilan Rakjat sudah mengadakan
ARSIP DPR RI
keputusan, jaitu menjatakan adanja lowongan berhubung dengan berhentinja Saudara Dipokusumo, maka saja usulkan supaja Dewan Perwakilan Rakjat menerima usul dari pada Pengurus Besar Parindra dan mengusulkan kepada Pemerintah Saudara Sjamsuddin tersebut dalam surat ini, sebagai tjalon pengganti Saudara Dipokusumo.
Dapatkah ini disetudjui? (Rap at: setudju.;1
Berkenaan dengan permintaan Saudara Sunario supaja ditempatkan dalam Seksi Luar Negeri, saja kira sidang tidak berkeberatan.
(Rap at: Setudju.)
Marilah, Saudara-saudara, sekarang kita meningkat kepada atjara buat pagi hari ini, ialah membitjarakan usul-usn perubahan mengenai atjara-atjara jang telah ditetapkan oleh Panitia Permusjawaratan.
Tadi pihak Pemerintah menjatakan ingin mengemukakan pendapatnja mengenai hal ini.
Saja persilakan.
Asraruddin, Menteri Muda Perhubungan: Saudara Ketua, sebelum atjara mengenai perubahan usul-usul atjara ini dibitjarakan, ingin saja menjampaikan kehendak dari pada Pemerintah, ialah bahwa Pemerintah akan menjampaikan djawabannja atas pemandangan umum babak I pada hari Senin jang akan dating.
Ketua: Saudara-saudara, berhubung dengan permintaan Pemerintah supaja djawaban Pemerintah atas pemandangan umum babak I diberikan pada hari Senin tanggal 24, maka saja usulkan kepada sidang supaja atjara jang telah ditetapkan oleh Panitia Permusjawaratan itu supaja diubah sedemikian rupa, sehingga apa jang telah ditetapkan hari Djum'at tanggal 21 itu digeserkan 3 hari kemuka.
Djadi semula keterangan Pemerintah itu akan diadakan -pada tanggal 21; sekarang djawaban Pemerintah akan diberikan tanggal 24. Berhubung dengan itu sejogianja pemandangan umum babak II diberikan 3 hari sesudah tanggal 24, jaitu hari Djum'at tanggal 28 jang akan datang.
Tetapi hari Djum'at itu hari besar, sedangkan hari Saptu hari jang kurang baik buat mengadakan rapat-rapat. Djadi sejogianja diadakan pada hari Senin tanggal 31 Oktober jang akan datang. Djadi pemandangan umum babak II akan dilangsungkan hari Senin pagi-sore diteruskan hari Selasa pagi-sore dan kalau perlu hari Rabu pagisore,
Kalau Saudara-saudara setudju, atjara jang ditetapkan oleh Panitia Permusjawaratan ini tetap sampai tanggal 2 Nopember, tetapi dengan perubahan tersebut.
Hari Kamis tanggal 27 itu bagaimana, apakah tetap sadja? lni berhubung dengan menghadapi hari Maulud Nabi.
(Seorang anggota : Hari Kamis itu sadja!)
ARSIP DPR RI
Hari Saptu tanggal 22 Oktober, Senin, Selasa, Rabu, Djum'at, Saptu 29 Oktober itu tidak ada sidang, tjuma jang menjelip hari Kamis.
Tetapi sekarang ada diserukan untuk tidak mengadakan sidang pada hari Kamis itu.
Djadi pemandangan umum babak II saja harap benar-benar Saudara-saudara bisa menjelesaikan mulai hari Senin itu, dalam hal ini tidak ada prioriteit apa-apa.
Djadi semua jang terdaftar untuk pemandangan umum babak II supaja sudah siap pada hari Sen in itu, agar segala sesuatu mendjadi lantjar djalannja.
Saja ulangi lagi. Djadi atjara jang berlaku sampai tanggal 2 Nopember, jaitu jang telah ditetapkan oleh Panitia Permusjawaratan dengan perubahan bahwa pada hari Djum'at tanggal 21 Oktober tidak ada rapat, pada hari Saptu tanggal 22 Oktober djuga tidak ada rapat.
Pada hari Senin tanggal 24 Oktober: djawaban Pemerintah; pada hari Selasa berikutnja sampai dengan hari Ahad tidak ada rapat.
Pada hari Senin tanggal 31 Oktober, pemandangan umum babak kedua, kalau perlu sampai dengan hari Rabu tanggal 2 Nopember '55.
Sudah terang, Saudara-saudara?
Z. Baharuddin: Bagaimana kalau tidak selesai pada hari Rabu itu?
Ketua: Djika demiki•n, baiklah kita sediakan hari Kamis malam atau hari Djum'at berikutnja.
Djadi Kamis malam jaitu tanggal 3 Nopember '55 kita sediakan buat pernandangan umum babak kedua, kalau perlu.
Saudara-saudara, rapzit Panitia Permusjawaratan tetap akan diadakan pada tanggal 21 Oktober '55. Apakah tidak ada jang berkeberatan?
(R a p a t: Tidak ada!)
Saudara-saudara, selesailah atjara buat hari ini, maka dengan ini rapat saja tutup.
Rapat ditutup djam 09.49.