• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

P U T U S A N

Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sibolga yang mengadili perkara perdata, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara gugatan antara:

GAMEL PURBA Tempat/Tanggal Lahir : Naga Timbul, 17-07-1953, Jenis Kelamin : Laki-Laki, Alamat KTP : Jl. KH. Zainul Arifin No. 09, Kel. Kota Beringin, Kec. Sibolga Kota, Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara, Agama : Kristen, Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah memberi kuasa kepada BOBBY SANTANA SEMBIRING, S.H., & ARYCO WAHYUNTA PURBA, S.H., Advokat/Penasehat Hukum, Konsultan Hukum pada “LAW FIRM A-B & REKAN” yang beralamat di Jl. Sakura Raya No. 7, Kel. Helvetia Tengah, Kec. Medan Helvetia, Kota Medan, Propinsi Sumatera Utara, Indonesia. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama serta sah mewakili kepentingan hukum klien untuk selanjutnya disebut sebagai Pelawan;

Lawan:

MATHIAS HUTAPEA, Yang beralamat di Jl. Yosudarso No. 35, Kel.

Kota Beringin, Kec. Sibolga Kota, Kota Sibolga, Umur. 75 Tahun, Agama. Kristen, atas Putusan Pengadilan Negeri Sibolga Kelas II No. 20/Pdt.G/2013/PN-Sbg, Tanggal 20 Maret 2014 untuk selanjutnya disebut sebagai Terlawan;

Pengadilan Negeri tersebut;

Setelah membaca berkas perkara beserta surat-surat yang bersangkutan;

Setelah mendengar kedua belah pihak yang berperkara;

TENTANG DUDUK PERKARA

Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatan tanggal 5 November 2018 yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sibolga pada tanggal 6 November 2018 dalam Register Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg, telah mengajukan gugatan sebagai berikut:

1. Bahwa pelawan menolak dengan tegas Putusan Pengadilan Negeri Kelas II Sibolga No. 20/Pdt.G/2013/PN-SBG tertanggal 20 Maret 2014 atas perkara perdata antara Terlawan Mathias Hutapea dahulu Penggugat lawan Pelawan Gamel Purba dahulu Tergugat;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

2. Bahwa pelawan menganggap Putusan Pengadilan Negeri Kelas II Sibolga adalah Keliru dan tidak berdasarkan bukti-bukti sehingga pelawan merasa sangat dirugikan;

3. Bahwa sebagai pihak dalam perkara perdata tersebut, secara yuridis tetap berhak mengajukan Perlawanan sesuai dengan Yurisprudensi MARI Nomor 510/K/Pdt/2000 tertanggal 27 Februari 2001 yang menyatakan bahwa yang dapat mengajukan gugatan Perlawanan (Verzet) atau sita jaminan bukan hanya pihak ketiga saja melainkan pihak Tergugat,pemilik atau derden verzet”;

4. Bahwa Tanah dan Rumah tersebut bukan milik Terlawan Penyita melainkan adalah milik Pelawan sesuai dengan Sertifikat Hak Milik No. 90 yang terletak di Kelurahan Kota Beringin, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga yang telah dikeluarkan oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara tertanggal 3 Februari 1992, No.SK.1369/HM/22.3.1992 dan tercatat di Pembukuan Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Sibolga Tertanggal 25 Februari 1992 dan diterbitkan oleh MUHAMAD DJAMIL HARAHAP. BA selaku Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Sibolga Tertanggal 25 Februari 1992 (sertifikat terlampir);

5. Bahwa Pelawan juga memiliki Akta Jual Beli Tanah Nomor : 27/AJB/CSK/1992 tertanggal 5 Oktober 1992 antara SYARIFUDDIN NASUTION (Pihak I) dan GAMEL PURBA (Pihak II) yang dibuat dan ditandatangani oleh Pejabat Pemerintahan Kecamatan Sibolga Kotamadya Sibolga dan Sertifikat Hak Milik Tanah tertanggal 25 Februari 1992 yang telah terdaftar di Kantor Pertanahan Kotamadya Sibolga sebagai bukti bahwa Pelawan adalah pemilik sah dari tanah beserta rumah diatasnya tersebut (Akta Jual-Beli Terlampir);

6. Bahwa Pelawan juga memiliki Surat Jual-Beli antara SYARIFUDDIN NASUTION selaku Pihak I (penjual) dan GAMEL PURBA selaku Pihak II (pembeli) tertanggal 31 Maret 1992, bahwa Pihak I dan Pihak II telah sepakat mengadakan Jual-Beli sebidang tanah beserta bangunan rumah diatasnya dengan ukuran panjang 28 M dan Lebar 9 M yang terletak di Jl.Let.Jend.S.Parman No. 9-A, sesuai dengan Sertifikat/Tanda Bukti Hak No. 90/Kelurahan Kota Beringin, Kotamadya Sibolga tertanggal 25 Februari 1992 (Surat Jual-Beli Terlampir);

7. Bahwa oleh karena gugatan perlawanan (derden verzet) ini diajukan dengan alas hak milik dengan alat bukti yang otentik, maka Pelawan selain

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

mohon dinyatakan sebagai pelawan yang baik dan benar (allgoed opposant), Pelawan juga mohon agar putusan dalam perkara ini dapat dijatuhkan dengan amar dapat dilaksanakan terlebih dahulu (uitvoerbaar bijvoorraad), walaupun Terlawan melakukan upaya hukum banding atau kasasi;

8. Bahwa Jual-Beli atas tanah beserta bangunan diatasnya tersebut diatas telah dilakukan jauh sebelum Terlawan mengajukan gugatan ke-Pengadilan Negeri Kelas II Sibolga, sehingga pelawan selaku pemilik sah atas tanah beserta bangunan diatasnya yang telah beretikad baik dan jujur menurut hukum haruslah dilindungi;

9. Bahwa menurut hukum mengenai sengketa Perdata Nomor.

20/Pdt.G/2013/PN-SBG di Pengadilan Negeri Kelas II Sibolga antara terlawan penyita dahulu disebut sebagai penggugat dengan terlawan tersita dahulu disebut sebagai tergugat diatas merupakan persoalan mereka sendiri dan tidak boleh membawa akibat kerugian kepada Pelawan selaku pemilik sah atas sebidang tanah yan g terletak di Jl.Let.Jend.S.Parman No. 9-A, sesuai dengan Sertifikat/Tanda Bukti Hak No. 90/Kelurahan Kota Beringin, Kotamadya Sibolga tertanggal 25 Februari 1992;

10. Bahwa pelawan sebagai pemilik sah atas tanah beserta bangunan diatasnya yang terletak di Jl.Let.Jend.S.Parman No. 9-A, sesuai dengan Sertifikat/Tanda Bukti Hak No. 90/Kelurahan Kota Beringin, Kotamadya Sibolga tertanggal 25 Februari 1992 sangat merasa diru gikan sekali untuk diletakkan sita jaminan terhadapnya;

Berdasarkan uraian-uraian yuridis tersebut diatas, mohon kepada yang Terhormat Ketua Pengadilan Negeri Kelas II Sibolga Cq. Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo, kiranya berkenan menetapkan suatu hari sidang untuk itu dan memanggil para pihak yang berperkara serta memberikan suatu keputusan yang amarnya berbunyi sebagai berikut :

MENGADILI 1. Menyatakan perlawanan pelawan dapat diterima;

2. Menyatakan perlawanan pelawan adalah tepat dan beralasan;

3. Menyatakan pelawan adalah pelawan yang jujur;

4. Menyatakan pelawan adalah pemilik sah dari tanah beserta bangunan diatasnya yang terletak di Jl.Let.Jend.S.Parman No. 9-A, sesuai dengan Sertifikat/Tanda Bukti Hak No. 90/Kelurahan Kota Beringin, Kotamadya Sibolga tertanggal 25 Februari 1992;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

5. Menghukum terlawan untuk membayar biaya perkara ini secara tanggung renteng;

6. Menyatakan keputusan ini dapat diterima terlebih dahulu meskipun timbul verzet atau banding;

Apabila Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);

Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditentukan , para pihak hadir dipersidangan;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah mengupayakan perdamaian diantara para pihak melalui mediasi sebagaimana diatur dalam Perma Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan dengan men unjuk Martu a Sagala, S.H..M.H., Hakim pada Pengadilan Negeri Sibolga, sebagai Mediator;

Menimbang, bahwa berdasarkan laporan Mediator tanggal 11 Pebruari 2018, upaya perdamaian tersebut tidak berhasil;

Menimbang, bahwa oleh karena itu pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan pembacaan surat gugatan yang isinya tetap dipertahankan oleh Penggugat;

Menimbang, bahwa terhadap bantahan Pelawan tersebut Terlawan I memberikan jawaban pada pokoknya sebagai berikut:

1. Upaya perdamaian/mediasi telah pernah dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2013 di Pengadilan Tingkat Pertama di Pengadilan Negeri Sibolga, namun upaya perdamaian/mediasi tersebut gagal/tidak berhasil (sebagaimana dinyatakan pada halaman 10 Putusan Pengadilan Negeri Sibolga Nomor 20/Pdt.G/2013/PN-SBG tanggal 20 Maret 2014;

2. Dalam tahap perdamaian/mediasi tersebut, Pelawan (Gamel Purba) tidak mau untuk berdamai dan mengiginkan agar perkara ini tetap dilanjutkan;

3. Pelawan (Gamel Purba) tidak patuh atau tidak taat pada hukum yaitu putusan Pengadilan Negeri Sibolga Nomor 20/PDT.G/2013/PN -SBG tanggal 20 Maret 2014 yang dalam Provisi disebutkan bahwa

“Memerintahkan kepada Tergugat I (Gamel Purba/Pelawan) atau siapa saja yang mendapat hak darinya untuk tidak mengadakan kegiatan pekerjaan dengan cara memagar bahkan untuk memban gu n dan atau mendirikan bangunan diatas tanah beserta bangunan objek perkara tersebut yang terletak di jalan S. Parman Kelurahan Koto

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

Baringin Kecamatan Sibolga Kota Kota Sibolga semenjak perkara ini diajukan ke Pengadilan Negeri Sibolga”. Hal ini Terlawan sebutkan karena pada tanggal 28 Januari 2016 sekira pukul 11.00 Wib, Pelawan (Gamel Purba) telah memagar atau melakukan penutupan jalan menuju rumah saya yang ditempati anak saya Hotma Ronald Hutapea di Jalan S. Parman (sekarang berubah nama menjadi jalan K.H.Zain u l Arifin Kelurahan Kota Baringin Kec. Sibolga Kota Kota Sibolga.

Berdasarkan hal tersebut, saya Terlawan dengan ini menyampaikan bahwa saya tidak berkeinginan untuk melakukan perdamaian dengan Pelawan karena saya anggap Pelawan tersebut arogan dan tidak beritikad baik sehingga saya berpendapat bahwa Putusan pengadilan Negeri Sibolga Nomor : 20/PDT.G/2013/PN.SBG tanggal 20 Maret 2014, Putusan Pengadilan Tinggi Sumatera Utara di Medan Nomor :202/PDT/2014/PT.MDN tanggal 30 September 2014 dan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 296 K/PDT/2015 sudah tepat dan Terlawan memohon agar Ketua Pengadilan Negeri Sibolga/Majelis Hakim yang mengadili perkara ini dapat mengabulkan permohonan saya dengan memutuskan sebagai berikut:

1. Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Sibolga No. 20/PDT.G/2013/PN - SBG tertanggal 20 Maret 2014 dan menguatkan Putusan Pengadilan Tin ggi Sumatera Utara di Medan No. 202/PDT/2014/PT.MDN tanggal 30 September 2014 dan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 296 K/PDT/2015 serta Putusan Peninjauan Kembali Nomor 272 PK/Pdt/2017;

2. Menolak Gugatan Perlawanan dari Pelawan, dan 3. Melakukan Eksekusi.

Menimbang, bahwa selanjutnya segala sesuatu yang termuat dalam berita acara persidangan perkara ini, untuk menyingkat putusan ini dianggap telah termuat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan putusan ini;

Menimbang, bahwa akhirnya para pihak menyatakan tidak ada hal -hal yang diajukan lagi dan mohon putusan;

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM DALAM POKOK PERKARA

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan bantahan Pelawan yang pada pokoknya adalah sebagaimana diuraikan dalam surat gugatan tanggal 5 November 2018;

Menimbang, bahwa oleh karena telah diakui atau setidak-tidaknya tidak disangkal maka menuru t hukum harus dianggap terbukti adalah hubungan hukum antara Pelawan dengan Terlawan adalah keluarnya Putusan Pengadilan Negeri Sibolga No. 20/PDT.G/2013/PN-SBG tertanggal 20 Maret 2014, Putusan Pengadilan Tinggi Sumatera Utara di Medan No. 202/PDT/2014/PT.MDN tanggal 30 September 2014 dan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 296 K/PDT/2015 serta Putusan Peninjauan Kembali Nomor 272 PK/Pdt/2017, dimana isinya adalah mengenai kewenangan pemilikan tanah yang dituliskan alas haknya dalam Sertifikat Hak Milik;

Menimbang, bahwa yang menjadi persengketaan antara kedua belah pihak adalah apakah Terlawan telah melakukan perlawanan terhadap Pelawan sehubungan dengan Sertifikat Hak Milik terhadap tanah beserta bagunan diatasnya yang terletak di Jl. Let.Jend.S.Parman No. 9-A;

Menimbang, bahwa berdasarkan hal tersebut di atas maka Majelis Hakim perlu mempertimbangkan terlebih dahulu tentang pokok sengketa antara Pelawan dengan Terlawan yaitu tentang Bantahan sebagaimana yang didalilkan oleh Pelawan;

Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 163 HIR/283 RBg Pelawan berkewajiban untuk membuktikan hal tersebut di atas;

Menimbang, bahwa Pelawan untuk menguatkan dalilnya telah mengajukan bukti berupa bukti P-1 sampai dengan P-6 dan Saksi-saksi yaitu atas nama Rosmariawan Simanjuntak dan Bistok Simatupang;

Menimbang, bahwa dari alat-alat bukti yang diajukan oleh Pelawan yaitu alat bukti surat P-1 tentang Fotocopy Surat Jual Beli antara Syarifuddin Nasution sebagai pihak pertama dengan Gamel Purba sebagai Pihak Kedua.

Dalam hal ini Pihak (I) dan Pihak Ke (II) telah sepakat melakukan jual-beli sebidang tanah beserta bangunan rumah diatasnya dengan ukuran 28 M x 9 M yang terletak di Jl. Let.Jend.S.Parman No. 9-A, sesuai Sertifikat/Tanda Bukti Hak No. 90/Kelurahan Kota Beringin Kodya Sibolga Tertanggal 25-2-1992, yang diketahui oleh Kepala Kelurahan Kota Beringin atas nama J. Ray Kapoor dan ditandatangani Pihak (I) dan Pihak (II) beserta saksi-saksi di Sibolga tanggal 31 Maret 1992, P-2 tentang Fotocopy Surat Pernyataan Syarifuddin Nasution telah menjual sebidang tanah berikut bangunan diatasnya kepada Gamel Purba yang diketahui oleh Istri dan ditandatangani di Sibolga pada

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

tanggal 3 Oktober 1992, P-3 tentang Fotocopy Permohonan Sanggahan Hak Milik No. 90/Kelurahan Kota Beringin -1992 AN. Syarifuddin Nasution kepada Bapak Kepala Kantor Pertanahan Nasional Daerah Tk. II Sibolga tertanggal 3 Oktober 1992 , P-4 tentang Fotocopy Kwitansi Serah Terima Uang dari Gamel Purba kepada Syarifuddin Nasution sebanyak Rp. 6.700.000,- (enam juta tu ju h ratus ribu rupiah) untuk pembayaran sebidang tanah/bangunan yang terletak di Jl. S.Parman No. 11/Blk Sibolga yang ditandatangani pada tanggal 31 Maret 1992, P-5 Tentang Fotocopy Akta Jual Beli No. 27/AJB/CSK/1992, tertanggal 5 Oktober 1992 yang dibuat dan dikeluarkan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Atas Nama DOCTORANDUS EDDY JOHAN LUBIS selaku Camat Kota Sibolga, dan P-6 tentang Fotocopy Sertifikat Tanda Bukti Hak Milik No. 90 Provinsi Sumatera Utara, Kecamatan Sibolga Kota, Kelurahan Kota Beringin, yang dikeluarkan pada tanggal 25 Februari 1992 oleh Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Madya Sibolga atas nama Muhammad Djamil Harahap, BA, serta diketahui Kepala Saksi Pengukuran dan Pendaftaran Tanah Kantor Pertanahan Kotamadya Sibolga atas nama Rustam Efendi Rasjid SH.;

Menimbang, bahwa sebaliknya Terlawan telah membantah dalil bantahan tersebut, dimana untuk membuktikan bantahan tersebut Terlawan telah mengajukan bukti T.I-1 sampai dengan T.I-13;

1. Foto copy surat yang dilegalisir, akta jual beli No. 16/1966, ditanda tangani Kepala Daerah Kotamadya Sibolga, diberi tanda...T.1 ; 2. Foto copy surat yang dilegalisir, surat keterangan pendaftaran tanah

(SKPT) No. 594.247/03/1985, Kepala Kantor Agraria (dahulu), Badan Pertanahan Nasional (sekarang) Sibolga tanggal 3 Mei 1985 dengan luas tanah 280 M2. Diberi tanda...T.2;

3. Foto copy surat yang dilegalisir, ganti kerugian antara Syaifuddin Lubis (penjual) dengan Mathias Hutapea (pembeli) rumah dan tanah seluas 280 M2 yang disaksikan Kepala Kelurahan Kota Baringin (Akil Sihite) dan Camat Sibolga Kota (Syarifuddin Hutagalung, BA). Diberi tanda...T.3;

4. Foto copy surat yang dilegalisir, ganti kerugian antara Syaifuddin Lubis (penjual) dengan Mathias Hutapea (pembeli) rumah dan tanah seluas 280 M2 yang disaksikan Kepala Kelurahan Kota Baringin (Akil Sihite) dan Camat Sibolga Kota (Syarifuddin Hutagalung, BA). Diberi tanda...T.4 ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

5. Foto copy surat yang dilegalisir, sertifikat hak milik No. 65/1987 atas nama Mathias Hutapea beralamat di Jalan S. Parman No. 9 Belakang. Diberi tanda...T.5 ; 6. Foto copy surat yang dilegalisir, surat pernyataan Syaifuddin Lubis (penjual)

Pihak ke 1 dan Rawani br. Simanjuntak Pihak ke II, bahwa Pihak ke II berjanji membongkar tanahnya yang berdiri di atas tanah pihak ke I, Pihak ke II telah menerima uang bongkar sebanyak Rp. 30.000,- (Tiga Puluh Ribu Rupiah) dari Pihak ke I, akan tetapi Pihak ke II tidak mebongkar sampai ada perkara ini, surat pernyataan ini ditanda tangani kedua belah pihak dan disaksikan Kepala Kelurahan Kota Baringin (Akil Sihite). Diberi tanda...T.6 ; 7. Foto copy surat yang dilegalisir, surat keterangan Meninggal Dunia No.

474.3/VIII/1991 dikeluarkan Kepala Kelurahan Kota Baringin (Ray Kapor Tanjung) tanggal 3 Agustus 1991, Rawani Simanjuntak meninggal dunia tanggal 21 Juni 1991 dan rumahnya diwariskan kepada Syarifuddin Nasution dan tidak ikut tanah terlawan (Mathias Hutapea) tidak mengenal Syarifuddin Nasution. Diberi tanda...T.7;

8. Foto copy surat yang dilegalisir, permohonan kepada Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Sibolga, tanggal 17 Februari 2012. Diberi tanda...T.8 ; 9. Foto copy surat yang dilegalisir, tanda terima dokumen No. 251/2011 dan

Biaya Administrasi Badan Pertanahan Nasional Sibolga. Diberi tanda...T.9 ; 10. Foto copy surat yang dilegalisir, tanda terima dari pemegang kas daerah

Sibolga untuk retribusi izin mendirikan bangunan atas nama Mathias Hutapea di jalan S. Parman belakang. Diberi tanda...T.10;

11. Foto copy surat yang dilegalisir, surat permohonan kepada Camat Sibolga Kota menanyakan tentang status tanah tanggu sungai (DAS) aek doras yang terletak di jalan S. Parman dan surat keberatan masyarakat setempat.

Diberi tanda...T.11;

12. Foto copy surat yang dilegalisir, surat jawaban Camat Sibolga Kota No.

66/06.1/KB/I/2014 tentang status tanah DAS aek doras jalan S. Parman Kelurahan Kota Baringin Sibolga. Diberi tanda...T.12;

13. Foto copy surat yang dilegalisir, surat pemberitahuan Lurah Kota Baringin No. 593.2/28/KB/III/2013 yang melarang agar Mathias Hutape dan Gamel Purba tidak memasang pembatas/pagar di tanah perkara dan parkir mobil di areal tersebut serta tidak melakukan tindakan apapun sebelum Badan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

Pertanahan Nasional (BPN) Sibolga melakukan pengukuran ulang terhadap objek tanah tersebut, ternyata ini semua dilanggar oleh Gamel Purba, telah didirikan bangunan bertingkat dan dibuat pagar. Diberi tanda...T.13;

Menimbang, bahwa terhadap bukti surat yang diajukan oleh Terlawan di persidangan, Majelis Hakim telah memeriksa kesesuaian bukti-bukti aquo dengan aslinya dan terhadap bukti tersebut telah pula dibubuhi materai secukupnya;

Menimbang, bahwa selain bukti Surat, Terlawan Penyita telah mengajukan 3 (tiga) orang Saksi yaitu saksi Austilia Hutapea, saksi Terepia Sihombing, saksi Herbet Tigor Hasudungan Nababan.

Menimbang, bahwa oleh karena obyek sengketa ini mengenai tanah dan menurut ketentuan Pasal 180 ayat (1) dan (2) R.Bg serta Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2001 jo. Surat Edaran Mahkamah Agu n g RI Nomor 5 Tahun 1994, untuk memperoleh gambaran yang jelas dan menyeluruh dari obyek yang disengketakan, baik tentang letak, luas dan batas - batasnya maka Majelis Hakim telah melakukan Sidang Pemeriksaan Setempat pada hari Rabu, tanggal 31 Januari 2017, yang selengkapnyasebagaimana termuat dalam Berita Acara Persidangan perkara ini dengan hasil pokoknya adalah sebagai berikut:

Terhadap obyek sengketa Pelawan:

- Bahwa posisi objek sengketa terletak di Kelurahan Kota Beringin, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga yang telah dikeluarkan oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan nasional Provinsi Sumatera Utara tertanggal 3 Februari 1992, No. SK.1369/HM/22.3.1992 dan tercatat di Pembukuan Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Sibolga Tertanggal 25 Februari 1992 dan diterbitkan oleh Muhammad Djamil Harahap. BA selaku Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Sibolga tertanggal 25 Februari 1992 dengan batas-batas adalah sebagai berikut:

• Utara berbatas dengan Asrama Brimob;

• Selatan berbatas dengan Jl. Let.Jend.S.Parman;

• Barat berbatas dengan Aek Doras;

• Timur berbatas dengan Tanah Negara;

- Bahwa Panjang Objek perkara 28 M dan Lebar 9 M;

- Bahwa kondisi objek sengketa sekarang terdapat bangunan ruko dan rumah milik Pelawan;

Terhadap obyek sengketa Terlawan:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

- Bahwa posisi objek sengketa terletak di Jalan S. Parman Kelurahan Kota Beringin Kecamatan Sibolga Kota yang berdasarkan Surat Ganti Rugi tertanggal 19 Agustus 1985 berdasarkan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah Nomor : 594-247/03/1985 dengan luas tanah lebih kurang 280 M2 (dua ratus delapan puluh meter persegi) dan berdasarkan ganti rugi dari Sjahbudin Lubis diterbitkan Sertifikat dari Kepala Agraria Kota Sibolga tanggal 16 Maret 1985 No 65 mencantumkan ukuran tanah Penggugat menjadi lebih kurang 266 M2 dengan batas-batas adalah sebagai berikut:

• Utara berbatas dengan Tanah negara dan Jl. Setapak Gang (Simamora);

• Selatan berbatas dengan Tanah Hak Milik;

• Barat berbatas dengan Tanah Negara/Jalan Setapal/Sungai;

• Timur berbatas dengan Tanah Negara;

- Bahwa luas lahan objek sengketa lebih kurang 280 M2 (dua ratus delapan puluh meter persegi);

- Bahwa kondisi objek sengketa sekarang terdapat bangunan rumah milik Pelawan;

Menimbang, bahwa terhadap berita acara pemeriksaan setempat merupakan satu kesatuan dengan hasil pemeriksaan setempat sebagaimana telah dipertimbangkan tersebut dalam putusan aquo;

Menimbang, bahwa untuk sebelum menentukan apakah Pelawan merupakan Pelawan yang benar, harus dipertimbangkan terlebih dahulu apakah Pelawan dianggap memenuhi syarat formal mengajukan perlawanan;

Menimbang, bahwa dalam pasal 206 ayat (6) Rbg disebutkan

“perlawanan yang juga datang dari pihak ketiga, berdasarkan hak milik yang diakui olehnya yang disita untuk pelaksanaan putusan, juga semua sengketa mengenai upaya-upaya paksa yang diperintahkan, diadili oleh Pengadilan Negeri yang mempunyai wilayah hukum dimana dilakukan perbuatan untuk melaksanakan keputusan Hakim;

Menimbang, bahwa dari keterangan Saksi Rosmariawan Simanjuntak dan saksi Barita Simatupang didukung bukti P-1 sampai dengan P-6, Pelawan mengajukan bantahan/perlawanan melalui surat bantahan/perlawanan tertanggal 6 November 2018 dengan alas hak berupa Sertifikat Hak Milik Nomor 90 Provinsi Sumatera Utara, Kecamatan Sibolga Kota Kelurahan Kota Baringin yang dikeluarkan pada tanggal 25 Pebruari 1992 oleh Kepala Kantor Badan Pertanahan nasional Kotamadya Sibolga atas nama Muhammad Djamil

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

harahap, BA serta diketahui Kepala Seksi pengukuran dan Pendaftaran Tan ah Kantor Pertanahan (Bukti P-6);

Menimbang, bahwa Pelawan mendalilkan melakukakan jual beli an tara Syarifuddin Nasution sebagai pihak pertama dengan Gamel Purba sebagai pihak kedua. Dalam hal ini pihak (I) dan pihak (II) telah sepakat jual -beli sebidang tanah beserta bangunan rumah diatasnya dengan ukuran 28 M x 9 M yang terletak di jalan Let.Jend S.Parman No. 9-A, sesuai sertifikat/tanda bukti hak No. 90/Kelurahan Kota Baringin Kodya Sibolga tertanggal 25-2-1992 yang diketahui oleh kepala Kelurahan Kota Baringin atas nama J. Ray Kapoor dan ditandatangani pihak (I) dan pihak (II) beserta saksi-saksi di Sibolga tanggal 31 Maret 1992, yang telah dimaterai dan dilegalisir sesuai dengan aslinya (Bukti P- 1);

Menimbang, bahwa dalam yurisprudensi Nomor 306K/Sip/1962 tanggal 31 Oktober 1962 disebutkan “meskipun mengenal perlawanan terhadap yang diajukan oleh pihak ketiga selaku pemilik barang yang disita dapat diterima, juga dalam hal sita conservatoir ini belum disahkan (van waarde verklaard).

Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, Majelis Hakim menilai bantahan/perlawanan Pelawan telah memenuhi syarat formal perlawanan;

Menimbang, bahwa setelah menyatakan bantahan/perlawanan memenuhi syarat formal, selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan, apakah Pelawan merupakan pelawan yang benar;

Menimbang, bahwa yang dimaksud Pelawan yang benar adalah Pelawan yang dapat membuktikan bahwa barang yang disita adalah milik Pelawan. Dalam perkara ini, yang dimaksud dengan barang yang disita adalah tanah objek sengketa. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu dipertimbangkan apakah proses perolehan objek sengketa yang diakui oleh Pelawan adalah miliknya telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan bukti P-2 diketahui bahwa Pelawan memperoleh tanah melalui proses jual beli dan kedudukan Pelawan adalah sebagai pembeli;

Menimbang, bahwa dari bukti P-1 sampai dengan bukti P-5 yang diajukan oleh Pelawan membuktikan dalil-dalil gugatan Pelawan yang menyatakan bahwa Pelawan ada memili tanah beserta bangunan dengan ukuran 28 M x 9 M yang terletak di jalan Let.Jend S.Parman No. 9-A, sesuai sertifikat/tanda bukti hak No. 90/Kelurahan Kota Baringin Kodya Sibolga tertanggal 25-2-1992 yang diketahui oleh kepala Kelurahan Kota Baringin atas nama J. Ray Kapoor dan ditandatangani pihak (I) dan pihak (II) beserta saksi- saksi di Sibolga tanggal 31 Maret 1992, yang telah dimaterai dan dilegalisir

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

sesuai dengan aslinya hal ini didukung oleh keterangan saksi-saksi Rosmariaawan Simanjuntak dan saksi Barita Simatupang yang menerangkan bahwa saksi-saksi mengetahui bahwa tanah Pelawan dikuasai oleh Pelawan sejak tanggal 31 Maret 1992 terjadi jual beli antara Pelawan Gamel Purba dengan Syarifuddin Nasution dan secara bertahap dibangun oleh Bapak Gamel Purba Pelawan sejak tahun 1994 dilakukan renovasi;

Menimbang, bahwa bukti P-6 yang diajukan oleh Pelawan membuktikan dalil gugatan Pelawan yang menyatakan bahwa Pelawan memiliki sertifikat tanda bukti hak milik No 90 Provinsi Sumatera Utara Kecamatan Sibolga Kota, Kelurahan Kota Baringin yang dikeluarkan tanggal 25 Pebruari 1992 oleh Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Kotamadya Sibolga atas nama Muhammad Djamil Harahap, BA serta diketahui Seksi pengukuran dan Pendaftaran Tanah Kantor Pertanahan;

Menimbang, bahwa Pelawan yang menghadirkan Saksi Rosmariawan Simanjuntak dan saksi Barita Simatupang dan jawaban Pelawan yang menyatakan bahwa jual-beli atas tanah beserta bangunan di atasnya telah dilakukan jauh sebelum Terlawan mengajukan gugatan ke-Pengadilan Negeri Kelas II Sibolga, sehingga Pelawan selaku pemilik sah atas tanah beserta bangunan di atasnya yang telah beritikad baik dan jujur menurut hukum haruslah dilindungi;

Menimbang, bahwa berdasarkan bukti-bukti surat yang diajukan oleh Pelawan dan saksi-saksi dari Pelawan yang telah didengar keterangannya di muka persidangan, menurut pertimbangan Majelis telah dapat menguatkan dalil-dalil gugatan Pelawan, namun demikian Majelis akan mempertimban gkan pula bukti-bukti yang diajukan oleh Terlawan guna menemukan kebenaran dalam perkara ini;

Menimbang, bahwa bukti Terlawan T-1 dan T-2 yang diajukan adalah akta jual beli No. 16/1966 dan surat keterangan pendaftaran tanah (SKPT) No.

594.247/03/1985, Kepala Kantor Agraria (dahulu), Badan Pertanahan Nasional (sekarang) Sibolga tanggal 3 Mei 1985 dengan luas tanah 280 M2;

Menimbang, bahwa bukti Terlawan T-3 dan T-4 yang diajukan adalah, ganti kerugian antara Syaifuddin Lubis (penjual) dengan Mathias Hutapea (pembeli) rumah dan tanah seluas 280 M2 yang disaksikan Kepala Kelurahan Kota Baringin (Akil Sihite) dan Camat Sibolga Kota (Syarifuddin Hutagalung, BA) dan ganti kerugian antara Syaifuddin Lubis (penjual) dengan Mathias Hutapea (pembeli) rumah dan tanah seluas 280 M2 yang disaksikan Kepala Kelurahan Kota Baringin (Akil Sihite) dan Camat Sibolga Kota (Syarifuddin

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

Hutagalung, BA). permohonan kepada Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Sibolga, tanggal 17 Februari 2012;

Menimbang, bahwa bukti Terlawan T-5 yang diajukan adalah sertifikat hak milik No. 65/1987 atas nama Mathias Hutapea beralamat di Jalan S.

Parman No. 9 Belakang;

Menimbang, bahwa bukti Terlawan T-6 dan T-7 yang diajukan adalah surat pernyataan Syaifuddin Lubis (penjual) Pihak ke 1 dan Rawani br.

Simanjuntak Pihak ke II, bahwa Pihak ke II berjanji membongkar tanahnya yang berdiri di atas tanah pihak ke I, Pihak ke II telah menerima uang bongkar sebanyak Rp. 30.000,- (Tiga Puluh Ribu Rupiah) dari Pihak ke I, akan tetapi Pihak ke II tidak mebongkar sampai ada perkara ini, surat pernyataan ini ditanda tangani kedua belah pihak dan disaksikan Kepala Kelurahan Kota Baringin (Akil Sihite) dan surat keterangan Meninggal Dunia No. 474.3/VIII/1991 dikeluarkan Kepala Kelurahan Kota Baringin (Ray Kapor Tanjung) tanggal 3 Agustus 1991, Rawani Simanjuntak meninggal dunia tanggal 21 Juni 1991 dan rumahnya diwariskan kepada Syarifuddin Nasution dan tidak ikut tanah terlawan (Mathias Hutapea) tidak mengenal Syarifuddin Nasution;

Menimbang, bahwa bukti Terlawan T-8 yang diajukan adalah permohonan kepada Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Sibolga, tanggal 17 Februari 2012 untuk melakukan pengukuran ulang dan pengecekan kembali sertifikat hak milik No. 65 Tahun 1987 atas sebidang tanah yang terletak di Jl. S. Parman Kelurahan Kota Beringin Kecamatan Sibolga Kota Kota Sibolga yang berukuran 266 M2;

Menimbang, bahwa bukti Terlawan T-9 dan T-10 yang diajukan adalah tanda terima dokumen No. 251/2011 dan Biaya Administrasi Badan Pertanahan Nasional Sibolga dan tanda terima dari pemegang kas daerah Sibolga untuk retribusi izin mendirikan bangunan atas nama Mathias Hutapea di jalan S.

Parman belakang;

Menimbang, bahwa bukti Terlawan T-11 dan T-12 yang diajukan adalah tanda terima dokumen No. 251/2011 dan Biaya Administrasi Badan Pertanahan Nasional Sibolga dan tanda terima dari pemegang kas daerah Sibolga untuk retribusi izin mendirikan bangunan atas n ama Mathias Hutapea di jalan S.

Parman belakang.

Menimbang, bahwa bukti Terlawan T-12 yang diajukan adalah surat jawaban Camat Sibolga Kota No. 66/06.1/KB/I/2014 tentang status tanah DAS aek doras jalan S. Parman Kelurahan Kota Baringin Sibolga;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

Menimbang, bahwa bukti Terlawan T-13 yang diajukan adalah surat pemberitahuan Lurah Kota Baringin No. 593.2/28/KB/III/2013 yang melarang agar Mathias Hutape dan Gamel Purba tidak memasang pembatas/pagar di tanah perkara dan parkir mobil di areal tersebut serta tidak melakukan tindakan apapun sebelum Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sibolga melakukan pengukuran ulang terhadap objek tanah tersebut, ternyata ini semua dilanggar oleh Gamel Purba, telah didirikan bangunan bertingkat dan dibuat pagar;

Menimbang, bahwa Terlawan juga menghadirkan 3 orang saksi yakni Saksi Austilia Hutapea, saksi Terepia Sihombing dan saksi Herbet Tigor Hasudungan Nababan yang menerangkan bahwa Terlawan telah menguasai tanah sejak tahun 1985 seluas 280 M2 dan di atas tanah milik Terlawan sudah berdiri bangunan sejak 1963 dan setahu saksi di samping bangunan rumah Terlawan ada rumah gubuk milik Syarifuddin akan tetapi masih ada tanah kosong;

Menimbang, bahwa Terlawan dari bukti T-1. T-2, T-5 dan T-8 yang diajukan oleh Terlawan membuktikan jawaban Terlawan yang menyatakan bahwa Terlawan ada memiliki tanah seluas lebih kurang 280 M2 berikut bangunan rumah di atasnya yang terletak di Jl. S. Parman Kelurahan Kota Beringin Kecamatan Sibolga Kota Kota Sibolga berdasarkan surat ganti rugi tertanggal 19 Agustur 1985 dari Sjah budin Lubis kemudian oleh Terlawan melakukan permohonan kepada Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Sibolga, tanggal 17 Februari 2012 untuk melakukan pengukuran ulang dan pengecekan kembali sertifikat hak milik No. 65 Tahun 1987 atas sebidang tanah yang terletak di Jl. S. Parman Kelurahan Kota Beringin Kecamatan Sibolga Kota Kota Sibolga yang berukuran 266 M2;

Menimbang, bahwa dalil-dalil Terlawan yang menyatakan bahwa objek perkara telah diperiksa sebelumnya dan telah memiliki kekutan hukum tetap yaitu Putusan Pengadilan Negeri Sibolga No. 20/PDT.G/2013/PN-SBG tertanggal 20 Maret 2014 dan Putusan Pengadilan Tin ggi Sumatera Utara di Medan No. 202/PDT/2014/PT.MDN tanggal 30 September 2014 dan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 296 K/PDT/2015 serta Putusan Peninjauan Kembali Nomor 272 PK/Pdt/2017 telah dinyatakan putusan berkekuatan hukum tetap;

Menimbang, bahwa terhadap Sertifikat Hak Milik No. 90 Provinsi Sumatera Utara Kelurahan Kota Baringin Kodya Sibolga tertanggal 25-2-1992 yang diketahui oleh kepala Kelurahan Kota Baringin atas nama J. Ray Kapoor dan ditandatangani pihak (I) dan pihak (II) beserta saksi-saksi di Sibolga

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

tanggal 31 Maret 1992, oleh Terlawan menjawab Pelawan tidak pernah menyertakan Terlawan sebagai saksi untuk penerbitan sertifikat baik atas nama Syarifuddin Nasution maupun atas nama Gamel Purba (Terlawan). Sehingga Terlawan tidak mengetahui kapan Sertifikat Hak Milik Pelawan diterbitkan;

Menimbang, bahwa dari hasil pemeriksaan setempat, Majelis melihat adanya bangunan rumah dan pagar yang dibangun oleh Pelawan yang mana bangunan rumah tersebut di Sebelah Barat sampai ke bibir sungai dan di sebelah Timur mengenai tanah milik Terlawan;

Menimbang, bahwa dari bukti yang diajukan oleh kedua belah pihak sebagaimana diuraikan di atas, diperoleh fakta hukum bahwa dasar kepemilikan Pelawan adalah Sertifikat Hak Milik No. 90 Provinsi Sumatera Utara, Kecamatan Sibolga Kota, Kelurahan Kota Baringin yang dikeluarkan pada tanggal 25 Pebruari 1992 (atas nama Gamel Purba) oleh Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Kotamadya Sibolga atas nama Muhammad Djamil Harahap, BA serta diketahui Kepala Seksi Pengukuran dan Pendaftaran Tanah Kantor Pertanahan (Bukti P-VI). Dan oleh Terlawan menjawab bahwa terh adap tanah objek perkara Terlawan telah memiliki Sertifikat Hak Milik No. 65 tertanggal 16 Maret 1987 atas nama Mathias Hutapea dan akta jual beli tertanggal 03 Desember 1966 yang setelah Majelis Hakim meneliti dengan seksama bukti kepemilikan Terlawan tersebut luas tanah terpara adalah luasnya 280 M2 kemudian oleh pihak BPN menerbitkan sertifikat hak milik No.

65 dan BPN merubah ukuran tanah Terlawan menjadi 266 M2 dan hal ini merugikan Terlawan;

Menimbang, bahwa Pelawan mengatakan kepada Terlawan bahwa dasar Pelawan mengurangi tanah milik Terlawan adalah dalam akta No. 65 1987 yang awalnya berukuran lebih kurang 280 M2 menjadi 266 M2 adalah

“Tidak diperbolehkan memiliki tanah dan ataupun mendirikan bangunan di dekar bibir sungai/ tanggul sungai manakala ke depan ada bencana berupa banjir atau longsor”, hal ini adalah karena tanah Terlawan pada waktu itu di sebelah Barat berbatansan dengan tanah negara/ jalan setapak, sungai;

Menimbang, bahwa akan tetapi kemudian Pelawan pada Tahun 1992 menerbitkan sertifikat No. 90 atas nama Pelawan Gamel Purba yang letaknya di Sebelah Barat tanah Terlawan, yang mana pada tahun 1987 Pelawan meneributkan sertifikat No. 65 atas nama Terlawan dengan mengurangi tanah milik Terlawan yang awalnya berukuran lebih kurang 280 M2 menjadi 266 M2, dan hal tersebut sudah tentu sangat merugikan Terlawan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

Menimbang, bahwa akta otentik adalah akta yang sedemikian rupa dibuat dalam bentuk yang ditetapkan dalam perundang-undangan oleh atau di hadapan pejabat-pejabat umum yang berwenang di tempat mana surat itu dibuat Pasal 285 Rbg. Keberadaan, bukti P-5 yang dikeluarkan oleh Pelawan tersebut adalah cacat hukum karena penerbitannya bertentangan dengan aturan yang berlaku;

Menimbang, bahwa pertimbangan diatas, Majelis Hakim berkesimpulan bahwa benar Pelawan sudah diberitahukan oleh Terlawan dan adanya keberatan dari mayarakat setempat atas berdirinya bangunan Pelawan yang menutup akses jalan menuju Arama Polisi dan Jalan S. Parman (sekarang jalan Zainul Aifin), akan tetapi Pelawan tetap mendirikan bangunan di tanah milik Terlawan. Dikaitkan dengan fakta di persidangan, maka Majelis Hakim berpendapat Akta Jual Beli dibuat oleh Pelawan samasama mengetahui tanah objek tanah yang dijual belikan adalah milik Tanah Pelawan . Berdasarkan pertimbangan tersebut, menurut hemat Majelis, sudah selayaknya Pelawan dinyatakan bukan sebagai pembeli yang beritikad baik;

Menimbang, bahwa dikarenakan Pelawan menidirkan bangunan di tanah milik Terlawan dengan ukuran panjang 12 Meter dan lebar 3 meter, di atas gang dan sampai ke bibir sungai dan kemudian memagarnya, dengan demikian haruslah pula dinyatakan Pelawan merupakan Pelawan yang tidak benar dan tidak jujur;

Menimbang, bahwa terhadap hasil Pemeriksaan Setempat tersebut dikarenakan Majelis Hakim telah menyatakan Sertifikat Hak Milik Nomor 65/1987 nama Mathias Hutapea beralamat di Jalan S. Parman No. 9 belakang sah dan telah berkekuatan hukum didukung bukti T-1, T-2, T-5 dan T-8, maka penentuan batas tanah obyek sengketa mengambil alih Gambar Tanah pada Sertifikat Hak Milik Nomor 65/1987 tersebut.

Menimbang, bahwa terhadap petitum pada angka (1) mengenai Pelawan menolak dengan tegas Putusan Pengadilan Negeri Kelas II Sibolga No. 20/Pdt.G/2013/PN-SBG tertanggal 20 Maret 2014 atas perkara perdata antara Terlawan Mathias Hutapea dahulu Penggugat lawan Pelawan Gamel Purba dahulu Tergugatmaka oleh Majelis Hakim berpendapat bahwa menurut bukti surat yaitu Putusan Pengadilan Negeri Sibolga No. 20/PDT.G/2013/PN- SBG tertanggal 20 Maret 2014 dan menguatkan Putusan Pengadilan Tinggi Sumatera Utara di Medan No. 202/PDT/2014/PT.MDN tanggal 30 September 2014 dan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 296 K/PDT/2015 serta Putusan Peninjauan Kembali Nomor 272 PK/Pdt/2017 yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

telah berkekuatan hukum tetap dengan demikian petitum angka ke-1 tidak dapat Dikabulkan; bahwa berdasarkan pertimbangan -pertimbangan di atas Majelis Hakim telah menyatakan Pelawan bukanlah pemili k yang sah atas tanah objek sengketa ukuran panjang 12 Meter dan lebar 3 meter berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor 90 atas nama Pelawan maka dengan demikian petitum selanjutnya oleh Majelis Hakim tidak perlu dipertimbangkan lagi ;

Menimbang, bahwa “semua perlawanan yang diajukan Pelawan tidak dapat diterima”, maka bantahan/perlawanan Pelawan ditolak untuk seluruhnya;

Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Pelawan ditolak, maka Pelawan harus dihukum untuk membayar biaya perkara;

Menimbang, bahwa terhadap alat bukti yang tidak dipertimbangkan oleh Majelis Hakim secara tersendiri, dianggap telah termasuk dalam seluruh uraian pertimbangan tersebut diatas;

Memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan dengan perkara ini, khususnya ketentuan yang terdapat dalam Hukum Acara Perdata/RBg;

MENGADILI:

DALAM POKOK PERKARA

1. Menolak bantahan Pelawan untuk seluruhnya;

2. Menghukum Penggugat membayar biaya perkara sejumlah Rp. 1.473.000,00 (Satu juta empat ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah);

Demikian diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sibolga, pada hari Rabu, tanggal 2 Juli 2019 oleh kami ALEX T.M.H. PASARIBU, S.H.M.H., sebagai Hakim Ketua, MAROLOP W.P.BAKARA, S.H., dan TETTY SISKHA, S.H., M.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang ditunjuk berdasarkan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Sibolga Nomor 53/Pdt.G/2018/PN Sbg tanggal 12 Pebruari 2019, putusan tersebut pada hari itu juga diucapkan dalam persidangan terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut, MIMMY MARIYANI Panitera Pengganti serta Kuasa Pelawan dan Terlawan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 18 Putusan Perdata Gugatan Nomor 53/Pdt.BTH/2018/PN Sbg

Hakim Anggota,

MAROLOP W.P.BAKARA, S.H.

TETTY SISKHA, S.H., M.H.

Hakim Ketua,

ALEX T.M.H. PASARIBU, S.H.M.H.,

Panitera Pengganti,

MIMMY MARIYANI,

Perincian biaya:

1. Biaya Pendaftaran : Rp. 30.000,00 2. Biaya Proses : Rp. 75.000,00 3. Biaya Panggilan : Rp. 852.000,00 4. Pemeriksaan Setempat : Rp. 490.000,00 5. Meterai : Rp. 6.000,00 6. Redaksi : Rp. 10.000,00 7. PNBP Pemeriksaan Setempat : Rp. 10.000,00

Jumlah Rp. 1.473.000,00

(Satu juta empat ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

Referensi

Dokumen terkait

Asuransi Syariah Allianz Life Indonesia Semarang apabila ditinjau secara umum berdasarkan Peraturan Pemerintah dan Keputusan Menteri Keuangan sudah sesuai dengan peraturan

(1) Dengan nama Retribusi Terminal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf e, dipungut retribusi sebagai pembayaran atas pelayanan penyediaan tempat parkir untuk

Produksi perekatan lapisan serat fiber yang dilakukan dengan metode manual memiliki defect yang tinggi dan lebih dominan pada cacat appearance produk.

Sermentara itu, menurut Nata (2003: 43) bahwa guru profesional, termasuk guru PAI, harus memiliki kemampuan penguasaan bidang ilmu pengetahuan (agama Islam) sesuai

Bronfenbrenner (Carter,2016:11) menyatakan bahwa perkembangan awal anak dipengaruhi oleh beberapa konteks sosial dan budaya yang termasuk keluarga, pengaturan

A Lorentz telah menurunkan persamaan transformasi dengan menganggap bahwa kecepatan cahaya tetap sama di semua kerangka acuan inersial dan koordinat waktu (t) juga

Mineral yang terdapat pada endapan tembaga didominasi oleh kalkopirit dan pirit dengan sejumlah kecil sphalerit.. Terdapat dua jenis pirit, pertama diawali terbentuknya pirit

Salah satu contoh konsep integrasi yang akan diimplementasikan dalam penelitian ini adalah mengambil konsep layanan pada penggunaan Web Service atau dapat disebut WS pada