• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIREKTORAT PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN LEL/24/5/17

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DIREKTORAT PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN LEL/24/5/17"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

DIREKTORAT PENGELOLAAN

BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN

(2)

PENGERTIAN & LATAR BELAKANG TANGGAP

DARURAT

TANGGAP DARURAT – TAHAP PENCEGAHAN

PADA SUATU USAHA DAN/ATAU KEGIATAN

(3)

Pasal 19

Sistem tanggap darurat adalah mekanisme atau

prosedur untuk menanggulangi terjadinya

malapetaka dalam pengelolaan B3 yang

memerlukan kecepatan dan ketepatan

penanganan, sehingga bahaya yang terjadi

dapat ditekan sekecil mungkin

(4)

Bahaya B3 yang Meliputi Bahaya terhadap Fisik, Kesehatan atau Lingkungan

(5)

PENGELOLAAN B3 (PP74/2001)

Potensi terjadi kecelakaan B3 dapat terjadi pada semua tahapan, umumnya yg ada kegiatan penyimpan an dan pengangkut an LEL/24/5/17

(6)

DATA KECELAKAAN B3

Sumber: Hazmat Intelligence Portal, U.S. Department of Transportation. Data as of 1/15/2017.

No Fase

Transportasi

Kecelakaan Dirawat Tidak

Dirawat

Kerugian

1

In Transit

5296

4

26

$491,949,136

2

In Transit

Storage

568

0

8

$8,824,410

3

Loading

3251

1

18

$3,226,993

4

Unloading

7857

5

75

$3,296,031

(7)

KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUAS TOL DALAM KOTA

MENGAKIBATKAN TUMPAHAN ASAM SULFAT (1)

Hari : Selasa, 5 Mei 2015

Pukul : 04.00 WIB

Lokasi : KM. 17+800-A (Grogol arah Pluit / Bandara)

1. Kendaraan kontainer menabrak kendaraan tanki bermuatan Asam Sulfat;

2. Muatan Asam Sulfat tumpah ke jalan tol, yang setelah mengenai aspal mengeluarkan asap;

3. Beberapa pengguna jalan yang akan menuju Bandara tetap memaksa lewat menerobos tumpahan Asam Sulfat;

4. Dilakukan penyemprotan/pembersihan tumpahan Asam Sulfat dengan air oleh bantuan 2 (dua) kendaraan Damkar dari Sudin Damkar Jakarta Barat;

5. Informasi dari warga di kolong jembatan Angke, ada seorang ibu bernama Sumiyati (30 tahun) telah meninggal dunia diduga akibat terdampak tumpahan bahan kimia Asam Sulfat.

6. 55 Pengguna jalan yang terdampak tumpahan asam sulfat mengajukan komplain.

(8)

KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUAS TOL DALAM KOTA

MENGAKIBATKAN TUMPAHAN ASAM SULFAT (2)

(9)

KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUAS TOL JAGORAWI

MENYEBABKAN TRUK LPG TERGULING DAN MENUTUP JALUR

Hari : Sabtu, 3 September 2016

Pukul : 15.00 WIB

Lokasi : KM 44+100/A

1. Truk LPG Pertamina B 9219 UFU dari arah Jakarta menuju Ciawi berhenti di bahu jalan karena mengalami kerusakan mesin (selang BBM pecah);

2. Pengemudi telah menarik rem tangan dan mengganjal ban. Selang beberapa lama kendaraan tersebut mundur dengan sendirinya hingga menabrak median dan terguling menutup lajur;

3. Proses evakuasi menggunakan Rescue Truck dan Crane pada tanggal 3 September 2016. Evakuasi lanjutan menggunakan Crane tanggal 4 September 2016.

(10)

KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUAS TOL JAGORAWI

MENYEBABKAN TRUK LPG TERGULING DAN MENUTUP JALUR (2)

Evakuasi menggunakan Rescue Truck dan Crane pada tanggal 3 September 2016

Evakuasi lanjutan pada tanggal 4 September 2016 menggunakan Crane

Kondisi antrian kendaraan Kondisi Truk LPG Pertamina yang terguling dan

(11)

KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUAS TOL PORONG-GEMPOL

MENYEBABKAN TRUK TANGKI PERTAMINA TERBAKAR

Hari : Kamis, 08 September 2016

Pukul : 07.45 WIB

Lokasi : KM. 32+800/A

1. Truk Tangki Pertamina bermuatan Pertamax 32.000 liter dari arah Surabaya menuju ke arah Porong oleng ke kiri menabrak pilar jembatan langsung terjadi ledakan dan terbakar kemudian oleng ke kanan menabrak kendaraan Avanza mengakibatkan kendaraan Avanza ikut terbakar;

2. Lalu lintas di kedua arah (Jalur A dan B) ditutup dan dialihkan keluar gerbang tol terdekat;

3. Kobaran api berhasil dipadamkan dua jam setelah kejadian dengan mengerahkan 5 unit PMK

4. Pengemudi kendaraan Avanza menjadi korban jiwa karena terbakar di dalam kendaraan;

(12)

KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUAS TOL PORONG-GEMPOL

MENYEBABKAN TRUK TANGKI PERTAMINA TERBAKAR (2)

Kendaraan Avanza yang ikut terbakar dan mengakibatkan 1 korban meninggal dunia

Kondisi saat kebakaran terjadi Dampak kecelakaan sampai menutup jalur Truk Tanki Pertamina terbakar hebat usai

(13)

Ledakan tanki bahan kimia pthalic anhydride dan maleic anhydride bahan

plastizer di Petrowidada

Sumber: Tempo

(14)

Pelaksanaan STD B3

Potensi kecelakaan B3 Produksi B3 Jasa Pengangkutan B3 Penyimpanan B3 TAHAP PENCEGAHAN Penanggung jawab usaha melakukan Pengeloaan B3 (Penyimpanan & Pengangkutan) dan menyusun Rencana Tanggap Darurat Kecelakaan B3 Penanggulangan Darurat Mandiri

1. Seluruh petugas yang bekerja dengan B3 diberi

pengetahuan pengelolaan B3 untuk mengetahui potensi terjadi kecelakaan B3 2. Reguler review oleh KLHK 3. Simulasi secara teratur

Laporan ke BNPB TAHAP PENANGGULANGAN Menjalankan SOP Tanggap Darurat TAHAP PEMBERSIHAN KONTAMINASI Penanggulangan Darurat Gabungan: Polisi, Regu

Damkar terdekat, Pos Kesehatan terekat Penanggulangan Darurat Nasional Laporan ke KLHK K/L Terkait Laporan ke KLHK K/L Terkait PEMULIHAN AREA

(15)

TANGGAP DARURAT – TAHAP PENCEGAHAN PADA

USAHA/KEGIATAN PRODUKSI B3, JASA PENGANGKUTAN

DAN/ATAU PENYIMPANAN B3

(16)

KENALI KARAKTERISTIK B3

PRINSIP PENGEMASAN & PENYIMPANAN

• Mudah meledak • Pengoksidasi

• Sangat mudah sekali menyala (extremely flamable)

• Sangat mudah menyala (hghly flamable) • Mudah menyala (flamable)

• Amat sangat beracun (extremely toxic) • Sangat beracun (highly toxic)

• Beracun (toxic)

• Berbahaya (harmfull) • Korosif (corrosive)

• Bersifat iritasi (Irritant) • Berbahaya bagi lingkungan • Karsinogenik (carcinogenic) • Teratogenik (teratogenic) • Mutagenik (mutagenic)

(17)

CAMEO CHEMICALS SOFTWARE

(18)

CAMEO CHEMICALS SOFTWARE

(19)

PRINSIP PENGEMASAN & PENYIMPANAN

 Setiap B3 harus dikemas secara terpisah sesuai dengan jenis dan karakteristik B3.

 Untuk mencegah risiko timbulnya bahaya selama penyimpanan maka pengisian B3 ke dalam kemasan harus mempertimbangkan kemungkinan

terjadinya pengembangan volume, pembentukan gas atau terjadinya kenaikan tekanan;

 Jika kemasan yang berisi B3 sudah dalam kondisi yang tidak layak (misalnya: terjadi pengaratan, terjadi kerusakan permanen, atau mulai bocor), maka B3 tersebut harus dipindahkan ke dalam kemasan lain yang memenuhi syarat sebagai kemasan bagi B3;

 Terhadap kemasan yang telah berisi B3 harus diberi simbol dan label sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan disimpan dengan memenuhi ketentuan tentang tata cara dan persyaratan penyimpanan B3;

 Terhadap kemasan yang telah berisi B3 wajib dilakukan pemeriksaan secara teratur oleh pihak penanggung jawab B3 untuk memastikan tidak terjadinya kerusakan atau kebocoran pada kemasan akibat korosi atau faktor lainnya;

(20)

TABEL

KOMPATIBIL

ITAS

LIMBAH B3

SESUAI

DENGAN

KARAKTERI

STIKNYA

(21)

CONTOH KEMASAN & TATA CARA

PEMBERIAN SIMBOL DAN LABEL

LB3 CAIR LB3

PADAT/SLUDGE

CARA PEMBERIAN SIMBOL & LABEL

(22)
(23)

Contoh : Wadah/Kemasan B3

(24)
(25)

TANGKI

TANGKI TANGGUL Pelapis Eksternal PENAMPANG MELINTANG TANGGUL Pondasi beton yang diperkuat Tanah dasar Penampung kedua untuk pemipaan Pomp a & motor CATATAN: Volume dalam tanggul minimum harus 110% dari volume tangki LEL/24/5/17

(26)

DETEKTOR BENCANA

 Detektor api : detektor infra merah,

ultraviolet (memberikan peringatan lebih

awal)

 Detektor asap : ionisasi dan optikal

 Detektor panas : merespon setelah

(27)

PERALATAN PEMBERSIH TUMPAHAN LIMBAH B3

ATAU BAHAN KIMIA

Peralatan yang perlu disiapkan • Sapu • Penyeka • Material absorbent • Ember penampung • Sekop • Larutan detergent • APD Sumber : Merck LEL/24/5/17

(28)

ALAT PEMADAM KEBAKARAN

Fire extinguisher tipe A B Fire extinguisher CO Selang pemadam kebaran dan lemarinya Sumber: Merck Thailand LEL/24/5/17

(29)

Contoh : ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

helm Sarung Tangan Masker

Pelindung Mata Sepatu safety Baju safety

(30)

Pengangkutan bahan berbahaya dan beracun (B3)

untuk moda angkutan darat, objek yang diatur :

1. Kesesuaian Armada angkut B3 dengan jenis B3

2. Kesesuaian Simbol B3

3. Pengemasan B3

4. Ketentuan teknis : identitas perusahaan, Emergency

Call, SOP loading dan unloading, Alat Pelindung Diri

(APD) dan Peralatan Tanggap darurat pada armada

B3 dan supir memiliki sertifikat pengangkutan B3

PENGATURAN PENGANGKUTAN B3

(31)

PERSYARATAN SAFETY PADA ARMADA PENGANGKUT B3

a. Alat komunikasi antara pengemudi dengan pusat pengendali operasi

dan/atau sebaliknya;

b. Lampu tanda bahaya berwarna kuning yang ditempatkan diatas atap ruang kemudi;

c. Rambu portabel; d. Kerucut pengaman; e. Segitiga pengaman; f. Dongkrak;

g. Pita pembatas (Police line); h. Serbuk gergaji;

i. Sekop yang tidak menimbulkan api; j. Lampu senter;

k. Warna kendaraan khusus;

l. Pedoman pengoperasian kendaraan yang baik untuk keadaan normal dan darurat;

m. Ganjal roda yang cukup kuat dan diletakan pada tempat yang mudah dijangkau oleh pembantu pengemudi.

(32)

Emergency Call 021-8897103 PT. SUKSES SELALU Emergency Call 021-8897103

KETENTUAN TEKNIS IDENTITAS PERUSAHAAN, EMERGENCY CALL

dan SIMBOL B3 PADA ARMADA

(33)

Contoh Armada Angkut B3

(34)

CONTOH KENDARAAN

(35)

MEKANISME TANGGAP DARURAT SKALA

LOKAL, KABUPATEN/KOTA, PROVINSI ATAU

NASIONAL

(36)

SKENARIO BENCANA

 Kerusakan tangki penyimpanan oli bekas

 Kerusakan tanki penyimpanan bahan bakar

minyak

 Kebakaran dalam fasilitas penyimpanan

bahan kimia

 Kerusakan tanki klorin untuk proses

pengolahan limbah

 dll

(37)

KOORDINASI SISTEM TANGGAP DARURAT

• PEMERINTAH – Koordinasi – Pengembangan organisasi UU 24/2007 ttg Penanggulangan Bencana : Badan Nasional Penanggulangan Bencana Prov, Badan Penanggulangan Bencana Kab/Kota • INDUSTRI/ PEMRAKARSA – Kebijakkan STD – SOP Tanggap darurat – Pemulihan • MASYARAKAT – Informasi INDUSTRI (PEMRAKARSA) PEMERINTAH

(pusat dan daerah)

MASYARAKAT INFORMASI JELAS TENTANG STD TRANSPARANSI INFORMASI UNDANG-UNDANG LEL/24/5/17

(38)

GARIS KOMANDO SISTEM TANGGAP

DARURAT

(39)

RENCANA TANGGAP DARURAT

Sumber : Merck

(40)

RENCANA TANGGAP DARURAT

Rencana Tanggap Darurat meliputi :

1. Pembentukan unit tanggap darurat, pembagian tugas personil, dan

mekanisme tahapan penanggulangan darurat (mandiri, gabungan dan nasional)

2. Melakukan identifikasi tempat atau jalur rawan keadaan darurat

3. Melakukan identifikasi pos polisi, regu pemadam kebakaran dan

pos kesehatan/RS terdekat.

4. Prosedur pengumuman atau tanda terjadi keadaan darurat

5. Menentukan jarak aman, lokasi evakuasi dan jalur evakuasi

6. Prosedur pengamanan lokasi

7. Prosedur handling B3 sesuai dengan karakteristiknya

8. Prosedur pembersihan lokasi/area terpapar dari kontaminasi

lepasan dan emisi B3

9. Prosedur pertolongan pertama

10. Kompetensi Personil

11. Sarpras STD

(41)

PENANGGULANGAN

Penanggulangan keadaan darurat:

1.

Petugas yang pertama mengetahui terjadi kecelakaan

B3 melakukan upaya penghentian sumber lepasan dan

emisi B3

2.

Apabila tidak dapat dilakukan upaya penghentian

sumber maka segera mengkomunikasikan kepada Unit

Tanggap Darurat internal perusahaan (pemadaman

mandiri)/In Plant

3.

Dalam hal penanggulangan mandiri tidak mampu

segera mengkomunikasikan ke Pos Polisi terdekat, regu

pemadam kebakaran, pos kesehatan untuk dilakukan

pemadaman gabungan.

4.

Dalam hal penanggulangan gabungan tidak mampu

segera mengkomunikasikan ke BNPB untuk dilakukan

(42)

PROSEDUR PENANGGULANGAN

1.

Menunjuk insident commander di lokasi yang

bertugas:

a. Melakukan kajian cepat penyebab, kelas hazard, dan luasan

area terpapar

b. Menugaskan Tim untuk melakukan pengukuran lepasan dan

atau emisi B3

c. Menugaskan Tim yg terlibat langsung di lokasi

d. Melakukan penanganan terhadap B3 sesuai dengan

karakteristik

e. Menugaskan Tim pendukung peralatan penanggulangan,

pengoperasian peralatan teknis di sekitar lokasi kecelakaan dan medis

f. Menyampaikan informasi kepada publik.

2.

Penggunaan jenis APD yg sesuai kelas hazard

(43)

PEMBERSIHAN KONTAMINAN B3

Melakukan upaya pembersihan kontaminasi lepasan

dan atau emisi B3 sesuai dengan jenis hazard B3

(dapat dilakukan bersamaan saat penanggulangan)

meliputi:

a. Membuat persiapan

b. Melakukan dekontaminasi terhadap korban

c. Membuat area aman

d. Melakukan penanganan medis

Melakukan pengukuran konsentrasi B3 di lokasi

setelah kecelakaan B3 dapat ditanggulangi

Menyampaikan informasi kepada publik

(44)

PEMBIAYAAN

Penanggung jawab usaha dan atau kegiatan

membiayai seluruh operasionalisasi tahapan

pencegahan, penanggulangan dan pemulihan.

Pembiayaan oleh Pemerintah apabila kecelakaan B3

masuk dalam kategori bencana.

Asuransi

(45)

SEMOGA BERMANFAAT

TERIMA KASIH

created by

@

skary

2015

Gambar

TABEL  KOMPATIBIL ITAS  LIMBAH B3  SESUAI  DENGAN  KARAKTERI STIKNYA

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pengawasan pengelolaan limbah B3, pengawas tidak hanya cukup melihat data manifes limbah B3 dari pihak penghasil limbah saja tetapi juga harus mencocokan keakuratan

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang harus mendapatkan penanganan dan pengelolaan yang khusus, yang merupakan limbah hasil dari produksi laboratorium (bahan

• Keselamatan bahan kimia/B3 merupakan upaya melindungi manusia & lingkungan dari kecelakaan yang disebabkan oleh paparan bahaya bahan kimia.. • Keamanan bahan kimia/B3

Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun , Lampiran I: Daftar Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dipergunakan. Zat-zat

Fakta bahwa para ilmuwan tersebut terus berusaha mencapai peak experience melalui LSD merupakan salah satu bukti bahwa setiap manusia akan mencapai kondisi ketika

PT LinkNet Tbk didirikan pada tahun 1996, dan menjalankan kegiatan usahanya saat ini dibidang penyedia jaringan tetap berbasis kabel, jasa multimedia, jasa akses internet,