• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

6

LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem

Konsep dasar sistem yang digunakan pada penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

2.1.1 Pengertian Sistem

Menurut Sutabri dalam (Herliana & Rasyid, 2016)“Sistem adalah sekelompok unsur-unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”.

Menurut Fathansyah (Nurelasari & Paramita, 2017) menyatakan bahwa, “sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan satuan fungsi dan tugas khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses tertentu".

Menurut (Rudi Hermawan, Arief Hidayat, 2016) sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling bekerja sama dan berinteraksi untuk memproses masukan kemudian saling berhubungan untuk mencapai suatu sasaran tertentu.

“Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu” (Indra Muhammad Apriansyah et al., 2019)

Menurut (Rohmayati & Purnama, 2017) Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu

Sedangkan menurut Susanto dalam (Dewi et al., 2018) “Sistem adalah kumpulan/group dari sub system/bagian/komponen apapun baik fisik yang saling

(2)

berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai tujuan tertentu”

2.1.2 Karakteristik Sistem

Menurut Fauzi dalam (Anna et al., 2018) “Sistem memiliki karakteristik atau ciri-ciri agar dikategorikan sebagai suatu sistem yang baik karakeristik dari sistem” di uraikan sebgai berikut:

1. Komponen Sistem

Suatu sistem terjadi dikarenakan adanya sejumlah komponen yang melakukan interaksi. Suatu sistem yang sekecil apapun akan selalu mengandung komponen-komponen.

2. Batas Sistem

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya.

3. Lingkungan Luar Sistem

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah daerah di luar batas dari suatu sistem yang mempengaruhi operasi sistem.

4. Penghubung Sistem

Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari suatu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran dari sistem menjadi masukan untuk subsistem lainnya.

5. Masuk Sistem

Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. 6. Keluaran Sistem

(3)

Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisi pembuangan.

7. Pengolahan Sistem

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan mengubah masukan mejadi keluaran. 8. Sasaran Sistem

Suatu sistem pasti mempunyai tujaun (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran maka sistem tersebut tidak berguna.

2.1.3 Pengertian Infomasi

Menurut Sutanta “Informasi merupakan hasil pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang”(Indra Muhammad Apriansyah et al., 2019)

Menurut Darmawan & Fauzi dalam (Tasiati & Hellyana, 2017) “Informasi merupakan hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak semua hasil dari pengolahan tersebut bisa menjadi informasi, hasil pengolahan data yang tidak memberikan makna atau arti serta tidak bermanfaat bagi seseorang bukanlah merupakan informasi bagi orang tersebut”.

Menurut Stair&Reynolds “Sistem Informasi (SI) adalah seperangakat komponen yang saling terkait dalam mengumpulkan, memproses, menyimpan, serta menyebarkan data dan informasi.”(Wiguna, 2017)

Menurut Ladjamudin dalam (Rudi Hermawan, Arief Hidayat, 2016) berpendapat informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti

(4)

dan berguna bagi penerimanya untuk mengambil keputusan masa kini maupun masa yang akan datang.

Menurut (Rohmayati & Purnama, 2017) Informasi (Information) adalah data yang di olah menjadi bentuk lebih berguna dan lebih berarti bagi bagi yang menerimanya

Menurut Pratama dalam (Nurelasari & Paramita, 2017) menyatakan bahwa, “informasi merupakan hasil pengolahan data dari satu atau berbagai sumber yang kemudian diolah, sehingga memberikan nilai, arti, dan manfaat”.

2.1.4 Pengertian Sistem Informasi

Menurut Fauzi dalam (Anna et al., 2018) sistem informasi adalah suatu kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan sesuatu dasar untuk pengambilan keputusan

Menurut Leitch dalam (Khasanah et al., 2018) menyatakan bahwa Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Menurut Hutahaean dalam (Dalis, 2017) sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan

(5)

Menurut Jogiyanto dalam (Rudi Hermawan, Arief Hidayat, 2016) menjelaskan Sistem informasi sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasasi, dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan - laporan yang diperlukan.

Menurut Fridayanthie dan Charter dalam (Dede Firmansyah, 2020) mendefinisikan “sistem informasi adalah kegiatan dari prosedur yang di organisasikan yang digunakan untuk menyediakan informasi pengambilan keputusan dan pengendalian pada sebuah organisasi”.

Sistem informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang,

hardware, software,jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan,

mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. (Anggraeni et al., n.d.)

Sedangkan menurut Sutabri dalam (Susilowati, 2017) Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi organisasi yang bersifat manajerial dalam kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

2.1.5 Pengertian Absensi

Menurut Jogiyanto dalam (Subiantoro & Sardiarinto, 2018) Absensi merupakan suatu hal yang penting dalam sebuah instansi pemerintah. Dengan sistem absensi yang baik maka diharapkan dapat membantu dalam mengendalikan proses penyelesaian pekerjaan sehingga didapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Untuk mencapai sistem informasi absensi yang baik maka diperlukan teknologi informasi yang meliputi teknologi komputer, teknologi

(6)

telekomunikasi dan teknologi apapun yang dapat memberikan nilai tambah untuk mengelola sistem tersebut

Sedangkan menurut Hasibuan dalam (Safudin, 2017) Absensi merupakan “Salah satu tolak ukur metode pengembangan karyawan, jika absensi karyawan setelah mengikuti pengembangan menurun, maka metode pengembangan yang dilakukan baik, sebaliknya jika tetap berarti metode pengembangan yang diterapkan kurang baik”

Menurut Kasmir dalam (Ainnisya & Susilowati, 2018) Absensi, merupakan keberadaan atau bukti kehadiran karyawan pada saat masuk kerja sampai dengan pulang kerja. Jumlah kehadiran karyawan akan mempengaruhi kinerjanya, artinya jika kehadiran sesuai aturan atau standar yang telah ditetapkan maka kinerjanya dihitung baik atau baik sekali. Demikian pula sebaliknya jika tinggat kehadirannya kurang tentu pengaruh kinerjanya kurang baik atau buruk. Dampak dari kinerja ini dapat mempengaruhi kompensasi.

2.1.6 Pengertian Sistem Informasi Absensi

Menurut (Rinawati; Candrawati Pitra, 2016) Sistem Informasi Absensi adalah sebuah sistem yang menyajikan beragam informasi yang berkaitan dengan absensi, misalnya absensi karyawan perhari, absensi perdevisi.

2.1.7 Pengertian Perpustakaan

Menurut Undang-Undang RI No 43 Tahun 2007 Pasal Ayat 1 bahwa Pengertian perpustakaan secara umum “Perpustakaan adalah pengelola koleksi karya tulis,karya cetak, dan/atau karya rekam secara professional dengan sistem baku guna memenuhi kebutuhan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka”. (Hikmah, 2016)

(7)

dan sumber ilmu pengetahuan. Sebagai pusat informasi, perpustakaan sudah diwajibkan untuk menggunakan sistem informasi untuk mengelola data dan informasi dalam kegiatan perpustakaan sehari-hari.

Menurut Sutarno dalam (Puspitasari et al., 2016) Perpustakaan adalah sarana lembaga pendidikan yang sangat demokratis karena menyediakan sumber belajar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan melayaninya tanpa membedakan suku bangsa, agama yang dianut, jenis kelamin, latar belakang dan tingkat social, umur dan pendidikan serta perbedaan lainnya.

Menurut (Fitriawati, 2016) Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, danatau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan ,penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Menurut Nugraha (Dari et al., 2019) Pepustakaan sebagai salah satu bagian dari tempat pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting untuk menambah wawasan dan pengetahuan pelajar. Bermacam-macam sumber informasi ilmiah, bukubuku, literatur dari segala jenis media perpustakaan, mampu disebarluaskan dengan sistem tertentu

Sedangkan menurut (Rahmayanti et al., n.d.) Perpustakaan adalah tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, serta mengelola sumber infomasi berupa buku-buku, majalah, artikel dan lain-lain untuk digunakan oleh pembaca sebagai penambah wawasan.

2.1.8 Pengertian Sistem Informasi Perpustakaan

Menurut Siregar dalam (Supriyatna, 2015) Sistem informasi perpustakaan adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi pelayanan publik yang mempertemukan

(8)

kebutuhan pengolahan transaksi peminjaman, pengembalian dan perpanjangan buku dan pembuatan laporan harian, bulanan ataupun tahunan guna mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan,

Menurut (Prianto, 2015) Merupakan aplikasi yang mendukung layanan perpustakaan ,dengan aplikaisi ini diharapkan dengan mudah bisa diketahui buku apa saja yang sedang dipinjam,berapa jumlah buku yang tersedia,siapa saja yang meminjamnya,dan bisa memberikan informasi mengnai buku yang lengkap,serta mempermudah proses peminjaman dan pengembalian buku.

Menurut (Mailasari, 2019) Sistem informasi perpustakaan adalah proses komputerisasi untuk mengolah data dalam suatu perpustakaan, Semua diproses menggunakan software tertentu seperti software pengolah database.

2.1.9 Pengertian Website

Menurut (Herliana & Rasyid, 2016) Secara umum website dapat diartikan sebagai sebuah halaman yang tersedia dalam sebuah server yang dapat diakses menggunakan jaringan internet dimana didalamnya berisi bermacam-macam informasi dari suatu konten tertentu.

Menurut Arif dalam (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) Pengertian “website adalah kumpulan dari halaman web yang sudah dipublikasikan di jaringan internet dan memiliki domain/URL (Uniform Resource Locator) yang dapat diakses semua pengguna internet dengan cara mengetikan alamatnya”

Menurut Riyadi dalam (Khasanah et al., 2018) menyatakan bahwa Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan gabungan dari semuanya baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk suatu rangkaian

(9)

bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).

Menurut Yuhefizal, dkk dalam (Pratmanto et al., 2017) “Website adalah keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dalam sebuah domain yang mengandung informasi”.

Menurut Sidik dalam (Nurmalasari et al., 2019) Menurut Sidik mengatakan Situs Web (Website) awalnya merupakan suatu layanan sajian informasi yang menggunakan konsep hiperlink yang memudahkan surfer (sebutan bagi pemakai komputer yang melakukan penyelusuran informasi di internet) untuk mendapatkan informasi dengan cukup mengklik suatu link berupa teks atau gambar maka informasi dari teks atau gambar akan ditampilkan secara lebih terperinci (detail)

Menurut Irawan dalam (Rahmayu, 2015) Website atau di sebut juga dengan situs merupakan kumpulan halaman yang menampilkan informasi data, teks, gambar, animasi, suara, dan gabungan dari semuanya yang membentuk suatu rangkaian yang saling terkait dengan jaringan-jaringan halaman.

Sedangkan menurut (Susilowati, 2017) Website merupakan fasilitas hiperteks untuk menampilkan data berupa teks, gambar, suara, animasi, dan data multimedia lainnya. Penggolongan website berdasarkan isinya (website contents).

2.2 Teori Pendukung

Adapun teori pendukung yang digunakan pada penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

2.2.1 Entity Relationship Diagram (ERD) A. Pengertian ERD

Menurut Utami dan Hartanto dalam (Subiantoro & Sardiarinto, 2018) “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu diagram untuk menggambarkan desain

(10)

konseptual dari model konseptual suatu basis data relasional. Entity Relationship Diagram (ERD) juga merupakan gambaran yang menghubungkan antara objek satu dengan objek yang lain dalam dunia nyata”

Menurut Rosa & Shalahuddin dalam (Nawang et al., 2017) “ERD merupakan pemodelan data konseptual dalam proses pengembangan basis data relasional”

Menurut Yasin dalam (Puspitasari et al., 2016) ERD adalah suatu pemodelan dari basis data relasional yang didasarkan atas persepsi di dalam dunia nyata, dunia ini senantiasa terdiri dari sekumpulan objek yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya.

Menurut Rahmayu dalam (Khasanah et al., 2018) Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan gambaran data yang dimodelkan dalam suatu diagram yang digunakan untuk mendokumentasikan data dengan cara menentukan apa saja yang terdapat tiap entity dan bagaimana hubungan antara entity satu dengan lainnya

Menurut Dawan dalam (Dede Firmansyah, 2020) “ERD atau Entity

Relationship Diagram merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan

kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh Sistem Analis dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan sistem”.

Sedangkan menurut Simarmata dalam (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) “Entity RelationShip Diagram (ERD) adalah alat pemodelan data utama dan akan mambantu mengorganisasi data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan hubungan antar entitas”.

Simbol-simbol dalam ERD (Entity Relationship Diagram) menurut (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) adalah sebgai berikut:

(11)

akan menyimpan data.

2. Atribut: ciri umum semua atau sebagian besar instansi pada entitas tertentu. 3. Relasi: hubungan alamiah yang terjadi antara satu atau lebih entitas.

4. Link: garis penghubung atribut dengan kumpulan entitas dan kumpulan entitas dengan relasi.

B. Kardinalitas Relasi 1. Satu ke satu (One to One)

Setiap elemen dari Entitas A berhubungan paling banyak dengan elemen pada Entitas B. Demikian juga sebaliknya setiap elemen B berhubungan paling banyak satu elemen pada Entitas A.

2. Satu ke banyak (One to Many)

Setiap elemen dari Entitas A berhubungan dengan maksimal banyak elemen pada Entitas B. Dan sebaliknya setiap elemen dari Entitas B berhubungan dengan paling banyak satu elemen di Entitas A.

3. Banyak ke satu (Many to One)

Setiap elemen dari Entitas A berhubungan paling banyak dengan satu elemen pada Entitas B. Dan sebaliknya setiap elemen dari Entitas B behubungan dengan maksimal banyak elemen di entitas A.

4. Banyak ke banyak (Many to Many)

Setiap elemen dari Entitas A berhubungan maksimal banyak elemen pada Entitas B demikian sebaliknya.

2.2.2 Logical Record Structured (LRS)

Menurut Dhanta dalam (Khasanah et al., 2018) “LRS (Logical Record System) adalah representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari

(12)

hasil antar himpunan entitas”.

Menurut Pradani, Jamal, Triansyah, & Utami dalam (Nurmalasari et al., 2019) LRS adalah representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil antar himpunan entitas

Menurut Nugraha dan Octasia dalam (Dede Firmansyah, 2020) menyimpulkan bahwa LRS merupakan representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk berdasarkan hasil relasi antar entitas yang terdapat pada diagram E-R”.

Menurut Hasugian dan Shidiq dalam (Tasiati & Hellyana, 2017) Logical

Record Structure (LRS) merupakan sebuah model sistem yang digambarkan dengan

sebuah diagram-ER akan mengikuti pola/aturan pemodelan tertentu dalam kaitannya dengan konversi ke LRS, maka perubahan yang terjadi adalah mengikuti aturan-aturan sebagai berikut: setiap entitas akan diubah kebentuk kotak, sebuah atribut relasi disatukan dalam sebuah kotak bersama entitas jika hubungan yang terjadi pada

diagram-ER 1:M (relasi bersatu dengan cardinality M) atau tingkat hubungan 1:1

(relasi bersatu dengan cardinality yang paling membutuhkan referensi), sebuah relasi dipisah dalam sebuah kotak tersendiri (menjadi entitas baru) jika tingkat hubungannya M:M (many to many) dan memiliki foreign key sebagai primary key yang diambil dari kedua entitas yang sebelumnya saling berhubungan.

Sedangkan menurut Simarmata & Paryudi dalam (Fridayanthie & Mahdiati, 2016)“Logical Record Structured (LRS) adalah representasi dari struktur recordrecord pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas”. Menentukan kardinalitas, jumlah tabel, dan ForeignKey (FK).

Berikut adalah cara membentuk skema database atau LRS (Logical Record

Strutured) berdasarkan Entity Relationship Diagram :

(13)

entitas yang ada tau menyatukan kedua entitas tersebut.

b. Jika relasinya satu-ke-banyak, maka foreign key diletakan pada entitas Many. c. Jika relasinya banyak-ke-banyak, maka dibua “file konektor” yang berisi dua

foreign key yang berasal dari kedua entitas.

2.2.3 Unified Modelling Language (UML)

Menurut Sukamto dan Shalahuddin dalam (Purwanto et al., 2018) Mendefinisikan bahwa, “UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan tekstur pendukung”

Menurut (Rohmayati & Purnama, 2017) UML (Unified Modeling Language) adalah salah standar bahasa yang banyak digunakan didunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek

Menurut Shalahuddin dan Rosa dalam (Dalis, 2017) “UML adalah salah satu standar bahasa yang banyak di gunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemograman berorientasi objek”

Sedangkan menurut Fowler dalam (Astuti et al., 2019) “Unifield Modelling

Language (UML) adalah keluarga notasi grafis yang didukung oleh meta model

tunggal, yang membantu pendeskripsian dan desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun dengan menggunakan pemrograman berorientasi objek (oop)”.

a. Use Case Diagram

(14)

sendiri, dengan memberi sebuah narasi tentang bagaimana sistem tersebut digunakan.

b. Activity Diagram

Activity diagram adalah teknik untuk menggambarkan logika prosedural, proses bisnis dan proses kerja. Dalam beberapa hal, diagram ini memainkan

peran mirip sebuah diagram alir, tetapi perbedaan prinsip antara diagram ini dan notasi diagram alir adalah diagram ini mendukung behavior paralel.

c. Class Diagram

Class diagram menggambarkan jenis objek dalam sistem dan berbagai jenis hubungan statis yang ada diantara mereka. Class diagram juga menunjukan sifat-sifat dan operasi dari sebuah kelas dan kendala yang berlaku untuk cara objek yang terhubung.

d. Sequence Diagram

Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek didalam dan di sekitar

sistem (termasuk pengguna,display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau langkah langkah yang dilakukan sebagai respon dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu.

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi ANALISIS FAKTOR PERILAKU.... Semua jawaban dan data Anda akan dirahasiakan dan tidak ada maksud kegunaan lain. Demikian atas bantuan dan kerjasama Saudara/i,

Secara umum berdasarkan analisis teks/wacana dapat ditemukan teks/wacana yang mendeskripsikan tentang proses akulturasi kebudayaan pada peninggalan- peninggalan dan

Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa Balanced Scorecard merupakan metode yang terbaik dalam melakukan penilaian terhadap kinerja perusahaan, karena Balanced Scorecard

Dilihat dari pemikiran-pemikiran beliau yang sesuai dengan konsep yang masih diimplementasikan yaitu pendidikan dan pengajaran di Indonesia saat ini mengenai budi

Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan atau perairan dengan batas- batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik

processor pada i7 proses yang lebih cepat waktu kinerjanya adalah yang menggunakan single processor [13] ... Maka dari itu tujuan percobaan real-time rendering and compression

Penelitian ini bertujuan mengeta- hui rendemen yang diperoleh dari minyak atsiri mawar merah ( Rosa damascena ) melalui ekstraksi dengan pelarut etanol dan n-heksana,

Berdasarkan berat jenis obat anestesi lokal yang dibandingkan dengan berat jenis likuor, maka dibedakan 3 jenis obat anestesi lokal, yaitu hiperbarik, isobarik dan