• Tidak ada hasil yang ditemukan

IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI DAUN DEWA (Gynura pseudochina (Lour.) DC).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI DAUN DEWA (Gynura pseudochina (Lour.) DC)."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Tabel 1. Aktivitas antioksidan (% Inhibisi DPPH) ekstrak daun dewa (0,4 mg/mL) dan pembanding kuersetin (0,1 mg/mL)
Tabel 4.  Data spektrum DMSO-d6)
Gambar 1. Struktur  3’,4’,5,7-tetrahidroksi flavonol (kuersetin)

Referensi

Dokumen terkait

Telah dilakukan uji aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi daun dewa (Gynura pseudochina (L.)DC) terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis.. Pengujian

Dari seluruh hasil penelitian yang diperoleh, bahan tanam daun dewa asal kultur in vitro menghasilkan pertumbuhan, produksi total flavonoid, antosianin dan kuersetin lebih

Hal ini sesuai dengan pendapat Alcamo ( 1984), bahwa flavonoid merupakan golongan senyawa fenol yang bersifat fungistatik atau fungisid. Perhitungan KHM

Untuk karakterisasi senyawa A dilakukan pemeriksaan spektrum ultraviolet, reaksi kimia dengan sianidin test senyawa A positif flavonoid, sehingga kemudian diukur

Berdasarkan cara penyiapan sampel dapat diketahui apakah proses pengeringan daun dewa dengan mengunakan microwave berpengaruh terhadap kadar senyawa fenolat yang ada

Data Hasil Pengukuran Konsentrasi Senyawa Flavonoid Total dari Ekstrak Daun Dewa dengan Spektrofotometer UV-Vis pada Panjang Gelombang 426 nm. Perhitungan Kadar

Identifikasi dengan spektrofotometer ultra lembayung menun­ jukkan bahwa senyawa E merupakan senyawa glikosida flavono­ id golongan flavonol yang mempunyai gugus OH pada atom

Tabel I memperlihatkan kadar ekstraktif dan kadar senyawa fenolat total yang terdapat dalam daun dewa segar dan yang telah dikeringkan dengan kering angin dan