• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kualitas Diamonium Hidrogen Fosfat Brataco Dengan Pengujian XRD dan AAS.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi Kualitas Diamonium Hidrogen Fosfat Brataco Dengan Pengujian XRD dan AAS."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

Studi Kualitas Diamonium Hidrogen Fosfat

Brataco Dengan Pengujian XRD dan AAS

Disusun :

ARIYANTO

D 200 040 046

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini kebutuhan masyarakat akan bahan rehabilitasi jaringan

tulang dan gigi cukup besar, sehingga berbagai upaya dikembangkan

untuk mencari alternatif bahan rehabilitasi jaringan tulang dan gigi yang

baik, terjangkau masyarakat serta dapat menggantikan struktur jaringan

yang hilang tanpa menimbulkan efek negatif.

Pengembangan bahan biomaterial sintesis sebagai bahan rehabilitasi

jaringan tulang dan gigi diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan

sel-sel yang akan melanjutkan fungsi daur kehidupan jaringan yang

digantikan. Salah satu bahan yang sedang dikembangkan sebagai

biomaterial sintesis adalah biokeramik. Belakangan ini keramik tidak

hanya digunakan sebagai komponen kendaraan bermotor, peralatan

rumah tangga, bahan bangunan dan lain-lain. Namun teknologi keramik

telah diarahkan sebagai bahan penambahan dan rehabilitasi jaringan.

Keramik yang dimaksud dari hal di atas dikenal dengan istilah biokeramik

(Hench, 1991).

Di dalam bahan biokeramik tersebut dikenal dengan adanya bahan

bioaktif (ion Ca2+). Bahan bioaktif tersebut adalah bahan yang dapat

menimbulkan respon biologis spesifik pada pertemuan bahan dengan

jaringan yang akan menimbulkan proses pembentukan tulang

(3)

Bahan biokeramik yang sering digunakan dalam bidang rehabilitasi

jaringan adalah hidroksiapatit sintetik [HA,Ca10(PO4)6(OH)2]. Hidroksiapatit

merupakan komponen utama dari tulang dan gigi, hal ini dikarenakan

sifat-sifat ion kalsium (Ca2+) pada hidroksiapatit dapat mengubah ion-ion

logam berat yang beracun dan memiliki kemampuan yang cukup baik

dalam menyerap unsur-unsur kimia organik dalam tubuh serta memiliki

sifat biokompatibilitas dan bioaktivitas yang baik pula (Suzuki dkk., 1993).

Penggunaan hidroksiapatit sintetik berbasis koral dinilai sangat

memuaskan sebagai bahan rehabilitasi tulang pada operasi kaki dan

pergelangan kaki (Shah, 2004). Namun dari segi ekonomi, bahan ini dinilai

harganya sangat mahal dan masih impor, sehingga bahan ini kurang

terjangkau oleh masyarakat kita (Indonesia).

Selama ini Indonesia masih mengimpor HAp, Padahal sangat

berpotensi memproduksi HAp sendiri mengingat Indonesia adalah

penghasil gipsum alam yang cukup potensial (misalnya di kulon progo

jogjakarta) untuk dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan

hidroksiapatit.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas diamonium

hidrogen fosfat (DHP) dengan melihat pola XRD dan AAS dengan

diamunium hidrogen fosfat (DHP) [(NH4)2HPO4] Merck Jerman maupun

(4)

1.2. Perumusan Masalah

Penelitian yang dilaksanakan didasarkan pada suatu rumusan

masalah sebagai berikut:

“Bagaimanakah karakterisasi XRD dan AAS Diamunium

hidrogen fosfat brataco dari dalam Negeri dan Diamunium hidrogen fosfat merck Jerman.

Adapun variabel penelitian berupa kristal Diamunium hidrogen fosfat

[(NH4)2HPO4] dari dalam Negeri dan merck Jerman.

1.3. Pembatasan Masalah

Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah

bagaimana cara membandingkan antara diamunium hidrogen fosfat (DHP)

merck Jerman dengan diamunium hidrogen fosfat (DHP) dalam Negeri

dengan pengujian X-Ray Diffraction (XRD) dan Atomic Absorption

Spectroscopy (AAS).

1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Membandingkan karakterisasi pola XRD Diamunium hidrgen

fosfat dalam negeri dengan Diamunium hidrogen fosfat merck

(5)

2. Membandingkan karakterisasi pola AAS Diamunium hidrogen

fosfat dalam Negeri dengan Diamunium hidrogen fosfat merck

Jerman.

1.5. Manfaat Penelitian

1. Memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan dan teknologi di

bidang biomaterial dan biomedical engineering.

2. Mengurangi ketergantungan sebagian bahan dan produk graf

(jaringan pengganti) sintesis yang selama ini masih

menggantungkan pada negara lain (produk impor).

3. Menerapkan teknologi berbasis lokal guna pengembangan bahan

gipsum yang murah dan mudah didapat sebagai bahan pembuat

hidroksiapatit untuk digunakan sebagai bahan rehabilitasi jaringan

tulang dan gigi manusia.

1.6. Sistematika Penulisan

Agar dapat memudahkan penyusunan tugas akhir ini maka

penulisan laporan dibagi menjadi beberapa bab yaitu sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, pembatasan

(6)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi tentang penjelasan tentang studi pustaka dan dasar teori

tentang gipsum alam Cikalong, hidroksiapatit (HAp) serta dasar-dasar

teori yang mendukung dan berhubungan dengan proses penelitian.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini berisi tentang metodologi penelitian meliputi diagram alir

penelitian, bahan penelitian, alat penelitian, karakterisasi XRD diamonium

hidrogen fosfat merck Jerman dan diamonium hidrogen fosfat dalam

Negeri, serta hasil pengujian AAS diamonium hidrogen fosfat merck

Jerman dan diamonium hidrogen fosfat dalam Negeri.

BAB IV HASIL PENELITIN DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi tentang hasil penelitian dan pembahasan meliputi hasil dari

data karakterisasi XRD dan AAS dengan material berupa Kristal

diamonium hidrogen fosfat merck Jerman dan diamonium hidrogen fosfat

dalam Negeri.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran.

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

Maka dari itu, akan didirikan Pabrik Trisodium Fosfat dengan kapasitas 45.000 ton/tahun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan untuk peluang ekspor.. Pabrik

Adapun rumusan masalah yang terdapat dalam penelitian ini antara lain: Apakah dengan inokulasi mikroba penambat N dan pelarut P pada campuran kotoran sapi segar dan batuan fosfat

Dari data kebutuhan, Impor Sodium Hidrogen Karbonat di Indonesia, dan prediksi jumlah produksi dalam negeri serta keinginan untuk mengekspor produk maka dapat ditentukan

Kapasitas produksi suatu pabrik ditentukan berdasarkan kebutuhan konsumsi produk dalam negeri, data impor, data ekspor, serta data produksi yang telah ada, sebagaimana

Maka dari itu, akan didirikan Pabrik Trisodium Fosfat dengan kapasitas 45.000 ton/tahun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan untuk peluang ekspor1. Pabrik

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari keadaan tertentu dari proton dengan menggunakan persamaan gerak proton dalam atom hidrogen yang berikatan (dalam hal ini

Hasil penelitian menunjukkan isolat D75 tumbuh optimal dalam media dengan sumber fosfat anorganik berupa trikalsium fosfat dengan nilai OD 1,653 inkubasi selama 39 jam, isolat D92

Judul : Studi Kapasitas Adsorpsi serta Dinamika Adsorpsi dan Desorpsi dari Nanotube Karbon sebagai Penyimpan Hidrogen Adsorpsi gas hidrogen dalam material berpori