• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SELEKSI SIMULASI MENGAJAR GURU PENGGERAK (Sesuai Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 3 Lumajang Mata Pelajaran : Bahasa Daerah

Kelas/ Semester : XI/1

tema : Adat istiadat jawa

subtema : Mantenan

Pembelajaran Ke : 1

Alokasi Waktu : 10 Menit

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Melalui kegiatan tanya jawab, siswa dapat menyebutkan macam-macam adat istiadat jawa

2. Melalui kegiatan mengamati vidio adat istiadat jawa siswa dapat menemukan pesan moral.

3. Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa dapat myusun langkah-langkah atau prosesi dalam adat istiadat jawa.

B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pendahuluan dan

Aprsepsi ( 1 Menit)

Guru Mengucapkan salam dan memberi sapaan

Peserta didik menjawab salam, berdoa

Guru mengecek kehadiran peserta didik, mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses belajar-mengajar serta memberi motivasi

Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan

Guru menyampaikan garis besarcakupan materi dan langkah pembelajaran Kegiatan Inti

( 8 Menit) ❖ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, membaca dan memahami Wacana yang sudah dibagikan oleh guru mengenai adat iatiadat Mantenan ( Orientasi peserta didik pada masalah)

❖ Guru membentuk beberapa kelompok peserta didik untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, dan saling bertukar informasi mengenai adat iatiadat Mantenan ( Orientasi peserta didik pada masalah)

❖ Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mencari data/

bahan-bahan/ alat yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.

( Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar)

❖ Guru terus memantau jalannya diskusi serta memberi arahan materi yang relevan di setiap kelompok.

❖ Peserta didik melakukan penyelidikan (mencari data/ referensi/ sumber dari Internet dan Buku Teks siswa) untuk bahan diskusi kelompok.

(Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok)

❖ Kelompok melakukan diskusi untuk mencari perlengkapan dan

peralatan ataupun tatacara prosesi mantenan ( Mengembangkan dan menyajikan hasil karya)

❖ Setiap kelompok melakukan presentasi kelompok mengenai (strategi mengatasi ancaman terhadap bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan dalam membangun integrasi nasional siswa yang lain memberikan apresiasi. Kegiatan dilanjutkan dengan merangkum/ membuat kesimpulan sesuai dengan masukan yang diperoleh dari kelompok lain.( Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah)

(2)

❖ Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan berdoa

❖ Guru menutup pertemuan dengan pemberian penguatan dan salam

C. PENILAIAN

- Sikap : Observasi saat proses pembelajaran - Pengetahuan : Penugasan

- Ketrampilan : Praktik

Lumajang,29 Juli 2022 Mengetahui,

Kepala SMA Negeri 3 Lumajang Guru Mata Pelajaran

Drs. Supriadi,M.Pd Ahmad Novian W, S.Pd.

NIP. 19640617 199603 2002 NIP. -

(3)

LAMPIRAN 1

Materi Pembelajaran MATENAN

1. Prosesi pasang tarub, bleketepe, dan tuwuhan

Sebelum memulai segala prosesi adat orang Jawa yang ingin mengadakan acara pernikahan harus melewati prosesi pasang tarub, bleketepe, dan tuwuhuan. Upacara adat ini lah yang mengawali setiap pernikahan adat Jawa.

Setiap prosesi ini tentu saja sangat penuh makna. Tarub yang dipasang di pagar atau pintu masuk memiliki arti sebagai atap sementara atau peneduh rumah. Pemasangan tarub ini dibarengi dengan pemasang bleketepe ini sebagai penanda rumahh sedang melakukan acara pernikahan.

Bleketepe, tarub, dan tuwuhan ini juga jadi simbol tolak bala. Bleketepe yang terbuat dari anyaman daun kelapa ini akan dipasangkan dengan tuwuhan. Tuwuhan dipasang di kiri dan kanan gerbang biasanya isinya adalah tumbuh- tumbuhan. Salah satu yang wajib ada adalah pisang raja, kelapa muda, batang padi, dan janur.

Pemasangan bleketepe, tarub, dan tuwuhan ini berisi harapan pasangan yang akan segera menikah. Diharapakan calon pengantin memperoleh keturuan yang sehat, berbudi baik, berkecukupan dan selalu bahagi.

2. Sungkeman

Image: Bondan Photoworks

Sungkeman mungkin jadi hal yang sudah sering kamu dengar karena prosesi ini bukan hanya ada di prosesi pernikahan saja. Sungekeman ini bukti penghormatan kepada orang tua dan sesepuh. Prosesi ini biasanya terasa lebih intim karena sang calon mempelai akan meminta maaf dan meminta izin untuk segera menjalani kehidupan baru.

3. Siraman

Image: thebridedept

Sebelum menjalani prosesi adat Jawa lainnya, calon pengantin harus menjalani ritual siraman. Siraman dimaknai sebagai penyucian diri atau membersihkan diri sebelum upacara sakral.

Ritual siraman ini akan dilakukan oleh kedua orang tua dilanjutkan dengan kerabat dekat seperti kakek-nenek, pakde-bude, dan orang yang dituakan. Biasanya ada 7 orang yang akan menyiramkan air kepada calon pengantin.

Orang-orang ini diwajibkan sudah menikah hal ini bertujuan meminta berkah dan doa pada pernikahan.

4. Dodol dawet

Image: https://ayurianna.com

Setelah acara siraman berakhir, kedua orang tua mempelai berjualan dawet atau disebut dengan dodol dawet. Ibu dari calon pengantin akan berjualan sambil dipayungi sang suami. Dodol dawet ini mempunyai arti kebulatan kehendak orang tua untuk menjodohkan atau melepaskan anaknya.

Tamu yang ingin membeli dawet atau cendol ini harus membayar dengan uang kreweng yang terbuat dari tanah liat. Kreweng ini menunjukan kehidupan manusia yang berasal dari tanah. Selama prosesi berlangsung ibu akan melayani pembeli dan ayah akan menerima pembayarannya. Ini memiliki arti mengajarkan calon pengantin untuk mencari nafkah dan saling membantu.

5. Midodareni

Image: le motion

Salah satu acara yang paling dinanti pada acara pranikah adat Jawa adalah ritual midodareni. Prosesi ini dilakukan oleh calon mempelai wanita. Ia diharuskan berdiam diri di dalam kamar sejak pukul 18.00-24.00 biasanya sang mempelai dirias dengan riasan sederhana.

Calon pengantin wanita ini akan ditemani ibu dan kerabat dekat yang semuanya wanita. Pada malam hari ada prosesi tantingan yang dilakukan oleh ayah calon pengantin wanita. Ayah akan menanyakan bagaimana kesiapan dan kamantapan hati sang putri untuk berumah tangga.

Pada prosesi midodareni ini calon pengantin pria akan datang ke rumah sang calon pengantin wanita. Tapi kedua calon pengantin ini tidak boleh bertemu sama sekali. Calon pengantin pria yang datang ke rumah ini mempunyai makna kesiapan pernikahan.

6. Srah-srahan di malam midodareni

(4)

Biasanya di dalam srah-srahan ini juga ada setanda pisang raja yang memiliki arti berkah dan rasa syukur.

7. Balang gantal

Image: weddingku

Setelah ijab kabul dilaksanakan prosesi pernikahan adat Jawa masih berlanjut. Prosesi setelah ijab kabul ini disebut dengan upacara panggih. Prosesi yang paling pertama dilakukan dalam panggih adalah balang gantal. Jika kamu pernah melihat pengantin saling melempar sirih inilah yang disebut dengan balang gantal.

Gantal dibuat dengan daun sirih yang diisi dengan bunga pisang, kapur sirih, gambir dan tembakau hitam. Prosesi ini dilangsungkan dengan cara pengantin berdiri di arah berlawan dan saring melempar gantal. Ritial ini

melambangkan kedua mempelai saling melempar kasih sayang.

Baca Juga: Jelang Pernikahan Putri Presiden Jokowi, Ini 5 Foto Prewedding Kahiyang dan Calon Suami 8. Ngindak endhog

Image: http://ukiepuspita.blogspot.co.id

Ngindak endhong dalam bahasa Indonesia mempunyai arti injak telur. Prosesi ini memiliki arti pengharapan kedua pasangan baru untuk mendapatkan keturunan yang merupakan tanda cinta kasih. Selain itu ini juga dilambangkan sebagai kesetiaan istri kepada suaminya.

9. Sindur

Image: weddingku

Setelah prosesi injak telur selesai, pengantin akan melanjutkan dengan prosesi sindur. Kain sindur akan dibentakan kepada pengantin oleh ibu dan bersama-sama dituntun sang ayah berjalan menuju pekaminan. Hal ini adalah pengharapan agar pengantin baru ini siap menghadapi segala kesukaran dalam hidup.

10. Kacar kucur

Image: Thebridedept

Sebelum prosesi kacar kucur dilangsungkan ada prosesi timbangan dimana pasangan baru ini duduk di pangkuan ayah mempelai wanita. Setelahnya baru dilangsungkan proses adat kacar kucur, mempelai pria akan mengucurkan biji-bijian dan uang receh yang disimbolkan sebagai penghasilan. Ini menunjukkan pria bertanggung jawab untuk memberi nafkah kepada keluarganya.

11. Dulangan atau suap-suapan

Image: http://deklarasi17.blogspot.co.id

Proses suap-suapan atau dulang-dulangan juga ada di prosesi pernikahan adat Jawa. Dulangan ini mengandung arti kiasan kalau pasangan pria dan wanita diharapkan selalu rukun dan pengertian.

12. Bubak kawah

Image: detik.com

Prosesi terkahir ini biasanya akan berlangsung sangat meriah dan paling ditunggu. Bubak kawah ini biasanya dilakukan saat mantu pertama. Ungkapan rasa syukur kedua orang tua karena anaknya pertama kali menikah.

Keluarga menyiapakan peraatan dapur yang dipasang pada pikulan yang kemudian diarak keliling tamu oleh ayah.

Para tamu biasanya ramai-ramai berbeut peralatan dapur ini karena mitosnya siapa yang mendapatkan alat dapur ini bisa enteng jodoh.

Prosesi perniakahn adat Jawa ini memang sangat rumit dan memerlukan waktu yang cukup panjang. Makanya sekarang ini ada beberapa pernikahan Jawa yang hanya menggunakan sebagian prosesi saja. Walaupun terkesan ribet seluruh prosesi ini memiliki arti yang sangat baik yaitu mendoakan kehidupan pengantin baru selalu dilimpahi keberkahan dan kemudahan.

(5)

LAMPIRAN 2

Rubrik Penskoran

a. Nilai sikap

No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian

Waktu Penilaian

Instrumen Penilaian

Keterangan

1. Religius Pengamatan Proses Lembar

Pengamatan

Hasil penilaian nomor 1 dan 2 untuk masukan pembinaan dan informasi bagi Guru Agama dan Guru PKn 1. Instrumen Penilaian

1. Penilaian sikap

Lembar Pengamatan Sikap

Kelas : ……….

Hari, tanggal : ……….

Kompetensi Dasar : ……….

No

Nama Peserta

Didik

Sikap

Keterangan

Jujur Disiplin Tanggung Jawab Toleransi Gotong Royong Santun Percaya Idris

Keterangan Penskoran :

4= apabila selalu konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap

3= apabila sering konsisten menunjukkan sikap sesuai aspeksikap dan kadang-kadangtidak sesuai aspek sikap 2= apabila kadang-kadang konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikapdan sering tidak sesuai aspek sikap 1= apabila tidak pernah konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap

Tes Uraian.

1. Apa isi saka teks Upacara Adat “Tumpeng Ronjotan” iku mau?

2. Ringkesen teks iku mau kanthi basamu dhewe!

3. Kepiye pendapatmu babagan upacara adat iku mau?

Rubrik penilaian teks Upacara Adat

No. Aspek Deskripsi Skor

1. Menemukan isi teks upacara adat.

a. Mampu menemukan isi teks upacara adat dengan baik dan benar.

b. Mampu menemukan isi teks upacara adat namun kuranng

4

3

(6)

2. Menceritakan kembali teks upacara adat

a. Mampu mencaritakan kembali teks upacara adat dengan runtut dan bahasa yang tepat.

b. Mampu menceritakan kembali teks upacara adat dengan runtut namun bahasa kurang tepat.

c. Belum mampu menceritakan teks cerita adat dengan runtut.

d. Belum bisa menceritakan kembali.

4

3

2 1 3. Mengungkapkan

pendapat tentang upacara adat.

a. Mampu mengungkapkan pendapat dengan bahasa yang benar dan alasan yang tepat.

b. Mempu mengungkapkan dengan bahasa benar namun alasan kurang tepat.

c. Belum mampu mengungkapkan dengan bahasa yang benar namun alasan tepat.

d. Belum mampu berpendapat.

4

3

2

1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ( Kelompok) Kelas :

Kelompok : Anggota : 1.

2.

3.

4.

5.

Simulasikan adat-istiadat jawa sesuai kaidahnya (pertemuan selanjutnya)

MEDIA PEMBELAJARAN :

1. VIDIO ADAT-ISTIADAT MANTENAN

(7)

Referensi

Dokumen terkait

Masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren memiliki tata laksana atau rangkaian prosesi upacara pernikahan adat antara lain sebagai berikut: Pertama, Ngirim Doa yang

Masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren memiliki tata laksana atau rangkaian prosesi upacara pernikahan adat antara lain sebagai berikut: Pertama, Ngirim Doa yang

Adanya perpaduan antara ajaran Islam dan adat dalam tradisi pernikahan tidak serta merta menunjukan bahwa semua prosesi upacara pernikahan tersebut sudah sesuai dengan hukum

Universitas Muhammadiyah Pruworejo, Vol.. menyaksikan upacara tersebut, penulis baru bisa memberikan kesimpulan bahwa upacara tersebut adalah upacara adat pernikahan

Creativity (kreativitas): Peserta didik bertanya tentang hal yang belum dipahami atau guru menyampaikan beberapa pertanyaan pemicu kepada siswa berkaitan dengan upacara

Wektu kuwi Jaka Tarub metu saka panggonan kanggo delik, banjur ethok-ethok takon marang widadari kasebut kang asesilih Nawangwulan.. Kacarita Nawangwulan melu bali

Peserta didik mencatat/ menandai hal-hal penting yang terkait dengan peristiwa budaya (upacara adat). Peserta didik bertanya jawab tentang teknik

Peserta didik dapat memilih nama prajurit Pura Pakualaman Pilihan Ganda 25 26 Peserta didik dapat memahami prosesi upacara adat Jawa Pengertian upacara Tingkeban Upacara tingkeban