Analisis Standar Kerja Karyawan Bagian Produksi Guna Menunjang Produktivitas Kerja
pada Konveksi Bandung Muara Bulian
Siti Marlina
1, Irwanda Amir
2Program Studi Manajemen,STIE-GK Muara Bulian –Jambi Jl.Gajah Mada Telp. (0743) 23022
Email: [email protected] Abstract
The purpose of this study are (1) To find out the Employee Work Standards of Production at the Bandung Convection at Muara Bulian (2) To find out Work Productivity at the Bandung Convection at Muara Bulian (3) To analyze the Employee Work Standards of the Production Section to Support the Productivity of Work at Convection Bandung in Muara Bulian. The research method used is descriptive qualitative with a quantitative approach. The analytical tool used is qualitative descriptive analysis, standard time analysis and productivity analysis. The results showed basically Bandung Convection did not have a standard work standard but the business owner always emphasized to employees to work well and on time so that the work results obtained had a maintained and appropriate quality and workmanship in accordance with the agreement made between the business owner and consumer. Based on the calculation of the time between the standard time determined by the leader and the time used, a conclusion can be drawn if the time used by employees to do their work is considered to be very productive, this is because the time spent is smaller than the standard time determined by the leader. With the number of orders 224 sheets of clothes and pants with a standard time determined by the company for 1 sheet of clothes or pants for 105 minutes with a total workforce of 8 people, and working hours in a day for 8 hours (480 minutes), the analysis can be concluded in this research is very productive, it is seen from the time available and the time spent.
Keywords: Work Standards, Productivity, Production employees
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui standar Kerja Karyawan Bagian Produksi pada Konveksi Bandung di Muara Bulian (2) Untuk mengetahui Produktivitas Kerja pada Konveksi Bandung di Muara Bulian (3) Untuk menganalisis Standar Kerja Karyawan Bagian Produksi Guna Menunjang Produktivitas Kerja pada Konveksi Bandung di Muara Bulian. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Alat analisa yang digunakan adalah analisa deskriptif kualitatif, analisa waktu standard an analisa produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan pada dasarnya Konveksi Bandung tidak mempunyai standar kerja yang baku tetapi pemilik usaha selalu menekankan kepada karyawan untuk bekerja dengan baik dan tepat waktu sehingga hasil kerja yang diperoleh mempunyai kualitas yang terjaga dan sesuai serta waktu pengerjaan sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan antara pemilik usaha dengan konsumen. Berdasarkan perhitungan waktu antara standar waktu yang ditentukan oleh pimpinan dan waktu yang terpakai maka dapat ditarik suatu kesimpulan jika waktu yang digunakan oleh karyawan untuk melakukan pekerjaannya dinilai sangat produktif hal ini dikarenakan waktu yg terpakai lebih kecil dari waktu standar yang ditentukan oleh pimpinan.
Dengan jumlah pesanan 224 lembar baju dan celana dengan standar waktu yang ditentukan oleh perusahaan untuk 1 lembar baju atau celana selama 105 menit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 8 orang, dan jam kerja dalam sehari selama 8 jam (480 menit) maka analisis yang dapat
disimpulkan dalam penelitian ini adalah sangat produktif, hal ini dilihat dari waktu yang tersedia dan waktu yang terpakai.
Kata Kunci : Standar Kerja, Produktivitas, Karyawan bagian produksi
1. Pendahuluan
Pembangunan dibidang sumber daya manusia yang produktif merupakan salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan tujuan pembangunan nasional. Begitu pula dalam perusahaan yang pada dasarnya didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba guna mempertahankan hidup dan perkembangan usahanya. Untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan dapat memanfaatkan segala kemampuan dan kesempatan yang ada semaksimal mungkin serta memperkecil hambatan- hambatan dan kelemahan-kelemahan yang dihadapinya.Dalam mencapai tujuan perusahaan tersebut peranan tenaga kerja tidak dapat disangkal lagi sebagai penentu keberhasilan.
Untuk menjadi subjek pembangunan yang handal diperlukan suatu pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan menjadikan manusia yang produktif serta mandiri.
Untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan dapat memanfaatkan segala kemampuan dan kesempatan yang ada semaksimal mungkin serta memperkecil hambatan-hambatan dan kelemahan-kelemahan yang dihadapinya.Dalam mencapai tujuan perusahaan tersebut peranan tenaga kerja tidak dapat disangkal lagi sebagai penentu keberhasilan.
Untuk melakukan perubahan ke arah yang positif, maka dibutuhkan manusia-manusia yang handal sesuai dengan kepentingannya, sehingga manusia harus ditata dalam sebuah manajemen yaitu Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Notoatmodjo (2003) menyatakan tujuan manajemen sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan kontribusi sumber daya manusia (karyawan) terhadap organisasi dalam rangka mencapai produktivitas organisasi yang bersangkutan.
Karena suatu organisasi/perusahaan di dalam proses produksinya harus selalu memperhatikan dan mempertimbangkan bagaimana caranya mencapai produktivitas yang tinggi dengan sumber atau faktor-faktor produksi yang ada. Setiap organisasi pada dasarnya akan memiliki kebijakan yang berbeda-beda terhadap sumber daya manusia yang dimilikinya guna mencapai produktivitas karyawan.
Dalam pencapaian yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan terdapat banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas, salah satunya adalah keterampilan kerja (Panji Anoraga dan Janti Soegiastuti, 2010) Penilaian produktivitas dan kinerja karyawan yang dilakukan secara objektif, tepat dan didokumentasikan secara baik cenderung menurunkan potensi penyimpangan yang dilakukan karyawan, sehingga kinerjanya diharapkan harus bertambah baik sesuai dengan kinerja yang dibutuhkan perusahaan (Nitisemito, 2012: 61).
Karyawan sebagai sumber yang produktif dan terbina dapat diarahkan sebagai tenaga kerja yang efektif dan efisien. Dalam pencapaian hasil kerja yang efektif dan memuaskan tersebut, peranan manajemen kinerja merupakan salah satu faktor yang menentukan kinerja yang diberikan akan menambah ketrampilan yang telah dimiliki oleh karyawan.
Menurut Basu Swastha dan Ibnu Sukotjo W. (2017) menyatakan bahwa produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energi, dan sebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut.
Hal ini juga dibenarkan oleh karyawan yang bekerja pada bagian jahit (Wawancara, 20 Juni 2019 jam 10.30 wib) yang mengatakan saya bekerja jika ada pesanan, tetapi jika belum ada yang dikerjakan karena menunggu bahan yang dasar yang dikirim dari Bandung biasanya ada pesanan
orang yang menjahit baju kemeja ataupun baju seragam keluarga yang biasanya bahan sudah mereka bawa sendiri.
Meskipun usaha konveksi tergolong usaha yang cukup bagus perkembangannya namun masih banyak permasalahan yang dihadapi antara lain lemahnya dalam pengelolaan, pengelolaan yang dimaksud adalah pengelolaan pada perusahaan kecil seperti organisasi, produksi, administrasi, pembukuan keuangan, promosi dan lain sebagainya.
Dari hasil observasi awal penulis pada usaha Konveksi Bandung, terlihat fenomena yang terjadi adalah kurangnya tenaga kerja, saat ini konveksi Bandung mempunyai tenaga kerja sebanyak 8 orang itu sudah termasuk pemilik usaha yang ikut langsung mengerjakan pesanan.
Menurut Hasibuan, (2018). Manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan- tindakan, perencanaan, pengorganisasian, pengarahan. Untuk menentukan serta mencapai sasaran- sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.
Unsur-unsur Manajemen oleh Hasibuan (2018). Terdiri enam unsur manajemen (tools of management) yaitu: men, money, methode, materials, machines and marker. Disingkat dengan 6 M.
(1) Man (Tenaga kerja manusia,baik tenaga kerja pimpinan maupun tenaga kerja operasional/pelaksanaan. )
(2) Money ( Uang yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.) (3) Methods (Cara-cara yang dipergunakan dalam usaha untuk mencapai tujuan ) (4) Materials (Bahan-bahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan)
(5) Machines (Mesin-mesin/alat-alat yang diperlukan atau dipergunakan untuk mencapai tujuan) (6) Market (Pasar untuk menjual barang dan jasa-jasa yang dihasilkan)
Hasibuan (2014) Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.
Karena pentingnya peran sumber daya manusia dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan organisasi maka pengelolahan sumber daya manusia harus memperhatikan beberapa aspek penting. Aspek sttafing, pelatihan dan pengembangan motivasi dan pemiliharaan yang secara lebih mendetail.
Fungsi manajemen sumber daya manusia menurut Hasibuan (2014) adalah :
(1) Perencanaan (planning), Perencanaan adalah merencanakan tenaga kerja secara efektif serta efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam membantu terwujudnya tujuan. Perencanaan dilakukan dengan menetapkan progam kepegawaian.
Progam kepegawaian meliputi pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasin, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian karyawan.
(2) Pengorganisasian (organizing), Pengorganisasian adalah kegiatan untuk mengorganisasi semua karyawan dengan menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja, delegasi, wewenang, intregrasi, dan koordinasi dalama bagan organisasi. Organisasi hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dengan organisasi yang baik akan membantu terwujudnya tujuan secara efektif
(3) Pengarahan (directing), Pengarahan adalah kegiatan mengarahkan semua karyawan, agar mau bekerja sama dan bekerja efktif serta efisien dalam membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Pengarahan dilakukan pimpinan dengan menugaskan bawahan agar mengerjakan semua tugasnya dengan baik.
(4) Pengendalian (contolling), Pengendalian adalah kegiatan mengendalikan semua karyawan agar mentaati peraturan– peraturan perusahaan dan bekerja sesuai dengan rencana. Apabila terdapat penyimpanan atau kesalahan, diadakan tindakan perbaikan dan penyempurnaan rencana. Pengendalian karyawan meliputi kehadiran perbaikan
dan penyempurnaan rencana. Pengendalian karyawan meliputi kehadiean, kedisiplinan, perilaku, kerja sama, pelaksanaa pekerja, dan menjaga situasi lingkungan pekerjaan.
(5) Pengadaan (procurement), Pengadaan adala proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, dan induksi untuk mendaptkan karyawan yang sesuai dengan kebutuan perusahaan. Pengadaan yang baik akan membantu terwujudnya tujuan.
(6) Pengembangan (development), Pengembangan adalah proses peningkatan keterampilan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan.
Pendidikan dan pelatihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan nasa kini maupun masa depan.
(7) Kompensasi (compensation), Kompensasi adalah pemberian balas jasa langsung (direct) dan tidak langsung (indirect), uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan jasa yang diberikan kepada perusahaan. Prinsip kompensasi adalah adil dan layak. Adil diartikan sesuai dengan prestasi kerjanya, layak diartikan dapat memenuhi kebutuhan primernya serta berpedoman pada batas upah minimum pemerintah dan berdasarkan internal dan ekseternal konsitensi.
(8) Pengintegrasian (integration), Pengintegrasian adalah kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerja sama yang serasi dan saling menguntungkan. Perusahaan memperoleh laba, karyawan dapat memenuhi kebutuhan dari hasil pekerjaanya. Pengintegrasian merupakan hal yang penting dan sulit dalam manajemen sumber daya manusia (MSDM), karena mempersatuka dua kepentingan yang bertolak belakang.
(9) Pemeliharaan (maintenance), Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan loyalitas karyawan, agar mereka tetap mau bekerja sama sampai pension. Pemeliharaan yang baik dilakukan dengan progam kesejahteraan yang berdasarkan kebutuhan sebagian besar karyawan serta berpedoman kepada internal dan eksternal konsistensi.
(10) Kedisiplinan, Kedisiplinan merupakan fungsi MSDM yang terpenting dan kunci terwujudnya tujuan karena tanpa disiplin yang baik sulit terwujud tujuan yang maksimal. Kedisiplinan adalah keinginan dan kesadaran untuk mentaati perturan–
peraturan perusahaan dan norma–norma sosial.
(11) Pemberhentian (separation), Pemberhentian adalah putusnya hubungan kerja seseorang dari suatu perusahaan. Pemberhentian ini disebabkan oleh keinginan karyawan, keinginan perusahaan, kontrak kerja berakhir, pension, dan sebab–sebab lainnya.
Tujuan manajemen sumber daya manusia menurut Sadili (2010) adalah memperbaiki kontribusi produktif tenaga kerja terhadap organisasi dengan cara yang bertanggung jawab secara strategis, etis dan sosial. 4 (empat) tujuan manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah :
(1) Tujuan Sosial
Agar organisasi atau perusahaan bertanggung jawab secara sosial dan etis terhadap kebutuhan dan tantangan masyarakat dengan meminimalkan dampak negatifnya.
(2) Tujuan Organisasi
Sasaran formal yang dibuat untuk membantu organisasi mencapai tujuannya.
(3) Tujuan Fungsional
Mempertahankan kontribusi departemen manajemen sumber daya manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
(4) Tujuan Individual
Tujuan pribadi dari setiap anggota dicapai melalui aktivitasnya dalam organisasi atau perusahaan.
Usaha untuk menentukan lama kerja yang dibutuhkan Seorang Operator (terlatih dan “qualified”) dalam Menyelesaikan suatu pekerjaan yang spesifik pada tingkat kecepatan kerja yang normal dalam lingkungan kerja yang terbaik pada saat itu Pengukuran waktu yang dilakukan terhadap beberapa Alternative system kerja, maka yang terbaik dilihat Dari waktu penyelesaian tersingkat Pengukuran waktu juga ditujukan untuk mendapatkan waktu baku penyelesaian pekerjaan, yaitu waktu yang dibutuhkan secara wajar, normal, dan terbaik.
Menurut Maurits (2010) produktivitas yaitu mengandung pengertian sebagai sikap mental yang selalu berpandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan esok harus lebih baik dari hari ini. Filosofi dan spirit tentang produktivitas sudah ada sejak awal peradaban manusia karena makna produktivitas adalah keinginan (the will) dan upaya (effort) manusia untuk selalu meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan di segala bidang.
Konfeksi adalah pakaian yang dibuat secara massal. Konfeksi adalah industri kecil skala rumah tangga yang merupakan tempat pembuatan pakaian jadi seperti kaus, kemeja, celana, jaket dan sebagainya. Sebuah konfeksi biasanya hanya memiliki tidak lebih dari 20 buah mesin jahit dan satu mesin obras. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Keberadaan konfeksi sangat menunjang terhadap kemajuan industri pakaian jadi di Indonesia, karena selain mengerjakan pembuatan pakaian dari pemesan untuk pasar lokal, konfeksi juga bisa menerima mengejakan maklun yaitu mengejakan proses jahit sebuah pabrik garmen dalam pembuatan pakaian jadi skala besar untuk pasar lokal maupun pasar ekspor.
Pada kenyataannya saat ini terjadi kekeliruan penyebutan istilah oleh sebagian masyarakat indonesia, dimana istilah konfeksi banyak disebut dengan istilah konveksi. Istilah ini banyak digunakan baik oleh pelaku bisnis maupun oleh pemesan.
2. Metode Penelitian 1) Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bersifat deskriptif dengan mendeskripsikan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan penulis untuk mendapatkan data yang objektif dalam rangka mengetahui dan memahami Analisis Standar Kerja Karyawan Bagian Produksi Guna Menunjang Produktivitas Kerja Pada Konveksi Bandung di Muara Bulian.
2) Jenis dan Sumber Data (1) Jenis Data
Menurut Sugiyono (2015), jenis data dibedakan menjadi 2, yaitu kualitatif dan kuantitatif.
Penelitian ini menggunakan jenis data yang berupa kualitatif dan kuantitatif.
(2) Sumber Data
Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
3) Metode Pengumpulan Data
Menurut Arikunto (2015) yang dimaksud dengan tehnik pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data penelitiannya. Berdasarkan pengertian tersbut dapat dikatakan bahwa metode penelitian adalah cara yang dipergunakan untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Riset Perpustakaan (Library Research)
Riset Perpustakaan dilakukan untuk memperoleh data dan informasi tentang teori-teori yang berkaitan dengan skripsi yang disusun melalui buku-buku ilmu pengetahuan dan tulisan- tulisan di internet yang juga berkaitan dengan pokok permasalahan. Hal ini dilakukan untuk mendapatan tambahan pengetahuan mengenai masalah yang sedang dibahas.
(2) Riset Lapangan (Field Research)
Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data yang diperlukan dengan cara melakukan pengamatan langsung pada perusahaan yang bersangkutan. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara : Wawancara dan Observasi.
4) Populasi Sampel (1) Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek yang mempunyai karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya
(Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, 2016). Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Konveksi Bandung yang berjumlah 8 orang.
(2) Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dengan memperhitungkan waktu, maka penelitian ini mengambil sampelnya saja. Menurut Arikunto (2010) yang menyatakan apabila subjeknya kurang dari 100 orang maka lebih baik diambil semuanya, selanjutnya apabila subjeknya lebih dari 100 orang, maka sampel yang diambil 10 – 15 % atau 20 – 25 % atau lebih sebagai subjek penelitian. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan jumlah populasi yaitu sebanyak 8 orang.
5) Alat Analisa Data
(1) Analisa Deskriptif Kualitatif
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara induktif, sesuai dengan alur penelitian kualitatif Bungin (2013:65). Adapun tahapan analisis data disesuaikan dengan fokus masalah yang diteliti dan temuan data lapangan sebagaimana berikut: Reduksi Data, Penyajian Data dan Penyimpulan Data.
(2) Analisa Waktu Standar
Metode yang di pakai dalam penelitian ini adalah alat analisa kuantitatif dengan studi waktu.
Metode ini digunakan untuk menghitung waktu standar dengan rumus sebagai berikut : (Handoko dalam Saputra, 2014)
𝐶𝑇 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑁
CT = Waktu Standar
Jumlah waktu = waktu rata-rata pada saat pengamatan
N = frekuensi pengamatan
(3) Analisa Produktivitas
Secara umum rasio produktivitas kerja merupakan hasil perbandingan atau persentase antara output dan input seperti dibawah ini : (Handoko, 2011)
Input disini bukan berarti kuantitas bahan mentah yang diolah kemudian menjadi output, tetapi input disini adalah sumber-sumber daya yang dipergunakan untuk menghasilkan suatu output. Misalnya sumber daya manusia (karyawan), waktu, perlengkapan produksi dan lain-lain.
Adapun penilaian produktivitas yang mengacu pada pendapat Wingjosoebroto (2020) adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1 Penilaian Produktivitas Kerja
Rentang Nilai Kriteria Penilaian
+ 0,03 Sangat Produktif
+ 0,02 Produktif
0,00 Rata-rata
─ 0,02 Kurang Produktif
─0,03 Sangat Kurang Produktif
Sumber : Wignjosoebroto (2020)
Produktivitas = Output / jumlah tenaga kerja
3. Hasil Penelitian
1) Standar Kerja Karyawan Bagian Produksi
Untuk itu system pengelolaan usaha industri kecil konveksi ini adalah dengan penyelenggaraan kegiatan usaha pakaian jadi dengan menggunakan ukuran standar melalui penanganan yang rapi meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian untuk mencapai hasil yang maksimal dan salah satunya yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah masalah tenaga kerja.
Dari kedua hasil wawancara tersebut dapat penulis simpulkan jika dalam usaha Konveksi ini tidak mempunyai standar kerja yang baku tetapi pemilik usaha selalu menekankan kepada karyawan untuk bekerja dengan baik dan tepat waktu sehingga hasil kerja yang diperoleh mempunyai kualitas yang terjaga serta waktu pengerjaannya sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan antara pemilik usaha dengan konsumen.
Hal ini sesuai dengan standar kerja karyawan bagian produksi dimana karyawan bagian produksi harus menyelesaikan suatu pekerjaan yang spesifik pada tingkat kecepatan yang normal dalam lingkungan kerja yang baik, serta waktu yang digunakan dalam proses produksi yaitu waktu yang wajar, normal dan terbaik.
Standar kerja operasi pada usaha ini seperti dijelaskan oleh Bapak Mulyadi selaku pemilik usaha adalah sebagai berikut : Standar kerja operasi dalam usaha saya menyangkut dalam hal ukuran pakaian dimana ukuran sudah ditentukan dengan ukuran standar seperti S,M, L dan XL.
Selanjutnya masalah keuntungan yang diperoleh dengan menerapkan standar kerja operasi ini adalah : Dengan standar kerja operasi ini saya dapat mengehemat bahan baku, waktu pengerjaan pun semakin cepat sehingga barang bias cepat selesai dan diserahkan kepada pemesan.
(1) Baju (lengan pndek)
Pengukuran (mal) dan pemotongan
Pada tahap ini, pengukuran dan pemotongan dilakukan secara bersamaan pada ukuran yang sama dengan mesin potong dan dikerjakan oleh 1 tenaga kerja.
Tabel 1 Hasil Pengukuran (mal) dan Pemotongan (pola baju) Pengamatan Ke Waktu Standar
**(menit)
Pemotongan
*waktu (menit)
1 10 5.42
2 10 4.50
3 10 5.10
4 10 4.30
5 10 5.22
Total 50 24.54
Sumber : Hasil Observasi 2019
* = waktu pengamatan
** = waktu standar
Waktu rata-rata pengukuran (mal) dan pemotongan;
CT = 24.54 50 = 0,49 menit Pengobrasan
Pada tahap ini juga pengamatan dilakukan pada 1 operator dengan data sebagai berikut : Tabel 2 Hasil Pengukuran Waktu Pengobrasan Baju
Pengamatan Ke Waktu Standar
**(menit)
Pemotongan
*waktu (menit)
1 10 7.28
2 10 7.05
3 10 6.55
4 10 6.46
5 10 7.35
Total 50 34.69
Sumber : Hasil Observasi 2019
* = waktu pengamatan
** = waktu standar
Waktu rata-rata pengobrasan;
CT = 34.69 50 = 0,69 menit Penjahitan
Pada tahap penjahitan pengamatan dilakukan pada 2 (orang) karyawan dengan data sebagai berikut :
Tabel 3 Hasil Pengukuran Waktu Penjahitan Pengamatan
ke
Penjahit 1
Penjahit 2
Waktu standar
Waktu rata- rata
1 15.38 15,17 20 15.28
2 15.45 16.11 20 15.78
3 16.27 15.09 20 15.68
4 15.35 15.41 20 15.38
5 15.20 15.22 20 15.21
Total 77.65 77 100 77.33
Sumber : Hasil Observasi 2019
* = waktu pengamatan
** = waktu standar Waktu rata-ratapenjahitan;
CT = 77.33
100 = 0,77 menit Pemasangan Kancing
Pada tahap ini ada 2 orang karyawan, karyawan bagian pola jika sudah selesai mengerjakan pola maka karyawan tersebut ikut membantu bagian pemasangan kancing.
Tabel 4 Hasil Pengukuran Pemasangan Kancing Baju Pengamatan
ke
Pemasang 1
Pemasang 2
Waktu standar
Waktu rata- rata
1 6.45 6.50 10 6.48
2 6.38 6.40 10 6.39
3 6.00 7.18 10 6.59
4 7.03 6.32 10 6.68
5 7.01 6.22 10 6.62
Total 32.87 32.62 50 32.76
Sumber : Hasil Observasi 2019
* = waktu pengamatan
** = waktu standar
Waktu rata-rata pemasangan kancing;
CT= 32.76
50 = 0,66 menit (2) Celana Panjang
Pengukuran (mal) dan Pemotongan
Pada tahap ini, pengukuran dan pemotongan dilakukan secara bersamaan pada ukuran yang sama dengan mesin potong dan dikerjakan oleh 1 tenaga kerja.
Tabel 5 Hasil Pengukuran (mal) dan Pemotongan (pola celana) Pengamatan Ke Waktu Standar
**(menit)
Pemotongan
*waktu (menit)
1 10 7.24
2 10 7.11
3 10 7.36
4 10 8.15
5 10 7.39
Total 50 37.25
Sumber : Hasil Observasi 2019
* = waktu pengamatan
** = waktu standar
Waktu rata-rata pengukuran (mal) dan pemotongan;
CT= 37.25 50 = 0,75 menit Pengobrasan
Pada tahap ini juga pengamatan dilakukan pada 1 operator dengan data sebagai berikut : Tabel 6 Hasil Pengukuran Waktu Pengobrasan Baju
Pengamatan Ke Waktu Standar
**(menit)
Pengobrasan
*waktu (menit)
1 10 7.28
2 10 7.05
3 10 6.55
4 10 6.46
5 10 7.35
Total 50 34.69
Sumber : Hasil Observasi 2019
* = waktu pengamatan
** = waktu standar
Waktu rata-rata pengobrasan;
CT= 34.69 50 = 0,69 menit Penjahitan
Pada tahap penjahitan pengamatan dilakukan pada 2 (orang) karyawan dengan data sebagai berikut :
Tabel 7 Hasil Pengukuran Waktu Penjahitan Pengamatan
ke
Penjahit 1
Penjahit 2
Waktu standar
Waktu rata- rata
1 20.41 20.21 25 20.31
2 21.11 20.07 25 20.59
3 20.39 20.35 25 20.37
4 20.18 20.28 25 20.23
5 21.42 21.19 25 21.31
Total 103.51 102.1 125 102.81
Sumber : Hasil Observasi 2019
* = waktu pengamatan
** = waktu standar Waktu rata-rata penjahitan;
CT = 102.81 125 = 0,82menit Pemasangan Pengait
Pada tahap ini ada 2 orang karyawan, karyawan bagian pola jika sudah selesai mengerjakan pola maka karyawan tersebut ikut membantu bagian pemasangan kancing.
Tabel 8 Hasil Pengukuran Pemasangan pengait Pengamatan
ke
Pemasang 1
Pemasang 2
Waktu standar
Waktu rata- rata
1 6.45 6.50 10 6.48
2 6.38 6.40 10 6.39
3 6.00 7.18 10 6.59
4 7.03 6.32 10 6.68
5 7.01 6.22 10 6.62
Total 32.87 32.62 50 32.76
Sumber : Hasil Observasi 2019
* = waktu pengamatan
** = waktu standar
Waktu rata-rata pemasangan kancing;
CT= 32.76 50 = 0,66 menit
Dari pengamatan penulis selama apa yang telah dilakukan oleh usaha konveksi Bandung dengan menerapkan standar kerja operasi ini sangat tepat dan sesuai dengan pendapat Hendra Purwanto dalam situs blognya tentang standar kerja. Keuntungan yang diperoleh oleh usaha konveksi Bandung dengan menerapkan standar kerja operasi ini adalah sebagai berikut :
(1) Dapat menghemat bahan baku
(2) Dengan adanya standarisasi barang-barang jadi maka pembuatannya pun menjadi semakin mudah dalam arti tidak perlu dilakukan perhitungan atau perubahan ukuran, sifat barang setiap mulai produksi sehingga akan menghemat waktu, tenaga dan modal.
(3) Hematnya waktu pembuatan atau proses produksi maka penyerahan barang jadi ke konsumen akan tepat waktu.
(4) Pengiriman barang tidak akan salah karena barang yang sudah jadi akan dikelompokkan terlebih dahulu berdasarkan pesanan masing-masing.
Dengan standar kerja yang telah ditetapkan secara benar ini mewakili waktu yang dihabiskan oleh seorang karyawan rata-rata untuk melaksanakan aktivitas tertentu dibawah kondisi kerja normal.
2) Produktivitas Kerja pada Konveksi Bandung
Dalam penelitian tentang Analisis Standar Kerja Karyawan Bagian Produksi Guna Menunjang Produktivitas Kerja pada Konveksi Bandung, adalah sebagai berikut :
(1) Baju
Pengukuran (mal) dan pemotongan (pola baju) 50
24,54= 2,04 Pengobrasan
50
34,69= 1,44 Penjahitan
100
77,33= 1,29 Pemasangan Kancing
50
32,76= 1,50 (2) Celana
Pengukuran (Mal) dan pemotongan (pola baju) 50
37,25= 1,34 Pengobrasan
50
34,69= 1,44 Penjahitan
50
24,54= 2,04 Pemasangan pengait
50
32,76= 1,53
Jadi berdasarkan perhitungan diatas maka dapat ditarik suatu kesimpulan jika waktu yang digunakan oleh karyawan untuk melakukan pekerjaannya dinilai sangat produktif hal ini dikarenakan waktu yg terpakai lebih kecil dari waktu standar yang ditentukan oleh pimpinan dan sesuai dengan penilaian produktivitas kerja menurut Wignjosoebroto (2000) berada pada rentang nilai +0,03 dengan kriteria sangat produktif.
3) Analisis Standar Kerja Karyawan dan Produktivitas Kerja pada Konveksi Bandung
Dalam penelitian ini jumlah karyawan yang ada di Konvekasi Bandung adalah 8 (delapan) orang, yang keseluruhannya mempunyai tugas sebagai berikut :
Tabel 9 Jumlah Karyawan dan Pembagian Kerja
No Jenis Pekerjaan Jumlah
1 Pola 1 orang
2 Cutting 1 orang
3 Penjahit 4 orang
4 Bordir dan Obras 1 orang
5 Sablon 1 orang
Jumlah Karyawan 8 orang
Sumber : Konveksi Bandung 2019
Berdasarkan tujuan penelitian penulis memperoleh data dengan melakukan pengamatan langsung terhadap objek dalam penelitian ini. Data yang diambil merupakan bagian dari keseluruhan proses produksi seragam putih sekolah menengah atas untuk baju lengan pendek ukuran M sedangkan celana panjang dengan ukuran 78. Adapun data yang di dapat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
(1) Baju (lengan pendek)
Pengukuran (mal) dan Pemotongan (pola baju)
Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata waktu pengukuran dan pemotongan (mal) bahan untuk produksi baju yaitu 0,49 menit, waktu standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan adalah 50 menit artinya waktu yang digunakan tidak melebihi standar waktu yang telah ditetapkan.
Pengobrasan
Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata waktu pengobrasan bahan untuk produksi baju yaitu 0,69 menit, waktu standar yang telah ditetapkan perusahaan adalah 50 menit. Artinya rata-rata waktu yang dibutuhkan tidak melebihi standar waktu yang telah ditetapkan.
Penjahitan
Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata waktu penjahitan bahan untuk produksi baju yaitu 0,77 menit, waktu standar yang telah ditetapkan perusahaan adalah 100 menit. Artinya rata-rata waktu yang dibutuhkan tidak melebihi standar waktu yang telah ditetapkan.
Pemasangan Kancing
Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata waktu pemasangan kancing baju yaitu 0,66 menit, waktu standar yang telah ditetapkan perusahaan adalah 50 menit. Artinya rata-rata waktu yang dibutuhkan tidak melebihi standar waktu yang telah ditetapkan.
(2) Celana Panjang
Pengukuran (mal) dan Pemotongan
Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata waktu pengukuran dan pemotongan (mal) bahan untuk produksi celana panjang yaitu 0,75 menit, waktu standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan adalah 50 menit artinya waktu yang digunakan tidak melebihi standar waktu yang telah ditetapkan.
Pengobrasan
Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata waktu pengobrasan bahan untuk produksi baju yaitu 0,69 menit, waktu standar yang telah ditetapkan perusahaan adalah 50 menit. Artinya rata-rata waktu yang dibutuhkan tidak melebihi standar waktu yang telah ditetapkan.
Penjahitan
Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata waktu penjahitan bahan untuk produksi baju yaitu 0,82 menit, waktu standar yang telah ditetapkan perusahaan adalah 125 menit. Artinya rata-rata waktu yang dibutuhkan tidak melebihi standar waktu yang telah ditetapkan.
Pemasangan pengait
Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata waktu pemasangan kancing baju yaitu 0,66 menit, waktu standar yang telah ditetapkan perusahaan adalah 50 menit. Artinya rata-rata waktu yang dibutuhkan tidak melebihi standar waktu yang telah ditetapkan.
(3) Analisa Produktivitas
Produktivitas pada dasarnya diarahkan pada pencapaian barang dan jasa yang bermutu tinggi dan sesuai dengan standar kehidupan yang lebih baik, sedangkan dalam pengukuran produktivitas adalah bersifat netral, tidak untuk mengatakan operasi yang lebih baik atau aktivitas yang lebih buruk. Yujuan pengukuran produktivitas tidak terlepas dari konsep produktivitas itu sendiri, yaitu bagaimana menghasilkan out put yang optimum dengan input yang minimum.
Pada penelitian ini dilakukan konveksi Bandung sedang mengerjakan pesanan berupa baju seragam sekolah. Diantaranya baju kemeja lengan pendek dan celana panjang.
Jumlah baju kemeja lengan pendek sebanyak 112 baju dan celana panjang sebanyak 112 celana. Jadi total keseluruhan pesanan adalah 224 pcs. Adapun produktivitas kerja dilihat dari waktu yang tersedia dan waktu yang terpakai adalah sebagai berikut :
Baju :
1) Pengukuran (mal) dan pemotongan (pola baju) 50
24,54= 2,04 2) Pengobrasan
50
34,69= 1,44 3) Penjahitan
100
77,33= 1,29 4) Pemasangan Kancing
50
32,76= 1,50 Celana :
1) Pengukuran (Mal) dan pemotongan (pola baju) 50
37,25= 1,34 2) Pengobrasan
50
34,69= 1,44 3) Penjahitan
125
24,54= 5,09 4) Pemasangan pengait
50
32,76= 1,53
Jadi dapat disimpulkan jika penilaian produktivitas kerja secara keseluruhan menurut Wingjosoebroto (2000) berada pada rentang nilai +0,03 dengan kriteria sangat produktif.
Sedangkan jika dinilai dari waktu yang sangat produktif untuk baju adalah waktu penjahitan (1,29 menit) dan untuk celana adalah waktu pengukuran (1,34).
4. Penutup
a. Standar Kerja Karyawan Bagian Produksi pada Konveksi Bandung
Dari hasil wawancara dengan pemilik usaha dapat disimpulkan standar kerja yang digunakan pada konveksi Bandung adalah dengan menggunakan pengukuran waktu yang dilakukan terhadap proses produksi. Pada dasarnya konveksi Bandung tidak mempunyai standar kerja yang baku tetapi pemilik usaha selalu menekankan kepada karyawan untuk bekerja dengan baik dan tepat waktu sehingga hasil kerja yang diperoleh mempunyai kualitas yang terjaga dan sesuai dengan waktu pengerjaan yang telah disepakati antara pemilik dengan konsumen.
b. Produktivitas Kerja pada Konveksi Bandung
Berdasarkan perhitungan waktu antara standar waktu yang ditentukan oleh pimpinan dan waktu yang terpakai maka dapat ditarik suatu kesimpulan jika waktu yang digunakan oleh karyawan untuk melakukan pekerjaannya dinilai sangat produktif hal ini dikarenakan waktu yg terpakai lebih kecil dari waktu standar yang ditentukan oleh pimpinan.
c. Analisis Standar Kerja Karyawan dan Produktivitas Kerja pada Konveksi Bandung
Dengan jumlah pesanan 224 lembar baju dan celana dengan standar waktu yang ditentukan oleh perusahaan untuk 1 lembar baju atau celana selama 105 menit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 8 orang, dan jam kerja dalam sehari selama 8 jam (480 menit) maka analisis yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini adalah sangat produktif, hal ini dilihat dari waktu yang tersedia dan waktu yang terpakai.
5. Daftar Pustaka
Agustin, R. P. 2014. Hubungan antara produktivitas kerja terhadap pengembangan karir pada karyawan PT Bank Mandiri Tarakan. eJournal Psikologi, 02(01), 24 -40.
Amran. 2019. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor. Departemen Sosial Kabuten Gorontalo.
Anoraga, Pandji, dan Janti Soegiastuti. 2020. Pengantar Bisnis Modern, Jakarta: Pustaka Jaya.
Arifin, Johar, dan A. Fauzi. 2017. Aplikasi Excel Dalam Aspek Kuantitatif. Manajemen SDM. Elex Media Komputindo. Jakarta.
Arikunto, Suharsimi. 2016. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. EdisiRevisi V. Jakarta:
Rineka Cipta.
Basu Swastha. 2017. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta : Liberty Offset.
Budi Kho. 2018. https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-produktivitas-productivity-faktor- faktor-yang-mempengaruhi-produktivitas/
Hasibuan. Malayu. 2018. Manajemen Dasar, Pengertian, Dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online]. Tersedia di:
http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php
Mangkunegara. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung : Rosda Karya.
Manullang, M. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Ghalia Indonesia. Jakarta
Notoatmodjo. Soekidjo. 2013. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.
Rivai. Veithzal. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan: dari Teori ke Praktik,Jakarta: RajaGrafindo Persada
Sastrohadiwiryo. 2013. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia, edisi. 2, Jakarta, Bumi Aksara,
Simmamora, Henry. 2014. Disiplin Kerja. Edisi ketiga. Yogyakarta: STIE YKPN.
Sinulingga, 2013. Perencanaan dan Pengendalian Produksi, EdisiPertama. Yogyakarta : Graha Ilmu
Sofyandi. 2019. Manajemen Sumber Daya Manusia. Terjemahan. Jakarta : Prenhallindo.
Sondang P. Siagian. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Bumi Aksara.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,dan R & D.
Bandung : Alfabeta,
Sutrisno, Edi. 2019. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Sutrisno. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Kencana Veithzal, Rivai. 2016. Disiplin Kerja. Jakarta: Gramedia Widiasarana
Zivin, J. S. G., & Neidell, M. J. 2011. The Impact of Pollution on Worker Productivity.