• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

8

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Loan to Deposit Ratio 2.1.1. Loan to Deposit Ratio

MenurutKasmir (2012:225) Loan to Deposit Ratio merupakanrasio yang

digunakanuntukmengukurkomposisijumlahkredit yang

diberikandibandingkanjumlahdanamasyarakatdan modal sendiri yang digunakan.

Padaumumnyaaktivitassuatu bank

diarahkanpadausahauntukmeningkatkanpendapatandenganmeminimalkanrisiko.Aktiv itasperkreditandapatmendominasipenggunaandanasuatu bank karenaperkreditanmempengaruhipenilaianatastingkatkesehatan bank. LDR

merupakanrasio yang mengukurkemampuan bank

dalammembayarkembalipenarikandana yang

dilakukandeposandenganmengandalkankredit yang

diberikansebagaisumberlikuiditasnya. Rasioini juga

sebagaiindikatorkerawanandankemampuandarisuatu

bank.Sebagaipraktisiperbankanmenyepakatibahwabatasamandari LDR suatu bank adalahsekitar 80%. Namun, batastoleransiberkisarantara 85% sampai 100%.

SedangkanmenurutPandia (2012:138) LDR adalahrasio yang menunjukkantingkatlikuiditas Bank berdasarkankemampuan bank

(2)

9

dalammembiayaipemberianpinjamandenganmenggunakandana yang dihimpundarimasyarakat.

Rumusuntukmencari loan to deposit ratio sebagaiberikut.

(3)

= x 100%

MenurutSudirman (2013:159) darisisi LDR usahameningkatkankesehatan bank dapatditempuhlangkah:

1. Mengurangi kredit yang disalurkan oleh bank dengan dana yang diterima oleh bank dalam jumlah tertentu.

2. Dengan jumlah tertentu, jumlah dana yang diterima oleh bank dinaikkan, diusahakan peningkatan itu dari modal inti dan pinjaman.

3. Pengurangan atau penambahan kredit lebih dari pengurangan atau penambahan dana yang diterima oleh bank.

Berdasarkanteori-teoridiatas, dapatdiambilkesimpulan LDR adalahrasio yang menyatakanseberapajauh bank telahmenggunakanuang para penyimpan (depositor) untukmemberikanpinjamankepada para nasabahnya.

2.1.2. Kelemahan Loan to Deposit Ratio

Kelemahan yang sering terjadi dalam Loan to Deposit Ratio adalah sebagai berikut (Pandia 2012:119):

1. Investasi dana bank ke dalam earning assets bukan hanya ke dalam bentuk Loan (pinjaman), tetapi juga dalam bentuk surat berharga (jangka pendek

maupun jangka panjang). Dalam teori ini jenis-jenis investasi non loan diabaikan.

2. Dana yang dapat digunakan dalam bentuk kredit tidak hanya bersumber dari dana pihak ketiga (simpanan masyarakat) tapi juga berasal dari sumber dana

(4)

lainnya misalnya modal sendiri, dana yang berasal dari pinjaman antarbank (pasar uang) dan lai sebagainya.

3. Kurang memperhatikan liquid assets yang segera dapat dicairkan dalam bentuk uang kas.

4. Kurang mempertimbangkan security daripada pinjaman.

5. Tidask memperhitungkan stabilitas titipan.

6. Mengabaikan assets yang lain. Dua bank mempunyai rasio sama besar, tetapi 20% dari titipan bank yang satu berbentuk uang kas atau surat berharga jangka pendek, sedangkan bank yang lain menginvestasikan ke dalam saham, tentu kedua bank tersebut tidak mempunyai tingkat likuiditas yang sama.

2.1.3. Pengertian Kredit

Kata dasar kredit berasal dari bahasa latin credere yang berarti kepercayaan, atau credo yang berarti saya percaya.

Menurut Firdaus dan Ariyanti (2009:1) kredit adalah suatu reputasi yang dimiliki seseorang yang memungkinkan ia bisa memperoleh uang, dengan jalan menukarkannya disuatu waktu yang akan datang.

Unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit adalah sebagai berikut (Firdaus dan Ariyanti, 2009:3).

1. Adanya badan atau orang yang memiliki uang, barang atau jasa yang bersedia untuk meminjamkan kepada pihak lain. Orang atau barang demikian lazim disebut kreditur.

2. Adanya pihak yang membutuhkan/meminjam uang, barang atau jasa.

Pihak ini lazim disebut debitur.

(5)

3. Adanya kepercayaan dari kreditur terhadap debitur.

4. Adanya janji dan kesanggupan membayar dari debitur kepada kreditur.

5. Adanya resiko yaitu sebagai akibat dari adanya perbedaan waktu seperti diatas, dimana masa yang akan datang merupakan suatu yang belum pasti, maka kredit itu pada dasarnya mengandung resiko, termasuk penurunan nilai uang karena inflasi dan sebagainya.

6. Adanya bunga yang harus dibayar oleh debitur kepada kreditur (walaupun ada kredit yang tidak berbunga).

Dari pengertian-pengertiankreditdiatas,

dapatdisimpulkanbahwakreditadalahpenyediaanuangberdasarkanketentuanatauper janjiantertentu yang telahdisepakatiolehpihak Bank danpihak lain yang mewajibkanpihakpeminjamuntukmembayarutangnyapadajangkawaktutertentuden ganpemberianbunga.

2.1.4. Likuiditas

Menurut Kasmir (2012:221) menjelaskan “Rasio Likuiditas Bank merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya pada saat ditagih.

Dengan kata lain, bank dapat mebayar kembali pencairan dana para deposannya pada saat ditagih serta dapat mencukupi permintaan kredit yang telah diajukan. Makin besar rasio ini, makin likuid. Untk melakukan pengukuran rasio ini, terdapat beberapa jenis rasio yang masing-masing memiliki maksud dan tujuan tersendiri”.

Adapun jenis-jenis rasio likuiditas adalah sebagai berikut:

(6)

1. Quick ratio

2. Investing policy ratio 3. Banking ratio

4. Asset to loan ratio

5. Investment portfolio ratio 6. Cash ratio

7. Loan to deposit ratio 8. Investmen risk ratio 9. Liquidity risk ratio 10. Credit risk ratio 11. Deposit risk ratio

Berdasarkanteoridiatas,

makadapatdisimpulkanpengertianlikuiditasadalahkemampuanperusahaanuntukme menuhikewajibannyaatauutang yang harussegeradibayardenganhartalancarnya.

2.1.5. Dana PihakKetiga

MenurutDarmawi (2011:45) dana pihakketigaadalah “dana simpanan (deposit) masyarakatmerupakan dana terbesar yang paling diandalkan. Deposit initerdiridariberbagaibentuk :

a. Rekening giro

Giro adalah simpanan nasabah pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, atau surat perintah pembayaran atau dengan perintah pemindah bukuan, termasuk penarikan melalui ATM. Karena dapat ditarik setiap waktu, maka simpanan giro

(7)

merupakan sumber dana yang sangat labil. Giro merupakan uang giral yang cepat dipakai sebagai alat pembayaran dengan melalui penggunaan cek.

a. Tabungan

Tabungan merupakan simpanan masyarakat pada bank, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui buku tabungan atau melalui ATM. Pada keadaan normal tabungan merupakan sumber yang stabil karena jumlah penarikan dan penyetoran hampir sebanding. Namun bahayanya jika suatu saat ketika semua masyarakat menarik seluruh dananya. Ini bisa terjadi bila masyarakat luntur kepercayaannya kepada bank yang bersangkutan, atau ada isu devaluasi.

b. Deposito Berjangka

Deposito Berjangka merupakan simpanan masyarakat pada bank yang jangka waktunya jatuh temponya ditentukan oleh nasabah. Deposito ini hanya bisa diuangkan kembali pada tanggal jatuh temponya.

Berdasarkan teori diatas dapat diambil kesimpulan bahwa dana pihak ketiga adalah simpanan dana nasabah yang dihimpun oleh Bank, baik dalam bentuk tabungan, giro maupun deposito dengan standar bunga yang diberikan berbeda- beda untuk tiap-tiap jenis simpanan tabungan sesuai dengan standar ketentuan Bank Indonesia.

2.2. Return on Assets

2.2.1. Pengertian Return On Assets

(8)

Menurut Bank Indonesia Return on Assets (ROA), adalahperbandinganantaralabasebelumpajak denga rata-rata total assets dalamsuatuperiode.

Rasioinidapatdijadikansebagaiukurankesehatankeuangan.Rasioinisangatpe

nting, mengingatkeuntungan yang

diperolehdaripenggunanasetdapatmencerminkantingkatefisiensiusahasuatu bank.

Menurut Hanafi (2009:157) menyebutkanbahwa “Analisis Return On Asset (ROA) atauseringditerjemahkankedalambahasa Indonesia sebagaiRentabilitasEkonomimengukurkemampuanperusahaanmenghasilkanlabapa da masa lalu.

Analisis ROA

mengukurkemampuanperusahaanmenghasilkanlabadenganmenggunakantoal asset (kekayaan) yang dipunyaiperusahaansetelahdisesuaikandenganbiaya- biayauntukmendanaiasettersebut.Selainitu, ROA memberikanukuran yang lebihbaikatasprofitabilitasperusahaankarenamenunjukkanefektivitasmanajemendal ammenggunakanaktivauntukmemperolehpendapatan.

Adapunrumusdari ROA adalah :

= ℎ

100%

Berdasarkanteori-teoridiatasdapatdiambilkesimpulan ROA adalahrasio yang menunjukkanperbandinganantaralaba (sebelumpajak) dengan total aset bank, rasioinimenunjukkantingkatefisiensipengelolaanaset yang dilakukanoleh bank yang bersangkutan.

(9)

2.2.2. RasioRentabilitas

Menurut Hanafi (2009:81) menyimpulkanbahwa

“Rasioinimengukurkemampuanperusahaanmenghasilkankeuntungan

(profitabilitas) padatingkatpenjualan, asset, dan modal saham yang tertentu.

Ada tigarasio yang seringdibicarakan, yaitu: profit margin, return on total asset (ROA), danreturn on equity (ROE)”.

MenurutKasmir (2012:196) menjelaskanbahwa

“Rentabilitasrasioseringdisebutprofitabilitasusaha.

Rasioinidigunakanuntukmengukurtingkatefisiensiusahadanprofitabilitas yang dicapaioleh bank yang bersangkutan”.

Tujuanpenggunaanrasioprofitabilitasbagiperusahaan, maupunbagipihakluarperusahaan, yaitu:

1. Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu.

2. Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang.

3. Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu.

4. Untuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.

5. Untuk mengukur produktifitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri.

6. Untuk mengukur produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal sendiri.

7. Dan tujuan lainnya.

(10)

Sementara itu, manfaat yang diperoleh adalah untuk:

1. Mengetahui besarnya tingkat laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode.

2. Mengetahui posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang.

3. Mengetahui perkembangan laba dari waktu ke waktu.

4. Mengetahui perkembangan laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.

5. Mengetahui profuktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri.

6. Manfaat lainnya.

Berdasarkan teori-teori diatas, penulis menyimpulkan pengertian rentabilitas adalah suatu alat untuk mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan laba dengan membandingkan laba dengan aktiva atau modal dalam periode tertentu. Rentabilitas juga menunjukkan bagaimana manajemen perusahaan mempertanggung jawabkan modal yang diserahkan pemilik modal kepadanya, hal itu ditunjukkan dengan berapa besarnya deviden.

2.2.3. Pendapatan Bank

Labaataupendapatanbersih bank menurutSudirman (2013:151)

“merupakanjumlahpenghasilan yang didapatoleh bank karena bank sebagaibadanusaha.

Pendapatanbersihdapatdipakaiuntukmenambah modal bank disamping juga untukdibagikankepadapemegangsaham yang disebutdeviden.

(11)

Setiap bank berusahameningkatkanlabaataukeuntungannyadenganmenempuhcara (Sudirman, 2013:156), sebagaiberikut:

1. Meningkatkan pendapatan bank dengan cara meningkatkan jumlah aktiva produktif seperti kredit, penanaman dana penempatan dana disbanding dengan bentuk aktiva lainnya seperti rupa-rupa aktiva, aktiva tetap, dan inventaris. Dengan tingginya aktiva produktif dibalik aktiva lain yang non- produktif relatif rendah akan terbentuk pendapatan bank yang tinggi sehinggarentabilitas menjadi tinggi atau sebaliknya.

2. Pendapatan bank yang tinggi dengan biaya operasional yang rendah akan meningkatkan rentabilitas atau sebaliknya.

3. Meningkatkan kualitas aktiva produktif sehingga meningkatkan pendapatan bank yang akhirnya meningkatkan rentabilitas atau sebaliknya.

2.2.4. Harta (Asset)

MenurutHery (2012:112) Dalamneraca,

aktivadapatdiklasifikasimenjadilancardantidaklancar.

1. Aktiva Lancaradalah kas dan aktiva lainnya yang diharapkan akan dapat dikonversi menjadi kas, dijual, atau dikonsumsi dalam satu siklus operasi normal perusahaan, tergantung mana yang paling lama.

2. Aktiva tidak lancar adalah aktiva yang tidak memenuhi definisi aktiva lancar. Aktiva tidak lancar mencakup berbagai pos, yaitu investasi jangka panjang (yang sering disebut investasi saja), aktiva tetap, aktiva tidak berwujud, dan aktiva tidak lancar lainnya.

(12)

2.3. Konsep Dasar Perhitungan

Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan dua cara untuk mengolah data yakni, pertama penulis menggunakan metode perhitungan statistika deskriptif, analisa korelasi dan regresi linear. Kemudian, yang terakhir menggunakan paket program statistik, SPSS. Berikut adalah konstelasi masalah antara satu variabel independent (bebas) dengan satu variabel dependent (terikat):

(R)

(Gambar II.1. Konstelasi Masalah) Keterangan: X = Variabel Independent (bebas)

Y = Variabel Dependent (terikat) R = Determinasi

2.3.1. Hipotesis

Menurut Muhidindan Abdurrahman (2007:98) Hipotesis (hypothesis) berasal dari bahasa Yunani, Hupo = Sementara; dan Thesis = pernyataan/dugaan.

Oleh karena merupakan pernyataan sementara, maka hipotesis harus diuji kebenarannya. Hipotesis dibedakan menjadi dua, yaitu hipotesis penelitian (research hypothesis) dab hipotesis statistik (Statistical hypothesis). Hipotesis penelitian, sifatnya proposional (verbal), karena itu hipotesis penelitian tidak bisa diuji secara empirikal. Agar hipotesis penelitian ini bisa diuji atau ditindaklanjuto secara operasional, maka harus diterjemahkan dulu ke dalam statistical hypothesis. Dengan demikian hipotesis statistik merupakan terjemahan operasional dari hipotesis penelitian.

Y

X

(13)

Kriteria menterjemahkan dugaan penelitian (hipotesis penelitian) ke dalam hipotesis statistik adalah dalam bentuk H dan H . Yang mencerminkan dugaan penelitian (harapan penelitian) adalah H kecuali apabila dugaan penelitian yang mengisyaratka tanda sama dengan (=), maka dugaan penelitian dicerminkan oleh H . Adapun yang diuji adalah hipotesis nol (H ) , dan selama data belum ada

maka H yang benar. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa H dan H ini bersifat komplementer, artinya apa yang ada dalam H tidak terdapat dalam H , dan sebaliknya. Dalam bentuk notasi bisa dtuliskan: P( ) = P( ).

2.3.2.Koefisien Korelasi

Menurut Sujarweni (2015:149) Korelasi merupakan salah satu statistik infarensi yang akan menguji apakah dua variabel atau lebih yang ada mempunyai hubungan atau tidak.

Uji korelasi bertujuan untuk menguji hubungan antara dua variabel dapat dilihat dengan tingkat signifikan, jika ada hubungannya maka akan dicari seberapa kuat hubungan tersebut. Keeratan hubungan ini dinyatakan dalam bentuk koefisien korelasi.

Tingkat signifikan ini digunakan untuk menyatakan apakah dua variabel mempunyai hubungan dengan syarat sebagai berikut:

Jika sig > 0,05 maka Ho diterima artinya tidak terdapat hubungan Jika sig < 0,05 maka Ho ditolak artinya terdapat hubungan

Nilai koefisien korelasi merupakan nilai yang digunakan untuk mengukur kekuatan suatu hubungan antar variabel. Koefisien korelasi memiliki nilai antara

(14)

(-1) hingga (+1). Sifat nilai korelasi antara plus (+) atau minus (-). Makna sifat korelasi:

a. Korelasi positif (+) berarti bahwa jika variabel x1 mengalami kenaikan maka variabel x2 juga akan mengalami kenaikan, begitu sebaliknya.

b. Korelasi negatif (-) berarti bahwa jika variabel x1 mengalami penurunan maka variabel x2 akan mengalami kenaikan, begitu sebaliknya.

Sifat korelasi akan menentukan arah dari korelasi. Keeratan korelasi dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a. 0,00 sampai 0,20 berarti korelasi memiliki keeratan sangat lemah b. 0,21 sampai 0,40 berarti korelasi memiliki keeratan lemah

c. 0,41 sampai 0,70 berarti korelasi memiliki keeratan kuat

d. 0,71 sampai 0,90 berarti korelasi memiliki keeratan sangat kuat e. 0,91 sampai 0,99 berarti korelasi memilki keeratan kuat sekali f. 1 berarti korelasi sempurna

Sedangkanmenurut Riana (2012:309), derajathubunganantaravariabel-

variabeldikenaldengananalisakorelasi.Ukuran yang

digunakanuntukmengetahuiderajathubungan, terutamauntuk data kuantitatif yangdisebutkoefisienkorelasi.

Persamaankoefisienkorelasi (r) ditetukansebagaiberikut :

= "∑ $) − "∑ )"∑ $)

&{ "∑ () − "∑ )(} { "∑ $() − "∑ $)(}

Bila r mendekati +1 dan -1 makaterjadikorelasitinggidanterjadihubungan linier yang sempurnaantara X dan Y, bila r mendekati 0 hubunganliniernyasangatlemahatautidakada.

(15)

2.3.3. KoefisienDeterminasi

Menurut Riana (2012:310),

untukmengukurtingkatkecocokanataukesempurnaan model regresidisebutkoefisiendeterminasi (r2)

Persamaankoefisiendeterminasiadalahsebagaiberikut :

(× 100%

Misal r2 = 0,90 artinyanilaidugaregresi yang diperolehmemenuhi model yang kitahendakiatau 90% nilai Y besarnyaditentukanolehnilai-nilaivariabel X yang dimasukkandalam model, sedangkan 10% lagiditentukanolehvariabel lain atau di luar model.

2.3.4. PersamaanRegresi

Menurut Riana (2012:297),

persamaanregresidibentukuntukmenerangkanpolahubunganvariabel-variabel.

Variabel yang didugadisebutvariabelterikatbisadinyatakandenganvariabel Y.

Variabel yang menerangkanperubahanvariabelterikatdisebutvariabelbebas, bisadinyatakandenganvariabel X.

SedangkanmenurutMuhidindan Abdurrahman (2007:188) regresisederhana, bertujuanuntukmempelajarihubunganantaraduavariabel.

Model regresisederhanaadalahy = a + bx, dimana, y adalahvariabeltakbebas (terikat), X adalahvariabelbebas, adalahpendugabagiintersap(a), b adalahpendugabagikoefisienregresi (ß), dana , ß

adalah parameter yang

nilainyatidakdiketahuisehinggadidugamenggunakanstatistiksampel.

(16)

Rumus yang dapatdigunakanuntukmencariadanbadalah:

= ∑ $

− +∑ , b =-."/ 01)2 /0 /1

-./0²2"/0)²

Referensi

Dokumen terkait

Percobaan gerak linier, tumbukan dua dimensi, dan gerak getaran teredam yang dilakukan di atas landasan udara tersebut direkam menggunakan kamera smartphone dan

Pada saat pergi baralek tamu yang dipanggia datang membawa barang bawaan berupa bungkuhan yang diisi dengan boreh puluik (beras ketan) 1 liter dan boreh sorai

The Boneh-Boyen basic scheme uses a shared secret that can be calculated by both the sender and receiver of a message to encrypt a plaintext message; the sender of the

Hasil penelitian : Sebagian besar responden atau sebanyak 56 orang (90,3%) kompensasi perawat termasuk dalam klasifikasi sedang dan Kepuasan Kerja Perawat dalam kategori baik

Berikut adalah persentase penduduk usia 15 tahun ke atas menurut ijazah tertinggi yang dimiliki dan banyaknya jumlah sekolah, guru dan murid di Kabupaten

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar matematika materi pecahan setelah

162 Hubungan antara Tingkat Aktivitas Fisik dan Siklus Menstruasi pada.. Remaja di SMA Warga

Evaluasi dilakukan dengan cara melakukan rekapitulasi terhadap hasil pemantauan daerah keja yang meliputi, data pengukuran paparan radiasi, data tingkat kontaminasi