• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Om Swastyastu,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KATA PENGANTAR. Om Swastyastu,"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

i

KATA PENGANTAR

Om Swastyastu,

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena berkat rahmat dan karuniaNya maka Renstra Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar dapat tersusun.

Penyusunan Renstra Dinas Sosial Kota Denpasar Tahun 2016 – 2021 berpedoman kepada Rencana Pembagunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Denpasar tahun 2016 – 2021. Sebagai sebuah dokumen perencanaan disusun dari hasil pengumpulan dan komplikasi data serta masukan dari para pejabat dan seluruh staf pada Dinas Sosial dalam upaya untuk memenuhi kewajiban sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan Pembangunan Nasional dan Peratur an Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan tata cara Penyusu nan, Pengendalian dan Evaluasi Hasil Pelaksanaan Rencana Pembagunan Daerah.

Dokumen ini diharapkan dapat memberikan kontribusi , memperoleh kesepakatan dan dukungan dari instansi terkait, eksekutif, legislatif dan pemangku kepentingan serta peran aktif masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan sosial guna terwujudnya sinkronisasi.

Kami menyadari bahwa Renstra Dinas Sosial masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saran, masukan dan kritik dari para pembaca sangat diharapakan demi penyempurnaan ke depan.

Kepada semua pihak yang terlibat dan membantu penyusunan Renstra ini kami ucapkan terima kasih.

Denpasar, 2016 Plt. Kepala Dinas Sosial

Kota Denpasar

Drs. I Ketut Likub, M.Si Pembina Tk.I

NIP. 19601231 199103 1 101

(2)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii KEPUTUSAN KEPALA DINAS SOSIAL KOTA DENPASAR NOMOR : TENTANG RENCANA STRATEGIS DINAS SOSIAL TAHUN 2016 – 2021 ... iv BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ...

1.2 Maksud dan Tujuan ...

1.3 Landasan Hukum ...

1.4 Hubungan Renstra Dinas Sosial Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya 1.5 Sistematika ...

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS SOSIAL KOTA DENPASAR ...

2.1 Struktur Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi ...

2.2 Permasalahan ...

BAB III ISU STRATEGIS ...

3.1 Isu Strategis ...

3.2 Analisis Internal dan eksternal ...

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGIS DAN ARAH

KEBIJAKAN ...

4.1 Visi ...

4.2 Misi ...

4.3 Tujuan ...

4.4 Sasaran ...

4.5 Strategi ...

4.6 Arah Kebijakan ...

BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR

KINERJA DAN PENDANAAN INDIKATIF

5.1 Rencana Program ...

5.2 Kegiatan ...

5.3 Indikator Kinerja ...

5.4 Matriks Rencana Program, Kegiatan, Indikator dan Pagu Indikatif ...

(3)

iii

BAB VI INDIKATOR KINERJA DINAS SOSIAL YANG MENGACU KEPADA

TUJUAN DAN

SASARAN RPJMD 2016 – 2021 ...

6.1 Indikator Kinerja Utama ...

6.2 Matriks Rencana Strategis Dinas Sosial Kota Denpasar ...

BAB VII PENUTUP ...

LAMPIRAN :

- Target Program / Kegiatan Dinas Sosial Kota Denpasar yang Mengacu pada Tujuan dan sasaran RPJMD Kota Denpasar Tahun 2016 - 2021

(4)

iv

KEPALA DINAS SOSIAL KOTA DENPASAR

K EP UTUS AN KEPALA DINAS SOSIAL KOTA DENPASAR NOMO R :

TENTANG

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS SOSIAL KOTA DENPASAR TAHUN 2016 – 2021

KEPALA DINAS SOSIAL KOTA DENPASAR

Menimbang : a. Bahwa terwujudnya Pemerintahan yang bersih, berwibawa dan bertanggung jawab adalah merupakan tuntutan bagi terselenggaranya manajemen Pemerintahan dan Pembangunan yang berdaya guna, berhasil guna dan bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)

b. bahwa dalam rangka mencapai tujuan Pembangunan di bidang sosial Kota Denpasar sesuai dengan Undang- undang No. 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan Pembangunan Nasional Perlu ditetapkan rencana strategis Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar Periode 2016 – 2021.

c. Bahwa Rencana Strategik sebagaimana yang dimaksusd pada huruf b telah disusun sebagai suatu dokumen perencanaan indikatif yang memuat laporan program pembangunan sosial yang akan dilaksanakan sebagai arah dan pedoman dalam menjawab berbagai isu strategis di bidang Sosial 5 (lima) tahun kedepan perlu ditetapkan dengan suatu keputusan kepala Dinas Sosial Kota Denpasar.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 1 tahun 1992 tentang pembentukan Kota madya Dati II Denpasar (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 No. 9 tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 3465)

(5)

v

2. Undang-undang Nomor 25 tahun 2000 tentang sistem Perencanaan Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun Nomor 104, Tambahan Lembaran negara Republik Indonesia Nomor 4421)

3. Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5857) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

4. Undang-undang Nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 Nomor : 12, Tambahan lembaran Negara negara Republik Indonesia No. 4967)

5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M. PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintahan.

7. Peraturan Walikota Denpasar Nomor 5 tahun 2016 tentang RPJMD Kota Denpasar tahun 2016 – 2021 8. Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 45 tahun 2014

tentang Organisasi dan tata kerja Dinas Daerah Kota Denpasar (Lembaran daerah Kota Denpasar tahun 2014 Nomor 45)

(6)

vi Menetapkan :

PERTAMA : Menetapkan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Sosial Kota Denpasar tahun 2016 – 2021 sebagaimana terlampir dalam keputusan ini.

KEDUA : Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Sosial Kota Depasar sebagaimana tersebut dalam Diktum Pertama ini dipergunakan sebagai acuan dan pedoman pelaksanaan Pembangunan Bidang Sosial dan Ketenagakerjaan baik program tahunan maupun lima tahun.

KETIGA : Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Sosial Kota Denpasar tahun 2016 – 2021 merupakan bagian integral dan tidak terpisahkan dari Renstra pemerintah Kota Denpasar.

KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Denpasar Pada Tanggal

PLT. KEPALA DINAS SOSIAL KOTA DENPASAR,

Drs. I Ketut Likub, M.Si Pembina Tk.I

NIP. 19601231 199103 1 101

KEPUTUSANini dismpaikan kepada Yth ;

1. Walikota Denpasar di Denpasar (Sebagai Laporan) 2. Kepala Dinas Sosial Propinsi Bali Di Denpasar

3. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Propinsi Bali di Denpasar.

4. Ketua DPRD Kota Denpasar di Denpasar 5. Kepala BPPEDA Kota Denpasar di Denpasar

6. Kepala bagian Keuangan Setda Kota Denpasar di Denpasar.

7. Kepala bagian Organisasi Setda Kota Denpasar di Denpasar 8. Arsip.

(7)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pengembangan bidang sosial merupakan bagian pembangunan nasional memegang peranan sangat penting dalam mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya dan masyrakat seluruhnya. Oleh karena itu pembangunan bidang sosial, diarahkan untuk memberikan kontribusi yang nyata dan terukur dalam meningkatkan, kesejahteraan bagi masyarakat yang kurang beruntung dan rentan atau yang disebut Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Seiring dengan kemajuan pembangunan bidang sosial yang telah dicapai dalam waktu 5 tahun terakhir : 2010 – 2015 masih diwarnai permasalahan yaitu, masih terbatasnya jangkauan pelayanan kesejahteraan sosial bagi PMKS, belum optimalnya peran masyarakat melalui duni usaha, orsos dalam penyelenggaraan pelayanan kesejahteraan sosial. Hal tersebut diakibatkan tidak hanya keterbatasan SDM, sarana dan prasarana, dana dan data yang mendukung namun juga krisis ekonomi dan multi dimensi yang ikut berpengaruh terhadap keberhasilan capaian kinerja pembangunan bidang sosial. Apabila hal tersebut tidak dapat diatasi dengan cepat a kan menjadi beban bagi pemerintah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan sosial.

Dinas Sosial Kota Denpasar yang merupakan salah satu perangkat daerah yang mempunyai tugas dan fungsi membantu Walikota dalam penyelenggaraan pembangunan di bidang sosial diwajibkan menyusun Rencana strategik Tahun 2016 – 2021.

Rencana strategis Dinas Sosial Kota Denpasar merupakan penjabaran lebih lanjut dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Derah (RPJMD) pemerintah Kota Denpasar tahun 2016 – 2021. Rencana strategis Dinas Sosial Kota Denpasar tahun 2016 – 2021 merupakan dokumen yang menjadi acuan bagi penyusunan kegiatan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan Dinas Sosial Kota Denpasar dalam jangka waktu lima tahun mendatang dan di samping itu merupakan tolak ukur penilaian kinerja Kepala Dinas yang berfungsi untuk menyatukan pandangan dan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat Kota Denpasar dalam melaksanakan pembangunan bidang sosial.

(8)

2 1.2 Maksud dan Tujuan Renstra

Maksud penyusunan Renstra Dinas Sosial Kota Denpasar tahun 2016 – 2021 adalah :

1. Sebagai acuan dalam penyusunan program kegiatan tahunan bidang sosial selama 5 tahun dari tahun 2016 – 2021

2. Sebagai alat ukur kinerja dinas dalam melakukan evaluasi kinerja tahunan

3. Menggambarkan tentang kondisi sosial secara umum sekaligus memahami arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam mewujudkan visi dan misi Kota Denpasar.

Tujuan Renstra Dinas Sosial Kota Denpasar adalah :

1. Mengefektifkan proses pemerintahan yang baik melalui pemanfaatan sumber daya publik yang berdampak pada percepatan proses perubahan sosial bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat atau terarahnya proses pengembangan ekonomi dan kemampuan masyarakat dan te rcapainya tujuan pelayanan publik.

2. Untuk memudahkan seluruh jajaran Dinas Sosial Kota Denpasar dalam mencapai tujuan dengan cara menyusun program dan kegiatan secara terpadu, terarah dan teratur.

3. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, p enganggaran, pelaksanaan dan pengawasan.

4. Penjabaran Visi, Misi dan Program kegiatan dan mampu merealisasikan visi, misi dan program yang sudah ditetapkan dalam Renstra 2016 – 2021.

5. Memberikan arah bagi pelaksanaan Pembangunan Bidang Sosial selama 5 (lima) tahun.

1.3 Landasan Hukum

Landasan hukum penyusunan Renstra Dinas Sosial Kota Denpasar tahun 2016 – 2021 disusun berdasarkan peraturan perundang-undangan sebagai berikut :

1. Undang-undang Nomor 1 tahun 1992 tentang Pembentukan Kota Madya Daerah Tingkat II Denpasar (Lembaran Negara Republik Indonesia

(9)

3

Tahun 1992 Nomor 9, Lembaran-lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3465).

2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 1997 tentang Penyandang cacat.

3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 1998 tentang Lanjut Usia.

4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

5. Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara

6. Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4421)

7. Undang-undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.

8. Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5857) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang - Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

9. Undang-undang nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antar Pemertintah Pusat dan daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 126, Lembaran-lembaranNegara Indonesia Nomor 4438)

10. Undang-undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 – 2025.

11. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2010 tentang rencana Pembangunan jangka Menengah Nasional tahun 2010 – 2014.

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

(10)

4

13. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M- PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penerapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah.

14. Peraturan Walikota Denpasar Nomor 5 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menegah daerah Kota Denpasar tahun 2016 – 2021

15. Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

16. Peraturan Walikota Denpasar Nomor 34 tahun 2008 tentang Uraian Tugas jabatan pada Organisasi Lembaga Teknis daerah.

(11)

5

1.4 Hubungan Renstra SKPD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

Keterkaitan Rencana Strategis Dinas Sosial, Kota Denpasar dengan dokumen perencanaan lainnya mengacu pada Undang -undang Nomor 25 tahun 2008 tentang sistem Perencanaan Pembangunan nasional dan Undang- undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Renstra Dinas Sosial Kota Denpasar merupakan Penjabaran Visi Misi dan program kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada RPJMD Kota Denpasar tahun 2016 – 2021 yang memuat arah kebijakan, strategis dan organisasi satuan kerja perangkat daerah.

Keterkaitan Renstra SKPD dengan dokumen perencanaa n lainnya ditunjukan dalam gambar dibawah ini.

Gambar. Hubungan Renstra Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya.

RPJP NASIONAL RPJPM NASIONAL

RPJP PROPINSI RPJPMPROPINSI

RPJP KOTA RPJMD KOTA RKPD KOTA RAPBD

KOTA

APBD

RENSTRA SKPD

RENJA SKPD

RKA SKPD

RINCIAN APBD

(12)

6 1.5 Sistematika

Sistematika penyusunana Renstra Dinas Sosial Kota Denpasar tahun 2016 – 2021 sebagai berikut :

BAB I : Pendahuluan Memuat latar belakang, maksud dan tujuan Penyusunan Renstra, Landasan Hukum, Hubungan Renstra SKPD dengan Dokumken Perencanaan Lainnya serta Sistematika.

BAB II : gambar pelayanan SKPD memuat struktur organisasi, tugas pokok, dan fungsi Dinas Sosial Kota Denpasar, capaian Kinerja dan Permasalahan.

BAB III : Isu Strategis. Menguaraikan isu strategis yang sesuai dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi SKPD dan analisis internal dan eksternal.

BAB IV : Visi, Misi, tujuan dan sasaran Strategis dan Arah Kebijakan. Memuat Visi, Misi, tujuan dan sasaran strategis dan arah kebijakan Dinas Sosial Kota Denpasar dalam kurun waktu tahun 2016 – 2021

BAB V : Rencana, Program, Kegiatan , Indikator Kinerja dan Pendanaan. Indikatif memuat mengenai program, kegiatan, indikator kinerja, pagu indikatif Dinas Sosial Kota Denpasar.

BAB VI : Indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD. Memuat indikator kinerja utama Dinas Sosial Kota Denpasar yang dicapai dalam lima tahun sesuai tupoksi SKPD dan matriks Rencana Strategis Dinas Tenaga Sosial kota Denpasar tahun 2016 – 2021.

(13)

7 BAB II

GAMBARAN PELAYANAN SKPD 2.1 Struktur Organisasi, tugas Pokok dan Fungsi SKPD 2.1.1 Struktur Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi

Struktur organisasi,, tugas pokok dan Fungsi Dinas Sosial Kota Denpasar dibentuk berdasarkan Perda Kota Denpasar Nomor 7 Tahun 2008 tanggal 24 Desember 2008. Struktur Organisasi Dinas Sosial Kota Denpasar terdiri dari Kepala Dinas, Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala Seksi, kepala Sub -bagian dan kelompok jabatan fungsional. Secara rinci Struktur Organisasi Dinas Sosial Kota Denpasar diuraikan sebagai berikut :

1. Sekretaris terdiri atas :

a. Sub. Bagian Kepegawaian b. Sub. Bagian Umum c. Sub. Bagian Keuangan

2. Bidang Bina Program terdiri dari : a. Seksi Perencanaan

b. Seksi Data dan Informasi c. Seksi Evaluasi dan Pelaporan

3. Bidang Perlindungan Dan Jaminan Sosial terdiri Dari a. Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana

b. Seksi Pengelolaan Sumber Dana Sosial c. Seksi Jaminan Sosial Keluarga

4. Bidang Bidang Pemberdayaan Sosial Dan Penanganan Fakir Miskin a. Seksi Penanganan Fakir Miskin

b. Seksi Pemberdayaan Sosial Perorangan, Keluarga Dan Kelmbagaan Masyarakat

c. Seksi Karang Taruna, Kepahlawanan, Keperintisan Dan Kesetiakawanan Sosial

5. Bidang Rehabilitasi Sosial terdiri dari :

a. Seksi Rehabilitasi Sosial Anak Dan Lanjut Usia b. Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas

c. Seksi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Dan Korban Perdagangan Orang 6. Kelompok jabatan Fungsional

(14)

8

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS SOSIAL KOTA DENPASAR

KEPALA BIDANG PERLINDUNGAN DAN

JAMINAN SOSIAL

KEPALA DINAS

KEPALA BIDANG PEMBERDAYAAN SOSIAL DAN

PENANGANAN FAKIR MISKIN

KEPALA SEKSI PERLINDUNGAN SOSIAL

KORBAN BENCANA

KEPALA SEKSI PENGELOLAAN SUMBER

DANA SOSIAL

KEPALA SEKSI JAMINAN SOSIAL

KELUARGA

KEPALA BIDANG REHABILITASI SOSIAL

KEPALA SEKSI REHABILITASI SOSIAL ANAK

DAN LANJUT USIA

KEPALA SEKSI REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISAB ILITAS

KEPALA SEKSI REHABILITASI SOSIAL TUNA

SOSIAL DAN KORBAN PERDAGANGAN ORANG KEPALA SEKSI PENANGANAN

FAKIR MISKIN

KEPALA SEKSI PEMBERDAYAAN SOSIAL PERORANGAN, KELUARGA DAN KELMBAGAAN

MASYARAKAT

KEPALA SEKSI KARANG TARUNA, KEPAHLAWANAN,

KEPERINTISAN DAN KESETIAKAWANAN SOSIAL

SEKRETARIS

KASUBAG UMUM KASUBAG KEUANGAN

UNIT PELAYANAN TERPADU (UPTD)

KASUBAG KEPEGAWAIAN

KEPALA BIDANG BINA PROGRAM

KEPALA SEKSI PERENCANAAN

KEPALA SEKSI DATA DAN IMFORMASI

KEPALA SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN

(15)

10 1.2 Tugas Pokok dan Fungsi

Dinas Sosial Kota Denpasar mempunyai Tugas Pokok yaitu membantu Walikota dalam melaksanakan kewenangan otonomi daerah di bidang sosial

Dalam pelaksanaan kewenangan otonomi daerah tersebut Dinas Sosial Kota Denpasar mempunyai funsi :

1. Perumusan kebijakan teknis di bidang sosial.

2. Pemberian ijin di bidang sosial.

3. Memberikan pelayanan umum kepada masyarakat di bidang sosial 2.2 Permasalahan

2.2.1 Permasalahan di Bidang Kesejahteraan Sosial

Adapun permasalahan peningkatan kesejahteraan sosial dan peningkatan peran pelaku pembangunan kesejahteraan sosial dari unsur -unsur masyarakat, organisasi sosial, dunia usaha dalam pelayanan kesejahteraan sosial adalah :

a. Jangkaun, mutu dan akses pelayanan sosial dasar masih kurang merata di seluruh wilayah

b. Sistem jaminan sosial masyarakat yang berkelanjutan belum berkembang maksimal

c. Perlunya peningkatan jangkauan, mutu dan akses pelayanan sosial dasar dan jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiu n, jaminan hari tua, dan santunan kematian terutama jaminan bagi penyandang cacat permanen dan lanjut usia.

d. Sistem jaminan sosial masyarakat yang berkelanjutan belum berkembang maksimal.

e. Kerjasama pemerintah, swasta dan masyarakat dalam memberdayakan kelompok penyandang masalah kesejahteraan sosial masyarakat belum efektif.

f. Pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) masih belum optimal.

g. Pola-pola penanganan dan pelayanan sosial penduduk lanjut usia, belum didukung prasarana yang mencukupi dan berkualitas, serta dengan mendorong kemandirian dan memberikan peluang bagi masyarakat untuk berperan nyata dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial belum berjalan seperti yang diharapkan.

h. Rendahnya kepercayaan diri, harga diri yang dirasakan oleh para penyandang cacat.

(16)

11

i. Minimnya keterampilan serta pendidikan yang memiliki oleh para penyandang cacat sehingga sulit untuk mendapatkan pekerjaan guna menambah penghasilan ekonominya.

j. Sampai saat ini Dinas Sosial Denpasar belum memiliki tempat tetap untuk penampungan/pembinaan bagi para tuna susila.

k. Kurangnya partisipasi masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam penanggulangan dan pencegahan tuna susila di Kota Denpasar khususnya masalah gepeng terbukti masih banyak masyarakat Kota Denpasar yang selalu memberi sesuatu kepada gepeng.

l. Kurangnya perhatian dan pembinaan dari pemerintah asal gepeng maupun WTS sehingga mereka berprofesi sebagai gepeng maupun WTS.

(17)

12 BAB III ISU STRATEGIS 3.1 Isu strategis

3.1.1 Isu Strategis Bidang Kesejahteraan Sosial

Isu Strategis yang terkait dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pada bidang sosial antara lain :

1. Peningkatan perlindungan sosial bagi pengembangan pemenuhan hak dasar dan lingkungan yang inklusif bagi kelompok masyarakat marjinal yang menghadapi risiko. Kelompok ini terdiri dari penyandang disabilitas, lanjut usia, masyarakat adat, fakir miskin, dan kelompok marjinal lainnya seperti masyarakat adat, orang dengan HIV AIDS (ODHA), manta narapidana, tuna susila, serta korban kekerasan, eksploitasi dan NAPZA. Risiko dan kerentanan juga dihadapi kelompok masyarakat marjinal usia produktif dan penyandang disabilitas.

2. Perluasan cakupan perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu 3. Asistensi sosial temporer berbasis individu, kelompok ataupun institu si

yang tertata bagi kelompok marjinal, penduduk korban bencana alam, bencana sosial, dan guncangan ekonomi yang mendudkung produktivitas kerja

4. Pendampingan dan pelayanan sosial bagi penduduk kurang mampu dan rentan, melalui rehabilitasi berbasis komunitas .

5. Akreditasi lembaga kesejahteraan sosial, serta srtifikasi dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) kesejahteraan sosial.

6. Peningkatan penduduk kurang mampu dan rentan yang masuk dalam cakupan skema jaminan kesehatan nasional, baik melalui subsi di pemerintah pusat dan daerah, maupun kepesertaan mandiri.

3.2 Analisis Internal dan Eksternal

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya Dinas Sosial Kota Denpasar melakukan analisa faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal dengan analisis SWOT ;

1. Faktor Lingkungan Internal a. Kekuatan

1. Adanya Kelembagaan Dinas

Berdasarkan Perda Nomor 7 tahun 2008, pembentukan dinas Sosial Kota Denpasar.

(18)

13

2. Adanya peraturan perundang-undangan di bidang sosial.

Tersedianya SDM Aparatur yang cukup dengan komposisi latar belakang jenjang pendidikan dan disiplin ilmu. Kulaitas SDM Aparatur dan berdedikasi tinggi sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas pembangunan khususnya di bidang sosial.

3. Tersedianya sarana dan prasaran yang memadai 4. Tersedianya sumber dana

Dalam pelaksanaan pembangunan bidang sosial telah didukung anggaran yang bersumber dari APBD dan APBN.

b. Kelemahan

1. Kurang memadainya kualitas dan wawasan SDM dalam memberikan pelayanan

2. Kualitas sarana dan prasarana pelayanan bidang sosial belum memadai.

3. Ketersediaan data pendukung untuk penyusunan rencana pembangunan sosial.

2. Faktor Lingkungan Eksternal a. Peluang

1. Berkembangnya sektor perdagangan jasa, restoran serta industri yang mampu menyerap tenaga kerja.

2. Adanya lembaga pelatihan swasta sebagai pencetak tenaga kerja trampil.

3. Adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan sosial.

4. Perubahan lingkungan global yang menyebabkan munculnya kecenderungan menyatukan bangsa-bangsa ke dalam suatu kesatuan berdasarkan kepentingan dan kesepahaman seperti meningkatkan kesadaran akan demokratisasi , desentralisasi, HAM, penanggulangan kemiskinan, kesempatan kerja dan permasalahan lainnya.

5. Adanya peran aktif masyarakat, lembaga sosial swasta dan pemerintah dalam pembangunan sosial.

6. Adanya kerja sama antar daerah, propinsi dan kabupaten / Kota b. Tantangan

(19)

14

1. Terbatasnya pengetahuan dan keterampilan PMKS serta pemahaman keluarga dan masyarakat.

2. Jumlah penyandang masalah Kesejahteraan Sosial yang cenderung meningkat setiap tahunnya.

3. Keterbatasan sumber danah pemerintah Kota Denpasar untuk mendukung seluruh program pembangunan sosial.

(20)

15 BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

4.1 Visi

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya Dinas Sosial Kota Denpasar, melalui Visi Kota Denpasar :”DENPASAR KREATIF

BERWAWASAN BUDAYA DALAM KESEIMBANGAN MENUJU

KEHARMONISAN”.

Visi ini dimaksudkan bahwa pembangunan bidang sosial yang telah, sedang dan yang akan dilakukan pemerintah dan masyarakat ditujukan untuk mewujudkan suatu kondisi masyarakat baik itu kesejahteraan sosial sehingga mampu menciptakan tenaga kerja yang produktif, berdaya saing, mandiri s erta mewujudkan kemandirian penyandang Masalah Kesejahteraan sosial (PMKS).

4.2 Misi

Untuk mewujudkan visi tersebut maka arah, tujuan dan program yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial maka ditetapkan Misi Kota Denpasar sebagai berikut :

1. Penguatan jati diri masyarakat Kota Denpasar berlandaskan kebudayaan Bali.

2. Pemberdayaan pelayanan masyarakat Kota Denpasar berlandaskan kearifan lokal .

3. Peningkatan pelayanan public melalui tata kelola kepemimpinan yang baik (good govermance) berdasarkan penegakan supremasi hokum(Law enforcement).

4. Peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat kota Denpasar dengan bertumpu pada ekonomi kerakyatan.

5. Penguatan keseimbangan pembangunan pada berbagai dimensi dan skalanya berlandaskan Tri Hita Karana.

(21)

16 3.3 PADMAKSARA

Untuk mewujudkan Misi tersebut maka arah, tujuan dan program yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial maka ditetapkan Padmaksara Dinas Sosial Kota Denpasar sebagai berikut:

1. Mewujudkan Tata Kelola Kepemerintahan yang Baik (Good Govermence) Menuju Kota Cerdas (Smart City).

2. Mengembangkan dan memperkuat Kelembagaan Pelatihan SDM dan Sistem Ekonomi Kerakyatan menuju Kota Kompeten.

3. Mewujudkan Penegakan supremasi Hukum (Law Enforcement) Dalam Tata Kelola Pemerintahan.

4. Menguatkan Jati Diri Masyarakat Denpasar Berdasarkan Kebudayaan Bali.

5. Mengupayakan Potensi Pemerintah Kota Denpasar untuk Memberdayaka Masyarakat Berdasarkan Kearifan Lokal Menuju Heritage City

6. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat (Welfare S cociety) menuju Kebahagiaan.

7. Membangun Partisipasi Masyarakat Sebagai Agen Perubahab ( Agent of Change) dengan Human Capital dan Social Capital

8. Mengembangkan Ekonomi Kreatif

3.4 Program Prioritas

Untuk mewujudkan Padmaksara tersebut maka arah, tujuan dan program yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial maka ditetapkan Program Proritas Dinas Sosial Kota Denpasar sebagai berikut:

1. Membangun tata kelola pemerintah yang bersih efektif, demokratis dan terpercaya (1).

2. Melanjutkan Reformasi Birokrasi guna meningkatkan kepercayaan publik(2)

3. Memperbaiki iklim ketenagakerjaan, antara lain dengan sertifikasi ketenagakerjaan(8)

4. Mengembangkan kopetensi SDM pemerintah (12).

5. Meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan budaya(15).

6. Mewujudkan pelayanan prima berlandaskan sewaka Dharma (20).

7. Meningkatkan aksesibilitas, kapasitas, dan kualitas pendidikan(21) 8. Meningkatkan pelayanan bagi penyandang disabilitas(23).

(22)

17

9. Meningkatkan penanganan kemiskinan secara terpadu(24).

10. Membangun Sewaka Yasa Kerti (sistem analisis data dan Informasi untuk mewujudkan rasa aman, nyaman, tentram, dan damai (Denpasar Sutrepti)(27).

11. Membuka peluang usaha baru pada bidang ekonomi kreatif(32) 12. Membangun Yowana Mandala(33).

4.5 Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dalam pembangunan bidang sosial adalah : 1. Meningkatnya pelayanan publik melalui tata kelola pemerintahan yang

baik (good governance) berdasarkan penegakan supremasi hukum (law enforcement) untuk mewujudkan keadilan melalui terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa, terciptanya ketentraman dan ketertiban masyarakat, meningkatnya potensi sumber pendapatan daerah, meningkatnya akses, pemerataan demokrasi dan kualitas pendidikan, meningkatnya akses dan pelayan kesehatan, meningkatnya kualitas hidup dan peran perempuan dalam perlindungan dan kesejahteraan anak, meningkatnya perlindungan dan kesejahteraan sosial, penanggulangan kemiskinan, kependudukan, keluarga berencana, dan olahra ga, pencegahan dan penanggulangan bencana, meningkatnya sarana dan prasarana dasar perekonomian, meningkatnya sarana perhubungan dan berkembangnya perumahan rakyat layak huni.

2. Meningkatnya ketahanan ekonomi masyarakat Kota Denpasar dengan bertumpu pada ekonomi kerakyatan untuk mewujudkan kemakmuran melalui berdayakan kemakmuran melalui berdayanya koperasi, usaha mikro dan menengah, terkelolanya pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, serta meningkatnya daya saing daerah, iklim investasi, perdagangan dalam negeri dan ekspor.

4.6 Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai dalam lima tahun mendatang antara lain : 1. Terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance)

menuju kota cerdas (Smart City).

2. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat (welfare so ciety) menuju kebahagiaan.

3. Berkembangnya dan menguatnya kelembagaan pelatihan SDM dan sistem ekonomi kerakyatan menuju kota kompeten.

(23)

18 4.7 Strategi

Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai maka strategi yang dilaksanakan :

1. Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.

2. Meningkatkan pelayanan bagi penyandang disabilitas.

3. Meningkatkan penanganan kemiskinan secara terpadu.

4. Memperbaiki iklim ketenagakerjaan, antara lain dengan sertifikasi ketenagakerjaan.

4.8 Arah Kebijakan

4.8.1 Arah kebijakan bidang kesejahteraan Sosial

Arah kebijakan bidang kesejahteraan Sosial antara lain :

1. Meningkatkan mutu sumber daya manusia dan lingkungan yang mendukung dengan pendekatan paradigma sehat, yang memberikan prioritas pada upaya promotif dan prventif, dengan tidak meninggalkan upaya kuratif dan rehabilitatif.

2. Membangun apresiasi terhadap penduduk lanjut usia untuk menjaga harkat dan martabat serta memanfaatkan pengalamannya

3. Meningkatnya upaya pencegahan dan rehabilitasi bagi korban bencana alam dan para tuna sosial lainnya.

(24)

19 BAB V

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR KINERJA DAN PENDANAAN INDIKATIF

4.1 Rencana Program .

4.1.1 Rencana Program Sosial

1. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial

Program ini bertujuan untuk memulihkan fungsi sosial, memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi PMKS termasuk bagi lanjut usia terlantar, penyandang cacat, dan anak terlantar, untuk kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya.

2. Program Pembedayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya, Pemberdayaan Fakir Miskin (PKH)

Program ini bertujuan untuk mewujudkan pengentasan kemiskinan dan memberikan keterampilan kepada penyandang masalah kesejahteraan sosial sehingga dapat mandiri tanpa tergantung oleh belas kasih orang.

3. Program Pembinaan Penyandang Cacat dan Trauma

Program ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi bagi penyandang cacat dan yang mengalami trauma sehingga mereka mampu kembali hidup normal di masyarakat.

4. Program Pemberdayaan Kelemagaan Kesejahteraan Sosial

Program ini bertujuan mewujudkan penanganan masalah kesejahteraan sosial dengan lebih baik dengan meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan sosial, aparat dan bermitra dengan masyarakat.

4.1.2 Rencana Program Penunjang

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Program ini bertujuan untuk mewujudkan bantuan administrasi terhadap keberhasilan penyelenggaraan urusan pemerintahan

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan sarana dan prasarana bagi aparat pemerintah untuk menyelenggarakan urusan pemerintah sehingga tercapainya efektifitas dan efisiensi.

(25)

20

3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan aparatur dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, sehingga dapat menyelenggarakan urusan pemerintah dangan optimal.

4.2 Kegiatan

4.2.1 Program Pelayanan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Kegiatan Pokok yang dilaksanakan antara lain :

1. Pelayanan dan Perlindungan Sosial Hukum bagi Korban Eksploitasi, Perdagangan Perempuan dan Anak

2. Penyusunan Kebijakan Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Bagi Penyadang Masalah Kesejahteraan Soisal

3. Penanganan Masalah-Masalah Strategis yang Menyangkut Tanggap Cepat Daarurat dam Kejadian Luar Biasa

4. Bimbingan dan Motivasi sosial Pencegahan Tuna Sosial

5. Penyusunan Program Perencanaan berbagai Pelayana di Bidang Sosial dan Tenaga Kerja

6. Penerapan Sistem dan Informasi Pendataan di Bidang Sosial da Tenaga Kerja

4.2.2 Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Dat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya

Kegiatan Pokok yang Dilaksanakan antara lain :

1. Pelatihan Ketrampilan Berusaha bagi Keluarga Miskin

2. Pelatihan Ketrampilan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial

3. Pemberdayaan Farkir Miskin (PKH)

4.2.3 Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Eks Trauma Kegiatan Pokok yang dilaksanakan antara lain :

1. Pendidikan dan Pelatihan Bagi Penyandang Cacat dan Eks Trauma 2. Pendayagunaan Para Penyandang Cacat dan Eks Trauma( Utsawa

Dharmagita Penyandang Cacat)

3. Tirta Yatra dan HIPENCA Internasional 4. Pengadaan Alat Bantu Penyandang Cacat

4.2.4 Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejateraan Sosial Kegiatan pokok yang dilaksanakan antara lain :

1. Peningkatan Peran Aktif Masyarakat dan Dunia Usaha

(26)

21

2. Peningkatan Kualitas SDM Kesejahteraan Sosial Masyarakat 3. Pemberdayaan Karang Taruna

4. Pemberdayaan PWS Kota Denpasar 5. Pemberdayaan PWRI Kota Denpasar 6. Pemberdayaan KKKS Kota Denpasar 7. Pemberdayaan LVRI Kota Denpasar 8. Pembinaan Kepahlawanan dan Kejuangan

9. Peningkatan Peran Aktif Masyarakat dan Dunia Usaha(Peringata Hari Lanjut Usia Nasional,HALUN)

10. Pelaksanaan Kerjasama secara Kelembagaan di Bidang Sosial dan Tenaga Kerja

11. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Kegiatan Bidang Sosial dan Tenaga Kerja

4.2.5 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan pokok yang dilaksanakan antara lain : 1. Penyediaan Jasa Surat Menyurat

2. Penyediaan Jasa Kumunikasi, Sumber Daya dan Listrik 3. Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor 4. Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kantor

5. Penyediaan Alat Tulis Kantor

6. Penyediaan Jasa Barang Cetakan dan Penggandaan

7. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor 8. Penyediaan Jasa Peralatan Rumah Tangga

9. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang -Undangan 10. Penyediaan Bahan Logistik Kantor

11. Penyediaan Makanan dan Minuman

12. Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah.

13. Pameran HUT Kota Denpasar 14. Penyusutan Dokumen Arsip Daerah

4.2.6 Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja Kegiatan pokok yang dilaksanakan antara lain :

1. Pendidikan dan Pelatihan Ketrampilan Formal 4.2.7 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Kegiatan pokok yang dilaksanakan antara lain : 1. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor 2. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor

(27)

22 3. Pengadaan Meubelair

4. Pemeliharaan Rutin / Berkala Gedung Kantor, Kendaraan Dinas / Operasional, Perlengkapan Gedung Kantor, Peralatan Kantor, dan Meubelair.

4.3 Indikator Kinerja

Indikator kinerja merupakan ukiuran kuantitatif atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian kinerja suatu program dan kegiatan.

Indikator kinerja program/ kegiatan pada Dinas Sosial dapat diuraikan sebagai berikut :

4.3.1 Indikator Kinerja Sosial

1. Persentase terlaksananya pelatihan keterampilan bagi warga miskin 2. Persentase lanjut usia di luar panti yang mendapat pelatihan

keterampilan

3. Persentase pemberdayaan fakir miskin (PKH)

4. Persentase gepeng dan wanita tuna susila yang ditanggulangi dan dipulangkan

5. Persentase terpenuhinya buku data PMKS dan PSKS

6. Persentase tertanganinya masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat darurat dan kejadian luar biasa

7. Persentase terhimpunnya data yang mengajukan santunan kematian 8. Persentase masyarakat yang diberikan bimbingan dan motivasi sosial

pencegahan tuna sosial

9. Persentase terpenuhinya dokumen perencanaan di bidang kesejahteraan sosial dan ketenagakerjaan

10. Persentase terpenuhinya data dan informasi di bidang kesejahteraan sosial dan ketenagakerjaan (buku profil)

11. Persentase penyandang cacat yang diberikan pelatihan

12. Persentase para penyandang cacat yang mengikuti utsawa dharma gita

13. Persentase terlaksananya tirta yatra penyandang cacat

14. Persentase pengadaan alat bantu penyandang cacat dan bekerja sama dengan provinsi dalam pemberian santunan kepada penyandang cacat permanen dan lansia

15. Persentase peringatan hari anak nasional

(28)

23

16. Persentase PSM yang berprestasi yang di bina tingkat kota dan tingkat propinsi

17. Persentase karang taruna yang di bina 18. Persentase pemberdayaan PWS

19. Persentase pemberdayaan PWRI 20. Persentase pemberdayaan KKKS 21. Persentase pemberdayaan LVRI

22. Persentase pembinaan kepahlawanan dan kejuangan

23. Persentase peringatan hari lanjut usia nasional (pemberian sembako lansia)

24. Persentase terpenuhinya buku SPM bidang sosial dan tenaga kerja 25. Persentase terpenuhinya LAKIP dan LKPJ

4.3.2 Indikator Kinerja Pelayanan Penunjang

1. Jumlah pelayanan administrasi perkantoran

2. Jumlah peningkatan sarana dan prasarana pendidikan 3. Frekuensi pendidikan dan pelatihan formal

4.4 Matriks Rencana Program, Kegiatan, Indikator dan Pagu Indikatif Dinas Sosial Kota Denpasar

(29)

24 Tabel

Matriks Program, Kegiatan, Indikator dan Pagu Indikatif Dinas Sosial Kota Denpasar

No. Program Kegiatan Indikator PAGU Indikatif (Rp)

2016 2017 2018 2019 2020

1. Program Pelayan

Administrasi Perkantoran

1. Pelayanan administrasi perkantoran Persentase ketersediaan kebutuhan pelayanan administrasi perkantoran

1.337.170.900

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Persentase ketersediaan kebutuhan sarana dan prasarana kantor

861.086.000

3. Program meningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

3. Pendidikan dan Pelatihan Formal Persentase pemnuhan SDM yang berkompeten dan berkualitas

70.000.000

4. Pemberdayaan Fakir Miskin, Komonitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya

4. Pelatihan Bagi Ketrampilan Berusaha Bagi Keluarga Miskin

5. Pelatihan Ketrampilan bagi Bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan sosial(Pembinaan Lanjut Usia Luar Panti)

6. Pemberdayaan Fakir Miskin (PKH)

- Persentase terlaksananya pelatihan keterampilan bagi keluarga miskin

- Persentase lanjut usia di luar panti yang mendapatkan pelatihan keterampilan

- Persentase Pemberdayaan fakir miskin (PKH)

285.682.000

121.960.000

300,563,000

29,907,200

133.910.000

360,675,600

35,888,640

160.692.000

432.810.720

43.066.368

192.830.400

519.372.864

51.679.642

231.396.480

(30)

25

5. Pelayanan dan Rehabitasi Kesejateraan Sosial

7. Pelayanan dan Perlindungan Sosial, Hukum bagi Korban Eksploitasi, Perdagangan Perempuan dan Anak 8. Penyusunan Kebijakan Pelayanan dan

Rehabilitasi Sosial Bagi Penyandang Masalah Kesejateraan Sosial ( PMKS)

9. Penanganan Masalah - Masalah Strategis yang Menyangkut Tanggap Cepat Darurat dan Kejadian Luar Biasa

10. Bimbingan dan Motivasi Sosial Pencegahan Tuna Sosial

11. Penyusunan Program Perencanaan Berbagai Pelayanan di Bidang Sosial dan Tenaga Kerja

12. Penerapan Sistem dan Informasi Pendataan di Bidang Sosial dan Tenaga Kerja

- Persentase gepeng dan WTS yang ditanggulangi dan dipulangkan

- Persentase terpenuhinya buku data PMKS dan PSKS

- Persentase tertanganinya masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat darurat dan kejadian luar biasa - Persentase masyarakat yang

diberikan bimbingan dan motivasi sosial pencegahan tuna sosial

- Persentase terpenuhinya dokumen perencanaan di bidang kesejahteraan sosial dan ketenagakerjaan

- Persentase terpenuhinya data dan informasi di kesejahteraan sosial dan ketenagakerjaan (buku profil)

- Persentase terhimpunnya data yang mengajukan santunan kematian

260.416.500

152.295.250

63.208.000

113.357.000

46.582.500

339,389,000

160,045,250

67,173,000

37.327.000

125.557.950

52.443.500

407,266,800

192,054,300

80,607,600

44.792.400

150.669.540

62.932.200

493.040.160

130.465.160

96.726.120

53.750.880

180.803.448

75.518.640

591.648.192

276.558.192

116.074.944

64.501.056

216.964.138

90.622.368

(31)

26

6. Pembinaan Para Penyandang Cacat Dan Eks Trauma

13. Pendidikan dan Pelatihan Bagi Penyandang cacat dan Eks trauma 14. Pendayagunaan para Penyandang

Cacat Eks Trauma (Utsawa Dharmagita Penyandang Cacat) 15. Tirta Yatra dan HIPENCA

Internasional

16. Pengadaan Alat Bantu Penyandang Cacat

- Persentase penyandang cacat yang diberikan pelatihan - Persentase para penyandang

cacat yang mengikuti utsawa dharma gita

- Persentase terlaksannya tirta yatra penyandang cacat - Persentase pengadaan alat

bantu penyandang cacat dan bekerjasama dengan propinsi dalam pemberian santunan kepada penyandang cacat permanen dan lansia

100.401.500

155.815.000

196.579.500

175.575.700

315.835.000

124.101.000

235.895.400

210.690.840

379.002.000

148.921.200

283.074.480

252.829.008

454.802.400

178.705.440

339.689376

303.394.810

545.762.880

214.446.528

7. Pemberdayaan Kelembagaan Kesejateraan Sosial

17. Peningkatan Peran Aktif Masyarakat dan Dunia Usaha (HALUN,HAN, dan FK- PANTI)

18. Peningkatan Kualitas SDM Kesejateraan Sosial Masyarakat

19. Pembinaan Karang Taruna

20. Pemberdayaan PWS Kota Denpasar

21. Pemberdayaan PWRI Kota Denpasar

22. Pemberdayaan KKKS Kota Denpasar

- Persentase peringat an hari anak nasional

- Persentase PSM yang berprestasi yang dibina tk.

Kota dan Tk. Propinsi - Persentase karang taruna yang

dibina

- Persentase pemberdayaan PWS

- Persentase pemberdayaan PWRI

- Persentase pemberdayaan

49.738.500

150.158.000

276.577.500

105.372.000

109.378.000

104.117.000

71.420.200

169.856.000

330.724.900

115.987.000

126.133.000

108.507.000

85.704.240

203.827.200

396.869.880

139.184.400

151.359.600

130.208.400

102.845.088

244.592.640

476.243.856

167.021.280

181.631.520

156.250.080

123.414.106

293.511.168

571.492.627

200.425.536

217.957.824

187.500.096

(32)

27

23. Pemberdayaan LVRI Kota Denpasar

24. Pembinaan Kepahlawanan dan Kejuangan

25. Peningkatan Peran Aktif Masyarakat dan Dunia Usaha ( Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional , HALUN) 26. Pelaksanaan Kerjasama secara

Kelembagaan di Bidang Sosial dan Tenaga Kerja

27. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Kegiatan Bidang Sosial dan Tenaga Kerja

KKKS

- Persentase pemberdayaan LVRI

- Persentase pembinaan kepahlawan dan kejuangan - Persentase peringatan hari

lanjut usia nasional (pemberian sembako lansia)

- Persentase terpenuhinya buku SPM bidang sosial dan tenaga kerja

- Persentase terpenuhinya LAKIP dan LKPJ Dinas Sosial dan Tenaga Kerja

51.288.250

258.417.300

47.598.000

36.235.000

61.245.250

221.373.600

342.154.900

46.493.300

126.115.000

73.494.300

265.648.320

410.585.880

55.791.600

151.338.000

88.193.160

318.777.964

492.703.056

66.949.920

181.605.600

105.831.792

382.533.581

591.243.667

80.339.904

217.926.720

(33)

28 BAB VI

INDIKATOR DINAS SOSIAL KOTA DENPASAR YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD 2016-2021

1.1 Indikator Kinerja Utama Dinas Sosial Kota Denpasar

1. Persentase terpenuhinya kebutuhan pelayanan administrasi perkantoran 100%

pada tahun 2021

2. Persentase terpenuhinya sarana dan prasarana kantor100% pada tahun 2021

3. Persentase terpenuhinya SDM yang berkompeten dan berkualitas 100%

pada tahun 2021

4. Persentase terlaksananya pelatihan bagi keluarga miskin 100% pada tahun 2021

5. Persentase lanjut usia luar di luar panti yang mendapat pelatihan keterampilan 100% pada tahun 2021

6. Persentase pemberdayaan fakir miskin (PKH) 100% pada tahun 2021

7. Persentase gepeng dan wanita tuna susila yang ditanggulangi dan dipulangkan 100% pada tahun 2021

8. Persentase terpenuhinya buku data PMKS dan PSKS 100% pada tahun 2021 9. Persentase tertanganinya masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat

darurat dan kejadian luar biasa 100% pada tahun 2021

10. Persentase terhimpunnya data yang mengajukan santunan kematian 100% pada tahun 2021 *

11. Persentase masyarakat yang diberikan bimbingan dan motivasi sosial pencegahan tuna sosial 100% pada tahun 2021

12. Persentase terpenuhinya dokumen perencanaan di bidang kesejahteraan sosial dan ketenagakerjaan pada tahun 2021

13. Persentase terpenuhinya data dan informasi di bidang kesejahteraan sosial dan ketenagakerjaan (Buku Profil) 100% pada tahun 2021

14. Persentase penyandang cacat yang diberikan pelatihan 100% pada tahun 2021 15. Persentase para penyandang cacat yang mengikuti utsawa dharmagita 100% pada

tahun 2021

16. Persentase terlaksananya tirta yatra penyandang cacat 100% pada tahun 2021 17. Persentase pengadaan alat bantu penyandang cacat dan bekerjasama dengan

propinsi dalam pemberian santunan kepada penca permanen dan lansia 100%

pada tahun 2021

(34)

29

18. Persentase peringatan hari anak nasional 100% pada tahun 2021

19. Persentase PSM yang berprestasi yang dibina Tk. Kota dan Tk. Propinsi 100%

pada tahun 2021

20. Persentase karang taruna yang dibina 100% pada tahun 2021 21. Persentase pemberdayaan PWS 100% pada tahun 2021 22. Persentase pemberdayaan PWRI 100% pada tahun 2021 23. Persentase pemberdayaan KKKS 100% pada tahun 2021 24. Persentase pemberdayaan LVRI 100% pada tahun 2021

25. Persentase pembinaan kepahlawanan dan kejuangan 100% pada tahun 2021 26. Persentase peringatan hari lanjut usia nasional (pemberian sembako lansia) 100%

pada tahun 2021

27. Persentase terpenuhinya buku SPM bidang sosial dan tenaga kerja 100% pada tahun 2021

28. Persentase terpenuhinya LAKIP dan LKPJ Dinas Sosial dan Tenaga Kerja 100%

pada tahun 2021

(35)

30

Matriks Rencana Strategis Dinas Sosial Kota Denpasar

Tabel Matriks Rencana Strategis Dinas Sosial Kota Denpasar Tahun 2016-2021

Tujuan Sasaran Strategi dan

Arah Kebijakan

Indikator Kinerja (Outcome)

Capaian kinerja

Program Pembangunan

Daerah Bidang Urusan

Perangkat Daerah Penanggung

Jawab Kondisi

Awal

Kondisi Akhir

Meningkatnya pelayanan publik melalui tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance) berdasarkan penegakan supremasi hukum (law enforcement) untuk mewujudkan keadilan melalui terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa, terciptanya ketentraman dan ketertiban masyarakat, meningkatnya potensi dan sumber pendapatan daerah, meningkatnya akses, pemerataan, demokrasi dan kualitas pendidikan, meningkatnya akses dan

Terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang bak(good governance) menuju kota cerdas (smart city)

Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya

- Persentase terpenuhinya pelayanan administrasi

- Persentase terpenihinya sarana dan prasarana aparatur

- Persentase terlaksananya pendidikan dan pelatihan

100%

100%

100%

100%

100%

100%

1. Program Pelayanan Administrasi perkantoran

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Penunjang urusan Pemerintahan (sub urusan

penyelenggaraan pemerintah daerah)

Semua perangkat daerah

(36)

31

pelayanan kesehatan, meningkatnya kualitas hidup dan peran perempuan dalam perlindungan dan kesejahteraan anak, meningkatnya perlindungan dan kesejahteraan sosial, penanggulangan

kemiskinan, kependudukan, keluarga berencana dan olahraga, pencegahan dan penanggulangan bencana, meningkatnya sarana dan prasarana dasar

perekonomian, meningkatnya sarana perhubungan dan

berkembangnya perumahan rakyat layak huni

Meningkatnya pelayanan bagi penyandang disabilitas

- Persentase terlaksananya pelayanan bagi penyandang masalah kesejahteraan social - Persentase

terlaksananya pelatihan dan pendayagunaan bagi penyandang cacat eks trauma - Persentase

terlaksannya peningkatan peran aktif masyarakat di dunia usaha (HALUN, HAN, dan FK Panti), peningkatan kualitas SDM, dan karang taruna - Persentase

terlaksananya pembinaan yang

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

4. Program Pelayaan dan Rehabilitasi Sosial

5. Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma

6. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial

Sosial

Sosial

Sosial

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja

(37)

32

Meningkatkan penanganan kemiskinan secara terpadu

berkaitan dengan pemberdayaan kelompok masyarakat

- Persentase teraksananya pelatihan bagi keluarga miskin

100 % 100% 7. Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komonitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya

Sosial

(38)

33 BAB VII PENUTUP

Rencana Strategis Dinas Sosial Kota Denpasar memuat visi, misi,padmaksara, program prioritas, tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan yang dijabarkan ke dalam program serta kegiatan dalam mengemban tugas pemerintahan dibidang sosial dan ketenagakerjaan dan digunakan sebagai acuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian dalam kurun waktu 5 (lima) tahun 2016-2021.

Melalui Rencana Strategis ini diharapkan mempertegas posisi dan peranan sektor sosial dalam pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.

Renstra Dinas Sosial dapat dilaksanakan dan mencapai tujuan apabila dilakukan melalui kerja keras, ketekunan, kebersamaan dan kesungguhan dengan dedikasi yang tinggi segenap komponen dan aparatur di lingkungan Dinas Sosial sehingga mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan dan

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

(39)

34 Tabel

Indikator Kinerja Pencapaian Visi dan Misi Urusan Wajib Bidang Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar

Kode

Bidang Urusan Pemerintahan dan Program Prioritas

Pembangunan

Indikator Kinerja Program (outcome)

Kondisi Kinerja pada Awal RPJMD

Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan (jutaan rupiah) Kondisi Kinerja pada akhir periode

RPJMD

2016 2017 2018 2019 2020

Tar

get Rp Tar

get Rp Tar

get Rp Tar

get Rp Tar

get Rp Tar

get Rp

(1) (2) (3) 4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (17) (18)

01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

1.377,17 1.403,93 1.494,05 1.541,63 1.564,39

7.416,18

Terpenuhinya kebutuhan pelayanan administrasi perkantoran

100% 100% 100%

- 100%

- 100%

- 100% 100%

-

02 Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur

861,09 880,95 934.,17 978,15 982,67 4.637,02

Terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana kantor

100% 100% 100%

- 100%

- 100%

- 100% 100%

-

03

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

70.00 71,61 75,94 79,52 79,88 376,96

(40)

35

Terpenuhinya SDM yang berkompeten dan berkualitas

100% 100% 100%

- 100%

- 100%

- 100% 100%

-

1 13 15

Pemberdayaan Fakir Miskin, Komonitas Adat Terpencil (KAT) Dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya

285,68 292,27 309,93 324,52 326,02 1.538,42

Persentase terlaksananya pelatihan ketrampilan bagi keluarga miskin

20% 20% 20% 20% 20% 100%

-

Persentase lanjut usia di luar panti yang mendapatkan pelatiahan ketrampilan

20% 20% 20% 20% 20% 100%

-

Persentase pemberdayaan

fakir miskin (PKH) 20% 20% 20% 20% 20% 100%

1 13 16 Pelayanan Dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial

635,86 650,52 689,83 722,30 725,64 3.424,15

Persentase gepeng dan wanita tuna susila yang ditanggulangi dan dipulangkan

20% 20% 20% 20% 20% 100%

-

Persentase terpenuhinya buku data PMKS dan PSKS

100% 100% 100% 100% 100% 100%

-

Gambar

Tabel Matriks Rencana Strategis Dinas Sosial Kota Denpasar Tahun 2016-2021

Referensi

Dokumen terkait

Leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan alasannya karena perusahaan dalam mendanai aktivanya cenderung menggunakan modal sendiri (internal financing)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat suatu courseware multimedia interaktif yang berkualitas baik, guna memudahkan siswa dalam memahami materi

Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut, maka peran dari penggunaan papan luncur terhadap latihan renang gaya bebas teknik pemula adalah sebagai alat untuk membantu

Di THP juga dapat ditemui aneka ragam makanan khas Surabaya dan ikan segar, ikan olahan, dan beberapa kerajinan tangan (handicraft) dari kulit kerang dan hewan laut

Selanjutnya tahapan yang kedua adalah packaging, yaitu mengemas bagaimana sebuah konten media dapat disajkan secara menarik dan mendapat simpati masyarakat, umumnya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perhatian Orang Tua, Disiplin Belajar dan Kreativitas Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X pada

Berdasarkan analisis data minat belajar dari 23 orang mahasiswa diperoleh minat belajar siswa cenderung Cukup yaitu sebesar 15 (65,52%). Dengan demikian dari hasil kegitan

Setelah membaca cerita, siswa mampu menceritakan kegiatan yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sesuai sila ketiga pancasila dengan benar.. Setelah bereksplorasi,