• Tidak ada hasil yang ditemukan

SMA TARUNA NUSA HARAPAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SMA TARUNA NUSA HARAPAN"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

SMA TARUNA NUSA HARAPAN

TERAKREDITASI A

(NPSN : 20534747)

Jalan Letkol Sumarjo 67 Telp. (0321) 324932 Fax. (0321) 322456 Email : [email protected] – www.tnh.sch.id

Mojokerto 61311 – Jawa Timur

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMA TARUNA NUSA HARAPAN

Mata pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X/ Genap

Materi Pokok : Interaksi Antar ion dan atom Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

A. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kompetensi Inti

3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu

menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan Kompetensi Dasar

3.6 Menghubungkan interaksi antar ion, atom dan molekul dengan sifat fisika zat

4.6 Menerapkan prinsip interaksi antar ion, atom dan molekul dalam menjelaskan sifat-sifat fisik zat di sekitarnya

B. Tujuan Pembelajaran

Melalui model pembelajaran Discovery Learning dengan menggali informasi dari berbagai sumber belajar siswa dapat :

1. Merancang dan melakukan percobaan untuk menyelidiki kepolaran suatu senyawa.

2. Menulis laporan dan mempresentasikan hasil percobaan.

3. Menjelaskan gaya antar molekul dan kaitannya dengan sifat fisiknya.

C. Indikator Pembelajaran :

IPK dari KD 3.6 IPK dari KD 4.6

3.6.1 Menjelaskan sifat kepolaran senyawa 3.6.2 Menjelaskan jenis jenis interaksi antar

molekul

3.6.3 Menjelaskan kaitan interaksi antar molekul (ikatan hidrogen, gaya Van- Der Walls) dengan sifat fisik senyawa 3.6.4 Menganalisis fenomena alam berkaitan

dengan gaya antar molekul

4.7.1 Melakukan percobaan untuk menyelidiki kepolaran suatu senyawa.

4.7.2 Menyajikan hasil diskusi dan hasil percobaan

(2)

D. Materi Pembelajaran 1. Kepolaran senyawa 2. Gaya antar molekul

E. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran Pendekatan : saintifik

Model Pembelajaran : Discovery Learning

Metode Pembelajaran: Diskusi, eksperimen, presentasi, tanya jawab, dan ceramah F. Media Pembelajaran

Media/Alat : Lembar Kerja, Papan Tulis/White Board, LCD, alat Lab : Buret, gelas kimia, air, minyak tanah, dan alkohol.

G. Sumber Belajar

1. Buku Kimia Kelas X, Kementerian dan Kebudayaan Tahun 2013.

2. Internet.

3. Buku/ sumber lain yang relevan.

H. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 ( 2 x 45 menit ) Pendahuluan (10 menit)

1. Memberi salam dan berdoa sebelum pembelajaran dimulai.

2. Mencek kehadiran peserta didik.

3. Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan.

4. Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari : elektronegatifitas, ikatan kimia, dan bentuk molekul.

5. Guru menyampaikan manfaat materi pembelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

6. Guru menyampaikan tujuan yang dicapai.

Kegiatan Inti (70 menit)

a. Stimulation (memberi stimulus)

Peserta didik mengamati peristiwa : cat air menggunakan air dan cat besi menggunakan minyak, air dan minyak tidak bercampur. Bagaimana peristiwa tersebut dapat dijelaskan?

Cat besi larut dalam minyak

Cat air larut dalam air

(3)

Air dan minyak

b. Problem Statement (mengidentifikasi masalah)

Peserta didik diberi kesempatan bertanya tentang gambar yang ditampilkan c. Data Collecting (mengumpulkan data);

1. Peserta didik membentuk kelompok dalam beberapa kelompok (penentuan kelompok ditetapkan oleh guru). Tiap kelompok terdiri 4–5 orang.

2. Siswa diminta merancang percobaan untuk menyelidiki sifat kepolaran senyawa.

3. Siswa melakukan percobaan pada beberapa senyawa 4. Siswa mengamati dan mencatat data hasil percobaan.

d. Data Processing (mengolah data);

1. Siswa menganalisis data hasil percobaan untuk menyimpulkan sifat kepolaran senyawa.

2. Siswa mengelompokkan senyawa polar dan non polar.

3. Guru memantau jalannya diskusi dan membimbing peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusinya.

4. Salah satu kelompok mempresentasikan hasil-hasildiskusi dan kerja kelompoknya.

e. Verification (memverifikasi);

1. Hasil-hasil kerja kelompok yang telah dipersentasikan digunakan pada langkah berikutnya.

2. Perwakilan kelompok menanggapi sajian/paparan dari kelompok lain yang telah mempersentasikan mencermatinya dan membandingkan dengan hasil dari kelompoknya sendiri kemudianmendiskusikan kembali pada kelompok masing-masing.

3. Perwakilan kelompok untuk memberikan tanggapan dengan mengajukan pertanyaan,meminta konfirmasi ataupunmemberikan masukkan terhadap kelompok lainnya.

4. Guru mencatat hal-hal yang menyimpang atau tumpang tindih atau “unik” antara kelompok yang satu dengan yang lain.

5. Guru menilai keaktifan peserta didik (individu dan kelompok) dalam kelas saat berdiskusi, merancang/melakukan penyelidikan sederhana maupun presentasi berlangsung.

f. Generalization (menyimpulkan);

1.

Peserta didik mengkaji ulang dan menyimpulkan hasil diskusi dalam kelompok tentang kepolaran senyawa.

2.

Guru memberikan penguatan dengan memberikan penjelasan dan kesimpulan materi.

Penutup (10 menit)

1. Memfasilitasi dalam menemukan kesimpulan tentang kepolaran senyawa.

2. Memberikan tugas kepada peserta didik mengenai kepolaran senyawa

(4)

3. Mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi yang akan dibahas dipertemuan berikutnya

4. Melakukan penilaian untuk mengetahui tingkat ketercapaian tujuan belajar.

5. Memberi salam penutup.

Pertemuan 2 ( 2 x 45 menit ) Pendahuluan (10 menit)

1. Memberi salam dan berdoa sebelum pembelajaran dimulai.

2. Mencek kehadiran peserta didik.

3. Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan.

4. Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari : kepolaran senyawa.

5. Guru menyampaikan manfaat materi pembelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

6. Guru menyampaikan tujuan yang dicapai.

Kegiatan Inti (70 menit)

a. Stimulation (memberi stimulus)

Peserta didik mengamati peristiwa : asap dapat menyebar luas, parfum yang semerbak, oksigen dalam air untuk ekosistem air, beberapa bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari, es batu memiliki struktur luar biasa indah, dan olie mesin kendaraan yang kental. Bagaimana peristiwa tersebut dapat dijelaskan?

Asap dapat menyebar luas

Parfum yang semerbak

Oksigen dalam air untuk ekosistem air

Es Batu memiliki struktur luar biasa indah

Olie mesin kendaraan yang kental

(5)

b. Problem Statement (mengidentifikasi masalah)

Peserta didik diberi kesempatan bertanya tentang fenomena alam melalui gambar yang ditampilkan

c. Data Collecting (mengumpulkan data);

1.

Peserta didik membentuk kelompok dalam beberapa kelompok (penentuan kelompok ditetapkan oleh guru). Tiap kelompok terdiri 4–5 orang.

2. Dibagikan bahan bacaan tambahan disamping buku-buku yang telah dimiliki peserta didik untuk bahan diskusi perserta didik.

3. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi gaya antar molekul dan mengkaji fenomena alam berkaitan dengan gaya antar molekul.

4. Peserta didik mencari dan mengumpulkan data dari hasil diskusi maupun dari charta yang ditampilkan tentang :

a. Gaya Van der Waals b. Ikatan hidrogen c. Titik didih melekul

5. Peserta didik terlibat aktif dalam diskusi dan mengkaji peristiwa-peristiwa yang disajikan kemudian menyelesaikan masalah yang ada, peserta didik termotivasi untuk berdiskusi dalam menggali informasi dari berbagai sumber maupun hand-out yang telah dibagikan.

6. Peserta didik menuliskan hasil pekerjaanya (untuk masing-masing peserta didik) dan hasil diskusi kelompok pada LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang sudah disediakan.

d. Data Processing (mengolah data);

1. Peserta didik mendiskusikan dan menuliskan hasil diskusi pada lembar aktivitas peserta didik

2. Guru memantau jalannya diskusi dan membimbing peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusinya.

3. Salah satu kelompok mempresentasikan hasil-hasil diskusi dan kerja kelompoknya.

e. Verification (memverifikasi);

1. Hasil-hasil kerja kelompok yang telah dipersentasikan digunakan pada langkah berikutnya.

2. Perwakilan kelompok menanggapi sajian/paparan dari kelompok lain yang telah mempersentasikan mencermatinya dan membandingkan dengan hasil dari kelompoknya sendiri kemudianmendiskusikan kembali pada kelompok masing-masing.

3. Perwakilan kelompok untuk memberikan tanggapan dengan mengajukan pertanyaan,meminta konfirmasi ataupunmemberikan masukkan terhadap kelompok lainnya.

4. Guru mencatat hal-hal yang menyimpang atau tumpang tindih atau “unik” antara kelompok yang satu dengan yang lain.

5. Guru menilai keaktifan peserta didik (individu dan kelompok) dalam kelas saat berdiskusi, merancang/melakukan penyelidikan sederhana maupun presentasi berlangsung.

(6)

f. Generalization (menyimpulkan);

1. Peserta didik mengkaji ulang dan menyimpulkan hasil diskusi dalam kelompok tentang gaya antar molekul dan kaitannya dengan fenomena alam.

2. Guru memberikan penguatandengan memberikan penjelasan dan kesimpulan materi.

Penutup (10 menit)

1. Memfasilitasi dalam menemukan kesimpulan tentang gaya antar molekul dan kaitannnya fenomena alam.

2. Memberikan tugas kepada peserta didik, dan mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan diri menghadapi tes/ evaluasi akhir di pertemuan.

3. Memberi salam.

J. Penilaian

1. Teknik Penilaian:

a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis

c. Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja/ Praktik, Presentasi, Portofolio 2. Bentuk Penilaian :

a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik b. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja

c. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi d. Portofolio : penilaian laporan

3. Instrumen Penilaian (terlampir) 4. Remedial

a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau

tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.

c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 1 kali.

5. Pengayaan

Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran pengayaan sebagai berikut:

- Siwa yang mencapai nilai n(ketuntasan)nn(maksimum) diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan

- Siwa yang mencapai nilai n n(maksimum) diberikan materi melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

Mojokerto, 7 Januari 2022 Mengetahui

Kepala SMA Taruna Nusa Harapan Guru Mata Pelajaran,

J.B. Heri Sumarsa, S.Pd K. Sudarmono, S.Pd

(7)

LAMPIRAN-LAMPIRAN RPP 1. Uraian Materi

KEPOLARAN

Kepolaran suatu molekul senyawa bergantung pada bentuk molekulnya.

Apabila bentuk molekulnya simetris (dipol-dipolnya saling meniadakan) maka molekul bersifat non polar, sebaliknya jika bentuk molekulnya tidalk simetris maka molekulnya bersifat polar.

Contoh :

- Pada molekul CCl4 yang mempunyai bentuk molekul tetrahedral dengan aatom C sebagai pusatnya dan atom Cl pada sudutnya, membentuk struktur molekul yang simetris (dipol-dipolnya saling meniadakan sehingga bersifat non polar.

- Molekul H2O berbentuk V yang mempunyai dua pasang elektron bebas pada atom pusat O. Atom- atom H bermuatan positif dan atom O bermuatan negatif sehingga molekulnya asimetris, maka bersifat polar.

Sifat-sifat senyawa ditentukan oleh ikatan antar molekul senyawa/gaya antar molekul

Molekul unsur bersifat non polar karena di dalamnya terdapat ikatan kovalen non polar, sedangkan molekul senyawa ada yang bersifat polar dan ada pula yang non polar, hal ini disebabkan bentuk molekulnya simetris atau tak simetris. Perhatikan gambar berikut untuk membedakan molekul polar dan non polar :

INTERAKSI ANTAR MOLEKUL

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menemukan berbagai jenis zat yangpartikelnya berupa molekul dan berbeda fasa. Dalam fasa gas, pada suhu tinggi dan tekanan yang relatif rendah (jauh di atas titik didihnya), molekul-molekul benar-benar berdiri sendiri, tidak ada gaya tarik antarmolekul. Akan tetapi, pada suhu yang relatif rendah dan tekanan yang relatif tinggi, yaitu mendekati titik embunnya, terdapat suatu gaya tarik-menarik antarmolekul. Gaya tarik menarik antar molekul itulah yang memungkinkan suatu gas dapat mengembun. (James E. Brady, 1990).

104.50

O H

H

Bentuk molekul H2O Struktur CCl4

(8)

Molekul-molekul dalam zat cair atau dalam zat padat diikat oleh gaya tarikmenarik antar molekul. Oleh karena itu, untuk mencairkan suatu zat padat atau untuk menguapkan suatu zat cair diperlukan energiuntuk mengatasi gaya tarik-menarik antar molekul. Makin kuat gaya tarik antar molekul, makin banyak energi yang diperlukan untuk mengatasinya, maka semakin tinggi titik cair atau titik didih.

1. Ikatan Hidrogen

Antara molekul-molekul yang sangat polar dan mengandung atom hydrogenterjadi ikatanhidrogen.Titik didih senyawa “hidrida” dari unsur-unsur golonganA, VA, VIA, dan VIIA, diberikan pada gambar berikut.

Gambar : Titik didih senyawa hidrida dari unsur-unsur golongan IVA, VA, VIA, dan VIIA. Sumber:

Chemistry,The Molecular Nature of Matter and Change, Martin S. Silberberg.2000.

Perilaku normal ditunjukkan oleh senyawa hidrida dari unsur-unsur golongan IVA, yaitu titik didih meningkat sesuai dengan penambahan massa molekul. Kecenderungan itu sesuai dengan yang diharapkan karena dari CH ke SnH massa molekul relatif meningkat, sehingga gaya Van der Waals juga makin kuat. Akan tetapi, ada beberapa pengecualian seperti yang terlihat pada gambar, yaitu HF, H2O, dan NH3. Ketiga senyawa itu mempunyai titik didih yang luar biasa tinggi dibandingkan anggota lain dalam kelompoknya. Fakta itu menunjukkan adanya gaya tarik-menarik antarmolekul yang sangat kuat dalam senyawa-senyawa tersebut. Walaupun molekul HF, H2O, dan NH3bersifatpolar,gaya dipol-dipolnya tidak cukup kuat untuk menerangkan titik didih yang mencolok tinggi itu.

Perilaku yang luar biasa dari senyawa-senyawa yang disebutkan di atasdisebabkan oleh ikatan lain yang disebut ikatan hidrogen (James E. Brady,2000). Oleh karena unsur F, O, dan Nsangat elektronegatif, maka ikatan F – H, O – H, dan N – H sangat polar, atom H dalam senyawa-senyawa itu sangat positif. Akibatnya, atom H dari satu molekul terikat kuat pada atom unsur yang sangat elektronegatif (F, O, atau N) dari molekul tetangganya melalui pasangan elektron bebas pada atom unsur berkeelektronegatifan besar itu. Ikatan hidrogen dalam H2O disajikan pada gambar berikut :

Gambar : Molekul polar air (kiri) dan ikatan hidrogen pada air (kanan). Sumber:Chemistry, The Molecular Nature of Matter and Change, Martin S. Silberberg. 2000.

2. Gaya Tarik Dipol-dipol

Molekul yang sebaran muatannya tidak simetris, bersifat polar dan mempunyai dua ujung yang berbeda muatan (dipol). Dalam zat polarmolekulnya cenderung menyusun diri dengan ujung (pol) positif berdekatandengan ujung (pol) negatif dari molekul di dekatnya. Suatu gaya tarik-

(9)

menarikyang terjadi disebut gaya tarik dipol-dipoldibandingkan gaya dispersi (gaya London), sehingga zat polar cenderungmempunyai titik cair dan titik didih lebih tinggi dibandingkan zat nonpolaryang massa molekulnya kira-kira sama. Contohnya normal butana dan aseton

Gaya-gaya antarmolekul, yaitu gaya dispersi (gaya London) dan gaya dipoldipol,secara kolektif disebut gaya Van Der Waals. Gaya dispersi setiapzat, baik polar maupun nonpolarzatpolar menambah gaya dispersi dalam zat itu. Dalam membandingkan zat -zatyang mempunyai massa molekul relatif (Mr) kira-kira sama, adanya gayadipol-dipoldapat menghasilkan perbedaan sifat yang cukup nyata. Misalnya,normalbutana dengan aseton. Akan tetapi dalam membandingkan zat dengan

Massamolekul relatif (Mr) yang berbeda jauh, gaya dispersi menjadi lebihpenting.Misalnya, HCl dengan HI, HCl (momen dipol = 1,08) lebih polar dariHI(momen dipol

= 0,38). Kenyataannya, HI mempunyai titik didih lebih tinggidaripadaHCl. Fakta itu menunjukkan bahwa gaya Vlebihkuat daripada HCl. Berarti, lebih polarnya HCl tidak cukup untukmengimbangikecenderungan peningkatan gaya dispersi akibat pertambahanmassamolekul dari HI.

Kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk mengimbas suatu molekul disebut polarisabilitas. Polarisabilitas berkaitan dengan massa molekul relatif (M) dan bentuk molekul. Pada umumnya, makin banyak jumlah elektron dalam molekul, makin mudah mengalami polarisasi. Oleh karena jumlah elektron berkaitan dengan massa molekul relatif, makadapat dikatakan bahwa makin besar massa molekul relatif, makin kuat gaya London.

Misalnya, radon (Ar = 222) mempunyai titik didih lebih tinggi dibandingkan helium (A = 4), 221 K untuk Rn dibandingkan dengan 4 K untuk He. Molekul yang bentuknya panjang lebih mudah mengalami polarisasi dibandingkan molekul yang kecil, kompak, dan simetris. Misalnya, normal pentana mempunyai titik cair dan titik didih yang lebih tinggi dibandingkan neopentana. Kedua zat itu mempunyai massa molekul relatif yang sama besar. Perhatikan gambar berikut :

(10)

2. Penilaian

INTRUMEN PENILAIAN SIKAP Nama Satuan pendidikan : SMA TARUNA NUSA HARAPAN Tahun pelajaran : 2021/2022

Kelas/Semester : X / Semester 2

Mata Pelajaran : Kimia

NO WAKTU NAMA KEJADIAN/

PERILAKU BUTIR

SIKAP POS/

NEG TINDAK LANJUT 1

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

(11)

INSTRUMEN PENUGASAN Satuan Pendidikan : SMA TARUNA NUSA HARAPAN Mata Pelajaran : Kimia

Kelas : X

Kompetensi dasar : 3.6 Menghubungkan interaksi antar ion,atom dan molekul dengan sifat fisika zat

Materi : Sifat-sifat Senyawa ion dan Senyawa Kovalen Contoh Tugas:

Bagaimana peristiwa tersebut dapat dijelaskan?

Asap dapat menyebar luas

Parfum yang semerbak

Oksigen dalam air untuk ekosistem air

Es Batu memiliki struktur luar biasa indah

Olie mesin kendaraan yang kental

Rubrik Penilaian

(12)

Nama peserta didik/kelompok : ………

Kelas : ……….

Tanggal Pengumpulan : ...

No Kategori Skor Alasan

1. 1. Apakah tugas dikerjakan lengkap dan sesuaidengan tanggal pengumpulan yang telah disepakati?

2. 3. Apakah terdapat daftar pustaka sumber infomasidalam penyelesaian tugas yang dikerjakan?

3. Apakah terdapat gambar / tabel dibuat yang menarik sesuai dengan konsep?

4. Apakah bahasa yang digunakan untuk menginterpretasikan lugas, sederhana, runtut dan sesuaidengankaidah EYD?

5. Apakah laporan yang dikerjakan sesuai dengan konsep yang telah dipelajari?

6. Apakah dibuat kesimpulan?

Jumlah Kriteria:

5 = sangatbaik, 4 = baik, 3 = cukup, 2 = kurang, dan 1 = sangatkurang Nilai Perolehan = SkorPerolehan

skor maksimal× 100

(13)

Kisi-kisi soal

No Aspek No

IPK IPK Teknik

Penilaian

Bentuk

penilaian Level kognitif

Instrumen Penilaian

Rubrik Penilaian/

Kunci Jawaban

Skor 1 Pengetahuan 3.7.1 Diberikan data titik didih, daya

hantar listrik senyawa A dan B, peserta didik dapat menentukan jenis senyawa tersebut dengan benar.

Tertulis PG 2 Terlampir

A 10

3.7.2 Diberikan beberapa sifat senyawa peserta didik dapat menentukan senyawa kovalen .

Tertulis PG 2 Terlampir

B 10

3.7.3 Diberikan data

keelektronegatifan beberapa unsur, peserta didik dapat menentukan pasangan unsur yang membentuk senyawa paling polar

Tertulis PG 2 Terlampir

E 10

(14)

INSTRUMEN TES TERTULIS

Satuan Pendidikan : SMA TARUNA NUSA HARAPAN Mata Pelajaran : Kimia

Kelas : X

Kompetensi dasar : 3.6 Menghubungkan interaksi antar ion,atom dan molekul dengan sifat fisikazat

Soal:

A. PETUNJUK :

1. Berdoa sebelum mengerjakan 2. Kerjakan dengan jujur

3. soal pilihan ganda : 25 dan soal uraian : 4 4. hanya satu kali kesempatan mengerjakan 1. Perhatikan gambar berikut :

Yang bersifat polar ditunjukkan oleh nomor ( 1 ) dan ( 2 )

( 1 ) dan ( 3 ) ( 2 ) dan ( 4 ) ( 3 ) dan ( 4 ) ( 1 ) dan ( 4 )

2. Perhatikan gambar berikut:

Yang merupakan sifat-sifat molekul non polar adalah….

A. 1 dan 3 B. 2 dan 3

(15)

C. 2 dan 4 D. 1 dan 4 E. 3 dan 4

3. Tabel berikut berisi data keelektronegatifan lima buah unsur:

Unsur Keelektronegatifan

M 3,98

P 3,16

Q 2,96

R 2,66

T 2,20

Senyawa yang paling polar adalah ….

A. MT B. QR C. QT D. MR E. RT

4. Perhatikan pernyataan berikut ini :

I. O - H memiliki kepolaran lebih besar dari pada C - H II. C - H memiliki kepolaran lebih kecil dari pada C – O III. P – Cl memiliki kepolaran lebih besar dari pada S – Cl

Jika diketahui harga keelektronegatifan : O =3,5 ; H =2,1 ; C = 2,5 ; P = 2,1 ; Cl = 3,0 ; S = 2,5 Pernyataan yang tepat adalah….

A. hanya i B. i dan ii C. i dan iii D. ii dan iii E. i, ii, iii

5. Senyawa di bawah ini yang bersifat polar adalah….

A. C. E.

B. D.

6. Suatu molekul XY3 adalah polar dan memenuhi kaidah oktet, sehingga….

A. Atom pusat X tidak mempunyai pasangan elektron bebas B. Atom pusat X mempunyai sepasang elektron bebas C. Atom pusat X mempunyai dua pasang elektron bebas D. Atom pusat X mempunyai tiga pasang elektron bebas E. Atom pusat X mempunyai empat pasang elektron bebas 7. Perhatikan beberapa senyawa berikut ini :

(1) CH4 (2) HCl (3) BF3 (4) NH3

Nomer atom C =6; K = 19; Cl = 17: H = 1; B = 5 : F = 9; N = 7 Dari senyawa di atas yang bersifat non polar adalah….

(16)

A. (1) dan (3) B. (2) dan (3) C. (1) dan (4) D. (2) dan (4) E. (3) dan (4)

8. Pada dasarnya, atom C dan Cl memiliki beda keelektronegatifan, tetapi senyawa CCl4 bersifat nonpolar. Hal ini disebabkan karena.... ( nomor atom C = 6; Cl = 17 )

A. ikatan C dan Cl bersifat polar

B. pada molekul CCl4 mempunyai bentuk simetris dan momen dipole = 0 C. CCl4 berbentuk segitiga priramida

D. C dan Cl membentuk ikatan kovalen

E. CCl4 memiliki empat domain elektron ikatan domain 9. Perhatikan gambar di bawah ini :

Senyawa di atas yang bersifat polar adalah....

A. 1, 2, 3, dan 4 B. 1, 2, dan 3 C. 1 dan 3 D. 2 dan 4 E. hanya 4

10. Nomor atom S dan F masing-masing adalah 16 dan 9. Kedua unsur tersebut dapat membentuk molekul SF4. Bentuk molekul dan kepolaran senyawa SF4 adalah ....

A. tetrahedral dan nonpolar B. bipiramida segitiga dan polar

C. planar segiempat dan nonpolar D. bentuk V dan polar

E. piramida segi empat dan nonpolar

11. Gaya interaksi antara Molekul-molekul non polar adalah….

A. Gaya London B. dipol-dipol

C. ikatan hidrogen

D. ikatan ion E. ikatan kovalen

12. Penyebab adanya gaya London adalah....

A. adanya gaya tarik menarik antar molekul dalam senyawa polar B. adanya gaya tarik menarik antar molekul dalam senyawa non-polar

C. adanya dipol sesaat yang mampu menimbulkan tarik menarik antar-molekul D. adanya kemampuan untuk menarik dari salah satu molekul

E. adanya ikatan hidrogen di antara molekulnya 13. Berdasarkan data di bawah ini :

No Senyawa Gaya antar molekul 1.

2.

F2

HCl

Gaya dipol-dipol Ikatan Hidrogen

(17)

3.

4.

5.

CO2

CH4

HF

Gaya London Gaya dipol-dipol Ikatan Hidrogen

Hubungan antara senyawa dan gaya antarmolekul yang benar ditunjukkan oleh pasangan … A. 1 dan 2

B. 3 dan 5 C. 2 dan 4 D. 4 dan 5 E. 1 dan 4

14. Di dalam minuman Softdrink mengandung senyawaan gas CO2 dan H2O. Gaya antar molekul yang paling dominan antar mereka berdua adalah...

A. gaya London B. gaya dipol-dipol C. gaya dipol-non dipol D. gaya van der Waals E. ikatan Hidrogen

15. Ikatan hidrogen ditunjukan oleh nomor…

A. 1 dan 2 B. 2 dan 3 C. 2 dan 4 D. 3 dan 4 E. 4 dan 5

16. Perhatikan gambar berikut :

(18)

Berdasarkan sifat periodik unsur-unsur halogen, HF diharapkan mempunyai titik didih paling rendah dibandingkan dengan HI, HCl, dan HBr. Tapi pada kenyataannya HF mempunyai titik didih paling tinggi, hal ini disebabkan HF mempunyai interaksi antar molekul berjenis …

A. Gaya London B. Ikatan hidrogen C. Ikatan Kovalen D. Van der Waals E. Ikatan Logam

17. Perhatikan gambar di bawah ini:

Dari gambar di atas kesimpulan yang kita ambil adalah….

A. Farfum memiliki gaya antar molekul yang lemah B. Farfum dapat menyublim membentuk gas

C. Farfum memiliki titik didih yang tinggi sehingga mudah menguap D. Farfum berbau semerbak karena memiliki sifat polar

E. Farfum tidak memiliki gaya antar molekul sehingga mudah menyebar ke seluruh ruangan

18. Titik didih senyawa CH4 lebih rendah daripada SiH4 . Hal ini disebabkan ....(Jika Massa atom relatif C

= 12, H = 1, Si = 28)

A. Molekul SiH4 bersifat polar, sedangkan CH4 nonpolar B. Mr SiH4 lebih besar daripada CH4

C. Molekul SiH4 mempunyai dipol permanen, sedangkan CH4 tidak mempunyai dipol permanen D. Molekul SiH4 mempunyai ikatan hidrogen sedangkan CH4 tidak mempunyai ikatan hydrogen E. Struktur SiH4 berupa molekul berukuran raksasa, sedangkan struktur CH4 berupa molekul

sederhana

19. Berdasarkan tabel berikut:

Senyawa Mr Titik didih ( oC)

NH3 17 - 33

PH3 34 - 88

AsH3 78 - 55

SbH3 125 - 17

Molekul PH3 memiliki titik didih terendah, hal ini disebabkan….

(19)

A. Mr terkecil B. molekulnya linear C. memiliki ikatan ionik

D. Terdapat gaya Van der Waals E. terdapat gaya london

20. Perhatikan tabel berikut :

Zat Titik leleh ( oC ) Daya hantar listrik Fase padat Fase cair K 116 Non konduktor Non konduktor

L 660 Non konduktor konduktor

M 1500 konduktor konduktor

N -50 Non konduktor Non konduktor O 1610 Non konduktor konduktor Berdasarkan tabel di atas maka….

A. K merupakan senyawa kovalen polar B. L merupakan senyawa ion

C. M merupakan senyawa kovalen non polar D. N merupakan logam

E. O merupakan senyawa kovalen non polar URAIAN

21. Wacana

Perjalanan Nino ke Dunia Ilmiah By Michelle Quincy

Mentari bersinar terang, cahaya itu menembus jendela kayu bewarna coklat, semilir angin meniup tirai. Terlihat seorang siswa sedang menidurkan kepalanya di meja. Dia terlihat bosan dan tidak semangat dalam belajarnya di sekolah. “Anak-anak... Apakah kalian mengerti tentang pelajaran yang bapak sampaikan tadi?” Tanya Pak Guru.

“Mengerti Pak...” Jawab salah seorang murid yang duduk di barisan paling depan.

“Baiklah, waktu hanya kurang 3 menit.” Kata Pak Guru sambil melihat jam tangannya. Perkataan itu membuat murid-muridnya yang sudah tertidur menjadi terbangun dengan semangat 45. Mereka terlihat bahagia dan senang karena mereka akan segera pulang.

“Bapak akan melanjutkannya. Kita harus memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien.” Sambungnya sambil menulis kembali di papan tulis yang membuat semangat muridnya menurun secara drastis. Keberuntungan belum ada di tangan murid-murid sekolah itu.

“Pstt... Nino!!!” Panggil pelan seorang siswa.

“...”

“Nino!” Panggilnya lagi. Nino belum menanggapi panggilannya. Dia merobek sebuah kertas dan membuat bola dari kertas itu. Dia melemparkannya dan mengenai kepala Nino. Dia menoleh ke arah lemparan itu, “Apa?”

“Nanti pulang sekolah, apakah kamu mau pergi ke rumahku untuk main. Ada Mashi, Romy, dan...”

“Tidak.” Jawabnya dengan singkat dan padat.

“Kenapa? Kita kan tidak ada tugas sekolah. Ayolah bermain dengan kami...”

“Tidak. Aku hanya ingin beristirahat, aku lelah...” Kata Nino.

Seorang siswi sedang memandangi jam tangannya. “Ayolah cepat... Kenapa 3 menit saja sangatlah lama, aku ingin segera pulang.” Tidak lama setelah itu, sebuah bunyi yang ditunggu-tunggu akhirnya berbunyi.

KRINGGG...

“Anak-anak, kalian boleh berkemas dan pulang...” Kata Pak Guru. Tidak ada jawaban dari murid-muridnya dia menoleh ke belakang dan dia terkejut.

“Lo... muridku nangdi kabeh iki? Kok wis ilang.”

***

(20)

Jalanan yang macet dan padat, Nino sedang berjalan di trotoar dan ingin segera pulang. Dia berjalan ke zebra cross dan menunggu waktu yang tepat untuk menyeberang di jalanan yang padat. Disaat itu juga ada sebuah truk yang berhenti dan mengeluarkan asap hitam pekat di depannya sampai Nino terbatuk-batuk dan kesulitan bernapas.

“HEI!!!” Seseorang menariknya untuk menghindari asap yang dikeluarkan truk itu.

“UHUK!!! UHUK!!!” Batuk Nino.

“Bagaimana bisa kamu tidak menutup hidungmu di asap hitam pekat itu? Itu sangat berbahaya jika kamu menghirupnya!” Katanya dengan nada sedikit tinggi.

“K-kamu siapa? Kenapa pakaianmu berbeda dengan orang-orang disini.” Tanya Nino kebingungan karena orang yang ditemuinya sangatlah asing dan aneh.

“Aku? Aku... Kemarilah.” Ajaknya ke balik semak-semak. Nino mengikuti orang aneh itu.

“Baiklah, perkenalkan dirimu Pak.”

“Jangan panggil aku bapak, namaku adalah Professor J.” Katanya sambil mengulurkan tangannya.

“Professor J? Namamu hanya J?”

“Ya... Mengapa?”

“Tidak itu hanya sedikit aneh. Oh iya, Professor kenapa tiba-tiba menarikku tadi?”

“Apakah kamu bodoh? Tidak-tidak, maafkan aku. Hei anak kecil, apakah kamu ingin berpetualang bersamaku?”

“Namaku Nino, jangan panggil aku anak kecil Professor J.”

“Baiklah, maaf. Jadi apakah kamu mau atau tidak?”

“Boleh. Kemana?” Tiba-tiba muncul sebuah cahaya yang terang dan Professor J menariknya masuk ke dalamnya.

Nino menutup matannya karena silau.

“Hei anak kecil! Maaf maksudku Nino. Bukalah matamu.” Kata Professor J sambil melambaikan tangannya di depan Nino. Dia membuka matanya dan dia terkagum dengan tempat itu. Dia melihat tempat yang sangat keren.

Lalu dia bertanya kepada Professor J, “Ini dimana?”

“Kamu? Kamu berada di Dunia Ilmiah. Jangan bertanya lebih detailnya karena kamu tidak akan mengerti.”

“P-professor J, siapa anak itu? Kenapa kamu membawanya ke dunia ilmiah. Bagaimana dengan orang tuanya. Kau sama sekali tidak belajar dari kejadian kemarin.” Omelnya.

“R-robot? Bagaimana dia bisa secanggih itu. ” Tanya Nino. Dia menghampiri robot itu dan memegangnya.

“Hei-hei anak kecil, jangan kau pegang-pegang aku dengan sembarangan.”

“Nino, dia adalah Hikun, asistenku.”

“Woah...”

“Ah iya, kamu tadi bertanya tentang mengapa aku menarikmu dari kepulan asap truk tadi?” Tanya Professor J.

Nino membalasnya dengan anggukan. Dia menyuruh Hikun untuk menampilkan sebuah layar yang tentang asap.

Disana terlihat banyak sekali asap yang dihasilkan dari pabrik, kendaraan, dan lain sebagainya.

“Baiklah, ini dia kondisi bumi kita saat ini. Pertama aku akan menjawab pertanyaanmu tadi.” Katanya sambil melihat ke arah layar. Professor J membuka sebuah dokumen dan menunjukannya kepada Nino.

“Asap mengandung komponen gas seperti karbondioksida (CO2), karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NO), Sulfur dioksida (SO2), dan lainnya. Komponen ini semua dapat menimbulkan dampak yang bersifat langsung dan kronis. Pada kondisi akut akan menyebabkan iritasi langsung pada mata dan pernapasan. Hal ini menyebabkan seseorang menderita ISPA dan gejalanya adalah batuk-batuk dan sesak napas. Karbon monoksida diserap oleh kapiler paru-paru dan selanjutnya berikatan dengan hemoglobin membentuk CoHb yang akibatnya adalah dapat menimbulkan sakit kepala, mual, bahkan pingsan dalam skala berat. Begitu penjelasannya, apakah kamu mengerti?”

“Jadi begitu, siap Prof... Nino mengerti.”

“Ada yang ingin kamu tanyakan lagi?”

(21)

“Umm... Lalu kenapa asap itu bisa berada di udara bebas?” Tunjuk Nino kepada sebuah gambar.

“Pertanyaan yang bagus... Hikun tunjukan padanya.”

“Siap Prof.” Kata Hikun menampilkan gambar hologram.

“Apakah kamu tau ini bentuk partikel dari wujud dasar apa?”

“Gas??”Jawab Nino ragu.

“Benar sekali. Asap berwujud gas. Jika ditunjukkan dalam partikel gas, kita bisa melihat bahwa gas bergerak bebas dan memiliki ikatan antarmolekulnya lemah. Gaya antarmolekul ini dihasilkan dari interaksi elektrostatik antar partikel gas. Senyawa gas dengan ikatan kovalen polar mengandung ketidakseimbangan muatan permanen dan dengan ini akan mengalami gaya antarmolekul yang relatif kuat. Sementara itu, muatan yang diinduksi secara acak berada pada molekul berikatan kovalen non polar dan interaksi elektrostatik yang disebabkan olehnya disebut gaya Van der Waals.”

“Gaya Van der Waals?”

“Gaya Van der Waals dalam ilmu kimia merujuk pada jenis gaya antara molekul. Istilah ini merujuk pada gaya yang timbul dari polarisasi molekul menjadi dipol.”

“Ah begitu. Lanjut pembahasan yang tadi Prof.”

“Baik-baik, ekhem... Hikun tolong ambilkan segelas air.” Suruh Professor J. Hikun memberikannya dan Professor J langsung meminumnya.

“Baik, lanjut. Partikel gas bisa menyebar karena berdifusi yang artinya peristiwa mengalirnya atau berpindahnya zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Hal ini membuat gas terdistribusi secara merata ke seluruh wadah, yaitu ruang bumi kita.” Terang Professor J kepada Nino.

“Wah... Ini sangat keren. Aku sangat senang aku bisa belajar bersama Professor.” Kata Nino dengan senang karena dia mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru.

“Tentu saja, anggap ini sebuah kebetulan. Kamu beruntung.”

“Terimakasih Professor J dan Hikun...”

“Ya-ya-ya, baiklah ini saatnya kamu kembali ke dunia asalmu. Kamu hanya akan mengingat tentang pelajaran itu tadi.” Cahaya terang itu kembali dan Nino kembali ke dunia aslinya.

“Ha? Aku kok disini? Daritadi aku kok belum pulang ke rumah.” Katanya. Dia merasa aneh dengan dirinya.

“Sepertinya aku tadi belajar dengan seseorang? Siapa?”

***

Keesokan harinya, di sekolah. Nino mengeluarkan bukunya dan pensilnya. Pak guru bertanya, “Kenapa Asap bisa berada dimana-mana?”

“Saya Pak...” Nino mengangkat tangannya dan tersenyum.

Selesai...

Pada akhir bacaan Pak Guru menanyakan “Kenapa Asap bisa berada dimana-mana?”, seandainya kamu sebagai Nino apakah jawaban mu ?

22.

Perhatikan grafik berikut:

Apakah tanggapanmu tentang senyawa hidrida pada group 6A terhadap titik didih senyawanya!

23. Kedua senyawa ini C2H5OH dan CH3OCH3 mempunyai massa molekul yang sama tetapi titik didihnya berbeda. Tentukan manakah yang memiliki titik didh lebih tinggi dan berikan alasannya!

(22)

24. Perhatikan gambar berikut:

Yang merupakan sifat gaya London adalah….

A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 4 D. 1 dan 4 E. 3 dan 4

25. Perhatikan gambar berikut :

Yang menunjukkan sifat zat polar adalah….

A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 4 D. 1 dan 4 E. 3 dan 4

26. Perhatikan bacaan berikut:

Dari bacaan tersebut hal yang tepat mengenai dry ice adalah….

A. Dry ice terbuat dari air yang dibekukan

B. Dry ice dalam tidak berbahaya ketika langsung dipegang

C. Dry ice memiliki suhu yang lebih tinggi dari pada es batu sehingga tidak dapat menjaga makanan tetap beku

D. Dry ice terbuat dari gas CO2 yang didinginkan sehingga berwujud padat E. Dry ice mengalami perubahan wujud dengan proses mencair

(23)

27. Gaya antar molekul berpengaruh terhadap sifat fisika dari molekul, seperti titik didih dan titik lebur. Di antara molekul berikut yang memiliki gaya antar molekul paling kuat adalah....

A. Air (titik didih 100 oC ) B. Etanol (titik didih 78 oC)

C. Gas Oksigen (titik didih -183 oC) D. Aseton (titik didih 56, 5 oC) E. Gas Helium (titik didih – 272,2 oC)

28. Berdasarkan tipe molekulnya senyawa yang memiliki ikatan kovalen polar (dipol) adalah ....

A. CCl4

B. CO2

C. NH3

D. BeCl2

E. XeF6

29. Dalam 1 gelas air mengandung banyak molekul H2O. Air tersebut biasanya mendidih pada suhu 100oC. Berikut alasan yang paling tepat adalah...

A. Air merupakan molekul polar

B. Molekul air mampu membentuk ikatan Hidrogen C. Massa molekul relatif air adalah 18

D. Tidak dapat dijelaskan dengan teori gaya antar molekul E. Memiliki gaya dipol-dipol

30. Minyak wangi terbuat dari bibit minyak wangi dan larutkan pada pelarut non polar, baunya semerbak walaupun pemakai sudah jaraknya jauh dari kita. Hal ini dikarenakan….

A. Gaya antar molekulnya merupakan gaya London B. Gaya antar molekulnya merupaka ikatan hydrogen C. Gaya antar molekulnya merupakan dipol-dipol D. Gaya antar molekulnya merupakan ikatan ion E. Gaya antar molekulnya merupakan ikatan kovalen 31. Gaya interaksi antara Molekul-molekul non polar adalah….

A. Gaya London B. dipol-dipol C. ikatan hidrogen D. ikatan ion E. ikatan kovalen

32. Manakah yang mempunyai titik didih lebih tinggi, CO2 atau NH3? Berikan penjelasan untuk masing- masing jawaban.

33. Perhatikan gambar berikut:

(24)

Yang merupakan sifat-sifat molekul non polar adalah….

i. 1 dan 3 ii. 2 dan 3 iii. 2 dan 4 iv. 1 dan 4 v. 3 dan 4 34. Perhatikan bacaan berikut:

Mengapa sabun dapat membersikan bekas minyak pada piring?

A. Karena sabun terdapat bagian hidrofobik yang saling berinteaksi dengan air

B. Karena sabun memiliki bagian hidrofobik yang mengikat minyak dan bagian hidrofilik yang berinteraksi dengan air sehingga korotan minyak terangkat

C. Karena sabun hanya memiliki bagian hidrofobik yang mengangkat kotoran minyak D. Karena sabun hanya bersifat polar yang dapat berinteraksi dengan air sehingga dapat

digunakan untuk mengikat kotoran minyak

E.

Karena sifat sabun seperti sifat minyak sehingga membentuk interaksi dan dapat mengangkat kotoran

Pedoman pensekoran :

Alternatif Penyelesaian Skor

 Mama lime dan deterjen bersifat non polar

 Ikatan antara 6C : 2 4 dengan 1H : 1 akan membentuk ikatan kovalen.

 Molekul yang terbentuk CH4 yang bersifat non polar

3 4 3

Total skor 10

Nilai Perolehan = SkorPerolehan skor maksimal× 100

(25)

INSTRUMEN PENILAIAN PRESENTASI

Nama Satuan pendidikan : SMA TARUNA NUSA HARAPAN Tahun pelajaran : 2021/2022

Kelas/Semester : X / Semester 2

Mata Pelajaran : Kimia

No Nama Peserta didik Kelengkapan

Materi Penulisan

Materi Kemampuan

Presentasi Total

Skor Nilai Akhir 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Nilai Perolehan = SkorPerolehan

Skor maksimal× 100

PEDOMAN PENSKORAN:

NO ASPEK KRITERIA YANG DINILAI SKOR

MAKS

1 Kelengkapan Materi

 Presentasi terdiri atas, Judul, Isi Materi dan Daftar Pustaka

 Presentasi sistematis sesuai materi

 Menuliskan rumusan masalah

 Dilengkapi gambar / hal yang menarik yang sesuai dengan materi

4

 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3

 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2

 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1

2 Penulisan Materi

 Materi dibuat dalam bentuk charta / Power Point

 Tulisan terbaca dengan jelas

 Isi materi ringkas dan berbobot

 Bahasa yang digunakan sesuai dengan materi

4

 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3

 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2

(26)

 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1

3 Kemampuan presentasi

 Percaya diri, antusias dan bahasa yang lugas

 Seluruh anggota berperan serta aktif

 Dapat mengemukanan ide dan berargumentasi dengan baik

 Manajemen waktu yang baik

4

 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3

 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2

 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1

SKOR MAKSIMAL 12

Lampiran LKPD

LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK

(LKPD)

Nama anggota kelompok : ...

Kompetensi Dasar :

Menghubungkaninteraksi antar ion,atom dan molekul dengan sifat fisika zat

Indikator :

Menentukan sifat polar dan non polar pada

(27)

Praktikum Kimia Uji Kepolaran Senyawa

A. Judul : Uji Kepolaran Senyawa B. Tujuan

Menyelidiki sifat kepolaran pada senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan C. Landasan Teori

Molekul polar tertarik pada suatu benda yang bermuatan electron/listrik/medan magnet. Jika cairan berisi senyawa polar dan dibelokkan oleh benda bermuatan electron/listrik/medan magnet, sedangkan cairan berisi senyawa nonpolar yang tidak dibelokkan oleh benda bermuatan electron/listrik/medan magnet.

D. Alat dan Bahan

1. Alat : buret + statif dan klem, gelas kimia, penggaris plastic, kain wol atau rambut yang tidak berminyak

2. Bahan : air(H

2

O), CCL

4,

HCl, Minyak tanah dan alcohol E. Cara Kerja

1. Pasang buret pada standarnya dan tuang air ke dalam buret tersebut !

2. Gosokkan penggaris pada kain wol atau rambut yang kering sampai bermuatan listrik (tandanya penggaris agak panas) !

3. Alirkan air dalam buret, dengan cara memutar keran buret dan dekatkan penggaris pada aliran tersebut !

4. Amati aliran air dan catat hasilnya !

5. Ulangi semua langkah tersebut untuk larutan lainnya ! Ingat selalu cuci buret sebelum diisi larutan yang lain !

F. Data Pengamatan

No Larutan Pengamatan

Dibelokkan/Tidak

Dibelokkan Polar/Non Polar 1. Air (H

2

O)

2. Cuka (CCl

4)

3. Asam Klorida (HCl)

4. Alkohol

(C

2

H

5

OH)

5. Minyak tanah

(28)

G. Permasalahan

1. Mengapa penggaris yang di gosokkan pada kain wol dapat membelokkan larutan polar ?

Jawab:.

2. Larutan apa yang tidak bisa di belokkan oleh penggaris ? Jelaskan ! Jawab:

3. Larutan apa saja yang dapat di belokkan oleh penggaris ? Jelaskan ! Jawab:

4. Bagaimana hubungan sifat kepolaran senyawa tersebut terhadap

keelektronegatifan masing-masing senyawa ?

Gambar

Gambar : Titik didih senyawa hidrida dari unsur-unsur golongan IVA, VA, VIA, dan VIIA

Referensi

Dokumen terkait

Menurut UU ITE, yang dimaksud dengan dokumen elektronik adalah setiap informasi elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog,

Balai Besar Litbang Sumber daya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian.. Yusnaini,

Antenna hyperlink flat dengan penggunaan frequency 5Ghz. Pada penggunaannya menggunakan frequency range dari 5180 Mhz sampai dengan 5802 Mhz. penggunaan antenna flat ini

Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif sebab analisis penelitian ini berdasarkan teori-teori dan melibatkan aktivitas perhitungan yang hasilnya akan dijabarkan secara

Dari gambar di atas bahwa ketinggian pada Perumahan Ciledug Indah 1 berada diketinggian – 0.50 cm, hal ini menyebabkan selalu banjir pada saat musim hujan tiba

Membagi lapisan menjadi tiga lapisan, Lapisan pertama adalah sekolah menengah umum (SMU) dan lapisan kedua adalah sekolah madrasyah aliyah (MA) serta lapisan ketiga adalah

“YPTK” Padang, dalam penelitiannya yang berjudul “Hubungan Debt Equity Ratio (DER), Growth, Net Profit Margin dan Price to book value terhadap Return Saham Perusahaan

Anamnesis (15%) Kandidat hanya menanyakan identitas dan keluhan utama pasien, tidak melakukan anamnesis lainnya langsung melakukan pemeriksaan fisik Kandidat hanya