• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

3. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode asosiatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang sifatnya dapat dihitung dengan metode statistik (Sugiyono, 2007). Sedangkan metode asosiatif adalah metode yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini diadakan untuk menguji pengaruh Investment Opportunity Set (IOS) dan Financial Leverage, serta Profitability dan Risk sebagai variabel kontrol terhadap kebijakan dividen perusahaan non-keuangan tahun 2011 sampai 2016.

3.2 Gambaran Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi

Menurut Sugiyono (2007), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang bergerak dalam sektor non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2011 sampai 2016.

3.2.2 Sampel

Menurut Sugiyono (2007), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2007). Tujuan dari penggunaan metode ini adalah untuk mendapatkan sampel yang sesuai atau memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditentukan penulis.

Kriteria sampel pada penelitian ini adalah:

1. Perusahaan non-keuangan di Indonesia yang terdaftar di BEI dan tidak pernah mengalami delisting di BEI pada periode 2011 sampai 2016.

(2)

2. Perusahaan non-keuangan telah menerbitkan laporan keuangan selama enam tahun secara teratur pada periode 2011 sampai 2016.

3. Perusahaan non-keuangan memiliki data Investment Opportunity Set (IOS), Financial Leverage, Profitability, Risk, dan kebijakan dividen selama enam tahun secara berturut-turut pada periode 2011 sampai 2016.

4. Perusahaan non-keuangan membagikan dividen tunai selama enam tahun secara teratur pada periode 2011 sampai 2016.

3.3 Jenis dan Sumber Data

Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data tersebut berupa laporan keuangan perusahaan non-keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2011 sampai 2016. Sumber data diperoleh dari www.bloomberg.com

3.4 Metode dan Prosedur Pengumpulan Data

Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui metode dokumentasi, merupakan cara untuk memperoleh data melalui buku-buku, peraturan-peraturan, laporan relevan terkait pada obyek penelitian (Supriyanto, 2009). Pengumpulan informasi Investment Opportunity Set, Financial Leverage, Profitability, Risk, dan kebijakan dividen perusahaan akan diperoleh dari sumber yang terpercaya dan relevan, yaitu www.bloomberg.com. Pengambilan data tidak hanya terbatas pada website seperti yang telah disebutkan. Peneliti juga mencari referensi terkait pembahasan kebijakan dividen dengan melakukan penelusuran di internet.

3.5 Definisi Operasional Variabel 3.5.1 Variabel Dependen

Kebijakan Dividen : Menunjukkan seberapa besar bagian dari earning yang dibagikan pada pemegang saham (Ardestani, Rasid, Basiruddin, dan Mehri, 2013).

Indikator Empirik : DPR: 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑝𝑒𝑟 𝑠ℎ𝑎𝑟𝑒

𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟 𝑠ℎ𝑎𝑟𝑒 ...(3.1) (Ardestani, Rasid, Basiruddin, dan Mehri, 2013)

(3)

3.5.2 Variabel Independen 1. Investment Opportunity Set

Definisi Operasional : Merupakan kombinasi antara kesempatan yang dimiliki perusahaan untuk melakukan investasi di masa mendatang dan aset yang sudah ada (Myers, 1977).

Indikator Empirik : Tobin’q: 𝑀𝑎𝑟𝑘𝑒𝑡 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 𝑜𝑓 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦+𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑏𝑡

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 ...(3.2) Dimana,

Market value of equity = harga saham x jumlah saham beredar

(Gugler dan Yurtoglu, 2002) 2. Financial Leverage

Definisi Operasional : Menunjukkan jumlah utang yang digunakan dalam capital structure suatu perusahaan (Ardestani, Rasid, Basiruddin, dan Mehri, 2013).

Indikator empirik : DER: 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑏𝑡

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦...(3.3) (Ardestani, Rasid, Basiruddin, dan Mehri, 2013)

3.5.3 Variabel Kontrol 1. Profitability

Definisi Operasional : Mengukur keuntungan yang dihasilkan oleh suatu perusahaan (Epstein, 2006).

Indikator Empirik : ROA: 𝑁𝑒𝑡 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠...(3.4) (Epstein, 2006)

2. Risk

Definisi Operasional : Kemungkinan hasil yang diterima berbeda dengan hasil yang diharapkan (Margaretha, 2005).

Indikator Empirik : Beta: 𝐶𝑜𝑣(𝑅𝑖,𝑅𝑚)

𝑉𝑎𝑟 (𝑅𝑚) ...(3.5) Dimana,

ri = Return on stock-i (weekly) rm = Market return (weekly)

(4)

Return= 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚(𝑡)−𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚(𝑡−1)

𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚(𝑡−1) ...(3.6) (Margaretha, 2005)

3.6 Teknik Analisa Data

Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa regresi linear berganda. Analisa regresi linear berganda yang digunakan di dalam penelitian ini diperoleh melalui program SPSS.

Langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti, sebagai berikut:

1. Memilih sampel yang telah ditetapkan.

2. Mengumpulkan dan mencatat data laporan keuangan periode 2011 hingga 2016 yang dibutuhkan melalui sumber www.bloomberg.com.

3. Menghitung nilai Investment Opportunity Set (IOS), Financial Leverage, Profitability, Risk, dan kebijakan dividen.

4. Menyusun Model Regresi

Analisa regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel terikat (dependen) dengan variabel bebas (independen). Pada penelitian ini, digunakan analisa regresi linear berganda untuk menguji pengaruh Investment Opportunity Set dan Financial Leverage, serta Profitability dan Risk sebagai variabel kontrol terhadap kebijakan dividen. Persamaan regresi dalam penelitian ini, sebagai berikut:

a. Model regresi tanpa variabel kontrol Profitability dan Risk:

Divit 01(IOS𝑖𝑡) + β2(FL𝑖𝑡) + ε...(3.7) b. Model regresi dengan variabel kontrol Profitability:

Divit 01(IOS𝑖𝑡) + β2(FL𝑖𝑡) + β3(Prof𝑖𝑡)+ ε...(3.8) c. Model regresi dengan variabel kontrol Profitability dan Risk:

Divit 01(IOS𝑖𝑡) + β2(FL𝑖𝑡) + β3(Prof𝑖𝑡)+ β4(𝑅𝑖𝑠𝑘𝑖𝑡)+ ε...(3.9) Penjelasan Variabel:

Divit : Kebijakan dividen pada perusahaan i pada waktu t β0 : Konstanta

βi : Koefisien regresi / slope

IOSit : Investment Opportunity Set pada perusahaan i pada waktu t FLit : Financial Leverage pada perusahaan i pada waktu t

(5)

Profit : Profitability pada perusahaan i pada waktu t Riskit : Risk pada perusahaan i pada waktu t

ε : Error

5. Melakukan Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik yang akan dilakukan pada penelitian ini ialah : (i) Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.

Apabila asumsi ini dilanggar, maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil (Ghozali, 2013). Metode untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak adalah dengan dilakukan Kolmogorov Smirnov.

H0 : Data berdistribusi normal.

H1: Data berdistribusi tidak normal.

Kriteria pengambilan keputusan terhadap H0 dan H1 didasarkan besar nilai probabilitas (p-value) dengan tingkat signikansi (α ) sebesar 5%. Syarat penolakan dan penerimaan hipotesis:

a. P-value < α (5%), maka H0 ditolak dan menerima H1, berarti data residual tidak berdistribusi normal.

b. P-value > α (5%), maka H0 diterima dan menolak H1, berarti data residual berdistribusi normal.

(ii) Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain dengan cara melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik plot antara nilai prediksi variabel terkait dengan residualnya. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas (Ghozali, 2013). Gejala heteroskedastisitas dapat diuji dengan uji glejser, yaitu dengan

(6)

meregresi nilai absolut residual terhadap variabel bebas. Hipotesis yang digunakan pada uji glejser adalah:

H0 : tidak terjadi heteroskedastisitas H1 : terjadi heteroskedastisitas

Kriteria pengambilan keputusan terhadap H0 dan H1 didasarkan nilai probabilitas (p-value) dengan nilai signifikansi (α). Penelitian ini menggunakan nilai α sebesar 5%. Syarat penolakan dan penerimaan hipotesis:

a. P-value < α (5%), maka H0 ditolak dan menerima H1, berarti data terjadi heteroskedastisitas.

b. P-value > α (5%), maka H0 diterima dan menolak H1, berarti data tidak terjadi heteroskedastisitas.

(iii) Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (periode sebelumnya).

Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya (Ghozali, 2013). Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Untuk menguji apakah hasil estimasi model regresi mengandung korelasi atau tidak, maka dilakukanlah uji Durbin Watson (DW test) dengan kriteria sebagai berikut:

0 < d < dL = ada autokorelasi negatif.

dL ≤ d ≤ dU = tidak dapat ditarik kesimpulan.

4 - dL < DW < 4 = ada autokorelasi positif.

4 – dU ≤ d ≤ 4 - dL = tidak dapat ditarik kesimpulan

dU ≤ d ≤ 4 - dU = tidak ada autokorelasi positif atau negatif

(iv) Uji Multikolonieritas

Menurut Ghozali (2013), uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar

(7)

variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Dasar pengambilan keputusan pada Uji multikolonieritas dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu :

a. Melihat nilai Tolerance, apabila model regresi yang diuji nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 maka model tersebut tidak terjadi multikolonieritas.

Tolerance= 1-R2

b. Melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF), apabila model regresi yang diuji nilai Variance Inflation Factor lebih kecil dari 10,00 maka model tersebut tidak terjadi multikolonieritas.

VIF= 1

𝑇𝑜𝑙𝑒𝑟𝑎𝑛𝑐𝑒

6. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis merupakan alat analisa untuk melihat tingkat signifikansi variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis yang akan diterapkan pada penelitian ialah uji secara bersama-sama (F) dan uji secara parsial (t).

1. Uji F (bersama-sama)

Uji F berfungsi untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikansi antara:

a. Variabel independen (Investment Opportunity Set dan Financial Leverage) secara bersama-sama terhadap variabel dependen (kebijakan dividen).

b. Variabel independen (Investment Opportunity Set dan Financial Leverage), serta variabel kontrol (Profitability) secara bersama-sama terhadap variabel dependen (kebijakan dividen).

c. Variabel independen (Investment Opportunity Set dan Financial Leverage), serta variabel kontrol (Profitability dan Risk) secara bersama-sama terhadap variabel dependen (kebijakan dividen).

(8)

Rumusan hipotesis:

H0 : β1, β2 = 0, berarti variabel independen Investment Opportunity Set dan Financial Leverage secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan sektor non-keuangan periode 2011-2016.

H1 : β1, β2 ≠ 0, berarti variabel independen Investment Opportunity Set dan Financial Leverage secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan sektor non-keuangan periode 2011-2016.

H0 : β1, β2, β3 = 0, berarti variabel independen Investment Opportunity Set dan Financial Leverage, serta variabel kontrol (Profitability) secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan sektor non-keuangan periode 2011-2016.

H1 : β1, β2, β3 ≠ 0, berarti variabel independen Investment Opportunity Set dan Financial Leverage, serta variabel kontrol (Profitability) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan sektor non-keuangan periode 2011-2016.

H0 : β1, β2, β3, β4 = 0, berarti variabel independen Investment Opportunity Set dan Financial Leverage, serta variabel kontrol (Profitability dan Risk) secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan sektor non-keuangan periode 2011-2016.

H1 : β1, β2, β3, β4 ≠ 0, berarti variabel independen Investment Opportunity Set dan Financial Leverage, serta variabel kontrol (Profitability dan Risk) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan sektor non-keuangan periode 2011-2016.

Kriteria pengambilan keputusan terhadap H0 dan H1 didasarkan pada perbandingan antara probabilitas F-statistic dengan α. Tingkat signifikan (α) yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 5%. Penentuan penolakan atau penerimaan H0 adalah sebagai berikut:

(9)

a. Prob (F-statistic) < α, maka H0 ditolak dan menerima H1, berarti semua variabel independen (Investment Opportunity Set [IOS] dan Financial Leverage) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (kebijakan dividen).

b. Prob (F-statistic) > α, maka H0 diterima dan menolak H1, berarti semua variabel independen (Investment Opportunity Set [IOS] dan Financial Leverage) secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (kebijakan dividen).

c. Prob (F-statistic) < α, maka H0 ditolak dan menerima H1, berarti semua variabel independen (Investment Opportunity Set [IOS] dan Financial Leverage) dan variabel kontrol (Profitability) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (kebijakan dividen) d. Prob (F-statistic) > α, maka H0 diterima dan menolak H1, berarti semua variabel independen (Investment Opportunity Set [IOS] dan Financial Leverage) dan variabel kontrol (Profitability) secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (kebijakan dividen).

e. Prob (F-statistic) < α, maka H0 ditolak dan menerima H1, berarti semua variabel independen (Investment Opportunity Set [IOS] dan Financial Leverage) dan variabel kontrol (Profitability dan Risk) secara bersama- sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (kebijakan dividen)

f. Prob (F-statistic) > α, maka H0 diterima dan menolak H1, berarti semua variabel independen (Investment Opportunity Set [IOS] dan Financial Leverage) dan variabel kontrol (Profitability dan Risk) secara bersama- sama tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (kebijakan dividen).

2. Uji t (parsial)

Uji t berfungsi untuk menguji koefisien regresi secara parsial dari variabel-variabel bebasnya.

(10)

Rumusan hipotesis:

H0 : β1 = 0, berarti variabel Investment Opportunity Set secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan sektor non-keuangan periode 2011-2016.

H1 : β1 ≠ 0, berarti variabel Investment Opportunity Set secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan sektor non- keuangan periode 2011-2016.

H0 : β2 = 0, berarti variabel Financial Leverage secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan sektor non- keuangan periode 2011-2016.

H1 : β2 ≠ 0, berarti variabel Financial Leverage secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan sektor non- keuangan periode 2011-2016.

H0 : β3 = 0, berarti variabel Profitability secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan sektor non- keuangan periode 2011-2016.

H1 : β3 ≠ 0, berarti variabel Profitability secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan sektor non-keuangan periode 2011-2016.

H0 : β4 = 0, berarti variabel Risk secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan sektor non-keuangan periode 2011-2016.

H1 : β4 ≠ 0, berarti variabel Risk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan sektor non-keuangan periode 2011-2016.

Kriteria pengambilan keputusan terhadap H0 dan H1 didasarkan pada perbandingan antara probabilitas t-statistic dengan α. Tingkat signifikan (α) yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 5%. Penentuan penolakan atau penerimaan H0 adalah sebagai berikut:

a. P-value (t-statistic) < α, maka H0 ditolak dan menerima H1, berarti variabel independen (Investment Opportunity Set [IOS] dan Financial

(11)

Leverage) serta variabel kontrol (Profitability dan Risk)berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel dependen (kebijakan dividen).

b. P-value (t-statistic) > α, maka H0 diterima dan menolak H1, berarti variabel independen (Investment Opportunity Set [IOS] dan Financial Leverage), serta variabel kontrol (Profitability dan Risk) tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel dependen (kebijakan dividen).

7. Koefisien Determinasi

Menurut Ghozali (2013), koefisien determinasi (𝑅2) merupakan alat ukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai 𝑅2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas.

Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Kelemahan menggunakan metode 𝑅2 adalah bias terhadap jumlah variabel independen, karena setiap penambahan variabel independen, nilai 𝑅2 akan otomatis meningkat tanpa melihat adanya pengaruh variabel independen dengan variabel dependen. Oleh karena itu, banyak peneliti yang menganjurkan untuk menggunakan nilai adjusted 𝑅2.

Pada penelitian ini digunakan nilai adjusted 𝑅2 pada saat mengevaluasi mana model regresi terbaik, dikarenakan nilai adjusted 𝑅2 akan bertambah apabila variabel independen yang ditambahkan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, tidak seperti 𝑅2 yang hanya melihat penambahan jumlah variabel. Adjusted 𝑅2 dapat bernilai negatif, hal ini menandakan variabel independen bukan prediktor yang baik bagi variabel dependen.

Referensi

Dokumen terkait

Empirisisme muncul pada saat itu sebagai reaksi atas kelemahan paham rasionalisme – sebuah aliran filsafat yang berkembang lebih dahulu daripada empirisisme, yang beranggapan

Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani Sasaran (Outcome/ Output yg.

Proses selanjutnya adalah menghitung user rating similiarity menggunakan Pearson correlation, kemudian mendapatkan top-N user yang memiliki nilai similiarity

Oleh karenanya, syah apabila Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Agama di Bandung, Oleh karenanya, syah apabila Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Agama di Bandung, dalam

Dari kutipan di atas dapat dimaknai bahwa Ustad Abu adalah seorang tokoh terpandang yang betul-betul menjadi teladan bagi masyarakat Tanjung Nipah.. Bagi masyaraka

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Penjadwalan Mata Pelajaran berbasis Web sehingga dapat menjadi media dalam melakukan

Untuk dapat bersaing dengan produk-produk lain, milky pudding dijamin mempunyai rasa yang nikmat, menyegarkan, dan memiliki kemasan yang Instagramable karena kita

PENGUMUMAN AKHIR PESERTA YANG DINYATAKAN TIDAK LULUS SELEKSI PENGADAAN CPNS DAERAH KABUPATEN KLATEN. FORMASI